Anda di halaman 1dari 3

KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN DI KELURAHAN BONTO RITA I.

LATAR BELAKANG

Secara umum, keadaan lingkungan fisik dan biologis pemukiman penduduk Indonesia tergolong belum baik. Keterbatasan ekonomi, pengetahuan serta sarana dan prasarana kesehatan khususnya di desa-desa menyebabkan upaya peningkatan kesehatan belum sepenuhnya dapat terlaksana dengan baik. Hal ini mengakibatkan masih tingginya angka kesakitan dan kematian karena berbagai penyakit. Peningkatan kesehatan lingkungan dimaksudkan untuk perbaikan mutu lingkungan hidup yang dapat menjamin kesehatan, melalui peningkatan sanitasi dasar serta pencegahan dan penanggulangan kondisi fisik dan biologis yang tidak baik. Semua kegiatan penyehatan lingkungan dan pemukiman yang dilakukan oleh staf puskesmas, sebaiknya dilaksanakan dengan mengikutsertakan secara bergotong royong. II. PERMASALAHAN DI MASYARAKAT

Bantaeng merupakan kabupaten berpenduduk 176.708 jiwa yang tersebar di 8 kecamatan dan 67 desa/kelurahan. Kondisi wilayahnya berupa pegunungan, pantai, dan dataran rendah. Setiap wilayah memiliki masalah kesehatan yang berbeda dari wilayah lainnya. Salah satu isu kesehatan yang banyak ditemukan pada masyarakat yang tinggal di wilayah desa pegunungan adalah kondisi sanitasi lingkungan yang kurang baik akibat sangat terbatasnya sarana prasarana kesehatan. Bonto Rita merupakan salah satu kelurahan yang termasuk dalam kecamatan Bissappu Kab. Bantaeng dengan jumlah KK lebih 800 KK dan jumlah penduduk kurang lebih 3000 jiwa. Sebagian besar masyarakat kelurahan Bonto Rita menghuni daerah desa pegunungan dimana sarana prasarana kesehatan tergolong belum memadai. Salah satunya adalah ketersediaan jamban sehat masih sangat kurang sehingga masih banyak warga yang membuang hajat di tempat yang tidak semestinya seperti sungai. Hal ini tentunya menjadi salah satu pemicu cukup tingginya angka kejadian penyakit yang berkaitan dengan sanitasi lingkungan, salah satunya diare. III. PEMILIHAN INTERVENSI

Oleh karena permasalah yang terjadi di atas, maka kami bermaksud mengadakan penyuluhan kesehatan tentang jamban sehat, dimana di dalamnya diajarkan

tentang definisi jamban sehat, syarat-syarat jamban sehat, jenis-jenis jamban, komponen jamban sehat, dan manfaat jamban sehat. Intervensi yang kami lakukan sejalan dengan program pemerintah setempat yang akan membangun kurang lebih 70 unit jamban sehat. Oleh karena itu, selain bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui penyuluhan ini, juga untuk menghimbau masyarakat agar menggunakan jamban sehat yang akan dibangun sebagaimana mestinya.

IV.

PELAKSANAAN Puskesmas Bissappu Kecamatan Bissappu pada hari

Kegiatan ini dilakukan di

Senin tanggal 20 November 2012 1. Tahap Perkenalan dan Penggalian Pengetahuan Peserta Setelah memberi salam dan perkenalan pemateri terlebih dahulu menyampaikan maksud dan tujuan diberikan penyuluhan sebelum materi disampaikan. 2. Tahap Penyajian Materi Penyajian penyuluhan materi sesuai dengan materi materi penyuluhan yang (jadwal materi terlampir). Disela-sela disampaikan, pemateri

memberikan kesempatan pada peserta untuk bertanya langsung apabila ada materi yang tidak dimengerti. V. EVALUASI Evaluasi Struktur Penyuluhan dilakukan di depan pasien yang berobat di Poliklinik Puskesmas Bissappu Kecamatan Bissappu . Evaluasi Proses Peserta yang hadir kurang lebih 20 orang. Pelaksanaan penyuluhan berjalan sebagaimana yang diharapkan dimana peserta antusias menjawab pertanyaan yang diajukan pemateri dan hampir sebagian besar peserta aktif melontarkan pertanyaan.

PENDAMPING

dr. Wardoyo

Bambang

Eko