Anda di halaman 1dari 28

BAB IV ANALISIS SISTEM A. PENDAHULUAN.

Analisis Sistem ( System Analysis ) : Penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya. B. LANGKAH-LANGKAH ANALISIS SISTEM. Di dalam tahap analisis system terdapat langkah-langkah dasar yang perlu dilakukan oleh analis system, yaitu: 1. Identify 2. Understand 3. Analyze 4. Report : Mengidentifikasi masalah. : Memahami kerja dari sistem yang ada. : Menganalisis sistem : Membuat laporan hasil analisis.

Keempat langkah tersebut dapat dijabarkan sbb: 1. Identify : Mengidentifiaksi Masalah. Masalah adalah suatu pertanyaan yang dinginkan untuk dipecahkan dan karena masalah tersebut menyebabkan sasaran dari system tidak dapat dicapai. Adapun tugas-tugas yang harus dilakukan dalam tahap ini adalah: a. Mengidentifikasai Penyebab Masalah. Dalam mengidentifikasai penyebab masalah seorang analis sistem harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang aplikasi yang sedang dianalisis. Tugas mengidentifikasi penyebab masalah dimulai dengan mengkaji ulang terlebih dahulu subyek permasalahan yang didapatkan .

Analisa dan Desain Sistem Informasi ( by. Mulyadi, S.Kom : Januari 2008 )

Contoh: Masalah : Biaya persediaan meningkat, berdasarkan identifikasi penyebab masalah dapat diidentifikasikan penyebabnya adalah: Persediaan digudang terlalu banyak (over stock) dan Pembelian barang tidak ekonomis. b. Mengidentifikasi Titik Keputusan Adalah mengidentifikasikan bagian mana yang memiliki andil paling besar yang menyebabkan terjadinya suatu masalah. Dalam hal ini mungkin suatu permasalahan mememiliki beberapa penyebab masalah tetapi dipilih yang memiliki peranan paling besar sehingga tidak terjadi kesalahan dalam hal perbaikan sistem. c. Mengidentifikasi Personil-Personil Kunci. Adalah mengidentifikasikan personil-personil kunci yang langsung maupun tidak langsung yang dapat menyebabkan terjadinya masalah. 2. Understand : Memahami Kerja Dari Sistem Yang Ada. Untuk dapat memahami kerja dari suatu sistem harus berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian ataupun survery, adapun data tersebut antara lain: Struktur organisasi tugas dan wewenang, Dokumen yang dipakai, Arus Informasi, Elemen-elemen yang terkait, Sejarah organisasi. Adapun data tersebut didapat dengan metode: Wawancara ( Interview), Pengamatan Langsung ( Observasi), Daftar pertanyaan ( Questioner) dan Studi Pustaka. Adapun langkah pemahami kerja dari system meilputi: a. Menentukan Jenis Penelitian. Menentukan jenis penelitian : Wawancara, Observasi, Daftar pertanyaan. Jenis data yang diperoleh: Struktur organisasi tugas dan wewenang, Dokumen yang dipakai, Arus Informasi, Elemen-elemen yang terkait, Sejarah organisasi b. Merencanakan Jadual Penelitian Agar penelitian dapat dilakukan dengan efisien maka harus ditentukan terlebih dahulu jadual penelitian yang meliputi:

Analisa dan Desain Sistem Informasi ( by. Mulyadi, S.Kom : Januari 2008 )

Dimana penelitian akan dilakukan, Apa dan siapa yang akan diteliti, Siapa yang akan meneliti dan kapan penelitian akan dilakukan.

c. Membuat Penugasan Penelitian Membuat penugasan penelitian dan pembagian tugas jika peneliti lebih dari satu orang. d. Membuat Agenda Wawancara Wawancara terlewat. e. Mengumpulkan hasil penelitian. Fakta atau data yang diperoleh dari hasil penelitian harus dikumpulkan sebagai Dokumentasi. Dokumentasi hasil penelitian diperlukan untuk beberapa hal yaitu: 1. Membantu kelengkapan. 2. Membantu Analisis. 3. Membantu Komunikasi 4. Membantu pelatihan 5. Membantu keamanan. Fakta-fakta yang perlu didokumentasi dari hasil penelitian adalah: 1. Waktu untuk melakukan suatu kegiatan. 2. Keslahan-kesalahan melakukan kegiatan pada system lama. 3. Pengambilan sample 4. Formulir/ Dokumen-dokumen yang digunakan. 5. Elemen-elemen data 6. Teknologi yang digunakan 7. Kebutuhan-kebutuhan informasi. 3. Analyze : Menganalisis Sistem Langkah ini dilakukan berdasarkan data yang diperoleh dari survey atau penelitian. Adapun hal-hal yang perlu dilaksanakan adalah sbb: direncanakan dengan Agenda wawancara agar dalam pelaksanaannya dapat diselesaikan tepat waktu dan tidak ada materi yang

Analisa dan Desain Sistem Informasi ( by. Mulyadi, S.Kom : Januari 2008 )

1. Menganalisis kelemahan system. 2. Menganalisis distribusi pekerjaan 3. Menganalisis pengukuran pekerjaan. 4. Menganalisis keandalan 5. Menganalisis dokumen 6. Menganalisis laporan 7. Menganalisia teknologi 8. Menganalisis kebutuhan-kebutuhan informasi bagi pemakai / Manajemen. 4. Report : Membuat Laporan Hasil Analisis Membuat laporan hasil analisis dan diserhkan kepada Steering Comitte yang nantinya akan diserahkan kepada pihak manajeme. Tujuan utama dari penyerahan laporan ini kepada manajemen adalah: Pelaporan bahwa analisis telah selesai dilakukan Meluruskan kesalah perngertian mengenai apa yang telah ditemukan dan dianalis oleh Analis system dengan kemauan manajemen. Meminta pendapat dan saran dari pihak manajemen. Meminta persetujuan manajemen.

Analisa dan Desain Sistem Informasi ( by. Mulyadi, S.Kom : Januari 2008 )

BAB.V DESAIN SISTEM 1. PENDAHULUAN Desain system dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu : 1. Desain Sistem Secara Umum ( General System Design ) 2. Desain Sistem Secara Rinci ( Detailed System design) 2. ARTI DESAIN SISTEM. Desain Sistem adalah tahap setelah analisis sistem dari siklus pengembangan system yang mendefinisikan dari kebutuhan-kebutuhan fungsional , persiapan untuk rancang bangun implementasi, menggambarkan bagaimana suatu system dibentuk yang dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah kedalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi, termasuk menyangkut mengkonfigurai dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu system. 3. TUJUAN DESAIN SISTEM Desain system mempunyai tujuan utama yaitu: 1. Untuk memenuhi kebutuhan pemakai system Tujuan ini adalah tujuan dari Desain Sistem Secara Umum ( General System Design ) 2. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada programmer computer dan ahli-ahli teknik lainya yang terlibat. Tujuan ini adalah tujuan dari Desain Sistem Secara Rinci ( Detailed System design). Untuk mencapai tujuan tersebut analis system harus dapat mencapai sasaran-sasaran sbb: 1. Desain system harus berguna, mudah dipahami dan nantinya mudah digunakan. Ini berarti bahwa data harus mudah ditangkap, metode-metode harus mudah diterapkan dan informasi harus mudah dihasilkan serta mudah dipahami dan digunakan.

Analisa dan Desain Sistem Informasi ( by. Mulyadi, S.Kom : Januari 2008 )

2. Desain Sistem harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan sesuai dengan yang terlah didefinisikan pada tahap perencanaan system yang dilanjutkan pada tahap analisis system. 3. Desaian system harus efisien dan efektif untuk dapat mendukung pengolahan tarnsaksi, pelaporan manajemen dan mendukung keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen, termasuk tugas-tugas yang lainnya yang tidak dilakukan oleh computer. 4. Desain system harus dapat mempersiapakn rancang bangun yang terinci untuk masing-masing komponen dari system yang meliputi data dan informasi, simpanan data, metode-metode, prosedur-prosedur, orang-orang, perangkat keras, perangkat lunak dan pengendalian internal. 4. PERSONIL YANG TERLIBAT. Pekerjaan desain system dilakukan oleh analis system dan personil-personil teknik lainnya: seperti Sepesialis pengendalian, personil penjamin kualitas, spesialis komunikasi data. 5. TEKANAN-TEKANAN DESAIN. Tekanan desain adalah tekanan-tekanan yang harus dipertimbangkan dalam mendesain suatu system informasi supaya mengena sasarannya. Adapun tekanan-tekanan tersebut adalah: a. Integrasi. Sistem informasi harus didesain terpadu diantar unit-unit didalam organisasi. Untuk hubungan antara unit-unit organisasi dapat dihubungkan dengan berkomuninasi yang baik baik secara system maupun secara data. b. Jalur Pemakai. Sistem yang didesain harus memperhatikan personil pemakai system, dimana pemakai mengharapkan dapat dengan enak dilayani segala kebutuhannya oleh system makanya diharpkan system harus fleksibel, konsisten dan harus mudah dikontrol oleh user. Berikut ini beberapa yang harus dipertimbangkan dalam memenuhi user interface.

Analisa dan Desain Sistem Informasi ( by. Mulyadi, S.Kom : Januari 2008 )

1. Query

Pemakai system dapat mengakses data yang diperlukan untuk mendapatkan informasi walaupun tidak tersedia program aplikasinya.

2. Desain Layar :

Desainlayar harus jelas dan tidak membingungkan. saat user memasukan data dengan respon yang diberikanoleh system.

3. Umpan Balik : Waktu respon untuk mendapatkan umpan balik yaitu waktu

4. Bantuan

Disediakan bantuan-bantuan jika user mengalami kesulitan mengopersikan system. : Sebisa mungkin kesalahan pemakaian system

5. Pencegahan Kesalahan

dihindari dengan : Pencecahan kesalahan, pendeteksian kesalahan, pembetulan kesalahan. 6. Desain Workstation : tata letak jaringan mengikuti kaidah ergonomics. c. Tekanan Persaingan. Persaingangan diera sekarang ini sangatlah tajam, maka organisasi yang ingin bertahan harus memikirak infoarmasi, maka waktu desain system informasi harus mempertimbangkan lingkungan-lingkungan persaingan. d. Kualitas dan Kegunaan Informasi. Informasi yang dihasilkan harus berkualitas yaitu : tepat waktu (ceapat), tepat nilai (akurat) dan relevan. e. Kebutuhan-Kebutuhan Sistem. Kebutuhan system yang harus ada: Keandalan, ketersediaan, keluwesan, skedul intaslasi, umur yang diharpakan dan poetensi pertumbuhan dan kemudahan dipelihara. f. Kebutuhan-Kebutuhan Pengolahan Data. Kebutuhan pengolahan data yang berhubungan dengan system informasi sbb: Volume Data, Hambatan waktu pengolahan, Permintaan perhitungan.

Analisa dan Desain Sistem Informasi ( by. Mulyadi, S.Kom : Januari 2008 )

g. Faktor-faktor Organisasi. Terdpat lima factor organisasi yang harus dipertimbangkan dlam desain system, yaitu : Sifat organisasi , Tipe Organisasi, Ukuran organisasi, Struktur organisasi, Gaya kepemimpinan. h. Kebutuhan-Kebutuhan Biaya Efektivitas Mempertimbangkan antar biaya yang dikeluarkan dengan manfaat yang diperoleh. i. Faktor-Faktor Manusia Analis system harus bisa mendesain system yang bisa diterima oleh semua pemakai. j. Kebutuhan-Kebutuhan Kelayakan. Lima macam kelayakan yang harus diperhitungkan : Kelayakan teknik, kelayakan ekonomi, kelayakan hukum, kelayakan operasi, kelayakan scedul.

Analisa dan Desain Sistem Informasi ( by. Mulyadi, S.Kom : Januari 2008 )

BAB VI DESAIN SISTEM SECARA UMUM 1. PENDAHULUAN. Tujuan desain system secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang system baru. Desain Sistem secara umum mengidentifikasikan kompoenen-kompoenen system informasi yang akan didesain secara rinci. 2. TEKNIK DESAIN SISTEM SECARA UMUM. Teknik teknik yang bisa digunakan adalah: Teknik Sketsa pada kertas kosong dan teknik prototyping ( pembuatan prototype ). 3. DESAIN KOMPONEN SECARA UMUM. Komponen-komponen yang dirancang dengan tujuan untuk dikomunikasikan kepada user meliputi : Desain Model, Desain Output, Desain Input, Desain Database, Desain Teknologi dan Desain Kontrol. a. Desain Model Secara Umum. Analis system dapat mendesain model system informasi dalam bentuk Physical System dan Logical model. Physical model dapat menunjukkan kepada user bagaimana nantinya secara fisik akan diterapkan. Atau secara pisik suatu data system informasi disimpan dan diacces dari media penyimpan yang digambarkan dengan Bagan Alir Sistem (BAS). Logical Model lebih menjelaskan kepada user bagaimana nantinya fungsi-fungsi system informasi secara logika akan bekerja. Logical model digambarkan dengan Diagram Arus Data ( DAD ). Dalam menentukan model-model tersebut sangat dipengaruhi oleh metode pengolahan data sbb:

Analisa dan Desain Sistem Informasi ( by. Mulyadi, S.Kom : Januari 2008 )

1. Metode Pengolahan Data terpusat (Centralized data processing methode) lawan Metode Pengolahan Data Tersebar (distributed data processing methode). Metode Pengolahan Data terpusatmerupakan metode pengolahan data yang memusatkan pengolahan pada suatu tempat tertentu, semua input,proses, output dilakukan pada suatu tempat terpusat, misalkan departemen PDE. Metode Pengolahan Data Tersebar output sendiri. 2. Metode Pengolahan Data Kumpulan (Bacth Processing) lawan Metode Pengolahan Data Langsung ( Online Processing Methode). Metode Pengolahan Data Kumpulan merupakan pengolahan data yang dikumulkan terlebih dahulu dalam suatu periode tertentu dan baru diolah. Pengolahan Data Langsung yaitu pengolahan data yang segala transaksi lansung merubah file induk (memutkhirkan file induk). b. Desain Output Secara Umum. Output adalah keluaran yang dihasilkan oleh system informasi baik berupa media keras (kertas, microfilm) atau dimedia lunak (layer video: Monitor). Tipe Output. Tipe output ada 2 (dua) yaitu: 1. Output Internal : adalah output yang digunakan untuk mendukung kegiatan manajemen. 2 Output Exsternal: adalah output yang didistribusikan kepada pihak luar yang membutuhkannya. Format Output. Format output bisa berupa: Tabal, Grafik, Image dan Suara Langkah-langkah Desain Output Secara Umum. 1. Menentukan Kebutuhan Output Dari Sistem. Kebutuhan ouput Sistem yang baru dapat ditentukan dalam DAD. memungkinkan tiap-tiap departemen untuk mengolah data sendiri dari input, proses sampai dengan menghasilkan

Analisa dan Desain Sistem Informasi ( by. Mulyadi, S.Kom : Januari 2008 )

2. Menentukan Parameter dari Output. Parameter ini meliputi: Tipe, Format, Media yang digunakan, alat output yang digunakan, jumlah tembusan, distribusi output dan periode output. c. Desain Input Secara Umum. Alat input yang digunakan sangat mempengaruhi desain input, adapun alat input dikalsifikasikan kedalam 2 golongan yaitu: Alat Input langsung dan alat input tak langsung. Proses Input. Proses input sangat tergantung dari alat input yang digunaka, tetapi proses input memiliki tahapan sbb: 1. Penangkapan Data ( Data Capture) Proses mencatat kejadian nyata hasil suatu transaksi kedalam dokumen dasar. 2. Penyiapan Data ( Data Preparation). Data yang telah ditangkap diubah kedalam bentuk yang dapat dibaca dengan mesin. 3. Pemasukan Data ( Data Entry ). Merupakan proses membacakan atau memasukan data kedalam computer. Tipe Input. 1. Input Internal : Input yang berasal dari dalam organisasi. 2. Input Exsternal : Input yang berasal dari luar organisasi. Langkah-langkah Desain InputSecara Umum. 1. Menentukan Kebutuhan Input Dari Sistem. Kebutuhan Input Sistem yang baru dapat ditentukan dalam DAD. 2. Menentukan Parameter dari Input Parameter ini meliputi: Tipe, Format, Media yang digunakan, alat input yang digunakan, jumlah tembusan, distribusi input dan periode input.

Analisa dan Desain Sistem Informasi ( by. Mulyadi, S.Kom : Januari 2008 )

d. Desain Database Secara Umum. Database merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan disimpanan luar computer dan digunakan perangkat lunak tertentu untuk memanipulasinya. Tipe File. Database dibentuk dari kumpulan file, adapun tipe file adalah sbb: 1. File Induk ( Master File) File Induk adalah file yang tetap ada selama system dioperasikan. a. File Induk Acuan : File induk yang relative jarang mengalami perubahan. suatu transaksi. 2. File Transaksi ( Transaction File). File yang digunakan untuk merekam data hasil dari suatu transaksi. 3. File Laporan ( Report File) Yaitu file yang berisi informasi yang akan ditampilkan. 4. File Sejarah ( History File ) Yaitu file yang bersi data masa lalu dan catatan terjadinya suatu proses. 5. File Pelindung ( backup File) Merupakan salinan file-file yang masih aktif dan digunakn sebagai cadangan jika database rusak. 6. File Kerja ( Working File ) File yang dibuat sementara untuk keperluan pekerjaan, setelah selasai maka dihapus lagi. Akses dan Organisasi File Akses artinya bagaiman suatu program computer akan membaca record-rcord data. Adapun organisasi file meliputi: 1. File Urut (Sequential file ): merupakan file dengan organisasi dan pengaksesan secara urut. b. File Induk Dinamis: File induk yang datanya sering dimutakhirkan karena

Analisa dan Desain Sistem Informasi ( by. Mulyadi, S.Kom : Januari 2008 )

2. File Urut berindeks : Organisasi urut dengan akses secara langsung. 3. File akses langsung ( Direct access file) : merupakan file dengan organisasi acak( random) dengan pengaksesan secara langsung. Langkah-langkah Desain Database Secara Umum. 1. Menentukan kebutuhan file database untuk system. File yang dibutuhkan ditentukan didalam DAD. 2. Menentukan Parameter file databse. Parameter meliputi: tipe file, media penyimpan, organisasi file, field kunci. e. Desain Teknologi Secara Umum. Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari system secara keseluruhan. Teknologi ini terdiri dari : Hardware, Software dan Brainware. Langkah-Langkah Desain Teknologi Secara Umum. 1. Menentukan jenis teknologi untuk system baru. Untuk teknologi perangkat keras harus dietntukan peralatan apa yang akan digunakan dalam masing-masing proses dalam system informasi. Untuk Teknologi perangkat lunak harus ditentukan kebutuhan System Software dan Aplication Software. 2. Menentukan jumlah Teknologi. Untuk Hardware jumlah teknologi ditentukan dari waktu yang tersedia dan waktu standar masing-masing opearsi. Untuk Software jumlah teknologi ditentukan oleh jumlag perangkat keras yang digunakan. f. Desain Kontrol Secara Umum Pengendalian secara umum merupakan pengendalian diluar aplikasi pengolahan data. Pengendalian secara umum meliputi: 1. Pengendalian Organisasi. 2. Pengendalian Dokumentasi 3. Pengendalian Perangkat Keras

Analisa dan Desain Sistem Informasi ( by. Mulyadi, S.Kom : Januari 2008 )

4. Pengendalian keamanan fisik 5. Pengenadlian keamanan Data. 6. Pengendalian Komunikasi. 4. LAPORAN DESAIN SISTEM SECARA UMUM. Membuat laporan semua yang telah dikerjakan dan dirancang untuk mendapatkan persetujuan manajemen.

Analisa dan Desain Sistem Informasi ( by. Mulyadi, S.Kom : Januari 2008 )

BAB. VII DESAIN SISTEM SECARA RINCI 1. DESAIN OUTPUT TERINCI. Desain output terinci dimaksudkan untuk pertanyaaan Bagaimana dan seperti pa bentu dari output-output tersebut?. a. Bentuk Laporan. Laporan dari suatu system informasi dapat berbentuk tabel dan berbentuk grafik. 1. Laporan Berbentuk Tabel. Laporan berbentuk tabel dengan jenis-jenis sebagai berikut: - Notice Report : Bentuk laporan yang memerlukan laporan khususdan dibuat sederhana tetapi jelas. - Equipoised Report: Laporan hal-hal yang bertentang sebagai pembanding. - Variance Report : Laporan yang menunjukkan sesislih antara standar yang sudah ditetapkan dengan hsil kenyataannya. - Comparative Report: Laporan yang membandingkan antara satu hal dengan hal lainnya. 2. Laporan berbentuk Grafik. Laporan berebentuk grafik dapat diklasifikasikan sbb : Bagan Garis ( line chart), Bagan Batang ( Bar chart) dan Bagan Pastel ( pie chart). b. Pedoman Desain Laporan. Pedoman yang penting dalam pembuatan laporan diantaranya adalah: Untuk Laporan formal, terbagi menjadi 3 bagian utama yaitu: Judul Laporan, Tubuh Laporan dan catatan kaki laporan yang berisi ringkasan, subtotal, dan grand total. Kualitas kertas disesuaikan dengan keperluan. Margin pencetakan

c. Alat-alat Output terinci. Alat-alat yang digunakan dalam desain output: Printer layout form dan Kamus data output.

Analisa dan Desain Sistem Informasi ( by. Mulyadi, S.Kom : Januari 2008 )

Kamus Data Output: Kamus Data Nomor Keluaran Nama Keluaran Alias Periode Media Jumlah Tembusan Struktur Data
No. Urut Di Sistem

: Output/ Keluaran : x-------x : x--------------------x : x--------------------x : x -------------------x : x--------------x : x--------------x : Tipe Lebar Picture
Di Program

Nama Item Data

Posisi ( X, Y )

Keterangan

Keterangan : 1. Kolom Nomor Urut Berisi nomor urut dari item data yang digunakan dalam output. 2. Kolom Nama Item Data. Adalah Nama yang digunakan untuk mewakili variable data yang digunakan dalam output. Dibedakan menjadi dua, yaitu : - Nama Item Data dalam sistem : biasanya merupkan nama yang sebenarnya - Nama Item Data dalam Program : Memakai nama item data (variable) yang digunakan dalam program. Untuk menghindari kesalahan Nama Item data dalam sistem dan didalam program bisa dibikin sama, tetapi harus menggunakan nama item data yang berada dalam program, sehingga kolom dijadikan satu dengan jududl : Nama Item Data. 3. Kolom Tipe Data Menunjukkan tipe dari data yang digunakan, berupa : Character ( C), Numerik (N), Tanggal (D) dan masih ada lagi yang disesuaikan dengan bahasa program yang dipakai. 4. Kolom Lebar Lebar menunjukkan banyaknya digit atau karakter dari nilai yang bersangkutan.

Analisa dan Desain Sistem Informasi ( by. Mulyadi, S.Kom : Januari 2008 )

5. Kolom Picture. Menunjukkan bentuk dari pencetakan data. Numerik dengan 9, X menunjukkan Character string. 6. Kolom Posisi Posisi pencetakan, X : Baris, Y : Kolom

2.

DESAIN INPUT TERINCI. Desain input terinci dimulai darai desain dokumen dasar dengan baik sehingga kemungkinan kesalahan input relative kecil. a. Dokumen dasar. Dokumen dasar merupakan formulir yang digunakan untuk menangkap data. Data yang telah ditangkap dimasukkan kekomputer sebagai input Sistem informasi. Dokumen dasar dapat membantu dalam penanganan arus data sebagai berikut: 1. Dapat menunjukkan macam data yang dikumpulkan dan ditangkap. 2. Data dapat dicatat dengan jelas, konsisten dan akurat. 3. Dapat mendorong lengkapnya data. 4. Bertindak sebagai pendistribusian data. 5. Dokumen dasar dapat membantu didalam pembutktian terjadinya suatu transaksi yang sah. 6. Dokuemen dasar dapat digunakan sebagai cadangan atau pelindung dari filefile computer. Adapun untuk keperluan tersbut maka dokuemn dasar harus dirancang dengan baik dengan memperhatikan hal-hal sebagi berikut: Kertas yang digunakan Ukuran Dokumen dasar Warna yang digunakan Judul Dokumen dasar Nomer dokuemen dasar Nomor urut dokuemn dasar. Nomer dan jumlah halaman

Analisa dan Desain Sistem Informasi ( by. Mulyadi, S.Kom : Januari 2008 )

spasi yang baik. Pembagian area yang baik. Caption. Instruksi dokumen dasar Jendela di amplop Jumlah tembusan

b. Cara Mengurangi Jumlah Masukan. Ada beberapa cara untuk melakukan pengurangan jumlah input tanpa mengurangi kelengkapannya, antara lain : 1. Menggunakan kode 2. Data yang realtif konstan disimpan dalam File Induk Acuan 3. Jam dan Tanggal diambilkan dari sistem 4. Rutin perhitungan dilakukan oleh sistem 3. DESAIN DIALOG LAYAR TERMINAL. Desain dialog layer terminal merupakan rancang bangun dari percakapan antar pemakai system dengan computer, percakapan ini bisa berupa proses memasukkan kesistem, menampilkan output informasi kepada user datau keduanya. a. Pedoman Desain Dialog. Pedoman mendesain dialog layer meliputi: Sistem harus menyediakan instruksi-instruksi untuk user. Layar harus dibentu sedemikain rupa sehinggan informasi, instruksi dan bantuan selalu ditampilkan pada area yang pasti. Pembatasan ide dalam satu dialog Paging dan Scrolling Berita dan instruksi harus dapat ditampilkan cukup lama. Hindari pengunaan singkatan. Gunakan kata yang konsisten.

b. Strategi Dialog. Strategi yang bisa digunakan adalah: Strategi Menu

Analisa dan Desain Sistem Informasi ( by. Mulyadi, S.Kom : Januari 2008 )

Kumpulan intruksi Dialog pertanyaan

c. Untuk menggambar dialog layar terminal lengkapi dengan Bagan Dialog. d. Dilengkapi dengan Bagan Tata letak layar terminal. e. Semua dijelaskan dengan Kamus Data Dialog. Kamus Data Dialog : Kamus Data Nomor Dialog Nama Dialog Nomor Layar Status Layar Struktur Data
No. Urut Di Sistem

: Dialog : x-------x : x--------------------x : x--------------------x : x -------------------x : Tipe Lebar I/O


Di Program

Nama Item Data

Posisi ( X, Y )

Keterangan

4. DESAIN DATABASE TERINCI. Yaitu desain keperluan database secara rinci yang meliput penggunaan file-file dalam suatu sitem informasi. Adapaun untuk desain database ini bisa menggunakan teknik : Normalisasi maupun Diagram Entity Relatinship (DER) dan dilengkapi dengan Penjelasan Data di dalam Kamus Data File.

Analisa dan Desain Sistem Informasi ( by. Mulyadi, S.Kom : Januari 2008 )

Kamus Data File Kamus Data Nomor File Nama File Data Panjang Record Volume Tipe File Organisasi File Media File Field Kunci : Field Kunci Struktur Data
No. Urut Di Sistem

: File : x-------x : x--------------------x : x--------------------x : Puncak: x ----x : Rata rata : x----x : x -----x : x-------------x : Harddisk Keterangan

Nama Fiel Index :

Nama Item Data


Di Program

Tipe

Lebar

Keterangan

5. DESAIN TEKNOLOGI TERINCI. Desaian teknologi terinci lebih menekankan pada desain kebutuhan kapasitas memori untuk menyimpan database, sistem operasi maupun untuk kebutuhan penyimpanan system informasi ( Program) 6. DESAIN MODEL DAN KONTROL SECARA RINCI. Desain model terinci mendefinikan secara rinci urut-urutan langkah-langkah dari masing-masing proses ydigambarkan dalam DAD, yang meliputi: a. Desain Program Komputer Secara Modular. b. Alat-alat Desain Program Komputer c. Metodologi Desain Program Komputer. d. Langkah Desain Program secara Moduler. 1. Menentukan batas otomatis dari program di DAD

Analisa dan Desain Sistem Informasi ( by. Mulyadi, S.Kom : Januari 2008 )

2. Menggambarkan bagan terstruktur 3. Mengembangkan algoritma program komputer. 7. MEMBUAT LAPORAN HASIL DESAIN SISTEM TERINCI. Laporan desain terinci bisa dipecah menjadi dua , yaitu laporan yang pertama untuk user lebih menekankan bentuk input dan output yang akan digunakan pada system informasi. Laporan yang kedua untuk programamer dan ahli-ahli teknik pendukung pengembangan sistem. Kedua laporan tersebut berisi teknis sehingga sering disebut dengan Teknical Manual.

Analisa dan Desain Sistem Informasi ( by. Mulyadi, S.Kom : Januari 2008 )

BAB. 8 SELEKSI SISTEM 1. PENDAHULUAN Tahap seleksi system adalah merupakan tahap untuk memilih perangkat keras dan perangkat lunak untuk system informasi. Pekerjaan ini tidak mudah dan memerlukan pengetahuan yang cukup tinggi tentang pengetahuan perangkat keras dan perangkat lunak system computer. 2. PENYEDIA TEKNOLOGI. Penyedia teknologi perangkat keras dan perangkat lunak adalah: a. Pabrik Perangkat Keras b. Perusahaan Perangkat lunak. c. OEM ( Original Equipment Manufaktur) Adalah penjual yang membeli dari perusahaan lain dengan volueme besar kemudian menambah nilai gunanya dan menjual kembali secara eceran. d. Rumah Sistem ( System House). Perusahaan yang bertindak sebagi taylor, untuk menerima pesanan. e. Konsultan. Merupakan seorang yang mempunyai keahlian khusu dibidangnya ( baik hardware maupun software) f. Kontraktor Program Mandiri Merupaka orang yang akan menuliskan program computer sesuai dengan pesanan. g. Biro Jasa Perusahaan jasa yang menyediakan jasa pengolahan data untuk beberapa perusahaan langganan. h. Dealer Maerpakan penyedia jasa dan produk yang biasanya hanya menawarkan satu macam merk saja. i. Toko Komputer. Biasanya menyediakan produk mikro dan mini saja.

Analisa dan Desain Sistem Informasi ( by. Mulyadi, S.Kom : Januari 2008 )

3.

MEMBELI, MENYEWA ATAU SEWA BELI. Pertimbanagn membeli, meyewa atau sewa beli untuk mendapatkan perangkat keras dan perangkat lunak computer tergantung dari dana yang tersedia diperusahaan dan pertimbangan-pertimbanagn pajak. Jika membeli akan mengeluarkan dana banyak pada awal pertama kali, tetapi sdikit atu tidak akan dikeluarkan dana lagi untuk pembayaran berikutnya. Jika menyewa atau sewa beli akan dikelaurkan dana yang tidak terlalu besar pada awalnya, tetapi akan dikeluarkan dana untuk mengangsur pembayaran berikutnya. Dengan menyewa hak pemilikan barang masih tetap ada pada pihak pemilik barang, sedangkan sewa beli hak pemilikan barang akan menjadi hak penyewa pada akhir periode sewa. Jika membeli hak pemilikan barang menjadi hak pembeli dari awal mulanya.

4. LANGKAH-LANGKAH MENYELEKSI DAN MEMILIH SISTEM. Langkah-langkah dalam memilih teknologi yang digunakn dalam system informasi adalah sbb: a. Memilih Penyedia Teknologi. Kebutuhan teknologi system dapat dikelompokkan dalam empat katagori: Perangkat keras yang bersifat umum Perangkat keras yang spesifik untuk suatu aplikasi Perangkat lunak yang bersfat umum. Perangkat lunak yang spesifik untuk suatu aplikasi

Tidak semua peyedia produk daapt memenuhi kebutuhan tersebut makan dapat dipilih penyedia teknologi yang sesuai dengan kebutuhan. b. Meminta Proposal dari Penjual c. Menyaring Penjual d. Mengevaluasi penjual yang lolos saringan. Beberapa factor yang perlu dipertimbangkan dalam mengevaluasi perangkat keras yang ditawarkan. Ketahanan ( keandalan) Kecepatn prose

Analisa dan Desain Sistem Informasi ( by. Mulyadi, S.Kom : Januari 2008 )

Bentuk Harga Kompatibilitas Modularitas Pengendalian perangkat keras Skedul pengiriman Pendukung dan jaminan purna jual.

Beberapa factor yang perlu dipertimbangkan dalam mengevaluasi perangkat lunak yang ditawarkan: Kemudahan digunakan Modularitas dan kemudahan dimodifikasi Kecepatan proses Kelengkapan Pengendalian terprogram yang ada. Dukungan-dukungan : garansi, pelatihan, dokumentasi,backup, reputasi penjual, pengalaman penjual. e. Membuat kontrak. Hal-hal yang utama perlu dicantumkan dalam dokumen kontrak: Jaminan garansi kerja Kwajiban-kwajiban akibat putus kontrak Penalti jika terjadi kegagalan Cara pembayaran. Pengaturan-pengaturan lain: garanasi, pelatihan, implementasi, hak pemilikan perangkat lunak, hak menjual kepada pihak lain untuk perangkat lunak.penunjukkan pengadilan jika terjadi sengketa Penanggungan biaya perjalanan dan akomodasi.

Analisa dan Desain Sistem Informasi ( by. Mulyadi, S.Kom : Januari 2008 )

BAB.9 IMPLEMENTASI SISTEM 1. PENDAHULUAN Tahap implementasi system merupakan tahap meletakkan system supaya siap dioperasikan. Tahap implementasi system dapat terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut : a. Menerapkan Rencana Implementasi b. Melakuan Kegiatan Implementasi c. Tindak Lanjut Implementasi 2. MENERAPKAN RENCANA IMPLEMENTASI. Agar kegiatan implementasi dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan maka dibuat rencana impelentasi. Rencana Impelementasi terutama untuk mengatur biaya dan waktu yang dibutuhkan selama kegiatan implementasi. Rencana pembiayaan dituangkan dengan anggaran dan waktu yang diperlukan diatur dalam scedul waktu implementasi. 3. KEGIATAN IMPLEMENTASI Kegiatan implementasi dilakukan dengan dasar rencana, adapun kegiatan yang dapat dilakukan dalam tahap ini adalah: a. Pemilihan dan Pelatihan Personil. Personil-personil yang akan mengoperasikan system dipilih terlebih dahulu yang bisa dari 2 sumber, yaitu: Karyawan yang telah ada diperusahaan atau calon karyawan dari luar. Pemilihan karyawan dari dalam organisasi memiliki pertimbangan sebagai berikut: 1. Menstransfer karyawan yang ada keposisi yang baru umumnya lebih mudah dibandingkan dengan merekrut karyawan baru dari luar.

Analisa dan Desain Sistem Informasi ( by. Mulyadi, S.Kom : Januari 2008 )

2. Karyawan yang ada biasanya sudah atau lebih memahami operasi dari perusahaan, sedang karyawan yang baru masih membutuhkan waktu yang lama untuk mempelajarai cara-cara perusahaan beroperasi. 3. Moral karyawan akan lebih meningkat untuk posisi baru yang lebih baik, khususnya jika menduduki posisi disistem yang baru. Adapun personil-personil yang dibutuhkan dapat dikelompokkan dalam 4 (empat) bagian tugas yaitu: a. Tugas-tugas input-output data. b. Tugas-tugas operasi c. Tugas-tugas pemrograman d. Tugas-tugas analisis system. Pelatihan Karyawan: Untuk karyawan dalam posisi baru harus dilatih biar terbiasa dan memahami pekerjaan yang akan dijalankannya, adapun pendekatan untuk pelatihan dan pendidikan bisa dengan menggunakan metode, sebagai berikut: Ceramah / Seminar Pelatihan Persedural Pelatihan Tutorial Simulasi Latihan langsung di pekerjaan.

Dan semua diatur dengan scedul pelatihan dan pendidikan. b. Pemilihan tempat dan instalasi perangkat keras dan perangkat lunak. Tempat untuk perangkat komputer perlu dipersiapkan dengan segala system pengamanannya dan juga perangkat lunaknya. c. Pemrograman dan pengetesan program Pemrograman merupakan kegiatan menulis kode yang akan dieksekusi oleh komputer dan harus berdasarkan dokumentasi yang didesain oleh analis system dalam rangcangan pengembangan system. Dan setelah program jadi diperlukan pengetesan program agar program benar-benar valid dalam operasinya.

Analisa dan Desain Sistem Informasi ( by. Mulyadi, S.Kom : Januari 2008 )

d. Pengetesan system. Pengetesan system dilakukan untuk melihat kekompakan antar kompoenen system yang akan diimplementasikan. Tujaun pengetesan system ini adalah untuk memastikan semua kompoenen telah berfungsi sesuai dengan yang diharpkan. e. Konversi Sistem. Proses konversi system merupakan proses untuk menggantikan system yang lama dengan system yang baru hasil desain system. Terdapat beberapa pendekatan dalam konversi system yaitu: 1. Konversi langsung. Pendekatan langsung dilakukan mengganti system yang lama langsung dengan system yang baru. 2. Konversi Paralel. Pendekatan parallel dilakukan dengan mengoperasikan system yang baru bersama-sam dengan system lama selama suatu periode waktu tertentu, setelah system baru dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan system lama dihentikan. 3. Konversi percontohan. Pendekatan ini biasanya dilakukan bila beberapa system yang sejenis akan diterapkan pada beberapa area yang terpisah. Konversi ini dilakukan pada sebuah unit jika system sukses maka baru diterapkan pada unit-unit yang lain. 4. Konversi bertahap. Pendekatan ini dilakukan dengan menerapkan masing-masing modul system yang berbeda dan urut. Tiap-tiap modul dioperasikan terlebih dahulu dan jika sukses maka disusul oleh modul yang lain. Tahap konversi system dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. 2. Konversi Dokumen Dasar Konversi File. Konversi dari file system lama menuju file elektronis system baru dan dapat dilakukan sebagai berikut:

Analisa dan Desain Sistem Informasi ( by. Mulyadi, S.Kom : Januari 2008 )

Konversi dari file computer lama kefile computer yang baru. Konversi dari data dicatatan manual ke file computer.

3. Mengoperasikan system. 4. TINDAK LANJUT IMPLEMENTASI Disini seorang analis system perlu melakukan tindak lanjut dengan menggunakan dengan data yang sebenarnya dalam system, setelah semua operasikan dan hasil rancangan diserahkan sepenuhnya kepada user. maka system di

---------Selesai----------

Analisa dan Desain Sistem Informasi ( by. Mulyadi, S.Kom : Januari 2008 )