Anda di halaman 1dari 9

SOAL : 1. Jelaskan dalam contoh 5 fungsi administrasi lingkungan. 2.

Mengapa terjadi konflik lingkungan dan bagaimana cara mengatasi nya 3. Bagaimana kondisi birokrasi lingkungan sekarang dan bagaimana seharusnya? 4. Jelaskan cara reformasi pemasaran kebijakan lingkungan Indonesia di Indonesia ? 5. Jelaskan 6 faktor penentu reformasi pemasaran kebijakan lingkungan di Indonesia. JAWABAN : 1. Lima fungsi administrasi lingkungan Administrasi lingkungan lingkungan dan tidak hidup adalah proses kegiatan yang

dilakukan pemerintah dan masyarakat dengan tujuan berwawasan mengesampingkan kualitas manusia (penguasaan IPTEK) serta kualitas lingkungan (serasi, selaras dan seimbang). Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup meliputi kebijaksanaan, penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup. Berikut ini akan diuraikan pelaksanaan 5 fungsi administrasi lingkungan dalam kasus pembangunan bendungan di Kolhua Kota Kupang. a. Perencanaan adalah keseluruhan proses pemikiran dan

penentuan secara matang tentang hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang akan datang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Dalam kaitan fungsi perencanaan maka pembangungan bendungan Kolhua akan berjalan efektif apabila jika didahului dengan penelitian. Memang kita semua tahu dan menyadari bahwa kebutuhan penduduk kota Kupang akan air

sangat penting seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Namun apabila proyek pembangunan bendungan kolhua tidak direncanakan secara baik maka akan berujung pada kegagalan. Urutannya adalah perencana harus mengumpulkan data-data dan fakta di lapangan. Data-data dimaksud adalah data sumber air di Kolhua dan sekitarnya, bagaimana kualitas airnya, layak atau tidak lahan yang dipilih untuk dibangun bendungan, seberapa besar bendungan yang akan dibuat, seberapa besar anggaran yang dibutuhkan. Faktanya adalah apakah para pemilik lahan bersedia untuk memberikan tanahnya atau tidak untuk proyek pembangunan tersebut. Semua data dan fakta tersebut kemudian dianalisis dan dikaji secara teknis kemudian di hubungkan dengan situasi yang akan datang. Dalam analisis tersebut tentu akan dapat diperkirakan tentang dampak negatif dan positif akibat dari pembangunan tersebut. Memang suatu kegiatan pembangunan selalu saja mempunyai dampak negatif terhadap lingkungan. Namun yang menjadi pertanyaannya adalah seberapa besar dampak tersebut dan apakah ada metode atau cara Penentuan untuk mengatasi masalah tersebut atau tidak. metenderkan proyek pengerjaan tentang

pembangunan bendungan perlu direncanakan agar yang berhak mendapatkan tender tersebut adalah benar-benar perusahaan yang berkualitas. b. Pengorganisasian. Organisasi sebagai fungsi organik administrasi lingkungan adalah keseluruhan proses pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas-tugas, tanggungjawab dan wewenang sedemikian rupa sehingga tercipta suatu organisasi yang dapat digerakan sebagai satu kesatuan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Jika bendungan Kolhua jadi dibangun maka perlu ada organisasi atau badan yang akan melaksanakan pengoperasian

bendungan tersebut. Perekrutan tenaga kerja sebaiknya berasal dari warga yang berasal dari Kolhua. Penilaian ditujukan kepada fungsi pengorganisasian, untuk

melihat apakah organisasi sudah memenuhi persyaratan atau tidak: -) apakah sumber-sumber yang ada sudah dikelompokan dengan sistematis; -) apakah tanggung jawab/wewenang sudah tegas atau tidak; -) apakah penempatan tenaga kerja sesuai dengan keahlian dan kemampuannya; -) apakah struktur organisasi sesuai dengan kebutuhan, serta; -) apakah arah kegiatan sudah satu atau masih simpang siur.

c. Motivasi. Penggerakan mereka (motivating), dengan keseluruhan ikhlas demi proses pemberian tujuan

dorongan bekerja kepada bawahan sedemikian rupa sehingga bekerja tercapainya organisasi secara efisien dan ekonomis Kebutuhan Manusia: 1) bersifat materi, dan; 2) non

materi.Abraham H. Maslow (Buku: Motivation and Personality), kebutuhan manusia di bagi ke dalam lima tingkatan yaitu Kebutuhan Fisiologis, sandang, pangan, papan , Kebutuhan Keamanan (jiwa dan harta), Kebutuhan Sosial: perasaan diterima, dihormati, maju dan tidak gagal, ikut serta, Kebutuhan Prestise dan Kebutuhan mempertinggi kapasitas kerja, melalui seminar, pendidikan akademis, dsbnya Teknik Penggerakan: 1) jelaskan tujuan orgnisasi; 2) usahakan orang sadar, paham, terima tujuan; 3) jelaskan kebijakan pimpinan; 4) orang mengerti struktur organisasi; 5) jelaskan peran tiap bawahan; 6) pentingnya kerja sama; 7) perlakuan manusiawi; 8) penghargaan dan pujian.

d. Pengawasan (Controlling). Pengawasan (controlling): proses pengamatan pelaksanaan

seluruh kegiat-an organisasi untuk menjamim agar semua pekerjaan yang sedang dilaksa- nakan sesuai dengan rencana yang ditentukan sebelumnya. Terdapat hubungan yang erat antara perencanaan dan

pelaksanaan ( Harold Konts; Cyrill 0Donnel = Planning and controlling are the two sides of the same coin ). Sasaran pengawasan, selain efisiensi sebagai sasaran utama, juga terdapat sasaran antara: 1) tugas dijalankan dengan sungguh; 2) struktur dan hierarki organisasi sesuai dengan pola yang ditentukan; 3) penempatan seseuai dengan keahlian, ketrampilan; 4) penggunaan alat sehemat mung-kin; 5) sistem dan prosedure kerja tidak menyimpang; 6) pembagiam tugas tdk atas dasar suka/tidak suka; selama 7) tidak terjadi Sifat-sifat penyimpangan/penyelewengan sekarang; alat berkuasa.

Pengawasan: fact fanding (menemukan fakta); preventif; masa meningkatkan efisiensi; mempermudah pencapaian tujuan; efisien; menemukan apa yang tidak betul; membimbing. Teknik-Teknik Pengawasan Pengawasan Langsung (Direct Control): pimpinan melakukan penga-wasan dilaksanakan sendiri oleh terhadap kegiatan yang a) sedang inspeksi ba-wahan, dalam bentuk:

langsung; b) on-the-spot observation; c) on-the-spot report. Pengawasan Tidak Langsung (Indirect Control): pengawasan dari jarak jauh melalui laporan (tertulis, lisan).

e. Penilaian (Evaluating) Proses pengukuran dan pembandingan hasil-hasil pekerjaan yang nyatanya dicapai dengan hasil-hasil yang seharusnya dicapai. Penilaian: 1) merupakan fungsi organik; 2) suatu proses; 3) menunjukkan adanya kesenjangan antara hasil pelaksanaan sesungguhnya dicapai dengan hasil yang seharusnya dicapai.

2. Konflik lingkungan terjadi karena pelaksanaan fungsi administrasi lingkungan tidak berjalan dengan baik. Pembangunan bendungan Kolhua terancam batal karena terkendala persoalan pembebasan lahan. Dalam kasus proyek pembangunan bendungan Kolhua konflik terjadi antara pemilik lahan dengan pemerintah kota. Di satu pihak warga pemilik lahan tidak menyetujui pembangunan bendungan dengan alasan lahan mereka adalah lahan pertanian yang sudah menjadi sumber penghidupan mereka dan juga karena menurut warga rencana pembangunan itu tidak disosialisakan sebelumnya. Di pihak lain pemerintah bersih keras untuk melaksanakan proyek tersebut karena warga kota Kupang sangat membutuhkan air dan anggaran untuk proyek tersebut sudah ada dan jika tidak jadi dilaksanakan maka dana tersebut akan dikembalikan. Dalam hal ini fungsi perencanaan administrasi lingkungan tidak berjalan secara baik. Pemerintah terkesan memaksakan pembangunan proyek tersebut. Menurut saya cara mengatasi permasalan tersebut adalah seperti yang sudah ditempuh oleh Pansus DPRD Kota Kupang yaitu memanggil pemerintah Kota dan warga Kolhua untuk memediasi mereka sehingga dapat ditemukan jalan keluar yang terbaik dari persoalan tersebut.

3. Bagaimana kondisi birokrasi lingkungan sekarang dan bagaimana seharusnya.

Kondisi birokrasi lingkungan sekarang sudah tidak dapat dipercaya oleh masyarakat Ada begitu banyak kegiatan pembangunan yang hanya mengejar kepentingan politik, golongan maupun pribadi. Pembangunan yang seharusnya berbasis lingkungan dan memperhatikan kepentingan masyarakat rasanya sudah sangat sulit ditemukan. Contohnya adalah di sepanjang pesisir pantai Kota Kupang pemerintah mengeluarkan ijin untuk membangun hotelhotel berbintang dengan alasan untuk menaikan PAD Kota lewat sektor pariwisata. Tetapi sebenarnya kehadiran hotel-hotel tersebut justru mengakibatkan pendapatan para nelayan semakin menurun karena stok ikan di periran kota Kupang semakin menurun. Pencemaran yang terjadi dilaut tidak dapat dihindari lagi. Seharusnya lahan yang tidak layak untuk didirikan hotel tidak diberikan ijin oleh pemerintah tetapi malah hal ini terjadi sebaliknya. Contoh lain adalah program kerja dari masing-masing sektor pemerintah dibuat saling tumpang tindih. Pekerjaan yang seharusnya dapat dikerjakan secara bersama-sama dan sinergis untuk menghemat anggaran tetapi dipaksakan untuk dikerjakan secara sendiri-sendiri. Seperti pengerjaan instalasi pipa PDAM. Kabel Telkom maupun jaringan listrik dari dalam tanah dapat dikerjakan secara bersama-sama. Tetapi ini tidak dilakukan sehingga yang terjadi adalah pemborosan waktu, biaya dan menggangu aktifitas masyarakat.

4. Cara reformasi pemasaran kebijakan lingkungan Indonesia di Indonesia adalah sebagai berikut : a. PENATAAN ULANG ATURAN Selama lebih dari sewindu reformasi, penataan kembali aturan pengelolaan LH (yang memang sudah tak memadai) belum menjadi priorita utama.

b. PENGUATAN DAN MOBILISASI APARATUR Hingga saat ini, lingkungan hidup dikelola oleh satu kementerian negara dengan kekuatan politik serba terbatas. Selayaknya, soal sepenting dan segenting ini dikelola oleh sebuah departemen dengan perangkat kelembagaan di daerah yang juga kuat. c. REFORMASI BIROKRASI Setelah lebih dari sewindu reformasi, birokrasi pengelolaan lingkungan hidup (sebagaimana birokrasi secara umum), tak mengalami reformasi secara tegas. d. Komitmen Politik Pemerintah Sejauh ini, pemerintah tak memprioritaskan pengelolaan LH sebagai salah satu kebijakan dan program mendesak. Anggaran LH sangat kecil. Pemerintah tak mendefinisikan kondisi mutakhir kerusakan LH dalam definisi situasi darurat.

e. KOMITMEN PARTAI POLITIK Tak ada partai politik yang menjadikan persoalan LH sebagai bagi penting/sentral dari platform/agenda/program mereka, apalagi menjadikan LH sebagai pusat perjuangannya (seperti Green Parties di Eropa). f. KESERTAAN MASYARAKAT Umumnya pentingnya masyarakat pengelolaan tak menyadari antara betapa lain sentral dan

LH,

karena

dampak

kerusakannya kerapkali tak bisa kasat mata dalam sekejap.

g. LEMAHNYA PENEGAKAN HUKUM Upaya penegakan hukum memang dikampanyekan, terutama untuk memerangi illegal logging, tetapi sebagai langkah yang belum terencana, terpadu, menyeluruh dan tuntas. Dapat disimpulkan bahwa Reformasi Birokrasi Lingkungan Hidup adalah bukan semata-mata tanggung jawab para pejabat publik (pengambil kebijakan), melainkan tanggung jawab seluruh elemen dalam masyarakat (civil society), kalangan usaha swasta (private sectors), kebudayaan. dan pejabat publik/birokrasi ( public sectors).Mengintegrasikan faktor-faktor politik, ekonomi, sosial dan

5. 6 faktor penentu reformasi pemasaran kebijakan lingkungan di Indonesia yaitu : Aturan mencakup aspek pelaksananaannya yaitu Konstitusi, UU dan aturan-aturan di bawahnya, Kode Etik, Norma, Moralitas sedangkan aspek krusialnya adalah Reformasi Konstitusi, Reformasi Per-UU-an, Sinkronisasi dan sinergi aturan Institusi: aspek pelaksanaannya adalah Pengorganisasian, Manajemen, Penggalangan Jaringan, Pendanaan, Pengelolaan SDM sedangkan aspek krusialnya adalah Kekuatan, daya jangkau,
kelenturan, disiplin anggaran. Sinergi antar unsur institusi

Mekanisme mencakup aspek pelaksanaan yaitu Menggerakkan Aktor, Aturan dan Institusi dari sekadar potensial menjadi aktual/kinetic sedangkan aspek krusialnya adalah Sinergi & sinkronisasi antara Aktor, Aturan, dan Institusi. Pengawasan yanh efektif. Penegakan Hukum Publik asek pelaksanaanya adalah Setiap orang, konstituen, para pemilih yang punya kesadaran, kekuatan dan kesempatan untuk

terlibat sedangkan aspek krusialnya adalah Pembentukan dan pemeliharaan publik. Peranan kepeloporan, inovasi, dan mediasi dari orang/kelompok yang sudah sadar dan berdaya Sistem aspek pelaksanaannya adalah Hasil akhir dari interaksi kelima
infrastruktur setelah teruji dan termapankan oleh waktu sedangkan aspek krusialnya adalah Konsistensi, daya tahan, dan kesabaran revolusioner