Anda di halaman 1dari 22

PROGRAM PUSKESMAS DALAM PENANGGULANGAN MASALAH GIZI BURUK MARASMIK-KWASHIOKOR

OLEH : ADELIA ANGGRAINI UTAMA I1A008025

BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNLAM BANJARMASIN

PENDAHULUAN
Tujuan pembangunan nasional di bidang kesehatan adalah peningkatan derajat kesehatan masyarakat guna tercapainya derajat kesehatan yang optimal Strategi Departemen Kesehatan dalam mencapai Indonesia Sehat 2010 perbaikan dalam segala bidang terutama bidang kesehatan program gizi Gizi yang buruk pada anak membawa akibat negatif yaitu rendahnya kekebalan tubuh sehingga menyebabkan tingginya angka kesakitan Peranan puskesmas sangat besar untuk menanggulangi berbagai permasalahan kesehatan yang terdapat pada masyarakat

DEFINISI DAN RUANG LINGKUP GIZI

Gizi

Malnutrisi

Gizi Masyarakat

DEFINISI DAN RUANG LINGKUP GIZI

Ilmu

yang mempelajari zat-zat dari pangan yang bermanfaat bagi kesehatan dan proses yang terjadi pada pangan sejak dikonsumsi, dicerna, diserap sampai dimanfaatkan oleh tubuh serta dampaknya terhadap pertumbuhan, perkembangan dan kelangsungan hidup manusia serta faktor yang mempegaruhinya (National Academy of Science,1994)

DEFINISI DAN RUANG LINGKUP GIZI

Gizi

masyarakat merupakan bagian dari kesehatan masyarakat yang berfokus pada promosi kesehatan individu, keluarga dan masyarakat dengan menyiapkan pelayanan yang berkualitas dan program yang berdasar kebutuhan masyarakat.

PERTUMBUHAN DAN GIZI SEIMBANG


Pada anak normal pertumbuhan dan perkembangan ditandai dengan kesehatan yang baik dan gizi seimbang/baik Jumlah asupan zat gizi sesuai dengan yang dibutuhkan, gizi seimbang atau gizi baik

Jumlah asupan zat gizi kurang dari yang dibutuhkan gizi kurang

jumlah asupan zat gizi melebihi dari yang dibutuhkan gizi lebih

KELOMPOK RAWAN GIZI

Balita

Anak Sekolah

Bayi

PERMASALAHAN GIZI
PENDIDIKAN

PENGANGGURAN

KEMISKINAN

STABILITAS POLITIK

PERMASALAHAN GIZI

Agent

Host

Lingkungan

MALNUTRISI
Malnutrisi gizi salah yang mencakup keadaan gizi kurang

maupun gizi lebih


Empat bentuk malnutrisi, yaitu :

1. Undernutrition 2. Specific defisiency 3. Over nutrition 4. Imbalance

KEP (KURANG ENERGI PROTEIN)


KEP (Kurang Energi Protein) seseorang yang kurang gizi yang

disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari dan atau gangguan penyakit tertentu
Klasifikasi KEP :

1. Marasmik 2. Kwashiokor

3. Marasmik-kwashiokor

GEJALA KLINIS
Kwashiokor

- Edema, umumnya seluruh tubuh, terutama punggung kaki (dorsum pedis)


- Wajah membulat dan sembab - Otot mengecil (hipotrofi), lebih nyata bila diperiksa pada posisi berdiri atau duduk - Kelainan kulit berupa bercak merah muda yang meluas dan berubah warna

menjadi coklat kehitaman dan tekelupas (crazy pavement dermatosis)


- Sering disertai penyakit infeksi

GEJALA KLINIS
Marasmus

- Tampak sangat kurus, tinggal tulang terbungkus kulit - Wajah seperti orang tua - Cengeng dan rewel - Kulit keriput, jaringan lemak subkutis sangat sedikit sampai tidak ada

(baggy pants/seperti memakai celana longgar)


- Perut cekung - Iga gambang - Sering disertai penyakit infeksi

GEJALA KLINIS

Marasmik-kwashiokor

- Gambaran klinik merupakan campuran dari beberapa gejala klinik


kwashiokor dan marasmus

GIZI KURANG DAN DAMPAKNYA


Pertumbuhan fisik terhambat, anak akan mempunyai tinggi badan lebih pendek

Perkembangan mental dan kecerdasan terhambat, anak akan mempunyai IQ lebih rendah. Setiap anak yang berstatus gizi buruk mempunyai resiko kehilangan IQ 10-13 poin. Daya tahan tubuh anak menurun sehingga mudah terserang penyakit infeksi, yang semakin memperburuk keadaan gizi

PROGRAM PUSKESMAS DALAM PENANGGULANGAN MASALAH GIZI BURUK MARASMIK-KWASHIOKOR

Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK)

1. Penyuluhan gizi masyarakat 2. Pelayanan gizi melalui Posyandu 3. Peningkatan pemanfaatan tanaman pekarangan
Usaha perbaikan gizi institusi (UPGI)

Peran tenaga Puskesmas dalam UPGI adalah membimbing dan membina pengelola/kader di institusi dalam melakukan kegiatan pelayanan gizi berdasarkan pedoman yang telah ditetapkan

PROGRAM PUSKESMAS DALAM PENANGGULANGAN MASALAH GIZI BURUK MARASMIK-KWASHIOKOR


Sistem kewaspadaan pangan dan gizi

Kegiatan yang dilakukan meliputi :


Sistem Isyarat Dini Dan Intervensi (SIDI) / pemantauan wilayah

setempat bidang pangan dan gizi


Sistem Informasi Pangan dan Gizi (SIPG) Pemantauan Status Gizi (PSG) Pemantauan Program Gizi (PPG)

PROGRAM PUSKESMAS DALAM PENANGGULANGAN MASALAH GIZI BURUK MARASMIK-KWASHIOKOR

Perbaikan makanan bayi dan anak

1. Peningkatan penggunaan ASI melalui : (a). Pendidikan dan penyuluhan

(b). Peningkatan pelayanan masyarakat


(c). Perundang-undangan (d). Penelitian dan monitoring

PROGRAM PUSKESMAS DALAM PENANGGULANGAN MASALAH GIZI BURUK MARASMIK-KWASHIOKOR


Perbaikan makanan bayi dan anak

2. Perbaikan MP-ASI / makanan balita (a). Pengkajian tentang perilaku masyarakan tentang pemberian MP-ASI (b). Pendidikan dan penyuluhan (c). Monitoring dan evaluasi

(d). Pemanfaatan teknologi tepat guna untuk memproduksi MPASI


yang murah dan tersedia di tempat.

PROGRAM PUSKESMAS DALAM PENANGGULANGAN MASALAH GIZI BURUK MARASMIK-KWASHIOKOR

Perbaikan makanan bayi dan anak

3. Perbaikan makanan bumil-busu Program ini bertujuan meningkatkan kesehatan para ibu melalui penyuluhan, pemantauan dan penerapan teknologi tepat guna secara terpadu dengan kegiatan perbaikan pemberian makanan bayi dan anak.

PENUTUP
Peranan puskesmas sangat besar untuk menanggulangi

berbagai permasalahan kesehatan yang terdapat pada masyarakat karena puskesmas merupakan pusat pelayanan kesehatan yang terdekat yang dapat dijangkau oleh masyarakat
Diperlukannya

kemampuan untuk mendeteksi adanya masalah serta kemampuan untuk menganalisa besarnya masalah agar dapat menentukan keberhasilan upaya pemecahan masalah kesehatan

Program Gizi merupakan suatu pelayanan kesehatan yang

berhubungan dengan masalah kesehatan umum, terlebih lagi pada gizi buruk.