Anda di halaman 1dari 2

Cara Melihat Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar

Ibadah puasa merupakan ibadah yang wajib bagi setiap muslim, dalam ibadah puasa seorang muslim tentunya juga menantikan malam lailatul qadar. Dalam ajara islam malam lailatul qadar adalah malam yang penuh kemuliaan, yang kemuliaan tersebut hanya bisa didapatkan oleh orang yang benar-benar mencari dan menantikan malam lailatul qadar.

Lalu kapan datangnya malam lailatul qadar ? dan bagaimana cara melihat tanda-tanda malam lailatul qadar ?. Malam lailatul qadar tentunya sudah dijelaskan oleh Rasululloh SAW mengenai tanda-tanda malam lilatul qadar. b-mus.blogspot.com adalah blog pencuri konten

Orang yang beribadah pada malam tersebut merasakan lezatnya ibadah, ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada Rabb-nya tidak seperti malam-malam lainnya.

Malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)

Sebagaimana sebuah hadits, dari Watsilah bin al-Asqo dari Rasulullah shallallahualaihi wa sallam : Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencan g dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan) (HR. at-Thobroni dalam al-Mujam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan)

Cahaya mentari lemah, cerah tak bersinar kuat keesokannya

Dari Ubay bin Kaab radliyallahuanhu, bahwasanya Rasulullah shallahualaihi wa sallam bersabda: Keesokan hari malam lailatul qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan (HR Muslim)

Bulan nampak separuh bulatan

Abu Hurairoh radliyallahuanhu pernah bertutur: Kami pernah berdiskusi tentang lailatul qadar di sisi Rasulullah shallahualaihi wa sallam,

beliau berkata : Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan. (HR. Muslim)

Udara dan suasana pagi yang tenang

Ibnu Abbas radliyallahuanhu berkata: Rasulullah shallahualaihi wa sallam bersabda: Lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya t erbit dengan sinar lemah berwarna merah (Hadist hasan)

*sumber : buletin al-madina edisi 390 edisi Ramadhan hal 34

Semoga dengan melihat tanda-tanda ditas kita semua dapat mendapatkankanmalam lailatul qodar , malam yang ditunggu-tunggu ketika menjalankan ibadah puasa ramadhan.