Anda di halaman 1dari 2

Subhanallah, Anda melihat ibu anda sekarang berada di depan anda, Ternyata tangan itu adalah tangan ibu

anda yang sedang memanggil engkau, Sekarang anda lihat sosok ibumu itu yang setiap hari anda marahi dan hardik itu berada di depanmu, anda lihat wajahnya yang sudah semakin tua karena memikirkan kemaksiatan yang kita lakukan, anda lihat wajahnya yang semakin tua yang memikirkan anaknya yag nakal dan tidak pernah menurut dengannya, Anda lihat kerut wajahnya yang sudah semakin tua karna sekarang mungkin beliau sedang sakit tapi tidak dia ceritakan kepadamu karna takut mengganggu pelajaranmu, anda lihat wajahnya yang semakin tua dan rambutnya semakin putih karna mungkin dia menderita penyakit kronis yang dia tidak ceritakan kepadamu karna dia takut mengganggu pelajaranmu, kemudian ibumu tersenyum kepadamu, senyum yag sangat indah, kemudian ibumu mengecup keningmu, sebagaimana ketika dia kecup keningmu saat kau sakit pada saat kecil dulu, kemudian ibumu mengusap kepalamu sebagaimana dia mengusap ketika dia menghiburmu saat kau sedih waktu TK dan SD dulu, kemudian ibumu itu memelukmu dan engkau merasakan energi cinta dan keikhlasan ibumu mengalir pada dirimu malam ini, kemudian ibumu mengecup keningmu dan pipi sebelah kanan dan kirimu, sebagaimana yang biasa dia lakukan ketika dia mengantar engkau ke TK waktu engkau kecil dulu, kemudian ibumu membisikan di telingamu, wahai anaku yang ibu cintai, maafkan ibu mengganggumu di pantai yang indah ini, maafkan kesalahan ibu selama ini ya nak ? kalau ibu senantiasa menyuruhmu untuk sholat 5 waktu, kalau ibu senantiasa menyurumu belajar dan mematikan televisi, kalau ibu

senantiasa ayahmu

menyuruhmu

untuk

berbakti

kepada

ibu

dan