Anda di halaman 1dari 30

All About LSMA (Least Square Moving Average ) Sampai Tetek Bengeknya

Menentukan Arah Pergerakan Harga Saya anggap semua mulai mengerti bagaimana memahami kondisi pergerakan harga. Dengan format multi Time Frame pada chart kita dengan setup dimana setiap Time Frame mewakili pergerakan harga pada acuan tertentu, saya pikir apa yang saya ingin sampaikan mengenai pergerakan harga mulai terlihat dengan jelas. Sehingga saya pikir ini memungkinkan saya untuk melanjutkan pelajaran yang saya tunda-tunda karena saya merasa selama ini masih banyak yang belum paham mengenai pergerakan harga sehingga saya sedikit enggan dan gak mood buat ngelanjutinnya. Dengan format multi time frame ini saya yakin temen-temen sekarang juga bisa mengerti mengapa dulu saya menyampaikan bahwa pergerakan harga itu bergelombang, dan perlu temen-temen ketahui bahwa gelombang-gelombang harga itu terjadi dan terbentuk pada setiap periode waktu. Singkatnya periode gelombang yang terjadi itu tak terhingga periode waktunya, ada gelombang periode 1 detik, 5 detik, 1 jam, 4 jam, 8 jam, 1 hari, 2 hari, 1 minggu, 3 minggu, 1 bulan, 1 tahun, 10 tahun dsb. Tetapi walaupun periode gelombang yang terjadi ini tak terhingga jumlahnya, jenis gelombang harga yang terbentuk hanya ada dua, yaitu gelombang harga naik dan gelombang harga turun. Lalu kemudian di awal thread ini saya juga memperlihatkan bagaimana sudut pandang kita tentang gelombang harga yang terjadi pada harga bisa berbeda-beda, di mana hal ini tergantung pada periode acuan waktu yang kita gunakan untuk melihat gelombang harga tersebut. Ini juga menegaskan kenapa saya juga bilang bahwa keputusan kita untuk BUY atau SELL saat ini adalah BENAR asal kita tahu dimana menempatkan Stop Loss, yaitu di area di mana arah gelombang harga yang kita jadikan acuan untuk membuka posisi BUY atau SELL arah pergerakan gelombangnya akan berakhir. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kita mengetahui arah gelombang harga pada periodeperiode acuan tersebut? Sebelum saya menjawab ini, saya ingin mengulang sedikit dan memperjelas mengenai pergerakan harga. Ada satu hal yang saya pegang erat-erat mengenai pergerakan harga, yaitu "Kita tidak pernah tahu kemana harga akan bergerak setelah saat ini". Kenapa? karena pergerakan harga yang terjadi saat ini tergantung sepenuhnya pada volume transaksi yang terjadi di Market yang dilakukan oleh Buyers dan Sellers. Ketika volume transaksi yang dilakukan Buyers saat ini lebih besar dari volume transaksi yang dilakukan Sellers saat ini, maka harga akan bergerak naik. Sebaliknya jika volume transaksi Sellers saat ini lebih besar dari volume transaksi Buyers saat ini maka harga akan bergerak turun. Begitulah pergerakan harga terjadi dan kenapa kita melihat setiap saat harga bergerak naik turun. Nah, ketika kita mencoba melihat arah pergerakan harga pada periode waktu tertentu, itu artinya adalah kita mencoba melihat kecenderungan arah pergerakan harga pada periode waktu tertentu yang merupakan akumulasi arah pergerakan harga yang terjadi setiap saat atau pada periodeperiode waktu yang lebih kecilnya. Jelasnya begini, katakanlah kita mencoba melihat kecenderungan arah pergerakan harga periode atau acuan waktu harian. Artinya kita mencoba melihat

kecenderungan arah pergerakan harga yang terjadi selama 24 jam terakhir dimana kecenderungan arah ini dilihat dari akumulasi arah pergerakan harga yang terjadi setiap saat selama 24 jam terakhir tersebut atau akumulasi arah dari pergerakan harga pada periode-periode yang lebih kecil dari periode 24 jam. Bicara soal kecenderungan arah gelombang harga pada periode waktu tertentu, maka kita akan bicara soal metoda atau cara bagaimana kita menentukan arah dari akumulasi arah pergerakan harga yang terjadi setiap saat pada periode waktu yang kita amati atau akumulasi arah dari gelombang-gelombang harga dengan periode yang lebih kecilnya.

nanti kita lanjutkan..... KG

Mari kita lanjutkan... Sepanjang thread ini saya selalu mencontohkan bagaimana menganalisa dengan menggunakan Bollinger Bands yang kebetulan middle nya adalah SMA dan SMA-SMA dengan periode-periode kecil yang kita gunakan sebagai pengarah. Biar nyambung untuk pembahasan selanjutnya saya hanya akan menjabarkan apa-apa yang kita gunakan di thread ini. Pengembangannya nanti temen-temen bisa menggunakan metoda apa pun setelah memahami mengapa kita harus mengetahui logika dan dasar perhitungan dibalik metoda yang kita gunakan. Dan ini nantinya tidak terbatas hanya pada metoda-metoda untuk melihat kecenderungan arah tetapi juga harus kita terapkan pada metodametoda lainnya seperti metoda untuk mengukur batas-batas pergerakan harga, strength pergerakan harga dan lain sebagainya. Simple Moving Average atau disingkat SMA adalah metoda paling sederhana dalam statistik yang dapat digunakan untuk melihat kecenderungan arah pergerakan data bergerak pada periode yang kita amati. Yang dimaksud dengan data bergerak adalah istilah untuk sekumpulan data dimana selalu ada data baru yang masuk setiap satuan waktu tertentu, jadi setiap saat selalu ada data baru yang muncul lah. Contohnya nilai tukar mata uang pada forex ini lah. Nah, sekarang kita lihat SMA aja deh... karena ini yg kita gunakan selama ini. Gimana sih dasar perhitungan SMA yang kita gunakan ini? Di halaman awal dan ditengah-tengah thread ini saya sudah jelaskan sebetulnya... tapi karena banyak permintaan dan pembelajaran ini sifatnya gratis maka saya "harus" mengulangnya lah.. berbeda kalo pembelajaran ini dibayar pemberi materi tidak wajib mengulang-ngulang pembahasannya hehehehehehehe.. SMA itu perhitungannya sederhana yaitu dengan menjumlah seluruh data yang diamati lalu membaginya dengan banyaknya data yang diamati itu sendiri. Misalnya begini, katakan kita ingin mengetahui nilai rata-rata dari harga selama 24 jam terakhir dan data harga yang kita pakai adalah nilai close nya. Lalu misalnya kita menggunakan data pada Time Frame M15, maka untuk 24 jam terakhir berarti kita akan menjumlahkan 96 data close terakhir lalu membaginya dengan 96 untuk mendapat nilai harga rata-rata selama 24 jam terakhir. Kebayang kan ? coba lihat gambar di bawah ini:

image hosting sites Apa yang bisa kita simpulkan dari gambar dan uraian singkat di atas tentang SMA? Pertama jelas nilai rata-rata atau dimana letak garis SMA pada candle terakhir adalah nilai rata-rata yang dihitung dari sejumlah periode data terakhir. Nilai ini penting sekali karena itu menunjukkan batas dimana rata-rata dari sejumlah data yang kita amati berada. Nilai rata-rata seperti batas keseimbangan data yang kita amati, artinya jika data baru saja melewati batas ini maka kita dapat menduga bahwa kecenderungan arah pergerakan harga akan berubah. Kedua, kemiringan yang dibuat garis SMA menunjukan perubahan yang terjadi pada nilai rata-rata sebanyak periode terakhir yg digunakan. Dengan melihat kemiringan garis SMA ini kita bisa memperoleh informasi tentang perubahan yang terjadi pada nilai rata-rata yang terjadi di setiap candle. Jika kemiringannya dalam beberapa candle kita lihat cenderung datar berarti kita bisa menyimpulkan bahwa harga bergerak dalam ritme yang konstan sepanjang periode terakhir yang digunakan pada SMA sehingga pergerakan yg terjadi ini tidak mampu merubah banyak nilai rata-rata nya. Tetapi jika kita melihat kemiringan garis SMA ini pada beberapa candle kita lihat tajam (gak datar lah) maka kita dapat menyimpulkan bahwa pergerakan yang terjadi cukup significant sehingga mampu merubah nilai rata-rata pada setiap candle. Kira-kira begitulah gambarannya.. tolong dicermati, dipahami sehingga temen-temen paham apa itu SMA. untuk MA-MA yang lain cara memahaminya sama.. yaitu temen-temen ngerti dulu dasar perhitungannya sehingga temen-temen bisa mengambil informasi-informasi yang diberikan MA-MA tersebut secara maksimal. Nanti kita lanjutkan... KG

Mari kita lanjutkan... MA seringkali dicerca oleh orang-orang yang mengaku dirinya traders sebagai indicator yang sangat lambat. Makian, protes dan anjuran untuk tidak menggunakan MA sebagai tools untuk menganalisa bisa anda temukan diseluruh forum, contohnya kalimat seperti ini lah "MA itu adalah indicator yang sangat lagging, keputusan untuk membuka posisi akan sangat terlambat jika menggunakan MA sebagai indicator. Jika anda tidak percaya cobalah lihat di chart anda. Pasanglah MA apa pun maka anda dapat melihat bahwa banyak sekali anda temukan keadaan dimana harga sudah bergerak tetapi MA masih menunjukan kondisi sebaliknya" kira-kira seperti itulah kalimatnya. Sepintas tulisan seperti itu terlihat sangat meyakinkan ditambah ketika kita memeriksa chart keadaannya memang seperti itu. Dan yang lebih celakanya banyak trader pemula yang membaca keterangan-keterangan mereka ini dan mempercayainya begitu saja tanpa berpikir. Issue ini terus berkembang, gak usah jauh-jauh di forum kita ini bisa kita baca komentar-komentar seperti itu. Sekarang dengan pemahaman yang sudah saya bagikan ditulisan yang lalu, apa pendapat anda tentang traders yang mengatakan hal seperti itu atau hal-hal yang senada lah dengan itu ? Saya yakin jawaban tementemen sama dengan saya yaitu "orang ini tidak mengerti apa-apa tentang apa yang dibicarakannya, pemahaman dan pengetahuannya dangkal tetapi berlagak seperti mengetahui dan memahami apa yang dibicarakannya". Jika kita mengerti dan paham tentang MA kita tidak akan pernah menyebutkan bahwa MA indicator yang sangat lambat karena kita tahu bagaimana cara kerja MA ini. Jadi jika kita melakukannya sama halnya seperti kita bilang seperti ini lah "Jika anda ingin ke jakarta dengan cepat, jangan pernah menggunakan beca untuk pergi ke Jakarta dari kota Bandung karena anda akan tiba di Jakarta 5 hari kemudian". Informasinya bener, tetapi anda bisa melihat betapa konyol nya orang yang bilang itu kan? hehehehehehe paham kan maksud saya... Seperti telah saya sampaikan sebelumnya perubahan yang terjadi pada MA tergantung pada besar kecilnya nilai data baru yang masuk, jika nilai data yang baru ini besar dan mampu merubah nilai rata-rata sebelumnya secara significant maka kita dapat melihat perubahan yang berarti pada garis MA. Semakin besar periode atau jumlah data yang dihitung rata-ratanya maka kita akan melihat bahwa perubahan yang terjadi pada garis MA (atau nilai rata-ratanya) cenderung tidak begitu terlihat ketika data baru masuk. Contoh nyatanya cobalah perhatikan SMA 480 di Time Frame H1 yang kita gunakan untuk melihat nilai rata-rata bulanan. Buka saja chart H1 dan pasang SMA 480 maka kita bisa melihat bagaimana harga berubah secara drastis bahkan dalam range ratusan pips tetapi kita bisa melihat bagaimana kemiringan SMA 480 ini pun tidak berubah sama sekali, sekalipun data-data tersebut bergerak melewati garis SMA 480. Ketika kita melihat ini, maka dengan pemahaman tentang MA kita mengerti bahwa perubahan yang kita lihat mencolok pada pergerakan harga (bahkan seringkali terjadi puluhan candles) belum mampu merubah kecenderungan nilai ratarata SMA 480 (MA bulanan) yang kita gunakan. Pemahaman seperti inilah yang seharusnya kita gunakan ketika menggunakan MA sebagi tools analisa yang kita gunakan. Nah, semakin kecil periode atau jumlah data yang kita gunakan untuk menghitung nilai rata-rata nya maka perubahan yang terjadi pada nilai rata-rata nya cenderung lebih cepat kita lihat perubahannya. Buat contoh, coba pasang SMA 8 di chart H1 anda untuk melihat rata-rata harga selama 8 jam terakhir. Jika kita bandingkan dengan SMA 480 tadi maka kita dapat melihat bagaimana perubahan

kemiringan SMA 8 ini lebih cepat dibandingkan dengan SMA 480. Dengan pengertian yang sudah kita pahami tentang MA maka kita mengerti mengapa ini terjadi. Dan dengan membandingkan reaksi dari kedua SMA ini atas pergerakan harga yang terjadi, seperti yang telah saya bagikan sebelumnya kita bisa mendapatkan informasi tentang pergerakan harga yang dapat kita gunakan untuk menganalisa. Nanti kita lanjutkan..... KG

Dengan memahami dasar perhitungan dan logika dibelakang SMA maka ketika kita menggunakannya untuk membantu melihat arah pergerakan harga, kita tahu bagaimana memanfaatkan atau menyiasati penggunaan SMA tersebut untuk membantu analisa yang akan kita lakukan. Secara sederhana kita bisa menyimpulkan bahwa posisi harga terhadap SMA dan kemiringan SMA yang kita gunakan memberikan informasi-informasi yang dapat kita gunakan sebagai bahan analisa. Kemiringan SMA yang kita gunakan menggambarkan kecenderungan perubahan yang terjadi pada nilai rata-rata nya dari candle ke candle berikutnya, jika kemiringannya cenderung keatas maka kita tahu nilai rata-ratanya meningkat atau naik dan jika kemiringannya cenderung kebawah kita tahu nilai rata-ratanya melemah atau turun. Lalu jika kemiringan SMA yang kita gunakan cenderung datar maka kita tahu nilai rata-ratanya cenderung konstan. Kemudian kita juga memahami sekarang bahwa SMA itu menghitung rata-rata, dimana kemudian kita menggunakannya untuk melihat kecenderungan pergerakan harga yang terjadi. Informasi kecenderungan pergerakan harga yang kita lihat melalui SMA tidak serta merta menggambarkan pergerakan harga yang terjadi dari waktu ke waktu atau candle per candle lah pada chart di mana kita menggunakan SMA tersebut. Pergerakan harga yang terjadi pada candle per candle seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya sepenuhnya tergantung volume transaksi yang terjadi pada rentang waktu candle tersebut, tetapi SMA membantu kita untuk melihat kecenderungan pergerakan harga yang terjadi. Nah... jika anda perhatikan dengan jeli maka Bolingger Bands yang middle, upper dan lower nya kita gunakan di seluruh thread ini sebagai batas-batas dinamis sudah kita manfaatkan untuk mengatasi atau mendeteksi perubahan yang akan terjadi pada SMA yang kita gunakan (kebetulan middle BB adalah SMA) sebelum SMA itu sendiri berubah kemiringannya. Posisi harga terhadap bands (upper/lower) SD +/- 1 yang kita gunakan untuk melihat kondisi pergerakan harga yang terjadi berdasarkan konsep standard deviasi, sebetulnya membantu kita untuk memprediksi pergerakan harga yang akan terjadi, dan saya yakin temen-temen semua sudah paham ini. Lalu bentuk bands yang mengerucut (menguncup) dan mengembang juga kita gunakan untuk membantu kita membaca kondisi pergerakan harga yang terjadi. Yang perlu saya garis bawahi adalah bagaimana kita bisa menggunakan informasi-informasi itu untuk membantu analisa kita adalah dikarenakan pemahaman kita tentang SMA dan Standard Deviasi. Pemahaman seperti inilah yang menyebabkan kita mampu memanfaatkan secara maksimal apa yang kita gunakan agar dapat membantu kita secara maksimal. Hal seperti inilah yang saya harapkan temen-temen miliki.

Nanti kita lanjutkan.. shalat jum'at dulu KG Mari kita lanjutkan lagi.. Dengan menggunakan SMA dan BB sepanjang thread ini kita mencoba membuat sebuah analisa. Keterbatasan SMA dalam memberikan kita informasi tentang arah pergerakan harga tidak mematikan akal kita untuk memanfaatkan informasi yang diberikan konsep Standard Deviasi untuk membantu kita mengatasi keterbatasan SMA dalam menunjukkan arah pergerakan harga. Penggunaan SMA dengan periode kecil untuk mendeteksi pergerakan harga dalam periode kecil juga kita gunakan untuk membantu melihat pergerakan harga secara lebih cepat. Dan hasilnya kita punya sebuah system analisa dengan tools sederhana yang memang sudah tersedia di setiap trading platform. Dengan tools sederhana ini kita bisa menghasilkan sebuah kesimpulan dan keputusan trading yang kita lakukan. Hasilnya saya pikir cukup fantastis dan membuat kita semua merasa lebih percaya diri dan yakin atas setiap keputusan yang kita buat. Nah, pertanyaan selanjutnya adalah adakah metoda terbaik untuk melihat kecenderungan arah pergerakan sekelompok data bergerak ? Saya tidak tahu metoda yang lain tetapi menurut pengetahuan yang saya miliki saat ini, metoda yang secara statistik dan matematis adalah metoda terbaik dalam mengukur kecenderungan arah pergerakan harga adalah metoda Regresi Linear Square. Mengapa? ini pertanyaan yang harus saya jabarkan dulu biar temen-temen melihat dasar pemikiran saya dalam menentukan metoda yg saya pilih untuk melihat kecenderungan arah pergerakan harga tersebut. Tools ini memang saya gunakan dan belum saya share di thread ini jadi sambil mengulang sedikit saya juga akan melanjutkan pelajaran ini dengan memperkenalkan tools baru selain SMA dan BB yang akan kita gunakan dalam analisa yg kita lakukan nanti. Agar temen temen terbiasa, saya bagikan dulu indicatornya. Indicator ini banyak diluaran sana dan saya suka menggunakan indicator ini karena formula didalamnya persis seperti formula regressi linear square yang saya inginkan. Pasang indicator ini di setup Multi Time Frame (4 TF atau 6 TF) yang kita gunakan dengan LSMAperiod nya set sesuai dengan periode BB yang kita gunakan di TF tersebut. Pembacaannya sama seperti kita membaca SMA yang saya jelaskan hanya ini terbantu ada perubahan warna untuk mendeteksi kemiringannya. Untuk memudahkan pemngamatan tolong di setiap TF hanya ada BB dengan 3 SD dan indicator LSMA nrp ini saja.. dan yang di M15 buang dulu semua SMA pengarahnya jadi di M15 sekarang hanya ada BB 32 dengan 3 SD dan LSMA nrp period 32. Silahkan amati dulu, nanti saya jelaskan perhitungan dan logika dibalik indicator ini secara detail... Nanti kita lanjutkan... KG

Mari kita lanjutkan.... Saya tidak akan terlalu berteori memakai bahasa statistik, jadi biar memudahkan temen-temen memahaminya saya mencoba menerangkannya dengan bahasa yang mudah saja (maaf pada para ahli jika bahasa saya bahasa rakyat jelata dalam menjelaskannya dan bukan bahasa ilmiah atau bahasa orang sekolahan yang cenderung menyukai bahasa yang aneh dan rumit). Regressi Linear adalah sebuah metoda yang digunakan dalam statistik untuk menemukan hubungan terbaik dari sekelompok data yang di amati. Hubungan terbaik dari sekelompok data yang di amati ini ditentukan dengan mencari dan menghitung sebuah persamaan garis lurus, yang mana seluruh data dari sekelompok data yang kita amati ini nantinya akan berada pada posisi terdekat terbaiknya pada garis yang terbentuk tersebut. Jadi sederhananya begini, katakanlah kita mengamati 120 data terakhir di Time Frame H1 maka untuk mencari garis regressi terbaik dari 120 data ini artinya kita akan membuat sebuah garis dari data terakhir sampai data ke 120 dimana garis ini letaknya jelas akan berada diantara 120 data yang kita amati. Peletakan garis ini harus sedemikan rupa dilakukan sehingga ketika garis ini kita gambarkan, jarak setiap data yang kita amati ke garis lurus yang kita gambarkan nanti adalah jarak terdekat terbaik yang mampu kita gambarkan yang dapat mewakili seluruh data yang kita amati. Biar jelas coba amati gambar di bawah ini:

image hosting sites Garis AB adalah garis regressi yang dihasilkan dari perhitungan regressi linear square, saya menggunakan "standard Deviations Channel" yang ada pada setiap MT4 untuk menggambarnya. Garis AB ini adalah garis lurus terbaik yang dihitung berdasarkan 120 data yang diamati dengan menggunakan persamaan regressi linear square, dimana jarak setiap data yang kita amati candle per candle berada pada jarak terdekat terbaiknya terhadap garis lurus yang terbentuk tersebut. Jarak terdekat disini maksudnya adalah jarak terdekat terbaik setiap data terhadap garis yang terbentuk, karena kemiringan garis ini kan bisa kemana aja tetapi dengan perhitungan regressi linear square maka kemiringan garis lurus yang terbentuk tersebutlah yang dicari sehingga menghasilkan kemiringan garis yang mampu mewakili defenisi yang kita maksud tadi. Sampai sini paham yah ? Nah, LSMA nrp yang kita gunakan ini memplot dimana posisi garis pada setiap data terakhir yang kita

amati (lihat gambar). Jadi informasi yang diberikan LSMA nrp hampir sama dengan SMA yang sudah kita omongin sebelumnya hanya berbeda di logika perhitungan nya saja. Singkatnya posisi data terhadap LSMA nrp dan kemiringan LSMA nrp memberikan kita informasi berdasarkan konsep perhitungan regressi tadi. Sambil melihat pemahaman temen-temen...Nanti kita lanjutkan.. KG Mari kita lanjutkan.... Jika temen-temen perhatikan ujung garis LSMA nrp pada gambar di pelajaran sebelumnya tepat terletak di ujung garis AB, yaitu pada titik B. Nah, garis LSMA nrp ini seperti sudah saya sampaikan sebelumnya adalah garis yang dibentuk dari ujung garis regresi sesuai periode data yang diamati. Jadi kalo kita lihat pada gambar lagi... ujung garis LSMA nrp pada candle terakhir adalah juga tempat dimana ujung garis regresi dari 120 candle terakhir. Dan jika kita lihat posisi garis LSMA nrp pada candle kedua terakhir maka kita tahu diharga itulah ujung garis regresi sebelumnya berada sebelum candle terakhir terbentuk. Paham yah sampai sini ? Perhatikan kembali gambar tadi (sengaja saya gak posting disini, biar anda bolak balik untuk lihat gambarnya hehehehehe). Garis regresi warna putih kita lihat kemiringannya kebawah yang berarti bahwa secara garis regresi disimpulkan kecenderungan 120 data terakhir masih down lah. Tetapi jika kita lihat garis LSMA nrp maka kemiringannya kita lihat menaik, ini artinya bahwa nilai regresi atau ujung garis regresi di candle terakhir lebih tinggi dari nilai regresi atau ujung garis regresi yang terjadi di candle sebelumnya. Dan jika kita lihat di gambar yg saya contohkan, garis LSMA nrp berwarna biru sudah terjadi beberapa candle. Jadi ketika garis LSMA nrp berubah warna itu mengindikasikan bahwa kemiringan garis regresi sudutnya mulai mengalami perubahan, walaupun pada contoh tersebut secara garis regresi (garis putih) kecenderungannya masih down. Nah, kecepatan LSMA nrp dalam mendeteksi perubahan yang terjadi pada pergerakan harga inilah yang informasinya kita gunakan untuk memperkuat analisa yang kita lakukan sebelumnya dengan hanya menggunakan BB dan MA. Lalu mengapa ditulisan sebelumnya saya menyebut Linear Regression Line adalah metoda terbaik yang saya yakini untuk menunjukkan arah pergerakan harga? Pertama tadi kita sudah membandingkan bagaimana LSMA nrp mendeteksi perubahan yang terjadi pada pergerakan harga lebih dini dibandingkan dengan garis regresi (pada gambar garis warna putih). Nah, jika anda bandingkan dengan SMA maka anda juga akan melihat LSMA nrp ini mendeteksi perubahan pada pergerakan dengan banyak data yang sama (periode SMA dan NLMA nrp menggunakan periode yg sama) lebih dini. Itu secara fakta kalo kita bandingkan dengan metoda metoda untuk melihat arah pergerakan harga lah.. tetapi jika kita pahami secara teoritis dasar perhitungan Linear Regression Line ini (LSMA nrp) maka kita sebenarnya sudah tahu bahwa metodanya jauh lebih baik dibanding MA. Dalam analisa BB & MA ini informasi yang diberikan oleh LSMA nrp hanyalah sebagai informasi tambahan, informasi penguat atau informasi pembantu setelah analisa BB dan MA kita lakukan.

Tolong diingat ini... jadi jangan pernah fokus anda jadi berpindah ke perubahan warna LSMA nrp yang terkesan simple sehingga anda melupakan analisa BB dan MA. Dan buat yang baru bergabung dan kebetulan langsung baca ini.. JANGAN PERNAH BERHARAP ANDA AKAN MENEMUKAN INSTRUKSI SEDERHANA seperti kalo keadaan ini begini dan itu begitu maka kita BUY atau SELL di thread ini. Untuk yang sudah baca dari awal saya yakin anda ingat peringatan saya ini. Disini saya membantu anda agar dapat menganalisa chart dengan menggunakan beberapa tools sederhana sebelum anda mengambil keputusan Buy atau Sell.. Semoga membantu KG

My Little Secret about Trending & Sideway

SOP Warning entry dan Exit untuk 4 macam Kondisi [B]1. TU[/B] entry : Posisi data harga masih berada diatas LSMA dan telah menembus BS Balance acuan dari bawah ke atas dan tidak menembus balik BS Balance, dikuatkan dengan cross antara LSMA dan BS Balance acuan. exit : Bila menemukan kondisi entry seperti di 3 kondisi yang lainnya [B]2. TD[/B] entry: Posisi data harga masih berada dibawah LSMA dan telah menembus BS Balance acuan dari atas ke bawah dan tidak menembus balik BS Balance, dikuatkan dengan cross antara LSMA dan BS Balance acuan. exit : Bila menemukan kondisi entry seperti di 3 kondisi yang lainnya [B]3. SC[/B] entry: Range posisi data harga masih lebar - BS Balance dan LSMA = (harga tidak menembus BS Balance) Data harga telah menembus Upper / Lower BS Balance dan memantul balik, dikuatkan dengan Range antara LSMA dengan Upper / Lower BS Balance yang masih lebar dan posisi LSMA berada diluar Upper/ Lower BS Balance acuan. exit : Bila menemukan kondisi entry seperti di 3 kondisi yang lainnya [B]4. SR[/B] entry : Range posisi data harga masih kecil - BS Balance dan LSMA = (harga menembus BS Balance) Data harga telah menembus Upper / Lower BS Balance dan memantul balik, dikuatkan dengan Range antara LSMA dengan Upper / Lower BS Balance yang masih kecil dan posisi LSMA berada di dalam Upper / Lower BS Balance acuan. exit : Bila menemukan kondisi entry seperti di 3 kondisi yang lainnya

Rules : Buy, saat harga berada pada posisi Sideway Retrace (SR) UP Exit, saat harga berada pada posisi Sideway Retrace (SR) DOWN SELL, saat harga berada pada posisi SR Down Exit, saat harga berada pada posisi SR UP WAIT, saat menghadapi kondisi dan saat harga pada posisi Sideway Continuation UP atau Down mohon koreksinya ya, jika ada yang salah

KONDISI SETUP KGBS

. BBMA dan LSMA

Ikut rembug bab lsma

SMA yg menghitung rata nilai dari sejumlah data harga sesuai periode nya.. misal periode daily di TF M30.. maka sma akan mengitung 48 data nilai close kebelakang..

berbeda dengan regressi yg langung memberikan informasi kepada kita kemana arah kecenderungan dan 48 data yg di hitung

pertanyaan selanjut pan kenapa kita tidak menggunakan indi bawaan mt4 ini untuk melihat kecenderungan harga sesuai periodenya??? liat deh susunan gambar di bawah ini

1).

2).

3).

4).

5).

6).

7).

8).

9).

10).

11).

12).

liat pict no 1,2,5,6,7 dan 11.. saat data baru atau current price bergerak searah dengan kecenderunganya.. channel regressi bekerja sempurna... (artinya arah yg di tunjukannya valid).. tapi coba perhatikan pict no 3 dan 4.. khususnya no 3 deh.. saat harga current price bergerak dan bermain diatas midlenya slope / kemiringan dari channel regressi masih menunjukkan arah ke bawah.. sampai pada pict ke 4.. setelah harga bergerak 'cukup' jauh baru terlihat slope nya mendatar.. sampai pada pict ke 5 terjadi perubahan kecenderungan dari yg semula down menjadi up arah dari slope regressinya( sama halnya dengan proses perubahan kecenderungan pada pict 8,9,10 dan 11) kita kehilangan kesempatan saat proses terjadinya perubahan kecenderungan dari pict 3 sampai 5.. dan 8 sampai 11.. secara bisnis ini kurang menguntungkan..

beruntung kita.. krn mr mladen telah membuat indicator custom yg dari perhitungannya bisa secara tepat menghasilkan nilai dari kesetimbangan regressi channel yg kita bahas dipost sebelumnya. indi inilah yg selama ini kita kenal sebagai LSMA..(least square moving average) walaupun namanya ada tertulis moving average.. LSMA bukan MA bentuk garis yg di hasilkan oleh indicator LSMA adalah garis yg menghubungkan titik titik hasil perhitungan dengan rumus least square (hihihi yg ni suerrr aq gak mudeng gimana cara ngitungnya dan bagaimana rumusnya...) biar lebih jelas liat pict deh

trus.. trus.. kok dibilang beruntung sih om.. kan sama aja dengan ma ma yg lain bentuknya.. kluwer2 kayak bakmi.. ?? jreng jreng jreng... mulai rodo dalem ki.. INGAT DAN SELALU DI INGAT.. saat kita menggunakan LSMA .. pemahaman tentang slope regressi sebagaimana di jelaskan diatas 'HARUS' menjadi ruh nya.. biar jelas lageee :

pict masih tetap sama seperti post sebelumnya cuma disini saya tambahkan LSMA.. lihat.. saat harga bergerak diatas lsma atau midle regressi yg kondisi nya down dgn warna lsma merah.. gerak naik harga diatas lsma sama sekali tidak merubah kemiringan maupun bentuk lsma... pergerakan inilah yg kita sebut dengan .. tanda2 perlemahan gerak turun.. (krn harga bergerak diatas midle lsma)

liat.. harga kembali menguat dan bergerak di bawah LSMA nya... TIDAK ADA OPSI buy dalam kondisi (slope down, lsma down dan harga di bawah lsma) seperti ini.. catat itu.. nekat? tanggung sendiri akibatnya..

lanjuttt... liat pict selanjutnya

di pict diatas.. gerak harga yg bergantian diatas dan di bawah lsma setelah kondisi di pict sebelumnya.. membuat adanya peryubahan bentuk LSMA.. yg semula lempeng mulus.. menjadi meliuk liuk bak tari perut.. megal megol di pantatnya tok.. perhatikan dengan seksama deh.. perubahan bentuk lsma diatas sama sekali tidak merubah slope/kecenderungan regressinya.. kok bisa??? gitu kan nanyanya... liat warna dari LSMA nya.. tidak berubah.. tuetep abing brining.. itu tanda klo slope nya gak berubah .. lanjut ke no 3

setelah di hajar habis2an oleh harga dan bentuk lsma nya menjadi semakin melemas (hihii jadi inget klo mau membengkokkan penjalin musti di tekak tekuk dulu biar lemes baru dah tu penjalin bisa di bikin lingkaran ) saat harga bergerak dan bermain atas LSMA/midle regressinya.. barulah terlihat adanya perubahan kecenderungan dari slope regressinya.. ini di tandai dengan berubahnya warna LSMA.. kondisi inilah yg kita sebut dengan sideway retrace.. atau kondisi dimana tanda2 perubahan kecenderungan akan terjadi.. ingat.. ini baru 'tanda tanda' yah perubahan kecenderungan baru valid jika slope regressinya UP.. (pan sebelumnya down) lanjut ke pict no 4.

liat pict diatas.. saat harga masuk dan bermain di atas midle regressi/LSMA. dan kondisi itu terus berlanjut.. maka 'tanda2' perubahan kecenderunga dari slope regressi akan semakin kentara.. (dari sebelumnya slopenya down tajam perlahan melandai..) dan kondisi lsma juga mulai berubah up.. sampai pada titik 4 dimana slope regressinya datar total.. saat slope regressi flat atau datar.. ini mengandung arti bahwa kecenderungan sebaran data dari 48 data yg di hitung oleh regressi/lsma sebarannya merata. atau seimbang. antara jumlah data harga yg ada di atas midle regressi dengan jumlah data harga yg tersebar di bawah midle regressi

Udah boleh nanya Pakde ...

pada saat op diambil,..lsma masih terlihat down tajam,belum terlihat lsma mulai melandai, artinya slopenya down tajem,...dan ketika arah slope tajem maka tidak ada opsi untuk buy di situ. , tetapi terlihat harga sudah bergerak diatas lsma yang down tajem artinya ada perlemahan harga kebawah(turun) ,... karena sebelumnya lsma down tajem dan harga baru "pertama melemah " yang saya bayangkan butuh beberapa kali untuk membengkokkan arah lsma yang tajam tersebut. maka saya ambil opsi sell ketika harga ber ada jauh diatas lsma yang down, karena terpikir tidak ada

opsi buy di situ. ternyata waktu berjalan dan justru mendapatkan sell di harga terrendah, alias dbegitu op langsung floating - ,..sehingga SL yang didapet. nah setelah terbentuk SL barulah terlihat bahwa harga berbalik naik. dan terlihat bahwa lsmanya melandai ... mohon petunjuk pak dhe ,...dimana kesalahan OP tersebut sehingga bisa menyebabkan salah persepsi ...:4::4:

jawab: klo menurut saya om,, kan itu LSMA masih DOWN, tapi harga udah diatasnya,, nah kan artinya udah ada perlemahan dari seller kan,, kalo mau OP sebaiknya nunggu harga dibawahnya lsma dulu om,, klo begitu kan kita tahu kalo seller masih pengen harga buat turun tuh,, ato kita nunggu ganti halauan dulu lsmanya jadi UP,, baru deh mencari saat yang tepat buat OP,, trus klo tak lihat opnya om hoho ini,, posisi diluar Upper BB LSMA,, biasanya nih om,, ketika habis trending,, trus pengen berubah arah lsmanya,,, harga udah sering diluar BBnya LSMA om,,

jawab: nyoba untuk mbantu om hoho... emang bener sih persepsinya om hoho mengenai posisi harga thd LSMA, bahwa harga dibawah LSMA titik jedot berarti harga melemah,opsi hanya sell. tetapi ketika harga naik dan bermain diatas LSMA berarti titik jedot ada penguatan harga kan??? Kl menurut saya yang msh newbie bie ini seharusnya ketika kita menganalisa dan kita OP, kita sudah siap dimana kita ENTRY dan dimana kita EXIT. dlm kasus OP nya om hoho seharusnya SL ATAU CUT LOSS diletakkan ketika harga bermain di atas LSMA atau ketika LSMA yg sebelumnya SR up menjadi TU. dan menurut saya OP sell om terlalu riskan dimana kondisi harga thd LSMA uda jadi SR UP yg sebelumnya TD. Apalagi kl diliat dari BBMA, jelas terlihat bahwa saat om OP market sedang konsolidasi dimana masuk area normal BB daily. sesuai dengan prinsip pertama "tidak ada yang tahu kemana dan sampai dimana harga bergerak" trus katanya om samibegood itu kan "kita seharusnya lebih reaktif daripada prediktif" trus kata KG "OP dimana aja bener asal tau dimana SL -nya"

percaya aja om sama LSMA, saya dulu pernah backtest pake simulator dan trading cuma pake LSMA 8H,saya cuma ngikuti arahnya LSMA itu dan kl berubah arah ya cut loss. dan presentasenya masih lebih banyak profit cuz cuman simulator,hehehehe...kl real yo emoh.....heheheehe make it simple.... semangat om....

jawab: Nimbrung dikit boleh yah Kondisi begitu artinya kan ada pelemahan dari arah downnya, nah tinggal apakah ini nantinya bakal turun lagi atau balik arah. Pembalikan arahnya sendiri dari trend sebelumnya itu bisa terjadi sekaligus atau bertahap alias ada transisi dulu. Kalau melalui proses transisi dulu itu yang paling enak, karena harga bisa turun dulu dan kita bisa ambil sell lalu balik lagi naik dan kita bisa ambil buy. Sementara kalau harganya berbalik naik sekaligus itu kita agak susah dapat entri yang bagus. Nah dalam kondisi begitu ada sebetulnya cara lihatnya yang gampang apakah ini harga mau turun dulu atau langsung naik. Caranya: pake LSMA periode kecil, 4H misalnya, ikuti aja dari situ. Hehehe, cuma omongan orang sableng (minggat ah sebelum ditimpuk om kristal)

kayaknya salah lagi ...qqq

salah lagee dhe... lsma down,..op harga dibawah op london,....wess...langsung min...qqqq :4::4::4:

jawab: om om om,,, ingat rulenya LSMA itu OP sedekat mungkin sama LSMA,, klo bisa pas nempell,, biar floatingnya nggak banyak2,,,

jawab: sebenarnya ada yang lebih penting di pahami di balik lsma itu sendiri yaitu garis regressi nya. karena garis Regressi inilah yang sebenarnya menunjukkan arah kecenderungan pergerakan harga dari sekelompok data yang di amati, lsma itu fungsinya yaitu memplot perubahan ujung dari garis regresi. Arah LSMA Down bukan berarti arah regressinya jg down. bagaimana mengetahui arah geris regressi ini yaitu bisa menggunakan bantuan SMA. dengan melihat posisi LSMA dan SMA kita bisa mengetahui Kemiringan/Slope dari garis regression ini lsma di atas sma maka = slope up lsma di bawah sma = slope down lsma diatas sma dan lsma up, sma up maka = slope nya Strong up kalo lsma di bawah sma dan lsma down, sma down maka = slope down nya Strong Down lsma di atas sma, lsma down sma up maka slope up nya melemah lsma di bawah sma, lsma up sma down maka slope down nya melemah dan jika LSMA = SMA maka Slopenya datar artinya apa harga akan cenderung bergerak ranging antara sd2nya.