Anda di halaman 1dari 11

BUKU PENILAIAN DOKTER MUDA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

DEPARTEMEN ILMU KEDOKTERAN FORENSIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA

IDENTITAS PEMILIK 1

Nama No. Mahasiswa Angkatan tahun

: : :

.................................................................................................................. ................................................................................................................. .................................................................................................................. ................................................................................................................. ................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. LULUS / TIDAK LULUS

Masuk Pendidikan Klinik : Tanggal Ujian Nama Penguji : 1. 2. 3. Nilai Akhir Hasil Akhir : :

Dosen Penguji Ilmu Kedokteran Forensik FK UII

(......................................................)

PENILAIAN DOKTER MUDA 2

I.

Pendahuluan

Istilah assessment berasal dari bahasa Latin ad sedere, yang berarti duduk bersebelahan dengan seseorang. Sehingga implikasi dari pengertian tersebut adalah salah satu fokus assessment yang seharusnya ditujukan untuk menyediakan panduan (guidance) dan umpan balik (feedback) kepada peserta didik. Penilaian (assessment) merupakan komponen yang esensial dalam pendidikan. Penilaian hasil belajar harus didasarkan pada pencapaian kompetensi sesuai dengan Standar Kompetensi Dokter. Pencapaian kompetensi dinilai dengan menggunakan Penilaian Acuan Patokan (Criterion-referenced). Kriteria kelulusan merupakan hasil pencapaian kompetensi dan penilaian proses pendidikan (akademik dan non-akademik) dan penilaian hasil belajar harus memenuhi asas validitas, reliabilitas, kelayakan dan mendorong proses belajar. Tujuan utama dari penilaian ini adalah memberikan informasi tentang kemajuan yang dicapai dari proses pembelajaran yang dikerjakan dan posisi peserta didik di dalam kelompoknya. Dengan mempertimbangkan seluruh faktor, penilaian harus dilakukan secara objektif sehingga dapat mencerminkan kemajuan yang diperoleh, dan perbaikan-perbaikan yang diperlukan. II. Definisi

Secara luas penilaian didefinisikan sebagai suatu proses untuk mendapatkan informasi yang akan digunakan untuk memberikan feedback kepada mahasiswa ataupun membuat suatu keputusan yang berkaitan dengan mahasiswa, kurikulum dan kebijakan pendidikan. berikut: 1. 2. 3. 4. Beberapa prinsip dasar yang mesti diperhatikan dalam mengembangkan penilaian adalah sebagai

Penilaian harus kongruen dengan tujuan pendidikan, yaitu kompetensi yang akan diukur. Sistem penilaian harus komprehensif. Penilaian harus merupakan proses yang berkesinambungan. Penilaian harus mencakup baik tujuan formatif maupun sumatif.

Setiap metode yang digunakan dalam proses penilaian seharusnya memenuhi prinsip umum suatu test, yaitu, valid, reliabel dan feasibel untuk dilakukan. Adalah suatu hal yang sangat penting dan perlu diperhatikan dalam mendesain suatu bentuk penilaian, yaitu memberikan pengaruh positif terhadap proses belajar mahasiswa, dalam arti penilaian tersebut akan mempengaruhi dokter muda untuk mempelajari atau menguasai kompetensi belajar yang telah ditetapkan. III. Tujuan penilaian

Keseluruhan penilaian dalam pendidikan klinik bertujuan untuk memastikan bahwa dokter muda sudah mempunyai kompetensi yang telah ditetapkan sebagai seorang dokter umum dan siap melaksanakan kewajibannya di masyarakat. Penilaian dalam pendidikan klinik dilaksanakan tiap departemen.

IV. 1.

Beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan proses penilaian Materi apa yang akan dinilai pada para dokter muda?

Yang dinilai pada para dokter muda adalah kompetensi yang harus dikuasai oleh dokter muda setelah menyelesaikan stase di suatu departemen. 2. Siapa yang berhak menguji dan memberikan penilaian kepada para dokter muda?

Yang berhak menguji dan memberikan penilaian adalah dokter spesialis (pembimbing) di rumah sakit dan dokter penguji dari FK UII yang ditugaskan. Penilaian yang diberikan dengan mempertimbangkan masukan dari pihak lain yang terkait di departemen masing-masing di rumah sakit. 3. Kapan penilaian dilakukan?

Penilaian dilakukan selama proses pendidikan klinik berlangsung di suatu departemen dan juga di akhir stase suatu departemen bersama-sama antara penguji dari rumah sakit dan dari FK UII. 4. Bagaimana penilaian dilakukan?

Keseluruhan penilaian dalam pendidikan klinik ditujukan untuk memastikan bahwa dokter muda telah memiliki kompetensi yang ditetapkan sebagai seorang dokter umum. Ujian dalam pendidikan klinik terdiri dari: 1. 2. 3. Ujian Departemen (departmental Assessment) Ujian Komprehensif (ujian terintegrasi diakhir keseluruhan pendidikan klinik) Ujian Longitudinal (ujian yang dilaksanakan dari tahun pertama dokter muda di Fakultas Kedokteran sampai akhir pendidikan klinik)

Standard kelulusan setiap komponen yaitu berupa penilaian penanganan kasus berdasarkan Level of Competence mempunyai patokan penilaian berdasarkan ketentuan yaitu jika dokter muda: (1) (2) (3) (4) Mempunyai tingkat penguasaan materi dan ketrampilan 91-100% terhadap pertanyaan dan tugas yang diberikan, maka dokter muda mendapatkan nilai 10 (sangat istimewa) Mempunyai tingkat penguasaan materi dan ketrampilan 81-90% terhadap pertanyaan dan tugas yang diberikan, maka dokter muda mendapatkan nilai 9 (istimewa) Mempunyai tingkat penguasaan materi dan ketrampilan 71-80% terhadap pertanyaan dan tugas yang diberikan, maka dokter muda mendapatkan nilai 8 (bagus) Mempunyai tingkat penguasaan materi dan ketrampilan <70% terhadap pertanyaan dan tugas yang diberikan, maka dokter muda mendapatkan nilai 7 (tidak lulus).

Bentuk nilai akhir dari bagian: 10 9,0 9,9 8,0 8,9 <8 : : : : Sangat istimewa, disetarakan dengan A (IP = 4) Istimewa, disetarakan dengan A/B (IP = 3,75) Bagus, disetarakan dengan B (IP = 3,25) Tidak lulus, disetarakan dengan < B (IP < 3)

LEMBAR EVALUASI KOMPETENSI ILMU KEDOKTERAN FORENSIK Nilai kondite selama stase di Departemen Ilmu Kedokteran Forensik

Minggu I II Jumlah

Nilai Kondite

Nilai Kondite

= =

Jumlah Nilai 2 .....................

Penjelasan penilaian kondite Nilai diberikan tiap akhir minggu stase Kondite dinilai oleh dokter penanggung jawab tempat tugas berdasar sikap Dokter Muda selama stase tempat tersebut dan meliputi 5 aspek yaitu; (1) Disiplin (absensi) (2) Inisiatif (3) Kejujuran (4) Tanggungjawab (5) Kerjasama Nilai masing-masing komponen antara 0 - 3 (sehingga skor total minimal 0 dan maksimal 15) kemudian hasil yang didapat dibagi 1,5 kemudian hasilnya dikalikan dengan faktor 10, sehingga interpretasi nilainya adalah tidak memuaskan (<80) dan memuaskan (80). Setiap dokter muda harus lulus untuk setiap komponen penilaian diatas, bila satu komponen tidak lulus bisa diberikan penugasan setara atau pengulangan yang ditentukan berdasarkan koordinasi antara Bagian Pendidikan Klinik FK UII dengan Pembimbing di RS Pendidikan.

Setiap dokter muda harus lulus dalam penilaian kondite, dan jika tidak lulus maka tidak diperbolehkan untuk mengikuti ujian akhir dan harus mengulang seluruh putaran pada departemen tersebut.

A. Lembar Penilaian Pengelolaan Kasus Berdasar Level of Competence

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

Tanggal

Kasus yang ditangani

LoC (1/2/3/4)

Nilai

Jumlah Nilai Nilai Pengelolaan Kasus (A) = = Penjelasan nilai: 92,1 100 86,1 92,0 80,0 86,0 < 80 : : : : Sangat istimewa Istimewa Bagus Tidak lulus Jumlah Nilai x 10 Jumlah Kasus .............................

............

................................................, .............. Dokter Pembimbing Rumah Sakit

(.....................................................)

B. Lembar Penilaian Kompetensi Ketrampilan Pemeriksaan Forensik

No A 1 2 3 4 B 5 6 7 8 9 10 11 C 12 13 14 15

Kompetensi Ketrampilan Penguasaan Dokumen Forensik Hak dan kewajiban dokter Hak dan kewajiban pasien penunjang Informed Consent Laporan Medis (Visum et Repertum klinik dan kasus mati) Pemeriksaan dokter dalam proses penegakan hukum Pemeriksaan di Tempat Kejadian Perkara Pemeriksaan korban kasus hidup (Visum et Repertum klinik) dan kasus mati Eksumasi Saksi ahli Identifikasi korban tak dikenal Identifikasi sisa-sisa tubuh manusia / kerangka Uji kebapakan (paternity test) Pemeriksaan laboratorium penunjang Pemeriksaan laboratorium penunjang patologi anatomi Pemeriksaan laboratorium penunjang toksikologi Pemilihan sampel untuk pemeriksaan patologi anatomi / toksikologi Interpretasi hasil pemeriksaan Jumlah

Target LoC 4 4 4 3 3 3 3 2 3 2 2 2 2 4 3

Nilai

..........

Nilai Ketrampilan pemeriksaan forensik (B)

= =

Jumlah Nilai x 10 15 ................................

Penjelasan nilai: 92,1 100 86,1 92,0 80,0 86,0 < 80 : : : : Sangat istimewa Istimewa Bagus Tidak lulus ................................................, .............. Dokter Pembimbing Rumah Sakit

(.....................................................)

NILAI AKHIR LOG BOOK (Catatan Kegiatan Harian)

Nilai akhir seluruh kegiatan harian (log book) merupakan penjumlahan dari seluruh komponen penilaian, yaitu: A. B. Nilai Pengelolaan Kasus Nilai Ketrampilan pemeriksaan forensik = = A + B 2 .............

Sehingga Nilai LOG BOOK adalah (L)

Penjelasan nilai: 92,1 100 86,1 92,0 80,0 86,0 < 80 : : : : Sangat istimewa Istimewa Bagus Tidak lulus

................................................, .............. Dokter Pembimbing Rumah Sakit

(.....................................................)

NILAI UJIAN AKHIR

PENGUJI

NILAI

TANDA TANGAN

Sehingga nilai ujian akhir (S) Penjelasan nilai: 92,1 100 86,1 92,0 80,0 86,0 < 80 : : : :

........................

Sangat istimewa Istimewa Bagus Tidak lulus ................................................, .............. Dokter Penguji

(.....................................................)

10

NILAI AKHIR STASE ILMU KEDOKTERAN FORENSIK

Nilai Akhir Dokter Muda Stase di Departemen Ilmu Kedokteran Forensik FK UII adalah:

NILAI AKHIR

= =

4L + 6S 10 ................

Penjelasan nilai: 92,1 100 86,1 92,0 80,0 86,0 < 80 : : : : Sangat istimewa, disetarakan dengan A (IP = 4) Istimewa, disetarakan dengan A/B (IP = 3, 5) Bagus, disetarakan dengan B (IP = 3) Tidak lulus

Yogyakarta, ................................................ Dosen Penguji / penilai Ilmu Kedokteran Forensik FK UII

(.......................................................)

11