Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN SGD 5 LBM 5 BLOK 9

DISUSUN OLEH : ARUM SETYAWATI BETI RATNASARI LINDA SEPTIANA MAYYA NAILULLATHIFAH NADIA FITRI HAPSARI GALIH ANDI WURYANTO DENNY SETYO KUNTORO DYASWARA TITUK AJENG SYAHAR BANU HANNA JELANG MAHARDHIKA

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG 2009/2010


STEP 1

1. Disfungsi sendi : kelainan fungsi sendi 2. Simetris : sama, pas, seimbang, selaras STEP 2 1. TMD NON MASTIKATORI STEP 3 TMD NON MASTIKATORI 1. Definisi Penyakit pd TMJ bukan krn mastikasi

2. Penyebab a. Trauma (setelah ekstrasi) b. Inflamasi c. Oral hygiene d. Infeksi (krn adanya mikroorganisme patogen) e. Perikoronitis (peradangan disekitar jar lunak) f. Impaksi g. Karies h. Over hanging (tumpatan proksimal), TFO (traumatik for oclusion) (tumpatan oklusal)

Perbedaan operkulum dan perikoronitis???? (LI)

3. Patofisiologi a. Dari faktor gigi Karies Over hanging Impaksi Trauma Perikoronitis (LI paling penting) : penyebab banyak

Penumpukan baktei dan sisa makanan pd rongga operkulum dan pd gigi yg erupsi sebagian

b. Dari non gigi - Tetanus : karena peralatan yg tdk steril bakteri kena jar mukosa otot sendi TMD TETANUS ITU APA?????

4. Patologi a. Athritis septik b. Arthritis c. Ankilosis : trauma dan infeksi gejala 5. Gejala a. Gejala perikoronitis : pembengkakan dan memerahnya jar. gingiva disekitar gigi yang erupsi sebagian, trismus, terkadang terdapat pus dibalik operkulum. b. Demam c. Nyeri disekitar pre auricularis disertai dengan gangguan dijaringan mukosa (bengkak dijaringan gingiva) dan gigi

6. Pemeriksaan a. Intra oral Ada karies Over hanging Maloklusi

b. Ekstra oral Palpasi Auscultasi

c. Pemeriksaan penunjang Radiologi CT Scan Artrogafi Panoramik

7. Penatalaksanaan a. Menghilangkan penyebab penyakitnya : pembuangan jar gingiva, memberikan antibiotik, analgesik, b. Edukasi OPERKULUM BISA TUMBUH LAGI ATAU TIDAK???? ODONTEKTOMI (PENGAMBILAN GIGI IMPAKSI)????

STEP

Penumpuka Odontectomi n sisa (pencabutan gigi Traum

Trimus menyebabkan Grinding TMD non kelainan gigi Penatalaksan PerikoroniOperculecto mastikatori

Obat-obat anti biotik dan

STEP 7 TMD NON MASTIKATORI 1. Definisi Gangguan pada sendi TM yg disebabkan bukan karena faktor pengunyahan Ditandai dg nyeri tajam atau tumpul pd TMJ yg dpt menjalar kesekitarnya, adanya keterbatasan membuka rahang, dan diikuti bunyi tambahan pada pergerakan rahang

2. Penyebab

a. Trauma (setelah ekstrasi) b. Inflamasi c. Oral hygiene d. Infeksi (krn adanya mikroorganisme patogen) e. Perikoronitis (peradangan disekitar jar lunak) f. Impaksi g. Karies h. Over hanging (tumpatan proksimal), TFO (traumatik for oclusion) (tumpatan oklusal) i. Dry socket : peradangan pd socket gigi yg dirasa sakit setelah dicabut

3. Patofisiologi a. Perikoronitis Penyebab sisa makanan yang terperagkap didalam operculum menyebabkan bakteri berkembang biak inflamasi pd operculum (operculitis) nyeri radang pus (bakteri) spasme otot mengganggu aktifitas otot pergeseran sendi keterbatasan membuka mulut b. Trauma Karena gigitan m3, karena TMJ c. Tetanus Penyakit infeksi yg diakibatkan toksin kuman clostridiumtetani menghasilkan neurotoksin bermanifestasi dg kejang otot secara proksimal dan diikuti kekakuan otot seluruh badan.

Tetanus adalah suatu toksemia akut yang disebabkan oleh neurotoksin yang dihasilkan oleh Clostridium tetani ditandai dengan spasme otot yang periodik dan berat.(5) Tetanus ini biasanya akut dan menimbulkan paralitik spastik yang disebabkan tetanospasmin. Tetanospamin merupakan neurotoksin yang diproduksi oleh Clostridium tetani.(6,7)

Tetanus disebut juga dengan "Seven day Disease ". Dan pada tahun 1890, diketemukan toksin seperti strichnine, kemudian dikenal dengan tetanospasmin, yang diisolasi dari tanah anaerob yang mengandung bakteri. lmunisasi dengan mengaktivasi derivat tersebut menghasilkan pencegahan dari tetanus. ( Nicalaier 1884, Behring dan Kitasato 1890 ). (14)

Spora Clostridium tetani biasanya masuk kedalam tubuh melalui luka pada kulit oleh karena terpotong , tertusuk ataupun luka bakar serta pada infeksi tali pusat (Tetanus Neonatorum ).

4. Pathogenesis a. Hubungan trismus dengan TMJ


Tetanospasmin adalah toksin yang menyebabkan spasme,bekerja pada beberapa level dari susunan syaraf pusat, dengan cara : - Tobin menghalangi neuromuscular transmission dengan cara menghambat pelepasan acethyl-choline dari terminal nerve di otot - Kharekteristik spasme dari tetanus ( seperti strichmine ) terjadi karena toksin mengganggu fungsi dari refleks synaptik di spinal cord - Kejang pada tetanus, mungkin disebabkan pengikatan dari toksin oleh cerebral ganglioside - Beberapa penderita mengalami gangguan dari Autonomik Nervous System (ANS ) dengan gejala : berkeringat, hipertensi yang fluktuasi, periodisiti takikhardia, aritmia jantung, peninggian cathecholamine dalam urine . (1,9,12) Kerja dari tetanospamin analog dengan strychninee, dimana ia mengintervensi fungsi dari arcus refleks yaitu dengan cara menekan neuron spinal dan menginhibisi terhadap batang otak. Timbulnya kegagalan mekanisme inhibisi yang normal, yang menyebabkan meningkatnya aktifitas dari neuron Yang mensarafi otot masetter sehingga terjadi trismus. Oleh karena otot masetter adalah otot yang paling sensitif terhadap toksin tetanus tersebut. Stimuli terhadap afferen tidak hanya menimbulkan kontraksi yang kuat, tetapi juga dihilangkannya kontraksi agonis dan antagonis sehingga timbul spasme otot yang khas.

Penyebab dari pada Trismus 3. Intra artikuler Antilosis Atritis sinotritis Kelainan patologis pada diskus 2. Ekstra artikuler 2.1 Infeksi odontogenik - Pulpa - Periodental - Perikoronal 2.2 Infeksi non odontogenik : - Perikonsilar - Absesparotis - Meningitis - Infeksi di Cordatimpani - Tetanus 2.3 Trauma : - Fraktur Mandibular - Fraktur Ziguna - Adanya benda asing 2.4 Faktor Iatrogenik : Post ekstraksi 2.8 2.7 2.6 spasmus

- Lokal anestesi - TMD - Trauma - Miofasialmuscle - Internal Dearangement 2.5 Tumor : - Tumor pada ephiparingnial - Tumor parotis - Tumor pada TMJ Obat - obatan : - Succinyl chocholin - Anti depresan Raddio Terapi : - Post Radiasi Vibrosis - Osteo radio nikrosis Konginital

Hypertropy Prosesus coronoisdeus 2.9 Psikis Hysteria

5. Patologi a. Athritis septik Mudah mengalami infeksi dari rute hematogen, akibat luka pembedahan atau melalui penyebaran secara langsung. Ditandai dg pembengkakan pre auricular. d. Arthritis Pembengkakan sendi karena trauma dan infeksi e. Ankilosis : trauma dan infeksi gejala Immobilitas sendi (pengapuran sendi) akibat keadaan patologis yg bersifat intracapsuler dan ekstracapsuler

6. Gejala a. Gejala perikoronitis : pembengkakan dan memerahnya jar. gingiva disekitar gigi yang erupsi sebagian, trismus, terkadang terdapat pus dibalik operkulum, pembengkakan adanya limfedenopati pada submandibula, demam, menimbulkan rasa pegal disekitar jaringan m3 bisa sampai kesulitan membuka mulut, halitosis.

Gejala TMJ non mastikatori secara umum : a. Nyeri telinga

b. Nyeri dahi c. Trismus

d. Kliking e. Nyeri kepala dan leher

7. Pemeriksaan a. Intra oral Dilihat adanya inflamasi dijaringan lunak Adanya karies Overhanging

Gigi hilang Adanya inflamasi dan infeksi Pengeluaran pus Pelunakan limfonodus Displacment

d. Ekstra oral Palpasi Auscultasi Trismus Deviasi

e. Pemeriksaan penunjang Radiologi CT Scan Artrogafi Panoramik Penggambaran sendi dalam keadaan bergerak (fluoroskopi)

- Transcranial radiografi : untuk melihat kelainan (condyl dan korteks fossa glenoid)

8. Penatalaksanaan a. Menghilangkan penyebab penyakitnya : pembuangan jar gingiva, memberikan antibiotik, analgesik b. Edukasi c. Fisioterapi d. Farmakologi : menyembuhkan radang e. Pembedahan f. Ekstrasi

g. Odontectomi

OPERKULUM BISA TUMBUH LAGI ATAU TIDAK???? Bisa, karena tidak dianjurkan operculectomi karena operculum akan tumbuh lagi selama erupsi gigi M3 belum erupsi sempurna ODONTEKTOMI (PENGAMBILAN GIGI IMPAKSI)???? Operasi pengeluaran gigi M3 yang terpendam. Biasanya dilakukan dengan anestesi lokal. Langkah-langkah : Odontektomi adalah operasi pengeluaran gigi impaksi (terpendam). Biasanya gigi yang dikeluarkan dengan cara ini adalah gigi molar (geraham) ketiga. Operasi ini tergolong dalam operasi kecil yang hanya membutuhkan anestesi lokal saja. 1. Pasien diukur tekanan darah dan mengisi inform consent 2. Siapkan alat steril di ruang operasi 3. ganti baju dengan pakaian khusus untuk operasi 4. anestesi blok 1,5cc pada regio gigi yang akan di lakukan operasi kemudian lanjutkan dengan infiltrasi pada daerah bukal sebanyak 0,5 cc 5. insisi pada distal gigi 47 sebesar 45 derajat ke arah muko bukal fold 6. insisi pada distal gigi 48 sebanyak 5mm 7. buka flap dengan raspatorium hingga terlihat tulang alveolar 8. buang sebagian tulang dengan fisure bur dari arah mesial ke distal dengan kedalaman setengah mata pisau 9. gunakan bein untuk mengungkit distal dan mesial gigi 48 sembari fixasi gigi 47 agar tidak ikut goyang 10. setelah terasa gorang, gunakan forceps untuk mengeluarkan gigi tersebut. Disarankan menggunakan forceps frontal agar lebih mudah mengingat daerah operasi sangat dalam 11. kembalikan flap ke bentuk semula lalu jahit bagian distal dan mesial agar penyembuhan baik Obat-obatan yang digunakan: 1. amoxicillin 500 mg X dimulai sehari sebelum operasi 2. asam mefenamat dan adona forte 1 jam sebelum operasi

Indikasi usia dibawah 25/26 th ada keadaan patologi misal adanya kista o o adanya pembentukan operkulum perikoronitis akut bisa jadi subakut yang berkaitan dg osteitis dan kerusakan tulang

sebelum akar gigi terbentuk sempurna (usia 18 th)

Operculectomi ???? Pencabutan gigi M3

Perbedaan operkulum dan perikoronitis???? (LI) Operkulum adalah Pada gigi yang impaksi sebagian, mahkota gigi biasanya diliputi oleh jaringan lunak baik yang menutupi permukaan oklusal mahkota gigi Operculum dari mahkota M3 rahang bawah dapat menjadi bengkak karena tergigit oleh M3 RA.

Perikoronitis adalah suatu peradangan gingiva disekeliling mahkota gigi yang sedang tumbuh biasanya pada gigi M3 Pericoronitis dapat juga terjadi akibat trauma gigitan dari M3 RA. Pericoronitis dapat pula terjadi akibat terperangkapnya makanan dibawah operculum, sisa makan dapat menjadi media pertumbuhan bakteri. PERIKORONITIS adalah peradangan gingiva disekeliling mahkota gigi yang sedang tumbuh biasanya pada gigi M3