Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA JUDUL MAKALAH SIKAP SALING MENGHORMATI DALAM KEYAKINAN BERAGAMA Dosen : SRIYATUL,S.Pd.

Disusun Oleh kelompok 4 : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Rahma Wati.A (032401SO13080) Redita Prameswary (032401SO13083) RivkaMeidina Puteri (032401SO13088) Siti Ramona Fitri Yani (032401SO13102) Sri Wigi Astuti (032401SO13104) Syaidatul Aminah (032401SO13106) Yunita Kamariah (032401SO13109)

AKADEMI KEBIDANAN MARTAPURA YAYASAN KORPRI BANJAR TAHUN 2013

KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt. karena atas rahmat dan petunjuknya, kami dapat menyelesaikan penulisan makalah Pendidikan Agama ini. Makalah ini kami tulis berdasarkan materi Pendidikan Agama yang berjudul Sikap saling menghormati dalam keyakinan beragama . Makalah ini adalah salah satu media untuk kita dapat memahami tentang sikap saling menghormati dalam keyakinan beragama. Namun demikian, kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu segala kerendahan hati, kritik dan saran dari berbagai pihak kami harapkan demi penyempurnaan makalah berikutnya.

Martapura, September 2013

DAFTAR ISI

Kata Pengantar.... Daftar Isi ..... BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang..... B. Tujuan Makalah .. BAB II PEMBAHASAN Sikap Saling Menghormati dalam Keyakinan beragama A. Sikap Toleransi Dalam Kehidupan Beragama B. Menghormati dan Memelihara Hak dan Kewajiban Antar Umat Beragama. C. Cara Menjaga Kerukunan Hidup antar Umat Beragama. D. Kerukunan dari Sudut Pandang ... BAB III PENUTUP 1. Kesimpulan.. 2. Saran Daftar Pustaka

i ii

1 1

2 3 5 6

8 9

ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Manusia adalah makhluk indiviudu sekaligus sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial tentunya manusia dituntut untuk mampu berinteraksi dengan individu lain dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Dalam menjalani kehidupan sosial dalam masyarakat, seorang individu akan dihadapkan dengan kelompok-kelompok yang berbeda warna dengannya, salah satunya adalah perbedaan agama. Dalam menjalani kehidupan sosialnya tidak bisa dipungkiri akan ada gesekan-gesekan yang akan dapat terjadi antar kelompok masyarakat, baik yang berkaitan dengan rasa maupun agama. Dalam rangka menjaga keutuhan dan persatuan dalam masyarakat maka diperlukan sikap saling menghormati dan saling menghargai, sehingga gesekan-gesekan yang dapat menimbulkan pertikaian dapat dihindari. Masyarakat juga dituntut untuk saling menjaga hak dan kewajiban diantara mereka antara yang satu dengan yang lainnya. Dalam pembukaaan UUD 1945 pasal 29 ayat 2 disebutkan bahwa Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masingmasing dan untuk beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Olehnya itu kita sebagai warga Negara sudah sepatutnya menjunjung tinggi sikap saling toleransi antar umat beragama dan saling menghormati antar hak dan kewajiban yang ada diantara kita demi keutuhan Negara. B. Tujuan Penulisan Makalah Tujuan dibuatnya makalah ini adalah : 1. Agar kita mengetahui bagaimana cara saling menghormati dalam keyakinan beragama. 2. Mengetahui bagaimana cara hidup rukun dengan berbeda-beda Agama dalam satu Negara. 3. Mengetahui apa yang dimaksud dan bagaimana Toleransi. 1

BAB II PEMBAHASAN Sikap Saling Menghormati dalam Keyakinan Beragama sikap adalah perilaku seseorang atau dapat diartikan sebagai penampilan dari tingkah laku seseorang yang cenderung ke arah penilaian dari masyarakat berdasarkan norma yang berlaku di masyarakat tersebut. Menghormati adalah sikap saling menghargai dengan orang lain. Keyakinan adalah kepercayaan. Beragama adalah menganut atau memeluk Agama. Sikap Saling Menghormati dalam Keyakinan beragama, didasari dengan: A. Sikap Toleransi Dalam Kehidupan Beragama Sebagai makhluk sosial manusia tentunya harus hidup dalam sebuah masyarakat yang kompleks akan nilai karena terdiri dari berbagai macam suku dan agama. Untuk menjaga persatuan antar umat beragama maka diperlukan sikap toleransi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sikap memiliki arti perbuatan yang berdasarkan pada pendirian, dan atau keyakinan sedangkan toleransi berasal dari bahasa Latin yaitu tolerare artinya menahan diri, bersikap sabar,membiarkan orang berpendapat lain, dan berhati lapang terhadap orang-orang yang memiliki pendapat berbeda (W.J.S Poerwodarminto; wartawarga.gunadarma.ac.id/). Menurut Yosef Lalu (2010) Toleransi sendiri terbagi atas tiga yaitu: a. Negatif Isi ajaran dan penganutnya tidak dihargai. Isi ajaran dan penganutnya hanya dibiarkan saja karena menguntungkan dalam keadaan terpaksa.Contoh PKI atau orang-orang yang beraliran komunis di Indonesia pada zaman Indonesia baru merdeka. b. Positif Isi ajaran ditolak, tetapi penganutnya diterima serta dihargai.Contohnya seperti orang yang beragama Islam wajib hukumnya menolak ajaran agama lain didasari oleh keyakinan pada ajaran agamanya, tetapi penganutnya atau manusianya tetap kita hargai, begitu pula Agama lainnya. 2

c. Ekumenis Isi ajaran serta penganutnya dihargai, karena dalam ajaran mereka itu terdapat unsur-unsur kebenaran yang berguna untuk memperdalam pendirian dan kepercayaan sendiri.Contoh Anda dengan teman Anda sama-sama beragama Islam atau Kristen tetapi berbeda aliran atau pemahaman. Dalam kehidupan beragama sikap toleransi ini sangatlah dibutuhkan, karena dengan sikap toleransi ini kehidupan antar umat beragama dapat tetap berlangsung dengan tetap saling menghargai dan memelihara hak dan kewajiban masingmasing. Ada beberapa manfaat yang akan kita dapatkan dengan menanamkan sikap toleransi, manfaat tersebut adalah: 1. hidup bermasyarakat akan lebih tentram 2. persatuan, bangsa Indonesia, akan terwujud 3. pembangunan Negara akan lebih mudah\ B. Menghormati dan Memelihara Hak dan Kewajiban Antar Umat Beragama a. Pengertian Hak Dikutip dari http://madundun.wordpress.com/2010/02/21/pengertian-hak-dankewajiban/ hak dan kewajiban memiliki pengertian sebagai berikut Hak adalah sesuatu yang mutlak menjadi milik kita dan penggunaannya tergantung kepada kita sendiri. Contoh dari hak adalah: 1. Setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan hukum; 2. Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak; 3. Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan di dalam pemerintahan; 4. Setiap warga negara bebas untuk memilih, memeluk dan menjalankan agama dan kepercayaan masing-masing yang dipercayai; 5. Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran; 6. Setiap warga negara berhak mempertahankan wilayah negara kesatuan Indonesia atau nkri dari serangan musuh;dan 7. Setiap warga negara memiliki hak sama dalam kemerdekaan berserikat, berkumpul mengeluarkan pendapat secara lisan dan tulisan sesuai undangundang yang berlaku. 3

b. Pengertian Kewajiban Kewajiban adalah sesuatu yg dilakukan dengan tanggung jawab.Contoh dari kewajiban adalah: 1. Setiap warga negara memiliki kewajiban untuk berperan serta dalam membela, mempertahankan kedaulatan negara indonesia dari serangan musuh; 2. Setiap warga negara wajib membayar pajak dan retribusi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda); 3. Setiap warga negara wajib mentaati serta menjunjung tinggi dasar negara, hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali, serta dijalankan dengan sebaikbaiknya; 4. Setiap warga negara berkewajiban taat, tunduk dan patuh terhadap segala hukum yang berlaku di wilayah negara Indonesia;dan 5. Setiap warga negara wajib turut serta dalam pembangunan untuk membangun bangsa agar bangsa kita bisa berkembang dan maju ke arah yang lebih baik. Kewajiban merupakan hal yang harus dikerjakan atau dilaksanankan. Jika tidak dilaksanakan dapat mendatangkan sanksi bagi yang melanggarnya. Sedangkan hak adalah kekuasaan untuk melakukan sesuatu. Namun, kekuasaan tersebut dibatasi oleh undang-undang. Pembatasan ini harus dilakukan agar pelaksanaan hak seseorang tidak sampai melanggar hak orang lain. Jadi pelaksanaan hak dan kewajiban haruslah seimbang, artinya, kita tidak boleh terus menuntut hak tanpa memenuhi kewajiban. Indonesia adalah bangsa yang terdiri dari beragam suku dan agama, dengan adanya sikap toleransi dan sikap menjaga hak dan kewajiban antar umat beragama, diharapkan masalah-masalah yang berkaitan dengan sara tidak muncuk kepermukaan. Dalam kehidupan masyarakat sikap toleransi ini harus tetap dibina, jangan sampai bangsa Indonesia terpecah antara satu sama lain. Toleransi Hak dan kewajiban dalam umat beragama telah tertanam dalam nilainilai yang ada pada pancasila. Indonesia adalah Negara majemuk yang terdiri dari berbagai macam etnis dan agama, tanpa adanya sikap saling menghormati antara hak dan kewajiban maka akan dapat muncul berbagai macam gesekan-gesekan antar umat beragama.

Pemeluk agama mayoritas wajib menghargai ajaran dan keyakinan pemeluk agama lain, karena dalam UUD 1945 Pasal 29 ayat 2 dikatakan bahwa setiap warga diberi kemerdekaan atau kebebasan untuk memeluk agamanya masingmasing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya. Hal ini berarti kita tidak boleh memaksakan kehendak, terutama dalam hal kepercayaan, kepada penganut agama lain, termasuk mengejek ajaran dan cara peribadatan mereka. C. Cara Menjaga Kerukunan Hidup antar Umat Beragama Indonesia yang multikultural terutama dakam hal agama membuat Indonesia menjadi sangat rentang terhadap konflik antar umat beragama. Maka dari itu menjaga kerukunan antar umat beragama sangatlah penting. Dalam kaitannya untuk menjaga kehidupan antar umat beragama agar terjaga sekaligus tercipta kerukunan hidup antar umat beragama dalam masyarakat khususnya masyarakat Indonesia misalnya dengan cara sebagai berikut: 1. Menghilangkan perasaan curiga atau permusuhan terhadap pemeluk agama lain yaitu dengan cara mengubah rasa curiga dan benci menjadi rasa penasaran yang positf dan mau menghargai keyakinan orang lain. 2. Jangan menyalahkan agama seseorang apabila dia melakukan kesalahan tetapi salahkan orangnya. Misalnya dalam hal terorisme. 3. Biarkan umat lain melaksanakan ibadahnya jangan olok-olok mereka karena ini bagian dari sikap saling menghormati. 4. Hindari diskriminasi terhadap agama lain karena semua orang berhak mendapat fasilitas yang sama seperti pendidikan, lapangan pekerjaan dan sebagainya. Dengan memperhatikan cara menjaga kerukunan hidup antar umat beragama tersebut hendaknya kita sesama manusia haruslah saling tolong menolong dan kita harus bisa menerima bahwa perbedaan agama dengan orang lain adalah sebuah realitas dalam masyarakat yang multikultural agar kehidupan antar umat beragama bisa terwujud. Cara Membina Kerukunan Antar Umat Beragama, yaitu: a. Saling menghormati b. Bekerja sama 5

c. Menghindari Sikap Acuh Tak Acuh d. Tidak Menghina e. Memberikan Kebebasan Beragama f. Memberikan Kebebasan Beribadah

D. Kerukunan dari Sudut Pandang Kerukunan dari sudut pandang pancasila, UUD 1945, dan Pedoman pengahayatan dan pengamalan Pancasila a. Pancasila sebagai dasar negara, serta satu-satunya asas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara merupakan titik pijak yang kukuh dan mendasar dalam rangka pengembangan kerukunan. Butir-butir dari sila KetuhananYang Maha Esa dalam Pedoman pengahayatan dan pengamalan Pancasila antara lain : - Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. - Hormat menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup - Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah dengan agama dan kepercayaannya - Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaannya kepada orang lain b. UUD 1945 pasal 29 ayat 1 dan 2 Kerukunan Dari Sudut Pandang Negara Pancasila Kerukunan Dari Sudut Pandang Negara Pancasila antara lain : - Negara pancasila tidak mengenal negara agama - Negara Pancasila melindungi dan mengayomi semua agama - Negara Pancasila memberi tempat pada kebebasan beragama 6

- Negara Pancasila memberi ruang bagi Pembangunan Rumah-rumah Ibadah dan kegiatan Peribadatan - Negara Pancasila mendorong sikap respek terhadap agama melalui media cetak dan elektronik Kerukunan dari Sudut Pandang Bhineka Tunggal Ika Bhineka Tunggal Ika adalah suatu semboyan nasional yang berarti berbeda-beda, tapi tetap satu. Semboyan tersebut lahir sebagai refleksi atas realitas kemajemukan bangsa, sekaligus sebagai jawaban agar kemajemukan agama tidak memicu disintegrasi, tapi justru menjadi tiang-tiang penyangga bagi hadirnya suatu bangsa yang kukuh. Kerukunan dari Sudut Pandang Agama Hindu - Denganalan apapun manusia mendekati-Ku, semuanya Kuterima sama, manusia menuju jalan-Ku dari berbagai jalan. /Ye Yatha Mam Prapadyante,Tams Tathal Va Bhajamy Aham, Mama Vartma Nuvartante, Manusyah Partha Arvasah, (Bhagawadgita, IV.11) - Apapun bentuk kepercayaan yang ingin dipeluk oleh penganut Agama, Aku perlakukan kepercayaan mereka sama, supaya tetap teguh dan sejahtera/ Yo yo yam yam tanum bhaktah,sraddaya 'rcitum icchati, tasya-tasya calam sraddham, tam ewa widadhamyaham (BG.VII.21) Kerukunan dari Sudut Pandang Piagam Madinah Untuk menjamin kelangsungan masyarakat Madinah yang plural sekaligus mengatur hubungan kerukunan antaragama, Piagam Madinah meletakkan dasar-dasar yang melandasi kehidupan bersama-sama sebagai berikut : - Pertama, semua pemeluk Islam, meskipun berasal dari banyak suku, merupakan satu komunitas. - Kedua, hubungan antara sesama anggota komunitas Islam dan antar anggota komunitas Islam dengan anggota komunitas-komuntas lain didasarkan atas prinsip-prinsip bertetangga baik, saling membantu dalam menghadapi musuh bersama, membela mereka yang teraniaya, 7

saling menasehati dan menghormati kebebasan beragama (Munawir Sajali,1990:15). Pasca kemerdekaan bagi Mekah, Muhammad tetap mengakomodir perbedaan kepercayaan dan keyakinan asal tak berbuat onar, taat pada aturan yang telah ditetapkan dan bersedia membayar pajak mereka bisa hidup berdampingan dengan kaum Muslimin. Dalam pasal 25 Piagam Madinah disebutkan Bagi orang -orang Yahudi agama mereka dan bagi orang-orang Islam agama mereka. Pasal ini memberikan jaminan terhadap kebebesan beragama. QS Al Kafirun. Di antara wujud kebebasan beragama ini ialah beribadah menurut ajaran agamanya masing-masing. Juga dinyatakan pada pasal ini bahwa kaum Yahudi satu umat bersama kaum mukmin. Penyebutan demikian mengandung arti merujuk pada kesatuan berdasar agama, orang-orang yahudi merupakan satu komunitas yang pararel dengan komunitas kaum muslim. Komunitas Yahudi bebas melaksanakan agama mereka. Kondisi ini merupakan sikap toleransi Islam terhadap agama lain. (Sukarja,1995:21)

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan sikap adalah perilaku seseorang atau dapat diartikan sebagai penampilan dari tingkah laku seseorang yang cenderung ke arah penilaian dari masyarakat berdasarkan norma yang berlaku di masyarakat tersebut. Menghormati adalah sikap saling menghargai dengan orang lain. Keyakinan adalah kepercayaan. Beragama adalah menganut atau memeluk Agama. Jadi sikap saling menghormati dalam keyakinan beragama adalah prilakau seseorang yang menghargai kepercayaan orang kepada Agamanya masing-masing. Toleransi adalah sikap tenggang rasa yang berarti rukun dan tidak menyimpang dari aturan dimana seseorang harus saling menghargai dan saling menghormati. 8

Dan toleransi beragama sangat diperlukan pada kehidupan sehari-hari untuk menjalin hubungan yang harmonis, rukun dan sejahtera.

B. Saran Semoga dengan adanya kesadaran akan pentingnya toleransi dan saling menghormati dalam kehidupan beragama, diharapakan akan terjalin hubungan yang harmonis antar warga Negara yang pada akhirnya akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat dan percepatan pembangunan bagi negeri ini.

DAFTAR PUSTAKA

Lalu, Yosef. 2010. Makna Hidup Dalam Terang Iman Katolik. Yogyakarta : PENERBIT KANISIUS (Anggota IKAPI) http://id.wikipedia.org/wiki/Pancasila http://wartawarga.gunadarma.ac.id/ 2011/03/toleransi/).