Anda di halaman 1dari 19

Hubungan Kreativitas Belajar dan Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama

Islam Sekolah Muhammadiyah 1 (Satu) Bengkulu

A. Latar Belakang Masalah Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan ini berarti, bahwa berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan itu tergantung pada proses belajar yang dialami siswa baik ketika ia berada di sekolah maupun dilingkungan rumah atau keluarga sendiri. Belajar adalah sebagian tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif.( Muhibbin Syah, 2004 : 68) Belajar adalah usaha mencari, menemukan, dan melihat seluk beluk sesuatu. Belajar ialah memecahkan masalah tidak hanya dalam pelajaran eksakta, tetapi juga dalam mempelajari keterampilan motoris, atau menghargai. Belajar merupakan keterampilan motoris, atau menghargai senjak atau belajar sebagai suatu usaha memecahkan problem. Antara teori belajar dari B.F Skinner dan Thordike maupun teori belajar dari Clarel. Hull konsep kunci dari tiga teori ini adalah terletak pada pentingnya motivasi dalam belajar. Motivasi itu perlu untuk pemperkuat antara hubungan antara stimulus-respons. Ringkasnya, teori belajar ketiga tokoh itu dapat disimpulkan sebagai berikut: belajar adalah suatumekanisme stimulus- respons, yang berbeda adalah teknik-teknik yang mereka gunakan. (Amad Tafsir, 2002: 30)

Belajar adalah sebagai proses di mana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. Belajar merupakan proses dasar dari perkembangan hidup manusia. Dengan belajar, manusia melakukan perubahanperubahan kualitatif individu sehingga tingkah lakunya berkembang. Semua aktivitas dan prestasi hidup manusia adalah hasil dari belajar. Kita hidup menurut hidup dan berkerja menurut apa yang telah kita pelajari.(Wasty
Soemanto, 2003: 104)

Pendidikan Agama Islam sebagai suatu mata pelajaran di sekolah keberadaannya sangat penting, karena persoalan atau tantangan yang dihadapi saat ini adalah bagaimana agar pendidikan agama tidak hanya mengajarkan pengetahuan tentang agama, tetapi dapat mengarahkan perserta didik untuk menjadi manusia yang benar-benar mempunyai kualitas keberagamaan yang kuat. Materi pendidikan agama tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi dapat membentuk sikap dan kepribadian peserta didik hingga menjadi manusia yang berkualitas, yang beriman dan bertakwa dalam arti sesungguhnya, pada saatsaat seperti sekarang yang tampak muncul gejala terjadinya pergeseran nilainilai yang ada, sebagai akibat arus globalisasi serta majunya ilmu pengetahuan dan teknologi. Peran guru khususnya guru agama Islam sangat penting untuk mewujudkan proses pembelajaran yang bermutu dan menghasilkan lulusan yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia serta berwawasan luas, professional, unggul, berpandangan jauh ke depan, serta memiliki percaya dan harga diri yang tinggi. Untuk mewujudkan hasil tersebut, diperlukan strategi yang tepat

untuk mengembangkan kompetensi siswa dan meningkatkan prestasi belajar siswa. Guru sangat dituntut untuk professional dalam mendidik, bisa memberikan motivasi kepada siswa agar mengutamakan belajar dari pada aktivitas yang lain dan siswa senang mengikuti pelajaran, zaman sekarang banyak hal yang membuat siswa lengah dan lalai dengan adanya kemajuan teknologi dan tantangan di era globalisasi ini sangat beragam, seperti televisi dan internet yang bisa mengakses berbagai macam tontonan yang negatif. Siswa tidak bisa memilah dan membedakan mana kewajiban yang harus dilaksanakan terlebih dahulu. Persoalan yang kita lihat di sekolah merupakan tanggung jawab seorang guru, mendidik siswa yang berasal dari berbagai latar belakang keluarga yang berbeda, guru harus memperhatikan prestasi belajar siswa, tentang moral siswa yang semakin memprihatinkan dan pembelajaran yang kurang menarik minat belajar siswa, guru harus bisa meneliti persoalan tersebut, sehingga guru dapat menyimpulkan tindakan apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan menarik minat belajar siswa, disinilah sangat pentingnya motivasi bagi siswa untuk bisa mempertahankan prestasi. Aktivitas juga bisa diartikan kata kunci dari perbuatan belajar seseorang. Semakin tinggi seseorang melakukan aktivitas belajar akan semakin baik bagi terjadinya perubahan perilaku, baik sebagai hasil langsung dari perbuatan atau pengalaman belajar, maupun sebagai imbas atau dampak tidak

langsung dari berbagai aktivitas yang dijalani.(Rita Mariyana, Ali Nugraha,dkk,


2010: 21)

Dorongan merupakan kekuatan mental untuk melakukan kegiatan dalam rangka untuk memenuhi harapan. Dorongan merupakan kekuatan mental yang berorientasi pada tujuan tersebut merupakan inti motivasi yang telah dicapai siswa setelah melakukan kegiatan belajar disebut prestasi. Prestasi belajar merupakan kemampuan siswa yang dapat diukur, berupa pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dicapai siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Prestasi belajar adalah perubahan tingkah laku yang berwujud perubahan ilmu pengetahuan, keterampilan motorik, sikap dan nilai yang dapat diukur secara aktual sebagai hasil dari proses belajar. Prestasi belajar sangat penting bagi siswa, sebagai tolak ukur atas kemampuan dan keberhasilan dalam menyerap segala pengetahuan, sikap dan keterampilan yang telah dilakukan. Bagi guru prestasi belajar merupakan suatu indikator yang dapat dijadikan acuan tentang seberapa jauh pengetahuan, sikap dan keterampilan yang diharapkan sebelumnya telah dimiliki siswa untuk dapat mengupayakan peningkatannya dan perbaikannya.(Umiarso dan Imam Gozali,
2010: 226)

Prestasi belajar biasanya dinyatakan dalam bentuk angka, huruf maupun simbol pada periode tertentu, berupa nilai rapor yang disamakan kepada siswa dan orang tua siswa setiap semester. Bila nilai lapor rendah, maka prestasi siswa dianggap rendah. Sebaliknya bila nilai lapor siswa tinggi, maka prestasi siswa dianggap tinggi sekaligus siswa yang berprestasi. Untuk memperoleh

prestasi belajar yang tinggi maka diperlukan motivasi, hasil belajar akan optimal dengan adanya motivasi yang tepat.(Utami Munandar, 1995: 35) Kegagalan belajar siswa tidak bisa disalahkan pada siswa itu, bisa saja karena guru tidak berhasil memberikan motivasi yang mampu membangkitkan semangat kegiatan yang dilakukan siswa untuk berbuat dan belajar. Motivasi adalah dorongan dasar atau kekuatan baik yang datangnya dari dalam maupun dari luar yang menggerakkan seseorang bertingkah laku untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan lebih dahulu. Hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan kearah positif sehingga tercapai tujuan yang diinginkan. Motivasi yang tinggi merupakan dorongan yang sangat kuat yang mengantarkan seseorang memulai untuk belajar lebih giat dan tekun. Sering kita melihat bahwa siswa yang mengikuti pelajaran di sekolah dihinggapi oleh perasaan jenuh, jemu, bosan dan malas, bahkan rasa mengantuk pun menjangkiti saat mendengarkan penjelasan guru, belajarnya rendah dia tidak punya keinginan untuk memperbaikinya. Hal ini kurangnya motivasi dalam belajar, tinggi rendahnya motivasi akan menentukan tinggi rendahnya usaha atau semangat seseorang untuk beraktivitas dan tentu akan menentukan hasil yang diperoleh. Walker menyatakan: perubahan-perubahan yang dipelajari biasanya memberikan hasil yang baik bila mana orang atau individu mempunyai motivasi untuk melakukannya, dan latihan kadang-kadang menghasilkan

perubahan-perubahan dalam motivasi yang mengakibatkan perubahanperubahan dalam prestasi. (Ahmad Rohani, 2004 : 10) Rendahnya mutu out put hasil pembelajaran, yang ditandai dengan ketidak mampuan siswa menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana mengaplikasikan dan memanfaatkannya dengan kehidupan nyata, baik pada saat ini maupun disaat mendatang. Hal ini karena pembelajaran yang selama ini diterima siswa lebih didominasi sebagai fakta untuk dihafal, berorientasi pada penguasaan materi, sifatnya hanya teoritis dan tidak diikuti dengan pemahaman serta pengalaman yang biasa diterapkan ketika mereka dengan situasi baru yang dihadapinya. Pembelajaran khususnya pada mata pelajaran agama Islam kurang memperhatikan potensi kreativitas siswa. Potensi kreativitas yang dimiliki siswa harus diperhatikan dan selalu dipupuk dan dikembangkan, karena dengan itulah seseorang akan lebih siap untuk menghadapi tantangan kemajuan zaman. Dalam perwujudannya memerlukan dorongan internal dan eksternal dari lingkungan. Biasanya anak yang kreatif, idealnya selalu ingin tahu, memiliki minat yang luas, dan aktivitas yang kreatif, mandiri dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Mereka lebih berani mengambil resiko (tetapi dengan perhitungan), mereka tidak terlalu menghiraukan kritik atau ejekan dari orang lain, mereka tidak takut mengemukan pendapat walaupun tidak di setujui orang.(Utami Munandar, 1995:
35)

Kreatifitas dapat di kembangkan dalam suasana kedisiplinan non otoriter, agar siswa dapat berfikir secara bebas, bekerja dengan baik karena merasa aman dan mengetahui tujuannya, mewujudkan potensi kreatifitasnya karena ia diperkenankan untuk melakukannya, percaya akan kemampuan diri dan kesadaran akan harga diri, pengalaman pencaritahuan terlibat dalam pemecahan berbagai masalah, dapat memanfaatkan waktu secara efektif dan efisien. Peraturan kedisiplinan yang otoriter bisa mematikan kreatifitas yang di miliki siswa, dan mempengaruhi prestasi belajarnya. Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan belajar demi mencapai tujuan belajar mengajar yang dilakukan. Motivasi belajar memegang peran penting dalam memberikan semangat dan rasa senang dalam belajar, motivasi yang tinggi mempunyai energi yang banyak untuk melakukan kegiatan belajar mengajar, siswa yang mempunyai motivasi yang tinggi sedikit yang tertinggal belajar dan sangat sedikit pula kesalahan dalam belajarnya. Menjadi jelas bahwa keberhasilan suatu belajar dipengaruhi oleh adanya kreativitas dan motivasi atau dorongan. Motivasi merupakan dorongan yang mendasari dan mempengaruhi suatu usaha serta keinginan seseorang untuk mencapai tujuan, atau tujuan itu akan tampak berhasil. Apabila siswa memiliki kreativitas yang baik maka siswa akan termotivasi untuk belajar yang baik, maka hasil yang diperoleh juga semakin baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kreativitas belajar siswa dan motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar siswa dalam

Pendidikan Agama Islam. Penelitian berlokasi di Muhammadiyah 1 BengkuluDipilih topik dan lokasi ini karena berdasarkan studi pendahuluan, ditemukan adanya kesenjangan antara teori dan fakta dilapangan yakni adanya siswa yang memiliki kreativitas belajar yang baik seperti memberikan ide-ide yang cemerlang, memecahkan masalah, tidak cepat puas dengan jawaban yang diberikan guru dalam proses pembelajaran, tetapi memperoleh hasil belajar yang rendah. Sebaliknya ada pula yang motivasi belajar yang baik seperti dalam proses pembelajaran selalu memperhatikan pembelajaran, bertanya jika tidak mengerti, jika guru bertanya siswa memberikan jawaban sesuai kemampuannya, rasa keingintahuan terhadap hal-hal baru sangat tinggi, tetapi memperoleh hasil belajar kurang baik. Sebaliknya ada pula yang memiliki kreativitas dan motivasi belajar yang kurang baik tetapi memperoleh hasil yang tinggi seperti siswa yang dalam proses belajar kurang mengeluarkan ide-ide, tidak fokus dalam proses belajar mengajar. Jarang bertanya, jika guru bertanya tidak menjawab. Dengan kreativitas dan motivasi belajar yang baik seharusnya siswa akan memperoleh prestasi yang baik pula. Meskipun yang mempengaruhi prestasi belajar itu bukan hanya kreativitas dan motivasi siswa itu sendiri. Berdasarkan fonomena di atas maka penulis merasa tertarik untuk mengadakan penelitian lebih mendalam untuk mengungkapkan kaitan antara kreativitas belajar dan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa Muhammadiyah 1 Bengkulu

B. Identifikasi Masalah Berdasarkan masalah yang telah dipaparkan didalam latar belakang di atas maka ditemukan permasalahan sebagai berikut: 1. Kurangnya hubungan kreativitas belajar Pendidikan Agama Islam siswa dan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa Muhammadiyah 1 Bengkulu 2. Kurangnya hubungan antara motivasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa dan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa Muhammadiyah 1 Bengkulu 3. Kurangnya hubungan kreativitas dan motivasi secara bersamaan dan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa di Muhammadiyah 1 Bengkulu 4. Ada sejumlah faktor yang berhubungan dengan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa di Muhammadiyah 1 Bengkulu.

C. Pembatasan Masalah Mengingat luasnya permasalahan yang menuntut jawaban penelitian, sementara kemampuan penulis sangat terbatas untuk meneliti seluruhnya, maka penulis membatasi masalah yang akan diteliti yaitu hanya memfokuskan pada hubungan antara kreativitas dan motivasi dengan prestasi belajar pendidikan agama Islam di Muhammadiyah 1 Bengkulu Siswa yang diteliti juga dibatasi hanya pada siswa kelas XI IPA Unggul saja.

D. Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan rumusan masalah diatas maka dalam penelitian ini akan dirumuskan permasalahan sebagi berikut:

a. Apakah ada hubungan yang signifikan antara kreativitas belajar siswa dengan prestasi belajar siswa kelas XI IPA Unggul pada bidang studi Pendidikan Agama Islam di sekolah Muhammadiyah 1 Bengkulu? b. Apakah ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar siswa kelas XI IPA Unggul pada bidang studi Pendidikan Agama Islam di sekolah di Muhammadiyah 1 Bengkulu? c. Apakah ada hubungan yang signifikan secara bersamaan antara kreativitas belajar siswa dan motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar siswa kelas XI IPA Unggul pada bidang studi Pendidikan Agama Islam di Muhammadiyah 1 Bengkulu?

E. Telaah Terhadap Penelitian Terdahulu Penelitian yang membahas tentang korelasi disiplin dalam

pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa bidang studi agama di madrasah ibtidayah negeri (MIN) 02 Al-Fajar Muara Fajar Kecamatan Rumbai Pekanbaru, telah diteliti oleh saudara Syukri Hasian Harahap (2005)

dinyatakan bahwa tidak ada korelasi yang singnifikan antara disiplin siswa dalam pembelajaran dengan prestasi belajar, maka disiplin dalam pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa bidang studi Agama di madrasah ibtidayah negeri (MIN) 02 Al-fajar muara fajar Kecamatan Rumbai Pekanbaru faktorfaktor yang mempengaruhi prestasi belajar murid antara lain seperti minat belajar, motivasi, dan perhatian orang tua. Penulis menemukan korelasi sebesar 0,055 angka ini ketika dibandingkan dengan DF ternyata lebih kecil baik dari taraf signifikannya.

10

Penelitian yang membahas tentang hubungan antara keterampilan dan kreativitas mengajar guru dengan prestasi belajar siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Pekanbaru, telah diteliti oleh saudari Fatimah Depi Susanti (2005) dinyatakan terdapat korelasi yang signifikan antara keterampilan guru mengajar dan kreativitas guru mengajar dengan tingkat prestasi belajar siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri Pekanbaru. Kekuatan hubungan antara keterampilan guru mengajar dan kreativitas guru mengajar dengan tingkat prestasi belajar siswa adalah 0,629. Kontribusi keterampilan guru mengajar dan kreativitas guru mengajar dengan tingkat prestasi belajar siswa adalah 39,50%. Dari penelitian ini sama-sama meneliti tentang prestasi siswa, sedangkan perbedaannya membahas disiplin belajar siswa dan keterampilan guru mengajar dengan kreativitas mengajar guru. Berdasarkan pencarian penulis, penulis belum menemukan permasalahan yang seperti yang penulis ungkapkan.

F. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Penelitian a. Mengetahui hubungan antara kreativitas belajar siswa dengan motivasi belajar PAI siswa Muhammadiyah 1 Bengkulu? b. Mengetahui hubungan antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar PAI siswa di Muhammadiyah 1 Bengkulu?

11

c. Mengetahui hubungan antara kreativitas belajar siswa dengan motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar PAI siswa di Muhammadiyah 1 Bengkulu?

G. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Penelitian a. Bagi siswa, melalui penelitian ini diharapkan siswa mengetahui dan mengupayakan peningkatan prestasi belajar dengan meningkatkan kreativitas dan motivasi belajar melalui berbagai cara. b. Bagi guru, penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai acuan dalam pembinaan siswa, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kreativitas, motivasi dan prestasi belajar siswa Muhammadiyah 1 Bengkulu. c. Bagi peneliti, sebagai informasi awal yang dapat digunakan oleh peneliti untuk melakukan pengajian ulang dan pengembangan penelitian secara lebih rinci dengan variabel penelitian yang lebih kompleks. d. Bagi peneliti-peneliti selanjutnya, sebagi bahan perbandingan dan dasar untuk melakukan penelitian dengan variabel yang berbeda.

12

H. Metode Penelitian 1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada Muhammadiyah 1 Bengkulu. Penelitian ini dilaksanakan setelah mendapatkan izin dari berbagai pihak yang terkait dengan penelitian.

2. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA Unggul yang belajar pada bidang studi Pendidikan Agama Islam di Muhammadiyah 1 Bengkulu. 2. Objek Penelitian Objeknya adalah hubungan kreativitas belajar dan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa mengenai bidang studi Pendidikan Agama Islam di Muhamadiyah 1 Bengkulu 3. Metode Penelitian Penelitian ini bersifat kuantitatif. Penelitian dilakukan untuk menjelaskan ada atau tidaknya dan seberapa besar ditemukan adanya korelasi antara dua variabel atau lebih secara kuantitatif. Berdasarkan nilai koefisien korelasi, maka diprediksi arah kekuatan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. 4. Populasi dan Sampel 1. Populasi

13

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA Unggul Muhammadiyah 1 Bengkulu. 2. Sampel Teknik penarikan sampel yang di gunakan dalam penelitian ini adalah purposive sample 5. Defenisi Operasional Definisi operasional adalah suatu definisi yang memberikan penjelasan atas suatu variabel dalam bentuk yang dapat diukur. Definisi operasional ini memberikan informasi yang diperlukan untuk mengukur variabel yang akan diteliti. Dengan kata lain, definisi operasional adalah definisi yang dibuat oleh peneliti itu sendiri. Konsep oprasional ini merupakan penjabaran dalam bentuk konkrit dari konsep teoretis agar mudah dipahami dan sebagai acuan bagi pengumpulan data di lapangan. Selain itu untuk memberikan batasan terhadap kerangka teoretis dan agar lebih mudah untuk dipahami dan dapat diukur, hal ini perlu untuk memudahkan penulis dalam penelitian untuk mengumpulkan data di lapangan. Adapun variabel yang akan

dioperasionalkan yaitu variabel X1 (kreativitas belajar) dan variabel X2 (motivasi belajar) dengan variabel Y (prestasi belajar). 1. Kreativitas Belajar PAI Kreativitas adalah suatu proses yang menuntut keseimbangan dan aplikasi dari ketiga aspek esensial kecerdasan analitis, kreatif dan praktis, beberapa aspek yang ketika digunakan secara kombinatif dan

14

seimbang akan melahirkan kecerdasan kesuksesan. Indikator kreativitas belajar dengan pengertian di atas indikatornya adalah: 1. 2. 3. 4. Selalu mencari informasi yang berkaitan dengan pembelajaran PAI Menghargai pendapat teman dalam belajar PAI Mengamati (demontrasi) yang dilakukan dengan seksama Mengemukakan pengalaman baru yang berkaitan dengan pembelajaran 5. 6. 7. Menyampaikan ide baru yang berkaiatan dengan pembelajaran PAI Selalau bertanya kepada guru dan teman tentang pelajaran PAI Kemampuan menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan pelajaran 8. 9. 10 Mengaitkan pembelajaran PAI dengan kehidupan sehari-hari Mendengarkan penjelasan guru dengan seksama dalam belajar PAI Menghargai pertanyaan yang diberikan guru atau teman dala belajar PAI 11 Membuat ringkasan materi dalam setiap belajar PAI 12 Mau mengerjakan tugas yang berkaitan dengan pelajaran PAI 13 Suka mencoba hal-hal yang berkaitan dengan PAI 14 Membuat tulisan secara lengkap untuk memahami pelajaran PAI 15 Mampu menganalisis materi yang telah dipelajari dalam PAI 16 Bisa memberikan saran dan kritikan dalam belajar PAI

17 Mampu memberikan contoh selain di sebutkan guru dalam belajar PAI

15

18 Memecahkan masalah dalam belajar 19 Ulet dalam belajar 20 Tetap belajar walaupun prestasi rendah 21 Mengerahkan segenap kemampuan dalam belajar 22 Tidak takut salah dalam belajar 2. Motivasi Belajar PAI Hakekat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. Hal itu mempunyai peranan besar dalam keberhasilan seseorang dalam belajar. Indikator motivasi belajar dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1. Datang tepat waktu pada saat belajar 2. Melengkapi buku-buku pelajaran dan peralatan belajar

3. Tidak keluar masuk pada saat guru menjelaskan pelajaran 4. Selalau mengerjakan tugas yang diberikan guru 5. Memperhatikan pelajaran dengan seksama 6. Aktif dalam kegiatan pembelajar sesuai intruksi guru 7. Mencatat poin-poin penting terkait meteri 8. Memiliki semangat dalam belajar 9. Tetap belajar walaupun nilai rendah 10. Membuat perencanaan dalam belajar 11. Aktif dalam belajar

16

12. Tidak putus asa dalam belajar 13. Senang adanya Reward yang di berikan guru 14. Penghargaan 15. Lingkungan belajar yang kondusif 16. Melibatkan siswa dalam belajar 17. Memberikan motivasi 18. Berusaha berprestasi 19. Mempertahankan prestasi 20. Kemampuan siswa 3. Prestasi Belajar PAI Prestasi belajar adalah keberhasilan setelah menempuh

pembelajaran yang diaplikasikan dengan memiliki berbagai ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap. Berdasarkan pendapat para ahli yang dikemukakan dalam kajian teori, maka definisi prestasi belajar siswa adalah nilai rapor dan rata-rata mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang diperoleh siswa dari hasil aktifitas belajar yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, keterampilan maupun sikap. Untuk penelitian ini nilai hasil belajar siswa diambil dari nilai rapor rata-rata hasil semester 2 (genap) tahun ajaran 2013-2014

17

HUBUNGAN KREATIVITAS BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEKOLAH MUHAMMADIYAH 1 (SATU) BENGKULU

Oleh : Beti Susanti Nim : 212 302 0273

18

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

PROGRAM PASCA SARJANA (S2)


INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI BENGKULU (IAIN)
2014

19