Anda di halaman 1dari 3

Penyebab Kesadaran Menurun

Ada banyak hal yang menyebabkan kesadaran menurun. Gangguan pada sistem saraf pusat (SSP) dapat berasal dari gangguan structural dari dalam SSP atau gangguan metabolic dari luar SSP. Gangguan structural biasanya mengakibatkan gangguan parsial yang dapat bermanifestasi pada sisi tertentu saja. Gangguan metabolic, misalnya hipoglikemia atau hipoksia, mempengaruhi seluruh bagian otak. 1. Penyebab struktural Gangguan structural yang paling banyak ditemukan adalah stroke. Kemungkinan lain yang harus dipikirkan adalah adanya riwayat trauma kepala. Karena hanya sebagian dari otak yang mengalami gangguan, pada pemeriksaan pasien dapat ditemukan gejala yang unilateral atau asimetrik. 2. Penyebab metabolik Gangguan metabolik biasanya berasal dari luar SSP. Meskipun kondisi metabolic dapat mempengaruhi fungsi otak dengan berbagai mekanisme, kondisi ini mempengaruhi kedua sisi otak. Pada pemeriksaan umumnya ditemukan gejala yang bilateral dan difus daripada hanya salah satu sisi dan terlokalisir. Penyebab metabolic dapat dibagi dua, eksternal dan internal. Contoh dari penyebab metabolic eksternal adalah keracunan, overdosis, alcohol abuse, kondisi lingkungan seperti hipotermia dan hipertermia, infeksi pada SSP. Contoh dari penyebab internal adalah semua kondisi pernapasan atau sirkulasi yang berakibat hipoksia atau hipoperfusi otak, status diabetic (terutama hipoglikemia), gagal hari atau ginjal yang mengakibatkan penumpukan substansi toksik.

Penyebab Spesifik Kesadaran Menurun


1. Diabetes a. Hipoglikemia diabetic Hipoglikemia adalah rendahnya kadar glukosa darah. Waktu kejadian terjadi cepat dan dapat disebabkan karena: Meminum obat antidiabetes teratur, namun tidak makan setelahnya Terlalu banyak beraktifitas maupun olahraga (pemakaian glukosa terlalu cepat) Pemakaian insulin atau obat oral berlebihan Akibat penyakit lain (penyakit yang mengakibatkan rendahnya penyerapan makanan/glukosa sehingga menjadi stress dalam tubuh, dan penggunaan glukosa terlalu cepat)

b. Hiperglikemia diabetic Hiperglikemia (kadar glukosa darah melebihi normal) bisa akibat dari insulin dalam tubuh tidak cukup atau reseptor sel tidak berespon terhadap insulin. Akibatnya insulin tidak mentranspor

glukosa ke dalam sel, menumpuk di dalam darah (hiperglikemia) dan keluar lewat urin (glikosuria). c. Ketoasidosis diabetic Ketika tubuh kekurangan insulin, tubuh membakar lemak untuk energy karena glukosa dalam darah tidak dipakai sel (hiperglikemia). Bau dari asam lemak (seperti aseton) dapat ditemukan pada napas pasien. Pasien nampak bernapas dalam dan cepat untuk mengkompensasi peningkatan keasaman darah. Akibat dari hiperglikemia tadi, glukosa dikeluarkan di urin sambil menarik air, mengakibatkan peningkatan jumlah urin dan pasien menjadi dehidrasi, kering, dan haus. Gejala secara umum pada pasien dengan emergensi diabetic (baik hipoglikemia atau hiperglikemia) sebagai berikut: Penurunan kesadaran Pulsasi cepat Pernapasan cepat, dalam (lebih banyak pada hiperglikemia) Lemah Berkeringat Kulit hangat, kering (hiperglikemia) atau kulit dingin, lembab (hipoglikemia) Mual, muntah (hiperglikemia) Sakit kepala Kejang (hipoglikemia berat) Koma

2. Stroke a. Stroke hemoragik Akibat dari ruptur arteri dengan perdarahan ke permukaan otak (subarachnoid hemorrhage/SAH) atau perdarahan di dalam jaringan otak (intracerebral hemorrhage/ICH). Kausa terbanyak dari SAH adalah rupture aneurisma. Hipertensi adalah penyebab terbanyak dari ICH. b. Stroke iskemik Stroke iskemik terjadi akibat oklusi total dari arteri di otak. Oklusi bisa berasal dari thrombus yang terbentuk pada dinding arteri dalam otak itu sendiri (cerebral thrombosis) atau thrombus yang berasal dari pembuluh darah lain dalam tubuh yang bermigrasi ke arteri dalam otak dan terjadi obstruksi sirkulasi (cerebral embolism). c. Transient Ischemic Attack (TIA) Serangan iskemik sekilas/TIA adalah episode reversible dari disfungsi fokal neurologic yang menetap selama beberapa menit hingga jam. Gejala yang didapatkan sama dengan stroke. Bila gejala menghilang secara sempurna dalam 24 jam, episode ini disebut TIA. Apabila pasien memiliki riwayat TIA sebelumnya, hal ini merupakan indikator dari resiko stroke.

Gejala: Gangguan kesadaran (coma, stupor, confusion, kejang, delirium) Sakit kepala berat secara tiba-tiba atau sakit kepala yang berhubungan dengan penurunan kesadaran atau deficit neurologis Aphasia, ataxia, dysarthria Kelemahan otot wajah atau asimetris, inkoordinasi, paralisis, hilangnya sensori pada satu atau lebih ekstremitas

3. Keracunan, overdosis salisilat, asetaminofen, barbiturate, trankuilizer mayor (fenotiazin), opiat