Anda di halaman 1dari 8

KULIT Efloresensi kulit dapat berubah pada waktu berlangsungnya penyakit.

Proses tersebut dapat merupakan akibat biasa dalam perjalanan proses patologik. Kadang-kadang perubahan ini dapat dipengaruhi keadaan luar, misalnya trauma garukan, dan pengobatan yang diberikan sehingga perubahan tersebut tidak biasa lagi. Dalam hal ini gambaran klinis morfologi penyakit menyimpang dari biasanya dan sulit dikenali. Demi kepentingan diagnosis penting sekali untuk mencari kelainan yang pertama (efloresensi primer yang biasanya khas untuk penyakit tersebut. !enurut P"#KE$ (%&'' yang disebut efloresensi (ruam primer adalah macula, papul, plak, urtika, nodus, nodulus, (esikel, bula, pustule dan kista. )edangkan efloresensi sekunder adalah skuama, krusta, erosi, ulkus, dan sikatriks. *ntuk mempelajari macam-macam kelainan kulit lebih sistematis sebaiknya dibuat pembagian menurut )+E!E$) (%&,- yang membaginya sebagai berikut . Setinggi permukaan kulit adalah macula Bentuk peralihan, tidak terbatas pada permukaan kulit adalah eritema, telangiektasis Di atas permukaan kulit adalah urtika, (esikel, bula, kista, pustule, abses, papul, nodus, tumor, (egetasi Bentuk peralihan, tidak terbatas pada suatu lapisan saja adalah sikatriks (hipertrofi dan hipotrofi , cekung, hipotrofi, anetoderma, erosi, ekskoriasi, ulkus, yang melekat di atas kulit (deposit , skuama, krusta, sel-sel asing dan hasil metaboliknya, kotoran Defenisi Berbagai Efloresensi Kulit/kelainan Kulit Dan Istilah Istilah !ang Berhubungan Dengan Kelainan Tersebut "a#ula adalah kelainan kulit berbatas tegas berupa perubahan warna semata-mata. /ontoh adalah melanoderma, leukoderma, purpura, petekie, ekimosis Eritema adalah kemerahan pada kulit yang disebabkan pelebaran pembuluh darah kapiler yang re(ersible Urtika adalah edema setempat yang timbul mendadak dan hilang perlahan-lahan $esikel adalah gelembung berisi cairan serum, beratap, berukuran kurang dari 0 cm garis tengah dan mempunyai dasar 1 (esikel berisi darah disebut (esikel hemoragik %ustule adalah (esikel yang berisi nanah, bila nanah mengendap di bagian bawah (esikel disebut (esikel hipopion Bula adalah (esikel yang berukuran lebih besar. Dikenal juga istilah bula hemoragik, bula purulen, dan bula hipopion

Kista adalah ruangan berdinding berisi cairan, sel, maupun sisa sel. Kista terbentuk bukan akibat peradangan, walaupun dapat meradang. Kista terbentuk dari kelenjar yang melebar dan tertutup, saluran kelenjar, pembuluh darah, saluran getah bening, atau lapisan epidermis. +si kista terdiri atas serum, getah bening, keringat, sebum, sel-sel epitel, lapisan tanduk, dan rambut &bses adalah kumpulan nanah dalam jaringan, bila mengenai kulit berarti di dalam kutis atau subkutis %apul adalah penonjolan di atas permukaan kulit, sikumskrip,berukuran diameter lebih kecil dari 0 cm, berisikan 2at padat. 3arna papul dapat merah akibat peradangan, pucat, hiperkrom, putih, atau seperti kulit di sekitarnya. 4etak papul dapat epidermal atau kutan 'odus adalah massa padat sirkumskrip, terletak di kutan atau subkutan, dapat menonjol, jika diameternya lebih kecil dari % cm disebut nodulus %lak adalah peninggian di atas permukaan kulit, permukaannya rata dan berisi 2at padat (biasanya infiltrat , diameternya 5 cm atau lebih. /ontohnya papul yang melebar Tumor adalah istilah umum untuk benjolan yang berdasarkan pertumbuhan sel maupun jaringan Infiltrate adalah tumor terdiri atas kumpulan sel radang $egetasi adalah pertumbuhan berupa penonjolan bulat atau runcing yang menjadi satu. 6egetasi dapat dibawah permukaan kulit Sikatriks adalah terdiri atas jaringan tak utuh, relief kulit tdk normal, permukaan kulit licindan tidak terdapat adneksa kulit. )ikatriks dapat atrofik, kulit mencekung dan dapat hipertrofik yang secara klinis terlihat menonjol karena kelebihan jaringan ikat. 7ila sikatriks hipertrofik menjadi patologik, pertumbuhan melampaui batas luka disebut keloid (sikatriks )ang pertumbuhan seln)a mengikuti pertumbuhan tumor*, dan ada kecenderungan terus membesar &netoderma adalah bila kutis kehilangan elastisitas tanpa perubahan berarti pada pada bagian kulit yang lain, dapat dilihat bagian-bagian yang bila ditekan dengan jari-jari seakan-akan berlubang. 7agian yang jaringan elastiknya atrofi disebut anetoderma Erosi adalah kelainan kulit yang disebabkan kehilangan jaringan yang tidak melampaui stratum basal Ekskoriasi adalah kelainan kulit yang disebabkan oleh hilangnya jaringan sampai stratum papilare

Ulkus adalah hilangnya jaringan yang lebih dalam dari ekskoriasi Skuama adalah lapisan stratum korneum yang terlepas dari kulit. )kuama dapat halus sebagai taburan tepung, maupun lapisan tebal dan luas sebagai lembaran kertas. Dapat dibedakan misalnya pitirasiformis (halus , psoriasiformis(berlapis-lapis , iktiosiformis (seperti ikan , kutikular (tipis , lamellar (berlapis , membranosa (lembaran-lembaran , dan keratotik (terdiri atas 2at tanduk Krusta adalah cairan badan yang mengering. Dapat bercampur dengan jaringan nekrotik. !aupun benda asing (kotoran, obat dan sebagainya . 3arnanya ada beberapa macam adalah kuning muda berasal dari serum, kuning kehijauan berasal dari pus, dan kehitaman berasal dari darah Likenifikasi adalah penebalan kulit disertai relief kulit yang makin jelas +uma adalahinfiltrak sirkumskrip, menahun, destruktif, biasanya melunak Eksentama adalah kelainan pada kulit yang timbul serentak dalam waktu singkat dan tidak berlangsung lama, umumnya didahului oleh demam ,agedenikum adalah proses yang menjurus ke dalam dan meluas Terebrans adalah proses yang menjurus ke dalam "onomof adalah kelainan pada kulit yang satu ketika terdii atas hanyan satu macam ruam kulit %olimorf adalah kelainan kulit yang sedang berkembang, terdiri atas bermacam-maca eflolesensi Telangiektasis adalah pelebaran kapiler yang menetap pada kulit -oseola adalah eksantema yang lentikular berwarna merah tembaga pada sifilis dan frambusia Eksantema skariatiniformis adalah erupsi yang difus dapat generalisata atau lokalisata, berbentuk eritema numular Eksantema morbiliformis adalah erupsi yang berbentukk eritema yang lentikular +alopans adalah proses yang sangat cepat meluas Berbagai istilah ukuran, susunan kelainan/bentuk serta pen)ebaran dan lokalisasi dijelaskan sbb. #. *kuran !iliar . sebesar kepala jarum pentul 4entikular . sebesar biji jagung

$ummular . sebesar uang logam %88 rupiah Plakat . lebih besar dari numular 7. )usunan Kelainan97entuk 4iniar . seperti garis lurus )irsinar9anular . seperti lingkaran Polisiklik . bentuk pinggiran yang sambung menyambung #rsinar . berbentuk bulan sabit Korimbiformis . susuan seperti induk ayam yang dikelilingi anak-anaknya /. Penyebaran dan 4okalisasi )irkumskrip . berbatas tegas Difus . tidak berbatas tegas :eneralisata . tersebar pada sebagian besar bagian tubuh "egional . mengenai daerah tertent badan *ni(ersalis . seluruh atau hampir seluruh tubuh (&8 ; %88< )olitary . hanya satu lesi =erpetiformis . (esikel bekelompok seperti pada herpes 2ooster Konfluens . dua atau lebih lesi yang menjadi satu Diskret . terpisah satu dengan yang lain )erpiginosa . proses yang menjalar ke satu jurusan diikuti oleh penyembuhan pada bagian yang ditinggalkan +risformis . eritema berbentuk bulat lonjong dengan (esikel wana yang lebih gelap ditengahnya )imetrik . mengenai kedua belah badan yang sama 7ilateral . mengenai kedua belah badan *nilateral . mengenai sebelah badan