Anda di halaman 1dari 5

ISBN : 978-979-16366-0-5

D.10

PERHITUNGAN KUAT MEDAN LISTRIK DI BAWAH SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI 150 kV
Baharuddin
Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Univeristas Andalas, Kampus Unand Limau Manis, Padang 25143, Indonesia Tel: +62 751 7056711, Fax: +62 751 72584, E-mail: Baharuddin@ft.unand.ac.id,

Abstrak
Kuat medan listrik dibawah jaringan transmisi tegangan tinggi bolak-balik hantaran udara adalah masalah yang sangat penting yang harus ditangani. Pada tugas akhir ini perhitungan Kuat Medan Listrik tersebut dilakukan dengan menggunakan Metode Bayangan. Secara umum perhitungan kuat medan listrik dapat di analisa dengan pendekatan Metode Bayangan. Metode bayangan pada dasarnya mamakai prinsip bahwa potensial disuatu titik P dapat dicari dari potensial disekitarnya bila jarak (beda) titik-titik P tersebut terdapat titik sekitanya diketahui, karena kesederhanaannya metode ini sering dipilih dan menjadi topik penelitian yang masih terus dikembangkan. Dalam perhitungan intensitas medan listrik terhadap manusia yang mana manusia berada dibawah kawat fasa SUTT 150 kV adalah Total intensitas medan listrik keseluruhannya pada manusia yang berdiri pada menara atau tiang transmisi dimana X=0 adalah : 4,9456 kV/m. Arus induksi yang disebabkan oleh intensitas medan listrik pada saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 150 kV terhadap manusia yang berada di tiang transmisi. Total arus induksi yang didistribusikan pada manusia berada di tiang transmisi adalah 0,021167 mA. Jarak batas aman manusia terhadap arus induksi dari pengaruh intensitas medan listrik yaitu, jika X =3,6 (manusia berada pada tiang transmisi) maka jarak batas amannya adalah kecil dari 17,2 meter dari permukaan tanah. semakin jauh dari sumber dan semakin kecil penampang penghantar maka kuat medan listrik semakin berkurang. Kata kunci: Batas ambang, kuat medan listrik, ruang bebas 1. Pendahuluan Pembangunan jaringan transmisi 150 kV pada dasarnya merupakan keinginan pemerintah dan pengusaha ketenagalistrikan dalam rangka peningkatan penyaluran listrik dengan kualitas dan keandalan yang tinggi. Disisi lain pengembangan jaringan transmisi 150 kV dapat mengakibatkan : 1. Timbulnya medan listrik setelah penghantar SUTT bertegangan yaitu setelah terhubung dengan jaringan interkoneksi 150 kV. 2. Timbulnya medan magnet setelah penghantar SUTT mengalir arus yaitu saat dioperasikan melayani beban listrik sekitar. Dengan demikian timbul dampak kekhawatiran adanya bahaya medan magnet dan medan listrik terhadap kesehatan masyarakat dan dapat berlanjut kepada dampak yang tak langsung berupa penurunan nilai ekonomi lahan/tanah disekitar tapak menara dan sepanjang bentangan penghantar jalur SUTT. Ruang bebas adalah ruang sekeliling penghantar yang dibentuk oleh jarak bebas minimum sepanjang SUTT yang didalam ruang itu harus dibebaskan dari benda-benda dan kegiatan lainnya. Sementara ruang aman adalah ruang yang berada di luar ruang bebas dimana lahan atau tanahnya masih dapat dimanfaatkan. Dalam ruang aman pengaruh kuat medan listrik dan kuat medan magnet sudah dipertimbangkan dengan mengacu kepada paraturan yang berlaku. Ruang aman dapat diperluas dengan cara meninggikan menara dan atau meperpendek jarak antara menara, sehingga bila ada pemukiman yang akan dilintasi SUTT yang akan dibangun berada di dalam ruang yang aman. Jaringan saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 150 kV aman dan tidak berbahaya bagi keselamatan dan kesehatan manusia sepanjang tidak memasuki ruang bebas sebagaimana diisyaratkan peraturan Menteri Pertambangan dan Energi No. 01.P/47/MPE/1992 7 Februari 1992. Namun demikian informasi seperti ini belum seluruhnya dapat menyakinkan masyarakat yang saat ini semakin kritis, oleh sebab itu diperlukan teknik ilmiah lainnya yang dapat menghitung besar intensitas medan listrik dengan menggunakan prinsip metode bayangan, pada fasa R, S dan T (saluran ganda). 2. Klasifikasi Saluran Transmisi Pusat-pusat listrik, biasa juga disebut sentralsentral listrik (electric power stations), terutama yang menggunakan tenaga air, biasanya jauh letaknya dari tempat-tempat dimana tenaga listrik itu digunakan. Karena itu, tenaga listrik yang dibangkitkan harus disalurkan melalui kawat-kawat (saluran-saluran)

Proceedings Seminar Nasional Teknik Ketenagalistrikan (SNTK) 2007 Universitas Hasanuddin Makassar, 17 18 Juli 2007

D - 29

ISBN : 978-979-16366-0-5
transmisi. Saluran-saluran ini membawa tenaga listrik dari pusat-pusat listrik tenaga air (PLTA) atau pusatpusat listrik tenaga termis (PLTT) ke pusat-pusat beban (load centers), baik langsung maupun melalui saluran-saluran penghubung, gardu-gardu induk (substations). Ada dua kategori saluran transmisi yaitu saluran udara (overhead line) dan saluran bawah tanah (underground). Yang pertama menyalurkan tenaga listrik melalui kawat-kawat yang digantung pada tiang-tiang transmisi dengan perantaraan isolatorisolator, sedangkan saluran bawah tanah menyalurkan listrik melalui kabel-kabel bawah tanah. Kedua cara penyaluran mempunyai untung-ruginya sendirisendiri. Dibandingkan dengan saluran udara, saluran bawah tanah tidak terpengaruh oleh cuaca buruk, taufan, hujan angin, bahaya petir, dan sebagainya. Lagi pula saluran bawah tanah lebih estetis (indah), karena tidak tanpak. Namun biaya pembangunannya lebih mahal dari pada saluran udara, dan perbaikannya lebih sukar bila terjadi gangguan hubung singkat. Secara garis besar, sistem tenaga listrik (electric power system) dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: 1. pembangkit (generator) 2. transmisi (transmision) 3. distribuis (distribution) Sehubungan dengan perlu atau tidaknya penanganan kapasitansi, saluran kawat terbuka 50 Hz yang kurang dari 80 km adalah termasuk saluran pendek, saluran panjang, menengah adalah kira-kira antara 80 km dan 240 km. Saluran yang lebih panjang dari 240 km merupakan saluran panjang. 3. Komponen-Komponen Utama dari Saluran Udara Komponen-komponen utama dari saluran transmisi terdiri dari : 1. Menara transmisi atau tiang transmisi deserta pondasinya. 2. Isolator-isolator. 3. Kawat penghantar (conductor) 4. Kawat tanah (ground wires) 3.1. Menara atau tiang transmisi Menara atau tiang transmisi adalah suatu bangunan penopang saluran transmisi, yang bisa berupa menara baja, tiang baja, tiang beton bertulang dan tiang kayu. Tiang-tiang baja, beton atau kayu umumnya digunakan pada saluran-saluran dengan tegangan verja relatif rendah yaitu dibawah 70 kV, sedangkan untuk saluran transmisi tegangan tinggi atau extra tinggi digunakan menara baja.

D.10

a. Saluran tunggal

b. Saluran ganda

Gambar 1. Menara transmisi 3.2 Isolator-isolator Isolator untuk saluran transmisi diklasifikasikan menurut penggunaan dan konstruksinya menjadi isolator gantung (suspension), jenis pasak (pin-type), jenis batang panjang (long-rod) dan jenis pos-saluran ( line post). Gandengan isolator gantung umumnya dipakai pada saluran transmisi tegangan tinggi, sedangkan isolator batang-panjang dipakai ditempat-tempat dimana pengontrolan udara karena gangguan garam dan debu banyak terjadi. Kedua jenis yang lain dipakai pada saluran transmisi yang relatif rendah (kurang dari 22-33 kV0. Pada isolator gantung dikenal dua jenis, yakni clevis type dan ball and socket type, yang masingmasing terbuat dari porselin dengan tutup (cap) dari besi tempaan (mal-leable iron) disatu pihak atau pasak baja di lain pihak, yang keduanya diikatkan pada porselinnya dengan semen berkualitas baik. Ukuran yang dikenal adalah dengan piringan bergaritengah 250 mm (di jepang usuran Standard). 180 mm, 280 mm, dan 320 mm, masing-masing dengan daya mekanis 12000 kg dan 16500 kg ( standart ), 6000 kg, 21000 kg. dan 30000 kg. Isolator gantung digandeng-gandengkan menurut kebutuhan isolasinya karena tegangannya. 3.3 Kawat penghantar Jenis-jenis kawat penghantar yang bisa digunakan pada saluran transmisi adalah tembaga dan konduktivitas 100% (CU 100%), tembaga dengan konduktivitas 97,5% (CU 97,5%), atau aluminium dengan konduktivitas 61% (AL 61%). Kawat penghantar aluminium terdiri dari berbagai jenis dengan lambang sebagai berikut : ACC = All-Aluminium Conductor, yaitu kawat penghantar yang seluruhnya terbuat dari aluminium AAAC =All-Aluminium-Alloy Conductor, yaitu kawat penghantar yang seluruhnya terbuat dari campuran aluminium.

Proceedings Seminar Nasional Teknik Ketenagalistrikan (SNTK) 2007 Universitas Hasanuddin Makassar, 17 18 Juli 2007

D - 30

ISBN : 978-979-16366-0-5
ACSR = Aluminium Conductor Steel-reinforced), yaitu kawat penghantar aluminium ber-inti kawat baja. ACAR = Aluminium conductor alloy-reinforced, yaitu kawat penghantar aluminium yang diperkuat dengan logam campuran Kawat penghantar tembaga mempunyai berberapa kelebihan dibandingkan dengan kawat panghantar aluminium karena konduktivitas dan kuat tariknya lebih tinggi. Tetapi kelemahannya adalah, untuk besar tahanan yang sama, tembaga lebih berat dari aluminium dan juga lebih mahal. Oleh karena itu kawat penghantar aluminium telah mengantikan kedudukan tembaga. Untuk memperbesar kuat tarik dari kawat aluminium digunakan campuran aluminium (aluminium alloy). Untuk saluran-saluran transmisi tegangan tinggi, dimana jarak antara dua tiang/menara jauh (ratusan meter), dibutuhkan kuat tarik yang lebih besar tinggi. Untuk itu digunakan kawat penghantar ACSR. 3.4 Kawat tanah Kawat tanah atau ground wires juga disebut sebagai kawat pelindung (shield wires) gunanya untuk melindungi kawat-kawat penghatar atau kawatkawat fasa. Sebagai kawat tanah umumnya dipakai kawat baja (steel wires) yang lebih murah, tetapi tidaklah jarang digunakan ACSR. Kawat tanah atau kawat perisai (shielding wire) adalah kawat-kawat pada saluran transmisi yang ditempatkan diatas kawat fasa. Mulanya kawat tanah ini dimaksudkan sebagai perlindungan terhadap sambaran induksi kilat disekitar kawat transmisi, jadi sambaran kilat tidak langsung. Akan tetapi kamudian hasil-hasil pengalaman maupun teori, sebab utama terjadi gangguan pada saluran transmisi tegangan tinggi 150 kV atau lebih adalah sambaran kilat langsung. Pada saluran tegangan menengah justru sambaran yang tidak langsung ini yang menyebabkan lebih banyak gangguan. Efesiensi perlindungan bertambah tinggi bila kawat tanah semakin dekat dengan kawat fasa. Untuk sambaran langsung kawat tanah melindungi kawat fasa dan untuk memperoleh perisai yang baik kedudukan kawat tanah harus memenuhi berberapa persyaratan penting : a) Jarak kawat tanah diatas kawat fasa diatur sedemikian rupa agar dapat mencegah sambaran langsung pada kawat fasa-fasa. b) Pada tegah gawang kawat tanah harus mempunyai jarak yang cukup diatas kawa fasa untuk mencegah terjadinya lompatan api samping (side flashover) selama waktu yang diperlukan untuk gelombang pantulan negatif dari menara kembali ke tengah gawang. c) Tahanan kaki menara harus cukup rendah untuk membatasi tegangan pada isolataor agar tidak terjadi lompatan api pada isolator.
Proceedings Seminar Nasional Teknik Ketenagalistrikan (SNTK) 2007 Universitas Hasanuddin Makassar, 17 18 Juli 2007

D.10
d) Pada perisai terhadap gardu induk kawat tanah harus cukup panjang sehingga surja yang masuk dapat diredam sapai harga yang tidak berbahaya sewaktu mencapai gardu induk. Pada tahun 1960 provoost menemukan suatu resume yang Sangat baik mengenai peranan kawat tanah. Berdasarkan teori itu provoost menarik kesimpulan bahwa : 1. Untuk sudut perisaian 18o perisaian kawat transmisi itu baik. 2. Untuk sudut perisaian 30o kurang baik, dan 3. Untuk sudut perisaian > 40o jelek. Jumlah gangguan kilat karena kegagalan perisai adalah sebagai fungsi dari sudut perisaian dan tinggi menara ht seperti terlihat dari relasi empiris: ht log = 4 ........................................(1) 90 Dimana : = hasil bagi jumlah kilat yang mengenai kawat dan jumlah kilat yang mengenai saluran transmisi. = sudut perisaian pada menara, derajat. ht = tinggi kawat tanah pada menara, meter 4. Andongan Kawat Penghantar Andongan adalah suatu lengkungan yang terjadi oleh kawat penghantar yang dibentangkan antara dua buah tiang. Faktor-faktor yang mempengaruhi besar andongan dari kawat penghantar antara tiang antara lain (Gonen.T, 1988) beban kawat penghantar, jarak antara tiang, perbadaan tinggi tiang, temperatur, tegangan kawat penghantar, dan kuat angin yeng bertiup. Jenis Andongan kawat Penghantar Andongan yang sama tingginya Andongan yang tidak sama tingginya Untuk keadaan ini, tinggi tiang adalah sama tingginya. Dalam hal ini dapat dilihat pada gambar 2. S D

Gambar. 2. Contoh salah andongan yang sama tingginya 5. Induksi Medan Listrik Arus yang diinduksikan pada tubuh manusia terjadi pada tubuh manusia terjadi dalam daerah Medan listrik yang dihasilkan oleh kawat transmisi tegangan tinggi dan gardu-gardu. Pengetahuan yang pasti tentang arus induksi pada tubuh manusia akan

D - 31

ISBN : 978-979-16366-0-5
membutuhkan studi biologi untuk melihat pengaruh dari efek Medan listrik terhadap organ-organ yang terdapat dalam tubuh manusia. Untuk mengetahui distribusi medan pada organorgan manusia diperlukan ilmu yang sangat memadai, tidak saja bentuk dan resistansinya. Secara sederhana, dapat dilakukan percobaan dengan melewatkan arus pada tubuh manusia. Pada gambar 3. orang yang berdiri di medan listrik tersebut akan mengalami induksi arus hubung singkat. Secara pendekatan, besar arus hubung singkat adalah proporcional dengan manusia. Seandainya orang itu ditanahkan dengan baik maka arus hubung singkat itu akan lewat di kedua kakinya

D.10
posisi manusia terhadap kawat fasa maka arus induksi semakin besar. Arus induksi kurang dari 0,5 mA Belum dirasakan adanya arus yang pengaruh oleh intensitas Medan listrik sedangkan arus induksi yang lebih besar dari 0,5 mA sudah dirasakan pengaruhnya, yaitu dapat mengakibatkan dampak yang Sangay berbahaya bagi manusia antara lain terjadinya kontrasi otot seperti kejang dan sulit bernafas, terhentinya jantung, terhentinya pernafasan dan berberapa luka bakar serta dapat mengakibatkan kematian. Tabel 1. Arus induksi pada manusia yang menjauhi kawat penghantar Intensitas Jarak Arus Medan listrik (X) induksi (Ii) No meter ( E Total ) (mA) (m) (kV/m) 1. 0 4,9459 0,02226 2. 1 4,9357 0,02221 3. 2 4,9052 0,02207 4. 3 4,8550 0,02184 5. 4 4,7863 0,02154 6. 5 4,7004 0,02115 7. 6 4,5991 0,02069 8. 7 4,4844 0,02017 9. 8 4,3585 0,01961 10. 9 4,2235 0,01901 11. 10 4,0817 0,01836 Pada tabel 1. arus induksi terbesar adalah Ii = 0,02226 mA yang mana manusia berada dibawah saluran transmisi (X=0). Manusia yang berada dibawah saluran transmisi tersebut tidak merasakan adanya arus induksi yang melewati tubuhnya. Sedangkan pada manusia yang berada dibawah kawat fasa T (X=3,6), pada jarak 17,2 dari permukaan tanah arus induksi yang dihasilkan adalah Ii = 0,5107 mA maka arus induksi ini sudah dirasakan oleh manusia tetapi tidak menimbulkan bahaya. Apabila arus induksi yang dihasilkan lebih besar dari 10 mA dalam waktu lebih lama dari 2 detik maka dapat membuat manusia kejang-kejang dan sulit bernafas. Jadi, jarak batas aman bagi manusia yang berada dibawah saluran transmisi dimana manusia berada pada menara adalah kecil dari 17,2 meter dari permukaan tanah. 7. Kesimpulan Dari hasil perhitungan intensitas medan listrik dari arus induksi yang melewati tubuh manusia yang mana tinggi manusia rata-rata 1,6 m maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut yaitu total arus induksi yang didistribusikan pada manusia berada di tiang transmisi adalah 0,021167 mA. Jarak batas =3,6 (manusia berada pada tiang transmisi) maka jarak batas amannya adalah kecil dari

Gambar. 3. Induksi Medan listrik yang melewati tubuh manusia 6. Analisa perhitungan arus induksi pada manusia Arus induksi yang diinduksikan pada manusia akibat dari intensitas Medan listrik Sangat dipengaruhi oleh jarak manusia terhadap kawat transmisi. Dapat dilihat pada tabel 4.7. Apabila jarak manusia semakin jauh dari kawat penghantar maka arus induksi yang diinduksikan semakin kecil, begitu juga untuk perhitungan arus induksi pada masingmasing kawat fasa. Sedangkan arus induksi pada manusia yang mendekati kawat penghantar maka arus induksi yang didapat akan semakin besar, serena semakin dekat aman manusia terhadap arus induksi dari pengaruh intensitas medan listrik yaitu, jika X
Proceedings Seminar Nasional Teknik Ketenagalistrikan (SNTK) 2007 Universitas Hasanuddin Makassar, 17 18 Juli 2007

D - 32

ISBN : 978-979-16366-0-5
17,2 meter dari permukaan tanah. semakin jauh dari sumber dan semakin kecil penampang penghantar maka kuat medan listrik semakin berkurang. 8. Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih ditujukan kepada Lembaga Penelitian Unand (Lemlit Unand) yang telah memberikan bantuan dana penelitiannya, sehingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan jadwal yang tepat. Demikian pula ucapan terima kasih kepada staf pengajar yang sebidang dengan kami, atas bantuan serta diskusinya selama ini, terlebih dahulu kami ucapkan terima kasih banyak. 9. Referensi [1]. Arismunandar, A. dan Kuwahara. S,Teknik Tegangan Tinggi, Jilid II: Saluran Transmisi, 1993, PT. Pradnya Paramita, Jakarta. [2]. Hermagasantos, Teknik Tegangan Tinggi, 1994, PT.Rosda Jayaputra, Jakarta. [3]. Hutauruk, Transmisi Daya Listrik, 1996. Penrbit Erlangga, Jakarta. [4]. H. Hayt. William. Jr, Elektromagnetik Teknologi, Jilid 1, 1990, Penerbit Erlangga, Jakarta. [5]. K. T. Sirait, R. Zoro, dan Djoko Darwanto, Teknik Tegangan Tinggi, Penerbit ITB Bandung, Bandung. [6]. Stevenson. William D. Jr, Analisis Sistem Tenaga Listrik, 1996, Penerbit Erlangga, Jakarta. [7]. Sugandi Imam, Budiman Masgunarto, Djoekardi Djuhana, Soekarto. J, dan Sukarno, Panduan Instalasi Listrik Untuk Rumah Berdasarkan PUIL 2000, Yayasan Usaha Penunjang Tenaga Listrik, Copper Development Centre, Shouth East Asia.

D.10

Proceedings Seminar Nasional Teknik Ketenagalistrikan (SNTK) 2007 Universitas Hasanuddin Makassar, 17 18 Juli 2007

D - 33