Anda di halaman 1dari 15

KACA Dipandang dari segi fisika kaca merupakan zat cair yang sangat dingin.

Disebut demikian karena struktur partikel-partikel penyusunnya yang saling berjauhan seperti dalam zat cair namun dia sendiri berwujud padat. Ini terjadi akibat proses pendinginan (cooling) yang sangat cepat, sehingga partikel-partikel silika tidak sempat menyusun diri secara teratur. Dari segi kimia, kaca adalah gabungan dari berbagai oksida anorganik yang tidak mudah menguap , yang dihasilkan dari dekomposisi dan peleburan senyawa alkali dan alkali tanah, pasir serta berbagai penyusun lainnya. Kaca memiliki sifat-sifat yang khas dibanding dengan golongan keramik lainnya. Kekhasan sifat-sifat kaca ini terutama dipengaruhi oleh keunikan silika (SiO2) dan proses pembentukannya. Beberapa sifat-sifat kaca secara umum adalah: Padatan amorf (short range order).

industri kaca. Di jerman dan inggris, kaca baru mulai dibuat pada abad ke-16. Secara keseluruhan sebelum tahun 1900, industri ini merupakan seni yang dilengkapi oleh rumus-rumus rahasia yang dijaga ketat. Proses pembuatannya-pun bersifat empiris dan hanya berdasarkan pada pengalaman. Pada tahun 1914, di Belgia dikembangkan proses Fourcault untuk menarik kaca plat secara kontiniu. Selama 50 tahun berikutnya para ilmuwan dan insinyur telah berhasil menciptakan berbagai modifiklasi terhadap proses penarikan kaca dengan tujuan untuk memperkecil distorsi optik kaca lembaran (kaca jendela) dan menurunkan biaya pembuatan. Reaksi yang terjadi dalam pembuatan kaca secara ringkas adalah sebagai berikut: Na2CO3 + aSiO2 ? Na2O.aSiO2 + CO2 CaCO3 + bSiO2 ? CaO.bSiO2 + CO2 Na2SO4 + cSiO2 + C ? Na2O.cSiO2 + SO2 + SO2 + CO Walaupun saat ini terdapat ribuan macam formulasi kaca yang dikembangkan dalam 30 tahun terakhir ini namun gamping, silika dan soda masih merupakan bahan baku dari 90 persen kaca yang diproduksi di dunia. Secara umum, kaca komersial dapat dikelompokkan menjadi beberapa golongan: 1. Silika lebur. Silika lebur atau silika vitreo dibuat melalui pirolisis silikon tetraklorida pada suhu tinggi, atau dari peleburan kuarsa atau pasir murni. Secara salah kaprah, kaca ini sering disebut kaca kuarsa (quartz glass). Kaca ini mempunyai ciri-ciri nilai ekspansi rendah dan titik pelunakan tinggi. Karena itu, kaca ini mempunyai ketahanan termal lebih tinggi daripada kaca lain. Kaca ini juga sangat transparan terhadap radiasi ultraviolet. Kaca jenis inilah yang sering digunakan sebagai kuvet untuk spektrometer UV-Visible yang harganya sekitar dua jutaan per kuvet. 2. Alkali silikat. Alkali silikat adalah satu-satunya kaca dua komponen yang secara komersial, penting. Untuk membuatnya, pasir dan soda dilebur bersama-sama, dan hasilnya disebut Natrium silikat. Larutan silikat soda juga dikenal sebagai kaca larut air (water soluble glass) banyak dipakai sebagai adhesif dalam pembuatan kotak-kotak karton gelombang serta memberi sifat tahan api. 3. Kaca soda gamping. Kaca soda gamping (soda-lime glass) merupakan 95 persen dari semua kaca yang dihasilkan. Kaca ini digunakan untuk membuat

Berwujud padat tapi susunan atom-atomnya seperti pada zat cair. Tidak memiliki titik lebur yang pasti (ada range tertentu) Mempunyai viskositas cukup tinggi (lebih besar dari 1012 Pa.s) Transparan, tahan terhadap serangan kimia, kecuali hidrogen fluorida. Karena itulah kaca banyak dipakai untuk peralatan laboratorium. Efektif sebagai isolator. Mampu menahan vakum tetapi rapuh terhadap benturan. Sebagaimana bahan-bahan yang sangat banyak digunakan dalam peradaban modern, riwayat penemuan kaca tidaklah jelas sama sekali. Salah satu rujukan yang paling tua mengenai bahan ini dibuat oleh Pliny, yang menceritakan bagaimana pedagangpedangang phoenisia purba menemukan kaca tatkala memasak makanan. Periuk yang digunakannya secara tidak sengaja diletakkan di atas massa trona di suatu pantai. Penyatuan yang terjadi antara pasir dan alkali menarik perhatian dan orang Mesir telah berusaha menirunya. Sejak tahun 6000 atau 5000 sebelum Masehi, orang mesir telah membuat permata tiruan dari kaca dengan ketrampilan yang halus dan keindahan yang mengesankan. Kaca jendela sudah mulai disebut-sebut sejak tahun 290. Silinder kaca jendela tiup ditemukan oleh para pendeta pada abad kedua belas. Dalam abad tengah, Venesia memegang monopoli sebagai pusat

4.

5.

6.

7.

segala macam bejana, kaca lembaran, jendela mobil dan barang pecah belah. Kaca timbal. Dengan menggunakan oksida timbal sebagai pengganti kalsium dalam campuran kaca cair, didapatlah kaca timbal (lead glass). Kaca ini sangat penting dalam bidang optik, karena mempunyai indeks refraksi dan dispersi yang tinggi. Kandungan timbalnya bisa mencapai 82% (densitas 8,0, indeks bias 2,2). Kandungan timbal inilah yang memberikan kecemerlangan pada kaca potong (cut glass). Kaca ini juga digunakan dalam jumlah besar untuk membuat bola lampu, lampu reklame neon, radiotron, terutama karena kaca ini mempunyai tahanan (resistance) listrik tinggi. Kaca ini juga cocok dipakai sebagai perisai radiasi nuklir. Kaca borosilikat. Kaca borosilikat biasanya mengandung 10 sampai 20% B2O3, 80% sampai 87% silika, dan kurang dari 10% Na2O. Kaca jenis ini mempunyai koefisien ekspansi termal rendah, lebih tahan terhadap kejutan dan mempunyai stabilitas kimia tinggi, serta tahanan listrik tinggi. Perabot laboratorium yang dibuat dari kaca ini dikenal dengan nama dagangpyrex. Kaca borosilikat juga digunakan sebagai isolator tegangan tinggi, pipa lensa teleskop seperti misalnya lensa 500 cm di Mt. Palomer (AS). Kaca khusus. Kaca berwarna , bersalut, opal, translusen, kaca keselamatan,fitokrom, kaca optik dan kaca keramik semuanya termasuk kaca khusus. Komposisinya berbeda-beda tergantung pada produk akhir yang diinginkan. Serat kaca (fiber glass). Serat kaca dibuat dari komposisi kaca khusus, yang tahan terhadap kondisi cuaca. Kaca ini biasanya mempunyai kandungan silika sekitar 55%, dan alkali lebih rendah. Mengenal Keunggulan Kaca Memang tidak mungkin sebuah rumah berdiri tanpa adanya kaca dalam pembangunannya, mungkin memang ada tetapi tentu sangatlah jarang dan susah untuk kita temui. Fungsi dari kaca dalam bangunan sendiri yaitu memberikan efek visual dan juga fungsi estetik untuk mempercantik ruangan anda. Tetapi dari penggunaan elemen kaca dalam membangun rumah perlu pertimbangan yang tepat karena jika salah akan banyak kerugian juga untuk anda. Jenis kaca yang sering digunakan dalam bangunan rumah minimalis modern. 1. Kaca forming Pengertian kaca forming adalah kaca yang dicetak dan dilebur atau dicetak kemudian dibentuk sesuai model yang diinginkan.

2. Kaca Es Pengertian kaca es adalah jenis kaca berwarna buram dan semi tembus pandang umumnya berwarna netral dan putih. tetapi ada juga yang berwarna warni. 3. Kaca raindown Pengertian kaca raindown adalah satu jenis kaca es tetapi memiliki motif yang berbeda yaitu menyerupai aliran air. 4. Kaca Melton Pengertian kaca melton adalah berasal dari kata melt on, yaitu kaca yang diperoleh dari proses pencetakan. Permukaannya sendiri memiliki banyak tekstur yang kadang mirip dengan ukiran. 5. Kaca Sandblasting Pengertian kaca sandblasting adalah kaca yang berfungsi untuk membatasi secara visual dengan bagian buramnya membentuk motif tertentu, efek transparansi visual yang diperoleh adalah dari tengahtengah kaca bening dan kaca es. 6. Kaca patri (stainless glass) Pengertian kaca patri adalah bidang kaca yang diperoleh dengan manggabungkan beberapa bidang kaca motif yang berwarna dengan timah dan kuningan. 7. Kaca rayband. Pengertian kaca rayband adalah kaca yang digunakan untuk membatasi pandangan dari salah satu arah serta mngurangi efek sinar matahari yang masuk. 8. Kaca Bevel. Pengertian bevel adalah potongan miring pada pinggiran kaca, bagian miring ini akan menjadi prisma yang nantinya akan memantulkan cahaya yang indah. 9. Kaca Inlay. Pengertian kaca inlay adalah kaca dekoratif yang diperoleh dengan cara menyisipkan beberapa potongan kaca yang berbeda. 10. Moons glass / fusion glass. Pengertian dari moon glass / fusion glass adalah kaca yang diperoleh dari beberapa kaca yang ditumpuk / disambung lalu dipanaskan. Berikut adalah beberapa jenis kaca yang ada dalam dunia material kaca, mungkin masih banyak di luar sana yang tidak bisa disebutkan semua disini. untuk kelebihan dari penggunaan kaca pada rumah minimalis modern adalah .

a. Efek estetis yang luar biasa. Rumah dengan efek kaca lebar untuk melihat dunia luar seperti taman memiliki nilai estetis yang cenderung sangat tinggi, Penggunaan kaca tebal untuk dinding sehingga menampakkan dunia luar yang sudah didekorasi dengan baik akan menimbulkan style yang sangat luar biasa. b. Penghematan energi Pengunaan kaca dalam bangunan rumah akan mengefektifkan cahaya yang masuk sehingga anda tidak akan membutuhkan banyak lampu apalagi pada saat siang hari karena matahari bisa masuk secara langsung. c. Kemudahan perawatan Perawatan kaca adalah sangatlah mudah jika anda bandingkan dengan papan misalnya, perawatan kaca hanya tinggal dibersihkan dengan cairan pembersih saja sudah cukup. d. Dari segi menyehatkan. kesehatan rumah kaca sangat

1. Kaca Polos : Dapat digunakan untuk kamar jendela agar mendapatkan cahaya yang cukup dan menghemat energi. 2. Kaca Darkgrey : Dapat digunakan untuk kamar yang membutuhkan privacy, dapat di variasikan dangan cermin brown atau black maupun cermin grey. 3. Kaca Esta : Dapat digunakan untuk kamar mandi atau kitchen set untuk lemari piring dan gelas. 4. Kaca Sunblast : Dapat digunakan sebagai pengganti kaca esta. 5. Kaca Cermin : Dapat digunakan untuk kamarmandi, meja rias, dapat di tambahkan hiasan dengan lampu untuk mempercantik ruangan serta memberi kesan luas terhadap ruangan yang sempit. PENGETAHUAN UMUM TENTANG KACA 1. Definisi Kaca Kaca merupakan sebuah substansi yang keras dan rapuh, serta merupakan padatan amorf. Hal ini dikarenakan bahan bahan pembuat kaca bersifat amorf yang mana dapat meleleh dengan mudah. Kaca merupakan hasil penguraian senyawa senyawa inorganik yang mana telah mengalami pendinginan tanpa kristalisasi. Komponen utama dari kaca adalah silika. Dalam kehidupan sehari hari kaca digunakan sebagai cermin, insulator panas, alat alat laboratorium, dekorasi, dan pembatas ruang. Menurut Adams dan Williamson, kaca adalah material amorf yang pada suhu biasa mempunyai bentuk yang keras, tetapi apabila dipanaskan, lama kelamaan akan menjadi lunak, sesuai dengan suhu yang meningkat dan akhirnya menjadi kental hingga mencapai keadaan cair. Selama proses pendinginan terjadi proses yang berkebalikan dengan proses peleburan kaca. Kaca memiliki sifat yaitu tahan terhadap bahan kimia, efektif sebagai isolator listrik, dapat menahan vakum. Selain memiliki sifat-sifat tersebut, kaca merupakan bahan yang rapuh dan tidak tahan terhadap benturan. 2. Unsur Unsur Pembentuk Kaca Kaca merupakan bentuk lain dari gelas (Glass). Oksida oksida yang digunakan untuk menyusun komposisi kaca dapat digolongkan menjadi : 1. Glass Former: Merupakan pembentuk utama kaca. kelompok oksida

dengan membiarkan sinar matahari masuk kedalam rumah akan menimbulkan kesan kering dan menjauhkan kesan lembab yang bisa saja membuat bakteri seperti TBC sangat mudah tumbuh dalam rumah. Kaca dan fungsinya Kaca adalah material yang dapat di bentuk pada temperatur diatas 2300derajat F atau 1261 derajat C. Untuk menghindari pengristalan harus melewati proses pengristalan secepat mungkin. Komposisi kaca adalah sebagai berikut : 1. Pasir Silika 2. Sodium oksida 3. Kalsium oksida/ kapur Namun ribuan campuran kimia yang berbeda dapat di gunakan untuk membuat kaca. Umumnya mengandung : formers, fluxes, dan stabilizers. Jenis-jenis kaca yang ada di pasaran antara lain : kaca polos, kaca darkgrey, kaca esta, kaca cermin, dan kaca sunblast pada umumnya. Dan beberapa fungsi dalam arsitek rumah adalah :

2. Intermediate : Oksida yang menyebabkan kaca mempunyai sifat-sifat yang lebih spesifik, contohnya untuk menahan radiasi, menyerap UV, dan sebagainya. 3. Modifier: Oksida yang tidak menyebabkan kaca memiliki elastisitas, ketahanan suhu, tingkat kekerasan, dll. Tabel 1 Kelompok bahan baku kaca Kombinasi dari ketiganya akan mempengaruhi karakteristik kaca saat dilakukan proses pembentukan. 3. Sifat Kaca Sifat kaca yang penting untuk dipahami adalah sifat pada saat kaca berbentuk fasa cair dan fasa padatnya. Sifat fasa cair dari kaca digunakan dalam proses pengambangan (floating)dan pembentukan kaca, sedangkan untuk sifat fasa padat dari kaca digunakan di dalam pemakaiannya (kegunaannya). Beberapa sifat fisik dan kimia yang penting dari kaca antara lain : 1. Sifat mekanik Tension strength atau daya tarik adalah sifat mekanik utama dari kaca.Tensile strengthmerupakan tegangan maksimum yang dialami oleh kaca sebelum terpisahnya kaca akibat adanya tarikan (fracture). Sumber fracture ini dapat muncul jika kaca mempunyai cacat di permukaan, sehingga tegangan akan terkonsentrasi pada cacat tersebut. Kekuatan dari kaca akan bertambah jika cacat di permukaan dapat dihilangkan. 2. Densitas dan Viskositas Densitas adalah perbandingan antara massa suatu bahan dibagi dengan volumenya. Nilai densitas dari kaca adalah sekitar 2,49 g/cm3. Densitas dari kaca akan menurun seiring dengan kenaikan temperatur. Sedangkan, viskositas merupakansifat kekentalan dari suatu cairan yang diukur pada rentang temperatur tertentu. Viskositas dari kaca sekitar 4,5 x 107poise. Harga viskositas dari kaca merupakan fungsi dari suhu dengan kurva eksponensial. 3. Sifat termal Konduktivitas panas dan panas ekspansi merupakan sifat thermal yang penting dari kaca. Kedua sifat ini digunakan untuk menghitung besarnya perpindahan

panas yang diterima oleh cairan kaca tersebut. Nilai dari tahanan kaca sekitar 1020 1 cm13. Glass former Glass Intermediate B2O3 Al2O3 SiO2 Sb2O3 GeO2 ZrO2 P2O5 TiO2 V2O5 PbO As2O3 BeO ZnO 4. Optical properties Refractive properties Kaca mempunyai sifatmemantulkan cahaya yang jatuh pada permukaan kaca tersebut.Sebagian sinar dari kaca yang jatuh itu akan diserap dan sisanya akan diteruskan. Apabilacahaya dari udara melewati medium padat seperti kaca, maka kecepatan cahaya saat melewati kaca menurun. Perbandingan antara kecepatan cahaya di udara dengan kecepatan cahaya yang lewat gelas ini disebut dengan indeks bias. Nilai indeks bias untuk kaca adalah 1,52.

Glass modifier MgO Li2O BaO CaO SrO Na2O K2

Absorptive properties Intensitas cahaya yang masuk ke dalam akan berkurang karena adanya penyerapansepanjang tebal kaca tersebut. Jika kaca semakin tebal, maka energi cahaya yang diserap akan semakin banyak sedangkan intensitas cahaya yang masuk melalui kaca akan semakin rendah. 5. Stabilitas kimia Stabilitas kimia adalah ketahanan suatu bahan terhadap pengaruh zat kimia. Stabilitas kimia banyak dipengaruhi oleh bahan bahan pembentuk kaca. 3. Bahan Baku Kaca Ada 4 jenis bahan baku utama yang dapat digunakan untuk menghasilkan kaca, antara lain : 1. Pasir silika Pasir silika merupakan sumber dari SiO2. Pasir silika yang digunakan sebagai bahan baku kaca adalah pasir silika yang tidak banyak mengandung pengotor, baik dari bahan organik maupun bahan anorganik. Pasir silika berguna untuk membentuk cairan gelas yang

sangat kental yang memiliki ketahanan terhadap perubahan temperatur yang mendadak. 2. Dolomite (CaO.MgO.H2O ) Dolomite digunakan sebagai sumber CaO dan MgO. Dolomite ini biasanya berupa mineral tambang berwarna putih. Penggunaan dolomite sangat penting karena dapat mempermudah peleburan (menurunkan temperatur peleburan) serta mempercepat proses pendinginan kaca. 3. Soda Ash (Na2CO3) Soda Ash ini digunakan sebagai sumber Na2O dan K2O. Fungsi dari Na2O adalah menurunkan titik lebur. Secara umum, penggunaan Soda Ash adalah mempercepat pembakaran, menurunkan titik lebur, mempermudah pembersihan gelembung dan mengoksidasi besi. 4. Cullet Cullet merupakan sisa sisa dari pecahan kaca yang dapat digunakan sebagai salah satu bahan baku utama dari produksi kaca. Tujuan dari penggunaan cullet ini adalah mengurangi 3 bahan baku utama di atas sehingga biaya produksi dapat semakin kecil. Komposisi kimia dari cullet sama dengan komposisi kimia kaca yang diproduksi. Selain itu, penggunaancullet ini dapat memperkecil melting point atau titik lebur dari pembuatan kaca, sehingga dapat menghemat penggunaan bahan bakar. Bahan baku kaca tidak hanya terdiri dari 3 bahan di atas, tapi ada juga bahan pendukung lainnya, seperti Feldspar, Calumite, Sodium Nitrate, Blue Dust, Nickel Oxide, Cobalt Oxide,Salt Cake, Nepheline dan Sodium Selenite. Feldspar digunakan sebagai sumber alumina (Al2O3) dan besi (Fe). Feldspar yang digunakan harus memiliki kemurnian cukup tinggi dan mudah melebur. Feldspar meleleh pada suhu 1100oC 1200oC. Alumina berfungsi untuk meningkatkan elastisitas dan kekuatan kaca terhadap lingkungan, sedangkan Fe digunakan untuk memberikan bias kehijauan sehingga dapat menaikkan persen transmitan dari kaca. Sumber Al2O3 dan Fe dapat diperoleh juga dari Nepheline dan Blue Dust. Kaca dapat juga diwarnai dengan menambahkan oksida oksida pewarna. Akan tetapi, bahan bahan pewarna ini hanya digunakan sedikit sekali dalam komposisi kaca. Bahan pewarna yang digunakan untuk menghasilkan kaca berwarna hitam adalah Blue Dust, Cobalt

Oxide, danNickel Oxide. Untuk menghasilkan kaca berwarna coklat digunakan bahan pewarna Blue Dust, Cobalt Oxide, Sodium Selenite. Bahan pewarna yang digunakan untuk menghasilkan kaca berwarna biru adalah Blue Dust, dan Cobalt Oxide.

GIPSUM
Kata gipsum berasal dari kata kerja dalam bahasa Yunani , yang artinya memasak. Disebut memasak karena di daerah Montmartre,Paris, pada beberapa abad yang lalu orang-orangnya membakar gipsum untuk berbagai keperluan, dan material tersebut kemudian disebat dengan plester dari Paris. Orang-orang di daerah ini juga menggunakan gipsum sebagai krim untuk kaki, sampo, dan sebagai produk perawatan rambut lainnya. Karena gipsum merupakan mineral yang tidak larut dalam air dalam waktu yang lama, sehingga gipsum jarang ditemui dalam bentuk butiran atau pasir. Tetapi ada suatu kejadian unik di White Sands National Monument, di negara bagian New Mexico, Amerika Serikat, terdapat 710 km pasir gipsum putih yang cukup sebagai bahan baku untuk industri drywall selama 1000 tahun. Kristal gipsum terbesar dengan panjang lebih dari 10 meter pernah ditemukan di Naica, Chihuihua, Mexico. Gipsum banyak ditemukan di berbagai daerah di dunia, yaitu Jamaika, Iran, Thailand, Spanyol(penghasil gipsum terbesar di Eropa), Jerman, Italia, Inggris, Irlandia, Manitoba, O ntario, Canada, New York, Michigan, Indiana, Texas, Iowa,Kansas, Oklahom a, Arizona, New Mexico, Colorado, Utah, Nevada, Paris, California, New South Wales, Kalimantan, dan Jawa Barat.

Gipsum adalah salah satu contoh mineral dengan kadar kalsium yang mendominasi pada mineralnya. Gipsum yang paling umum ditemukan adalah jenis hidrat kalsium sulfat dengan rumus kimia CaSO4.2H2O. Gipsum adalah salah satu dari beberapa mineral yang teruapkan. Contoh lain dari mineral-mineral tersebut adalah karbonat, borat, nitrat, dan sulfat. Mineralmineral ini diendapkan di laut, danau, gua dan di lapiangaram karena konsentrasi ion-ion oleh penguapan. Ketika air panas atau air memiliki kadar garam yang tinggi, gipsum berubah menjadi basanit (CaSO4.H2O) atau juga menjadi anhidrit (CaSO4). Dalam keadaan seimbang, gipsum yang berada di atas suhu 108 F atau 42 C dalam air murni akan berubah menjadi anhidrit.

Klasifikasi Gipsum secara umum mempunyai kelompok yang terdiri dari gipsum batuan, gipsit alabaster, satin spar, dan selenit. Gipsum juga dapat diklasifikasikan berdasarkan tempat terjadinya, yaitu endapan danau garam, berasosiasi dengan belerang, terbentuk sekitar fumarol vulkanik,efflorescence pada tanah atau gua-gua kapur, tudung kubah garam, penudung oksida besi (gossan) pada endapan pirit di daerah batu gamping. Pembentukan Gipsum terbentuk dalam kondisi berbagai kemurnian dan ketebalan yang bervariasi. Gipsum merupakan garam yang pertama kali mengendap akibat proses evaporasi air laut diikuti oleh anhidrit dan halit, ketika salinitas makin bertambah. Sebagai mineral evaporit, endapan gipsum berbentuk lapisan di antara batuan-batuan sedimen batu gamping, serpih merah, batu pasir, lempung, dan garam batu, serta sering pula berbentuk endapan lensa-lensa dalam satuan-satuan batuan sedimen. Menurut para ahli, endapan gipsum terjadi pada zaman Permian. Endapan gipsum biasanya terdapat di danau, laut, mata air panas, dan jalur endapan belerang yang berasal dari gunung api. [sunting]Deskripsi Gipsum termasuk mineral dengan sistem kristal monoklin 2/m, namun kristal gipsnya masuk ke dalam sistem kristal orthorombik. Gipsum umumnya berwarna putih, kelabu, cokelat, kuning, dan transparan. Hal ini tergantung mineral pengotor yang berasosiasi dengan gipsum. Gipsum umumnya memiliki sifat lunak dan pejal dengan skala Mohs 1,5 2. Berat jenis gipsum antara 2,31 2,35, kelarutan dalam air 1,8 gr/liter pada 0 C yang meningkat menjadi 2,1 gr/liter pada 40 C, tapi menurun lagi ketika suhu semakin tinggi. Gipsum memiliki pecahan yang baik, antara 66o sampai dengan 114o dan belahannya adalah jenis choncoidal. Gipsum memiliki kilap sutra hingga kilap lilin, tergantung dari jenisnya. Gores gipsum berwarna putih, memiliki derajat ketransparanan dari jenis transparan hingga translucent, serta memiliki sifat menolak magnet atau disebutdiamagnetit. Kegunaan Gipsum memiliki banyak kegunaan sejak zaman prasejarah hingga sekarang. Beberapa kegunaan gipsum yaitu

Drywall Bahan perekat. Penyaring dan sebagai pupuk tanah. Di akhir abad 18 dan awal abad 19, gipsum Nova Scotia atau yang lebih dikenal dengan sebutan plaister, digunakan dalam jumlah yang besar sebagai pupuk di ladang-ladang gandum di Amerika Serikat. Campuran bahan pembuatan lapangan tenis. Sebagai pengganti kayu pada zaman kerajaankerajaan. Contohnya ketika kayu menjadi langka pada Zaman Perunggu, gipsum digunakan sebagai bahan bangunan. Sebagai pengental tofu karena memiliki kadar kalsium yang tinggi, khususnya di Benua Asia (beberapa negara Asia Timur) diproses dengan cara tradisonal. Sebagai penambah kekerasan untuk bahan bangunan Untuk bahan baku kapur tulis Sebagai salah satu bahan pembuat portland semen Sebagai indikator pada tanah dan air Sebagai agen medis pada tradisional China yang disebut Shi Gao. ramuan

Jenis Gypsum Perkembangan desain interior yang semakin pesat mendorong berkembangnya berbagai jenis material untuk mendukung keindahan sebuah ruangan. Salah satunya adalah gypsum yang memiliki banyak keunggulan. Banyaknya merk gypsum yang ada, menuntut Anda untuk memilih gypsum berkualitas baik. Salah satunya adalah Elephant Gypsum Board yang terbuat dari batuan gips alami yang dilapisi kertas khusus pada permukaannya, serta diproduksi dengan teknologi modern Eropa dan Amerika Serikat. Elephant Gypsum Board memiliki beberapa tipe papan gypsum untuk plafon dan partisi dan bisa disesuaikan dengan fungsinya. 1.Standard Type

papan gypsum yang umum digunakan pada berbagai jenis bangunan tanpa kebutuhan teknis tertentu. Memiliki ketebalan 9mm, berat 19kg dan 12 mm, 25,3kg dengan ukuran 1.200x2.400mm.

2.Moisture Resistant Type

Diproses dengan bahan tambahan silikon dan kertas khusus untuk meningkatkan ketahanan terhadap kelembaban. Cocok untuk diaplikasikan di area kamar mandi dan teras dengan ketebalan 10-12mm. 3.Fire Resistant Type

Diproses dengan bahan tambahan serat fiber dan kertas khusus untuk meningkatkan ketahanan terhadap api. Memiliki ketebalan hingga 15mm dan mampu bertahan 0,5-2 jam baru terbakar. 5.Perporated Type

1. Batu Bata Tanah Liat, terbuat dari tanah liat dengan 2 kategori yaitu bata biasa dan bata muka. Bata biasa memiliki permukaan dan warna yang tidak menentu, bata ini digunakan untuk dingding dengan menggunakan morta(campuran semen) Ssebagai pengikat. Bata jenis ini sering disebut sebagai bata merah. Bata muka , memiliki permukaan yang baik dan licin dan memupnyai warna dan corak yang sragam . Disamping dipergunakan sebagai dinding juga digunakan sebagai penutup d dan sebagai dekoratif. 2. Batu Bata Pasir Kapur, sesuai dengan namanya batu bata ini dibuat dari campuran kapur dan pasir dengan perbandingan 1 : 8 serta air yang ditekankan kedalama campuran sehingga membentuk batu bata. Klasisifikasi Kekuatan Bata A. Berdasarkan Kuat Tekan 1. Mutu Bata Kelas I : Kuat Tekan Rata rata lebih besar dari 100 kg/cm2. 2. Mutu Bata Kelas II :Kuat Tekan Rata-rata 80 100 kg/cm2 3. Mutu Bata Kelas III : Kuat Tekan Rata-rata 60 80 kg/ cm2 B. Berdasarkan Compressive Strength (Bata Jenuh air ) dan Penyerapan Air 1. Batu Bata Kelas A : Compressive strength diatas 69,0 N/mm2 dan nilai penyerapan tidak lebih 4,5 % 2. Batu Bata Kelas B : Compressive strength diatas 48,5 N/mm2 dan nilai penyerapan tidak lebih 7% Kualitas Batas : 1. Batu bata harus bebas dari retak atau cacat, dan dari batu dan benjolan apapun 2. Batu bata harus seragam dalam ukuran, dengan sudut tajam dan tepi yang rata. 3. Permukaan harus benar dalam bentuk persegi satu sama lainuntuk menjamin kerapian pekerjaan. 4. Mempunyai ukuran, kuat tekan dan daya serap air yang dipersyaratkan Pengecekan Batu bata yang baik : 1. Secara visual pengujian batu bata yang baik dan mempunyai kekuatan yang baik akan memberikan suara dering jika diketok. Sebuah suara kusam menunjukkan batu bata yang lembut atau goyah.

Terbuat dari papan gypsum standar dengan permukaan depan diberi motif dan digunakan pada plafon dengan sistem rangka ekspos. Terdiri dari 2 motif, yaitu Pin Hole dan Nuvo Fissured.

BATU BATA Ukuran Batu Bata Saat ini ukuran batu bata yang beredar dipasaran mempunyai ukuran dimensi bervariasi baik yang dijumpai dari hasil pabrikasi maupun hasil pekerjaan lokal atau industri rumah tangga. Untuk bangunan, ukuran standard yang biasa dipergunakan adalah : 1. Panjang 240 mm, Lebar 115 mm dan Tebal 52 mm 2. Panjang 230 mm, Lebar 110 mm dan Tebal 50 mm Penyimpangan yang diijinkan untuk ukuran tersebut adalah : Panjang maksimum 3%, Lebar maksimum 4 % dan Tebal maksimum 5%. Jenis Batu Bata :

2. Sebuah batu bata yang baik tidak harus menyerap lebih dari sepersepuluh jumlah air. Sebuah tes yang sederhana dapat dilakuakn dengan cara : Mengambil sebuah batu bata dan menimbang ukurannnya, kemudian batu bata direndam air selama 24 jam, kemudian berat air ditimbang. Selisih i hasi timbangan setelah direndam dan sebelum direndam maka dapat dihitung jumlah daya serap air nya. Kelebihan Bata Merah Bahan bangunan ini terbuat dari tanah liat dan mineral-mineral lain yang dibentuk dalam ukuran tertentu, biasanya 24x12x6 cm. Dicetak dengan ukuran tersebut, kemudian dikeringkan dibawah sinar matahari. Setelah melewati proses pengeringan, bata merah itu dibakar dalam tungku untuk membuatnya kuat dan tahan lama. Bata merah yang bagus akan keras, tahan api, tahan terhadap pelapukan, dan cukup murah, sehingga berperan penting dalam membuat dinding dan lantai. Spesifikasi batu merah Berat jenis kering () : 1500 kg/m3 Berat jenis normal () : 2000 kg/m3 Kuat tekan : 2,5 25 N/mm (SII-0021,1978) Konduktifitas termis : 0,380 W/mK Tebal spesi : 20 30 mm Ketahanan terhadap api : 2 jam Jumlah per luasan per 1 m2 : 70 72 buah dengan construction waste Kelebihan Bata Merah Tidak memerlukan keahlian khusus untuk memasang. Ukurannya yang kecil memudahkan untuk pengangkutan. Mudah untuk membentuk bidang kecil. Murah harganya. Mudah mendapatkannya. Perekatnya tidak perlu yang khusus. Tahan Panas, sehingga dapat menjadi perlindungan terhadap api.

Bahan baku yang dibutuhkan untuk pasangan dinding bata merah adalah semen dan pasir ayakan. Untuk dinding kedap air diperlukan campuran 1:2 atau 1:3 (artinya, 1 takaran semen dipadu dengan 3 takaran pasir yang sudah diayak). Untuk dinding yang tidak harus kedap air, dapat digunakan perbandingan 1:4 hingga 1:6. Untuk dinding seluas 1 m2, bila menggunakan bata berukuran 23 cm x 17 cm x 5 cm, maka kira-kira membutuhkan 70 buah batu bata. Sedangkan kebutuhan semen dan pasirnya, sebagai berikut: Keterangan: Satu sak semen berisi 50 kg.

Jadi untuk dinding berukuran 5 m2, bila akan menggunakan campuran 1:4, maka mebutuhkan: Batu bata = 70 x 5 x 1 m2 = 350 m2 Semen = 0,23 x 5 m2 = 1,15 sak (atau 57,5 kg) Pasir ayak = 0,046 x 5 m2 = 0,23 m3 Kelebihan dinding bata merah: - Kedap air, sehingga jarang terjadi rembesan pada tembol akibat air hujan. - Keretakan relatif jarang terjadi. - Kuat dan tahan lama. - Penggunanaan rangka beton pengakunya lebih luas, antara 9 12 m2. Kekurangan dinding bata merah: - Waktu pemasangan lebih lama dibandingkan batako dan bahan dinding lainnya. - Biaya lebih tinggi.

BATAKO PUTIH (TRAS) - Batako putih dibuat dari campuran tras, batu kapur, dan air. Campuran tersebut dicetak, lalu dibakar. Tras merupakan jenis tanah berwarna putih / putih kecoklatan yang berasal dari pelapukan batu-batu gunung berapi. - Umumnya memiliki ukuran panjang 25 30 cm, tebal 8 10 cm, dan tinggi 14 18 cm. Untuk dinding seluas 1 m2, kira-kira membutuhkan: Batako tras = 25 buah Semen = 0,215 sak Pasir ayak (pasir pasang) = 0,025 m3

BATU BATA MERAH Batu bata merah dibuat dari tanah liat yang dicetak, kemudian dibakar. Tidak semua tanah lihat bisa digunakan. Hanya yang terdiri dari kandungan pasir tertentu. Umumnya memiliki ukuran: panjang 17 23 cm, lebar 7 11 cm, tebal 3 5 cm. Berat rata-rata 3 kg/biji (tergantung merek dan daerah asal pembuatannya).

Kelebihan dinding batako putih: - Pemasangan relatif lebih cepat. -Harga relatif murah. Kekurangan dinding batako putih: - Rapuh dan mudah pecah. - Menyerap air sehingga dapat menyebabkan tembok lembab. - Dinding mudah retak. - Penggunaan rangka beton pengaku relatif lebih banyak, antara 7,5 9 m2. BATAKO SEMEN PC / BATAKO PRES

- Bisa langsung diberi aci tanpa harus diplester terlebih dulu, dengan menggunakan semen khusus. Bahan dasar acian/semen tersebut adalah pasir silika, semen, filler, dan zat aditif. Untuk menggunakannya, semen ini hanya dicampur dengan air. Tetapi bisa juga menggunakan bahan seperti pemasangan batako. Umumnya memiliki ukuran 60 cm x 20 cm dengan ketebalan 8 cm - 10 cm. Untuk dinding seluas 1 m2, kira-kira membutuhkan: Bata hebel/celcon = 8 buah Semen instan = 11,43 kg Air = 0,15 0,16 liter Kelebihan dinding bata hebel/celcon: - Kedap air sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya rembesan air. - Pemasangan lebih cepat. - Penggunaan rangka beton pengakunya lebih luas, antara 9 12. - Ringan, tahan api, dan mempunyai kekedapan suara yang baik. Kekurangan dinding bata hebel/celcon: - Harga relatif lebih mahal. - Tidak semua tukang pernah memasang bata jenis ini. - Hanya toko material besar yang menjual dan penjualannya dalam jumlah m3.

- Batako pres dibuat dari campuran semen PC dan pasir atau abu batu. - Ada yang dibuat secara manual (menggunakan tangan), ada juga yang menggunakan mesin. Perbedaannya bisa dilihat pada kepadatan permukaan batakonya. - Umumnya memiliki ukuran panjang 36 40 cm, tebal 8 10 cm, dan tinggi 18 20 cm. Untuk dinding seluas 1 m2, kira-kira membutuhkan: Batako pres = 15 buah Semen PC = 0,125 sak Pasir ayak (pasir pasang} = 0,015 m3 Kelebihan dinding batako pres: - Kedap air sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya rembesan air. - Pemasangan lebih cepat. - Penggunaan rangka beton pengakunya lebih luas, antara 9 12 m2. Kekurangan dinding batako pres: - Harga relatif lebih mahal dibanding batako tras. - Mudah terjadi retak rambut pada dinding. - Mudah dilubangi karena terdapat lubang pada bagian sisi dalamnya. BATA RINGAN (HEBEL/CELCON) - Bata hebel dibuat dengan mesin di pabrik. Bata ini cukup ringan, halus, dan memiliki tingkat kerataan yang baik.

ASPAL
Aspal ialah bahan hidro karbon yang bersifat melekat (adhesive), berwarna hitam kecoklatan, tahan terhadap air, dan visoelastis. Aspal sering juga disebut bitumen merupakan bahan pengikat pada campuran beraspal yang dimanfaatkan sebagai lapis permukaan lapis perkerasan lentur. Aspal berasal dari aspal alam (aspal buton} [1] atau aspal minyak (aspal yang berasal dari minyak bumi). Berdasarkan konsistensinya, aspal dapat diklasifikasikan menjadi aspal padat, dan aspal cair. Aspal atau bitumen adalah suatu cairan kental yang merupakan senyawa hidrokarbon dengan sedikit mengandung sulfur, oksigen, dan klor. Aspal sebagai bahan pengikat dalam perkerasan lentur mempunyai sifat viskoelastis. Aspal akan bersifat padat pada suhu ruang dan bersifat cair bila dipanaskan. Aspal merupakan bahan yang sangat kompleks dan secara kimia belum dikarakterisasi dengan baik. Kandungan utama aspal adalah senyawa karbon jenuh dan tak jenuh, alifatik dan aromatic yang mempunyai atom karbon sampai 150 per molekul. Atom-atom selain hidrogen dan karbon yang juga menyusun aspal

adalah nitrogen, oksigen, belerang, dan beberapa atom lain. Secara kuantitatif, biasanya 80% massa aspal adalah karbon, 10% hydrogen, 6% belerang, dan sisanya oksigen dan nitrogen, serta sejumlah renik besi, nikel, dan vanadium. Senyawa-senyawa ini sering dikelaskan atas aspalten (yang massa molekulnya kecil) dan malten (yang massa molekulnya besar). Biasanya aspal mengandung 5 sampai 25% aspalten. Sebagian besar senyawa di aspal adalah senyawa polar. ASPAL DAN JENIS ASPAL Aspal adalah suatu campuran yang terdiri dari bitumen dan mineral. Bitumennya sendiri adalah bahan yang berwarna cokelat hingga hitam, keras hingga cair, mempunyai sifat lekat yang baik, larut dalam CCL4 dengan sempurna dan tidak larut dalam air. Fungsi aspal antara lain: a. Untuk mengikat batuan agar tidak lepas dari permukaan jalan akibat lalu lintas (water proofing, protect terhadap erosi) b. Sebagai bahan pelapis dan perekat agregat. c. Lapis resap pengikat (prime coat) adalah lapisan tipis aspal cair yang diletakan di atas lapis pondasi sebelum lapis berikutnya.

d. Lapis pengikat (tack coat) adalah lapis aspal cair yang diletakan di atas jalan yangtelah beraspal sebelum lapis berikutnya dihampar, berfungsi pengikat di antara keduanya. e. Sebagai pengisi ruang yang kosong antara agregat kasar, agregat halus, dan filler. Jenis Aspal Aspal yang digunakan sebagai bahan untuk jalan pembuatan terbagi atas dua jenis yaitu: 1. Aspal Alam Menurut sifat kekerasannya dapat berupa: a. Batuan = asbuton b. Plastis = trinidad c. Cair = bermuda Menurut kemurniannya terdiri dari : a. Murni = bermuda b. Tercampur dengan mineral = asbuton + trinidad 2. Aspal buatan Jenis aspal ini dibuat dari proses pengolahan minya bumi, jadi bahan baku yang dibuat untuk aspal pada umumnya adalah minyak bumi yang banyak mengandung aspal.

Berikut ini adalah jenis-jenis aspal buatan yang sering dijumpai : a. Aspal keras Aspal keras digunakan sebagai bahan pembuatan AC.Aspal yang digunakan dapat berupa aspal keras penetrasi 60 atau penetrasi 80 yang memenuhi persyaratan aspal keras. Jenis Pemeriksaan Pen. 40 Min Penetrasi (25 C, 5 detik) Titik Lembek ( ring dan ball ) Titik nyala (elev. Open cup) Kehilangan berat( 163 C, 5 jam ) Kelarutan( CCL4 ) Daktilitas (25 C, 5 cm / detik) Penetrasi setelah kehilangan berat Berat jenis (25 C) Tabel 1.2 Persyaratan Aspal Keras Cara Pemeriksaan Pen. 60 Max PA.0301-76 PA.0302-76 PA.0303-76 PA.0304-76 PA.0305-76 PA.0306-76 PA.0301-76 PA.0307-76 Persyaratan Pen. 80 Min 40 51 200 99 75 75 1 Satuan Max 59 63 0.4 99 100 75 1 Min 60 48 200 Max 79 58 0.4 99 100 75 1

80 46 200

99 54 0.4

0.1 mm 0 C 0 C % berat % berat Cm % semula Gr / cm

1. Aspal penetrasi rendah 40 / 55, digunakan untuk kasus : a. Jalan dengan volume lalu lintas tinggi. b. Daerah dengan cuaca iklim panas. 2. Aspal penetrasi rendah 60 / 70, digunakan untuk kasus : a. Jalan dengan volume lalu lintas sedang atau tinggi. b. Daerah dengan cuaca iklim panas. 3. Aspal penetrasi tinggi 80 / 100, digunakan untuk kasus : a. Jalan dengan volume lalu lintas sedang / rendah. b. Daerah dengan cuaca iklim dingin. Tabel 1.3 Persyaratan Aspal Cair Jenis Pemeriksaan RC - 250 Min Kekentalan Kinematik ( 60 ) Titik nyala Destilisasi (terhadap isi destilisasi 3600C)- sampai 225 0C - sampai 2600C - sampai 3150C sisa destilisasi 3600C Penetrasi Residu ( 25 C, 5 detik ). Daktilisas Residu (temptr. 25 oC 5 cm / mnt ) Kelarutan (CCL4) Pelekatan dalam air (permukaan batuan) Kadar air c. Aspal emulsi d. Ter KELEBIHAN JALAN BETON: Dapat menahan beban yang berat. Tahan terhadap gengangan air dan banjir. Biaya perawatan lebihn murah dibanding jalan aspal. Dapat digunakan pada struktur tanah lemah tanpa perbaikan struktur tanahnya terlebih dahulu. Pengadaan material lebih mudah didapat. Cara Pemeriksaan RC - 800 Max PA.0308-76 PA.0309-76 PA.0310-76 Persyaratan RC 3000 Min 250 27 35 60 80 65 Satuan Max 500 Min 800 27 15 45 75 75 Max 1600 4. Aspal penetrasi tinggi 100 / 110, digunakan untuk kasus : a. Jalan dengan volume lalu lintas rendah. b. Daerah dengan cuaca iklim dingin. b. Aspal cair Untuk keperluan lapis resap pengikat (prime coat) digunakan aspal cair jenis MC 30, MC 70, MC 250 atau aspal emulsi jenis CMS, MS. Untuk keperluan lapis pengikat (tack coat) digunakan aspal cair jenis RC 70, RC 250 atau aspal emulsi jenis CRS, RS.

3000 27 25 70 80

6000

Cst C % Isi
0

PA.0301-76 PA.0306-76 PA.0305-76 PA.0312-76 PA.0311-76

80 100 99 80

120

80 100 99 80

102

20 100 99 80

120

0.1 mm Cm % berat % luas %

0.2

0.2

0.2

KEKURANGAN JALAN BETON: Kualitas jalan beton sangat tergantung pada proses pelaksanaanya, misalnya pengeringan yang terlalu cepat dapat menimbulkan keretakan jalan, untuk mengatasi hal ini dapat menambahkan zat kimia pada campuran beton pasca pengecoran dengan kain basah untuk memperlambat proses pengeringan. Untuk pengguna pada jalan raya dengan kapsitas berat kendaraan yang tinggi, maka biaya konstruksi jalan beton lebih mahal dibanding jalan aspal, namun lebih murah pada masa perawatan. Kehalusan dan gelombang jalan sangat ditentukan pada proses pengecoran sehingga diperlukan pengawasan yang ketat. Proses perbaikan jalan dengan cara menumpang pada konstruksi jalan beton yang lama, sehingga menaikan elevasi jalan, sehigga terkadeang elevasi jalan lebih tinggi dibanding rumah disampingnya. KELEBIHAN JALAN ASPAL: Jalan lebih halus, mulus, dan tidak bergelombang sehingga enak dalam berkendara. Warna hitam aspal mempengaruhi psikologi pengendara menjadi lebih teduh dan nyaman. Untuk pengguna pada jalan dengan lalu lintas kendaraan ringan, jalan aspal lebih murah dibanding konstruksi jalan beton. Proses perawatan lebih mudah karena tinggal mengganti pada area jalan aspal yang rusdak saja, dengan cara menggali dan menggali dengan yang baru pada area jalan yang rusak. KEKURANGAN JALAN ASPAL: Tidak tahan terhadap genangan air, sehingga memerlukan saluran drainase yang baik untuk proses pengeringan jalan aspal pasca hujan atau banjir. Pada struktur tanah yang buruk harus dilakukan perbaikan tanah terlebih dahulu sebelum ditumpangi oleh konstruksi jalan aspal.

Jenis-jenis Aspal A. Aspal Alam Aspal alam ada yang diperoleh digunung-gunung seperti aspal di Pulau Buton atau lebih dikenal dengan Asbuton, Buton Asphalt merupakan aspal alam yang terjadi dari endapan aspal yang terdapat di bagian selatan P. Buton membujur dari teluk Lawele disebelah utara sampai teluk Sampalawa di sebelah selatan. Luas areal endapan aspal ini sekitar 25000 hektar. Ada pula aspal yang diperoleh di danau seperti di Trinidad serta yang berasal dari Bermuda. Aspal alam terbesar di dunia terdapat di Trinidad, berupa aspal danau (Trinidad Lake Asphalt). Aspal dari Trinidad mengandung kira-kira 40% organik dan zat-zat anorganik yang tidak dapat larut, sedangkan yang berasal dari Bermuda mengandung kira-kira 6% zat-zat yang tidak dapat larut. Dengan pengembangan aspal minyak bumi, aspal alamiah. B. Aspal Buatan Aspal ini diperoleh dari hasil sampingan penyulingan bertingkat minyak bumi yang akan menghasilkan berbagai jenis aspal. Yang termasuk dengan aspal buatan yaitu aspal minyak dan tar. Tar adalah hasil penyulingan batu bara dan kayu (tidak umum digunakan peka terhadap perubahan temperature dan beracun sedangkan aspal minyak adalah aspal yang merupakan residu destilasi minyak bumi. Setiap minyak bumi dapat menghasilkan residu jenis asphaltic base crude oil yang banyak mengandung aspal, paraffin base crude oil yang banyak mengandung parafin, atau mixed base crude oil yang mengandung campuran antara parafin dan aspal. Untuk perkerasan jalan umumnya digunakan aspal minyak jenis asphaltic base crude oil. Residu aspal berbentuk padat, tetapi melalui pengolahan hasil residu ini dapat pula berbentuk cair atau emulsi pada suhu ruang. - Aspal Buatan terbagi menjadi tiga yaitu aspal padat, aspal cair, dan emulsi. a. Aspal padat atau aspal keras adalah aspal yang berbentuk padat atau semipadat pada suhu ruang dan menjadi cair jika dipanaskan. Aspal padat dikenal dengan nama semen aspal ( asphalt cement). Oleh karena itu Aspal semen harus dipanaskan terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai bahan pengikat agregat. Aspal keras memiliki syarat umum sebagai berikut: - aspal keras harus berasal dari minyak bumi - aspal keras harus punya sifat sejenis - kadar parafin dalam aspal tidak lebih dari 2% - tidak mengandung air dan tidak berbusa jika dipanaskan sampai 175. b. Aspal cair (cutback asphalt) yaitu aspal yang berbentuk cair pada suhu ruang. Aspal cair merupakan semen aspal yang dicairkan dengan bahan pencair dari hasil penyulingan minyak bumi seperti minyak tanah, bensin, atau solar.

Syarat umum yang harus dipenuhi aspal cair adalah sebagai berikut: - Aspal cair harus berasal dari minyak bumi - Aspal harus punya sifat sejenis - Kadar parafin dalam aspal tidak lebih dari 2% - Tidak mengandung air dan jika dipakai jangan menunjukkan pemisahan atau penggumpalan. Bahan pencair yang digunakan dalam pencampuran aspal cair dapat membedakan aspal cair menjadi beberapa kelompok sebagai berikut : a. Rapid curing cut back asphalt (RC), yaitu aspal cair dengan bahan pencair bensin. RC merupakan aspal cair yang paling cepat menguap. b. Medium curing cut back asphalt (MC), yaitu aspal cair dengan bahan pencair minyak tanah (kerosene)dengan daya menguap sedang. c. Slow curing cut back asphalt (SC), yaitu aspal cair dengan bahan pencair solar (minyak disel). SC merupakan aspal cair yang paling lambat menguap. C . Aspal Emulsi ( emulsified asphalt) adalah suatu campuran aspal dengan air dan bahan pengemulsi, yang dilakukan di pabrik pencampur. Aspal emulsi lebih cair daripada aspal cair. Di dalam aspal emulsi,butir-butir aspal larut dalam air. Untuk menghindari butiran aspal saling menarik membentuk butir-butir yang lebih besar maka butiran tersebut diberi muatan listrik. - Berdasarkan muatan listrik yang dikandungnya, aspal emulsi dapat dibedakan atas: a. Aspal kationik disebut juga aspal emulsi asam, merupakan aspal emulsi yang butiran aspalnya bermuatan arus listrik positif. b. Aspal anionic disebut juga aspal emulsi alkali, merupkan aspal emulsi yang butiran aspalnya bermuatan negative. c. Nonionic merupakan aspal emulsi yang tidak mengalami ionisasi berarti tidak mengantarkan listrik. -Berdasarkan kecepatan mengerasnya, aspal emulsi dapat dibedakan atas : a. Rapid Setting (RS), aspal yang mengandung sedikit bahan pengemulsi sehingga pengikatan yang terjadi cepat, dan aspal cepat menjadi padat atau keras kembali. b. Medium Setting, direncanakan untuk pencampuran dengan agregat kasar, karena jenis ini tidak akan memecah jika berhubungan dengan agregat sehingga campuran ini tetap dapat dihamparkan dalam beberapa menit. c. Slow Setting (SS) , direncanakan untuk pencampuran dengan stabilitas maksimum. Digunakan dengan agregat bergradasi padat dan mengandung kadar agregat halus yang tinggi. Cara Pembuatan Jalan Aspal Berikut urutan kerja pembuatan jalan aspal beserta alat-alat berat dan kegunaannya : 1. Sebelum jalan raya dibangun, lahan dibersihkan dahulu dari sampah maupun pepohonan kemudian diratakan. Untuk membersihakan lahan dan menggali maupun menguruk tanah. Alat yang digunakan adalah excavator. 2. Setelah lahan dibersihkan kemudian dilakukan pekerjaan perataan tanah dengan menggunakan alat buldozer. Untuk memindahkan tanah bekas galian maka digunakan dump truck 3. Penghamparan material pondasi bawah berupa batu kali menggunakan alat transportasi dump truck kemudian diratakan dan dipadatkan dengan menggunakan alat tandem roller. 4. Pekerjaan perataan dengan tandem roller dilakukan lagi pada saat penghamparan lapis pondasi atas, dan lapis permukaan. Pada saat penghamparan material pondasi dilakukan pekerjaan pengukuran elevasi urugan dengan alat teodolit dan perlengkapannya. 5. Setelah lapisan pondasi bawah selesai dikerjakan, proses selanjutnya adalah penghamparan aspal yang sebelumnya sudah dipanaskan terlebih dahulu sehingga mencair. Untuk menghamparkan aspal digunakan asphalt finisher. 6. Setelah aspal berhasil dihamparkan dengan elevasi jalan raya yang sudah diukur menggunakan teodolit sesuai perencanaan pekerjaan selanjutnya adalah pemadatan dengan buldozer hingga memenuhi kepadatan dan elevasi yang direncanakan. 7. Pekerjaan selanjutnya adalah finishing pemadatan dan perataan jalan raya dengan alat peneumatic roller.

LANTAI Lantai adalah dasar dari sebuah ruang, yang memiliki peran penting untuk memperkuat eksistensi obyek yang berada di dalam ruang. Lantai adalah landasan pada sebuah bangunan. Lantai yang kita pijak pada hunian, tentu harus ditutup agar menjadi nyaman dan tampak lebih indah.

Syarat-syarat bahan lantai di antaranya adalah : - Aman - Awet - Kuat - Tahan lembab - Mudah dibersihkan dan menyerap panas. - Pada beberapa ruang harus dipasang lantai yang bahannya bertekstur kasar, seperti : kamar mandi, teras dan garasi. Fungsi Lantai: Fungsi lantai secara umum adalah: Lantai dapat menunjang dalam ruangan. aktivitas Fungsi utama lantai adalah: Lantai berfungsi sebagai alas pijakan kaki sehingga memberikan kenyamanan ketika berjalan di atasnya. Lantai berfungsi untuk memberi nilai estetika suatu ruang dalam bangunan sehingga dapat menambah nilai jual bangunan tersebut.

Lantai dapat membentuk karakter ruangan.

Beberapa fungi lantai lainnya yaitu : Lantai berfungsi sebagai penerima beban (baik beban mati atau beban hidup). Lantai berfungsi sebagai tempat berlangsungnya berbagai aktivitas. Lantai berfungsi sebagai elemen pembentuk dan pembeda ruang. Lantai juga merupakan suatu alat untuk membedakan suatu ruangan. Lantai berfungsi untuk menahan naiknya air tanah ke bagian bangunan. Lantai berfungsi untuk menambah nilai artistik ruang. Lantai berfungsi untuk membuat kesan mewah suatu ruangan. Lantai juga berfungsi untuk mengatur perbedaan ketinggian bangunan. Lantai pun juga berfungsi untuk mengatur ketinggian tersebut. Jenis Penutup Kayu Berdasarkan Letak Ruang : - Lantai Eksterior / ruang luar : erkarakter kuat dan tahan cuaca. - Lantai Interior / dalam ruang : Berkarakter lembut, hangat, formal atau santai. Berdasarkan Fungsi Ruang , lantai disesuaikan dengan aktivitas dan beban diatas lantai. Contoh lantai kamar mandi harus tahan air dan tidak licin. Lantai garasi harus kuat menahan beban dll. Aksesoris Keramik Aksesoris Keramik adalah bahan material tambahan pada saat pemasangan lantai, dinding, tangga atau meja dapur. Bahannya tidak hanya keramik, tetapi bisa kayu, batu, marmer, granit, alumunium dll. Contoh aksesoris keramik antara lain: - Border - Plint - Nosing Tile - Step Nosing Border berfungsi sebagai pembeda warna atau motif, untuk mengurangi kesan monoton pada lantai berukuran luas.Untuk saat ini border banyak dimanfaatkan untuk tujuan menambah keindahan / estetika, karena motif dan ukurannya yang beragam dan indah. Biasanya berukuran 5 20 cm. Pilih warna yang kontras dengan warna lantai yang dominan. Plint berfungsi sebagai pembatas lantai dengan dinding, dipasang vertikal di bagian dinding paling bawah. Bahan plint tidak harus sama dengan bahan lantai. Ciri-ciri nosing tile : bentuk hampir setengah lingkaran dengan motif dan warna yang bervariasi

Ukuran : panjangnya sekitar 10 cm. Aplikasi : untuk tepi tangga, lantai, dan teras (saat ada perbedaan ketinggian). Step nosing , material yang dipasang pada sudut ujung trap tangga, agar tangga tidak licin. Tidak harus dari bahan yang sama. Bisa terbuat dari keramik, karet, alumunium dll. Antislip keramik biasanya ukuran 10 x 20 cm. Antislip kareta tau alumunium berbentuk siku ukuran 5x5 cm, panjang karet 10 atau 25 m, panjang alumunium 4 m. Corak antislip berupa garis-garis atau bintik-bintik. Pinggulan adalah pekerjaan pembentukan ujung bahan lantai, tangga, meja dapur dll, dibuat bentuk bulat atau profil. Peminggulan bias dilakukan pada material kayu, marmer, granit dan bahan batuan yang lain. Berfungsi supaya sambungan pekerjaan tertutup rapih dan terlihat indah. Lis keramik berfungsi sebagai penambah estetika pada saat pemasangan keramik dinding. Tersedia dengan berbagai motif dan ukuran Keramik dekoratif berfungsi sebagai penambah estetika pada saat pemasangan keramik dinding atau lantai. Tersedia dengan berbagai motif dan ukuran.

Kelebihan dan Kekurangan keramik mozaik Mozaik merupakan material lantai dan dinding yang terbuat dari potongan-potongan keramik dan kaca atau media lain yang disusun membentuk pola atraktif yang menarik yang disatukan dengan semacam jaring. Mozaik biasa digunakan untuk kamar mandi, foyer, dan koridor yang tidak terlalu besar. Penggunaan mozaik pada suatu ruang dapat membuat ruangan tersebut lebih berkarakter. Tetapi penggunaan mozaik yang berlebihan dalam ruangan yang luas bisa menciptakan kesan ramai. Kelebihan penggunaan mozaik antara lain : Mudah dibentuk / dipotong (hanya menggunakan gunting untuk memotong jarring pada bagian belakang mozaik) Memiliki berbagai macam corak dan warna. Memiliki tampilan yang atraktif Kekurangan penggunaan mozaik antara lain : Dari segi ketahanan dan kekuatan kurang baik. Harga yang relatif mahal dengan kisaran Rp. 275.000,-/m2 sampai sekitar Rp.1.000.000,-/m2 tergantung dari merek dan motifnya. Cara Merawat Keramik Lantai 1. Basahkan lantai sebelum dipel dengan cairan pembersih Hal ini dilakukan untuk mencegah cairan pembersih terserap oleh lantai keramik. Bilas lantai setelah dibersihkan dengan cairan pembersih. 2. Jangan lakukan Jangan gunakan cairan pembersih lantai yang keras karena dapat menggores lapisan keramik. Jangan menggunakan cairan pembersih lantai yang berbahan dasar asam karena dapat merusak pori-pori keramik sehingga jadi berlubang. 3. Sebaiknya lakukan Lakukan perawatan lantai secara teratur dengan menyapunya untuk mengurangi tumpukan debu sebelum dipel. Gunakan air hangat daripada air dingin agar kotoran mudah terangkat. Gunakan detergen ringan dengan pH rendah. Keringkan lantai dengan lap yang halus untuk menghindari goresan.