Anda di halaman 1dari 7

Laporan

Uji Fungsi Ginjal


Untuk memenuhi tugas Anatomi dan Fisiologi

Disusun oleh : 1. Meilina Murdiyani 2. Mia Tri Adhani 3. Normalasari Dwinugraheni 4. Nurul Dian Rahmalia Ikawati 5. Putri Aprilia Rianti 6. Putri Pamungkassari 7. Ratna Dewi Puspita Sari 8. Rifaldi Zulkarnaen NIM P07120112065 NIM P07120112066 NIM P07120112067 NIM P07120112068 NIM P07120112070 NIM P07120112071 NIM P07120112072 NIM P07120112073

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES YOGYAKARTA JURUSAN KEPERAWATAN 2012

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi manusia. Semua akan menjadi masalah apabila kesehatan seseorang mulai terganggu. Gangguan kesehatan dapat menghambat semua aktivitas manusia. Oleh sebab itu, penting bagi seseorang untuk menjaga kesehatan. Bukan hanya satu organ tubuh saja yang perlu dijaga, tetapi semua organ tubuh. Dalam kehidupan sehari-hari kita pasti sering mendengar istilah urine. Bukan hanya mendengar namun kita selalu menemui dan melakukan pembuangan urine atau metabolisme tubuh melalui urine yang biasa kita sebut buang air kecil ( BAK ). Buang air kecil merupakan suatu hal yang normal namun dapat juga menjadi tidak normal apabila urine yang kita keluarkan tidak seperti biasanya. Mengalami perubahan warna misalnya. Atau merasakan nyeri saat melakukan proses buang air kecil. Dari contoh tersebut tentu saja ada penyebab mengapa hal itu dapat terjadi. Jika hal itu terjadi, maka yang perlu kita lakukan adalah dengan cara melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan pada urine dapat menentukan penyakit apa yang sedang diderita oleh seeorang. Oleh sebab itu dalam laporan ini kami akan membahas bagaimana proses pemeriksaan urine, alat-alat yang digunakan dan apa saja kegunaan urine dalam menentukan diagnosa suatu penyakit.

B. TUJUAN
1. Untuk mengetahui, mempelajari dan memahami bagaimanakah seluk beluk dari urine dan hasil pemeriksaannya . 2. Melakukan tes untuk menunjukkan hasil metabolisme normal di dalam urine.

C. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan urine ? 2. Apa fungsi urine ? 3. Mengapa urine berwarna-warni ? 4. Bagaiman fisiologi ginjal ? 5. Bagaimana pemeriksaan urine ?

PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
Urine atau air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Eksreksi urin diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostasis cairan tubuh. Urine disaring di dalam ginjal, dibawa melalui ureter menuju kandung kemih, akhirnya dibuang keluar tubuh melalui uretra.

B. FUNGSI
Fungsi utama urine adalah untuk membuang zat sisa seperti racun atau obat-obatan dari dalam tubuh. Anggapan umum menganggap urine sebagai zat yang kotor. Hal ini berkaitan dengan kemungkinan urine tersebut berasal dari ginjal atau saluran kencing yang terinfeksi, sehingga urinnya pun akan mengandung bakteri. Namun jika urine berasal dari ginjal dan saluran kencing yang sehat, secara medis urine sebenarnya cukup steril dan hampir tidak berbau ketika keluar dari tubuh. Hanya saja, beberapa saat setelah meninggalkan tubuh,bakteri akan mengkontaminasi urine dan mengubah zat-zat di dalam urine dan menghasilkan bau yang khas, terutama bau amonia yang dihasilkan dari urea. Urine dapat menjadi penunjuk dehidrasi. Orang yang tidak menderita dehidrasi akan mengeluarkan urine yang bening seperti air. Penderita dehidrasi akan mengeluarkan urin berwarna kuning pekat atau cokelat.

C. VOLUME URINE
Banyak sekali faktor yang mempengaruhi volume urine seperti umur, berat badan, jenis kelamin, makanan dan minuman, suhu badan, iklim dan aktivitas orang yang bersangkutan. Rata-rata di daerah tropik volume urine dalam 24 jam antara 800-1300 ml untuk orang dewasa. Bila didapatkan volume urine selama 24 jam lebih dari 2000 ml maka keadaan itu disebut poliuri. Poliuri ini mungkin terjadi pada keadaan fisiologi seperti pemasukan cairan yang berlebihan, nervositas maupun minuman yang mempunyai efek diuretika. Selain itu poliuri dapat pula disebabkan oleh perubahan patologi seperti diabetes mellitus, diabetes insipidus, hipertensi maupun pengeluaran cairan dari edema. Bila volume urin selama 24 jam 300-750 ml maka keadaan ini dikatakan oliguri.

Keadaan ini mungkin didapat pada diarrhea, muntah -muntah, deman edema atau nefritis menahun. Anuri adalah suatu keadaan dimana jumlah urine selama 24 jam kurang dari 300 ml. Hal ini mungkin dijumpai pada shock dan kegagalan ginjal. Jumlah urine siang 12 jam dalam keadaan normal 2 sampai 4 kali lebih banyak dari urine malam 12 jam. Bila perbandingan tersebut terbalik disebut nokturia, seperti didapat pada diabetes mellitus.

D.

WARNA URINE Pemeriksaan terhadap warna urine mempunyai makna karena kadang-kadang dapat menunjukkan kelainan klinik. Warna urine dinyatakan dengan tidak berwarna, kuning muda, kuning, kuning tua, kuning bercampur merah, merah, coklat, hijau, putih susu dan sebagainya. Warna urine dipengaruhi oleh kepekatan urine, obat yang dimakan maupun makanan. Pada umumnya warna ditentukan oleh kepekatan urine, makin banyak diuresa makin muda warna urine itu. Warna normal urine berkisar antara kuning muda dan kuning tua yang disebabkan oleh beberapa macam zat warna seperti urochrom, urobilin dan porphyrin. Bila didapatkan perubahan warna mungkin disebabkan oleh zat warna yang normal ada dalam jumlah besar, seperti urobilin menyebabkan warna coklat. Disamping itu perlu dipertimbangkan kemungkinan adanya zat warna abnormal, seperti hemoglobin yang menyebabkan warna merah dan bilirubin yang menyebabkan warna coklat. Warna urine yang dapat disebabkan oleh jenis makanan atau obat yang diberikan kepada orang sakit seperti obat dirivat fenol yang memberikan warna coklat kehitaman pada urine. Kejernihan dinyatakan dengan salah satu pendapat seperti jernih, agak keruh, keruh atau sangat keruh. Biasanya urine segar pada orang normal jernih. Kekeruhan ringan disebut nubecula yang terdiri dari lendir, sel epitel dan leukosit yang lambat laun mengendap. Dapat pula disebabkan oleh urat amorf, fosfat amorf yang mengendap dan bakteri dari botol penampung. Urine yang telah keruh pada waktu dikeluarkan dapat disebabkan oleh chilus, bakteri, sedimen seperti epitel, leukosit dan eritrosit dalam jumlah banyak.

E. BERAT JENIS URINE


Pemeriksaan berat jenis urine dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu dengan memakai falling drop, gravimetri, menggunakan pikno meter, refraktometer dan reagens 'pita'. Berat jenis urine sewaktu pada orang normal antara 1,003-1,030. Berat jenis urine herhubungan erat dengan diuresa, makin besar diuresa makin rendah berat jenisnya dan

sebaliknya. Makin pekat urine makin tinggi berat jenisnya. Urine sewaktu yang mempunyai berat jenis 1,020 atau lebih, menunjukkan bahwa pemekat ginjal baik. Keadaan ini dapat dijumpai pada penderita dengan demam dan dehidrasi. Sedangkan berat jenis urine kurang dari 1,009 dapat disebabkan oleh intake cairan yang berlebihan, hipotermi, alkalosis dan kegagalan ginjal yang menahun.

F. BAU URINE
Untuk menilai bau urine dipakai urine segar, yang perlu diperhatikan adalah bau yang abnormal. Bau urin normal disebabkan oleh asam organik yang mudah menguap. Bau yang berlainan dapat disebabkan oleh makanan seperti jengkol, petai, obat-obatan seperti mentol, bau buah-buahan seperti pada ketonuria. Bau amoniak disebabkan perombakan ureum oleh bakteri dan biasanya terjadi pada urine yang dibiarkan tanpa pengawet. Adanya urine yang berbau busuk dari semula dapat berasal dari perombakan protein dalam saluran kemih umpamanya pada karsinoma saluran kemih.

G. PH URINE
Penetapan pH diperlukan pada gangguan keseimbangan asam basa, kerena dapat memberi kesan tentang keadaan dalam badan. pH urine normal berkisar antar 4,5-8,0. Selain itu penetapan pH pada infeksi saluran kemih dapat memberi petunjuk ke arah etiologi. Pada infeksi oleh Escherichia coli biasanya urine bereaksi asam, sedangkan pada infeksi dengan kuman Proteus yang dapat merombak ureum menjadi atnoniak akan menyebabkan urin bersifat basa. Dalam pengobatan batu karbonat atau kalsium fosfat urine dipertahankan asam, sedangkan untuk mencegah terbentuknya batu urat atau oksalat pH urine sebaiknya dipertahankan basa.

H. FISIOLOGI GINJAL
Untuk menghasilkan urine, nefron dan duktus kolektivus melakukan tiga proses, yaitu : 1. Filtrasi glomerulus Tahap pertama produksi urine adalah filtrasi glomerulus. Air dan larutannya dalam plasma darah bergerak melalui dinding kapiler glomerulus ke dalam kapsul glomerulus kemudian masuk ke tubulus renal. 2. Reabsorbsi tubulus

Ketika cairan yang difiltrasi mengalir sepanjang tubulus renaldan melalui duktus kolektivus, sel-sel tubulus merebsorbsi kira-kira 99% air yang difiltrasi dan berbagai larutan yang berguna. 3. Sekresi tubulus Ketika cairan mengalir sepanjang tubulus dan melalui duktus kolektivus, sel-sel tubulus dan duktus mensekresi bahan-bahan lain seperti bahan buangan, obat-obat, dan ion-ion yang berlebihan ke dalam cairan. Perhatikan bahwa sekresi tubulus mengambil substansi dari darah. Dalam hal sekresi misalnya sekresi hormone, sel-sel melepaskan substansi ke dalam cairan interstasel dan darah.

I.

Alat dan Bahan


1. Urine 2. Urinometer 3. Gelas ukur 4. Tempat sample urine

J.

Cara Kerja
Minum air tawar Naracoba berpuasa selama 12 jam sebelum percobaan dilakukan (diminta makan terakhir jam 24.00). Jika ingin buang air kecil (miksi), selama puasa diijinkan miksi seperti biasa. Pada jam 12.00 (hari percobaan), naracoba mengosongkan vesica urinaria dan urine dibuang. Jam 13.00 naracoba mengosongkan vesica urinaria dan urine di tampung sebagai sampel 1. Setelah itu naracoba menghabiskan 1200 ml air tawar hangat dalam waktu 30 menit, kemudian melanjutkan puasanya. Setiap setengah jam setelah itu (jam 13.30, 14.00, 14.30, 15.00, 15.30, 16.00) vesica urinaria dikosongkan dan urine ditampung sebagai sampel 2, 3, 4, 5, 6, dan 7. Setelah urine untuk sample 7 ditampung, naracoba diijinkan berbuka. Percobaan : a. Tentukan volume dan BD masing-masing sampel. b. Buat grafik dengan waktu (dalam menit) sebagai absis serta volume (dalam ml) dan BD sampel urine sebagai ordinal

LEMBAR OBSERVASI
Uji Fungsi Ginjal
Tanggal : 17 Desember 2012 SEM 1 Kelompok : 4

A. Subyek
Nama Umur Jenis Kelamin Berat Badan Tinggi Badan : Rifaldi Zulkarnaen : 18 tahun : Laki-laki : :

B. Data yang diperoleh