Anda di halaman 1dari 14

Nama : Finnada Dwi Agustin NIM : 101710101006

TUGAS PENYAJIAN ILMIAH Pertemuan II Konsep : ilmiah, ilmu, pengetahuan, empiris, rasional, karya ilmiah, forum ilmiah, verbal, visual, komunikatif Ilmiah adalah suatu pemikiran atau tindakan seorang manusia yang menggunakan dasar-dasar dan ilmu tertentu. Sehingga ide tersebut dapat diterima orang lain. Berpikir ilmiah juga harus melalui proses yang panjang dan benar karena akan menyangkut kebenaran. Dalam berpikir ilmiah seseorang menyangkut harus memperhatikan dasar-dasarnya. Yang didalamnya hal itu

apa,siapa,dimana,kapan,dan bagaimana. Biasanya

digunakan untuk mencari rumusan masalah dan mencari solusi atau kesimpulan suatu masalah. (http://muchamadr.blogspot.com/) Ilmu adalah sebagian daripada aspek kognitif yang terdapat dalam diri manusia. Ilmu merujuk kepada kefahaman manusia terhadap suatu perkara, yang mana perkara itu merupakan kefahaman yang sistematik dan diusahakan secara sadar. Pada umumnya, ilmu mempunyai potensi untuk dimanfaatkan demi kebaikan manusia (http://ruslianto90.blogspot.com) Pengetahuan adalah informasi yang telah dikombinasikan dengan

pemahaman dan potensi untuk menindaki; yang lantas melekat di benak seseorang. Pada umumnya, pengetahuan memiliki kemampuan prediktif terhadap sesuatu sebagai hasil pengenalan atas suatu pola. Manakala informasi dan data sekedar berkemampuan untuk menginformasikan atau bahkan menimbulkan kebingungan, maka pengetahuan berkemampuan untuk

mengarahkan tindakan. Ini lah yang disebut potensi untuk menindaki (http://id.wikipedia.org/) Empiris adalah segala informasi yang diperoleh melalui eksperimen, penelitian atau observasi. Sedangkan data empiris merupakan data yang ditemukan atau disimpulkan dari sebuah eksperimen atau penelitian (http://www.filsafatpendidikan.com/)

Rasional adalah dapat diterima oleh akal dan pikiran dapat dipahami sesuai dengan kemampuan otak. Hal-hal yang rasional adalah suatu hal yang di dalam prosesnya dapat dimengerti sesuai dengan kenyataan dan realitas yang ada. Biasanya kata rasional ditujukan untuk suatu hal atau kegiatan yang masuk diakal dan diterima dengan baik oleh masyarakat. Rasional juga berarti norma - norma yang sudah baku di dalam masyarakat dan telah menjadi suatu hal yang biasa dan permanen(http://id.wikipedia.org).

Karya ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan (http://id.wikipedia.org).

Forum ilmiah adalah Forum ilmiah merupakan suatu kegiatan yang lazim dilakukan oleh mahasiswa dalam dunia ilmiahnya. Kegiatan ini dilakukan untuk membicarakan mengenai informasi ilmiah. Biasanya dilakukan dengan presentasi dan diskusi ilmiah. Presentasi ilmiah ini berfungsi untuk menyebarkan informasi ilmiah. (http://id.scribd.com/)

Verbal adalah jenis pesan yang penyampaiannya menggunakan kata-kata, dan dapat dipahami isinya oleh penerima berdasarkan apa yang didengarnya (http://id.wikipedia.org)

Visual adalah sebuah rangkaian proses penyampaian infromasi atau pesan kepada pihak lain dengan penggunaan media penggambaran yang hanya terbaca oleh indera penglihatan. Visual berhubungan erat dengan mata atau penglihatan. Menurut beberapa ahli, visual juga merupakan salah satu bagian dari aktivitas belajar (http://id.wikipedia.org)

Komunikatif adalah mampu menyampaikan pesan dengan baik. Artinya, pesan yang diterima oleh penerima (receiver) sama dengan maksud pesan yang disampaikan oleh pengirim pesan (sender). Yang dimaksud pesan (message) disini bukan hanya informasi, namun termasuk juga pemikiran, keinginan dan perasaan (http://www.inspiratio.web.id/)

Pertemuan III Karya ilmiah : jenis dan bentuk

Jenis karya ilmiah : Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. makalah menyajikan masalah dengan melalui proses berpikir deduktif atau induktif. Kertas kerja seperti halnya makalah, adalah juga karya tulis ilmiah yang menyajikan sesuatu berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Analisis dalam kertas kerja lebih mendalam daripada analisis dalam makalah. Laporan praktek kerja adalah karya tulis ilmiah yang memaparkan data hasil temuan di lapangan atau instansi perusahaan tempat kita bekerja. Jenis karya ilmiah ini merupakan karya ilmiah untuk jenjang diploma III (DIII) Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta empiris-objektif, baik bedasarkan penelitian langsung (obsevasi lapangan, atau percobaan di laboratorium), juga diperlukan sumbangan material berupa temuan baru dalam segi tata kerja, dalil-dalil, atau hukum tertentu tentang salah satu aspek atau lebih di bidang spesialisasinya. Tesis adalah karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri. Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sahih (valid) dengan analisis yang terinci). Disertasi ini berisi suatu temuan penulis sendiri, yang berupa temuan orisinal. Jika temuan orisinal ini dapat dipertahankan oleh penulisnya dari sanggahan penguji, penulisnya berhak menyandang gelar doktor (S3)

(http://www.fali.unsri.ac.id). Bentuk karya ilmiah Fiksi adalah karya ilmiah yang bersifat fiktif yang dipengaruhi oleh imajinasi dan perasaan pengarang, tapi masih berpijak pada kebenaran rasional. Biasanya karya fiksi disebut juga karya sastra, yang dapat diterbitkan dalam majalah, tabloid, koran maupun berbentuk buku.

Non fiksi adalah jenis karya ilmiah yang dilandasi fakta, pengalaman objektif (kisah nyata), penelitian, pemikiran atau analisis dari suatu masalah. Karya nonfiksi biasanya diterbitkan dalam bentuk jurnal ilmiah, majalah, surat kabar, dan buku. Karya nonfiksi dapat berupa paper, tesis, laporan, artikel ilmiah, reportase, karya tulis jurnalisme, artikel dan kolom (http://funwritingclub.wordpress.com)

Forum ilmiah : seminar, lokakarya, widyakarya, simposium, semiloka, kolokium Seminar adalah pertemuan berkala yang biasanya diselenggarakan oleh sekelompok mahasiswa dalam rangka melaporkan hasil penelitiannya, dan umumnya di bawah bimbingan seorang dosen atau ahli. Tujuan diskusi jenis ini tidak untuk memutuskan sesuatu. Lokakarya adalah suatu acara di mana beberapa orang berkumpul untuk memecahkan masalah tertentu dan mencari solusinya. Sebuah lokakarya adalah pertemuan ilmiah yang kecil Widyakarya adalah forum yang dilangsungkan secara periodik setiap empat tahun sekali dengan fokus membahas isu perkembangan ilmu-pengetahuan dan teknologi (iptek) Simposium adalah Pertemuan ilmiah untuk mengetengahkan atau membandingkan berbagai pendapat atau sikap mengenai suatu masalah yang diajukan oleh sebuah panitia. Uraian pendapat dalam simposium ini diajukan lewat kertas kerja yang dinamakan prasaran. Dan beberapa prasaran yang disampaikan dalam simposioum harus berhubungan. Orang yang mengajukan prasaran, yang dinamakan pemrasaran, berkewajiban. Semiloka adalah penggabungan metode seminar dan lokakarya. Kolokium adalah strategi diskusi yg melibatkan beberapa sumber yg berusaha menjawap pertanyaan dari audience atau masyarkat dan beberapa sumber (http://dewiwifatmawati.blogspot.com/)

Pertemuan IV Logika penalaran induktif dan deduktif : materi dan diskusi Konsep bentuk logis adalah inti dari logika. Konsep itu menyatakan bahwa kesahihan (validitas) sebuah argumen ditentukan oleh bentuk logisnya, bukan oleh isinya. Dalam hal ini logika menjadi alat untuk menganalisis argumen, yakni hubungan antara kesimpulan dan bukti atau bukti-bukti yang diberikan (premis). Logika silogistik tradisional Aristoteles dan logika simbolik modern adalah contohcontoh dari logika formal. Dasar penalaran dalam logika ada dua, yakni deduktif dan induktif. Penalaran deduktif Penalaran deduktif, kadang disebut logika deduktif adalah penalaran yang membangun atau mengevaluasi argumen deduktif. Argumen dinyatakan deduktif jika kebenaran dari kesimpulan ditarik atau merupakan konsekuensi logis dari premis-premisnya. Argumen deduktif dinyatakan valid atau tidak valid, bukan benar atau salah. Sebuah argumen deduktif dinyatakan valid jika dan hanya jika kesimpulannya merupakan konsekuensi logis dari premis-premisnya. Contoh argumen deduktif: 1. Setiap mamalia punya sebuah jantung 2. Semua kuda adalah mamalia 3. Setiap kuda punya sebuah jantung Penalaran induktif Penalaran induktif, kadang disebut logika induktifadalah penalaran yang berangkat dari serangkaian fakta-fakta khusus untuk mencapai kesimpulan umum. Contoh argumen induktif: 1. 2. 3. 4. 5. Kuda Sumba punya sebuah jantung Kuda Australia punya sebuah jantung Kuda Amerika punya sebuah jantung Kuda Inggris punya sebuah jantung Setiap kuda punya sebuah jantung

Tabel di bawah ini menunjukkan beberapa ciri utama yang membedakan penalaran induktif dan deduktif. Deduktif Induktif

Jika semua premis benar maka kesimpulan pasti benar

Jika premis benar, kesimpulan mungkin benar, tapi tak pasti benar.

Semua informasi atau fakta pada kesimpulan sudah ada, sekurangnya secara implisit, dalam premis.

Kesimpulan memuat informasi yang tak ada, bahkan secara implisit, dalam premis.

DAFTAR PUSTAKA

Anna.

2008.

Lagi

Rahasia

Panjang

Umur

Komunikatif.

http://www.inspiratio.web.id/?p=43. [diakses tanggal 9 februari 2013] Anonim. 2012. Pesan. http://id.wikipedia.org/wiki/Pesan. [diakses tanggal 9 februari 2013] Anonim. 2012. Rasional. http://id.wikipedia.org/wiki/Rasional. [diakses tanggal 9 februari 2013] Anonim. 2013. Karya Ilmiah. http://id.wikipedia.org/wiki/Karya_ilmiah. [diakses tanggal 9 februari 2013] Anonim. 2013. Komunikasi Visual. http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_visual. [diakses tanggal 9 februari 2013] Anonim. 2013. Logika. http://id.wikipedia.org/wiki/Logika. [diakses tanggal 9 februari 2013] Efendi, Joni. 2009. Beda Fiksi dengan Non Fiksi.

http://funwritingclub.wordpress.com/2009/03/30/beda-fiksi-dengan-nonfiksi/. [diakses tanggal 9 februari 2013] Fatmawati, Dewi. 2010. Forum-Forum Ilmiah. [diakses

http://dewiwifatmawati.blogspot.com/2010/03/forum-forum-ilmiah.html. tanggal 9 februari 2013]

Filsafat. 2011. Pengertian Empiris. http://www.filsafatpendidikan.com/artikel/pengertianempiris. [diakses tanggal 9 februari 2013] Rochim, Muhammad. 2012. Berpikir Ilmiah. http://id.wikipedia.org/wiki/Pengetahuan. [diakses tanggal 9 februari 2013] Rosheno, Revo. 2012. Etika dan Estetika Berbahasa dalam Forum Ilmiah.

http://id.scribd.com/doc/112629375/Etika-Dan-Estetika-Berbahasa-Indonesia-DalamForum-Ilmiah. [diakses tanggal 9 februari 2013] Unsri, Fali. 2011. Pengertian, Fungsi dan Manfaat Karya Ilmiah.

http://www.fali.unsri.ac.id/index.php/menu/42. [diakses tanggal 9 februari 2013]

http://muchamadr.blogspot.com/2012_04_01_archive.html

BERPIKIR ILMIAH
Berpikir Ilmiah merupakan suatu pemikiran atau tindakan seorang manusia yang menggunakan dasar-dasar dan ilmu tertentu. Sehingga ide tersebut dapat diterima orang lain. Berpikir ilmiah juga harus melalui proses yang panjang dan benar karena akan menyangkut kebenaran. Dalam berpikir ilmiah seseorang harus memperhatikan dasar-dasarnya. Yang didalamnya menyangkut apa,siapa,dimana,kapan,dan bagaimana. Biasanya hal itu digunakan untuk mencari rumusan masalah dan mencari solusi atau kesimpulan suatu masalah. Berpikir ilmiah sangat penting dalam melakukan sesuatu, tidak hanya di lingkungan masyarakat tetapi juga di lingkungan sekolah. Jika dalam suatu pekerjaan untuk menunjukkan hasil dari pekerjaan kita. Kita pasti akan dituntut untuk menunjukkan apa saja hasil dari pekerjaan kita dan semua itu pasti akan diuji kebenarannya sehingga orang lain akan percaya dengan pekerjaan kita. Berpikir ilmiah juga sangat penting dalam melakukan penelitian sesuatu, baik tentang tanaman, hewan, manusia dan sebagainya. Pasti dalam membuat dan mengumpulkan data itu sendiri harus sesuai dengan kebenaran karena untuk menjelaskan hasil dari penelitian kita dibutuhkan suatu pemikiran yang ilmiah. Selain itu berpikir ilmiah juga tanpa emosi dan berpikir sesuai kebenaran yang ada. Untuk itu sebagai manusia yang ingin selalu menjadi terbaik, kita harus selalu menggunakan pemikiran ilmiah dalam setiap pendapat rasional orangorang sekitar kita akan selalu menganggap kita tidak berpendapat yang omong kosong.Setiap manusia disamping berpikir ilmiah harus didukung dengan berpikir positif serta pemikiran-pemikiran yang yang baik. Untuk menjadikan setiap pendapat kita selalu dapat dipercaya dan diterima oleh semua orang. Berpikir ilmiah memiliki ciri-ciri diantaranya Pendapat atau tindakannya melalui penelitian Pendapatnya sesuai kebenaran Terdapat data-data atau bukti dalam menunjukkan hasilnya Tidak berdasarkan perkiraan atau hanya sekedar pendapat Manfaat Berpikir ilmiah Seseorang yang selalu berpikir ilmiah tidak akan mudah percaya terhadap sesuatu. Pendapatnya akan dapat dipercaya dan diterima orang lain. Dalam memecahkan masalah tidak dengan emosi.

http://www.filsafatpendidikan.com/artikel/pengertian-empiris

Pengertian Empiris Pengertian empiris adalah segala informasi yang diperoleh melalui eksperimen, penelitian, atau observasi. Sedangkan data empiris merupakandata yang ditemukan atau disimpulkan dari sebuah eksperimen atau penelitian. Seperti yang kita ketahui bahwa ilmu dan penelitian pada zaman modern sekarang ini memiliki kiblat empiris. Segala penemuan atau bukti harus berdasarkan penelitian atau eksperimen secara inderawi. Perbedaan dengan penggunaan dalam bidang filsafat yang biasanya disebut empirisme/empirisisme mangacu pada hipotesis yang dapat diteliti dan dibuktikan kebenarannya melalui observasi atau eksperimen.

Contoh hipotesis yang benar: burung bisa terbang karena memiliki sayap. Pada kalimat tersebut bisa diteliti apakah burung terbang karena ada sayapnya atau apanya. Contoh hipotesis yang salah: hari ini hujan atau tidak sama sekali. Pada kalimat tersebut tidak bisa dijawab karena hujan atau tidak hujan adalah jawabannya. Seharusnya yang benar adalah hari ini akan hujan. Sebenarnya perbedaan penggunaan kata empiris tersebut tidaklah besar dan harus ditarik intinya bahwa penekanan empiris adalah pada eksperimen dan observasi secara inderawi. Itu saja.

http://id.wikipedia.org/wiki/Rasional

Rasional
Rasional diambil dari kata bahasa inggris rational yang mempunyai definisi yaitu dapat diterima oleh akal dan pikiran dapat dipahami sesuai dengan kemampuan otak. Hal-hal yang rasional adalah suatu hal yang di dalam prosesnya dapat dimengerti sesuai dengan kenyataan dan realitas yang ada. Biasanya kata rasional ditujukan untuk suatu hal atau kegiatan yang masuk diakal dan diterima dengan baik oleh masyarakat. Rasional juga berarti norma - norma yang sudah baku di dalam masyarakat dan telah menjadi suatu hal yang biasa dan permanen.

[sunting] Contoh

Tindakan rasional

Contoh dari tindakan rasional antara lain seperti:


Seorang penjahat diadili karena kejahatannya Seseorang diberi hadiah karena sudah menolong orang lain Seseorang harus menabung agar menjadi orang kaya Seseorang tidak mempercayai hal - hal yang belum dilihatnya Seseorang akan lebih berhati hati pada malam hari

http://www.inspiratio.web.id/?p=43 1 Lagi Rahasia Panjang Umur: KOMUNIKATIF


Ketika ditanya apa rahasia panjang umur mereka, Ralph mengatakan ada 4 rahasia dari pasangan yang sehari-hari masih beraktivitas memasak, bersih-bersih rumah dan belanja. 3 rahasia diantaranya barangkali sering kita dengar atau sering menjadi rahasia panjang umur kebanyakan orang, yaitu 1. 2. 3. mengkonsumsi makanan sehat olah raga cukup tidak merokok

dan 1 lagi rahasia pasutri yang telah dikaruniai 7 cucu dan 2 cicit itu, yaitu : KOMUNIKATIF. Mari kita bahas, apa itu komunikatif. Komunikatif artinya mampu menyampaikan pesan dengan baik. Artinya, pesan yang diterima oleh penerima (receiver) sama dengan maksud pesan yang disampaikan oleh pengirim pesan (sender). Yang dimaksud pesan (message) disini bukan hanya informasi, namun termasuk juga pemikiran, keinginan dan perasaan. Sesederhana itukah rahasia umur panjang pasutri yang bertemu pertama kali saat Ralph berusia 14 tahun? Tentu saja tidak. Dari buku Crystal Clear Communication (Kris Cole) yang membahas masalah komunikasi dengan simple namun mengena, saya mendapatkan rahasia dibalik rahasia Komunikatif tersebut. Bagaimana dan apa saja langkah yang diperlukan untuk menjadi komunikatif? Kata-kata itu penting, namun cara menyampaikan itu jauh lebih penting Cara kita menyampaikan kata-kata sangat mempengaruhi pesan yang diterima. Perhatikan nada (kasar, lembut, netral, naik, turun), tinggi-rendah suara dan volume (tinggi, rendah, keras, lembut atau berubah-ubah), kecepatan (cepat, sedang, lambat) dan juga tekanan pada kata yang kita ucapkan, agar maksud kita dapat tertangkap dengan baik (= sama persis) oleh penerima pesan. Berikan penekanan untuk kata yang ingin diperjelas Saya ingat, sewaktu mengikuti kelas training NLP4Trainers-nya Bp. Rony F. Ronodirjo, menarik sekali bahasannya untuk memberikan penekanan pada kata yang ingin kita utamakan. Coba perhatikan 2 kalimat ini. Yang tertulis tebal adalah bagian yang mendapatkan tekanan. Saya memang salah, tetapi dia tidak memeriksa hasil kerja saya Saya memang salah, tetapi dia tidak memeriksa hasil kerja saya

Dari 2 kalimat diatas, makna dan fokus kita menjadi beda, bukan? Kalimat yang pertama, fokus pada saya sehingga perhatian si penerima pesan adalah kepada subyek saya yang memang bersalah. Sedangkan kalimat kedua, fokus pada dia, yang akan membuat penerima pesan lebih memperhatikan dia karena tidak memeriksa hasil kerja tersebut, daripada menyalahkan saya. Ternyata hanya dengan mengubah tekanan pada satu atau beberapa kata saja, kita bisamengubah makna dari kalimat tadi. Sekaligus bisa memberikan perhatian kepada hal yang kita maksud. Empati Komunikasi terkait dengan banyak hal. Soal pemahaman atau empati salah satunya.Empati adalah kemampuan melihat suatu situasi dari sisi orang lain. Empati tidak berarti selalu menyetujui sikap/komentar orang lain. Memiliki sikap sendiri yang beda juga termasuk empati, asalkan kita bisa memahami cara pandang orang tersebut. Hal ini berbeda dengan simpati yang mengikutsertakan perasaan kedekatan tertentu sehingga kita memiliki perasaan yang sama dengan orang lain. Dengan berempati, kita bisa memahami dan memperhitungkan cara pandang orang lain, sehingga suatu saat ketika kita berkomunikasi kembali kita siap untuk mendengarkan. Tegas + percaya diri Orang yang tegas dan percaya diri akan menunjukkan cara pandangnya sendiri dengan baik, dengan cara yang dapat dihargai oleh orang lain. Dan jangan lupa, tunjukkan juga kesediaan untuk mendengar cara pandang orang lain. Orang yang tegas dan percaya diri membuat pernyataan yang jujur, singkat, jelas, dan langsung pada masalah (meskipun untuk menghadapi orang dan situasi tertentu, terkadang cara straight to the point kurang berhasil). Gambaran dari orang yang tegas dan percaya diri diantara : jujur, fleksibel, gembira, dipercaya, peduli, terbuka, percaya diri, santai, toleransi, dapat diandalkan, matang (mature). Mendengarkan untuk mendapatkan pemahaman Ada seseorang yang mengatakan bahwa mendengarkan adalah hadiah terbaik yang bisa kita berikan untuk orang lain. Mendengarkan (listen) bukan sekedar mendengar (hear). Untuk dapat mendengarkan dengan baik, kita harus mengesampingkan pola pikir, harapan, paham yang kita anut dan kesimpulan terlalu dini yang sifatnya menghakimi. Dalam mendengarkan kita harus berkonsentrasi penuh dengan pesan yang disampaikan oleh lawan bicara kita. Dengan demikian kita bisa membantu si pembicara menjelaskan dan menjernihkan apa yang yang telah dikatakan, atau menambahkan informasi yang mendukung.

Kumpulkan apa yang telah kita lihat dan dengar, simpulkan secara mental dan jabarkan kembali dalam bahasa kita sendiri apa saja pokok pikiran si pembicara dan bagaimana kita memahami perasaannya.

Saya yakin masih ada banyak lagi langkah-langkah komunikatif dari pasangan Sprightly dan Ralph ini. Meskipun tidak sempat atau tidak banyak membaca buku-buku komunikasi dan hubungan interpersonal, praktik-praktik cara berkomunikasi mereka sudah mengantarnya pada usia kepala 1 abad. Selain membuat panjang umur, dengan komunikatif akan membuat hubungan menjadi langgeng bukan hanya hubungan pernikahan, namun dalam setiap hubungan interpersonal kita dengan orang lain. Yuk, menjadi komunikatif!

http://id.wikipedia.org/wiki/Pesan

Pesan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Pesan adalah setiap pemberitahuan, kata, atau komunikasi baik lisan maupun tertulis, yang dikirimkan dari satu orang ke orang lain.[1] Pesan menjadi inti dari setiap proses komunikasi yang terjalin.[1]

[sunting]Proses

Pengiriman

Agar pesan dapat diterima dari pengguna satu ke pengguna lain, proses pengiriman pesan memerlukan sebuah media perantara agar pesan yang dikirimkan olehsumber (source) dapat diterima dengan baik oleh penerima(receiver).[2] Dalam proses pengiriman tersebut, pesan harus dikemas sebaik mungkin untuk mengatasigangguan yang muncul dalam transmisi pesan, agar tidak mengakibatkan perbedaan makna yang diterima oleh penerima (receiver).[2]

[sunting]Jenis

Pesan

Secara umum, jenis pesan terbagi menjadi dua, yakni pesan verbal dan non-verbal.[3] Pesan verbal adalah jenis pesan yang penyampaiannya menggunakan kata-kata, dan dapat dipahami isinya oleh penerima berdasarkan apa yang didengarnya.[3] Sedangkan, pesan non-verbal adalah jenis pesan yang penyampaiannya tidak menggunakan kata-kata secara langsung, dan dapat dipahami isinya oleh penerima berdasarkan gerak-gerik, tingkah laku, mimik wajah, atau ekspresi muka pengirim pesan.[3] Pada pesan non-verbal mengandalkanindera penglihatan sebagai penangkap stimuli yang timbul.[3]