Anda di halaman 1dari 115

ALAT PENANGKAP IKAN

Penyusun:

Supardi Ardidja

Buku ini hanya dipergunakan untuk lingkungan Sekolah Tinggi Perikanan, tidak untuk diperjual belikan atau upaya komersil lainnya, mengcopy memperbanyak, mencetak harus seijin penulis.

Isi dan susunan buku ini menjadi tanggung jawab sepenuhnya penulis. Page layout oleh: Supardi Ardidja.

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENANGKAPAN IKAN JURUSAN TEKNOLOGI PENANGKAPAN IKAN SEKOLAH TINGGI PERIKANAN JAKARTA

2007

Alat Penangkapan Ikan 2007

Alat Penangkapan Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

KATA PENGANTAR

Buku materi kuliah Alat Penangkap Ikan disusun untuk mengembangkan pendidikan dan pengetahuan Alat Penangkap Ikan dengan tujuan Taruna memiliki kemampuan, kebiasaan dan kesenangan untuk mengenal, mempelajari, memahami, memecahkan masalah baik teknik maupun sosial semua yang berkaitan dengan bahan alat penangkapan ikan dengan menggunakan prinsip prinsip dan metoda yang baik dan benar, sehingga menumbuhkan keyakinan yang kuat yang mendasari polapikir dan perilakunya sehari hari

Buku ini berisi penjelasan sederhana mengenai pengklasifikasian Alat Penangkap Ikan berdasarkan keperluan statistik, dan berbagai hal yang menyangkut, ukuran, bentuk alat Penangkap Ikan.

Semoga buku ini bermanfaat bagi pembaca. Kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat diharapkan untuk perbaikan dan meningkatkan mutu buku ini.

Jakarta, Desember 2007

Peyusun

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

i

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan i
Alat Penangkap Ikan 2007

Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

DAFTAR GAMBAR

Gambar:

3.

1

Disain pukat ikan

 

15

3.

2

Penjelasan detil asesoris pukat udang untuk 3.1

15

3.

3

Ilustrasi pukat udang sedang

15

3.

4

Komponen mata jaring

18

3.

5

Ukuran mata jaring, simpul, bar dan mesh opening

18

3.

6

Pukat cincin satu kapal

27

3.

7 Disain pukat cincin; A : Tali pelampung; G : Tali Pemberat

28

3.

8

Lampara

 

31

3.

9

Lampara

31

3.

10

Payang

32

3.

11

Pukat tarik pantai tanpa kantong

32

3.

12

Pukat tarik pantai berkantong

33

3.

13

Pukat tarik berkapal

33

3.

14 Ilustrasi disain pukat tarik berkapal

33

3.

15

Sketsa mengoperasikan pukat tarik berkapal

34

3.

16

Bentuk umum pukat hela

34

3.

17

Pukat pertengahan empat panel (sim)

36

3.

18

Sonar sistem untuk mendeteksi kumpulan ikan; a: mendeteksi vertikal; b:

 

mendeteksi horisontal

36

3.

19

Net sounder

 

37

3.

20

Trawl winch

37

3.

21

Gallow

37

3.

22

Otterboard

38

3.

23

Pukat

hela

dasar berbingkai

39

3.

24

Pukat hela berbingkai sedang dioperasikan

39

3.

25

Pukat hela berpalang, dilengkapi dengan sepatu dibawah palang

40

3.

26

Pukat

tanpa menggunakan API/BRD/TED/BED

42

3.

27

API terpasang pada pukat

42

3.

28

Pukat menggunakan API/BRD/TED/BED

42

3.

29

Pukat ikan satu kapal

43

3.

30

Pukat ikan dua kapal

44

3.

31

Pemberat

 

44

3.

32

Bridle

44

3.

33

Dan leno bobbin

 

44

3.

34

Otter board

44

3.

35

Sketsa pukat hela dasar untukmenangkap ikan

45

3.

36

Pukat udang

 

45

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

iv

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan iv
Alat Penangkap Ikan 2007

Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

3.

37

Pukat udang ganda sedang operasi

46

3.

38

Otter board

46

3.

39

Tali pemberat dengan pemberat rantai

46

3.

40

Pukat hela pertengahan dua kapal

47

3.

41

Satu kapal menghela dua pukat dasar

47

3.

42

Scallops Dredge saat hauling

48

3.

43

Dredge

48

3.

44

Scallops dredge sedang dioperasikan

48

3.

45

Pukat dorong (sudu)

49

3.

46

Pukat dorong berkapal satu

49

3.

47

Kapal pukat dorong (Thailand)

49

3.

48

Berbagai tipe anco

50

3.

49

Bagan

tancap

51

3.

50

Bagan tancap berukuran besar

51

3.

51

Bagan apung: sumber

52

3.

52

Bagan apung Philipina

52

3.

53

Bagan rakit

52

3.

54

Bagan perahu (stick held dip net)

53

3.

55

Bagan perahu

53

3.

56

Jala tebar

54

3.

57

Proses Jaring Jatuh tahap 4 s/d 5

55

3.

58

Jaring insang hanyut

57

3.

59

Pemasangan jaring insang, (diedit dari Potter, 1991)

57

3.

60

Jaring insang yang sekaligus berfungsi sebagai penaju,

57

3.

61

Hanya ikan yang sesuai dengan buukaan mata jaring insang yang tertangkap (diedit

 

dari Potter, 1991)

58

3.

62

Pelampung dan pemberat pada jaring insang (B.C. Ministry, 1997)

58

3.

63

Jaring insang permukaan tetap

59

3.

64

Jaring insang pertengahan tetap

59

3.

65

Jaring insang dasar tetap

59

3.

66

Jaring insang lingkar

60

3.

67

Jaring insang berlapis (FIGIS, 2007)

60

3.

68

Trammel net

61

3.

69

Gabungan antara Jaring insang dengan jaring insang

62

3.

70

Perangkap sebagai tempat bersembunyi

64

3.

71

Konstruksi perangkap bentuk kotak

64

3.

72

Konstruksi perangkap bentuk setengah selinder

64

3.

73

Sero (Set net)

65

3.

74

Perangkap terbuka (Welcomme, 1985)

66

3.

75

Sero (Photos.com, 2007)

66

3.

76

Memerangkap, mengumpulkan dan memanen hasil tangkapan ikan dalam

67

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

v

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan v
Alat Penangkap Ikan 2007

Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

3.

77

Perangkap jaring tertutup (Prado,

68

3.

78

Bentuk umum stow net. (Mcgrath, 1971)

69

3.

79

Stownet dasar dan stownet permukaan,(Mcgrath, 1971)

69

3.

80

Stow net yang menggunakan otter board (Mcgrath, 1971)

69

3.

81

Ragam bentuk bubu (Brand, 1985)

70

3.

82

Pemasangan unit bubu di dasar perairan

70

3.

83

Bubu Lipat, (Wei Hai Wei Long, Co. Ltd, China)

71

3.

84

Pemasangan pot

71

3.

85

Perangkap ikan peloncat, FAOFish.Tech.Pap.222

72

3.

86

Pancing ulur

72

3.

87

Pancing ulur (Vertical line)

73

3.

88

Vetical line (Garry, 1999)

74

3.

89

Pancing berjoran (Prado, 1990)

74

3.

90

Rawai tetap

75

3.

91

Rawai

76

3.

92

Penataan dek pada long line box system

Error! Bookmark not defined.

3.

93

Long line sistem drum

77

3.

94

long line sistem blong

77

3.

95

Pelampung long line

78

3.

96

Radio buoy (A), light buoy (B) dan bendera tanda (C)

78

3.

97

Komponen branch line

79

3.

98

Line hauler dan side roller

80

3.

99

Line arranger

80

3.

100

Line Thrower (A) dan Branch winder (B)

81

3.

101

Deck layout coastal system

82

3.

102

Perlengkapan coastal system,

82

3.

103

Penataan untuk Deep sea system 1

83

3.

104

Perlengkapan tambahan selain yang tampak

83

3.

105

Penataan dek untuk deep sea system2

83

3.

106

Perlengkapan tambahan dari

84

3.

107

Peralatan pennyambung branch line dengan main line

84

3.

108

Main line

84

3.

109

Komputer pengontrol sistem operasi long line

84

3.

110

Dua jenis pancing yang digunakan

84

3.

111

Susunan pancing

85

3.

112

Sedang hauling

85

3.

113

Kapal tonda komersil (Prado, 1990)

85

3.

114

Komponen pancing tonda modern (Preston, 1987)

86

3.

115

Mesin penggulung tali pancing cumi;

87

3.

116

Kapal pancing cumi;

87

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

vi

cumi; 87 3. 116 Kapal pancing cumi; 87 © Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan
Alat Penangkap Ikan 2007

Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

i

DAFTAR

ISI

ii

DAFTAR TABEL

iii

DAFTAR

TABEL

iv

BAB I PENDAHULUAN

1

BAB II KLASIFIKASI ALAT PENANGKAP IKAN

3

2.1. Klasifikasi Alat Penangkap Ikan Indonesia

3

2.2. Klasifikasi Alat Penangkap Ikan Internasional

7

Ringkasan (1)

9

Pertanyaan Essay (1)

10

Pilihan Ganda (1)

10

Tugas (1)

11

3.1. KONSTRUKSI ALAT PENANGKAP

12

3.2. SPESIFIKASI

14

3.3. SINGKATAN

20

3.4. SATUAN

25

3.5. JENIS JENIS ALAT PENANGKAP IKAN

26

3.5.1 Jaring

Lingkar

27

3.5.2 Pukat Tarik : PT : 02.0.0

32

3.5.3 Pukat Hela : PH : 03.0.0

34

3.5.4 Pukat Garuk : PG : 03.0.0

48

3.5.5 Pukat Dorong : PD : 04.0.0

48

3.5.6 Jaring

Angkat : JA : 06.0.0

49

3.5.7 Alat yang Dijatuhkan : AJT : 07.0.0

54

3.5.8 Jaring Insang:

JI : 08.0.0

55

3.5.9 Perangkap PR: 09.0.0

62

3.5.10 Pancing PC: 10.0.0

72

3.5.11 Long Line Otomatis

 

81

3.5.12 Penangkapan Ikan yang dilarang

87

Ringkasan (2)

 

91

PERTANYAAN ESSAY (2)

95

Pilihan Ganda (2)

97

Tugas (2)

103

DAFTAR PUSTAKA

104

KUNCI JAWABAN

107

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

ii

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan ii
Alat Penangkap Ikan 2007

Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

iii

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan iii
Alat Penangkap Ikan 2007

Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

BAB I PENDAHULUAN

Menteri Pertanian telah mengatur pengoperasian kapal-kapal perikanan di perairan Indonesia dan telah diberlakukan melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 392/Kpts/IK.120/4/99 tentang Jalur-Jalur Penangkapan Ikan. Keputusan ini sejalan dengan perhatian dunia internasional tentang perlunya menjaga sumberdaya perikanan. Konferensi internasional tentang penangkapan ikan yang bertanggungjawab yang diselenggarakan pada tahun 1992 di Cancun (Mexico), telah menunjuk FAO untuk mempersiapkan suatu konsep Pelaksanaan (Code of Conduct) untuk penangkapan ikan yang bertanggungjawab, yaitu Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF). Efektifitas pelaksanaan pengawasan pengelolaan sumberdaya ikan dan penegakan hukum di bidang perikanan, khususnya di bidang penangkapan ikan. Para petugas harus piawai melaksanakan pengawasan baik yang diperbolehkan maupun yang dilarang sesuai dengan Juklak Pengawas Perikanan dari pemerintah, juga harus ditunjang oleh kemampuan teknis bagi petugas pengawas perikanan, terlebih bagi petugas pemeriksa dokumen dan fisik kapal perikanan yang bertanggungjawab.

Pengelolaan perikanan yang lestari dan bertanggungjawab memerlukan pengawasan yang berkesinambungan. Salah satu upaya pelaksanaannya adalah memberikan pengetahuan terhadap taruna dalam mengidentifikasi kapal perikanan. Pengawasan dibidang penangkapan ikan terutama kapal perikanan adalah melalui pemeriksaan tanda kapal perikanan, alat penangkap ikan dan perlengkapan penangkapan ikan. Pemberian tanda ini dimaksudkan untuk mempermudah pemantauan, pengawasan dan evaluasi terhadap setiap pelaku penangkapan ikan, sekaligus juga memberikan petunjuk bagi pemilik kapal perikanan bagaimana seharusnya menandai kapal perikanannya.

Buku Alat Penangkap Ikan ini untuk memberikan pengetahuan dasar bagaimana mengidentifikasi kapal perikanan sesuai dengan ketentuan internasinal ISSCFG (International Standard System Code for Fishing Gear).

© Sekolah Tinggi Perikanan Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan ‐ Teknologi Penangkapan Ikan 1

1

© Sekolah Tinggi Perikanan ‐ Teknologi Penangkapan Ikan 1
Alat Penangkap Ikan 2007

Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

Pengetahuan tentang alat penangkap ikan bagi taruna tidak saja harus

mengetahui fisik alat penangkap ikan, namun juga harus memahami berbagai

persyaratan minimal sekaligus juga tidak menyalahi aturan yang berlaku baik

internasional maupun nasional. Era globalisasi dewasa ini Indonesia dihadapkan pada

berbagai persaingan lahan dan teknologi dibidang penangkapan ikan di laut baik legal

maupun ilegal. Oleh karenanya, para taruna harus mampu menyiapkan kekuatan,

selain fisik dan cinta laut, harus dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan.

Buku Alat penangkap ikan meliputi Klasifikasi dan Spesifikasi Alat Penangkap

Ikan ini berisi penjelasan singkat mengenai:

BAB I

Pendahuluan

BAB II

Klasifikasi alat penangkap ikan meliputi klasifikasi berdasarkan standar internasional maupun nasional.

BABA III SpEsifikasi alat penangkap ikan meliputi gambaran singkat mengenai masing- masing alat penangkap ikan beserta perlengkapan penangkapannya.

Buku ini dilengkapi dengan ringkasan, pertanyaan yang berbentuk essay,

pertanyaan dalam bentuk pilihan ganda, tugas-tugas yang harus dilakukan oleh para

taruna, dan jawaban untuk pilhan ganda. Jika para taruna mampu menjawab

sebanyak 80 % setiap pilihan ganda tanpa melihat kunci jawaban, maka taruna berhak

mengikuti mata kuliah berikutnya.

Kritik

dan

saran

membangun

sangat

diharapkan

dan

semoga

buku

ini

bermanfaat dan baik bagi para pengajar maupun para taruna.

Penulis

© Sekolah Tinggi Perikanan Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan ‐ Teknologi Penangkapan Ikan 2

2

© Sekolah Tinggi Perikanan ‐ Teknologi Penangkapan Ikan 2
Alat Penangkap Ikan 2007

Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

BAB II

KLASIFIKASI ALAT PENANGKAP IKAN

2.1. Klasifikasi Alat Penangkap Ikan Indonesia

Klasifikasi alat penangkap ikan merupakan cara pengelompokkan alat penangkap ikan yang sebagian berdasarkan dimana alat penangkap ikan tersebut dioperasikan dan berapa kapal yang mengoperasikannya, terutama alat penangkap ikan yang pengoperasiannya menggunakan kapal. Tujuan pengklasifikasian adalah untuk memudahkan dalam statistik, identifikasi, pendataan, pengawasan, rekayasa teknologi dan pembelajaran alat penangkap ikan.

Umumnya alat penangkap ikan terbagi dalam dua jenis yaitu alat penangkap ikan yang bagian utamanya terbuat dari webbing (pukat cincin, pukat ikan, payang) dan lainnya terbuat dari tali (semua alat penangkap ikan yang termasuk dalam kelompok metode penangkapan ikan dengan tali dan pancing (hook and line).

Alat penangkap ikan yang bagian utamanya terbuat dari webbing terbagi lagi menjadi dua kelompok, yang didasarkan pada ukuran mata jaring. Kelompok pertama adalah ikan harus terjerat (tertangkap atau terjerat pada setiap mata jaring) jaring insang. Kelompok kedua ikan harus terkutung,

terpenangkap di dalam jaring diantaranya adalah pukat cincin, pukat udang, dan jermal.

Komponen bahan, ditinjau dari segi bahan alat penangkap ikan, dari kedua jenis itu terbagi pula terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok bahan yang bahan memiliki daya apung dan lainnya memiliki daya tenggelam. Kelompok bahan pertama adalah bahan-bahan yang memiliki massa jenis lebih kecil dari rata-rata massa jenis air laut (1,025), seperti nylon (polyethilene: PE; 0,9 g/cm 3 ) pada webbing pukat udang. Kelompok kedua adalah bahan yag memiliki massa jenis lebih besar dari rata-rata massa jenis air laut, seperti nylon (polyamide : PA; 1,14 g/cm 3 ) pada webbing pukat cincin, kuralon (Polyvinil Alcohol) pada tali utama (main line) rawai tuna dan saran (Polyviniliden Alcohol:

PVA) pada entangle net.

Sedangkan jika ditinjau dari segi pengoperasian alat penangkap ikan (diihat dari lapisan kedalaman perairan dimana alat tersebut dioperasikan). Maka

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

3

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan 3
Alat Penangkap Ikan 2007

Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

alat penangkap ikan terbagi dalam tiga kelompok, yaitu alat penangkap ikan yang dioperasikan di:

1. Lapisan (layer) permukaan (pelagis) pukat cincin, lampara, jaring insang permukaan, tonda, dan huhate serta banyak lagi;

2. Lapisan pertengahan (mid water) jaring insang pertengahan, rawai tuna, pukat ikan pertengahan dan banyak lagi;

3. Lapisan dasar (bottom) pukat udang, jaring insang dasar, rawai dasar dan banyak lagi.

Ditinjau dari jumlah ikan yang tertangkap dalam satu kali operasi penangkapan (penebaran) terbagi dalam dua kelompok yaitu, kelompok alat penangkap ikan yang menanghkap ikan:

1. Sekaligus banyak (bulk fishing), diantaranya adalah pukat cincin, lampara, payang, pukat ikan dan udang.

2. Seekor demi seekor adalah semua alat penangkap ikan yang termasuk dalam kelompok metode penangkapan ikan dengan tali dan pancin rawai, huhate, tonda, dan banyak lagi.

Ditinjau dari aktivitas alat penangkap ikan saat diperasikan terbagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok alat penangkap ikan yang:

1. Aktif : alat penangkap ikan digerakkan untuk menangkap ikan diantaranya adalah pukat cincin, pukat udang, tonda;

2. Pasif : alat penangkap ikan menunggu ikan tertangkap diantaranya adalah rawai, jaring insang, dan bubu

3. Gabungan antara aktif dan pasif diantaranya adalah tonda dan huhate. Kedua alat ini termasuk pasif (ini menunggu ikan memakan umpan,) namun harus digerakkan disentak atau ditarik, jika tidak ikan akan terlepas).

Beberapa pembagian di atas tidak dimaksudkan untuk mengklasifikasikan alat penangkap ikan sesuai ketentuan yang berlaku, namun lebih ditujukan untuk memberi gambaran bagaimana sebuah alat penangkap ikan didisain, dikontruksi dan dioperasikan. Jika ingin lebih memahami lagi bagaimana alat penangkap ikan didisain maka harus memahami metode penangkapan ikan (Ikan apa yang akan ditangkap, dimana ditangkapnya di pantai, di samudra, di lapisan

permukaan atau di dasar perairan, kapan menangkapnya, bagaimana sifat

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

4

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan 4
Alat Penangkap Ikan 2007

Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

ikannya, bagaimana komposisi), bagaimana cara mngoperasikannya, ada tidak bahannya dipasaran, apakah menggunakan kapal atau tidak, dan banyak faktor lain yang menjadi acuan dalam mendisain alat penangkap ikan, untuk itu anda dianjurkan untuk membaca literatur-literatur terkait. Bentuk dan ukuran untuk setiap alat penangkap ikan akan dijelaskan setelah ini.

Indonesia

sekarang

telah

menyusun

pengkodean

penangkapan ikan berdasarkan ISSCFG

klasifikasi

alat

No

Penggolongan

Singkatan

Kode KAPI

1

JARING LINGKAR

JL

01.0.0

Jaring Lingkar Bertali Kerut (Pukat Cincin) Pukat Cincin Satu Kapal Pukat Cincin Dua Kapal Jaring Lingkar Tanpa Tali Kerut (Lampara)

JLPC

01.1.0

JLPC-1K

01.1.1

JLPC-2K

01.1.2

JLLA

01.2.0

2

PUKAT TARIK

PT

02.0.0

Pukat Tarik Pantai Pukat Tarik Berkapal Payang Dogol Cantrang Lampara Dasar Pukat Tarik Lainnya

PTP

02.1.0

PTB

02.2.0

PTB-Py

02.2.1

PTB-Dg

02.2.2

PTB-Cn

02.2.3

PTB-Ld

02.2.4

PTL

02.9.0

3

PUKAT HELA

PH

03.0.0

Pukat Hela Pertengahan Pukat Hela Pertengahan Berpapan Pukat Hela Pertengahan Dua Kapal Pukat Hela Pertengahan Lainnya Pukat Hela Dasar Pukat Hela Dasar Berbingkai Pukat Hela Dasar Berpapan Pukat Hela Dasar Dua Kapal Pukat Hela Dasar Lainnya Pukat Hela Lainnya

PHP

03.1.0

PHP-Pp

03.1.1

PHP-2K

03.1.2

PHP-L

03.1.9

PHD

03.2.0

PHD-P1

03.2.1

PHD-Pp

03.2.2

PHD-2K

03.2.3

PHD-L

03.2.9

PHL

03.9.0

4

PUKAT DORONG

PD

04.0.0

Pukat Dorong Tidak Berkapal Pukat Dorong Berkapal Pukat Dorong Berkapal Satu Jaring

PDTK

04.1.0

PDK

04.2.0

PDK-1J

04.2.1

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

5

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan 5
Alat Penangkap Ikan 2007

Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

 

Pukat Dorong Berkapal Dua Jaring

PD-2J

04.2.2

Pukat Dorong Lainnya

PDL

04.9.0

5

PENGGARUK

PG

05.0.0

Penggaruk Tanpa Kapal

PGTK

05.1.0

Penggaruk

PGK

05.2.0

6

JARING ANGKAT

JA

06.0.0

Jaring Angkat Menetap

JAM

06.1.0

Anco

JAM-A

06.1.1

Bagan Tancap

JAM-BT

06.1.2

Jaring Angkat Tidak Menetap

JATM

06.2.0

Bagan Rakit

JATM-BR

06.2.1

Bagan Perahu

JATM-BP

06.2.2

Bouke Ami

JATM-BA

06.2.3

Jaring Angkat Lainnya

JAL

06.9.0

7

ALAT YANG DIJATUHKAN / DITEBARKAN

AJT

07.0.0

Jala Tebar

AJTT

07.1.0

Jala Jatuh

AJTJ

07.2.0

JalaJatuh TanpaKapal

AJTJ-TK

07.2.1

Jala Jatuh Berkapal (cast Net)

AJTJ-K

07.2.2

Alat Jatuh Lainnya

AJTL

07.9.0

8

JARING INSANG

JI

08.0.0

Jaring Insang Hanyut

JIH

08.1.0

Jaring Insang Tetap

JIT

08.2.0

Jaring Insang Lingkar

JILR

08.3.0

Jaring Insang Berlapis (trammel net, Lapdu) Jaring Insang Lainnya

JIBL

08.4.0

JIL

08.9.0

9

PERANGKAP

PR

09.0.0

Perangkap Jaring Terbuka

PRJT

09.1.0

Belat

PRJT-B

09.1.1

Sero

PRJT-S

09.1.2

Perangkap Jaring Tertutup

PRJTu

09.2.0

Perangkap Jaring Tertutup Bersayap (Pukat Labuh, Gombang, Apong) Perangkap Jaring Tertutup Tidak Bersayap (Ambai, Togo, Jermal)

PRJTu-S

09.2.1

PRJTu-

09.2.2

TS

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

6

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan 6
Alat Penangkap Ikan 2007

Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

 

Bubu

PRB

09.3.0

Bubu Jaring

PRBJ

09.4.0

Perangkap Ikan Peloncat

PRIL

09.5.0

Muro Ami

PRMA

09.6.0

Perangkap lainnya

PRL

09.9.0

10

PANCING

PC

10.0.0

Pancing Ulur Pancing Berjoran Rawai Tetap Rawai Hanyut Tonda Pancing lainnya

PCU

10.1.0

PCJo

10.2.0

PCRT

10.3.0

PCRH

10.4.0

PCT

10.5.0

PCL

10.9.0

11

ALAT PENJEPIT DAN MELUKAI

APM

11.0.0

Ladung Tombak Alat Penjepit dan Melukai lainnya

LD

11.1.0

TB

11.1.1

APML

11.9.0

ALAT ALAT LAINNYA

AAL

20.0.0

2.2. Klasifikasi Alat Penangkap Ikan Internasional

Kalsifikasi alat penangkap ikan telah ditetapkan pada tanggal 29 Juli 1980

yang diberi istilah ISSCFG (International Standard Statistical Classification Of

Fishing Gear) pada Gear Categories Standard ISSCFG Abbreviation Code

Abbreviations Congress, yang diselenggarakan oleh FAO.

 

Abbreviations

Code

SURROUNDING NETS

01.0.0

With purse lines (purse seines)

PS

01.1.0

one boat operated purse seines

PS1

01.1.1

two boats operated purse seines

PS2

01.1.2

Without purse lines (lampara)

LA

01.2.0

SEINE NETS

02.0.0

Beach seines

SB

02.1.0

Boat or vessel seines

SV

02.2.0

Danish seines

SDN

02.2.1

Scottish seines

SSC

02.2.2

Pair seines

SPR

02.2.3

Seine nets (not specified)

SX

02.9.0

TRAWLS

03.0.0

Bottom trawls

03.1.0

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

7

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan 7
Alat Penangkap Ikan 2007

Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

beam trawls

TBB

03.1.1

otter trawls1

OTB

03.1.2

pair trawls

PTB

03.1.3

nephrops trawls

TBN

03.1.4

shrimp trawls

TBS

03.1.5

bottom trawls (not specified)

TB

03.1.9

Midwater trawls

03.2.0

otter trawls1

OTM

03.2.1

pair trawls

PTM

03.2.2

shrimp trawls

TMS

03.2.3

midwater trawls (not specified)

TM

03.2.9

Otter twin trawls

OTT

03.3.0

Otter trawls (not specified)

OT

03.4.9

Pair trawls (not specified)

PT

03.5.9

Other trawls (not specified)

TX

03.9.0

DREDGES

04.0.0

Boat dredges

DRB

04.1.0

Hand dredges

DRH

04.2.0

LIFT NETS

05.0.0

Portable lift nets

LNP

05.1.0

Boat-operated lift nets

LNB

05.2.0

Shore-operated stationary lift nets

LNS

05.3.0

Lift nets (not specified)

LN

05.9.0

FALLING GEAR

06.0.0

Cast nets

FCN

06.1.0

Falling gear (not specified)

FG

06.9.0

GILLNETS AND ENTANGLING NET

07.0.0

Set gillnets (anchored)

GNS

07.1.0

Driftnets

GND

07.2.0

Encircling gillnets

GNC

07.3.0

Fixed gillnets (on stakes)

GNF

07.4.0

Trammel nets

GTR

07.5.0

Combined gillnets-trammel nets

GTN

07.6.0

Gillnets and entangling nets (not specified)

GEN

07.9.0

Gillnets (not specified)

GN

07.9.1

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

8

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan 8
Alat Penangkap Ikan 2007

Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

TRAPS

08.0.0

Stationary uncovered pound nets

FPN

08.1.0

Pots

FPO

08.2.0

Fyke nets

FYK

08.30

Stow nets

FSN

08.4.0

Barriers, fences, weirs, etc.

FWR

08.5.0

Aerial traps

FAR

08.6.0

Traps (not specified)

FIX

08.9.0

HOOKS AND LINES

09.0.0

Handlines and pole-lines (hand-operated)

LHP

09.1.0

Handlines and pole-lines2(mechanized)2

LHM

09.2.0

Set longlines

LLS

09.3.0

Drifting longlines

LLD

09.4.0

Longlines (not specified)

LL

09.5.0

Trolling lines

LTL

09.6.0

Hooks and lines (not specified)3

LX

09.9.0

GRAPPLING AND WOUNDING

10.0.0

Harpoons

HAR

10.1.0

HARVESTING MACHINES

11.0.0

Pumps

HMP

11.1.0

Mechanized dredges

HMD

11.2.0

Harvesting machines (not specified)

HMX

11.9.0

MISCELLANEOUS GEAR

MIS

20.0.0

RECREATIONAL FISHING GEAR

RG

25.0.0

GEAR NOT KNOW OR NOT SPECIFIED

NK

99.0.0

GEAR NOT KNOW OR NOT SPECIFIED NK 9 9 . 0 . 0 R INGKASAN (1)

RINGKASAN (1)

1. Klasifikasi alat penangkap ikan adalah cara mengelompokkan alat penangkap ikan sesuai dengan tujuan dan peruntukkan pengklasifikasiannya. 2. Klasifikasi alat penangkap ikan telah ditentukan dan disetujui baik secara internasional (ISSCFGFAO) maupun regional (KAPIIndonesia).

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

9

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan 9
Alat Penangkap Ikan 2007

Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

3. Klasifikasi internasional dan regional telah disusun berdasarkan pada

klasifikasi metode penangkapan ikan hasil kongres di Hamburg 1957.

4. Penandaan alat penangkapan ikan berdasarkan keperluan statistik

dinyatakan dalam dua penandaan yaitu berdasarkan singkatan

(abreviation) dan penomoran.

5. Setiap kelompok dalam klasifikasi terdapat klasifikasi bagi alat penagkap

ikan yang belum teridentifikasi atau untuk mengantisifasi perkembangan

teknologi penangkapan ikan dimasa datang.

PERTANYAAN ESSAY (1)

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan klasifikasi alat penangkap ikan.

2. Jelaskan mengapa klasifikasi untuk tujuan statistik memperoleh perhatian

yang sangat besar dunia.

3. Coba saudara jelaskan mengapa pengelompokan alat penangkap ikan

harus ditandai dengan sistem singkatan dan sistem penomoran.

4. Selain pengelompokkan alat penangkap ikan dengan tujuan statistik, masih

ada juga pengelompokan alat penangkap ikan dengan tujuan lain,

Sebutkan dan jelaskan klasifikasi dengan tujuan lain tersebut di atas.

5. Jelaskan apa manfaat yang diperoleh dengan adanya pengelompokan alat

penangkap ikan, jawab dengan salah satu contoh pengklasifikasian yang

saudara kenal.

PILIHAN GANDA (1)

1. Jaring lingkar bertali kerut ditandai dalam klasifikasi dengan singkatan:

A.

JLBK

B.

JLPC

C.

JLLA

D. JL

2. Jaring lingkar bertali kerut ditandai dalam klasifikasi dengan nomor:

A.

01.1.1

B.

01.1.0

C.

10.1.0

D. 10.1.1

3. Dogol diklasifikasikan dengan penandaan dengan:

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

10

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan 10
Alat Penangkap Ikan 2007

Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

A.

PTB-Py

B.

PTB-Pl

C.

PTB-Ld

D. PTB-Dg

4. Dogol diklasifikasikan dengan penandaan dengan sistem penomoran:

A.

02.2.1

B.

20.2.1

C.

02.2.0

D. 02.1.2

5. Pukat Hela Dasar Berpapan diklasifikasikan dengan penandaan dengan sistem singkatan dengan:

A.

PHD-P1

B.

PHD-2K

C.

PHP-Bp

D. PHD-Pp

6. Pukat Hela Dasar Berpapan diklasifikasikan dengan penandaan dengan sistem penomoran dengan:

A.

03.2.2

B.

03.1.1

C.

02.3.2

D. 02.2.3

7. Jaring

Insang

Berlapis

(trammel

net,

Lapdu)

diklasifikasikan

dengan

penandaan pada sistem singkatan dengan:

 

A.

JINB

B.

JILB

C.

JIBL

D. JILR

8. Jaring

Insang

Berlapis

(trammel

net,

Lapdu)

diklasifikasikan

dengan

penandaan pada sistem penomoran dengan:

A.

08.0.4

B.

08.4.0

C.

04.8.0

9. Pukat Ikan termasuk dalam

singkatan.

A.

PHD-1K

B.

PHP-Pp

klasifikasi yang bertanda

C.

PHD-Pp

10. Huhate

termasuk

singkatan.

A.

PCJo

dalam

B.

PCU

klasifikasi

yang

bertanda

C.

PCRH

D. 00.8.4

pada sistem

D. PHP-1K

pada

D. PCH

sistem

TUGAS (1)

1. Buatlah tulisan dalam bentuk paper kecil dari dua klasifikasi alat penangkap ikan brdasarkan klasifikasi internasioanlmaupun nasional, bandingkanlah keduanya, buatlah analisa sederhana dari kedua klasifikasi tersebut, dan tuliskan pendapat saudara tentang kedua klasifikasi tersebut.

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

11

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan 11
Alat Penangkap Ikan 2007

Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

BAB III

KONTRUKSI DAN SPESIFIKASI ALAT PENANGKAP IKAN

3.1. KONSTRUKSI ALAT PENANGKAP IKAN.

Bab ini akan menjelaskan secara sederhana gambaran umum tentang konstruksi dan sistem pengoperasian alat penangkap ikan. Alat penangkap ikan yang akan dijelaskan berkisar pada alat yang ada di Indonesia maupun di luar negeri. Urutan penjelasan didasarkan pada urutan klasifikasi alat penangkap ikan yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya.

Konstruksi berdasarkan kamus adalah memang pekerjaan membangun, dalam hal ini adalah merakit alat penangkap ikan. Namun demikian, pada hakekatnya pekerjaan konstruksi tidak terlepas dari pekerjaan-pekerjaan pra konstruksi, misalnya perencanaan (biaya dan bahan), pembuatan disain, dan banyak lagi.

Umumnya alat penangkap ikan, ditinjau dari segi bahan terbagi dalam dua jenis, yaitu alat penangkap ikan yang bagian utamanya terbuat dari webbing (pukat cincin, pukat ikan, payang) dan lainnya terbuat dari tali (semua alat penangkap ikan yang termasuk dalam kelompok metode penangkapan ikan dengan tali dan pancing (hook and line).

Alat penangkap ikan yang bagian utamanya terbuat dari webbing terbagi lagi menjadi dua kelompok, yang didasarkan pada ukuran mata jaring. Kelompok pertama adalah ikan harus terjerat (tertangkap atau terjerat pada setiap mata jaring) jaring insang. Kelompok kedua ikan harus terkurung, terperangkap di dalam

jaring diantaranya adalah pukat cincin, pukat udang, sampai jermal. Komponen bahan dari kedua jenis itu terbagi pula menjadi dua kelompok, yaitu kelompok bahan yang memiliki daya apung dan lainnya memiliki daya tenggelam. Kelompok bahan pertama adalah bahan-bahan yang meimiliki massa jenis lebih kecil dari rata- rata massa jenis air laut (1,025), seperti nylon (polyethilene: PE; 0,9 g/cm 3 ) pada webbing pukat udang. Kelompok kedua adalah bahan yag memiliki massa jenis lebih besar dari rata-rata massa jenis air laut, seperti nylon (polyamide : PA; 1,14 g/cm 3 ) pada webbing pukat cincin, kuralon (Polyvinil Alcohol) pada tali utama (main line) rawai tuna dan saran (Polyvinyliden PVD) pada jaring puntal.

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

12

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan 12
Alat Penangkap Ikan 2007

Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

Ditinjau dari segi pengoperasian alat penangkap ikan (diihat dari lapisan kedalaman perairan dimana alat tersebut dioperasikan), alat penangkap ikan terbagi dalam tiga kelompok, yaitu alat penangkap ikan yang dioperasikan di:

1. Lapisan (layer) permukaan (pelagis) pukat cincin, lampara, jaring insang permukaan, tonda, dan huhate serta banyak lagi;

2. Lapisan pertengahan (mid water) jaring insang pertengahan, rawai tuna, pukat ikan pertengahan dan banyak lagi;

3. Lapisan dasar (bottom) pukat udang, jaring insang dasar, rawai dasar dan banyak lagi.

Ditinjau dari jumlah ikan yang tertangkap dalam satu kali operasi penangkapan (penebaran) terbagi dalam dua kelompok yaitu, kelompok alat penangkap ikan yang menangkap ikan :

1. Sekaligus banyak (bulk fishing), diantaranya adalah pukat cincin, lampara, payang, pukat ikan dan pukat udang.

2. Seekor demi seekor adalah semua alat penangkap ikan yang termasuk dalam kelompok metode penangkapan ikan dengan tali dan pancing (hook and Line) rawai (long line), huhate (Pole and Line), tonda (Trolling line), dan banyak lagi.

Ditinjau dari aktifitas alat penangkap ikan saat diperasikan terbagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok alat penangkap ikan yang:

1. Aktif : alat penangkap ikan digerakkan untuk menangkap ikan diantaranya adalah pukat cincin, pukat udang, tonda;

2. Pasif : alat penangkap ikan menunggu ikan tertangkap diantaranya adalah rawai, jaring insang, dan bubu

3. Gabungan antara aktif dan pasif diantaranya adalah tonda dan huhate. Kedua alat ini termasuk pasif (ini menunggu ikan memakan umpan,) namun harus digerakkan disentak atau ditarik, jika tidak ikan akan terlepas).

Beberapa pembagian di atas tidak dimaksudkan untuk membedakannya dengan mengklasifikasikan alat penangkap ikan sesuai ketentuan yang berlaku, namun lebih ditujukan untuk memberi gambaran bagaimana sebuah alat penangkap ikan didisain dan dikontruksi. Jika anda ingin lebih memahami lagi bagaimana alat

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

13

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan 13
Alat Penangkap Ikan 2007

Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

penangkap ikan didisain maka harus memahami metode penangkapan ikan (Ikan apa yang akan ditangkap, dimana ditangkapnya di pantai, di samudra, di lapisan

permukaan atau di dasar perairan, kapan menangkapnya, bagaimana sifat ikannya, bagaimana komposisinya apakah dapat ditangkaps sekaligus atau seekor demi seekor), bagaimana cara mngoperasikannya, ada tidak bahannya dipasaran, apakah menggunakan kapal atau tidak, dan banyak faktor lain yang menjadi acuan dalam mendisain alat penangkap ikan, untuk itu anda dianjurkan untuk membaca literatur-literatur terkait. Bentuk dan cara pengoperasian untuk setiap alat penangkap ikan akan dijelaskan pada sub-sub bab setelah ini.

3.2.

SPESIFIKASI

Spesifikasi alat penangkap ikan adalah menjelaskan bagaimana bentuk dan ukuran alat, bahan apa yang digunakan, dimana dioperasikan dan ikan apa yang menjadi tujuan penangkapan. Aturan dalam menspesifikasikan alat penangkap ikan tetap mengacu pada aturan yang berlaku baik nasional dan internasional, harus ada gambar disain (gambar 3.1) dan data sheet (Tabel 3.1). Perhatikan Gambar 3.1 ada gambar ini harus memperlihatkan bagaimana bentuk dan ukuran sebuah alat penangkap ikan (pukat udang) akan memberikan gambaran singkat untuk yeng lebih jelas. (1) adalah menjelaskan alat penangkap ikan ini masuk dalam kelompok alat penangkap ikan pukat tarik (PT, 02.0.0). (2) menunjukkan kelompoknya dalam pukat tarik yaitu pukat ikan (PTP, 02.1.0). (3) menunjukan tipe alat penangkap. (4) negara asal ( ). (5) Lokasi daerah penangkapan ikan (fishing ground). (6) Jenis ikan tangkapan utama. (7) Kondisi daerah penangkapan (Fising condition). (8) Acuan (referece) atau pendisain alat. (9) Ukuran panjang kapal. (10) Tonase kapal. (11) Kekuatan mesin penggerak kapal. Gambr 3.2 adalah penjelasan detil untuk asesoris yang dalam pemasangan asesoris saat merakit dan mengoperasikan alat penangkap ikan. Karena sebagian dari alat penangkap ikan ada yang baru ditata kelengkapannya saat akan dioperasikan. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan penyimpanan alat saat tidak sedang dioperasikan. Gambar 3.3 adalah sketsa untuk memberikan penjelasan bagaimana pukat udang dioperasikan, sekaligus menunjukkan berapa jumlah alat penangkap ikan yang digunakan. Khusus untuk pukat udang dan pukat ikan perlu pula dipasangi dengan alat penyaring ikan atau dikenal dengan singkatan API. Tabel 3.1 merupakan data sheet atau penjelasan

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

14

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan 14
A lat Pen a ngkap Ikan 20 07

A lat Pen angkap Ikan

20

07

Ol eh: Supard i Ardidja

detil untu k disain al at penangk ap ikan pu kat udang p ada gamba r 3.1. Tab el ini

ikan

sangat b erguna bag i perakit da n perencan a penyedia

yang aka n digunaka n untuk mer akit.

bahan alat

penangkap

Pukat H ela (1) Name : P ukat Udang (2) Tipe: Bot tom, otter, doubl
Pukat H ela (1)
Name : P ukat Udang (2)
Tipe: Bot tom, otter, doubl e rig
Tangka pan utama : uda ng (6)
Kodisi p enangkapan: da sar rata/ lembut
Kapal :
L.O.A. : 22
m (9)
(3)
(7)
Negara: I ndonesia (4)
Lokasi : A rafuru (5)
Tonase : 10 0 – 200 (10)
HP : 250 – 300 (11)
Acuan :
Sampel , FAO (8)

Sumber :

FAO Catalogue of fishing Gea r Design.

Ga m bar 3. 1 Dis a in pukat ika n

fishing Ge a r Design. Ga m bar 3. 1 Dis a in pukat ika n

Gambar 3 . 2 Penjela s an detil ases o ris pukat udang untu k gambar 3.1

s an detil ases o ris pukat udang untu k gambar 3.1 Gambar 3. 3 Ilustrasi

Gambar 3. 3 Ilustrasi p u kat udang se dang dioparsik a n.

© Sekolah T inggi Perikan an - Teknol ogi Penangka pan Ikan

© Sekolah T inggi Perikan an - Teknol ogi Penangka pan Ikan

15

© Sekolah T inggi Perikan an - Teknol ogi Penangka pan Ikan 15
Alat Penangkap Ikan 2007

Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

Gambar 3.1 adalah disain standar untuk pukat hela yang dikeluarkan oleh FAO yang juga diberlakukan di Indonesia. Pada header gambar 3.1 angka (1) untuk menunjukkan kelompok alat penangkap ikan; (2) : Jenis alat penangkap ikan; (3):

tipe alat penangkap ikan, dari tulisan di atas menyatakan bahwa pukat udang dioperasikan di dasar perairan, menggunakan otter board, dan menggunakan rig ganda; (4): Nama asal negara disain tersebut diciptakan (pada gambar ditulis Indonesia hanya sebagai contoh); (5) Lokasi fishing ground; (6): hasil tangkapan utama; (7): tipe atau ciri dasar perairan dimana alat tersebut dioperasikan; (8) menyatakan asal disain atau perancangnya; (9): menyatakan ukuran panjang kapal yang digunakan untuk mengoperasikan alat; (10) menyatakan tonase kapal yang berkisar antara 100 GT hingga 200 GT; (11) menyatakan kekuatan tenaga pendorong utama kapal yang berkisar antara 250 HP hingga 300 HP.

Berikut ini adalah penjelasan dalam membaca disain pada Gambar 3.1 dan Tabel 3.1.

Garis terputus vertikal yang terletak di tengah-tengah gambar adalah pembatas gambaran setengah panel atas dan setengah panel bawah.

Garis terputus arah horisontal adalah batas masing-masing bagian panel, baik panel atas maupun panel bawah.

Garis solid tebal melambangkan tali, head rope atau ground rope.

Gambar di sebelah kiri garis tegak terputus-putus adalah panel atas, yang hanya digambarkan sebelah saja.

Gambar di sebelah kanan garis tegak terputus-putus adalah panel bawah, yang hanya digambarkan sebelah saja.

Angka di sebelah kiri menunjukkan ukuran-ukuran panel atas, dan angka di sebelah kanan gambar menunjukkan ukuran-ukuran panel bawah.

9.75 COMB / PP 12

: Head rope, panjang 9,75 meter; dari bahan compound atau Polypropylene berdiamater 12 milimeter.

13.41 COMB / PP 12 : Ground rope panjang 13,41 meter, dari bahan compound atau Polypropylene berdiameter 12 milimeter.

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

16

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan 16
Alat Penangkap Ikan 2007

Alat Penangkap Ikan

2007

Oleh: Supardi Ardidja

1.83 PES 12 : Tinggi sebenarnya sayap panel bawah 1, 83 meter, yang dihubungkan dengan rope sepanjang 1,83 meter yang terbuat dari bahan Polyester dengan diameter 12 milimeter.

1N3B

: Pemotongan jaring 1 normal tiga bar atau 1 point tiga bar, boleh ditulis dengan 1p3b.

~1N1B

: Kira-kira satu point satu bar

 

PE 2027

: Webbing Polyethylene dengan nomor benang R 2027 tex

114

: Ukuran

mata

jaring

arah

vertikal

diantara

dua

garis

terputus-putus adalah 114 milimeter.

 

85 ½

: Jumlah mata jaring untuk webbing diantara dua garis terputus-putus adalah delapan puluh lima setengah mata.

3.66

: Head rope arah mendatar (hanya dibawah angka tersebut) adalah 3,66 meter

292

: Jumlah mata jaring dari tepi kiri hingga tepi kanan untuk bagian panel atas pada garis di atas angka adalah 292 mata.

(140)

: Jumlah mata yang dipasangkan pada panjang head rope (3,66 meter) adalah 140 mata.

Skala

: Menunjukkan ukuran arah horisontal pada gambar.

 

Ukuran pukat udang pada gamar 3.2 adalah 23,16 meter (panjang head rope diukur dari ujung kiri hingga ujung kanan head rope tidak termasuk otter pendant. Otter pendant adalah tali yang menghubungkan ujung sayap pukat udang dengan otter board.

Ukuran alat penangkap ikan yang terbuat dari webbbing adalah pada bagian tali pelampung (head rope) yang dintakan dalam meter 23.00 tidak disertai satuan adalah menyatakan panjang sebesar 23 meter. Kedalamannya diukur dengan dalam meter dalam keadaan jaring tertutup sebesar jumlah mata jaring dikalikandengan ukuran mata jaring. Sedangkan untuk alat penangkap ikan pancing dinyatakan dengan jumlah pancing yang dioperasikan.

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan

17

© Sekolah Tinggi Perikanan - Teknologi Penangkapan Ikan 17
A lat Pen a ngkap Ikan 20 07

A lat Pen angkap Ikan

20

07

Ol eh: Supard i Ardidja

jaring (me sh size) ad alah sesua tu yang pe rlu untuk di amati

berlaku, pe rhatikan G ambar 3.4 d an 3.5. U kuran

mata jari ng yang tert ulis adalah ukuran mat a jaring saa t mata jarin g dalam kea daan

tertutup

pengawa s dengan m elihat kete ntuan yang

mana ya ng perlu dip erhatikan. bagian b untnya, pu kat udang Gambar 3.1 bagian F .

pada

ikan bagia n kantongn ya (cod en d)

sesuai d engan kete ntuan yang

U kuran mata

(streched

mesh).

U kuran

mata

jaring

pe rlu

diperha tikan

oleh

para

berlaku da n ukuran m ata jaring b agian

Ukuran ma ta jaring ya ng pukat ci ncin adalah

dan pukat

Ukuran ma ta jaring ya ng pukat ci ncin adalah dan pukat Gamb a r 3.

Gamba r 3. 4 Komp o nen mata ja r ing

adalah dan pukat Gamb a r 3. 4 Komp o nen mata ja r ing G

G ambar 3. 5

Ukuran m ata jaring, simpul, ba r dan mesh opening

alat penan gkap

ikan kita harus menj abarkan bag ian per bag ian ke dala m sebuah ta bel yang di sebut

anda

kuliah baha n alat penan gkap

dengan

harus me mpelajari d engan seks ama menge nai materi

ikan.

M enghitung j umlah bah an yang dig unakan dal am sebuah

Data Sheet

(Contoh Da ta Sheet p ada Tabel 3 .1).

Sebag ai bantuan

K olom pertam a di baris

pertama ber isikan keter angan nam a alat penan gkap

ikan, typ e, negara as al, dan dae rah penang kapan. Kol om ke dua

tujuan pe nangkapan dan persya ratan kondis i daerah pe nangkapan dan kolom berisi ket erangan ka pal yang dig unakan dan spesifikasin ya.

berisi ketera ngan

ketiga

© Sekolah T inggi Perikan an - Teknol ogi Penangka pan Ikan