Anda di halaman 1dari 4

Soal Ny D,50 tahun, tampak sering di tempat tidur, jarang bercakap-cakap dengan klien lain maupun perawat,cenderung menghindar

kontak mata,sering menunduk,tidur dengan posisi janin. Klien tampak lesu, tubuh kotor dan berbau, baju kotor, kuku panjang dan kotor, gigi dan telinga kotor. Dari hasil wawancara didapat data: kilen mengatakan malas berbicara dengan klien lain karena klien merasa tidak bisa apa-apa. Klien mengatakan malas mandi dan berdandan 1. Masalah keperawatan yang dapat diangkat dari kasus diatas yaitu (harga diri rendah) a. Depresi b. Ketakutan c. Cemas d. Halusinasi e. Harga diri rendah

Tn J, umur 30 tahun, klien dibawa ke RS dengan keluhan utama mengamuk. Klien selalumelempar barang-barang, merusak perabotan rumah tetangga. Klien mengamuk bila ditegur olehorang lain , klien biasa melamun dan tertawa sendiri. Saat pengkajian, klien mengatakansekarang tidak pernah lagi mendengar suara-suara. Klien nampak selalu menyendiri, klien selaluberdiam diri ditempat tidur dan selalu memisahkan diri dari orang lain. Klien mengatakan bahwaia merasa tidak enak bergaul dengan pasien lain, dan mengatakan dirinya adalah orang gagaldan merasa tidak ada lagi keluarga yang peduli padanya. 2. Diagnosa keperawatan yang dapat muncul dari kasus diatas yaitu (isolasi social) a. Isolasi sosial b. Defisit perawatan diri c. Koping individu tidak efektif d. Ansietas e. Kurang pengetahuan

Ny. S, seorang wanita yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga, berusia 35 tahun, memilikitinggi badan 155 cm dan berat badan 40 kg dianiaya oleh majikannnya yang berusia 50 tahundengan cara menyiramkan air keras pada wajahnya. Kejadian ini mengakibatkan Ny. Smengalami cacat pada seluruh wajahnya, yang mengharuskan ia menjalani operasi plastik untuk mengembalikan kondisi wajah nya seperti semula. Namun, hasil dari operasi

plastik tersebuttidak sepenuhnya berhasil wajah Ny. S tampak lebih buruk dari perkiraan sebelumnya. Hal ini membuat Ny. S merasa terganggu, dan menganggap tuhan tidak adil. Setiap kali ia melihat kecermin, ia selalu mengeluhkan tentang keadaanya. Ketika di wawancara Ny. S hanya menunduk sambil berbicara pelan dan mengaku telah berhenti dan tidak mau bekerja lagi dengan alasan takut masyarakat akan mencacinya. Selain itu, Ny. S tampak mudah tersinggung dan mudahmarah 3. Diagnosa yang dapat diangkat dari kasus di atas yaitu( menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah) a. menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah b. defisit perawatan diri berhubungan dengan kelemahan anggota tubuh c. koping individu tidak efektif berhubungan dengan ketakutan d. ansietas berhubungan dengan ketakutan e. harga diri rendah berhubungan dengan isolasi sosial

Klien Tn K, umur 35 tahun, klien dibawa ke RS dengan keluhan utama mengamuk. Klien selalu melempar barang-barang, melempar rumah tetangga. Klien mengamuk bila ditegur oleh orang lain , klien biasa melamun dan tertawa sendiri. Saat pengkajian, klien mengatakan sekarang tidak pernah lagi mendengar suara-suara. Klien nampak selalu menyendiri, klien selalu berdiam diri ditempat tidur dan selalu memisahkan diri dari orang lain. Klien mengatakan bahwa ia merasa tidak enak bergaul dengan pasien lain, dan mengatakan dirinya adalah orang gagal dan merasa tidak ada lagi keluarga yang peduli padanya. 4. Pada kasus diatas, intervensi utama yang dilakukan untuk pasien tersebut yaitu( Bina hubungan terapeutik) a. Bina hubungan terapeutik b. Isolasi c. Merestrain d. Beri reinforcement akan kemampuan klien untuk mengungkapkan perasaannya e. Beri motivasi untuk tidak ketakutan

Klien TN I, umur 49 tahun masuk RS Dadi 3 hari yang lalu dengan diantar oleh keluarganya dengan keluhan mengamuk dirumah, selalu menatap orang seperti mau memukul orang tersebut, sering bicara banyak tentang agama, dan suka keluyuran pada malam hari. Saat pengkajian, klien

mengatakan bahwa dirinya adalah seorang pejabat yang selalu mendampingi presiden, dan seorang pejuang yang berpangkat sersan mayor. Klien tidak mau berhenti berbicara dan komunikasi membanjir. 5. Dari kasus diatas, bila kita bertemu dengan pasien tersebut intervensi yang pertama kali dilakukan saat rencana keperawatan yaitu(Semua benar) a. Bina hubungan pearwat klien yag terapeutik b. Salam terapeutik c. Komunikasi terbuka, jujur dan empati d. Sediakan waktu untuk mendengarkan klien. Beri kesempatan mengungkapkan perasaan klien terhadap perubahan tubuh. e. Semua benar Seorang anak laki-laki dilahirkan di sebuah keluarga yang kurang beruntung dan serba kekurangan. Ayahnya adalah suami ketiga dari sang ibu dan meninggal beberapa bulan sebelum bocah kecil tersebut lahir. Jadi bocah ini sejak lahir tak pernah melihat dan mengenal ayahnya. Sang ibu adalah wanita yang sangat keras kepala, dominan dan sulit mencintai seseorang. Ia menjadi seperti itu karena dibesarkan dengan penuh rasa curiga dan menerima banyak kekerasan fisik dari orangtuanya. Suami keduanya menceraikan sang ibu karena sering dipukuli oleh sang istri! Bocah kecil ini tumbuh sendiri tanpa cinta dan kasih sayang yang hangat. Yang lebih parah lagi bocah ini sering menjadi sasaran amarah ibunya yang tak pernah lepas dari gejolak emosi. Perasaan tidak diinginkan, tidak dipedulikan dan kesepian adalah bagian tak terpisahkan dari sang bocah. Ia sering ditinggalkan sendirian oleh temannya karena menurut temannya ia jelek, tidak menarik, kurang sopan, tak tahu aturan dan semaunya sendiri. 6. Diagnosa yang tepat untuk kasus diatas...... a. Harga diri rendah pemicu kebencian. b. Harga diri rendah pemicu ledakan amarah. c. Harga diri rendah dan perilaku anak. d. Harga diri rendah pemicu keasingan. e. Harga diri rendah pemicu pebolakan. Seorang anak berkaca di depan cermin dan menilai dirinya sebagai anak pemalas, anak rajin, anak berbakti, anak yang suka makan dan lain sebagainya. Kadang ia beranggapan bahawa dirinya baik atau bahkan buruk. 7. Dari kasus di atas Cara anak menilai dirinya sendiri sering kita namakan...... a. Citra diri b. Diri ideal c. Harga diri d. Positive diri e. Diri sendiri

Pasien X belum lama mengalami tidakan asusila, yang mengakibatkan harga diri rendah. Sehingga Pasien X merasa tidak nyama, merasa tidak berdaya, jengkel, frustasi, dendam, ingimn memukuli orang lain, mengamuk, bermusuhan dan sakit hati, menyalahkan dan menuntut. 8. Dari kasus diatas merupakan contoh aspek ....... a. Aspek intelektual b. Aspek emosional c. Aspek sosial d. Aspek spiritual e. Aspek biologis Di rumah klien mengamuk, halusinasi lihat dan dengar terlihat mondar mandir, bicara sendiri, marah-marah dan suka merusak alat rumah tangga klien juga suka menyendiri dikamar, melamun. Padasaat dikaji tanggal 14 februari 2012, klien mengatakan dirinya tidak berguna, klien juga mengatakankesal dengan ibunya karna tidak memenuhi keinginan klien untuk pindah rumah karna klien merasamalu dengan orang lain karena klien marasa orang yang tidak punya apa-apa, pendidikan hanyalulusan SMP dan tidak punya pekerjaan. 9. Masalah keperwatan yang muncul adalah.... a. Resiko Infeksi b. Harga Diri Rendah c. Gangguan penyesuain individu d. Strees berlebihan e. Resiko Perilaku Kekerasan Klien TN J, umur 30 tahun, klien dibawa ke RS dengan keluhan utama mengamuk. Klien selalu melempar barang-barang, melempar rumah tetangga. Klien mengamuk bila ditegur oleh orang lain , klien biasa melamun dan tertawa sendiri. Saat pengkajian, klien mengatakan sekarang tidak pernah lagi mendengar suara-suara. Klien nampak selalu menyendiri, klien selalu berdiam diri ditempat tidur dan selalu memisahkan diri dari orang lain. Klien mengatakan bahwa ia merasa tidak enak bergaul dengan pasien lain, dan mengatakan dirinya adalah orang gagal dan merasa tidak ada lagi keluarga yang peduli padanya. 10. masalah keperawatan dari kasus diatas adalah.... a. b. c. d. e. Resiko mencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungan Resiko infeksi Harga diri rendah pemicu ledakan amarah Resiko perilaku pemgerusakan Stress belebihan