Anda di halaman 1dari 15

Pembangkit Listrik yang ada di dunia

Ini adalah sebagian Pembangkit Listrik Yang ada Di Dunia sebagai berikut : 1. PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) 2. PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) 3. PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) 4. PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) 5. PLTAngin (Pembangkit Listrik Tenaga Angin) 6. PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) 7. PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) 8. PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) 9. PLTPB (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) 10. Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut 11. Pembangkit Listrik Tenaga Ombak

Kelebihan Dan Kekurangan Pembangkit Listrik


Kelebihan dan kekurangan pembangkit listrik sebagai berikut :

1. PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Kelebihan : Ada beberapa keunggulan dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang dapat dirangkum secara garis besar sebagai berikut : Respon pembangkit listrik yang cepat dalam menyesuaikan kebutuhan beban. Sehingga pembangkit listrik ini sangat cocok digunakan sebagai pembangkit listrik tipe peak untuk kondisi beban puncak maupun saat terjadi gangguan di jaringan. Kapasitas daya keluaran PLTA relatif besar dibandingkan dengan pembangkit energi terbarukan lainnya dan teknologinya bisa dikuasai dengan baik oleh Indonesia. PLTA umumnya memiliki umur yang panjang, yaitu 50-100 tahun. Bendungan yang digunakan biasanya dapat sekaligus digunakan untuk kegiatan lain, seperti irigasi atau sebagai cadangan air dan pariwisata. Bebas emisi karbon yang tentu saja merupakan kontribusi berharga bagi lingkungan. Kelemahan :

dampak negatif dari pembangunan PLTA pada lingkungan, yaitu mengganggu keseimbangan ekosistem sungai/danau akibat dibangunnya bendungan, pembangunan bendungannya juga memakan biaya dan waktu yang lama. Disamping itu, terkadang kerusakan pada bendungan dapat menyebabkan resiko kecelakaan dan kerugian yang sangat besar.

2. PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Kelebihan : Dapat dioperasikan menggunakan berbagai jenis bahan bakar (padat, cair dan gas). Dapat dibangun dengan kapasitas yang bervariasi Dapat dioperasikan dengan berbagai mode pembebanan Kontinyuitas operasinya tinggi Usia pakai (life time) relatif lama

Kekurangan:

Sangat tergantung pada tersedianya pasokan bahan bakar Tidak dapat dioperasikan (start) tanpa pasokan listrik dari luar Memerlukan tersedianya air pendingin yang sangat banyak dan kontinyu Investasi awalnya mahal

3. PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) Kelebihan : Investasi awal relatif lebih rendah. Efisien pada setiap tingkat beban. Membutuhkan operator yang sedikit. Bahan bakar lebih mudah diperoleh.

Kekurangan : Kapasitas mesin diesel terbatas. Kapasitas mesin diesel terbatas. Pemeliharaan harus lebih diperhatikan. Menimbulkan suara bising. Membutuhkan waktu pemanasan yang lebih lama pada saat start dalam kondisi dingin. Menimbulkan polusi yang lebih tinggi. Biaya operasional lebih tinggi.

4. PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) Kelebihan : Tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca (selama operasi normal) - gas rumah kaca hanya dikeluarkan ketika Generator Diesel Darurat dinyalakan dan hanya sedikit menghasilkan gas) Tidak mencemari udara - tidak menghasilkan gas-gas berbahaya sepert karbon monoksida, sulfur dioksida, aerosol, mercury, nitrogen oksida, partikulate atau asap fotokimia Sedikit menghasilkan limbah padat (selama operasi normal) Biaya bahan bakar rendah - hanya sedikit bahan bakar yang diperlukan Ketersedian bahan bakar yang melimpah, sekali lagi, karena sangat sedikit bahan bakar yang diperlukan Baterai nuklir

Kekurangan : Risiko kecelakaan nuklir - kecelakaan nuklir terbesar adalah kecelakaan Chernobyl (yang tidak mempunyai containment building) Limbah nuklir - limbah radioaktif tingkat tinggi yang dihasilkan dapat bertahan hingga ribuan tahun. AS siap menampung limbah ex PLTN dan Reaktor Riset. Limbah tidak harus disimpan di negara pemilik PLTN dan Reaktor Riset. Untuk limbah dari industri pengguna zat radioaktif, bisa diolah di Instalasi Pengolahan Limbah Zat Radioaktif, misal yang dimiliki oleh BATAN Serpong.

5. PLTAngin (Pembangkit Listrik Tenaga Angin)

Kelebihan : Ramah Lingkungan (environmental friendly) Praktis digunakan pada wilayah pesisir pantai Tidak memerlukan perawatan khusus Teknologinya tidak rumit Disainnya dari bahan yang tidak mudah karatan (korosi) Mudah mengoperasikan

Kekurangan : Butuh biaya yang cukup besar untuk pembelian dan pelatihan operator teknis Tersedianya suku cadang dan aki mobil yang cukup, apalagi letaknya jauh di pulau

6. PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah)

Kelebihan : Dapat menghasilkan energi listrik. Dapat menghasilkan bahan untuk pupuk dari hasil residu teknologi gasifikasi. Mempergunakan sampah basah sebagai bahan utama sehingga pasokan dari Sarbagita dapat segera dimanfaatkan tanpa proses pengeringan. Memberdayakan pemulung sebagai pegawai pabrik.

Kekurangan :

Sampah yang dapat diolah terbatas, hanya dapat mengolah sampah organik saja Sampah lama tidak dapat diolah secara maksimal dengan teknologi ini, sehingga perlu ditimbun yang mana membutuhkan lahan yang luas serta proses yang lama. Masih banyak menghasilkan bahan sisa pada proses penggasan yang membutuhkan pengolahan lebih lanjut sebelum dimanfaatkan. Biaya tinggi.

7. PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya)

Kelebihan : Tidak Mengeluarkan Emisi Berbahaya (Zero Emission) Efisiensi Tinggi (High efficiency) Cepat Mengikuti Perubahan Pembebanan (Rapid load following) Temperatur Operasional Rendah Reduksi Transformasi Energi Waktu Pengisian Hidrogen Singkat

Kekurangan : Hidrogen Sensitif pada Kontaminasi Zat-asing Harga Katalisator Platinum Mahal Pembekuan Teknologi Tinggi & Baru Ketiadaan Infrastruktur

8. PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas)

Kelebihan : tingkat efisiensi yang diharapkan lebih tinggi dari turbin gas siklus terbuka.

Kekurangan : Adapun kekurangan dari turbin gas adalah sifat korosif pada material yang digunakan untuk komponen-komponen turbinnya karena harus bekerja pada temperature tinggi dan adanya unsur kimia bahan bakar minyak yang korosif (sulfur, vanadium dll), tetapi dalam perkembangannya pengetahuan material yang terus berkembang hal tersebut mulai dapat dikurangi meskipun tidak dapat secara keseluruhan dihilangkan. Dengan tingkat efisiensi yang rendah hal ini merupakan salah satu dari kekurangan sebuah turbin gas juga dan pada perkembangannya untuk menaikkan efisiensi dapat diatur/diperbaiki temperature kerja siklus dengan menggunakan material turbin yang mampu bekerja pada temperature tinggi dan dapat juga untuk menaikkan efisiensinya dengan menggabungkan antara pembangkit turbin gas dengan pembangkit turbin uap dan hal ini biasa disebut dengan combined cycle.

9. PLTPB (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi)

Kelebihan :
Bila pembangkit listrik memanfaatkan tenaga panas bumi dilakukan dengan cara yang benar, tidak ada produk samping yang berbahaya bagi lingkungan. Pemerhati lingkungan pasti akan menyukainnya! Pada proses produksi, tidak digunakan bahan bakar fosil. Selain itu, energi geothermal tidak menyebabkan efek rumah kaca apapun. Setelah pembangunan pembangkit listrik tenaga geothermal, hanya ada sedikit pemeliharaan. Dalam hal konsumsi energi, pembangkit listrik

tenaga panas bumi adalah pembangkit energi mandiri. Keuntungan lain untuk energi geothermal adalah bahwa pembangkit listrik tidak harus yang besar untuk melindungi lingkungan alam. Kekurangan : Ada beberapa kekurangan pada energi geothermal. Pertama, Kita tidak bisa membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi di sembarang lahan kosong di suatu tempat. Daerah tempat pembangkit energi geothermal yang akan dibangun harus mengandung batu-batu panas yang cocok pada kedalaman yang tepat untuk pengeboran. Selain itu, jenis bebatuannya harus mudah untuk dibor ke dalam. Hal ini penting untuk menjaga area sekitar karena jika lubang dibor dengan tidak benar, maka mineral dan gas yang berpotensi membahayakan bisa menyembur dari bawah tanah. Pencemaran dapat terjadi karena pengeboran yang tidak tepat di stasiun panas bumi. Dan juga, memungkinkan pula pada suatu area panas bumi tertentu terjadi kekeringan.

10. Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut

Kelebihan : Setelah dibangun, energi pasang surut dapat diperoleh secaragratis. Tidak menghasilkan gas rumah kaca ataupun limbah lainnya. Tidak membutuhkan bahan bakar. Biaya operasi rendah. Produksi listrik stabil. Pasang surut air laut dapat diprediksi. Turbin lepas pantai memiliki biaya instalasi rendah dan tidakmenimbulkan dampak lingkungan yang besar.

Kekurangan : Sebuah dam yang menutupi muara sungai memiliki biaya pembangunan yang sangat mahal, dan meliputi area yang sangatluas sehingga merubah ekosistem lingkungan baik ke arah hulu maupun hilir hingga berkilo-kilometer. Hanya dapat mensuplai energi kurang lebih 10 jam setiap harinya,ketika ombak bergerak masuk ataupun keluar.

11. Pembangkit Listrik Tenaga Ombak

Kelebihan : Energi ini bebas, tidak perlu bahan bakar, tidak ada limbah/polusi Sumber energi yang dapat diperbaharui Dapat menghasilkan banyak energi Biaya tidak mahal

Kekurangan : Sangat tergantung dengan karakteristik gelombang, kadang-kadang bisa menghasilkan energi yang besar, kadang-kadang tidak ada. Perlu satu lokasi yang tepat dimana gelombangnya konsisten besar. Alatnya harus kokoh sehingga tahan terhadap kondisi cuaca yang jelek

Pembangkit Listrik Yang Cocok Di Indonesia


Pembangkit Listrik Yang Cocok Di Indonesia sebagai berikut : PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PASANG SURUT

Gambar 1. Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut

Di Indonesia merupakan suatu negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari laut. Dengan adanya laut maka diperoleh suatu penghidupan yang dijadikan oleh masyarakat Indonesia yaitu sebagai nelayan. Disamping itu laut juga merupakan suatu fenomena tersendiri sehingga menjadi daerah wisata yang menarik para wisatawan baik wisatawan dalam negeri maupun wisatawan luar negeri. Laut merupakan sumber kehidupan yang bisa memberikan manfaat tersendiri di berbagai aspek-aspek kehidupan misalnya saja kondisi pasang surut air laut yang dimafaatkan untuk membangkitkan suatu energi listrik yang besar, sehingga bisa digunakan dalam kehidupan kita yang sangat diperlukan sekali adanya listrik. Oleh kerena itu dengan adanya suatu ide-ide yang bisa membangkitkan suatu energi listrik sangatlah diperlukan sekali. Dalam hal ini akan dibahas masalah pembangkit tenaga listrik pasang surut baik dari alat pembangkitnya, bahan baku untuk memperlancar proses pembangkitan maupun cara kerja dari pada pembangkit sehingga bisa membangkitkan energi listrik. Energi pasang surut adalah energi potensial air laut yang dapat diperoleh apabila terdapat perbedaan tinggi, maka air laut pada waktu pasang dan surut yang cukup besar, misalnya antara 10 sampai 20 meter dalam 12 jam. Di daerah dekat ekuator perbedaan tersebut mungkin saja di sekitar 1 meter. Perbedaan tinggi pasang surut yang besar biasanya terdapat pada daerah yang jauh dari ekuator , misalnya 20 meter sepanjang pantai utara dari Amerika Utara dan Eropa. Dalam hal ini tentunya Indonesia perbedaan tinggi pasang surut kecil untuk membangkitkan suatu energi listrik namun karena Indonesia merupakan negara yang didominasi lautan dari pada kepulauannya maka sangatlah dibutuhkan sekali adanya pembangkit ini dan juga cocok. Apa lagi listrik sangat dibutuhkan sekali sehingga listrik perlu diproduksi lebih banyak. Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut 1. Dam Pasang Surut (Barrage Tidal System) Teknologi pasang surut dengan membangun dam merupakan teknologi yang paling lama digunakan. Ekstrasi energi didapat dari perbedaan ketinggian antara air di dalam dam dan diluar dam (laut). Dam yang dibangun untuk memanfaatkan siklus pasang surut jauh lebih besar daripada dam air sungai pada umumnya. Dam ini biasanya dibangun di muara sungai dimana terjadi pertemuan antara air sungai dengan air laut. Saat pasang air mengalir memasuki dam sampai kondisi tertentu lalu air tersebut ditahan, bila laut sudah surut air dialirkan kembali ke laut melewati turbin air sehingga energi listrik diperoleh.

Gambar 2. Prinsip Kerja Barrage Tidal System

Aplikasi Pembangkit listrik tenaga pasang surut (PLTPs) terbesar di dunia terdapat di muara sungai Rance di sebelah utara Perancis. Pembangkit listrik ini dibangun pada tahun 1966 dan berkapasitas 240 MW. PLTPs La Rance didesain dengan teknologi canggih dan beroperasi secara otomatis, sehingga hanya membutuhkan dua orang saja untuk pengoperasian pada akhir pekan dan malam hari. PLTPs terbesar kedua di dunia terletak di Annapolis, Nova Scotia, Kanada dengan kapasitas?hanya 16 MW. Dalam perkembangannya sistem dam ini berdampak pada lingkungan, walau berhasil menghasilkan energi listrik lumayan besar, namun ekologi air berbagai jenis satwa yang berhubungan antara muara dan laut tidak berkembang biak dengan baik. 2. Turbin Lepas Pantai (Offshore Turbines) Turbin lepas pantai ini lebih menyerupai pembangkit listrik tenaga angin versi bawah laut. Bentuk dari tidal turbine sangat beragam seperti halnya wind turbine. Tidal turbine terbesar dipasang Scotlandia berbobot 1300 ton dengan tinggi sekitar 22 m, dengan kecepatan aliran laut 2.65 m/s mampu menghasilkan daya sampai dengan 4000 Twh setiap tahun, diharapkan turbin ini mampu digunakan lebih dari 1000 rumah tangga.

Gambar 3. Tidal Turbine di Dalam Laut

Keunggulannya dibandingkan metode pertama yaitu: lebih murah biaya instalasinya, dampak lingkungan yang relatif lebih kecil daripada pembangunan dam, dan persyaratan lokasinya pun lebih mudah sehingga dapat dipasang di lebih banyak tempat. Sistem ini tidak memerlukan bendungan, namun langsung terpasang di lautan lepas, gaya dorong dihasilkan dari pegerakan energi kinetik arus laut, dikarenakan densitas air lebih tinggi dari pada angin, offshore turbine dapat menghasilkan energi yang lebih besar dengan ukuran yang sama untuk wind turbine.

Aplikasi Beberapa perusahaan yang mengembangkan teknologi turbin lepas pantai adalah: Blue Energy dari Kanada, Swan Turbines (ST) dari Inggris, dan Marine Current Turbines (MCT) dari Inggris.

Gambar 4. Macam-Macam Jenis Turbin Lepas Pantai yang Digerakkan oleh Arus Pasang Surut. (a) Seagen Tidal Turbines Buatan MCT. (b) Tidal Stream Turbines Buatan Swan Turbines. (c) Davis Hydro Turbines dari Blue Energy. (d) Skema Komponen Davis Hydro Turbines Milik Blue Energy.

Cara kerjanya adalah sebagai berikut. Apabila muka air laut (surut) sama tingginya dengan muka air dalam waduk maka saluran air ke turbin ditutup. Sementara itu muka air laut (pasang) naik terus. Ketika tinggi muka air laut mencapai kira-kira setengah tinggi air pasang maksimum, maka katup saluran air ke turbin dibuka dan air laut masuk ke dalam waduk melalui saluran air ke turbin, dan menjalankan turbin dan generator dalam hal tersebut tinggi muka air di dalam waduk akan naik. Apabila muka air laut telah mencapai ketinggian maksimumnya tetapi masih lebih dari muka air dalam waduk, turbin generator dan air dalam waduk menjadi sangat kecil. Sehingga turbin generator tidak bekerja pada keadaan tersebut katup simpang (by pass valve) yang menghubungkan laut dengan waduk dibuka, sehingga air laut lebih cepat masuk mengisi waduk, ketika muka air laut dan air di dalam waduk sama tingginya, baik katup simpang maupun katup saluran turbin ditutup. Pada keadaan tersebut tinggi muka air dalam waduk tetap konstan sedangkan inggi muk air laut terus surut. Apabila pebedaan tinggi antara permukaan air laut dan permukaan air dalam waduk sudah cukup besar maka turbin dijalankan dengan membuka katup air ke turbin pada keadaan tersebut air mengalir dari waduk ke laut melalui turbin sehingga turbin berputar dan permukaan air dalam waduk turun. Proses ini terus berlangsung sampai tinggi air dalam waduk tidak cukup untuk menjalankan turbin, dan katup simpang dibuka supaya air yang masih ada di dalam waduk cepat keluar mengalir ke laut. Dalam keadaan tersebut air laut masih surut atau telah naik tetapi masih belum mencapai tinggi turbin setelah waduk kosong atau ketika permukaan air laut dalam waduk sama tingginya

dengan muka air laut, katup simpang dan katup masuk turbin ditutup kembali. Demikianlah proses tersebut terjadi berulang-ulang mengisi dan mengosongkan air dalam waduk untuk menjalankan turbin generator dengan memanfaatkan proses air pasang dan air surut. Satu keunggulan besar yang dimiliki tenaga pasang surut dibandingkan beberapa sumber energi terbarukan lainnya (terutama energi angin) adalah bahwa tenaga pasang surut merupakan sumber energi yang sangat handal. Hal ini dapat dipahami karena kita bisa memprediksi kapan air pasang akan naik dan kemudian surut, karena pasang-surutnya air laut jauh lebih siklik daripada pola cuaca yang acak. Dan juga, listrik tenaga pasang surut tidak menghasilkan gas rumah kaca seperti bahan bakar fosil, dan limbah berbahaya seperti ini juga dikhawatirkan akan terjadi pada penggunaan energi nuklir. Waduk dan bendungan kecil yang diperlukan untuk memanfaatkan tenaga pasang surut juga dapat memainkan peran yang sangat penting dalam melindungi kota-kota terdekat atau pelabuhan dari gelombang berbahaya pada saat terjadi badai. Listrik tenaga pasang surut merupakan sumber energi yang sangat efisien, dengan efisiensi 80%, ini berarti bahwa efisiensi energi pasang surut hampir tiga kali lebih besar dari batubara dan minyak bumi yang memiliki efisiensi 30%, dan juga secara signifikan lebih tinggi dari efisiensi energi surya dan angin. Kelemahan utama energi pasang surut adalah pembangkit listrik pasang surut sangat mahal untuk dibangun, yang berarti listrik tenaga pasang surut masih tidak efektif dalam hal biaya bila dibandingkan dengan pembangkit bahan bakar fosil. Meskipun begitu, pembangkit listrik pasang surut dibangun hanya sekali dan biaya pemeliharaannya relatif rendah. Dan pula, di kehidupan nyata energi pasang surut hanya dapat dilakukan di pantai dengan diferensial pasang surut yang baik, artinya tidak banyak lokasi yang benar-benar cocok untuk jenis pembangkit listrik tenaga pasang surut, dan juga hanya menghasilkan listrik selama ada gelombang pasang yang rata-rata terjadi sekitar 10 jam setiap hari. Listrik tenaga pasang surut juga dapat memiliki dampak negatif terhadap lingkungan; turbin pembangkit dapat mengganggu gerakan kapal dan hewan laut yang besar di sekitar kanal, sedangkan bangunan pembangkit listrik tenaga pasang surut dapat mengganggu migrasi ikan di lautan, dan bahkan membunuh populasi ikan ketika melewati turbin. Tidak ada keraguan sedikitpun bahwa tenaga pasang surut memiliki potensi besar, namun juga terdapat beberapa kelemahan serius yang menghambat listrik tenaga pasang surut memiliki nilai komersial tinggi. Masih perlu banyak pengembangan agar teknologi listrik tenaga pasang surut menjadi efektif dalam hal biaya, karena potensi besar saja tidak cukup untuk membuat tenaga pasang surut kompetitif dengan bahan bakar fosil yang dominan di saat ini.

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)

Gambar 5. Pembangkit listrik tenaga air

Di Indonesia terdapat banyak sekali sungai-sungai besar maupun kecil yang terdapat di berbagai daerah. Hal ini merupakan peluang yang bagus untuk pengembangan energi listrik di daerah khususnya daerah yang belum terjangkau energi listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah salah satu pembangkit yang memanfaatkan aliran air untuk diubah menjadi energi listrik. Energi listrik yang dibangkitkan ini biasa disebut sebagai hidroelektrik. Pembangkit listrik ini bekerja dengan cara merubah energi air yang mengalir (dari bendungan atau air terjun) menjadi energi mekanik (dengan bantuan turbin air) dan dari energi mekanik menjadi energi listrik (dengan bantuan generator). Kemudian energi listrik tersebut dialirkan melalui jaringan-jaringan yang telah dibuat, hingga akhirnya energi listrik tersebut sampai ke rumahmu. PLTA ternyata bermacam-macam loh, mulai yang berbentuk mikrohidro dengan kemampuan memberikan energi listrik untuk beberapa rumah saja sampai yang berbentuk raksasa seperti Bendungan Karangkates yang dapat menyediakan listrik untuk berjutajuta orang-orang.

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) terdiri dari beberapa bagian yaitu:

1. Bendungan, berfungsi menampung air dalam jumlah besar untuk menciptakan tinggi jatuh air agar tenaga yang dihasilkan juga besar. Selain itu bendungan juga berfungsi untuk pengendalian banjir

2. Turbin, berfungsi mengubah aliran air menjadi energi mekanik. Air yang jatuh akan mendorong baling-baling sehingga menyebabkan turbin berputar. Perputaran turbin ini dihubungkan ke generator. Turbin air kebanyakan bentuknya seperti kincir angin.

3. Generator, dihubungkan dengan turbin melalui gigi-gigi putar sehingga ketika baling-baling turbin berputar maka generator juga ikut berputar. Generator selanjutnya merubah energi mekanik dari turbin mnjadi energi listrik.

Gambar 6. Generator dan Turbin pada PLTA

4. Jalur Transmisi, berfungsi mengalirkan energi listrik dari PLTA menuju rumah-rumah dan pusat industri.

Besarnya listrik yang dihasilkan oleh PLTA tergantung dua faktor yaitu,semakin tinggi suatu bendungan, semakin tinggi air jatuh maka semakin besar tanaga yang dihasilkan. Dan semakin banyak air yang jatuh maka turbin akan menghasilkan tenaga yang lebih banyak.