Anda di halaman 1dari 13

Kasus 1 Seorang anak laki-laki berusia 10 bulan dibawa orang tuanya ke rumah sakit dengan keluhan demam sejak

3 hari yang lalu, BAB cair , muntahmuntah dan kejang seluruh tubuh sekali selama 3 menit, anak rewel tidak mau makan dan minum. Setelah dibawa ketukang pijit, Keesokan harinya demam makin tinggi dan anak tampak lemah. Keluarga tidak ada yang menderita demam dab BAB cair seperti yang diderita pasien. Riwayat imunisasi anak lengkap. Dari pemeriksaan fisik didapatkan T : 39,1 derajat celcius, N : 100x/menit, R : 40x/menit, status gizi baik, ubun-ubun cembung 3x3 cm, turgor kulit baik. 1. Daftar masalah Demam 3 hari yang lalu, BAB cair, muntah-muntah dan kejang seluruh tubuh sekali selama 3 menit. Anak rewel dan tampak lemah

Petunjuk usia 10 bulan, T : 39,1 derajat celcius, N : 100x/menit, R : 40x/menit, status gizi baik, ubun-ubun cembung 3x3 cm, turgor kulit baik. 2. Diagnosis meningitis bacterial. Pasien ini berusia 10 bulan sehingga bakteri penyebab yang mungkin adalah H. influenza, S. pneumonia, dan N. meningitides. 3. Tujuan terapi Mengeradikasi penyebab Menurunkan demam Koreksi cairan dan elektrolit

4. Nama golongan obat

Mengeradikasi penyebab

Nama Penisilin

Efficacy (Kemanjuran) Sifat:Bakterisidal Terutama pada bakteri gram positif (beberapa pada gram negatif,gonokokus) Mekanisme: Menghindarkan sintesa lengkap dari polimer untuk membentuk jaringan peptidoglikan spesifik yang disebut murein. Bila sel tumbuh dan plasmanya bertambah atau menyerap air dengan jalan osmosis, maka dinding sel yang tak sempurna itu akan pecah dan bakteri musnah. Beberapa obat, memiliki kemampuan tahan laktamase bagi bakteri penghasil betalaktamase.

Suitability (Kecocokan) Indikasi: diberikan pada bakteri gram +, beberapa pada gram -, dan pseudomonas Kontraindikasi: pada pasien dengan riwayat alergi penisilin.

Safety (Keamanan) E.S : reaksi alergi karena hipersensitasi. Gangguan GIT (diare, mual, muntah). Dosis sangat tinggi dapat menyebabkan nefrotoksis dan neurotoksis Wanita hamil dan laktasi: semua dianggap aman, walaupun akan sedikit sekali yang masuk ke darah janin dan ASI.

Total : 210 Sefalosporin

80 Spektrum kerja luas, meliputi banyak kuman gram (+), dan gram(-), termasuk E.coli, Klebsiella, dan Proteus. Bersifat baktersidal dalam fase pertumbuhan kuman, dengan menghambat sintesis peptidoglikan yang diperlukan kuman. Kepekaannya terhadap beta-laktamase lebih rendah daripada penisilin. Generasi I: aktif terhadap coccigram+, tidak berdaya terhadap gonococci, H.influenzae, Bacteriodes, dan Pesudomonas, tidak tahan terhadap beta-laktamase.

70 Generasi I: digunakan peroral pada ISK ringan dan pilihan kedua ada infeksi saluran pernapasan dan kuit yang tidak begitu serius, dan bila terdapat alergi untuk penisilin Generasi II dan III: digunakan parenteral pada infeksi serius yang resisten terhadap amoksisilin dan generasi I, juga dikombinasi dengan aminoglikosida (gentamisisn, tobramisin) untuk memperluas dan

60 E.S: sama dengan penisilin, namun lebih ringan. Gangguan GIT (diare, mual, muntah). Jarang ada reaksi alergi, seperti rash dan urtikaria. Alergi silang dapat terjadi pada derivat penisilin. Nefrotoksisitas lebih sering pada generasi I, khususnya sefaloridin, dan sefalotin dosis tinggi. Beberapa obat bisa menimbulkan reaksi disulfiram bila digunakan bersamaan dengan alkohol, yaitu sefamandol dan sefoperazon. Kehamilan dan Laktasi:

Generasi II: lebih aktif terhadap gram (-), termasuk gonococci, H.influenzae, Bacteriodes,serta kumankuman yang resisten dengan amoksisilin. Agak kuat terhadap beta-laktamase dan efek terhadap gram + (Streptokokus dan stafilokokus)sama Generasi III:Lebih kuat terhadap gram (-), lebih luas lagi terhadap Bacteriodes, dan Pesudomonas. Resistensi kuat terhadap beta-laktamase, namun khasiat terhadap gram+ lebih ringan. Tidak aktif terhadap Methicilin Resistant Staphylococcus Epidermis dan MRSA Generasi IV: sangat resisten terhadap laktamase dan aktif Total : 220 Aminoglikos ida sekali terhadap pesudomonas. 80 Spektrum kerja luas, banyak bacili gram(-), antara lain E.coli, H.influenzae, Klebsiella, Proteus dan Enterbacter, Salmonrlla dan Shigella. Aktif juga mengatasi gonokokus, dan sejumlah gram + (Staphylococcus aureus/epiermis). Aktivitas:baktersidal, dengan penetrasi dinding bakteri dan mengikat diri pada ribosom di dalam sel. Proses translasi (RNA dan DNA) diganggu, sehingga biosintesa protein diganggu. Tidak hanya terjadi pada fase pertumbuhan kuman, namun juga termasuk saat kuman membelah diri.

memperkuat aktivitasnya. Profilaksis bedah jantung, usus, ginekologi, dan lainnya. Sefoksitin dan sefuroksim (gen.II) dipakai pada gonore. Generasi III: Seftriakson dan sefotaksim sering dianggap sebagai obat pilihan pertama untuk gonore. Sefokstitin pada infeksi Bacteriodes fragilis.

mudah melintasi plasenta, tetapi kadarnya rendah dalam darah janin daripada darah ibunya.

70 Indikasi :kuman aerobic gram negative yang telah resisten terhadap antibiotic lain. Kontraindikasi : bila ada riwayat alergi pada aminoglikosida. Pada lansia dan gangguan ginjal

70 E.S : yang digunakan secara parenteral dapat menyebabkan kerusakan pada organ pendegaran dan keseimbangan, akibat rusaknya saraf vestibulokoklearis (N.VIII). Nefrotoksitas yang reversibel karena ditimbun dalam sel-sel tubuler ginjal. Jarang terjadi blokade neuromuskuler dengan kelemahan otot dan depresi pernafasan. Toksisitas di atas, bukan bergantung dosis, namun pada lamanya pemakaian obat dan jenisnya (Netilmisin efeknya lebih kurang untuk

Memiliki efek sisa setelah selesai penggunaan obat, efek antibiotisnya masih ada walaun kadarnya dalam darah, berangsur-angsur turun.

menimbulkan ototoksisitas). Sebaiknya ditakarkan 1-2x sehari. Pada penggunaan oral dapat terjadi nausea, muntah, diare, khususnya pada dosis tinggi. Kehamilan dan laktasi: dapat melintasi plasenta, merusak ginjal dan tuli pada bayi. Tidak dianjurkan selama kehamilan. Sedikit mencapai ASI, bia digunakan saat pemberian ASI.

Total : 200 Tetrasiklin

60 Khasiat: bakteriostatik dan bakterisidal lemah bila diinjeksikan secara intravena. Mekanisme kerjanya: berdasarkan sintesis protein kuman yang diganggu. Spektrum kerja luas dan meliputi banyak cocci gram+ dan gram (-), serta kebanyakan basili, kecuali pseudomonas dan proteus. Aktif juga terhadap Chlamydia trachomatis, Rickettsiae, Spirochaeta terhadap sifilis dan frambusia, leptospirae, Actinomyces, dan beberapa protozoa (Amoeba). Sudah banyak terjadi resistensi

70 Indikasi: Infeksi saluran napas, paru-paru, ISK, infeksi kulit dan mata. Penggunaan pada acne , karena adanya daya hambat terhadap akitvitas lipase untuk Propionibacter acnes. Pada bronkhitis kronis, adakalanya dijadikan sebagai obat profilaksis serangan akut. Kontraindikasi: Tidak boleh diberikan pada ibu hamil hingga anak berusia 8 tahun. Hipersensitivitas terhadap tetrasiklin, dan penyakit ginjal. 0 Indikasi: eritromisin merupakan pilihan utama pada infeksi paruparu dengan Legionellapneumophilia (penyakit veteran), Mycoplasma

70 E.S: Penggunaan oral dapat menyebabkan gangguan GIT. Efek lebih sering dan serius adalah sifat penyerapannya dalam tulang dan gigi yang sedang tumbuh pada janin anakanak karies . Fotosensitasi, kulit menjadi peka cahaya, menjadi kemerah-merahan, gatalgatal, dan sebagainya.

Total : 120 Makrolida& Linkomisin

50 Efek:bakteriostatis,bakteri gram (+), dan spektrum kerja mirip penisilin-G. Mekanisme kerja, melalui pengikatan reversibel pada ribosom kuman, sehingga sintesis proteinnya dirintangi.

70 E.S: Gangguan GIT, yang terutama nampak pada eritromisin akibat penguraiannya oleh asam lambung. Lebih jarang nyeri kepala dan reaksi kulit. Eritromisin dosis tinggi

Waktu paruh singkat, hingga perlu ditakarkan sampai 4x. Kinetik: tergantung formulasi, bentuk garam atau ester. Makanan memperburuk absorbsi, sebaiknya diminum saat perut kosong, kecuali diritromisin tidak dipengaruhi oleh makanan. Kemampuan penetrasi ke jaringan dan organ baik, kadar interseluler tinggi. Efek kuman intrasel tinggi, Legionella, Mycoplasma & Chlamydia. Sisanya di luar sel. Metabolisme semua makrolida diuraikan dalam hati, melalui sistem sitokrom P-450, menjadi metabolit inaktif. Kecuali, metabolit-OH dari klaritromisin. Ekskresi berlangsung melalui empedu dan tinja serta kemih, terutama dalam bentuk inaktif.

pneumoniae, dan infeksi usus oleh Campylobacter jejuni Pada indikasi lain, seperti sepsis, endokarditis, dan pasien dengan granulositopenia,atau lansia, sebaiknya digunakan yang bersifat baktersidal, seperti penisilin dan sefalosporin. Untuk derivatnya yang lebih tahan asam lambung dan keluhan GIT nya lebih ringan, seperti azitromisin dapat diberikan, yang mampu melawan bakteri gram-, seperti Haemophilus influenzae, infeksi saluran napas. Untuk klaritromisin dan azitromisin efektif juga mengatasi kuman penyerta pada AIDS, seperti Toxoplasma gondii dan Mycobacterium avium intercellare. Kontraindikasi: Alergi eritromisin, saat hamil tidak boleh diberikan 50 Indikasi: kuman gramtermasuk pseudomonas, dan bebeapa kecil terhadap gram +. Kontraindikasi: tidak

dapat menimbulkan ketulian reversibel, mungkin akibat pengaruhnya terhadap SSP. Semua makrolida dapat mengganggu fungsi hati, yang tampak sebagai peningkatan nilai-nilai fungsi hati, nyeri kepala, pusing dapat terjadi. Eritromisin dan dapat mengakibatkan reaksi alergi. Kehamilan dan laktasi: eritromisin aman, tapi tidak ada data untuk derivatnya, sedangkan rosirtromisin aman diminum sambil memberi ASI. Klaritromisin ternyata mengganggu perkembangan janin pada binatang coba, jangan digunakan pada trimester pertama kehamilan.

Total : 150 Polipeptida

30 Efek: Polimiksinhanya aktif melawan kuman gram (-) termasuk pseudomonas, sedangkan basitrasin dan gramisidin efektif terhadap gram +. Sebagai bakteriosidal, dengan sifat permukaannya yang

70 E.S: nefrotoksis bila diberikan secara parenteral. Serta dapat mneybabkan ototoksis

melekatkan diri pada membran sel bakteri , sehingga permeabilitas sel meningkat dan akhirnya selnya ruptur. Kerjanya tidak bergantung terhadap membelah tidaknya kuman tersebut, sehingga dapat dikombinasi dengan bakteriostatik, seperti Total : 110 Kloramfenik ol kloramfenikol dan tetrasiklin. 80 Efek: Bakteriostatis terhadap Enterobacter dan Staph.aureus dengan merintangi sintesa polipeptida kuman. Bekerja bakterisidal terhadap Strep.pneumoniae, Neiss.meningitides dan H.influenzae

ada gangguan ginjal, tidak dalam keadaan hamil, dan tidak dalam masa anak-anak. Serta mudah menyebabkan ototoksisitas

0 Indikasi: infeksi tifus, meningitis (khusus bagi H.influenzae), infeksi anaerob (contoh abses otak oleh B.fragilis yang semuanya digunakan secara oral. Kontraindikasi: Penderita anemia aplastik, ibu hamil dan laktasi, tetes telinga (karena zat pelarut yaitu propilenglikol ototoksis pada telinga. Penderita neuropati. Penderita dengan kelainan darah lainnya.

30 E.S: gangguan GIT, neuropati optis dan perifer, radang lingua, mukosa mulut, depresi sumsum tulang belakang, anemia aplastic Kehamilan dan laktasi: tidak dianjurkan, khususnya selama minggu-minggu terakhir dari kehamilan, karena dapat menimbulkan sianosis dan hipotermia neonatus (grey baby syndrome), melintasi plasenta, ASI, begitu pula untuk tiamfenikol 60 E.S: Gangguan fungsi ginjal, terutama pada penggunaan lama dengan dosis tinggi, juga neuropati perifer, reaksi alergi kulit menjadi kemerahan yang disebut the red man syndrome, mual, demam, dan lainnya. Kombinasi dengan aminoglikosida meningkatkan resiko nefro dan ototoksisitas. Kehamilan dan Laktasi:

Total : 170 Vankomisin

60 Efek: bakterisidal kuman gram (+) aerob dan anaerob, termasuk stafilokokus yang resisten untuk metisilin (MRSA). Biasanya sebagai lini terakhir, bila antibiotik lainnya sudah tidak mempan. Kinetik: resorpsi dari usus buruk, namun pada usus yang sakit, seperti pada enteritis resorpsinya baik. Kadar terapeutis dalam cairan pleura,

50 Indikasi: Bisa sebagai pengganti bagi pasien yang alergi penisilin atau sefalosporin. kolitis akibat terapi seperti oleh linkomisin, klindamisin dan radang pada mukosa usus oleh Stafilokokus. Kontraindikasi: Gagal ginjal, alergi vankomisin, mengkonsumsi obat aminoglikosida,

sinovial, dan saluran kemih tercapai. Plasma T1/2 ialah 5-11 jam. Ekskresi 80% melalui saluran kemih. Total : 180 Asam Fusidat 70 Efek: Bakteriostatis, dengan menghambat sintesis kuman. Spektrum kerja sempit dan terbatas pada kuman gram (+) terutama stafilokokus, juga yang membentuk penisilinase. Kuman gram- resisten kecuali Neisseria. Kinetik: daya penetrasi bagus, jaringan lunak, otot jantung, tulang, sendi, mata, pus, sputum, namun ke CSS buruk. Plasma T1/2 nya adalah 10-12 jam. Ekskresi terutama melalui empedu dan tinja sebagai metabolit inaktif.

neuropati Bisa diberikan oral, ataupun injeksi 60 Indikasi: secara oral atau IV pada infeksi stafilokokus, khususnya bila terdapat resistensi atau hipersensitivitas terhadap penisilin dan lainnya. Secara topikal bisa diberikan pada infeksi stafilokokus kulit, berupa krim atau salep dan pada mata berupa gel. Resistensi dapat timbul dengan cepat. Biasanya dikombinasi dengan penisilin atau eritromisin Kontraindikasi: trimester akhir kehamilan, alergi asam fusidat.

belum ada data yang menjelaskan, namun obat ini mencapai ASI. 30 E.S: ringan berupa gangguan GIT, kadangkadang reaksi kulit (eritema, iritasi). Kehamilan dan laktasi: pada akhir kehamilan, dapat menyebabkan ikterus pada bayi, dan zat ini melintasi plaseta dan ASI.

Total : 190 Senyawasenyawa Kuinolon

60 Efek: berkhasiat sebagai baktersidal pada fase pertumbuhan kuman, berdasarkan inhibisi enzim DNA-girase bakteriil. Karena enzim tersebut hanya terdapat pada kuman dan tidak pada sel dari organisme yang lebih tinggi, sehingga kuinolonkuinolon tidak menghambat sintesis DNA manusia. Hal yang sama berlaku bagi sulfonamida dan antibiotika beta-laktam. Spektrum Kerja: Asam nalidiksat berkhasiat terhadap

60 Indikasi: kuinolon hanya untuk ISK tanpa komplikasi. Namun florokuinolon, lebih luas indikasinya, ISK dengan komplikasi kuman-kuman multiresisten, misalnya melibatkan jaringan ginjal. Selain itu, florokuinolon juga untuk infeksi saluran napas serius, prostatitis kronis, infeksi kulit dan jaringan lunak oleh gram-. Juga

70 E.S: Yang sering gangguan GIT, seperti sakit perut, mual, muntah, anoreksia, dan diare. Jarang timbul Colitis pseudomembranosis. Yang lain, eritema, urtikaria, efek neurologi (sakit kepala, pusing, neuropati dan perasaan kacau), efek psikis hebat (eksitasi, takut, gelisah, dan perasaan panik) dan konvulsi. Kehamilan dan laktasi: tidak dianjurkan pada wanita hamil dan laktasi,

gram- seperti Proteus, Klebsiella, Enterobacter. Begitu pula pipemidinat terhadap Pseudomonas. Florokuinolon lebih luas spektrumnya semua kuman gram- termasuk Ps.aeruoginosa dan gonococci, serta kebanyakan kuman gram+, termasuk Campylobacter jejuni, Chlamydia, Legionella, Mycoplasma, dan Mycobacter tbc. Kurang aktif terhadap Streptococci, Pneumococci dan Total : 150 Kotrimoksaz ol kuman-kuman anaerob. 80 Campuran sulfametoksazol dan trimetropim dalam perbandingan 5:1 bersifat bakterisidal. Kinetik: Resorpsi baik dan cepat. Mendapai kadar puncak dalam darah hingga 4 jam. Distribusi sangat baik, pada semua jaringan, saliva, dan CSS. Trimetropim lebih lancar terkait sifat lipofiliknya. Plasma T1/2 hingga 10 jam. Ekskresi melalui ginjal sebagai zat aktif masing-masing 20-25% dan 5060%.

untuk mengobati salmonella, baik pembawa kronis maupun yang dimata. pilihan pertama pada Teavellers diarrhea. Kontraindikasi: Senyawa-senyawa kuinolon ini jangan diberikan pada anakanak dibawah usia 16 tahun, karena dapat menyebabkan penyimpangan pada tulang rawan terutama oleh asam nalidiksat. 0 Indikasi: Infeksi Proteus dan Klamidia. Juga pada ISK (E.coli dan Enterobacter), prostatitis, salmonellosis, bronkhitis. Juga untuk mengobati dan mencegah radang pulmo karena Pneumocystis carinii- Pneumonia dari penderita AIDS. Kontraindikasi: Kelainan darah, alergi sulfa.

seperti siprofloksasin dan asam nalidiksat.

70 E.S: tidak sering terjadi dan biasanya berupa ekzema dan gangguan GIT, serta stomatitis. E.S khas dari sulfonamida seperti fotosensitasi, dan sindrom Stevens-Johnson. Pada dosis tinggi, efek sampingnya juga berupa demam dan gangguan fungsi hati dan efek pada darah, seperti neutropenia, trombositopenia. Penggunaan leboh dari 2 minggu hendaknya selalu dengan pemantauan darah. resiko kristaluria dapat dihindarkan dengan minum lebih dari 1,5 liter air perhari.

Total : 200

60

70

70

Jadi, obat yang dipilih adalah golongan sefalosporin karena memiliki efek samping yang lebih ringan dari penicillin dengan daya kerja yang sama (bakterisidal). Obat sefalosporin yang dipilih adalah golongan ketiga.

Menurunkan demam
Nama obat Asetosal Efficacy Asetosal memiliki kerja antiplatelet. Memiliki efek yang cepat. Suitability Indikasi: Sakit kepala Nyeri muskuloskletal sementara Disminore Demam Waktu minum setelah makan mengurangi lambung. Interaksi warfarin menimbulkan bahaya khusus Kontraindikasi: Anak tahun Sindrom reye menderita peptic Skor 120 Paraseta mol : 70 Memiliki efficacy sama dengan asetosal, Hemophilia 0 Indikasi: Sakit kepala Nyeri muskuloskletal 10 ES: Jarang terjadi Ruam kulit Kelainan darah 40 500 mg/tablet; kemasan: dos 100 tablet = Rp. 14.700 tukak dan remaja usia 16 dibawah dengan untuk iritasi Safety ES: Biasanya ringan dan tidak serng, tetapi iritasi kejadian lambung Cost 500 mg,

kemasan: dos 100 tablet = Rp. 20.020

sangat tinggi. Bronkospasme Bleeding memanjang time

tetapi

tidak

sementara Disminore Demam untuk iritasi mengiritasi sehingga digunakan

Kerusakan hati dan ginjal jika dosis diberikan berlebihan. yang

menunjukkan anti-inflamasi. Menghambat prostaglandin yang lemah pada jaringan perifer. Kadar puncak dalam darah menit 30-60

Waktu minum setelah makan mengurangi lambung. Tidak sering lambung,

daripada asetosal. Parasetamol sesuai dengan anak-anak. Kontraindikasi: Gangguan ginjal fungsi 70 kronis Ganguan GIT mual, muntah) (diare, 60 Asam mefenamat kaplet 500 mg; 10 x 10 kaplet = Rp. 21.700 Ibuprofen tablet 200 mg; 100 14.700 tablet=

Skor 270 AINS (asam mefena mat, ibuprofe n)

70 Menekan tanda gejala peradangan. Memiliki nalgetikantipiretik, untuk ringansedang. nyeri efek dan

70 Indikasi: Penyakit dan imflamasi Untuk nyeri ringan sedang pendek. Nyeri muskuloskletal, tetapi parasetamol lebih dipilih. Disminore Nyeri karena tumor jangka yang disertai nyeri

Kontraindikasi: Tukak peptic 60 40 Skor 200 : 50 50

Jadi obat yang kita dipilih adalah paracetamol

Koreksi cairan dan elektrolit Karena anak mengeluhkan BAB cair, muntah, dan tidak mau makan sehingga perlu dipasang iv line dengan pemberian larutan RL dengan

5. Nama obat Nama golongan obat sefalosporin Nama obat Sefotaksim Moksalakta m Seftriakson Sefoperazo Effikasi Aktif trhadap kuman () dan (+). Waktu paruh 1 jam diberikan tiap 6- 12 jam. Kurang akti terhadap gram positif. Waktu paruh 2 jam. Efek samping berat (perdarahan)sehingga butuh profilaksis vitamin k. Kurang aktif terhadap gram positif. Waktu paruh 8 jam Aktif terhadap p. aeruginosa. Waktu paruh 2 jam. cost

n Seftazim Aktif terhadap p. aeroginosa Sefiksim Diberikan secara oral Jadi obat yang dipilih adalah sefotaksim 6. BSO Sefotaksim dipilh jalur iv karena usia yang masih kecil dan tidak bisa secara oral o DOSIS 200mg/kg/hari tiap 6-8 jam

Parasetamol dipilh jalur iv karena usia yang masih kecil dan tidak bisa secara oral dan sekaligus dengan antibiotiknya. o Dosis 60 -120 mg tiap 4-6 jam

7. Penulisan resep

Dr. Aru NIP : 300 /123 /UP / DINKES Praktek : Jl. Swakarsa VII No.10, Mataram Telp. 0370 62700 Mataram, 28 Juni 2011 R/ Infus RL s. i.m R/ Inj. Cefotaxime 1 gr/vial S.i.m R/ paraf Gtt. Sanmol 80mg/0,8mL No. X s.i.m paraf Pro : Andi Umur : 10 bulan Alamat: Jl. Majapahit No 10 Mataram paraf No. IX No.I

8. Edukasi Pasien terus dimonitoring Pada awal sakit sebaiknya pasien di puasakan untuk mencegah aspirasi. Lingkar kepala harus dimonitorsetiap hari