Anda di halaman 1dari 69

PROFIL PERUSAHAAN PDAM KOTA BANDARMASIH Sejarah Perkembangan Perusahaan :

Tahun 1937 : Instalasi Air Minum yang mulai dibangun oleh Belanda pada tahun 1937, mulai difungsikan dengan sambungan sekitar 300 buah dengan kapasitas 35 liter/ detik. Tahun 1950 : Perusahaan yang semula bernama Water Leiding Deins berubah menjadi Jawatan Air Minum, dibawah kementerian Departemen Pekerjaan dan Tenaga. Tahun 1960 : Status perusahaan berubah menjadi Seksi Saluran Air Minum (SAM) Kotapraja Banjarmasin yang merupakan bagian dari Dinas Usaha Pemerintah Kotapraja. Tahun 1964 : Dimulai pembangunan pengembangan dan rehabilitasi Saluran Air Minum dengan dana bantuan Pemerintah Perancis, dengan kapasitas 275 liter/ detik. Tahun 1972 : Pengoperasian instalasi baru dengan debit awal 150 liter/ detik, dengan jumlah pelanggan 800 buah. Tahun 1973 : Berdirinya PDAM Tahun 1976 : Dengan diserahkannya instalasi tersebut kepada Pemerintah Daerah Tingkat II Banjarmasin, status perusahaan berubah menjadi Perusahaan Daerah Air Minum Kotamadya Banjarmasin. Tahun 1983 : Dimulainya operasi lima buah sumur bor instalasi Km. 24 yang dihibahkan oleh PPSAB Kalimantan Selatan pada PDAM Banjarmasin dengan kapasitas 60 liter/ detik. Tahun 1986 : Dilakukan peningkatan kapasitas Instalasi Pengolahan Air A. Yani dari 275 liter/ detik menjadi 416 liter/ detik. Tahun 1987 : Pembangunan Mini Treatment Plan di jalan Kayutangi Ujung dengan kapasitas 12,5 liter/ detik dan di tahun 1990 ditambah 7,5 liter/ detik dari PPSAB Kalimantan Selatan sehingga menjadi 20 liter/ detik untuk pelayanan air bersih di Banjar Utara dan Perumnas Kayutangi khususnya. Tahun 1989 : Berdasarkan Peraturan Daerah TK. II Banjarmasin No. 12 tahun 1976, Perusahaan Daerah Air Minum Kotamadya Banjarmasin berubah menjadi Perusahaan Daerah Air Minum Bandarmasih Kotamadya Dati II Banjarmasin. Tahun 1989 : Pembangunan Mini Treatment Plan dengan kapasitas 20 liter/ detik di jalan Sutoyo untuk wilayah Banjar Barat. Tahun 1990 : Pembangunan Mini Treatment Plan di daerah jalan S.Parman dan Pasar Pagi dengan kapasitas masing-masing 20 liter/ detik untuk melayani wilayah Banjar Utara dan hotel-hotel berbintang. Tahun 1991 : Pembangunan satu buah sumur bor di daerah Landasan Ulin dengan kapasitas 10 liter/ detik untuk melayani Bandara Samsudin Noor dan jalan A. Yani.

Tahun 1992 : Pembangunan Mini Treatment Plan dengan kapasitas 20 liter/ detik di daerah S. Lulut untuk melayani wilayah Perumnas Pemurus Luar. Tahun 1992 : Mulai dibangun Intake Pematang Panjang dan Instalasi Pengolahan Air berikut jaringan pipa primer dan skunder dengan kapasitas 500 liter/ detik. Tahun 1995 : Pengoperasian Instalasi Pengolahan Air di jalan Pramuka dengan kapasitas 500 liter/ detik untuk pelayanan Banjar Timur dan Banjar Selatan. Tahun 1996 : Pembangunan dua buah reservoir dengan kapasitas 6.000 m3 berikut jaringan pipa transmisi dan distribusi untuk melayani wilayah Banjar Barat dan Banjar Utara. Tahun 2000 : Tahun 2000 SK Walikota Banjarmasin No. 9151 Tahun 2000 yang Menyatakan bahwa pembinaan UPT PAL (Pengolahan Air Limbah) dibawah PDAM Bandarmasih. UPT. PAL tersebut mulai dibangunan pada tahun 1998. Tahun 2002 : IPA Sumur Bor Km 24 Landasan Ulin diserahkan kepada PDAM Kab. Banjar dalam rangka Penyertaan Modal dan. Pemindahan MTP 60 lt/dt dari Sutoyo dan S.Parman ke IPA A.Yani, sehingga total kapasitas IPA A.Yani adalah 526 lt/dt Peningkatan suplai air baku menjadi 520 lt/det dengan pekerjaan rehab intake Sungai Bilu dan pengadaan-pemasangan pipa transmisi 630 mm panjang 1.200 meter dari Intake S.Bilu s/d IPA A.Yani. Penambahan kapasitas suplai air baku sebesar 400 lt/det dengan pekerjaan rehabilitasi intake Sungai Tabuk dan pengadaan-pemasangan pipa transmisi 630 mm sepanjang 2.954 meter dari Intake Emergensi Sungai Ulin sampai dengan waduk pilot schem dan dilanjutkan pekerjaan pemasangan pipa 1000 mm sepanjang 1.700 meter mulai dari Intake Sungai Tabuk s/d Intake Pilot Scheme Tahun 2003 : Tahun 2003 Peningkatan Kapasitas Intake Sei Tabuk menjadi 900 lt/det, berupa lanjutan sisa pekerjaan Tahap I beserta pekerjaan pengadaan dan pemasangan pipa transmisi 800 mm sepanjang 3.700 meter Penerapan Sistem Informasi Manajemen Terpadu Tahun 2003-2005 Penandatanganan kerjasama dengan pihak bank, Telkom dan Telkomsel sebagai kemudahan dan percepatan pelayanan Kerjasama operasional pembacaan meter dengan PT. Balqis Penandatanganan penyerahan seluruh asset instalasi sumur bor Ulin kapasitas 60 lt/dt beserta jaringan pipa dan pelanggan dari PDAM Bandarmasih kepada PDAM Kabupaten Banjar. Penandatanganan MOU kerjasama antara PDAM Bandarmasih dengan BPD Kalimantan Selatan dan POLRI dalam rangka peningkatan pelayanan dan tindaklanjut pencurian air oleh pelanggan. Program Penyesuaian Tarif sebesar 5% secara bertahap selama 6 bulan sekali. Program Profesionalisme Karyawan melalui pelaksanaan pelatihan secara berkala, reward dan punishment.

PDAM BANDARMASIH INGIN JADI PENYANGGA KEHIDUPAN Hasan Zainuddin Banjarmasin,13/5 (Antara)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan,ingin menjadi sebuah perusahaan penyangga kehidupan, bukan hanya kepada masyarakat tetapi juga terhadap lingkungan tumbuhtumbuhan dan binatang. PDAM sebagai penyangga kehidupan adalah sebuah misi dan visi perusahaan kami kedepan, kata Direktur PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, ir Muslih kepada wartawan di Banjarmasin, Selasa. Menurutnya, perusahaan sebagai penyediaair bersih bagi kehidupan masyarakat juga berusaha menciptakan lingkungan hidup yang lestari bagi kehidupan satwa dan fauna, umpamanya menciptakan penghijauan di wilayah resapan air. Dengan visi dan misi yang baru, PDAM berkeinginan pula sebagai perusahaan dengan tingkat pelayanan dan pengelolaan air bersih secara nasional dan berdaya saing global. Sekarang saja PDAM sudah melayani air bersih hampir seratus persen penduduk kota Banjarmasin, bahkan sudah melayani masyarakat kabupaten tetatangga seperti Kabupaten Banjar dan Barito Kuala,katanya. Kedepannya PDAM Bandarmasih berkeinginan pulamenjadi bapak angkat dari beberapa perusahaan air bersih yang ada di wilayah Kalsel ini, tuturnya. PDAM Bandarmasih juga dengan misi yang baru berusaha menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan beraklak mulia, disamping berusaha menciptakan ketersediaan air baku yang berkelanjutan dengan membangun sebuah embung raksasa sebagai penyimpan air. Upaya kedepan PDAM bukan sekadar menyediaan air bersih tetapi bagaimana air yang diproduksi bisa langsung diminum artinya sudah steril dengan menyediakan sarana dan prasana seperti perpipaan air ledeng tak mudah terkontaminasi air lainnya. Sebagai perusahaan regional, PDAM akan segera membangun sebuah gedung bertingkat 10 yang disebut plaza PDAM dengan lahan yang sudah tersedia di samping kantor induk sekarang jalan A yani kilometer 2 Banjarmasin, demikian Muslih. AUSTRALIA BANTU BANJARMASIN TAMBAH 7500 SAMBUNGAN MBR Oleh Hasan Zainuddin Banjarmasin,13/5 (Antara)- Australia melalui Bank Pembangunan Asia (ADB) menambah bantuan 7.500 sambungan baru Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih untuk melayani masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dengan persetujuan tambahan bantuan 7.500 sambungan itu berarti Australia membantu 12.500 sambungan MBR, karena sebelumnya sudah dibantu sebanyak 5000 sambungan, kata Dirut PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Ir Muslih di Banjarmasin, Senin. Ia menyebutkan program pelanggan MBR adalah program yang memperoleh bantuan dari Australia melalui lembaga Ausaid mulai tahun pertama 2011 sebanyak 3.500 sambungan kemudian diteruskan tahap kedua 1.500 sambungan pada 2012. Padahal sebelumnya hanya disetujui program pelanggan MBR 2.500 sambungan baru, tetapi setelah begitu banyaknya permintaan maka pihak PDAM melobi pihak yang memberikan bantuan hingga berhasil dinaikkan menjadi 5.000 sambungan.

Setelah ada pertimbangan lain oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum (PU) maka kemudian memperoleh lagi tambahan sambungan MBR sebanyak 7500 sambungan pada tahun 2013 ini. Kita berharap program ini terus berlanjut agar masyarakat miskin bisa melakukan sambungan bbaru PDAM, sebab permohonan yang ada di PDAM tercatat 10 ribu sambungan,katanya. Dengan adanya bantuan tersebut maka bagi warga yang memasang sambungan baru hanya dikenakan biaya pemasangan Rp165 ribu, kalau pemasangan biasa tanpa bantuan MBR maka nilainya Rp750 ribu. Persyaratan, pendaftaran tak boleh diwakilkan, rumah milik sendiri,membawa foto copy KTP tinggal di Banjarmasin, rekening listrik, dan rekening air tetangga terdekat. Dijelaskan seorang petugas konsultan yang dipercayakan pemerintah Australia segera datang ke Banjarmasin untuk memverifikasi dari 10 ribu permohonan dan menetapkan 7.500 yang berhak memerima bantuan tersebut.

PDAM BANDARMASIH JADI PIONER DI INDONESIA Banjarmasin, 18/2 (ANTARA)- Wali Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, H Muhidin mengaku bangga dengan kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih kota setempat yang menjadi pioner dalam menjalankan bisnis air bersih di Indonesia. Hanya PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin yang mampu melayani kebutuhan air bersih perkotaan mendekati seratus persen, sehingga banyak PDAM lain di Indonesia belajar pengelolaan perusahaan tersebut kata Muhidin di Banjarmasin, Senin. Dengan kondisi kinerjanya terus membaik, tentunya Pemerintak Kota (Pemkot) Banjarmasin selaku pemilik PDAM tentu terus mendorong agar perusahaan publik ini terus membaik lagi, kata Wali Kota saat puncah HUT PDAM Bandarmasih, di ruang Kayuh Baimbai balaikota. Menurutnya agar perusahaan terus membaik maka Pemkot Banjarmasin meminta Direktur Utama (Dirut) PDAM Ir H Muslih bersama jajajaranya melakukan penandatangan kontrak kerja agar benar-benar mampu melayani seratus persen penduduk setempat. Tujuan kontrak kerja selain merupakan saran dari BPKP juga mengharapkan hasil karya atau kerja PDAM kedepan lebih terukur, sehingga memudahkan agar parameternya semakin jelas, ungkap Wali Kota di Aula Kayuh Baimbai. Selain itu bila mampu mencapai tujuan sesuai kontrak kerja maka akan menjadi penilaian tersediri bagi para direksi. Pada kegiatan syukuran dan silatrahmi dalam rangka Hut ke 40 PDAM, dihadiri seluruh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Kepala BPKP, Kepala BPK, Wakil Walikota

Banjarmasin HM Irwan dan seluruh kepala SKPD di lingkup Pemkot Banjarmasin dan jararan PDAM itu sendiri. Muhidin juga berpesan agar PDAM lebih fokus dengan pembayaran utang-utangnya. Utang PDAM Bandarmasih yang tercatat sejak tahun 1997 itu dengan nilai Rp45 miliar dan sekarang karena begitu besar bunganya membengkak menjadi Rp125 Miliar. Saya minta kepada PDAM untuk melunasi utang-utangnya dulu, dan targetnya pada 2015 nanti terlunasi, sehingga keuntungan PDAM bisa memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), tutur Wali Kota.

PDAM BANDARMASIH TAHUN 2015 SETOR PAD Banjarmnasin,17/2 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih Kota Banjarmasin,Kalimantan Selatan pada tahun 2015 wajib memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota setempat. Hal tersebut diutarakan Wali Kota Banjarmasin, Haji Muhidin kepada sejumlah wartawan disela-sela kegiatan gerak jalan santai massal memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40 PDAM Bandarmasih, di halamanperusahaan tersebut Banjarmasin, Minggu. Meski PDAM Bandarmasih, sudah dapat dikatakan sebagai perusahaan yang mandiri dan sehat, tetapi masih belum diwajibkan setor PAD untuk tahun 2013-2014 nanti. Hal Ini karena PDAM masih memiliki kewajiban yang lebih penting yakni harus segera melunasi hutang-hutang yang masih cukup besar, yakni sekitar Rp 45 Miliar. Jadi saat ini PDAM harus melunasi hutang-hutangnya dulu, jika sudah lunas baru nanti wajib setor PAD kepada Pemkotujar Muhidin. Menurut Muhidin, sejauh ini Pemkot memang tidak ingin menambah beban PDAM yang sedang terlilit hutang tersebut, sehingga pihaknya pun memberikan ruang agar PDAM segera melunasi hutangnya. Selain itu, kata Muhidin lagi, Pemkot Banjarmasin ingin agar PDAM mengejar target pelayanan pelayanan hingga 100 persen. Tentunya dengan terus melakukan perluasan jaringan hingga ke pelosok kota Banjarmasin, makanya tahun ini targetnya pemasangan jaringan di daerah pinggiran, jika masih sulit dijangkau, PDAM berupaya memenuhinya dengan sistem Pengolahan Air cepat (PAC) yang telah dibagikan kepada puluhan warga pinggiran,jelasnya. Sementara itu, Direktur Utama PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin, Ir H Muslih mengatakan, untuk tahun ini pihaknya memfokuskan pada peningkatan jaringan dan pelayanan 100 persen tersebut. Upaya tersebut dilakukan dengan memasang pipa jaringan di daerah mantuil dan basirih. Untuk daerah yang belum memiliki jaringan sementara ini diberikan bantuan

berupa alat pengolah air PAC tersebut dan yang baru disalurkan kepada masyarakat banyiur,katanya. Kemudian target pencaipaian 100 persen lagi dengan perluasan jaringan melalui program pemasangan MBR (masyarakat berpengasilan rendah). Untuk ini sebanyak 7500 sambungan rumah (SR) akan diberikan kepada masyarakat dalam tiga tahun mendatang.***4***

PDAM BANDARMASIH BERTEKAD TEKAN KEHILANGAN AIR Banjarmasin,16/2 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan bertekad menekan tingkat kehilangan air di perusahaan tersebut ketingkat terendah dari selama ini. Kita ingin tingkat kehilangan air pada tahap terendah atau sekitar 24 persen, kata Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Ir Muslih kepada wartawan di Banjarmasin, Minggu. Ketika ditanya di sela-sela kegiatan gerak jalan massal dalam rangkaian memperingati Hari Ulang tahun (HUT) Ke-40 perusahaan tersebut, Muslih menyebutkan memang tingkat kehilangan air tersebut belakangan terus berkurang. Tingkat kehilangan air sekarang tercatat 26 persen, dan itu lebih baik dari sebelumnya yang pernah mencapai di atas 30 persen, dan kedepan diharapkan bisa 24 persen, tuturnya. Tingkat kehilangan air yang berdasarkan hasil audit terakhir tahun 2011 tercatat 26,27 persen, lebih baik bila dibandingkan dengan tingkat kehilangan air yang terjadi tahun sebelumnya yakni 2010 sebesar 28,93 persen. Sementara tahun 2009 kehilangan airnya tercatat 29,21 persen dan tahun 2008 tercatat 30,21 persen, kata Muslih didampingi beberapa orang satrafnya. Menurutnya kian rendahnya tingkat kehilangan air tersebut cukup menggembirakan, karena kehilangan air di beberapa PDAM di tanah air rata-rata masih tinggi, seperti PDAM DKI Jaya saja masih sekitar 30 persen. Kehilangan air yang rendah tersebut kalau tak salah, kata Muslih terjadi di PDAM Medan, PDAM Jogyakarta, dan PDAM Malang yang dibawah 25 persen. Disebutkannya, kian rendahnya kehilangan air tersebut berkat upaya PDAM setempat yang selalu memperhatikan kondisi perpipaan, dengan selalu mengganti pipa yang kropos dan bocor baik pipa bebas maupun pipa kecil. Baik perpipaan dari Intake ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) maupun dari IPA ke boster-boster atau dari boster-boster ke 136.576 pelanggan rumah, industri dan pelanggan sosial. Mengenai jumlah pelanggan, ia pun menyebutkan dalam beberapa tahun terakhir kian

meningkat seiring meningkat kapasitas produksi dari perusahaan dan sekarang sekitar 140 ribu pelanggan atau dengan tingkat layanan 98 persen lebih. ***4***

PDAM BERIKAN TIGA PELANGGAN UNTUK UMRAH Banjarmasin,12/2 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banjarmasih, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan memberikan tiga hadiah umrah kepada pelanggan teladan. Pelanggan yang diberikan hadiah umrah tersebut mereka yang membayar tepat waktu sebelum tanggal lima setiap bulan selama setahun, kata Direktur PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Selasa. Dari sebanyak 140 ribu pelanggan PDAM setempat, sebanyak 1.687 pelanggan yang dinilai teladan kemudian dari jumlah tersebut diundi untuk memperoleh hadiah umrah. Ketiga pelanggan yang beruntung memperoleh hadiah pergi ketanah suci Makkah itu adalah Ahmad Kusasi di Sungai Baru Gg Al Misbah RT 05, Dini Faisal Jl Tembus Mantuil Gg Jais Kelayan B No 97 RT 09, dan Arifuddin H di Jl Belakang Mesjid Jami Gg Suka Damai No 42 RT 25. Selain ketiga pelanggan itu, ada 37 pelanggan lainnya yang diberikan hadiah, seperti lima pelanggan dapat hadiah notebook, tujuh pelanggan dapat sepeda gunung, 10 pelanggan dapat tabungan Rp 500 ribu, dan 15 pelanggan dapat tabungan Rp 250 ribu. Pengundian hadiah bagi pelanggan teladan PDAM ini disaksikan seluruh direksi PDAM Bandarmasih, Dinas Sosial, dan para wartawan. Para pemenang akan kita hubungi langsung, memberitahukan hadiah yang didapatnya, ujar Dirut PDAM Bandarmasih Ir H Muslih. Menurutnya, pengundian hadiah bagi pelanggan teladan ini berkenaan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) PDAM ke-40 yang bertepatan pada 17 Februari 2013 ini. Pengundian hadiah bgagi para pelanggan ini kita adakan ini setiap tahunnya untuk memotivasi dan mengaprisiasi para pelanggan yang selalu tepat waktu bayar dari tanggal 1-5, ucapnya. Namun kata Muslih, dari sekitar 146 ribu pelanggan PDAM saat ini, hanya sekitar satu persen saja yang masuk katagore pelanggan teladan itu, karena itu diharapkan pelanggan teladan itu kian meningkat dengan adanya hadiah semacam ini. ***4*** LIMBAH RUMAH TANGGA TERTINGGI CEMARI SUNGAI BANJARMASIN Banjarmasin, 5/2 (Antara) Limbah rumah tangga merupakan kelompok tertinggi yang mencemari sungai-sungai di Banjarmasin, kata Direktur Utama (Dirut) PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Muslih.

Padahal air sungai di kawasan ini dijadikan air baku Perusahaan Daerah Air Minum, katanya kepada wartawan di sela-sela kegiatan cerdas cermat masalah lingkungan di kantor PDAM setempat, Selasa. Menurut dia kalau hal tersebut terus dibiarkan maka tak tertutup kemungkinan pencemaran air sungai di Banjarmasin kian tinggi sehingga tidak bisa lagi digunakan untuk air baku air minum. Karena itu, perlu diberikan kesadaran kepada masyarakat mengenai pencemaran lingkungan yang ditanamkan sejak dini kepada anak-anak sekolah, diantaranya melalui kegiatan cerdas cermat, katanya pada kegiatan yang diikuti 25 Sekolah Dasar dan 11 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pencemaran sungai di Banjarmasin setelah adanya kandungan air raksa dan sampah rumah tangga yang menyebabkan biaya pengolahan air baku PDAM Bandarmasih Banjarmasin naik hingga 30 persen. Saat ini tipe air baku di Kalsel masuk katagori tipe C dari yang seharusnya tipe A, akibat tingkat pencemaran yang cukup tinggi, sehingga perlu pengolahan ekstra untuk layak dikonsumsi sebagai air minum maupun untuk kebutuhan lainnya. Kendati sungai di Banjarmasin saat ini tercemar, namun pihaknya menjamin tidak akan berpengaruh terhadap kualitas air PDAM, katanya. Namun demikian, PDAM harus ekstra untuk melakukan pengolahan dan penyaringan hingga dinyatakan layak sampai ke konsumen, kondisi tersebut jauh berbeda bila tipe air bakunya adalah tipe A yang biaya pengolahan akan jauh lebih murah dan mudah, tambahnya. PDAM GELAR KEJUARAAN VOLI ANTAR PELAJAR Banjarmasin, 6/1 (ANTARA) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan menggelar kejuaraan voli antar pelajar seBanjarmasin. Kejuaraan voli tersebut dalam rangkaian memeriahkan peringatan HUT ke-40 PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin juga sebagai upaya menjaring atlet voli daerah setempat, kata Direktur Operasional PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin, Yudha kepada pers di Banjarmasin, Minggu. Disebutkan keinginan menggelar kejuaraan cabang olahraga tersebut lantaran berdasarkan pengamatan minim sekali digelar kejuaraan cabang itu, sehingga terkesan atlet voli agak minim di kota ini. Sementara untuk olahraga lain, seperti bulu tangkis, basket, sepak bola dan lainnya terkesan cukup semarang dan pertandingan cabang-cabang itupun seringpula digelar. Lihat saja di berbagai sekolah hampit terlihat lapangan basket dan sedikit sekali terlihat lapapangan voli. Melihat kenyataan tersebut maka PDAM dalam kegiatan ulang tahun ini menggelar kejuaraan voli maksudnya tak lain untuk menanamkan kecintaan pelajar khususnya SMA dan sederajat untuk menggeluti olahraga,khususnya cabang voli. Kejuaraan tersebut direncanakan berlangsung 20 Januari hingga 2 Pebruari 2013 di halaman kantor PDAM sendiri, jalan A Yani KM 2,5 Banjarmasin, dan sekarang panitia sudah menerima pendaftaran. Kejuaraan tersebut untuk memperebutkan tropi bergilir PDAM Banjarmasin,karena sebelumnta saat HUT PDAM juga digelar kejuaraan yang sama. Selain menggelar kejuaraan voli, dalam kaitan HUT PDAM ini pula digelar kejuaraan

cabang olahraga lainnya, seperti cabang bulu tangkis, tenis meja, tenis lapangan, futsal, dan olahraga cabang catur. Hanya saja cabang olahraga selain voli itu digelar khusus untuk karyawan PDAM itu sendiri, guna menggalakan olahraga di kalangan karyawan, kata Yudha, kecuali cabang tenis meja yang juga digelar antar media. Kegiatan lain rangkaian HUT antara lain,cerdas cermat, pemeriksaan kesehatan usia di atas 50 tahun warga sungai Tabuk dan Sungai Bilu, gerak jalan santai keluarga dan aneka lomba anak-anak karyawan PDAM, penyerahan penghargaan kepada karyawan, santunan anak asuh, dan penyerahan bantuan tempat ibadah. PENYERTAAN MODAL RP175 M PERCEPAT LAYANAN PDAM 100 PERSEN Banjarmasin, 4/1 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan mentargetkan tahun 2013 ini mampu melayani keperluan air bersih 100 persen penduduk kota setempat yang kini berjumlah sekitar 700 ribu jiwa. Direktur Operasional PDAM Bandarmasih, Ir Yudha kepada pers di Banjarmasin, Jumat menyebutkan untuk mampu melayani seratus persen penduduk memang cukup berat, tetapi bila usaha tersebut didukung semua pihak khususnya pemerintah maka mudah saja merealisasinya. Oleh karena itu penyertaan modal pemerintah, khususnya Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin tetap diharapkan untuk meningkatkan investasi hingga mampu meningkatkan pelayanan 100 persen penduduk perkotaan tersebut. Syukur Alhamdulillah sejak 2010 hingga tahun 2014 Pemkot Banjarmasin berkomitmen tetap memberikan penyertaan modal dengan nilai keseluruhan Rp175 miliar. Selain itu utang PDAM kepada pemerintah pusat juga hendaknya bisa lebih diringankan,agar PDAM bisa mencicil sesuai kemampuan, katanya kepada wartawan dalam pertemuan untuk menjelaskan berbagai kegiatan berkenaan dengan HUT PDAM ke-40 tahun 2013 ini . Hal lain, PDAM hendaknya tidak dibebebani kepentingan lain selain kepentingan untuk meningkatkan pelayanan air bersih, tambahnya. Tekad 100 persen pelayanan tersebut sesuai dengan kehendak Wali Kota Banjarmasin, Haji Muhidin. Sebelumnya Wali Kota Banjarmasin mengatakan ingin cakupan pelayanan PDAM paling lambat 2014 sudah mencapai pelayanan air bersih 100 persen, sehingga seluruh masyarakat Banjarmasin dan sekitarnya tak akan menemui masalah dalam mendapatkan air bersih. Wali Kota memang memuji kinerja PDAM Bandarmasih yang sudah menjadi PDAM mandiri, dan terbaik di tanah air sehingga menjadi studi banding bagi banyak PDAM di tanah air. Sebagai contoh saja,bila kemarau warga tak lagi kesulitan air bersih karena air ledeng sudah tersedia, padahal sebelumnya saat kemarau warga banyak yang terpaksa memanfaatkan air sungai karena air ledeng sedikit, sehingga warga banyak yang terkena penyakit, tapi sekarang hal itu tidak terjadi lagi,kata Muhidin. Tapi semua itu masih belum memuaskan jika belum mampu melayani penduduk seratus persen, serta memproduksi air yang lebih berkualitas seperti air yang siap minum,katanya.

PDAM PENYELANGGARA KEJUARAAN TENIS MEJA ANTAR MEDIA Banjarmasin,4/1 (ANTARA)-Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan bersedia menjadi penyelanggara kejuaraan olahraga cabang tenis meja antar media se wilayah ini. Kejuaraan tenis meja antar media penerbitan cetak dan elektronik se Kalimantan Selatan tersebut dirangkaikan dengan perayaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin yang ke-40, kata Direktur Operasional PDAM setempat, Ir Yudha kepadfa pers di kantornya, Jumat. Berdasarkan rencananya kejuaraan yang akan di buka Wali Kota Banjarmasin Haji Muhidin tersebut berlangsung 26-27 Januari 2013 di ruang aula kantor PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin Sendiri Jalan A Yani kilometer 2 kota setempat. Untuk meramaikan kejuaraan tersebut, penyelanggara berharap seluruh media di Kalsel mendaftarkan diri agar keluar juara yang benar-benar handal dalam olahraga cabang tenis meja itu. Sementara seorang pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cab ang Kalsel, Supawi menuturkan kejuaraan tersebut hendaknya diikuti seluruh wartawan baik media cetak maupun media elektronik. Masalahnya kejuaraan tersebut sekaligus untuk menjaring atlet wartawan yang akan diterjukan pada Pekan Olahrawa Wartawan Nasional (POrwanas) yang dijadwalkan September 2013 mendatang di Banjarmasin. Dari beberapa cabang yang diperetandingkan di Porwanas dari PWI Kalsel sudah ada beberapa cabang yang meloloskan atletnya seperti, fotsal, bulutangkis, catur, biliar dan lainnya, tinggal cabang tenis meja yang belum terjaring. Oleh karena itu, mereka yangt juara pada kejuaraan antar media ini maka berhak maju ke Porwanas mendatang, kata Supawi.

Direktur Utama PDAM, Ir Muslih bersama Wartawan

MENTERI PU AKUI LAYANAN AIR BERSIH BANJARMASIN TERTINGGI Banjarmasin, 24/9 (ANTARA) Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengakui layanan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan tertinggi di Indonesia. Saya berbangga hati layanan air bersih masyarakat perkotaan di Kota Banjarmasin sangat tinggi mendekati seratus persen, kata Djoko Kirmanto saat menghadiri hari jadi (harjad) ke-486 Banjarmasin di halaman Balaikota Banjarmasin, Senin. Ia menyebutkan, mencermati capaian pelayanan air minum di Provinsi Kalsel sampai dengan penghujung tahun 2011, tingkat akses aman air minum masyarakat wilayah ini baru mencapai 51,79 persen, sedikit di bawah rata-rata nasional sebesar 53,26 persen. Dengan jumlah penduduk sekitar 3,6 juta jiwa, berarti penduduk yang belum memiliki akses aman air minum di Provinsi Kalsel sebanyak 1,7 juta jiwa. Di sisi lain, sasaran MDGs tahun 2015 untuk Provinsi Kalimantan Selatan adalah tingkat akses aman air minum sebesar 70 persen. Dengan demikian, dalam kurun waktu 2,5 (dua setengah) tahun kedepan pemerintah provinsi dan kabupaten-kota di Kalsel perlu menyediakan tambahan akses aman air minum bagi 600 ribu jiwa. Sistem penyediaan air minum untuk Kota Banjarmasin dan 5 (lima) IKK di Provinsi Kalsel yang akan kita resmikan pemanfaatannya hari ini akan menambah kapasitas produksi air minum sebesar 600 l/detik, katanya. Ini berarti akan menyumbang peningkatan pelayanan air minum sampai dengan 48.000 sambungan rumah atau tambahan pelayanan bagi 240.000 jiwa. Dengan target MDGs Provinsi Kalsel sebesar 600 ribu jiwa, tambahan pelayanan tersebut masih jauh dari sasaran. Oleh karenanya diperlukan upaya yang lebih serius guna percepatan peningkatan pelayanan air minum ke depan. Kami yakin apabila ada komitmen yang kuat dari Pemerintah Daerah hal tersebut bisa terwujud. katanya didampingi Dirjen Cipta Karya Budi Yuwono. Sebagai contoh nyata adalah Kota Banjarmasin yang saat ini pelayanan air minumnya sudah mencapai 98,7 persen dan merupakan yang tertinggi di Indonesia. Satu hal yang perlu dicatat bahwa keberhasilan PDAM Bandarmasih tersebut tidak lepas dari tingginya komitmen Pemerintah Kota Banjarmasin dalam meningkatkan pelayanan air minum yang tercermin dari komitmen pendanaan dari daerah baik melalui alokasi pendanaan APBD maupun memanfaatkan pinjaman perbankan. Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan melalui Peraturan Presiden Nomor 29 tahun 2009 tentang Pemberian Jaminan dan Subsidi Bunga Oleh Pemerintah Pusat Dalam Rangka Percepatan Penyediaan Air Minum.

Saat ini telah ada komitmen dari Perbankan Nasional sebesar Rp 4,36 Trilyun,katanya lagi. Saya mengapresiasi komitmen PDAM Bandarmasih yang didukung Pemerintah Kota dan DPRD Kota Banjarmasin untuk memanfaatkan fasilitas tersebut dan hasil pembangunannya akan kita resmikan hari ini, tuturnya. Saya sangat berbangga hati karena mendengar bahwa Pemerintah Kota Banjarmasin memiliki visi pelayanan air minum 100 persen pada tahun 2013, tambahnya lagi. Ini adalah contoh yang baik bagi pemerintah kabupaten dan kota lain sebagai pembelajaran dalam pelayanan air minum di masing-masing wilayah. Ia juga berharap Pemerintah Kota Banjarmasin dan PDAM Bandarmasih dapat berbagi pengalaman kepada pemerintah daerah dan PDAM lain khususnya di Provinsi Kalimantan Selatan. PDAM Bandarmasih diharapkan dapat berperan aktif sebagai Center Of Excellence di Kalsel untuk dapat memacu kinerja pelayanan air minum oleh PDAM di provinsi ini. Upaya untuk mencapai akses aman air minum 100 persen tidak mungkin dilayani sepenuhnya melalui jaringan perpipaan dari PDAM. Oleh karena itu, tidak kalah pentingnya untuk mendorong agar masyarakat yang tinggal di daerah pinggir perkotaan dan di perdesaan yang berada di luar jangkauan PDAM agar mampu menyediakan air minum secara mandiri. secara sendiri. Hal ini dapat dilakukan oleh masyarakat baik secara perorangan maupun komunal melalui bentuk koperasi atau bentuk kelembagaan masyarakat lainnya. Sehubungan dengan hal tersebut, PDAM bersama Pemerintah Kab/Kota agar berperan serta dalam memberikan bantuan/bimbingan untuk dapat terealisasinya penyediaan air minum secara mandiri oleh masyarakat. Pola pengembangan air minum perdesaan melalui pemberdayaan masyarakat seperti Pamsimas yang sedang dilaksanakan oleh Pemerintah perlu didukung dan dikembangkan oleh pemerintah daerah, tuturnya. PDAM BANDARMASIH BERUSAHA MENCIPTAKAN KEPUASAN PELANGGAN Banjarmasin,7/6 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan berusaha menciptakan kepuasan pelanggan dengan menerapkan keterbukaan dan menerima berbagai keluhan. Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Ir Muslih kepada wartawan di Banjarmasin, Kamis menyebutkan untuk menciptakan keterbukaan tersebut pihak perusahaan sekarang membuka hotline dengan nomor 0511-32525441 (hunting). Kalau dulu terpon tersebut hanya menerima masalah gangguan arus kelancaran air PDAM sekarang saluran tersebut untuk berbagai kepentingan, katanya. Ia mencontohkan saja, bagi pelanggan yang ingin mengetahui informasi tagihan rekening air bisa menghubungi hotline tersebut. Begitu juga bagi pelanggan yang mengadukan masalah gangguan pelayanan air minum silahkan juga hubungi PDAMmelalui saluran khusus itu, termasuk bagi pelanggan yang ternyata meter bermasalah bisa mengadukan hal itu melalui hubungan tersebut. Kemudian bagi warga yang memesan air dengan mobil tanki silah menghubungi saluran tersebut, siapa tahu ada acara perkawinan, perayaan ulang tahun kantor, perayaan lainnya yang memerlukan jumlah air lebih banyak silahkan meminta antarkan air melalui mobil tanki melalui hubungan itu.

Hal lain yang bisa diadukan melalui hotline tersebut seperti kerusakan instalasi air minum, laporan angka meter yang dinilai tak sesuai dan sebagainya silahkan ke nomor telpon itu. Pokoknya apa saja yang menjadi ganjalan di hati pelan ggan silahkan laporkan melalui nomor telpon tersebut,nanti ada empat orang petugas yang siap siaga melayani segala bentuk hubungan tersebut, kata Muslih. Mengenai kinerja PDAM disebutkannya, kian membaiknya bila dilihat dari beberapa indikator. Seperti pendapatan usaha, berasal dari pendapatan air dan non air, untuk pendapatan air tahun 2011 tercatat Rp137,3 miliar lebih besar dibandingkan tahun 2010 hanya Rp119,8 miliar,katanya. Sedangkan pendapatan non air tercatat Rp26,9 miliar lebih besar dari tahun sebelumnya yang tercatat Rp20,3 miliar, kemudian pendapatan lain-lain Rp2,004 miliar lebih besar dari tahun sebelumnya Rp1,9 miliar. Dengan demikian jumlah pendapatan pada tahun 2011 sebanyak Rp166,2 miliar yang lebih besar dari tahun 2010 yang senilai Rp142,1miliar,katanya lagi. Bukti kinerja perusahaan juga membaik bisa dilihat dari cakupan pelayanan sudah tercatat 98,36 persen, tingkat kehilangan air yang hanya 26,27 persen, rasio karyawan per seribu pelanggan 2,44persen, serta jumlah sambungan pelanggan yang sudah mencapai 136.576 sambungan.***3*** KINERJA PDAM BANDARMASIH KIAN MEMBAIK Banjarmasin,6/6 (ANTARA)- Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan berdasarkan hasil audit terakhir menunjukan nilai kian membaik. Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Ir Muslih didampingi Humas PDAM Siti Nursiah kepada wartawan di Banjarmasin, menyebutkan kian membaiknya kinerja perusahaan bisa dilihat dari beberapa indikator. Seperti pendapatan usaha, berasal dari pendapatan air dan non air, untuk pendapatan air tahun 2011 tercatat Rp137,3 miliar lebih besar dibandingkan tahun 2010 hanya Rp119,8 miliar,katanya. Sedangkan pendapatan non air tercatat Rp26,9 miliar lebih besar dari tahun sebelumnya yang tercatat Rp20,3 miliar, kemudian pendapatan lain-lain Rp2,004 miliar lebih besar dari tahun sebelumnya Rp1,9 miliar. Dengan demikian jumlah pendapatan pada tahun 2011 sebanyak Rp166,2 miliar yang lebih besar dari tahun 2010 yang senilai Rp142,1miliar,katanya lagi. Bukti kinerja perusahaan juga membaik bisa dilihat dari cakupan pelayanan sudah tercatat 98,36 persen, tingkat kehilangan air yang hanya 26,27 persen, rasio karyawan per seribu pelanggan 2,44persen, serta jumlah sambungan pelanggan yang sudah mencapai 136.576 sambungan. Aspek keuangan juga dinilai meningkat menjadi 29,25persen sebelumnya 28,50persen, aspek operasional 25,53persen sebelumnya 24,68 persen,aspek administarsi 14,58 persen sebelumnya 12.08 persen. Dengan demikian hasil audit menyimpulkan jumlah kinerja 69,37 persen atau berklasifikasi kinerja baik, sebelumnya walau juga dinilai baik tetapi nilai kinerja 65,26 persen,katanya didampingi Humas PDAM Siti Nursiah. Mengenai nilai keuntungan hasil audit terakhir tersebut disebutkan oleh Muslih

mengalami peningkatan yang menggembirakan. Bila tahun tahun 2010 lalu keuntungan perusahaan yang memiliki pelanggan sekitar 130 ribu sambungan tersebut hanya Rp4,5 miliar, tetapi hasil audit tahun 2011 keuntungannya menjadi Rp5,5miliar atau terjadi peningkatan Rp1 miliar. Akibat keuntungan yang membaik tersebut menyebabkan pula pembayaran kewajinan pajak perusahaan tersebut juga kian meningkat. Bila tahun 2010 uang pajak yang dibayarkan PDAM setempat tercatat Rp1,6 miliar, tetapi pada tahun 2011 ini sudah mencapai Rp2 miliar,kata Muslih didampingi Sekretaris perusahaan Endang. Hasil keuntungan tersebut sepenuhnya untuk menambah investasi lagi untuk memperluas jangkauan pelayanan air bersih, disamping untuk meningkatkan kehilangan air serta peningkatan kualitas air.***3*** TINGKAT KEHILANGAN AIR PDAM BANDARMASIH BERKURANG Banjarmasin,5/6 (ANTARA)- Tingkat kehilangan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami penurunan yang menggembirakan. Dengan penurunan tingkat kehilangan air tersebut bisa dikatakan kinerja perusahaan dalam periode tersebut menunjukan peningkatan, kata Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Ir Muslih kepada wartawan di Banjarmasin, Selasa. Tingkat kehilangan air yang berdasarkan hasil audit terakhir tahun 2011 tercatat 26,27 persen, lebih baik bila dibandingkan dengan tingkat kehilangan air yang terjadi tahun sebelumnya yakni 2010 sebesar 28,93 persen. Sementara tahun 2009 kehilangan airnya tercatat 29,21 persen dan tahun 2008 tercatat 30,21 persen, kata Muslih didampingi beberapa orang satrafnya. Menurutnya kian rendahnya tingkar kehilangan air tersebut cukup menggembirakan, karena kehilangan air di beberapa PDAM di tanah air rata-rata masih tinggi, seperti PDAM DKI Jaya saja masih di atas 30 persen. Kehilangan air yang rendah tersebut kalau tak salah, kata Muslih terjadi di PDAM Medan, PDAM Jogyakarta, dan PDAM Malang yang dibawah 25 persen. Direksi PDAM Banjarmasin berharap kehilangan air tersebut terus turun sesuai target 20 persen tahun 2015, atau sesuai target MDGs, katanya lagi. Disebutkannya, kian rendahnya kehilangan air tersebut berkat upaya PDAM setempat yang selalu memperhatikan kondisia perpipaan, dengan selalu mengganti pipa yang kropos dan bocor baik pipa bebas maupun pipa kecil. Baik perpipaan dari Intake ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) maupun dari IPA ke boster-boster atau dari boster-boster ke 136.576 pelanggan rumah, industri dan pelanggan sosial. Mengenai jumlah pelanggan, ia pun menyebutkan dalam beberapa tahun terakhir kian meningkat seiring meningkat kapasitas produksi dari perusahaan. Tahun 2011 tercatat 136.576 pelanggan lebih banyak dari tahun 2010 sebanyak 122.179 pelanggan, tahun 2009 sebanyak 112.954 pelanggan dan tahun 2008 sebanyak 105.521 pelanggan. ***3*** PDAM PERBAIKI SISTEM PERPIPAAN BESAR 1,6 KILOMETER Banjarmasin,4/6 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih,Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan kini mulai memperbaiki perpipaan besar sepanjang 1,6 kilometer.

Pekerjaan ini pasti rumit dan cukup mengganggu kenyamanan masyarakat Kota Banjarmasin, masalahnya pipa besar diameter 400 mm tersebut persis berada di bawah jalan protokol, kata Direktur Utama PDAM Bandarmasih,Kota Banjarmasin, ir Muslih kepada wartawan dikantornya, Senin. Ia menyebutkan pekerjaan tersebut dilakukan setiap hari mulaipukul 22:00 wita malam hingga pukul 06;00 Wita pagi, dan akan menelan waktu sekitar tiga bulan, masalahnya dalam sehari hanya beberapa beberapa meter saja. Pekerjaannya setelah digali diganti pipa kemudian galian diuruk lagi dengan tanah hingga kembali rata, agar pengguna jalan yang terkena proyek tersebut yaitu Jalan S Parman bisa tetap bisa digunakan. Dalam pekerjaan tersebut satu jalur di Jalan S Parman akan terganggu, karena itu Muslih atas nama Direksi PDAM Bandarmasih menyatakan permintaan maaf atas ketidaknyamanan tersebut. Menurutnya, pekerjaan proyek tersebut terpaksa dilakukan karena pipa besar tersebut sudah terlalu tua sekitar 17 tahun,sehingga banyak mengalami kebocoran akibatnay suplai air PDAM ke kawasan Banjarmasin Utara yang tercatat sekitar 25 pelanggan tersebut sering pula terganggu. Dengan selesainya pekerjaan tersebut diharapkan suplai air ke wilayah yang sekarang menjadi kawasan pengemgbangan kota Banjarmasin tersebut akan kian lancar, sehingga akan mendukung perkembangan kota dikemudian hari. Mengenai pekerjaan yang terkena jalan trans Kalimantan tersebut diakuinya memang sudah lama di rencanakan, dan baru sekarang memperoleh ijin dari Balai Besar Jalan Departemen PU untuk mengerjakan proyek tersebut. Selain pipa besar di Jalan S Parman tersebut PDAM juga terus melakukan perbaikan pipa besar di wilayah lain, seperti ke aras pengambilan air baku ke Sungai Tabuk yang beberapa hari lalu mengalami kerusakan. PDAM juga terus membenahi sistem perpipaan kecil yang rumah-rumah pelanggan, demikian Ir Muslih. ***3*** KEUNTUNGAN PDAM BANDARMASIH MENINGKAT Banjarmasin,4/6 (ANTARA)- Tingkat keuntungan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan tahun 2011 ini mengalami peningkatan yang menggembirakan. Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Ir Muslih kepada wartawan di kantonya Banjarmasin, Senin membenarkan jika hasil audit keuangan ternyata perusahaan yang dipimpinnya memperoleh keuntungan. Bila tahun tahun 2010 lalu keuntungan perusahaan yang memiliki pelanggan sekitar 130 ribu sambungan tersebut hanya Rp4,5 miliar, tetapi hasil audit tahun 2011 keuntungannya menjadi Rp5,5miliar atau terjadi peningkatan Rp1 miliar. Akibat keuntungan yang membaik tersebut menyebabkan pula pembayaran kewajinan pajak perusahaan tersebut juga kian meningkat. Bila tahun 2010 uang pajak yang dibayarkan PDAM setempat tercatat Rp1,6 miliar, tetapi pada tahun 2011 ini sudah mencapai Rp2 miliar,kata Muslih didampingi Sekretaris perusahaan Endang. Berdasarkan catatan pendapatan usaha Desember 2010 sebesar Rp 119.877.446.612 menjadi Rp137.306.018.330,- pada Desember 2012, pendapatan tersebut berasal dari harga air serta pendapatan non air.

Hasil keuntungan tersebut sepenuhnya untuk menambah investasi lagi untuk memperluas jangkauan pelayanan air bersih, disamping untuk meningkatkan kehilangan air serta peningkatan kualitas air yang dihasilkan. Menurutnya keuntungan tersebut berhasil diraih yang cukup signifikan tersebut lantaran kinerja yang kian membaik, karena rasio karyawan di perusahaan tersebut dibandingkan jumlah pelanggan kian diperkecil. Bila rasio normalnya tujuh karyawan berbanding dengan seribu pelanggan maka untuk PDAM Banjarmasin sudah 2,44 karyawan berbandingkan seribu pelanggan, artinya kian efisien. Selain itu berkat adanya perbaikan sistem perpipaan, sehingga mengurangi tingkat kehilangan air, demikian Muslih. ***3*** PDAM BANDARMASIH AKAN MENCOBA SISTEM PRABAYAR Banjarmasin, 21/4 (ANTARA) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan akan mencoba sistem pembayaran tarif prabayar seperti pembelian pulsa untuk telepon seluler. Direktur Utama PDAM Bandarmasih Ir Muslih kepada ANTARA di Banjarmasin, Sabtu, menuturkan penerapan sistem pulsa itu untuk memberikan kemudahan bagi warga miskin membayar rekening sesuai kemampuan. PT PLN sudah berhasil menerapkan sistem pembayaran rekening listrik menggunakan pembelian pulsa dan ternyata memudahkan masyarakat, karena itu perlu juga dicoba pembayaran tarif air minum PDAM menggunakan pembelian pulsa, kata Muslih. Menurut dia, kalau sistem itu berhasil, maka akan memudahkan pelanggan PDAM menggunakan air bersih sesuai kemampuan. Dengan sistem ini, bila pembelian pulsa dengan jumlah tertentu pemakaian air bisa diketahui pula dengan jumlah tertentu. Karena kita kalau menggunakan air dengan jumlah banyak maka nilai pembelian pulsa juga harus dengan lebih mahal, sebaliknya kalau keperluian air hanya sedikit maka beli pulsa juga cukup sedikit, bila pulsanya habis maka air juga tidak akan mengucur, katanya. Menurut dia, sistem ini untuk menghindari tunggakan pembayaran rekening yang kian membengkak di masyarakat hingga mencapai dua bulan, bila tunggakan hingga dua bulan maka aliran air sesuai ketentuan harus diputus. Bila warga ingin membayar tunggakan harus mengurus lagi ke kantor pusat PDAM untuk melunasi tunggakan sekaligus denda dan hal ini cukup merepotkan dan tidak efisien. Berdasarkan catatan, jumlah pelanggan PDAM sekitar 110 ribu pelanggan atau sekitar 98 persen penduduk kota, sebagian besar pelanggan adalah rumah tangga miskin. ***3*** PDAM BANJARMASIN PASANG 2500 SAMBUNGAN MBR Banjarmasin,27/3 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan siap memasangkan 2500 sambungan baru bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Bagi warga berpenghasilan rendah silahkan daftarkan diri agar rumahnya bisa dipasang sambungan baru air PDAM melalui rogram pelanggan MBR,kata Sekretaris PDAM Bandarmasih, Kota banjarmasin, Ir Endang Waryono, di kantornya Banjarmasin, Senin.

Ia menyebutkan program pelanggan MPR adalah program yang memperoleh bantuan dari negara Australia melalui Bank Pembangunan Asia (ADB). Program tersebut sudah dua tahun ini diterima PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin, sebelumnya tahun 2011 sudah dipasang pelanggan MBR sebanyak 5000 sambungan. Tahap pertama tahun 2011 tersebut sebanyak 3500 sambungan kemudian diteruskan tahap kedua 1500 sambungan sehingga tahun lalu menjadi 5000 pelanggan MBR. Untuk tahun 2012 ini baru disetujui program pelanggan MBR 2500 sambungan baru, bila nanti masih disetujui programn tersebut oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum (PU) maka kemungkinan ada tahap kedua. Kita berharap program ini terus berlanjut agar masyarakat miskin bisa melakukan sambunganb baru PDAM ,kata Endang yang didampingi Kepala Bagian Humas PDAM setempat, Dra Siti Nursiah. Ia menjelaskan, program ini sangat membantu karena hanya dikenakan Rp150 ribu, padahal biaya resmi PDAM dalam pemasangan baru bagi rumah tangga minimal Rp750 ribu, tambahnya. Persyaratan, pendaftaran tak boleh diwakilkan, rumah milik sendiri,membawa foto copy KTP tinggal di Banjarmasin, rekening listrik, dan rekening air tetangga terdekat. Waktu pendaftaran mulai Rabu 27 Maret hingga 31 Maret, dan pendaftaran tak dipungut biaya, bersedia membayar rekening PDAM. Calon pelanggan akan disurvei oleh konsultan pihak pemberi bantuan dalam hal ini AUSAID (Australia), maka bila termasuk MBR maka akan diberikan fasilitas tersebut, demikian Endang Waryono. PDAM TANAM SERIBU POHON PELESTARIAN RESAPAN AIR Banjarmasin,22/3 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan menanam seribu pohon penghijauan di kawasan resapan air. Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Ir Muslih kepada wartawan di Banjarmasin, Kamis menyebutkan seribu pohon yanbg ditanam tersebut terdiri atas Mahoni 800 pohon, angsana 100 pohon, dan Matoa sebanyak 100 pohon. Penanaman di areal satu hektare, di kawasan resapan air Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam wilayah Banjarbaru. Hal ini diharapkan memancing pihak lain juga melakukan hal serupa agar lingkungan wilayah ini terpelihara. Ia menyebutkan belakangan ini terjadi krisis lingkungan telah memberikan pengaruh besar terhadap sumber air baku di daerah ini. Untuk itulah, patutlah semua pihak peduli dengan pelestarian lingkungan dan sumber daya alam lainnya untuk mengatasi berbagai krisisi alam. PDAM banjarmasin yang sebagian besar masyarakat setempat bergantung ketersediaan air bersih ini, karena itu perlu pelestarian lingkungan agar ketersediaan air baku untuk PDAM dan masyarakat. Melalui rangkaian HUT PDAM yang ke 39 tahun, PDAM melakukan gerakan GO Green melalui rehabilitasi dan penghijauan lahan krisis. Gerakan ini bertujuan untuk menjaga dan sebagai upaya mengurangi krisis lingkungan, dimana sejauh ini mulai mempengaruhi terhadap ketersediaan air baku. Gerakan ini diharapkan dapat memberikan manfaat ke depan agar lingkungan hijau dan kesinambungan kualitas air yang selama ini menjadi sumber kehidupan bagi mahluk hidup.

Kita ingin semua sumber daya alam ini bisa tetap terjaga dengan harapan agar kedepan anak- cucu kita dapat menikmati manfaat kehidupan dari sumber daya alam ini,ujarnya. Penanaman ini dilakukan bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Kalsel di kawasan rehabilitasi lahan kritis yang merupakan wilayah resapan air,tuturnya. PDAM BANJARMASIN KESULITAN GANTIKAN PIPA BESAR Banjarmasin,5/3 (ANTARA)- Perusahaan daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan kesulitan melakukan pergantian pipa besar untuk distribusi air bersih ke pelanggan. Karena ada beberapa bagian pipa yang diganti harus membongkar jalan umum dan itu harus memperoleh ijin dari Departemen Pekerjaan Umum (Dep PU) kata Direktur Utama Banjarmasin, di balaikota Senin. Ia menuturkan, pipa besar distribusi yang harus diganti tersebut berada di wlayah Jalan S Parman, untuk distribusi air ke pelanggan wilayah Banjarmasin Utara dan sekitarnya. Hal itu harus diganti lantaran pipa tersebut sudah terlalu tua hingga sering mengalami kebocoran, seringkali menjadi keluhan para pelanggan wilayah tersebut. Oleh karena itu harus diganti, hanya saja untuk membongkar pipa itu harus minta ijin kepada balai jalan Dep PU, dan walau permohonan ijin sudah diajukan tetapi ijin pembongkaran jalan itu belum keluar,tuturnya. Menurut Muslih, sebenarnya pihaknya telah mengajukan permohonan izin untuk proses bongkar jalan tersebut sejak November 2011 tadi. Akan tetapi hingga maret 2012 ini, pengajuan izin tersebut belum mendapatkan kepastian dari pihak balai. Meski demikian pihaknya sangat menyayangkan jika proses izin ini belum ada kepastian. Terlebih dalam tahun ini, pemerintah pusat akan melakukan perbaikan jalan negara termasuk jalan S Parman tersebut untuk dilakukan pengaspalan ulang Selain akan melakukan perbaikan pipa Jalan S Parman, tahun ini PDAM juga melakukan pemasangan pipa berdiameter 400 mm dengan panjang 1, 7 KM mulai dari Jalan Gerilya Banjarmasin Selatan hingga tembus Mantuil dan Basirih. Pemasangan pipa ini merupakan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat sebagai upaya perluasan jaringan pelayanan masyarakat pinggiran, demikian Muslih.

Direktur PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Ir Muslih didampingi Wali Kota Banjarmasin,Haji Muhidin dan Sekda, Zulfadli Gazali memotong nasi tumpeng dalam perayaan puncak, PDAM setempat, di Banjarmasin, Jumat (17/2) 2012.

PDAM INGIN LAYANI 100 PERSEN PENDUDUK KOTA Banjarmasin,20/2 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan bertekad mampu melayani keperluan air bersih 100 persen penduduk kota setempat yang kini berjumlah sekitar 700 ribu jiwa. Direktur PDAM Bandarmasih, Ir Muslih kepada pers di Banjarmasin, Senin menyebutkan untuk mampu melayani seratus persen penduduk memang cukup berat, tetapi bila usaha tersebut didukung semua pihak khususnya pemerintah maka mudah saja merealisasinya. Sebagai contoh saja, selama ini pemerintah provinsi maupun pemerintah kota Banjarmasin selalu membantu penyertaan modal bagi investasi infrastruktur PDAM, sehingga kemajuan PDAM begitu bisa dirasakan dan sekarang mampu sudah melayani 98 persen penduduk kota. Bila saja penyertaan modal tersebut terus dilakukan, maka pelayanan 100 persen pada tahun 2014 mendatang sudah bisa dirasakan, katanya. Selain itu utang PDAM kepada pemerintah pusat juga hendaknya bisa lebih diringankan,agar PDAM bisa mencicil sesuai kemampuan. Hal lain, PDAM hendaknya tidak dibebebani kepentingan lain selain kepentingan untuk meningkatkan pelayanan air bersih, tambahnya. Tekad 100 persen pelayanan tersebut sesuai dengan kehendak Wali Kota Banjarmasin, Haji Muhidin. Saya ingin kedepan cakupan pelayanan PDAM paling lambat 2014 sudah mencapai pelayanan air bersih 100 persen, sehingga seluruh masyarakat Banjarmasin dan sekitarnya tak akan menemui masalah dalam mendapatkan air bersih, kata Wali Kota Muhidin, saat acara puncak PDAM ke 39 di aula PDAM beberapa hari lalu. Wali Kota memang memuji kinerja PDAM Bandarmasih yang sudah menjadi PDAM mandiri, dan terbaik di tanah air sehingga menjadi studi banding bagi banyak PDAM di tanah air. Sebagai contoh saja,bila kemarau warga tak lagi kesulitan air bersih karena air ledeng sudah tersedia, padahal sebelumnya saat kemarau warga banyak yang terpaksa memanfaatkan air sungai karena air ledeng sedikit, sehingga warga banyak yang terkena penyakit, tapi sekarang hal itu tidak terjadi lagi,kata Muhidin. Tapi semua itu masih belum memuaskan jika belum mampu melayani penduduk seratus persen, serta memproduksi air yang lebih berkualitas seperti air yang siap minum,katanya.

Dirut PDAM,Ir Muslih menerima penghargaan karena perusahaan yang dipimpinnya sebagai perusasaan terbaik dalam pelayanan masyarakat. WALI KOTA BANJARMASIN MINTA UTANG PDAM DIHAPUS Banjarmasin,17/2 (ANTARA)- Wali Kota Banjarmasin, Haji Muhidin meminta pemerintah pusat dalam hal ini Departemen Keuangan untuk menghapuskan utang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin. Utang PDAM dinilai cukup memberatkan dalam upaya meningkatkan pelayanan air bersih, karena itu sebaiknya dihapuskan saja agar dana untuk bayar utang bisa digunakan untuk bangun infrastruktur lain,kata Wali Kota Muhidin di Banjarmasin,Ju.mat. Ketika ditanya wartawan di sela-sela peringatan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin yang ke-39 di ruang kantor PDAM setempat, Wali Kota menilai utang kepada departemen keuangan tersebut menyiksa. Sebab tambahnya, utang tersebut bagaikan utang kepada rentenir saja, masa utang PDAM Bandarmasih,Kota Banjarmasin yang tadinya hanya Rp30 miliar harus dibayar menjadi Rp130 miliar. Berarti setiapbulan PDAM harus bayar bermiliar-miliar hanya untuk bunganya saja, bukan utang pokoknya. Kalau PDAM diharuskan membayar utang seperti utang kepada rentenir kapan PDAM di tanah air ini bisa maju, padahal pemerintah pusat tahu air bersih merupakan segala kunci kesuksesan pembangunan terutama untuk menciptakan manusia yang sehat wal afiat. Selain itu ketersediaan air bersih menjadi magnet bagi pembangunan sektor lainnya, seharusnya bukan untuk menjerat PDAM tapi bagaimana PDAM harus bangkit dan sukses memberikan pelayanan kepada masyarakat. Atau kalau tidak bisa menghapuskan bagaimana utang tersebut bisa diringankan, apalagi kalau PDAM itu sudah mandiri, seharusnya diberikan semacam bonus dengan utang diringankan pembayarannya, demikian Haji Muhidin. Peringatan HUT puncah PDAM tersebut ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Direktur Utama PDAM setempat, Ir Muslih dan pemberian piagam penghargaan kepada seluruh media elektronik dan cetak yang sering menyiarkan berita PDAM. Dalam rangkaian HUT PDAM tersebut diadakan berbagai kegiatan, selain bakti sosial juga digelar lomba voli antar pelajar se Banjarmasin, lomba angkat lumpur bagi pemadam kebakaran dan lembaga lainnya, pertandingan olahraga khusus karyawan, lomba gerak jalan santai, serta lomba bersepeda gunung. PDAM BANJARMASIN GUNAKAN FOTO SATELIT IDENTIFIKASI PELANGGAN Banjarmasin,15/2 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan memanfaatkan foto satelit untuk identifikasi pelanggan di seluruh kota. Dengan adanya foto satelit maka 137 ribu pelanggan PDAM bisa diketahui keberadannya, kata Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Ir Muslih di Banjarmasin, Rabu. Kepada sejumlah wartawan di tengah paparan manfaat foto satelit untuk berbagai keperluan termasuk kepentingan PDAM di ruang induk kantor PDAM setempat, Muslih mengakui foto satelit tersebut sudah selesai dibuat dan siap dimanfaatkan. Keberadaan foto satelit yang dibuat oleh sebuah lembaga konsultan asal Jakarta

dengan dana pengambilan foto sekitar Rp2,4 miliar tersebut kemudian dipaparkan pula oleh sebuah perusahaan konsultan pula PT Gio Info asal Jakarta. Dalam kegiatan paparan tersebut berbagai instansi diundang menghadirinya seperti dari Pemkot Banjarmasin, Perusahaan Listrik Negara, Kantor Pajak, Telkom, Statistik, dan instansi lainnya yang bisa memanfaatkan foto tersebut. Menurut Muslih, foto satelit itu bukan hanya identifikasi pelanggan tetapi juga bisa digunakan untuk kantor pajak, khususnya untuk mengetahui keberadaan wajib pajak, seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Foto tersebut juga bisa digunakan untuk pendataan oleh kantor Badan Pusat Statistik (BPS), atau untuk peta kota yang bisa digunakan berbagai instansi. Menututnya, hasilfoto satelit tersebut nantinya diserahkan kepada Pemkot Banjarmasin selaku pemilik PDAM setempat,sehingga bagi siapa saja yang ingin memanfaatkan foto tersebut dipersilahkan saja menghubungi Pemkot Banjarmasin. Ia mengakui pula pemanfaatan foto satelit untuk data base PDAM tersebut merupakan yang kedua setelah, PDAM Kota Malang. Sementara PDAM lainnya belum memanfaatkannya. Dengan adanya foto satelit bisa diketahui keberadaan pelanggan termasuk klasifikasi pelanggan rumah tangga, pelanggan industri atau pelanggan sosial. Selain itu bila terjadi kerusakan maka akan mudah mencari titik kerusakan berdasarkan foto tersebut, demikian Muslih. ***3*** PiagamPenghargaan yang diberikan kepada ANTARA, yang selalu memberitakan program PDAM Banjarmasin,penghargaan aku terima dari Wali Kota Banjarmasin, Haji Muhidin dan tampak pula bergambar Sekdako Zulfadli Gajali, Dirut PDAM Ir Muslih, dan aku sendiri HasanZzainuddin. PDAM BANGUN EMBUNG RAKSASA UNTUK PERSEDIAAN AIR Banjarmasin,11/1 (ANTARA)-Perusahaan daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin,Kalimantan Selatan membangun sebuah embung (penampungan air) skala besar dalam upaya persediaan air di musim kemarau. Direktur PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin, Ir Muslih kepada pers di balaikota Banjarmasin, Rabu menuturkan rencana tersebut sudah cukup lama tetapi kini bertekad untuk direalisasikan. PDAM sendiri sudah memiliki desain mengenai pembangunan embung tersebut dan kini berusaha mencari peluang dana ke pemerintah pusat dalam mewujudkan keinginan tersebut. Selain berharap bantuan pemerintah PDAM juga mencoba melobi pemerintah provinsi Kalsel disamping mencari dana sendiri untuk kepentingan tersebut. Bila dana sudah tersedia diharapkan tahun 2013 sudah mulai mengerjakan proyek tersebut dan pada tahun-tahun berikutnya embung itu berfungsi sebagaimana mestinya yaitu penyangga kebutuhan air baku. Embung tersebut direncanakan berlokasi di kawasan antara Sungai Tabuk dan Pematang Panjang, Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar dengan luas 500 meter kali 500 meter sehingga dana yang dibutuhkan sekitar Rp150 miliar, tambahnya. Latar keinginan pembangunan embung itu lantaran seringnya PDAM kesulitan memperoleh air baku di saat musimkemarau dimana irigasi Riam Kanan yang menjadi pemasok air baku pada musim-musim seperti itu biasanya kering. Sementara air Sungai Martapura yang juga menjadi andalan pengambilan air baku

pada musim kemarau kondisinya kurang baik, bagian hilir sungai Martapura terkontaminasi kadar karam karena kemasukan air laut dan bagian hulu Sungai Martapura terkontaminasi partikel lumpur lantaran sidimentasi yang berat. Kemudian wilayah ini tidak memiliki kandungan air tanah yang layak untuk dikonsumsi karena berada di areal yang berawa-rawa,sehingga memerlukan cadangan air yang berada di dalam embung tersebut. Hal itu dilakukan karena PDAM bertekad wilayah ini tak boleh lagi kekurangan air bersih seperti tahun-tahun sebelumnya, karena bila terjadi kekurangan air bersih dan warga memanfaatkan air sungai maka dikhawatirkan terjangkit lagi penyakit diare dan kolera. Selain itu, PDAM bertekad mempertahankan pelayanan air bersih ke semua pelanggan kota Banjarmasin dan sekarang sekitar 90 persen warga Banjarmasin dan sekitarnya sudah terlayani air bersih tersebut.

Dirut PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin, Ir Muslih selalu saja memberikan penjelasan setiap adanya perkembangan diperusahaannya kepada sejumlah wartawan. PDAM BANJARMASIN TEMUKAN TIGA LOKET ILEGAL Banjarmasin,1/2 (ANTARA)- Pihak manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menemukan tida loket pembayaran rekening PDAM ilegal yang dikelola masyarakat,karena itu dianjurkan warga untuk berhati-hati dalam membayar rekening air PDAM setempat. Direktur PDAM Banjarmasin, Ir Muslih kepada pers di sela-sela penarikan undian pelanggan teladan di kantornya, Banjarmasin, Rabu membenarkan ditemukannya tiga loket pembayaran PDAM palsu. Ketika loket tersebut diketahui setelah pelanggan yang membayar di loket tersebut menanyakan prihal pembayaran rekeningnya ke kantor pusat PDAM, karena terdapat beberapa keganjilan. Ketika loket ilegal tersebut terdapat di Purnasaksi Trisakti, Jalan Veteran dan kawasan Kayu Tangi, kata Muslih. Lokat tersebut dikelola warga yang sekaligus mengelola warnet, pengelola warnet membuka akses wibsite milik PDAM lalu menemukan daftar pelanggan yang berada di kawasan itu. Setelah itu lalu dibuatkan kwitansi penagihan kepada pelanggan berdasarkan nomor kontrak dan nilai seperti yang tertera di wibsite, sehingga pelanggan percaya lalu bersedia membayar nilai rekening di warter tersebut. Ketahuannya setelah dalam kwitansi pembayaran lokel ilegal tersebut tidak tercamtum

tambahan pembayaran pengelolaan sampah yang biasanya ditarik melalui rekening PDAM. Ia menyebutkan sebenarnya boleh-boleh saja warga berpartifikasi menarik pembayaran rekening PDAM setelah melalui perjanjian kontrak terlebih dahulu, tetapi yang dilakukan warga tersebut tanpa perjanjian kontrak, tambahnya. Dalam undian pelanggan teladan yang membayar rekening dibawah tanggal 5 per bulan tersebut, ditetapkan pemenang dua hadiah umrah yang diraih pelanggan dengan nama Soenaryo alamat Jl Agraria Kompleks Agraria I No 90 serta atas nama Hairiah Jalan Tembus MantuilLokasi III No 67. Selain itu ditetapkan lima pemenang undian lainnya yang menerima hadiah berupa notebook senilai @ Rp4 juta dan 7 pelanggan pelanggan lainnya meraih hadiah Rp500 ribu dan Rp250 ribu. PELANGGAN PDAM BERTANGGUNG JAWAB KONSERVASI RESAPAN AIR Banjarmasin,23/12 (ANTARA)- Pimpinan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banjarmasin menilai para pelanggan PDAM seharusnya ikut bertanggungjawab terhadap kawasan resapan air,karena mereka juga menikmati ketersediaan air. Oleh karena itu, para pelanggan PDAM itu harus bertanggungjawab, tetapi bentuk tanggungjawab itu seperti apa, kata Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banjarmasin,Ir Muslih kepada ANTARA di kantornya Banjarmasin, Jumat. Di berbagai negara lain, para pelanggan perusahaan air bersih diharuskan membayar biaya konservasi kawasan resapan air. Para pelanggan air minum membayar biaya konservasi masuk dalam komponen tarif pemakaian air bersih per bulan, dari dana itu maka terkumpul sejumlah uang untuk melakukan konservasi lahan resapan air agar lahan tetap terpelihara. Sementara di Banjarmasin sendiri, memang ada keinginan PDAM setempat memasukan biaya konservasi tersebut ke dalam komponen tarif PDAM, tetapi persoalannya seandainya sejumlah dana terkumpul lalu menyerahkannya kemana. Kita sebenarnya prihatin terhadap kawasan resapan air di wilayah ini, seperti di kawasan bendungan Riam Kanan yang belakangan ini mengalami kerusakan dan mengancam akan ketersediaan air bersih tersebut, tuturnya. Tetapi siapa yang berhak melakukan penghijauan di areal tersebut, itu yang harus dipikirkan, oleh karena itu seharusnya ada lembaga khusus semacam Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau semacam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola bendungan Riam Kanan tersebut. Dengan demikian lembaga tersebut bisa mengelola agar resapan tersebut tetap terpelihara dengan baik,hingga tak khawatir akan kekurangan ketersediaan air bersih di kemudian hari. Sebab, tambah Muslih melihat kondisi sekarang dalam lima tahun kedepan wilayah Kota Banjarmasin dan sekitarnya kesulitan memperoleh air bersih mengingat kondisi resapan air di Sungai Martapura kian mengalami kerusakan. Ketersediaan air bersih belakangan ini tergantung dengan hulu Sungai Martapura, seperti Sungai Riam Kanan dan Riam Kiwa. Namun, tambahnya, kedua sungai tersebut sudah mengalami pendangkalan akibat erosi setelah kawasan resapan air di wilayah tersebut mnengalami kerusakan lantaran banyaknya aktivitas di wilayah tersebut. Bukti alam tersebut sudah mengalami kerusakan bisa dilihat dari kondisi bendungan

Riam Kanan, dimana saat hujan sedikit saja maka sudah mengalami kebanjiran, dan bila kemarau debit air cepat sekali menyusut. Kalau alam di sekitar itu masih baik maka turun naik debit air tidak terlalu besar, musim kemarau atau musim penghujan biasanya debit air tidak terlalu berpengaruh, tuturnya. Tetapi sekarang ini turun naik debit air di bendungan Riam Kanan begitu drastis seakan tak ada lagi wilayah resapan air yang mampu menahan jumlah debit air tersebut. Kalau kondisi tersebut terus berlanjut maka lima tahun kedepan air bersih akan sulit diperoleh,karena bila debit air di hulu sungai Martapura terus menyusut maka air laut akan masuk kedaratan dan terjadi kontaminasi kadar garam yang tinggi akhirnya air Sungai Martapura tersebut tak bisa diolah air minum.***4*** LIMA TAHUN KEDEPAN BANJARMASIN KESULITAN AIR Banjarmasin,20/12 (ANTARA)- Dalam perkiraan lima tahun kedepan wilayah Kota Banjarmasin dan sekitarnya kesulitan memperoleh air bersih mengingat kondisi resapan air di Sungai Martapura kian mengalami kerusakan. Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banjarmasin,Ir Muslih kepada ANTARA di kantornya Banjarmasin, Selasa mengakui masalah ketersediaan air bersih tersebut menjadi pemikiran perusahaannya. Menurutnya, ketersediaan air bersih belakangan ini tergantung dengan hulu Sungai Martapura, seperti Sungai Riam Kanan dan Riam Kiwa. Namun, tambahnya, kedua sungai tersebut sudah mengalami pendangkalan akibat erosi setelah kawasan resapan air di wilayah tersebut mnengalami kerusakan lantaran banyaknya aktivitas di wilayah tersebut. Bukti alam tersebut sudah mengalami kerusakan bisa dilihat dari kondisi bendungan Riam Kanan, dimana saat hujan sedikit saja maka sudah mengalami kebanjiran, dan bila kemarau debit air cepat sekali menyusut. Kalau alam di sekitar itu masih baik maka turun naik debit air tidak terlalu besar, musim kemarau atau musim penghujan biasanya debit air tidak terlalu berpengaruh, tuturnya. Tetapi sekarang ini turun naik debit air di bendungan Riam Kanan begitu drastis seakan tak ada lagi wilayah resapan air yang mampu menahan jumlah debit air tersebut. Kalau kondisi tersebut terus berlanjut maka lima tahun kedepan air bersih akan sulit diperoleh,karena bila debit air di hulu sungai Martapura terus menyusut maka air laut akan masuk kedaratan dan terjadi kontaminasi kadar garam yang tinggi akhirnya air Sungai Martapura tersebut tak bisa diolah air minum. Padahal selama ini PDAM Banjarmasin sebagian besar mengandalkan air baku Sungai Martapura dan Irigasi Riam Kanan yang kedua sumber tersebut mengandalkan resapan air di kawasan bendungan Riam Kanan. Oleh karena itu, Muslih berharap semua pihak merasa prihatin kondisi tersebut,lalu memikirkan bagaimana agar resapan air di hulu sungai terpelihara, syukur-syukur kalau direhabilitasi.***4*** VOLI-BANJARMASIN GELAR KEJUARAAN VOLI ANTAR PELAJAR Banjarmasin,11/1 (ANTARA)- Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan menggelar kejuaraan voli antar pelajar setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk sekolah yang ada di kota tersebut. Kejuaraan voli tersebut dalam rangkaian memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih Kota Banjarmasin, sehingga kejuaraan itupun dilaksanakan oleh PDAM setempat,kata Direktur Utama

PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin, ir Muslih kepada pers di Banjarmasin, Rabu. Muslih menyebutkan,keinginan menggelar kejuaraan cabang olahraga tersebut lantaran berdasarkan pengamatan minim sekali digelar kejuaraan cabang itu, sehingga terkesan atlet voli agak minim di kota ini. Sementara untuk olahraga lain, seperti bulu tangkis, basket, sepak bola dan lainnya terkesan cukup semarang dan pertandingan cabang-cabang itupun seringpula digelar. Lihat saja di berbagai sekolah hampit terlihat lapangan basket dan sedikit sekali terlihat lapapangan voli. Melihat kenyataan tersebut maka PDAM dalam kegiatan ulang tahun ini menggelar kejuaraan voli maksudnya tak lain untuk menanamkan kecintaan pelajar khususnya SMA dan sederajat untuk menggeluti olahraga,khususnya cabang voli. Kejuaraan tersebut direncanakan berlangsung antara bulan Januari hingga bulan Pebruari 2012 ini di halaman kantor PDAM sendiri, jalan A Yani KM 2,5 Banjarmasin, dan sekarang panitia sudah menerima pendaftaran. Selain menggelar kejuaraan voli, dalam kaitan HUT PDAM ini pula digelar kejuaraan cabang olahraga lainnya, seperti cabang bulu tangkis, tenis meja, tenis lapangan, futsal, dan olahraga cabang catur. Hanya saja cabang olahraga selain voli itu digelar khusus untuk karyawan PDAM itu sendiri, guna menggalakan olahraga di kalangan karyawan, kata Muslih. Kegiatan lain rangkaian HUT antara lain, lomba mengangkat lumpur sungai tepian Jalan A Yani, donor darah, pengundian pelanggan teladan, lomba fun bike,lomba nyanyi, gerak jalan santai, serta acara puncak dan ditandai beberapapenandatangan kerjasama antara PDAM dengan instansi lainnya. PDAM BANDARMASIH BANJARMASIN PRODUKSI AIR SIAP KONSUMSI Banjarmasin, 21/12 (ANTARA) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, milik Pemerintah Kota Banjarmasin, sudah sejak lama memproduksi air siap konsumsi atau diminum. Hal itu dikemukakan Direktur Utama (Dirut) PDAM Bandarmasih, Ir H Muslih menjawab ANTARA Banjarmasin, di sela-sela Senimar Nasional Strategi Meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualan (WTP), Rabu. Sebagaimana pernyataan Dirut PDAM Bandarmasih terdahulu, H Zainal Ariffin, guna peningkatan kualitas pelayanan, perusahannya sudah sejak lama memproduksi air siap minum/konsumsi, tandasnya. Sebagai contoh kran umum yang ada dekat kantor PDAM Bandarmasih, Jalan A Yani Km3 Banjarmasin, kondisi airnya siap untuk diminum, lanjut mantan Direktur Teknik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemko Banjarmasin itu. Namun, untuk ke rumah-rumah penduduk, dia belum bisa memberi jaminan produksi air PDAM Bandarmasih layak konsumsi langsung oleh masyarakat. Pasalnya, instalasi air bersih dari PDAM Bandarmasih yang sampai ke rumah-rumah Memang kita berkeinginan air produksi PDAM Bandarmasin bisa/layak konsumsi langsung di rumah-rumah penduduk. Tapi nampaknya belum memungkinkan, karena berbagai faktor, tutuenya. Ia menerangkan, salah satu faktor yang belum memungkinkan PDAM Bandarmasih menyuplai air layak konsumsi/diminum sampai ke rumah-rumah penduduk, yaitu bisa kena pajak, yang bisa menambah beban biaya/pengeluaran rumah tangga masyarakat. Selain itu, harus menggunakan instalasi khusus yang tahan dari kontaminasi dan hal

tersebut memerlukan biaya tinggi, yang pada gilirannya berdampak pada kenaikan tarif, yang mungkin belum terjangkau semua lapisan masyarakat, lanjutnya. Namun satu hal yang cukup membanggakan kita, cakupan layanan air bersih dari PDAM Bandarmasih sudah mencapai 90 persen wilayah Kota Banjarmasin, bahkan juga melayani daerah tetangga, demikian Muslih. IRIGARI RIAM KANAN DISERANG GULMA Banjarmasin,17/11 (ANTARA)- Saluran irigasi Riam Kanan yang menjadi salah satu pemasok air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banjarmasin kini diserang gulma air. Akibat diserang gulma air maka debit air di saluran Irigasi tersebut menjadi berkurang dan tak bisa lagi digunakan untuk suplai air baku ke PDAM,kata Direktur Teknik PDAM Banjarmasin, Ir Yuda Ahmadi di Banjarmasin, Kamis. Selain diserang tanaman gulma saluran irigasi tersebut juga sedang mengalami sedimentasi lumpur, yang memperparah pengurangan debit air di wilayah tersebut. Dengan kondisi demikian mengakibatkan suplai air baku ke PDAM dihentikan, seraya menunggu adanya perbaikan di saluran tersebut, tuturnya. Perbaikan di maksud adalah pembersihan gulma serta pembersihan sedimentasi lumpur di saluran yang berhulu ke Dam Riam Kanan tersebut. Walau terjadi penghentian suplai air baku, tetapi tak terlalu berpengaruh terhadap produksi air bersih PDAM Banjarmasin, karena jumlaha air yang diambil dari saluran itu hanya sekirtar 300 liter per detik. Sementara kebutuhan air bersih PDAM seluruhnya sekitar 1.700 liter per detik, dan untuk mencukupi air baku tersebut pihak manajemen PDAM mengambil semuanya dari intake Sungai Tabuk yang berkemampuan 1.700 liter per detik. Ketika ditanya mengenai gangguan suplai air bersih ke pelanggan belakangan ini, ia menyebutkan bukan persoalan penghentian air baku saluran Irigasi Riam Kanan melainkan hanya adanya kerusakan perpipaan di intake Sungai Tabuk. Memang terjadi kerusakan pipa diameter 1000 mm di Sungai Tabuk akibatnya suplai air baku kurang makisimal, tetapi kalau hal itu diperbaiki nantinya tak masalah lagi tentang air baku itu, kaya Yuda Ahmadi. BENDUNGAN RIAM KANAN SEBAIKNYA DIKELOLA BADAN KHUSUS Banjarmasin, 21/12 (ANTARA)- Bendungan Riam Kanan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, sebaiknya dikelola badan khusus agar lebih terpelihara dengan baik. Jika bendungan Riam Kanan dibiarkan seperti sekarang, debit air di lokasi itu akan terus menyusut, sehingga daerah ini akan kesulitan air, kata Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banjarmasin Muslih di Banjarmasin, Rabu. Ia mengatakan, kalau bendungan itu terpelihara dengan baik, sebagian besar penduduk di provinsi ini tidak akan kesulitan air bersih. Tetapi bila kondisi bendungan terus dibiarkan seperti sekarang, lima tahun ke depan sebagian besar penduduk Kalsel akan sulit memperoleh air bersih karena perusahaan air minum mengandalkan air dari bendungan itu, ujarnya. Menurut dia, kondisi bendungan Riam Kanan dan lingkungannya sebagai wilayah resapan air akhir-akhir ini semakin rusak karena banyaknya aktivitas di wilayah tersebut. Di sekitar bendungan sudah mulai rusak, ini bisa dilihat dari debit air Riam Kanan. Saat

hujan terjadi banjir, jika kemarau mengalami kekeringan. Ia mengatakan, kalau lingkungan alam di sekitarnya masih baik, turun naik debit air tidak akan terlalu tinggi, musim kemarau atau hujan biasanya debit air tidak terlalu berpengaruh. Tetapi sekarang turun naik debit air di bendungan Riam Kanan begitu drastis, karena tidak ada lagi wilayah resapan air seperti hutan yang mampu menahan debit air tersebut, katanya. Oleh karena itu, kata dia, bendungan Riam Kanan sebaiknya dikelola semacam lembaga atau badan khusus yang fokus menjaga kelestarian lingkungan, misalnya menangani program penghijauan, aliran air, pembangkit listrik dan aspek lain terkait dengan bendungan tersebut. Lembaga tersebut bisa saja semacam badan usaha milik daerah (BUMD) atau dikelola badan usaha milik negara (BUMN), katanya. Ia mencontohkan di Korea Selatan ada bendungan yang dikelola khusus oleh lembaga semacam BUMN yakni Q-Water dan ternyata bendungan itu bermanfaat dalam penyediaan air di wilayah tersebut. Pemerintah provinsi dan kabupaten diharapkan lebih serius memikirkan bendungan Riam Kanan, karena masalah air bersih vital bagi kehidupan masyarakat, katanya. ***4*** Ir. Muslih dan Ir. Yuda Ahmadi resmi dilantik sebagai Direktur Utama dan Direktur Teknik PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin Pelantikan dilakukan tepat jam 11 wita, di aula pertemuan PDAM Bandarmasih kota Banjarmasin. Pelantikan dilakukan langsung oleh walikota Banjarmasin Yudi Wahyuni. Hadir dalam acara ini wakil walikota Banjarmasin Alwi Sahlan dan ketua DPRD kota banjarmasin Rusian, beserta jajaran seluruh kepala SKPD lingkup pemerintah kota Banjarmasin. Mantan Direktur utama PDAM Bandarmasih Zainal Arifin kepada wartawan mengaku sangat bersyukur dan berbahagia, atas terpilihnya Muslih dan Yuda Ahmadi untuk meneruskan kepemimpinannya, menuju PDAM yang mandiri dan mampu memberikan pelayanan air berish terbaik. Dirinya yakin ke 2 orang ini akan mampu memberikankepemimpian terbaiknya, dalam memimpin PDAM, mengingat keduanya merupakan kader PDAM bandarmasih, yang sudah teruji kemampuannya. Sementara itu direktur utama PDAM bandarmasih yang baru dilantik Muslih mengatakan, sebenarnya pihaknya tinggal melanjutkan progress rencana pengembangan PDAM yang telah ditentukan dari tahun 2010 hingga 2015 mendatang. Dan yang terpenting harus dilakukan segera, yakni dapat memberikan pelayanan distribusi air bersih pada 2 kelurahan terakhir, mantuil dan basirih. Hingga sekarang proses persiapan untuk hal tersebut sudah dilakukan, dengan dibangunnya reserpoar di banua anyar, gerilya dan tower teluk dalam. Muslih menambahkan, sementar itu untuk sungai andai, paling lambat di akhir tahun mendatang sudah bias teratasi, sebenarnya hanya tinggal melakukan pemasangan jaringan perpipaan, namun karena terkendala oleh keterlambatan pemasnagan pipa dan penyelesaian jembatan sungai andai, maka juga berdampak keterlambatan pemberian pelayanan maksimal.

Drs.Zainal Arifin mantan Direktur Utama PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin. Ini ucapan Pak Zainal Arifin Air merupakan sarana yang sangat vital bagi kelangsungan hidup, baik itu manusia, binatang maupun tumbuhan. Seiring dengan pertambahan Jumlah penduduk, perkembangan kota Banjarmasin baik disektor pembangunan maupun industri yang terus meningkat mengakibatkan kebutuhan akan air minum terus bertambah. Untuk itu Perusahaan Daerah Air Minum Bandarmasih sebagai perusahaan pengelola air minum di Kota Banjarmasin dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan akan air minum. Yang dimaksud disini adalah air bersih yang didistribusikan kepada masyarakat dengan kualitas, kwantitas serta kontinuitas yang memenuhi persyaratan dan handal. Agar pengelolaan air minum dapat terlaksana dengan baik dan benar diperlukan pengelolaan dengan sistem manajemen yang professional baik dari segi perencanaan, kapasitas produksi, sistem pendistribusian, pengelolaan keuangan, serta pengawasan, sehingga kebutuhan masyarakat akan air bersih dapat terpenuhi. Disadari bahwa kapasitas sumber daya dan kemampuan sistem kapasitas produksi yang tersedia masih terbatas dan perlu terus ditingkatkan, untuk itu perlu disusun program program kerja, anggaran dan perencanan strategis yang terpadu yang dapat dipergunakan oleh pihak manajemen sebagai bahan referensi untuk mengambil keputusan pengembangan investasi serta memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih Banjarmasin berupaya untuk tetap eksis dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggannya sejalan dengan perkembangan Kota Banjarmasin dan sekitarnya. Visi PDAM Banjarmasin Kota Banjarmasin : Menjadi Perusahaan Air Minum Yang Mandiri, Profesional Dan Terbaik Dalam Pelayanan Pemahaman dari visi tersebut adalah membangun kemandirian dalam meningkatkan kualitas dan cakupan pelayanan, artinya seluruh program kegiatan dilaksanakan bertumpu pada kemampuan yang dimiliki. Profesional dalam pengelolaan yang didasari dari kualitas sumber daya manusia yang berjiwa kewirausahaan dalam memberikan pelayanan serta menjadi yang terbaik yang tercermin dari konsistensi pendistribusian air minum ke konsumen selama 24 jam per hari secara berkesinambungan sepanjang musim.

Mandiri : PDAM Bandarmasih 2 (dua) tahun kedepan dalam meningkatkan kualitas dan cakupan pelayanan bertumpu pada kemampuan yang dimiliki Profesional : PDAM Bandarmasih, kedepan merencanakan pengelolaan sumber daya manusia yang berjiwa kewirausahaan Terbaik : PDAM Bandarmasih, mampu memberikan pelayanan prima melalui pendistribusian air minum kepada konsumen selama 24 jam/hari secara berkesinambungan sepanjang tahun MISI Untuk dapat merealisasikan visi tersebut disusun misi sebagai berikut : PDAM Bandarmasih Full Cost Recovery Karyawan profesional dan sejahtera Standarisasi kualitas pelayanan Memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah Tujuan yang hendak dicapai dalam lima taun kedepan adalah menjadikan PDAM Bandarmasih dapat berkembang secara mandiri menjadi sebuah Perusahaan Air Minum. Kedua orang ini, yang mampu melakukan langkah strategis yang menyebabkan PDAM setempat terbaik di tanah air.

kantor PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin yang terletak di Jalan A Yani KM 2 Banjarmasin.

Direktur Umum PDAM Bandarmasih yang baru periode 2008-2012, Rahmatullah,SE sedang menyampaikan 10 komitmennya saat pelantikan di hadapan Walikota Yudhi Wahyuni di ruang induk kantor PDAM setempat, Banjarmasin, Jumat petang (5/9-2008)

PRODUKSI PDAM BANJARMASIN DIJAMIN TAK BERACUN Banjarmasin,19/3 (ANTARA)- Pihak manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin menjamin produksi air bersih yang dihasilkan perusahaan tersebut tidak bakal terkontaminasi racun. Masalahnya, setiap jam air produksi PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin diperiksa di laboratorium agar sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan dengan Kepmenkes no 907/Menkes/SK/VII, tertanggal 27 Juli 2002, kata Direktur Teknik ir Muslih kepada wartawan di kantornya Banjarmasin, Kamis. Muslih yang didampingi Direktur Umum PDAM setempat, Rahmullah menyatakan selain memerika setiap jam produksi air minum mereka melalui sebuah laboratorium juga memeriksa setiap jam air yang menjadi bahan baku produksi air bersih di perusahaan tersebut. Melihat hasil laboratorium yang setiap jam itu dilakukan,maka masyarakat jangan khawatir adanya kandungan bahan berbahaya dalam air produksi PDAM setempat, katanya. Pernyataan pimpinan PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin tersebut menyusul adanya hasil penelitian Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kalsel yang menemukan berbagai kandungan logam di air Sungai Martapura. Salah satu kandungan air Sungai Martapura yang mengambil contoh di aliran hulu sungai tersebut adalah adanya kandungan Arsen (As) yang dinilai kalau itu sampai tersedot air PDAM maka bisa berbahaya terhadap pelanggan sebagai konsumen Arsen merupakan senyawa yang sangat beracun serta bersifat akumulasi dalam tubuh manusia, menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan dan kemungkinan dapat menimbulkan kanker kulit, hati, dan saluran empedu. Menurut Muslih, pihak perusahaannya juga setiap enam bulan sekali melakukan penelitian terhadap air baku Sungai Martapura secara rinci, dari balai kesehatan Kalsel, hasil enam bulan lalu tak terdeksi adanya kandungan Arsen. Sementara hasil laboratorium yang baru belum bisa dilihat hasilnya, walau sudah diserahkan sampel air Sungai Martapura pada tanggal 7 Maret 2009 lalu , tetapi hingga kini belum ada hasilnya. Penyerahan simpel air baku Sungai Martapura ke laboratorium balai kesehatan tersebut menyusul meningginya tingkat kekeruhan dan warna Sungai Martapura, yang mencapai melebihi baku mutu. Tingkat kekeruhan air yang bisa diolah menjadi air bersih itu maksimalnya hanya 500 NTU (Nephelometric Turbidity Unit)) namun tingkat kekeruhan air Sungai Martapura mencapai 3500 NTU lebih, katanya. Selain tingkat kekeruhan yang tinggi, tingkat warna juga sangat tinggi, dimana sudah mencapai 5000 PTCO (Platinum Cobalt Secle), padahal ambang batas hanya 1500 PTCO, kondisi itu berlangsung hingga Senin kemarin. Melihat kekeruhan semacam itu pula, maka pihak Bapedalda Kalsel melakukan penelitian terhadap kondisi air, namun air yang diambil untuk diteliti berada jauh di hulu sungai yang jaraknya cukup jauh dengan lokasi pengambilan air baku PDAM Banjarmasin.***3*** KEKERUHAN AIR SUNGAI MARTAPURA TINGGI, PDAM HENTIKAN PRODUKSI Banjarmasin,9/3 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin terpaksa sempat harus menghentikan produksi air bersihnya lantaran

air Sungai Martapura sebagai air baku perusahaan tersebut tingkat kekeruhannya sangat tinggi. Tingkat kekeruhan air yang bisa diolah menjadi air bersih itu maksimalnya hanya 500 NTU (Nephelometric Turbidity Unit)) namun secara mendadak tingkat kekeurahan air Sungai Martapura mencapai 3000 NTU lebih, kata Menejer Produksi PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Goklas Sinaga, Senin. Ketika dikonfirmasikan wartawan di kantornya Banjarmasin, pejabat PDAM Bandarmasih ini menuturkan, kejadian kekeruhan air Sungai Martapura itu sudah terlihat sejak hari Minggu (8/3) kemarin sekitar pukul 14:00 Wita, saat itu tingkat kekeruhan sudah 30 NTU. Setelah terus dipantau tingkat kekeruhan tersebut terus bertambah pada sore hari sudah mencapai 1500 NTU, dan saat pukul 2000 Wita malam ternyata kekeruhan mencapai 3000 NTU lebih. Dengan tingkat kekeruhan semacam itu maka tak mungkin bisa diolah menjadi air bersih, karena bahan kimia pembersih air, serta fasilitas instalasi pengolahan air (IPA) tidak mampu mengolah air bersih dengan tingkat kekeruhan setinggi itu. Selain tingkat kekeruhan yang tinggi, tingkat warna juha sangat tinggi, dimana sudah mencapai 5000 PTCO (Platinum Cobalt Secle), padahal ambang batas hanya 1500 PTCO. Oleh karena itu, dengan terpaksa untuk sementara produksi air bersih PDAM dihentikan sementara seraya mencarikan solusi mencari air baku yang lebih baik, akhirnya pada pagi hari air baku dicarikan dari Irigasi Riam Kanan dengan kapasitas 500 liter perdetik. Bila kemampuan hanya 500 liter perdetik, berarti produksi air bersih PDAM tinggal 30 persen saja lagi, karena di saat normal produksi air bersih 1500 liter per detik. Akibat persoalan tersebut maka pelayanan air bersih sekarang ini hanya bisa melayani kawasan Kecamatan Banjarmasin Timur, Banjarmasin Selatan, dan Banjarmasinm Tengah, Kota Banjarmasin. Sementara Banjarmasin Utara dan Barat terpaksa dihentikan. Pelanggan air bersih PDAM sekarang ini tercatat sekitar 94 ribu sambungan atau sekitar 95 persen melayani warga Banjarmasin. Pihak PDAM berharap masyarakat mengerti dan memaklumi persoalan tersebut, dan PDAM akan mencarikan solusi lain agar kapasitas produksi bisa ditingkatkan dalam beberapa waktu kedepan, salah satunya akan mencapur air sungai Martapura yang keruh dengan air irigasi Riam Kanan yang bersih. Goklas Sinaga sendiri tidak mengerti mengapa tingkat kekeruhan air Sungai Martapura begitu mendadak, padahal instalasi pengambilan air baku PDAM berada di areal Sungai Tabuk dan Sungai Bilu di Sungai Martapura itu. Kalau kekeruhan itu gejala alam, biasa tidak semendadak itu, hanya beberapa jam dari 30 NTU menjadi di atas 3000 NTU, ini pasti ada yang kurang beres di hulu sungai, katanya. Pada November 2008 lalu juga terjadi kekeruhan, tapi hanya sampai 1000 NTU, dan itupun terjadi secara pelan-pelan berhari-hari. Melihat kejadian itu maka Boklas Sinaga hanya menduga terjadi pembuangan air limbah bekas pertambangan baru bara, di kawasaan lahan hulu Sungai Martapura, mengingat di wilayah hulu sungai belakangan ini kian marak pertambangan batubara oleh masyarakat yang tidak mereklamasi lahan dengan baik menyebabkan terjadinya

kerusakan lingkungan yang parah. Lubang-lubang bekas galian mengandung air limbah yang begitu keruh, kemudian setelah hujan deras maka air limbah itu meluber dan jatuh ke sungai lalu mengalir ke hilir hingga ke Banjarmasin. Dugaan lain, karena kejadian kekeruhan itu begitu cepat, kemungkinan ada kesengajaan dari pengelola tambang untuk membuang air limbah secepatnya ke sungai disaat hujan, agar air yang ada di lokasi pengelolaan air limbah bisa berganti menjadi air yang bersih sehingga seakan sudah diolah dengan baik. PDAM BANDARMASIH RAIH SERTIFIKAT ISO 9001:2000 Banjarmasin,17/2 (ANTARA)- Sebuah perusahaan milik Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, yaitu Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin telah dinyatakan meraih sertifikat ISO 9001:2000 oleh lembaga pemberi sertifikat PT.Tuv Nord Indonesia. Penyerahan sertifikat ISO 9001:2000 tersebut berlangsung di aula kantor pusat PDAM Bandarmasih,Kota Banjarmasin dalam kaitan peringatan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) PDAM setempat, ke-36, di Banjarmasin, Selasa. Penyerahan sertifikat tersebut dilakukan Direktur PT Tuv Nord Indonesia, I Putu Maharta Adijadnja kepada Direktur Utama (Dirut) PDAM Bandarmasih, Drs.Zainal Arifin disaksikan Wali Kota Banjarmasin, Haji Yudhi Wahyuni serta undangan lainnya yang memadati ruang utama kantor pusat PDAM tersebut. Wali Kota Banjarmasin menyatakan bangga pemberian sertifikat kepada sebuah perusahaan daerah milik Pemko Banjarmasin tersebut, yang berarti kualitas pelayanan perusahaan tersebut sudah diakui dengan standard internasional yang berarti pengelolaan perusahaan tersebut sudah memberikan hasil. Menurut Wali Kota, sejak ia pertama menjabat Wali Kota empat tahun lalu yang pertama dipikirkan bagaimana pelayanan air bersih bagi masyarakat perkotaan bisa dengan lancar, tanpa harus adanya antri memperebutkan air bersih. Dalam pikiran saya, tidak ingin lagi melihat pedagang air eceran menggunakan gerobak dorong berseleweran di wilayah perkotaan hanya menjajakan air bersih bagi masyarakat, makanya salah satu usaha bagaimana pelayanan PDAM Bandarmasih harus maksimal dan baik, katanya. Setelah keberadaan PDAM terus dipacu dengan baik akhirnya pelayanan PDAM sudah mendekati 100 persen warga perkotaan, tak ada lagi air ledeng mampet ke pelanggan, dan kualitas pelayanan menjadi sangat baik sampai hasil audit dari PT TuV Nord Indonesia telah menyatakan bahwa PDAM layak menerima sertifikat ISO 9001:2000, kata Yudhi Wahyuni. Sementara itu,Direktur PT Tuv Nord Indonesia, I Putu Maharta Adijadnja mengatakan usaha untuk mencapai sertifikat tersebut merupakan keinginan yang kuat dari para pimpinan PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin sebagai wujud komitmen dalam memuaskan pelanggan, karyawan dan stakeholder. Setelah menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2000 dan memperoleh sertifikat dari PT TUV Nord Indonesia yang berkantor pusat di Jerman, maka PDAM Bandarmasih sudah bisa dipercaya, baik oleh pelanggan, maupun karyawan, karena selalu transparan dan pemanfaatan sumber daya manusianya sesuai dengan kompentensi yang dimiliki. Sertifikat ini sifatnya berkesenimbungan dan akan dinilai terus. Untuk itu perlu kerja

sama semua lini untuk dapat mempertahankan sertifikat yang telah di berikan ini. Manajemen mutu 9001:2000 memberikan banyak manfaat seperti jaminan mutu, peningkatan produktifitas dan efektivitas kerja serta efesiensi biaya produksi. Sedangkan manfaat yang lain memaksimalkan fungsi dokumentasi serta menyediakan suatu sistem kerja yang mudah dimengerti, sederhana dalam penerapan, bersifat umum dan mudah diintegrasikan dengan beberapa sistem manajemen ISO yang lain. Menurut I Putu Maharta Adijadnja sertifikat yang mereka berikan tersebut berdasarkan audit yang mereka lakukan pada 2-3 November 2008 lalu, walau dalam audit tersebut ada beberapa permasalahan namun sudah bisa diperbaiki di dalam manajemen pengelolaan PDAM Bandarmasih. PDAM BANDARMASIH SERAHKAN HADIAH UMRAH KEPELANGGAN TELADAN Banjarmasin,12/2 (ANTARA)- Pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin menyerahkan hadiah umrah ke tanah suci Makkah kepada pelanggan teladan yang telah konsisten membayar rekening tepat waktu di bawah tanggal 5 setiap bulannya. Penyerahan hadiah umrah tersebut berlangsung dalam suatu upacara di aula kantor pusat PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Selasa dirangkaikan dengan peringatan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) PDAM setempat, ke-36. Dalam acara penyerahan tersebut dihadiri Wali Kota Banjarmasin, Haji Yudhi Wahyuni, dewan pengawan PDAM serta undangan lainnya yang memadati ruangan induk kantor pusat perusahaan milik Pemko Banjarmasin tersebut. Pelanggan yang berhak menerima hadiah umrah itu jatuh kepelanggan Hj Kemah warga Jalan Banyiur Luar No.9.RT 10, Banjarmasin. Selain itu juga disereahkan enam besar hadiah lainnya yaitu berupa kendaraan roda dua jenis Suzuki Spin jatuh ke tangan pelanggan Yuliana warga Jalan Rantauan Darat Gang Mufakat No,35 RT 1 Banjarmasin. Sementara hadiah TV 29 Inci jatuh ke tangan Abdullah warga Jalan Veteran Simpang SMP 7 No 6 RT 29 Banjarmasin, dapat mesin kulkas (lemari es) adalah Siti Raudah Jalan Bandarmasih Kompleks DPR Gang II No 23 B RT 23, hadiah mesin cuci diraih Sudirman Jalan Veteran Gang Baru Ujung Rt 32 No 32 serta pelanggan Norsahlan warga Jalan AKT Dalam Kompleks Buana Permai meraih TV 21 inci. Selain enam besar hadiah bagi pelanggan yang disiplin bayar rekening tepat waktu hingga tak pernah terjadi tunggakan, juga masih ada 20 hadiah hiburan lainnya bagi mereka yaitu gratis pemakaian air 30 meterkubik per bulan selama enam bulan pemakaian. Berdasarkan keterangan hasil rekapitulasi pelanggan yang membayar rekening tepat waktu yakni dibawah tanggal 5 setiap bulannya tercatat 1.180 pelanggan dari sekitar 100 ribu lebih pelanggan PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin dan sekitarnya. Pelanggan yang disiplin bayar rekening listrik tersebut sebanyak 394 orang di wilayah Banjarmasin Barat, 257 orang di Banjarmasin Selatan, 226 orang di Banjarmasin Timur, 283 di Banjarmasin Utara, serta 20 orang pelanggan Kabupaten Banjar. Dari mereka itu diundi ternyata yang berhak menerima hadiah adalah mereka tersebut diatas yang kemudian diundang menerima langsung hadiah tersebut dalam acara HUT PDAM Banjarmasin itu. Dalam cara syukuran HUT PDAM tersebut juga diserahkan sebanyak 1000 batang penghijauan dari PDAM untuk penghijauan Kota Banjarmasin yang diterima Kepala

Dinas tata Kota Banjarmasin, Drs.Hamdi yang kemudian ditanam di berbagai tempat dalam kota. Menurut Direktur Utama PDAM setempat, Zainal Arifin banyak kegiatan dalam HUT tersebut, selain tersebut diatas juga penyerahan santunan kepada anak asuh PDAM, sebagai salah satu bentuk kepedulian sosial PDAM kepada masyarakat. Kemudian PDAM juga melakukan anjangsana ke rumah zakat dalam kaitan memberikan bantuan pelayanan bersalin gratis dan bantuan pendidikan anak asuh, donor darah karyawan/karyawati serta keluarga besar PDAM yang dikelola palang merah Indonesia (PMI) Banjarmasin. Dalam kaitan HUT PDAM tersebut juga adanya pemutihan biaya balik nama pelanggan, penurunan biaya sambungan baru, pengundian pelanggan teladan, undian umrah karyawan bekerja 25 tahun serta shalat hajat bersama pensiunan. Selain itu juga digelar pertandingan olahraga bola voly, bulu tangkis, serta tenis lapangan, disamping gerak jalan santai antar karyawan bersama keluarga. ***1*** BANJARMASIN BAKAL BANGUN PUSAT BISNIS PLAZA PDAM 12 LANTAI Banjarmasin,15/2 (ANTARA)- Kota Banjarmasin bakal miliki sebuah gedung refresentatif untuk kegiatan pusat bisnis yakni Plaza PDAM yang bisa digunakan pihak-pihak lain dalam upaya mengembangkan bisnisnya di kota ini. Plaza PDAM tersebut dibangun oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin terletak di bekas kantor pusat PDAM Bandarmasin, Jalan A Yani KM 3 Banjarmasin, kata Direktur Teknik PDAM setempat, Ir Muslih, Minggu. Ketika ditanya disela-sela acara gerak jalan santai antara karyawan PDAM dalam kaitan peringatan hari jadi PDAM di kantor pusat PDAM tersebut, Muslih mengakui pembangunan plaza PDAM itu dimulai dikerjakan tahun 2010. Sekarang sudah dilakukan studi kelayakan dalam upaya mewujudkan plaza PDAM tersehut dilahan sekitar 5000 meter persegi, kata Muslih. Desain pembangunan gedung tersebut sekarang sedang dikerjakan pihak konsultan, sementara pendanaan pembangunan gedung yang ditaksir mencapai belasan miliar rupiah tersebut, PDAM akan melakukan kemitraan dengan pihak ketiga dalam hal ini swasta. Banyak swasta yang menawarkan diri bermitra membangun pusat bisnis tersebut, karena mereka menganggap membangun gedung yang direncanakan berlantai 12 tersebut sangat prospektif, lantaran berada di pusat kota di tepi jalan protokol yang merupakan bagian jalan trans Kalimantan, kata Muslih. Rencana pembangunan gedung tersebut, berlantai 12 tetapi untuk sementara desain yang dibuat berlantai delapan, namun melihat lahan yang tersedia dan bila nanti dana mencukupi kemungkinan bisa langsung lantai 12 tersebut. Bila gedung tersebut sudah berdiri, maka seluruh kantor PDAM akan dipusatkan di gedung tersebut, tetapi bagian lainnya silahkan pihak lain memanfaatkannya seperti pihak perbankan, perusahaan sawta lainnya. Apalagi kedepannya, PDAM Banjarmasin diarahkan tidak lagi semata mengelola air bersih, tetapi diusahakan diversifikasi usaha melalui koperasi bahkan melalui manajemen PDAM sendiri. Perusahaan kita mungkin nantinya lebih profesional lagi, untuk mencari peluang usaha, karena kedepan PDAM sudah mandiri tidak tergantung bantuan pihak lain lagi,

salah satu jalan adalah diversifikasi usaha, katanya. Gerak jalan santai tersebut bagian dari kegiatan perngatan HUT PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin selain itu juga digelar berbagai lomba, dan pemutihan biaya balik nama pelanggan, penurunan biaya sambungan baru, pengundian pelanggan teladan, donor darah, undian umrah bagi karyawan bekerja 25 tahun. Selain itu juga digelar pertandingan olahraga bola voly, bulu tangkis, serta tenis lapangan, disamping gerak jalan santai antar karyawan bersama keluarga. ***2*** TOWER AIR RAKSASA DIJADIKAN OBJEK WISATA Banjarmasin,12/2 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin bertekad memanfaatkan dan memfunsgikan tower besar setinggi sekitar 52 meter bergaris tengah 20 meter selain sebagai sarana penyeimbang distribusi air juga sebagai objek wisata. Tower besar yang sempat mubazir selama 40 tahun tersebut kini terus diperbaiki menelan dana miliaran rupiah, tetapi dapat dimanfaatkan lagi,kata Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Drs.Zainal Arifin kepada wartawan disela-sela acara shalat hajat, dalam kaitan memperingati HUT PDAM setempat, Kamis malam. Menurut Pak Zainal beberapa orang ahli termasuk dari Institut Tehnologi Bogor (ITB) sudah didatangkan untuk melakukan penelitian terhadap kelayakan tower yang berasa di tepi pertigaan jalan Soetoyo, ternyata tower tersebut dapat diperbaiki. Bahkan, tambah Zainal untuk memastikan bangunan kontruksi beton tersebut bisa dimanfaatkan sampai-sampai beton itu disuntik, guna mengetahui kekuatan beton yang ada di dalamnya. Ternyata setelah penelitian seksama, gedung itu masih kuat, makanya terus diperbaiki, dan sebentar lagi atau paling lambat bulan Agustus sudah bisa dimanfaatkan untuk menyeimbang suplai air ledeng ke seluruh wilayah Banjarmasin. Bahkan ada rencana lebih memanfaatkan tower tersebut, yaitu di atas tower itu akan dijadikan semacam restauran di atas menara itu, sehingga bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang ke Banjarmasin. Kalau tower itu indah ditambah pertamanan di bawahnya, maka bagi siapa berkunjung ke Banjarmasin dan berfoto di sini maka orang akan tahu bahwa lokasi ini hanya ada di Banjarmasin, katanya. Berdasarkan catatan, tower raksasa yang dibangun tahun 1965 dan selasai tahun 1967 itu tadinya untuk penampungan air minum, tetapi karena kapasitas air ledeng PDAM Banjarmasin waktu itu belum memenuhi harapan maka praktis bangunan itu tak bisa difungsikan. Padahal bangunan yang yang dirancang mampu bertahan ratusan tahun dengan kapasitas minimal 1000 meterkubik air itu dibangun hasil kerjasama antara PT Waskita Karya dengan perusahaan Perancis dengan dana pembangunan sangat besar. Untuk memastikan kekuatan tower hingga puluhan tahun kedepan, maka pihak PDAM akan mendatangkan seorang arsitek pembangunan tersebut yang dulu pernah bekerja di PT Waskita Karya, tetapi sekarang sudah pensiun dan tua tetapi masih mampu memberikan pandangan mengenai kondisi bangunan tersebut untuk mampu dipergunakan sebagai penampungan air. Perbaikan tower raksasa tersebut, PDAM Banjarmasin bekerjasama dengan sebuah perusahaan besar kendaraan bermotor roda dua, sehingga di atas tower tersebut

diperbolehkan untuk pemasangan iklan perusahaan tersebut. Kalau tower itu sudah difungsikan maka persoalan suplai air di wilayah Banjarmasin Barat dan sekitarnya akan teratasi. Dalam kaitan HUT PDAM tersebut berbagai kegiatan digelar antaranya memberikan pemutihan biaya balik nama pelanggan, penurunan biaya sambungan baru, pengundian pelanggan teladan, donor darah, undian umrah bagi karyawan bekerja 25 tahun. Selain itu juga digelar pertandingan olahraga bola voly, bulu tangkis, serta tenis lapangan, disamping gerak jalan santai antar karyawan bersama keluarga. ***2*** PDAM HADIAHI UMRAH PELANGGAN TEPAT WAKTU BAYAR REKENING Banjarmasin,10/2 (ANTARA)- Pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin memberikan penghargaan kepada para pelanggan yang telah melakukan pembayaran tepat waktu, hingga tidak terjadi penunggakan. Bahkan bagi pelanggan yang disiplin bayar rekening ini diundi kemudian seorang pelanggan dinyatakan berhak menerima hadiah umrah ketanah suci Makkah, demikian Direktur Utama PDAM Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin, Selasa. Berdasarkan hasil rekapitulasi pelanggan yang membayar rekening tepat waktu yakni dibawah tanggal lima setiap bulannya tercatat 1.180 pelanggan dari sekitar 100 ribu lebih pelanggan di Banjarmasin dan sekitarnya. Pelanggan yang disiplin bayar rekening listrik tersebut sebanyak 394 orang di wilayah Banjarmasin Barat, 257 orang di Banjarmasin Selatan, 226 orang di Banjarmasin Timur, 283 di Banjarmasin Utara, serta 20 orang pelanggan Kabupaten Banjar. Dari mereka itu diundi ternyata yang berhak menerima hadiah umrah jatuh kepada pelanggan Hj Kemah warga Jalan Banyiur Luar No.9.RT 10, Banjarmasin, kemudian yang berhak meraih hadiah sebuah kendaraan roda dua jenis Suzuki Spin jatuh ke tangan pelanggan Yuliana warga Jalan Rantauan Darat Gang Mufakat No,35 RT 1 Banjarmasin. Kemudian hadiah TV 29 Inci jatuh ke tangan Abdullah warga Jalan Veteran Simpang SMP 7 No 6 RT 29 Banjarmasin, dapat mesin kulkas (lemari es) adalah Siti Raudah Jalan Bandarmasih Kompleks DPR Gang II No 23 B RT 23, hadiah mesin cuci diraih Sudirman Jalan Veteran Gang Baru Ujung Rt 32 No 32 serta pelanggan Noryahlan warga Jalan AKT Dalam Kompleks Buana Permai meraih TV 21 inci. Selain enam besar hadiah bvari pelanggan yang disiplin bayar rekening masih ada 25 hadiah hiburan lainnya bagi mereka, dan pemberian hadiah ini dikali setahun diundi dalam kaitan HUT PDAM tahun 2009. Bagi peraih hadiah enam besar tersebut diatas akan diundang dalam acara res epsi ulang tahun PDAM, 17 Pebruari 2009 mendatang di kantor PDAM setempat, kata Zainal Arifin. Dalam kaitan HUT PDAM tersebut disebutkannya berbagai kegiatan digelar antaranya memberikan pemutihan biaya balik nama pelanggan, penurunan biaya sambungan baru, pengundian pelanggan teladan, donor darah, undian umrah bagi karyawan bekerja 25 tahun serta shalat hajat bersama pensiunan. Selain itu juga digelar pertandingan olahraga bola voly, bulu tangkis, serta tenis lapangan, disamping gerak jalan santai antar karyawan bersama keluarga. ***2*** PEMKO BANJARMASIN PEROLEH METRO TV MDGS AWARDS 2008 Banjarmasin,27/10 (ANTARA)- Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin memperoleh penghargaan Metro TV MDGs Awards karena dinilai peduli terhadap rakyat miskin

perkotaan melalui pelayanan secara baik terhadap kebutuhan air bersih. Walikota Banjarmasin, Haji Yudhi Wahyuni didampingi Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin dan Humas PDAM NY Ida kepada pers di balaikota Banjarmasin menyatakan gembira atas penghargaan tersebut. Karena dengan demikian jerih payah meningkatkan pelayanan air bersih kepada semua kelurahan yang ada di Banjarmasin memperoleh penilaian positip dari masyarakat Indonesia melalui penghargaan Metro TV MDGs tersebut. Menurut Walikota Banjarmasin, Pemko Banjarmasin dinilai membantu masyarakat miskin melalui kebijakannya membantu PDAM setempat, karena Pemko Banjarmasin telah memberikan penyertaan modal bagi PDAM hingga PDAM mampu meningkatkan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Walau pelayanan PDAM belum 100 persen, tetapi sudah mendekati 95 persen yang berarti seluruh kelurahan di kota ini terlayani air bersih, sehingga masyarakat miskin pinggiran dapat terlayani air bersih tanpa membeli air bersih dengan harga mahal seperti pada masa-masa sebelumnya. Penilaian positip lainnya kepada Pemko Banjarmasin tidak menjadikan PDAM Banjarmasin sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga PDAM mampu lebih untung, dan keuntungan tersebut bisa dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Metro TV MDGs Awards, merupakan sebuah bentuk apresiasi atau penghargaan bagi perusahaan dan pemerintah kota atas komitmennya dan kerja kerasnya, dalam membantu mewujudkan tujuan pembangunan millennium. Diharapkan, para peraih nominasi dapat menjadi contoh bagi yang lain dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan keparan, membantu dalam pendidikan dasar untuk semua, pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender. Selain itu untuk mengurangi angka kematian balita, meningkatkan kesehatan ibu, membantu perlawanan terhadap penyakit aids, malaria, dan penyakitmenular lainnya, pelestarian lingkungan hidup. Penetapan penghargaan Metro TV MDGs Awards melewati proses yang cukup panjang. Data dan informasi yang disampaikan oleh ratusan perusahaan dan pemerintah kota yang berpartisipasi, telah dikombinasikan dengan penggalian data dan informasi dari pihak luar guna memperoleh informasi yang lebih seimbang dan menyeluruh. PEMKO BANJARMASIN KONSISTEN SERTAKAN MODAL INVESTASI PDAM Banjarmasin,27/10 (ANTARA)- Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui Anggaran Pendapatan dan Belanda daerah (APBD) tetap konsisten menyertakan modalnya untuk investasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin. Dengan penyertaan modal tersebut, maka diharapkan pihak PDAM Bandarmasih sebagai satu-satunya perusahaan penyedia air bersih di provinsi itu bisa berkembang hingga pelayan kian meluas, kata Walikota Banjarmasin, Haji Yudhi Wahyuni di balaikota Banjarmasin, Senin. Ketika berbicara saat lokakarya pendekatan partisipatif dan assesmen penguatan kapasitas bagi PDAM dan Pemko Bajarmasin di Banjarmasin, walikota menyebutkan dengan adanya bantuan modal pemerintah tersebut maka akhirnya PDAM mengalami

peningkatan yang relatif signifikan. Bukti kemajuan PDAM tersebut adalah pada tahun 2007 cakupan pelayanan hanya mencapai 94 persen, kontiunitas distribusi air dalam 24 jam mencapai 96 persen. Sejak tahun 2004 sampai sekarang PDAM Bandarmasih tidak lagi merugi seperti tahuntahun sebelumnya, sehingga keuntungan tersebut akan bisa dijadikan modal investasi lagi. Kemajuan PDAM Bandarmasih tersebut juga dibuktikan dengan diterimanya piala pelayanan citra pelayanan prima dari Presiden RI untuk yang kedua kalinya. Ini merupakan prestasi yang luar biasa dan patut dibanggakan yang tak mungkin diraih tanpa dukungan dari pemerintah, kata Yudhi Wahyuni. Dukungan tersebut bukan saja dari Pemerintah Kota yang selalu menyertakan modal bagi PDAM Bandarmasih, juga dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprop) yang ikut menyertakan modal bagi pengembangan perusahaan yang memberikan pelayanan dasar berupa air bersih kepada masyarakat tersebut. Selain itu, Pemko Banjarmasin selaku pemilik PDAM Bandarmasih memberikan kabijakan penundaan penyetoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dagi PDAM itu. Walau berbagai kemajuan telah riraih PDAM Banjarmasin, tetapi menurut walikota bukan berarti tidak ada masalah bagi perusahaan ini karena masalah yang dihadapi adalah pengembalian utang jangka pajang yang jatuh tempo dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Utang jangka panjang warisan masa lalu dari Rp65 miliar menjadi Rp137,8 miliar. Terbitnya kebijakan pemerintah pusat yang termuat di dalam Permenkeu (PMK) no 120 tahun 2008 tentang hair cut hutang non pokok melalui mekanisme debt swap in investment merupakan angin segar bagi PDAM Bandarmasih. Dengan aturan ini, beban jumlah pinjaman yang harus dikembalikan PDAM Bandarmasih menjadi Rp65 miliar dengan awal pengembalian pinjaman dimulai September tahun 2008 ini sebesar Rp5,7 miliar, Rp14 miliar tahun 2009 dan Rp12 miliar tahun 2010 hingga nantinya selesai. PDAM BANDARMASIH,KOTA BANJARMASIN DINYATAKAN SEBAGAI PDAM YANG MANDIRI Banjarmasin,5/9 (ANTARA)- Walikota Banjarmasin, Haji Yudhi Wahyuni menyatakan rasa bangganya terhadap keberadaan Perusahaan Daerah Air Minu (PDAM) Bandarmasih, sebuah perusahaan daerah milik pemerintah Kota (Pemko) setempat yang sudah dinyatakan sebagai perusahaan air minum mandiri dan profesional. Bahkan PDAM Bandarmasih sudah memiliki pelanggan 105 ribu pelanggan yang berarti sudah diatas seratus ribu pelanggan sehingga dinyatakan sebagai sebuah PDAM Metropolis, kata Yudhi Wahyuni ketika melantik Direktur Umum PDAM setempat periode 2008-2012,Rahmatullah SE, di kantor PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Jumat petang. Acara pelantikan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama tersebut dihadiri para pejabat Pemko Banjarmasin, direksi dan karyawan PDAM setempat. Rahmatullah yang sebelumnya Kepala Bagian Langganan menggantikan Dra Mardiana yang memasuki masa pensiun. Menurut Walikota Banjarmasin, sebagai penyedia layanan air minum, keberadaan PDAM Bandarmasih yang merupakan badan usaha milil pemko Banjarmasin sangatlah penting artinya dalam menopang laju perkembangan kota.

Dalam berbagai kegiatan operasional PDAM akan selalu dituntut untuk dapat mengedapnkan kualitas pelayanan dengan memperhatikan aspek lingkungan, serta dapat dipertanggungjawabkan secara profesional. Secara umum kondisi PDAM Bandarmasih telah mengalami perubahan yang signifikan, yang semula dinyatakan PDAM yang sakit (kondisi keuangan rugi) kini telah memperoleh keuntungan hingga dinyatakan sebagai PDAM yang sehat di tanah air. Semula layanan PDAM bandarmasih kontinuitas distribusi air bersihnya tersendat sendat kini sudah dapat melayani 24 jam, walaupun ada beberapa wilayah pinggiran yang masih belum terlayani jaringan distribusi. Dengan kondisi PDAM yang dulu sakit menjadi sehat menyebabkan PDAM setempat sebagai PDAM terbaik ditanah air dibandingkan 300 PDAM lainnya, sehingga perusahaan ini sering menjadi objek studi banding PDAM di berbagai wilayah di Indonesia. Melihat kondisi demikian saya berharap kepada Direktur Umum PDAM Bandarmasih yang baru untuk dapat menjalin komunikasi dan kerjasama dengan jaringan direksi yang lain, para pejabat dan staf PDAM Bandarmasih, DPRD kota, Pemko Banjarmasin, serta media massa, sehingga segala persoalan yang didapat saat ini bisa dipertahankan bahkan kalau bisa ditingkatkan, katanya. Selain itu bila nanti ditemukan persoalan dikemudian hari maka akan mudah diselasaikan secara baik. Karena sebagai perusahaan yang berorintasi pelanggan, perubahan-perubahan tersebut harus terus ditingkatkan sejalan dengan perkembangan kota, pertambahan jumlah penduduk, serta pola prilaku masyarakatnya, kata Yudhi Wahyuni. Dalam acara pelantikan tersebut ditandai dengan mengambil sumpah secara agama Islam kepada pejabat yang baru dilanjutkan pernyataan 10 komitmen pejabat baru antaranya tidak mengedepankan kepentingan pribadi diatas kepentingan umum. serta tidak bakal melakukan tindakan korupsi. PENDAPATAN USAHA PDAM BANJARMASIN MENINGKAT Banjarmasin,1/8 (ANTARA)- Nilai pendapatan usaha Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada tahun 2007 mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan pendapatan usaha tahun 2006 lalu. Seperti laporan Direktur PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin kepada wartawan yang diterima, Senin pendapatan usaha PDAM tahun 2007 senilai Rp95,5 miliar, bila dibandingkan dengan tahun 2006 terjadi peningkatan karena tahun tersebut hanya Rp83,4 miliar. Nilai pendapatan usaha tersebut berdasarkan laporan laba rugi (audit) untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2007 dan tahun 2006. Nilai pendapatan usaha tersebut terdiri dari nilai pendapatan air yang tahun 2007 tercatat Rp85,8 miliar yang meningkat bila dibandingkan tahun 2006 tercatat Rp74,6 miliar, pendapatan lain berasal dari non air yang tercatat Rp9,7 miliar tahun 2007 dan Rp8,8 miliar tahun 2006. Sementara biaya langsung usaha yang dikeluarkan PDAM pada tahun 2007 tercatat Rp32,9 miliar tahun 2006 tercatat Rp28,3 miliar. Biaya langsung usaha tahun 2007 tersebut tercatat untuk biaya instalasi sumber air Rp3,6 miliar tahun 2006 Rp3,9 miliar, biaya instalasi pengolahan air tahun 2007 Rp25,4

miliar tahun 2006 Rp20,6 miliar, serta biaya transmisi distribusi Rp3,8 miliar tahun 2007 dan Rp3,8 miliar pula tahun 2006. Sementara laba (rugi) kotor usaha sebelum penyusutan dan bunga tercatat Rp62,5 miliar tahun 2007 dan Rp65,1 miliar tahun 2006, biaya administrasi dan umum Rp24,8 miliar tahun 2007 dan Rp23,04 miliar tahun 2006. Laba (rugi) usaha sebelum penyusutan dan bunga berdasarkan laporan tersebut tercatat Rp37,6 miliar tahun 2007 dan Rp32,07 miliar tahun 2006. Jumlah biaya penyusutan dan bunga tercatat Rp39,1 miliar tahun 2007 dan Rp27,7 miliar tahun 2006, yang berasal dari penyusutan sumber Rp5,4 miliar tahun 2007 dan Rp4,8 miliar tahunn 2006, penyusutan pengolahan Rp4,8 miliar tahun 2007 dan Rp2,4miliar tahun 2006, penyusutan transmisi distribusi Rp17,9 miliar tahun 2007 dan Rp10,1 miliar tahun 2006. Penyusutan lainnya berasal dari penyusutan dan amortisasi aktiva non pabrik Rp1,9 miliar tahun 2007 dan Rp2,7 miliar tahun 2006, serta biaya bunga pinjaman Rp8,8 miliar tahun 2007 dan Rp7,7 miliar tahun 2006. Laba (rugi) usaha setelah penyusutan dan bunga tercatat Rp1,4 miliar tahun 2007 dan Rp4,2 miliar tahun 2006. Pendapatan dan biaya lain-lain tercatat Rp1,6 miliar tahun 2007 dan Rp1,2 miliar tahun 2006, berasal dari pendapatan lain-lain Rp1,7 miliar tahun 2007 dan Rp1,3 miliar tahun 2006, dan biaya lain-lain rp45 juta tahun 2007 dan Rp48 juta tahun 2006. Laba (rugi) sebelum PPH badan Rp236,9 juta tahun 2007 dan Rp5,5 miliar tahun 2006, PPH Badan Rp53,3 juta tahun 2007 dan Rp1,2 miliar tahun 2006. Sedangkan laba (rugi) bersih PDAM Bandarmasih,Kota Banjarmasin tahun 2007 tercatat Rp183 juta, tahun 2006 tercatat Rp4,2 miliar, demikian laporan tertulis tersebut. WALIKOTA NYATAKAN PDAM AKAN LAKUKAN SAMBUNGAN BARU 38 RIBU SR Banjarmasin,13/8 (ANTARA)- Walikota Banjarmasin, Haji Ydhi Wahyuni selaku pemilik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin menyatakan bahwa perusahaan pengelolaannya di bawah pemerintah kot (Pemko) tersebut bertekad melakukan sambungan baru hingga 38 ribu sambungan rumah (SR). Walikota Yudhi Wahyuni mengetengahkan hal tersebut, ketika memberikan sambutan pada acara dimulainya pembangunan reservoir dan boster pump serta pemasangan pipa transmisi air bersih PDAM Bandarmasih, di bilangan jalan Lingkar Dalam Banua Anyar, Banjarmasin, Rabu. Menurutnya penambahan fasilitas yang dikerjakan di atas adalah untuk meningkatkan pelayanan perusahaan ini agar nanti melakukan sambungan baru sebanyak 38 ribu sambungan rumah tersebut. Ia mengakui peningkatan pelayanan PDAM tersebut bisa dilakukan bila ada penambahan sambungan baru, khususnya di kawasan pinggiran yang saat ini berkembang areal perumahan penduduk, umpamanya saja di kawasan kelurahan Basirih, Mantuil, Sungai Andai, dan kawasan Alalak. Dengan penambahan sambungan baru sebesar itudiharapkan pada tahun 2012 mendatang cakupan pelayanan perusahaan air minum ini akan mencapai 100 persen masyarakat perkotaan yung saat ini tercatat 700 ribu orang atau sekitar sejuta orang pada tahun 2012 tersebut. Bertambahnya fasilitas itu akan terjadi peningkatan kualitas sistem pelayanan distribusi air bersih ke rumah-rumah pelanggan dengan terjaminnya kontinuitas distribusi selama

24 jam dengan tekanan yang cukup, kata Walikota dihadapan Sekdaprop Kalsel, Drs.Muchlis Gafuri yang datang mewakili Gubernur Kalsel, Drs.Rudy Arifin. Masyarakat miskin di pinggiran kota dapat dengan mudah mendapatkan air bersih dengan harga terjangjau, demikian halnya dengan tingkat kesehatan masyarakat juga akan membaik, dan musim kemarau air bersih akan tetap mengalir selama 24 jam, katanya lagi. Upaya lain yang dilakukan PDAM adalah optimalisasi kapasitas produksi yang ada sehingga mempercepat cost recovery dari sistem penyediaan air bersih. Peningkatan kinerja PDAM, yang pada akhirnya sebagai salah satu sektor pendukung roda perekonomian daerah, khususnya kota Banjarmasin dan daerah sekitarnya. Sementara itu Direktur PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin secara terpisah menjelaskan pekerjaan pembangunan reservoir dengan kapasitas 2.500 M3 dan boster pupm berikut perlengkapannya berada di lokasi Jalan Lingkar Dalam Utara Banua Anyar. Pekerjaan pembangunan reservoir dengan kapasitas 2.500 M3 dan boster pump berikut perlengkapannya juga mulai dikerjakan di Jalan Gerilya Basirih, serta pekerjaan pemasangan pia transmisi air bersih diameter 500 mm sepanjang 8 kilometer dari instalasi pengolahan air(IPA) Jalan Pramuka hingga ke boster Basirih. Pekerjaan lainnya pemasangan pipa transmisi air bersih diameter 500 mm sepanjang 7 kilometer dari Ipa Pramuka ke boster Banua Anyar. Sedangkan pelaksanaan pekerjaan tersebut seluruhnya dipercayakan kepada kontraktor PT Adhi Karya melalui proses pelelangan yang transparan dan akuntabel, kata Zanal Arifin di tengah-tengah ratusan undangan dalam acara pemancangan tiang dimulai pekerjaan proyek besar PDAM tersebut. Seluruh biaya priyek besar tersebut tercatat Rp85 miliar dengan rincian dari sumber pendanaan pemerintah pusat Rp17,5 miliar, Pemprop Kalsel Rp20 miliar, Pemko Banjarmasin Rp40 miliar serta dari hasil keuntungan PDAM Bandarmasih sendiri senilai Rp7,5 miliar. KATAGORI PDAM BANDARMASIH SUDAH BERKELAS KOTA METROPOLITAN Banjarmasin,7/8 (ANTARA)- Katagori Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kini sudah tidak lagi berkelas kota besar melainkan sudah berkelas PDAM Kota Metropolitan. Masalahnya sejak beberapa minggu belakangan ini, jumlah pelanggan PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin sudah diatas 100 ribu sambungan, kata Direktur Teknik PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Ir Muslih kepada ANTARA di Banjarmasin, Kamis. Dengan berkelas kota metropolitan berarti PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin sudah setara dengan PDAM DKI Jaya, PDAM Medan Sumatera Utara, PDAM Palembang Sumatera Selatan, PDAM Surabaya Jawa Timur, dan PDAM Makasar Sulawesi Selatan. Ia menjelaskan, jumlah pelanggan PDAM tercatat 105.012 pelanggan yang berarti dengan tingkat pelayanan sudah mencapai 94 persen penduduk kota Banjarmasin yang tercatat 700 ribu jiwa. Meningkatnya jumlah sambungan kepelanggan tersebut setelah tersedianya fasilitas PDAM yang memadai seperti sis jaringan perpipaan, tersedianya boster-boster, reserpuar, genset yang menyebar di beberapa titik lokasi pinggiran kota, ditambah kian

meningkatnya ketersediaan bahan baku air untuk diolah menjadi air bersih. Bahkan setelah fasilitas tersedia tersebut, PDAM Bandarmasih mentargetkan sedikitnya 9000 sambungan baru hingga akhir tahun 2008 dengan memberikan diskon biaya pemasangan baru sebesar 25 persen dari tarif normal. Dari 9000 target sambungan baru tersebut ternyata hingga kini sudah mencapai 6387 sambungan baru berarti hingga akhir tahun 2008 target tersebut akan tercapai. Bulan diskon pemasangan baru yang dibuka PDAM Bandarmasih sebesar 25 persen untuk setiap pemasangan baru sejak Juni sampai 30 Agustus, tinggal 25 hari lagi berakhir sehingga segenap masyarakat diharapkan memanfaatkan sisa waktu yang tinggal beberapa hari tersebut. Peningkatan jumlah pelanggan yang memanfaatkan bulan diskon ini menunjukan bahwa masyarakat berkeinginan memperoleh layanan air bersih dengan mudah dan murah kata Muslih. Pihak PDAM Bandarmasih berusaha meningkatkan pelayanan air bersih seluasluasnya kepada masyarakat, sebagai bentuk tanggungjawab moral karena telah memperoleh bantuan penyertaan modal dari pemerintah, baik Pemko Banjarmasin, Pemprop Kalsel maupun dari pemerintah pusat. Harapan lain dengan meningkatnya pelayanan kepada masyarakat, pemerintah pusat melalui Departemen Keuangan bisa memberikan keringanan terhadap utang luar negeri yang kini sekitar Rp67 miliar, minimal pengurangan bunga dan denda yang dinilai cukup berat kalau harus dibayar. Utang tersebut sebenarnya tadinya tak seberapa, tetapi karena bunga berbunga dan denda maka menjadi besar seperti itu. Perjuangan pemutihan utang luar negeri tersebut bukan saja diperjuangkan PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, tetapi hampir seluruh PDAM di tanah air melalui organisasi Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi). PDAM BANJARMASIN PERTIMBANGKAN PENGGUNAAN MIKROBA KURANGI BAHAN KIMIA Banjarmasin,29/7 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin sekarang ini meulai mempertimbangkan pemanfaatan mikroba (bakteri) dalam upaya pembersihan air guna mengurangi ketergantungan bahan kimia. Direktur Teknik PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Ir Muslih ketika dikonfirmasikan ANTARA di Banjarmasin, Selasa tak membantah rencana pemanfaatan mikroba dalam penjernihan air tersebut, karena biaya pemanfaatan bahan kimia dinilai terlalu mahal, sementara menggunakan mikroba relatif sangat murah. Bayangkan saja setiap bulannya, PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin mengalokasikan dana sedikitnya Rp1 miliar, hanya membeli bahan kimia berupa PAC untuk penjernihan air, kata Muslih yang dikenal akrab dengan kalangan wartawan tesebut. Melihat biaya yang begitu mahal, maka PDAM mulai melirik pemanfaatan mikroba sebagai sarana penjernihan, tetapi harus dipertimbangkan higenis air yang diproduksi itu apakah nanti tidak berdampak terhadap kesehatan. Kalau ternyata tidak ada efek buruh terhadap kesehatan, sementara pemanfaatan relatif murah bukan tidak mungkin kita pakai mikroba, tuturnya lagi, seraya menyebutkan pihaknya akan meminta bantuan konsultan untuk meneliti kelayakan mikroba sebagai penjernih air PDAM Banjarmasin tersebut.

Menurutnya, pemanfaatan mikroba untuk penjernihan memang sudah lama dilakukan, tetapi sebatas dalam pengelolaan air limbah seperti yang dilakukan Perusahaan Daerah (PD) Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) Banjarmasin. Tetapi pemanfaatan mikroba untuk air minum yang belum terlihat digunakan, dan PDAM sendiri akan mencari tahu PDAM mana saja di tanah air yang sudah menggunakan cara itu, kalau ada maka PDAM Banjarmasin akan belajar ke sana, kata Muslih. Ketika ditanya kemampuan pelayanan PDAM Banjarmasin ia menyebutkan terus meningkat bahkan dua tahun mendatang ditargetkan mampu melayani 100 persen penduduk perkotaan yang tercatat 700 ribu jiwa , karena sekarang leyanan tersebut sudah tercatat 93 persen penduduk poerkotaan tersebut. Guna mewujudkan keinginan itu pihak PDAM kini melakukan pembangunan fasilitas air bersih untuk melayani semua penduduk perkotaan itu, seperti pembangunan fasilitas sistem perpipaan ke daerah terisoler, pembangunan reserpuar (penampungan air skala besar) di Kelurahan Basirih, serta pembangunan boster (mesin pepompa air) dan genset (pembkit listrik) di beberapa tempat. Kita yakin, dua tahun mendatang semua penduduk kota Banjarmasin terlayani air bersih, bahkan mungkin akan mampu melayani ke penduduk kabupaten tetangga Kabupaten Banjar dan Barito Kuala. Bila itu benar-benar terwujud kemungkinan Banjarmasin kota pertama di tanah air yang mampu melayani 100 persen, katanya. Bukan hanya mampu melayani semua penduduk diharapkan pula kualitas air kian baik disamping mampu melayani 24 jam walau dimusim kemarau. Ia menyebutkan sebelumnya perusahaannya dinyatakan PDAM yang sakit, tetapi setelah adanya berbagai upaya pihak perusahaan dan bantuan pihak pemerintah dan masyarakat maka kini sudah bisa bangkit menjadi perusahaan yang sehat bahkan berusaha menjadi PDAM yang mandiri tahun 2009. Kita bertekad 2009 PDAM Banjarmasin mandiri, artinya tidak ada lagi ketergantungan dengan pemerintah, katanya. Untuk menjadikan perusahaan yang mandiri harus ada upaya dari pihak PDAM sendiri dan minimal memerlukan dana sedikitnya Rp230 miliar, dana itu untuk pembangunan jaringan perpipaan, pembangunan dua buah reserpuar, pembangunan dua buah boster, penambahan pembangkit listrik (genset) serta peningkatan intake Sungai Tabuk. Dari 230 miliar uang yang dibutuhkan untuk mandiri tersebut, sebesar Rp50 miliar sudah terialisasi tahun 2007 ini Rp50 miliar yaitu biaya pergantian berbagai pipa besar, katanya. Dana-dana yang dibutuhkan tersebut, pihak PDAM tetap berharap dari pernyertaan modal, baik pemerintah kota, propinsi dan pemerintah pusat melalui APBN, sisasnya 30 persen diupayakan investasi dari keuntungan perusahaan sendiri. PEMADAMAN LISTRIK KALSEL GANGGU SUPLAI AIR BERSIH Banjarmasin,16/7 (ANTARA)- Pemadaman listrik yang terus berlanjut di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam bulan-bulan terakhir ini telah menganggu suplai air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di wilayah tersebut. Seperti dialami PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, akibat pemadaman listrik tersebut mengakibatkan boster-boster air sebagai mesin pendorong air menjadi terganggu, sehingga air sulit sampai ke rumah-rumah pelanggan, kata Direktur Utama

PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin kepada wartawan di kantornya, Banjarmasin, Rabu. Bila terjadi pemadaman listrik, maka mesin pendorong air juga mati, maka sudah banyak gangguan terhadap suplai air, dan bila listrik mati tiga jam sajai maka perpipaan akan kosong sehingga untuk menormalkan kembali suplai tersebut tentu menelan waktu berhar-hari lagi.kata Zainal didampingi Direktur Teknik PDAM setempat, Ir Muslih. Pimpinan PDAM Bandarmasih bertemu dengan wartawan sekaligus menjelas program pemasangan perpipaan di berbagai wilayah Kota Banjarmasin belakangan ini. Agar suplai air bersih tidak terlalu banyak gangguan maka pihak PDAM kini membeli sebuah genset (pembangkit listrik tenaga diesel) baru senilai Rp2,6 miliar dengan kapasitas 1100 KPA yang mampu menggerakan boster-boster PDAM setempat. Menurut Zainal Arifin, dengan pembelian genset baru tersebut berarti PDAM Bandarmasih sudah memiliki sembilan genset hanya mengantisipasi seringnya pemadaman listrik oleh PT PLN tersebut, sebelumnya sudah terdapat delapan genset yang ditempatkan di beberapoa lokasi strategis. Genset tersebut ditempatkan di instalasi penyedotan air baku Suyngai Tabuk sebanyak tiga buah genset, di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Jalan Pramuka, boster Jalan Pramuka, penyedotan air baku Sungai Bilu, bostes S Parman., boster Ahmad Yani masing-masing ditempatkan sebuah genset. Sebentar akan dibeli lagi dua buah genset untuk ditempatkan di boster Basirih dan boster Kertak Hanyar sehingga nantinya terdapat 11 buah genset, sebagai persiapan seringnya pemadaman listrik di wilayah Kalselteng ini. Dari sebelas genset tersebut PDAM memiliki kapasitas listrik sebesar 6000 KPA yang dinilai untuk sekarang mampu menggerakan mesin-mesin pemompa dan penerangan listrik di perkantoran dan peralatan kerja lainnya. Selama musim pemadaman listrik belakangan ini pihak PDAM Bandarmasih mengeluarkan dana sangat besar hanya membeli solar bahan bakar genset tak kurang dari 40 ribu liter perbulan, padahal pada masa-masa normal pembelian solar tersebut paling banyak 10 ribu liter, tambahnya. PDAM Banjarmasin sekarang mampu melayani air bersih sedikitnya 94 persen penduduk perkotaan yang berjumlah sekitar 700 ribu jiwa dengan kapasitas produksi sekitar 2000 liter per detik. Pihak PDAM berharap pemadaman listrik oleh PLN tersebut segera berakhir, karena bila berkelanjutan sangat merugikan pihak perusahaan milik Pemerintah Kota Banjarmasin.*** PDAM PASANG PERPIPAAN BESAR SENILAI RP33 MILIAR Banjarmasin,16/7 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih Kota Banjarmasin bertekad mewujudkan komitmen perusahaan untuk melayani seluas mungkin masyarakat dengan menambah berbagai fasilitas perpipaan dengan kapasitas besar. Perusahaan kami kini sedang menyelasaikan pemasangan pipa besar sepanjang tujuh kilometer, dengan diameter (garis tengah) pipa antara 400 hingga 500 milimeter, kata Direktur PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin kepada wartawan di kantornya Banjarmasin, Rabu. Pemasangan pipa besar tersebut dengan nilai seluruhnya Rp33 miliar yang dananya

berasal dari keuntungan PDAM sendiri juga dari penyertaan modal pemerintah, baik pemerintah kota, pemerintah propinsi, melalui APBD I dan APBD II) serta pemerintah pusat melalui APBN. Pipa besar yang dipasang tersebut antara lokasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Jalan Pramuka menuju lokasi boster dan reserpuar (kolam penampungan air) di jalan Lingkar Dalam Tengah sepanjang 5 kilometer, kemudian antara lokasi itu ke bundaran kayutangi sepanjang dua kilometer. Bila pipa besar tersebut sudah terpasang maka suplai air bersih ke wilayah Banjarmasin Utara bakal tak masalah lagi, karena kapasitas pipa yang disalurkan ke kawasan tersebut besar, katanya didampingi Direktur Teknik, Ir Muslih. Pernyataan Dirut PDAM tersebut untuk menjelaskan mengenai pekerjaan pipa besar tersebut yang pekerjaannya dinilai cukup menganggui arus lalu-listas, seperti di Jalan Pramuka, Jalan Veteran, jalan Komplek A Yani, jalan Lingkar Dalam Tengah, serta jalan Jalan Sultan Adam. Kita meminta pengertian masyarakat, pekerjaan besar ini untuk sementara memang ada yang merasa terganggu, tetapi kalau tidak dikerjakan kapan lagi pelayanan air bersih yang prima seperti keinginan diinginkan masyarakat bisa terwujud tuturnya. Pemasangan pipa yang dikerjakan tersebut hampir keseluruhan berada di lokasi pinggir jalan umum, akibatnya terdapat tumpukan material tanah atau lubang-lubang menganga galian pipa tersebut. Agar tidak lebih menganggu arus lalu lintas tersebut maka, maka pekerjaan pemasangan pipa besar jenis pii tersebut dilakukan pada malam hari dengan jumlah tenaga yang cukup benyak agar cepat selesai, tambah Zainal Arifin. Guna melayani maksimal air bersih kepada masyarakat Banjarmasin yang berpenduduk sekitar 700 ribu jiwa tersebut pihak PDAM juga membangun boster dan reserpuar di bilangan Basirih dan Kertak hanyar dengan dana Rp18 miliar, maksudnya pelayanan air bersih bukan saja terhadap masyarakat dalam kota juga masyarakat pinggiran kota dan warga kabupaten tetangga Kabupaten Banjar dan Barito Kuala (Batola). PDAM Bandarmasih dinilai PDAM yang paling luas melayani masyarakatnya dengan persentasi 94 penduduk yang berarti melebihi kemampuan nasional yang hanya sekityar 80 persen penduduk perkotaan.***8*** PDAM BANDARMASIH TINGKATKAN PELAYANAN AIR BERSIH KE AIR MINUM Banjarmasin,8/4 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin terus meningkatkan pelayanan dari 93 persen pelayanan air bersih masyarakat perkotaan akan diarahkan ke pelayanan air minum. Selama ini pelayanan 93 persen hanyalah air bersih, yakni air yang bersih tapi kurang dijamin kesehatannya kalau langsung diminum di kran, namun kedepan air PDAM sudah bisa diminum di kran seperti layaknya air kemasan, karena sudah seteril dari kuman, kata Direktur PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin, Selasa. Ketika ditanya wartawan di kantornya Banjarmasin, mantan Kepala Bagian Humas Pemko Banjarmasin itu menuturkan dalam upaya mengubah pelayanan air bersih ke arah air minum itu sudah dilakukan PDAM Banjarmasin sejak dua tahun belakangan ini. PDAM Bandarmasih, sendiri sudah menetapkan wilayah yang menjadi Zona Air Minum (ZAM) adalah kawasan Pekapuran Jalan Antasari seperti di kawasan Gelanggang Remaja Hasanudin HM dan dikawasan tersebut sebanyak 417 pelanggan sudah bisa

memanfaatkan air untuk minum langsung tanpa harus dimasak atau direbus. Pengembangkan pembangunan fasilitas air minum tersebut, terutama plaza air minum sebagai pilot proyek diresmikan pemakaiannya September 2006 oleh Menteri Pekerjaan Umum, Ir Joko Kirmanto bertepatan dengan peringatan hari jadi Kota Banjarmasin. Tetapi kemampuan pelayanan air minum itu baru mampu mencakup dua blok pelanggan PDAM dari 92 blok pelanggan yang ada di Banjarmasin. Satu blok mengcakup antara 600 hingga 1000 pelanggan. Dalam waktu dekat peningkatan pelayanan dari air bersih ke air minum itu akan diarahkan ke enam blok lagi, seperti dua blok di Kecamatan Banjarmasin Utara, dua blok di Kecamatan Bajarmasin Barat, dan dua blok di Kecamatan Banjarmasin Timur. Untuk menambah kemampuan pelayanan air minum tersebut, PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin sudah studi banding ke perusahaan air minum yang ada di Kuala Lumpur, ibukota negara Malaysia. Ternyata untuk mengubah air bersih ke air minum itu tidak terlalu mahal dan tehnologi tinggi, cukup membangun treatment ( mesin pengolah air) mini di blok-blok yang akan dilayani. Oleh karena itu cara-cara perusahaan air Malaysia itu akan ditiru dan diterapkan di Banjarmasin untuk menambah pelayanan air minum hingga akhirnya bisa mencapai enam blok waktu dekat atau ke-92 blok di masa-masa akan datang. Menyinggung kondisi perusahannya, ia mengakui sempat dinyatakan PDAM yang sakit, tapi bangkit jadi perusahaan sehat, bahkan berusaha mandiri tahun 2009. Kita bertekad 2009 PDAM Banjarmasin mandiri, artinya tidak ada lagi ketergant ungan dengan pemerintah, katanya. Untuk jadi mandiri harus ada upaya sedikitnya butuh investasi Rp230 miliar lagi guna menambah jaringan perpipaan, pembangunan dua buah reserpuar, pembangunan dua buah buster, penambahan pembangkit listrik (genset) serta peningkatan intake Sungai Tabuk. Dari 230 miliar uang yang dibutuhkan untuk mandiri tersebut, sebesar Rp50 miliar sudah terialisasi tahun 2007 ini Rp50 miliar yaitu biaya pergantian berbagai pipa besar, katanya. Dana-dana yang dibutuhkan tersebut, pihak PDAM tetap berharap dari pernyertaan modal, baik pemerintah kota, propinsi dan pemerintah pusat melalui APBN, sisasnya 30 persen diupayakan investasi dari keuntungan perusahaan sendiri. Upaya yang segera dilakukan menuju mandiri tersebut yaitu pembangunan sistem perpipaan diameter 600 cm dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) kapasitas 1000 M3 ke arah Jalan Sultan Adam Banjarmasin Utara sepanjang 7,6 KM dengan dana sekitar Rp15 miliar. Selain itu pembangunan dua buah reserpuar, dua buah buster baik yang ada di Kelurahan Basirih bagi keperluan kawasan Mantuil dan Basirih serta di Jalan Lingkar Dalam untuk kebutuhan kawasan Banjarmasin Utara. Bila jaringan pipa ditambah reserpuar dan buster menyebar di beberapa lokasi itu, maka nantinya tidak ada lagi suplai air yang kuat dan lemah karena semuanya samasama lancar, katanya. Dua reserpuar yang dibangun itu kapasitas masing-masing 2500 M3 dengan dana pembangunan ditaksir sekitar Rp50 miliar, ditambah dua genset masing-masing sekitar

rp1,5 miliar. Sementara reserpuar yang ada selama ini tercatat di Jalan Pramuka 1000 M3, di Jalan A Yani 500 M3 serta di S Parman 2500 M3, sedangkan jumlah genset yang sudah ada ada tujuh unit. KEBOCORAN PDAM BANDARMASIH BISA CAPAI 25 PERSEN BANJARMASIN Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih Banjarmasin hingga saat ini mengalami kebocoran air bersih mencapai 25 persen. Kebocoran itu bisa disebabkan pecahnya pipa dan pencurian air bersih, kata Direktur Teknik PDAM Bandarmasih, Ir Muslih kepada wartawan. Dikatakannya, untuk kebocoran air bersih sekitar 20 25 persen, sedangkan pencurian air bersih rata-rata ditemukan sekitar 25 kasus per bulannya. Dijelaskan Muslih, untuk kehilangan air itu biasanya disebabkan ada beberapa pipa jaringan yang bocor, sedangkan pencurian air motifnya bermacam-macam. Diantaranya yang ditemukan beberapa kasus yakni pelanggan sengaja merusak meteran air, memperlambat atau mengambil air dari luar meteran, ujar Muslih usai sidang paripurna tahap II raperda tentang ketentuan-ketentuan pokok direksi, dewan pengawas dan kepegawaian PDAM Bandarmasih. Namun, paparnya lagi, untuk kasus pencurian ini ditemukan pada pelanggan rumah tangga (RT), bangunan ruko serta perusahaan-perusahaan kecil. Untuk tindakan pencurian seperti sengaja menghilangkan atau mengganti meteran, PDAM juga melakukan tindakan terhadap pelanggannya tersebut. Yakni dengan mengenakan sanksi denda kepada pelanggan sesuai dengan jumlah kubik, atau menghentikan sementara jaringan ledingnya sambil menunggu proses berjalan. Sedangkan untuk kehilangan air bersih tersebut, PDAM sudah meminimalisir sehingga persentasenya rata-rata yang dialami sekitar 26 persen. Persentase itu masih dibawah rata-rata nasional yang dialami daerah lain yang rata-rata 30 persen, tetapi biar bagaimana pun kita tetap meminimalisirnya, targetnya sampai 2012 dengan persentase sebesar 20 persen,paparnya. Diskon 25 persen Sementara itu, bulan diskon pemasangan baru sebesar 25 persen yang dimulai Juni hingga akhir Agustus oleh PDAM Bandarmasih tinggal 25 hari lagi. Sehubungan akan berakhirnya bulan diskon, diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan waktu yang tersisa ini, ungkap Muslih. Disebutkannya, tujuan pemberian diskon sebagai upaya PDAM Bandarmasih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, menyusul rencana Pemerintah Pusat menghapuskan utang PDAM sebesar Rp67 miliar. Dikatakan Muslih, bulan diskon ini merupakan wujud pemberian pelayanan kepada masyarakat, karena dari target jumlah pelanggan baru sampai tahun 2008 sebanyak 9.000, namun hingga akhir Juli kemarin, sudah mencapai 6.387 pelanggan baru. Dipaparkannya, peningkatan jumlah pelanggan yang memanfaatkan bulan diskon ini menunjukkan betapa pentingnya masyarakat untuk mendapatkan layanan air bersih dengan murah, papar Muslih yang duduk berdampingan Dengan Direktur Uta ma PDAM Bandarmasih, Drs H Zainal Arifin M.Si. PDAM metropolitan Bertambahnya jumlah pelanggan, maka PDAM Bandarmasih kini memiliki telah memiliki 105.012 pelanggan, sehingga sudah setara dengan PDAM DKI Jakarta,

Surabaya, Makasar, Pelembang, dan Medan. Kategori PDAM Bandarmasih saat ini sudah masuk dalam PDAM Metropolitan, dan bukan lagi PDAM Kota Besar, ucap Muslih, sambil menunjukkan kertas bertulisan grafik pelanggan PDAM. Melalui peningkatan itulah, ujarnya, saat ini PDAM Bandarmasih terus meningkatkan pelayanan, disamping pembangunan intake terus dikembangkan, termasuk perbaikan dan penggantian pipa jaringan. Yang pasti, supaya PDAM Bandarmasih setara dengan PDAM yang sudah menyandang status Metropolitan, dan tidak terlilit utang, pihaknya berharap upaya Perpampsi memperjuangkan utang PDAM se Indonesia termasuk Banjarmasin, bisa segera direalisasikan oleh pemerintah, yang saat ini berada di Departemen Keuangan, demikian Ir Muslih. RP1,2 M DANA PELATIHAN AGAR PDAM BANJARMASIN TERBAIK Banjarmasin,20/8 (ANTARA)- Pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banjarmasin mengeluarkan sedikitnya Rp1,2 miliar per tahun, khusus melatih karyawan agar perusahaan ini menjadi terbaik secara nasional. Direktur Umum PDAM Banjarmasin, Dra.Mardiana ditanya saat pelatihan karyawan PDAM di Banjarmasin, Senin mengaku bersyukur upaya itu tak sia-sia karena kondisi PDAM berhasil yang terbaik lima besar secara nasional dan menjadikan PDAM setempat sebagai lokasi studi banding PDAM se Indonesia. Bukti terbaik karena pelayanan air sudah mencapai 90 persen dari sekitar 700 ribu jiwa penduduk kota, padahal secara nasional rata-rata pelayanan air bersih perkotaan kurang dari 60 persen. Jumlah pelanggan PDAM Banjarmasin 94 ribu pelanggan dan sudah mampu ke kawasan pinggiran. Bayangkan saja ketika air bersih tak mencukupi bagi kebutuhan masyarakat, penyakit diare selalu saja terjadi kejadian luar biasa (KLB) di Banjarmasin, terutama saat kemarau, sekarang air bersih mencukupi serangan penyakit diare seperti itu tak pernah lagi, katanya. Menurutnya, PDAM kalau tak dikelola secara profesional, maka nasibnya sama saja dengan PDAM lain di banyak tempat yang selalu merugi, bahkan untuk bayar utangpun tak bisa. Tapi bagi PDAM setelah dikelola secara profesional kini sudah bisa untung dan mampu bayar utang. Salah satu cara adalah melatih 328 karyawan meningkatkan kualitas diri, dengan mendatangkan lembaga pelatihan berkualitas antara lain lembaga dari Jakarta, Audelta Motivation Training Center (AMTC), serta lembaga pelatihan lain yang ada di Banjarmasin. Sasaran kedepan melalui karyawan yang profesional, PDAM ingin mandiri tahun 2009, artinya hidup dari keuntungan sendiri, tak lagi seperti sekarang yang disuplai melalui penyertaan modal pemerintah, melalui APBD Kota Banjarmasin, APBD Pemprop Kalsel, serta APBN pemerintah pusat. Sebelum mandiri, PDAM masih memerlukan penyertaan modal setidaknya Rp238 miliar lagi, hingga nanti miliki aset Rp506 miliar, karena yang sudah dimiliki Rp268 miliar. Dana itu untuk menambah jaringan perpipaan hingga ke pelosok terpencil termasuk ke wilayah kabupaten tetangga, serta menambah Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan menambah kafasitas intake (pengambilan air baku). Berdasarkan data, kapasitas air PDAM sekarang sekitar 1600 liter per detik dengan

jumlah tiga IPA masing-masing 500 liter per detik, ditambah IPA kecil, serta kapasitas intake 1600 liter per detik, baik di Sungai tabuk, Sungai Bilu, serta irigasi Riam Kanan. Usaha PDAM lain, adalah mengembangkan air bersih menjadi air minum artinya air ledeng sudah bisa diminum langsung tanpa harus dimasak karena disterilisasi, dengan sistem pengolahan yang benar serta perpipaan yang baik terbuat dari alumanium tak mungkin terkomentasi bahan lain dari luar. PDAM BANDARMASIH TAK KEMASUKAN KEKUATAN POLITIK Banjarmasin,9/7 (ANTARA)- Direktur Audelta Motivation Training Center (AMTC) Jakarta, Audelta Elfizon mengakui dalam pengamatannya hanya Perusahaan daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota banjarmasin yang tidak dimasuki kepentingan politik dari para pejabat dan unsur politik lainnya. Dengan tidak masuknya kekuatan politk ke dalam manajemen perusahaan PDAM Bandarmasih, akhirnya perusahaan ini benar-benar berjalan pada rel yang benar, atau perusahaan yang profesional, kata Audelta Elfizon kepada ANTARA di aula PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Senin. Dalam perbincangan dengan wartawan, di sela-sela acara pelatihan motivasi berprestasi karyawan PDAM Bandarmasih, Audelta Efvizon yang menjadi nara sumber utama dalam pelatihan tersebut mengakui akibat banyaknya kekuatan politik masuk ke manajemen perusahaan PDAM akhirnya sebagian besar PDAm di tanah air yang bangkrut. Padahal PDAM sebuah perusahaan yang walau milik dari pemerintah daerah seharusnya dikelola secara profesional, seperti layaknya sebuah perusahaan swasta tidak boleh terlalu banyak campur tangan pejabat apalagi kekuatan politik yang lain. Dalam penerimaan karyawan saja, PDAM bandarmasih, kini tak mengenal lagi adanya katebelici atau memo-memo dari pejabat manapun termasuk walikota sebagai pemilik perusahaan, di sini benar-benar sesuai dengan kamampuan dalam tes penerimaan karyawan yang dikelola secara independen, katamunya. PDAM juga tak boleh menjadi dompet para pejabat apalagi dana PDAM digunakan untuk kepentingan lain, seperti untuk olahraga dan sebagainya, biarkanlah dana PDAM digunakan untuk investasi PDAM itu sendirim, sehingga nantinya PDAM bisa mandiri tak perlu lagi mengharapkan bantuan pihak lain. Apalagi kedepan persaingan kian berat, maka PDAM harus mampu menjadi sebuah perusahaan yang mampu bersaing untuk saja ditingkat lokal tetapi juga tingkat nasional, kalau bisa ditingkat global, kata audelta eldfizon. PDAM Bandarmasih memprogramkan harus mandiri tahun 2009 maka tak ada pilihan lain kecuali perusahaan ini dikelola secara profesional, mengingat tahun-tahun depan itu bantuan pemerintah melalui subsidi jelas akan berkurang, maka tidak bisa lagi mengharap dana-dana pemerintah itu. Untuk mengejar kemandirian tersebut kuncinya adalah pihak direksi dan karyawan harus mengerti menjalankan perusahaan secara profesional dengan membuat sistem yang jelas dan terarah serta ada sasaran yang harus dicapai. Sementara itu Direktur Umum PDAM Bandarmasih, kota Banjarmasin, dra.Mardiana mengakui dalam upaya meningkatkan kreativitas itu maka seluruh karyawan akan diberikan pelatihan melalui lembaga pelatihan profesional. Dari 328 karyawan yang ada di PDAM sudah sekitar 70 persen sudah diberikan

pelatihan dan sekarang banyak karyawan PDAM yang sudah mengetahui potensi diri masing-masing hingga diyakini bisa menjalankan perusahaan secara profesional. BANJARMASIN JADI PILOT PROYEK ZONA AIR MINUM SE INDONESIA Banjarmasin,4/9 (ANTARA)-Kota Banjarmasin ditetapkan sebagai pilot proyek Zona Air Minum (ZOM) di Indonesia terutama pemanfaatan air permukaan, karena itu Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat bertekad melengkapi berbagai fasilitas untuk keperluan tersebut. Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin Drs.Zainal Arifin didampingi Direktur Teknik Ir Muslih kepada pers di balaikota Banjarmasin, Senin mengakui dipilihnya kota Banjarmasin lokasi pilot proyek ZOM di tanah air. Dengan ditetapkannya Banjarmasin sebagai pilot proyek tersebut maka PDAM akan membangun sebuah faslitas ZOM seperti plaza air minum, jaringan perpipaan, serta fasilitas pendukung lainnya. Pembangunan ZOM tersebut memang berkepentingan bagi pemerintah masalahnya sudah tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) no 16 tahun 2001 tentang pengelolaan air minum yang mengharuskan PDAM di seluruh Indonesia menyediakan fasilitas air minum. Ia menuturkan dari sebagian besar atau serkitar 300 PDAM di seluruh Indonesia masih berkutat dalam penyediaan air bersih, dengan segala keterbatasan maka belum mampu memproduksi air minum seperti diamanatkan dalam PP tersebut. Namun sudah ada beberapa PDAM di beberapa wilayah yang memproduksi air minum, tetapi PDAM tersebut hanya mengambil sumber bahan baku dari mata air pegunungan yang sudah relatif bersih, seperti Malang atau Medan. Sementara PDAM yang mengambil bahan baku dari permukaan sampai sekarang belum ada yang mampu memproduksi air minum, maka sebagian besar PDAM mengambil air baku dari air permukaan, seperti sungai atau sumber air permukaan lainnya. Mengambil air permukaan maka harus mengolahnya lebih intensif lagi agar air benarbenar bisa diminum langsung, kata Zainal Arifin. Melihat kemampuan PDAM Banjarmasin yang dinilai lebih maju dibandingkan PDAM lainnya di tanah air maka oleh pemerintah ditetapkan sebagai pilot proyek ZOM tersebut. PDAM Bandarmasih, sendiri sudah menetapkan wilayah yang menjadi ZOM adalah kawasan Pekapuran Jalan Antasari seperti di kawasan Gelanggang Remaja Hasanudin HM dan dikawasan tersebut sebanyak 417 pelanggan sudah bisa memanfaatkan air untuk minum langsung tanpa harus dimasak atau direbus. Pihak PDAM sendiri kini sudah mengembangkan terus pembangunan fasilitas air minum tersebut, terutama plaza air minum karena pilot proyek ZOM ini akann diresmikan pemakaiannya pada tanggal 20 September 2006 oleh Menteri Pekerjaan Umum, Ir Joko Kirmanto bertepatan dengan peringatan hari jadi Kota Banjarmasin. Selain itu Men PU juga meresmikan pengoperasian Instalasai Pengolahan Air (IPA) kapasitas 500 liter per detik yang dibangun dengan dana sekitar Rp42 miliar di Jalan Pramuka Banjarmasin. (U.H005/BJM1/040906/13:00 Wita/ ) PDAM BANDARMASIH ENGGAN LAGI NGUTANG BANGUN FASILITAS Banjarmasin,2/6 (ANTARA)- Pihak manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)

Bandarmasih, Kota Banjarmasin menyatakan tidak ingin lagi ngutang uang kepada pihak lain dalam upaya membangun berbagai fasilitas air minum di perusahaan setempat. Sebab pengalaman beberapa tahun lalu saat membaangun beberapa fasilitas terdahulu hingga kini utangnya sulit dibayar, bahkan utang tersebut terus membengkak jumlahnya karena bunga, kata Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin di Banjarmasin, Jumat. Ketika mengetangahkan paparan manajemen keterbukaan PDAM Banjarmasin untuk mendukung kesepatakan good governance Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, di hadapan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kantornya Banjarmasin, Zainal menyebutkan sebenarnya banyak saja tawaran pinjaman untuk meningkankan fasilitas PDAM Banjarmasin. Salah satu tawaran dari Bank Dunia senilai melebihi seratus miliar rupiah, tawaran Bank Dunia ini diberikan mengingat lembaga keuangan internasional tersebut sudah banyak memberikan pinjaman kepada PDAM di daerah lain di tanah air. Namun melihat persyaratan yang diajukan pihak Bank Dunia maka rasanya pinjaman tersebut bukannya menguntungkan malah ada kesan menjerat terutama kepada pelanggan PDAM tersebut. Salah satu persyaratan yang ditawarkan Bank Dunia bila harus ngutang dengan mereka yakni menaikkan tarif PDAM 45 persen per tahun, tambah Zainal dihadapan rombongan KPK yang dipimpin Ketua KPK Bidang Pencegahan, DR Sirajudin Rasul. Melihat persyaratan tersebut maka rasanya sulit diterapkan di wilayah ini dimana penghasilan warga Banjarmasin tidak memungkinkan untuk membayar tarif air PDAM dengan harga mahal. Apalagi bila harus ngutang ke lembaga keuangan demikian terjadi pembengkakan dalam pembayaran di hari kemudian lantaran dihitung bungan yang relatif besar dan itu sangat memberatkan perusahaan. Ketimbang kita harus terlilit hutang lebih baik kita cari alternatif lain dalam upaya investasi tersebut,tambahnya seraya mengakui inveastasi yang dibutuhkan PDAM dari sekarang hingga tahun 2009 dimana perusahaan sudah dianggap mandiri sebesar Rp300 miliar. Salah satu alternatif yang selama ini berhasil diterapkan dari tahun 2000 hingga sekarang adalah sistem sharing antara pemerintah pusat, pemerintah propinsi Kalsel, pemerntah kota Banjarmasin, serta dari keuntungan PDAM itu sendiri. Ternyata alternatif tersebut, berhasil dijalankan setelah pihak direksi PDAM berhasil meyakinkan semua pihak tersebut diatas, bahka keberadaan air minum begitu sangat penting dan mendasar untuk segera dilayani kepada masyarakat. Hasil dari sharing tersebut ternyata berbagai fasilitas berhasil diwujudkan, seperti pembangunan sistem perpipaan air baku, sistem perpipaan distribusi, pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) maupun menyediaan genset (pembangkit listrik) dan fasilitas lainmnyua. Melalui hasil pembiayaan sharing demikian pula maka kenaikan tarif PDAM kota Banjarmasin sekarang hanya diperlakukan 10 persen per tahun, lebih kecil bila dibandingkan dengan persyaratan Bank Dunia 45 persen per tahun. Akibat keberhasilan sistem sharing itu pula maka PDAM Bandarmasih yang sebelumnya dikatagorikan sebagai perusahaan yang sakit bisa berangsur membaik dan

sekarang sudah dikatakan sebagai perusahaan yang sehat dan memperoleh keuntungan. Bahkan lalu pertumbuhan pelayanan air bersih PDAM Banjarmasin mencapai enam persen, padahal rata-rata pertumbuhan pelayanan air bersih secara nasional hanya satu persen, sedangkan laju pertumbuhan penduduk mencapai dua persen. Kalau kita sama dengan rata-rata nasional yang hanya tumbuh satu persen pelayanan air bersih maka kita akan terus tertinggal, sedangkan pertumbuhan penduduk kan dua persen, tetapi karena kita mencapai enam persen maka kita tak masalah dengan pertumbuhan penduduk demikian, demikian Zainal Arifin. (U.H005/BJM1/020606/14:30 Wita/ ) KIAT PDAM BANJARMASIN MEMBANGUN TANPA UTANG LUAR NEGERI Oleh Hasan Zainuddin Banjarmasin, 8/6 (ANTARA) Kehidupan sekitar 300 buah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Indonesia sebagian besar memprihatinkan, padahal perusahaan ini mensuplai bahan bagi kehidupan paling dasar manusia yaitu air bersih. Kehidupan yang senin-kemis bagi PDAM di tanah air tersebut tak lain karena kekurangan modal, namun untuk menambah modal sebagian besar PDAM tersebut mengutang dana dari luar negeri seperti ke Bank Dunia. Perkiraan semula dengan investasi ngutang ke luar negeri tersebut bakal bisa mengtasai persoalan perusahaan, tetapi dengan dana luar negeri tersebut ternyata bukan memecahkan persoalan namun malah memperumit persoalan. Berbagai informasi yang diperoleh banyak PDAM di tanah air tak bisa berangkak dari katagori sakit, lantaran kehidupannya yang terlilit utang tersebut, dari sejumlah PDAM yang hanya 10 persen yang baru dikatagorikan sehat selebihnya sakit. Pasalnya dengan ngutang dana luar negeri ternyata bunga bank-nya mencekik, semakin lama tak bayar semakin besar utang itu harus dilunasi, utang itu bunga berbunga sangat tinggi. Kenyataan itulah pihak manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banjarmasin jera utang uang luar negeri upaya membangun fasilitas air minum. Pengalaman tahu 2002 saat bangun fasilitas utang ke luar negero kini utangnya sulit dibayar, bahkan utang itu terus membengkak , kata Direktur Utama PDAM Banjarmasin Drs.Zainal Arifin. Saat sampaikan paparan mendukung kesepatakan good governance Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, di hadapan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kantornya, Zainal mengakui banyak tawaran pinjaman meningkankan fasilitas PDAM Banjarmasin. Satu tawaran dari Bank Dunia senilai Rp100 miliar lebih, tawaran diberikan mengingat lembaga keuangan internasional tersebut sudah banyak memberikan pinjaman kepada PDAM di daerah lain di tanah air. Namun melihat syarat diajukan Bank Dunia maka rasanya pinjaman itu bukan menguntungkan, malah ada kesan menjerat terutama kepada pelanggan PDAM tersebut. Satu syarat ditawarkan Bank Dunia yakni menaikkan tarif PDAM 45 persen per tahun, tambah Zainal dihadapan rombongan KPK yang dipimpin Ketua KPK Bidang Pencegahan, DR Sirajudin Rasul. Melihat persyaratan itu rasanya sulit diterapkan di wilayah ini dimana penghasilan warga Banjarmasin tidak memungkinkan untuk membayar tarif air PDAM dengan harga

mahal. Ketimbang harus terlilit hutang lebih baik cari alternatif lain upaya investas i tersebut,tambahnya seraya mengakui investasi masoh dibutuhkan PDAM hingga th 2009 Rp300 miliar. Satu alternatif selama ini berhasil diterapkan dari tahun 2002 sistem sharing (penyertaan modal) pemerintah pusat, pemerintah propinsi Kalsel, pemerntah kota Banjarmasin, serta dari keuntungan PDAM itu sendiri. Ternyata alternatif tersebut, berhasil dijalankan setelah pihak direksi PDAM berhasil meyakinkan semua pihak tersebut diatas, bahkan keberadaan air minum begitu sangat penting dan mendasar untuk segera dilayani kepada masyarakat. Hasil dari sharing tersebut ternyata berbagai fasilitas berhasil diwujudkan, seperti pembangunan sistem perpipaan air baku, sistem perpipaan distribusi, pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) maupun menyediaan genset (pembangkit listrik) dan fasilitas lainnya. Melalui hasil pembiayaan sharing demikian pula maka kenaikan tarif PDAM kota Banjarmasin sekarang hanya diperlakukan 10 persen per tahun, lebih kecil bila dibandingkan dengan persyaratan Bank Dunia 45 persen per tahun. Akibat keberhasilan sistem sharing itu pula maka PDAM Banjarmasin sebelumnya dikatagorikan sebagai perusahaan sakit bisa berangsur membaik dan sekarang sudah dikatakan sebagai perusahaan yang sehat bahkan memperoleh keuntungan. Bahkan lalu pertumbuhan pelayanan air bersih PDAM Banjarmasin mencapai enam persen, padahal rata-rata pertumbuhan pelayanan air bersih secara nasional hanya satu persen, sedangkan laju pertumbuhan penduduk mencapai dua persen. Kalau kita sama dengan rata-rata nasional yang hanya tumbuh satu persen pelayanan air bersih maka kita akan terus tertinggal, sedangkan pertumbuhan penduduk kan dua persen, tetapi karena kita mencapai enam persen maka kita tak masalah dengan pertumbuhan penduduk demikian, katanya. Rp45 triliun Berdasarkan data utang PDAM ke Bank Dunia di seluruh Indonesia hingga saat ini senilai Rp5,4 triliun sehingga sangat memberatkan dan mengganggu kinerja perusahaan penyediaa air bersih tersebut. Berbagai pihak mengharapkan agar utang PDAM ke Bank Dunia tersebut sebaiknya dihapuskan saja, guna memulihkan kehidupan perusahaan air minum bagi masyarakat. Kenapa utang BLBI Rp160 triliun dan PLN memperoleh bantuan pemerintah, sementara perusahaan air bersih yang sebenarnya paling diperlukan bukan saja oleh manusia tetapi seluruh makluk hidup tidak dipedulikan, kata anggota DPRD Kalimantan Selatan HM.Husaini Aliman dalam perbincangan dengan penulis. Menurut Husaini yang sempat meninjau beberapa PDAM seperti PDAM Palembang dan DKI Jaya. PDAM Palembang memiliki utang ke Bank Dunia Rp300 miliar, PDAM DKI Jaya Rp1,6 tiliun. PDAM Kota Banjarmasin sendiri kini jumlah utang yang harus dibayar ke bank dunia tersebut senilai Rp110 miliar, padahal utang tersebut tadinya sejak dikucurkan tahun 1992 lalu hanya Rp41 miliar. Bayangkan saja hanya dengan rentang waktu beberapa tahun utang dana ke Bank Dunia dari Rp41 miliar menjadi Rp110 miliar, padahal utang tersebut terus dibayar, tetapi karena terus bunga berbunga menjadi bengkak demikian, kata anggota Pansus

II DPRD Kalsel dari PAN itu. Melihat kondisi utang PDAM demikian maka wajar saja PDAM tak bisa hidup sehat, sebab keuntungan perusahaan demikian hanya dibutuhkan untuk bayar utang bunga berbunga itu saja. Oleh sebab itu, wajar saja bila pemerintah memperhatikan nasib PDAM demikian dengan menghapuskan utang luar negeri itu. Menurut Husaini Aliman yang bersama Pansus II DPRD Kalsel terdiri dari tujuh fraksi di DPRD Kalsel tersebut selain ke Palembang mereka juga melakukan pertemuan dengan pihak DPR-RI asal Kalsel, serta Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Kalsel di jakarta. Dalam pertemuan tersebut, baik DPRD Kalsel, DPR-RI dan DPD asal Kalsel sepakat mendesak pemerintah pusat untuk menghapuskan utang PDAM tersebut, karena utang tersebut sangat menyiksa PDAM, katanya. Caranya penghapusan utang tersebut adalah pihak pemerintah pusat bisa saja membayarkan utang tersebut dengan cara menganggarkan melalui ABT atau APBN tahun 2007. Perihal utang PDAM tersebut juga sempat disampaikan kepada Direktorat Pengurusan utang -piutang Departemen Keuangan di jakarta, saat pertemuan DPRD Kalsel itu diterima pak Fugoh, kata Husaini Aliman. Pihak DPRD Kalsel melihat kalau utang luar negeri tersebut tidak dihapuskan maka penyertaan modal yang dilakukan Pemerintah tidak akan banyak dampaknya, Pemprop Kalsel memberikan penyertaan modal kepada PDAM Banjarmasin tahun 2006 ini Rp5 miliar dan Rp2 miliar dari Pemerintah Kota (Pemko), pemerintah pusat Rp16 miliar. Masalahnya dengan beban utang demikian, sehingga walau diberikan modal oleh pemerintah maka modal pemerintah tersebut tak maksimal untuk membangun lagi fasilitas PDAM karena PDAM juga harus membayar utang, dampak yang dirasakan dipastikan tetap kepada masyarakat yakni adanya kenaikan tarif. Dirut PDAM Banjarmasin secara terpisah menyambut gembira wacana penghapusan utang dari sejumlah proyek peningkatan fasilitas yang dirasa cukup membebani. Menurut Zainal Arifin yang juga dikenal sebagai mantan Kepala Bagian Humas Pemko Banjarmasin tersebut, bila pemerintah sampai menghapuskan utang tak usah utang pokok, penghapusan bunga saja itu sudah sangat berarti bagi PDAM di seluruh Indonesia. Keuntungan lain, dengan penghapusan utang tersebut maka penyertaan modal dari pemerintah, baik melalui APBN, maupun APBD Tingkat I dan APBD Tingkat II begitu sangat berarti. Walau penyertaan modal pemerintah itu diperuntungan untuk pembangunan sistem perpipaan, tetapi dengan demikian maka keuntungan PDAM akan bisa menambah lagi berbagai fasilitas yang dperlukan, sehingga percepatan pembangunan dan pelayanan tersebut bisa direalisasikan. Menurutnya, alternatif investasi dengan penyertaan modal bagi pembangunan PDAM akan lebih bisa dirasakan ketimbang alternatif lain, seperti menambah investasi dengan cara utang atau investasi melalui kemitraan dengan swasta. Oleh sebab itu ia sendiri berani membuktikan dari tiga alternatif investasi tersebut maka akhirnya penyertaan modalah yang paling unggul. Coba kita buktikan tahun 2009 mendatang, alternatif mana yang paling unggul, katanya.

Pengalaman selama ini dengan membangun tanpa utang luar negeri tersebut ternyata dampaknya luar biasa, sebelum tahun 2002 PDAM Banjarmasin bisa dikatakan merana, kemampuan pelayanan hanya sekitar 50 persen saja. Dengan demikian maka kebutuhan air bersih di Banjarmasin kala itu jadi rebutan, bahkan dijual belikan dengan harga mahal sampai Rp1.000,- per jeregen (20 liter) dampak ang dirasakan seringkali kejadian luar biasa (KLB) penyakit diare lantaran warga terpaksa meminum air sungai yang tercemar bakteri. Setelah sistem penyertaan modal pemerintah sejak tahun 2002 itu maka akhirnya PDAM mampu meningkatkan pelayanan dari sekitar 50 persen saat itu menjadi 80 persen lebih saat ini dengan kapasitas produksi dari 1.100 liter per detik menjadi 1.700 liter per detik, pengurangan tingkat kebocoran dari 35 persen kurang dari angka 30 persen. Bahkan tadinya mengalami kerugian sekarang sudah memperoleh keuntungan, mayarakat tak pernah lagi mengeluh layanan air bersih, tahun 2009 ditargetkan PDAM Banjarmasin mandiri, dan tahun 2016 sudah dikatagorikan sebagai perusahaan yang prima, dan berobsesi jadi sebuah perusahaan regional. RP5,4 TRILIUN UTANG PDAM SE INDONESIA SEBAIKNYA DIHAPUSKAN Banjarmasin,5/6 (ANTARA)- Seorang politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Selatan, HM Husaini Aliman menilai sebaiknya utang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) senilai Rp5,4 triliun seluruh Indonesia dihapuskan saja karena sangat memberatkan perusahaan penyediaa air bersih tersebut. Kenapa utang BLBI Rp160 triliun dan PLN memperoleh bantuan pemerintah, sementara perusahaan air bersih yang sebenarnya paling diperlukan bukan saja oleh manusia tetapi seluruh makluk hidup tidak dipedulikan, katanya dalam perbincangan dengan ANTARA Banjarmasin, Senin. Menurut Husaini yang sempat melakukan studi banding mengenai penyertaan modal pemerintah ke PDAM Palembang Sumatera Selatan memperoleh penjelasan begitu tingginya utang PDAM di sana yang mencapai Rp300 miliar, belum lagi tang di PDAM DKI Jaya Rp1,6 tiliun berasal dari bank dunia. PDAM Kota Banjarmasin sendiri kini jumlah utang yang harus dibayar ke bank dunia tersebut senilai Rp110 miliar, padahal utang tersebut tadinya sejak dikucurkan tahun 1992 lalu hanya Rp41 miliar. Bayangkan saja hanya dengan rentang waktu beberapa tahun utang dana ke Bank Dunia dari Rp41 miliar menjadi Rp110 miliar, padahal utang tersebut terus dibayar, tetapi karena terus bunga berbunga menjadi bengkak demikian, kata husaini yang berada di Pansus II DPRD Kalsel tersebut. Melihat kondisi utang PDAM demikian maka wajar saja PDAM tak bisa hidup sehat, sebab keuntungan perusahaan demikian hanya dibutuhkan untuk bayar utang bunga berbunga itu saja. Oleh sebab itu, wajar saja bila pemerintah memperhatikan nasib PDAM demikian dengan menghaouskan utang luar negeri itu, tambahnya seraya meyebutkan dari sekitar 300 PDAm di seluruh Indonesia hanya sekitar 10 persen saja yang hidupnya sehat selebihnya dikatagorikan perusahaan yang sakit hanya untuk bayar utang. \ Menurut Husaini Aliman yang bersama Pansus II DPRD Kalsel terdiri dari tujuh fraksi di DPRD kalsel tersebut selain ke Palembang mereka juga melakukan pertemuan dengan pihak DPR-RI asal Kalsel, serta Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Kalsel di

jakarta. DPR-RI asal Kalsel yang hadir dalam pertemuan tersebut, seperti Gusti Iskandar (Golkar), Jumanhuri (PAN), Syafriansyah (PPP) Aspiani (Demokrat) serta empat orang DPD Kalsel, Haji Muhamad Said, Haji Makkie, Sofwad Hadi, dan H Ramli. Dalam pertemuan tersebut, baik DPRD Kalsel, DPR-RI dan DPD asal Kalsel sepakat mendesak pemerintah pusat untuk menghapuskan utang PDAM tersebut, karena utang tersebut sangat menyiksa PDAM, katanya. Caranya pengahousan utang tersebut adalah pihak pemerintah pusat bisa saja membayarkan utang tersebut dengan cara menganggarkan melalui ABT atau APBN tahun 2007 mendatang. Pihal utang PDAM tersebut juga sempat disampaikan kepada Direktorat Pengurusan utang -piutang Departemen Keuangan di jakarta, saat pertemuan DPRD Kalsel itu diterima pak Fugoh, kata Husaini Aliman. Menurutnya, pihak DPRD Kalsel melihat kalau utang luar negeri tersebut tidak dihapuskan maka penyertaan modal yang dilakukan Pemerintah Kalsel sebesar Rp5 miliar kpada PDAM Banjarmasin tidak akan terasa dampaknya kepada masyarakat. Masalahnya dengan beban utang demikian, sehingga walau diberikan modal oleh pemerintah maka modal pemerintah tersebut tak maksimal untuk membangun lagi fasilitas PDAM karena PDAM juga harus membayar utang, dampak yang dirasakan dipastikan tetap akan ada kenaikan tarif. Padahal Pemprop Kalsel melalui APBD tahun 2007 ini bukan hanya PDAM Banjarmasin yang dikeluarkan penyertaan modalnya tetapi juga PDAM Banjar Rp6 miliar, PDAN Peleihari Tanah laut Rp2 miliar, PDAM Kotabaru Rp2 miliar, PDAM Amuntai Hulu Sungai Utara Rp2 miliar, PDAM Barabai Hulu Sungai tengah Rp2 miliar, serta PDAM Rantau Tapin juga senilai Rp2 miliar. (U.H005/BJM1/050606/17:00 Wita/ ) PDAM BANJARMASIN NYATAKAN BERTANGGUNGJAWAB UTANG LUAR NEGERINYA Banjarmasin,1/3 (ANTARA)- Pihak Direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin menyatakan tetap bertanggungjawab terhadap utang luar negerinya yang sekarang sudah bernilai ratusan miliar rupiah. Bagaimanapun namanya utang itu harus dilunasi, tetapi kalau ada jalan lain yang lebih menguntungkan bagi perusahaan tentu lebih baik untuk kemajuan peerusahaan,kata Direktur Utama (Dirut) PDAM Bandarmasih,Kota Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin kepada ANTARA di Banjarmasin, Sabtu malam. Ketika ditanya disela-sela acara malam temu pelanggan dalam kaitan HUT PDAM Banjarmasih, Kota Banjarmasin yang ke-35 di halaman kantor induk perusahaan tersebut, Zainal Ariffin menyebutkan untuk melunasi beban utang luar negeri tersebut dirasa sangat berat. Berdasarkan data PDAM Kota Banjarmasin harus membayar utang ke bank dunia sudah senilai Rp110 miliar, padahal utang tersebut tadinya sejak dikucurkan tahun 1992 lalu hanya Rp41 miliar. Bayangkan saja hanya dengan rentang waktu beberapa tahun utang dana ke Bank Dunia dari Rp41 miliar menjadi Rp110 miliar, padahal utang tersebut terus dibayar, tetapi karena terus bunga berbunga menjadi bengkak demikian, katanya. Pihak PDAM sendiri kini berusaha membayar utang tersebut, dan beberapa miliar

sudsah disetorkan ke pemerintah pusat dalam upaya melunasi utang tersebut. Tetapi karena utangitu terus membengkak maka pihaknya meminta penghapusan utang itu, mengingat perusahaan air minum merupakan perusahaan publik untuk hazat orang banyak, terutama untuk meningkatkan derajat kemanusiaan. Upaya pembebasan utang tersebut memang sudah dilakukan baik lobi dari pihak PDAM Banjarmasin melalui Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) juga melalui perjuangan DPRD Kalsel yang melobi pemerintah pusat, tetapi hasilnya belum bisa kelihatan. Berdasarkan catatan, tujuh fraksi di DPRD kalsel melakukan pertemuan dengan pihak DPR-RI asal Kalsel, serta Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Kalsel di jakarta untuk membahas penghapusan utang PDAM tersebut. DPR-RI asal Kalsel yang hadir dalam pertemuan tersebut, seperti Gusti Iskandar (Golkar), Jumanhuri (PAN), Syafriansyah (PPP) Aspiani (Demokrat) serta empat orang DPD Kalsel, Haji Muhamad Said, Haji Makkie, Sofwad Hadi, dan H Ramli. Dalam pertemuan tersebut, baik DPRD Kalsel, DPR-RI dan DPD asal Kalsel sepakat mendesak pemerintah pusat untuk menghapuskan utang PDAM tersebut, karena utang tersebut sangat menyiksa PDAM, katanya. Mengenai utang PDAM tersebut juga sempat disampaikan kepada Direktorat Pengurusan utang -piutang Departemen Keuangan di jakarta. Menurut Zainal Arifiin seandainya utang tersebut tidak berhasil untuk dihapus maka PDAM tetap bertanggungjawab untuk membayarnya, kendari dengan cara cicil sedikit demi sedikit diambil dari keuntungan PDAM, apalagi PDAM Banjarmasin sekarang sudah mulai sehat dan ada untung. Walau kalau harus membayar utang luar negeri tersebut, akan memperlambat investasi untuk pembangunan fasilitas lainnya dalam upaya pengembangan perusahaan kedepan. Mengenai acara temu pelanggan tersebut, Zainal Arifin menyebutkan dihadiri 89.900 sambungan rumah yang diwakili unsur eksekutif, legeslatif,muspida, pelanggan niaga dan rumah tangga serta 25 orang pelanggan teladan. Untuk tahun 2007 tercatat 1451 pelanggan teladan karena selama enam bulan tak pernah langgar aturan, serta membayar rekening berturut-turut di awal bulan di bawah tanggal lima. Dari sejumlah pelanggan teladan itu telah diundi untuk memperoleh hadiah sebanyak 25 orang, lalu dinyatakan 20 orang pelanggan hasil undian itu memperoleh hadiah gratis pemakaian air 30 M3 selama enam bulan, 4 pelanggan peroleh televisi, mesin cuci, dan lemari es, serta satu pelanggan memperoleh hadiah utama melaksanakan ibadah umroh. Dalam acara temu pelanggan tersebut dihadiri Walikota Banjarmasin, Haji Yudhi Wahyuni, kalangan DPRD Kota Banjarmasin serta para pejabat di lingkungan Pemprop Kalsel, dimeriahkan oleh orker dangdut dengan penyanyi mereka yang berhasil meraih juara lomba nyanyi dangdut dalam kaitan HUT PDAM tersebut. PDAM MENUJU KEMANDIRIAN Banjarmasin,28/11 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banjarmasin yang sempat dinyatakan PDAM yang sakit kini sudah bisa bangkit menjadi perusahaan yang sehat bahkan berusaha menjadi PDAM yang mandiri tahun 2009. Kita bertekad 2009 PDAM Banjarmasin mandiri, artinya tidak ada lagi ketergantungan

dengan pemerintah, kata Direktur Utama PDAM Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin kepada wartawan di Banjarmasin, Rabu. Untuk menjadikan perusahaan yang mandiri harus ada upaya dari pihak PDAM sendiri dan minimal memerlukan dana sedikitnya Rp230 miliar, dana itu untuk pembangunan jaringan perpipaan, pembangunan dua buah reserpuar, pembangunan dua buah buster, penambahan pembangkit listrik (genset) serta peningkatan intake Sungai Tabuk. Dari 230 miliar uang yang dibutuhkan untuk mandiri tersebut, sebesar Rp50 miliar sudah terialisasi tahun 2007 ini Rp50 miliar yaitu biaya pergantian berbagai pipa besar, katanya. Dana-dana yang dibutuhkan tersebut, pihak PDAM tetap berharap dari pernyertaan modal, baik pemerintah kota, propinsi dan pemerintah pusat melalui APBN, sisasnya 30 persen diupayakan investasi dari keuntungan perusahaan sendiri. Upaya yang segera dilakukan menuju mandiri tersebut yaitu pembangunan sistem perpipaan diameter 600 cm dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) kapasitas 1000 M3 ke arah Jalan Sultan Adam Banjarmasin Utara sepanjang 7,6 KM dengan dana sekitar Rp15 miliar. Selain itu pembangunan dua buah reserpuar, dua buah buster baik yang ada di Kelurahan Basirih bagi keperluan kawasan Mantuil dan Basirih serta di Jalan Lingkar Dalam untuk kebutuhan kawasan Banjarmasin Utara. Bila jaringan pipa ditambah reserpuar dan buster menyebar di beberapa lokasi itu, maka nantinya tidak ada lagi suplai air yang kuat dan lemah karena semuanya samasama lancar, katanya. Dua reserpuar yang dibangun itu kapasitas masing-masing 2500 M3 dengan dana pembangunan ditaksir sekitar Rp50 miliar, ditambah dua genset masing-masing sekitar rp1,5 miliar. Sementara reserpuar yang ada selama ini tercatat di Jalan Pramuka 1000 M3, di Jalan A Yani 500 M3 serta di S Parman 2500 M3, sedangkan jumlah genset yang sudah ada ada tujuh unit. Bila perusahaan ini sudah benar-benar mandiri maka tak perlu lagi penyertaan modal, tinggal bagaimana mengelola keuntungan untuk investasi kedepab, katanya. Sedangkan upaya yang tetap diperhatikan adalah membayar utang luar negeri yang kini masih menunggak, serta memberikan kontribusi kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Banjarmasin, tuturnya. Mengenei penyertaan modal Pemko Banjarmasin dijelaskannya secara bertahap, setiap tahun sejak tahun 2001 berkisar antara Rp5 mliar hingga Rp10 miliar. Dengan adanya penyertaan modal Pemko Banjarmasin itu pula yang merangsang pemerintah pusat memberikan bantuannya melalui APBN sebesar Rp8.9 miliar tahun 2006 menjadi Rp24,8 miliar tahun 2007 ini dan tak ketinggalan bantuan APBD tingkat I Kalsel, Rp24.5 miliar tahun 2006 menjadi Rp30,4 miliar tahun 2007 ini. Atas bantuan Pemko Banjarmasin, Pemprop Kalsel dan pemerintah pusat maka keberadaan PDAM sekaran sdah sehat dan memperoleh keuntngan begitu juga asetnya terus meningkat. Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)-RI perwakilan Kalsel yang melakukan pemeriksaan terhadap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) selama dua bulan terakhir ini memperoleh gambaran aset perusahaan itu meningkat drastis. Bila aset PDAM Banjarmasin per 31 Desember 2005 tercatat Rp176,2 miliar maka

terhitung per 31 Desember 2006 atau selama setahun sudah mencapai Rp276,6 miliar, demikian hasil neraca audit PDAM Banjarmasin yan disampaikan kepada pers. Aset PDAM tersebut berada di kelompok aktiva lancar antara lain kas dan bank, investasi jangka pendek, aktiva tetap yakni harga perolehan aktiva tetap dan akumulasi penyusutan, serta aktiva lain-lain. Aktiva lain-lain antaranya aktiva dalam penyelasaian, persediaan bahan instalasi serta biaya yang ditangguhkan, kata Direkur PDAM Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin menjelaskan. Sedangkan nilai laba (rugi) hasil audit tersebut per Desember 2005 tercatat Rp3,8 miliar, sedankan Desember 2006 tercatat Rp4,2 miliar yang berarti perusahaan ini tidak lagi mengalami kerugian namun sudah mengalami untung. Hasil audit itu juga menjelaskan bahwa tingkat cakupan pelayanan air bersih kepada masyarakat yang diberikan perusahaan tersebut telah menunjukan cakupan yang sangat berarti. Sebagai contoh saja, cakupan pelayanan tahun 2002 baru tercatat 72,01 persen, meningkat menjadi 75,02 persen tahun 2003, sedangkan tahun 2004 sudah mencapai 79.16 persen. Pada tahun 2006 cakupan pelayanan tercatat 88,02 persen dari jumlah penduduk perkotaan Banjarmasin yang tercatat 600 ribu jiwa lebih, meningkat dibandingkan tahun 2005 tercatat 84,74 persen. Sementara tingkat kehilangan air juga menunjukan perbaikan yang menggembirakan dimana tahun 2006 ini hanya tercatat 27,07 persen, padahal tahun 2002 lalu tercatat 33,57 persen. Kalau tingkat kehilangan air itu mencapai 25 persen berarti PDAM ini sudah sangat baik, karena umunnya kehilangan air di banyak PDAM di seluruh Indonesia rata-rata diatas 30 persen, kata Zainal menambahkan. Sedangkan data jumlah sambungan pelanggan sudah 91.552 pelanggan padahal tahun 2002 lalu baru 65.629 pelanggan. Dengan berbagai keberhasilan tersebut menjadikan PDAM Banjarmasin sebagai PDAM yang terbaik di tanah air dan sudah memperoleh penghargaan dari Presiden RI, dan menjadikan PDAM Banjarmasin sebagai lokasi studi banding di banyak PDAM seluruh Indonesia. PEMKO SERTAKAN MODAL RP57,1 MILIAR KE PDAM BANJARMASIN Banjarmasin,4/10 (ANTARA)- Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin sudah menyertakan modalnya bagi pembangunan Perusahaan daerah Air Minum (PDAM) Banjarmasin yang kahirnya perusahaan ini bangkit dari keterperukan jadi perusahaan yang sehat. Penyerahan sertifikat modal Pemko Bajarmasin ke perusahaan air bersih terbesar Kalsel itu, dilakukan oleh Direktur PDAM Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin kepada walikota Banjarmasin, Haji Yudhi Wahuni, di Banjarmasin, Kamis malam. Dalam acara yan dirangkaikaikan dengan buka puasa bersama dengan kalangan karyawan dan pensiunan PDAM serta kalangan wartawan, walikota berharap dengan keikutsertaan modal Pemko ini diharapkan nanti PDAM bisa memberikan kontrbusi kepada Pemk dan Masyarakat. Kontribusi yang dharapkan dari PDAM adalah pelayanan sebaik-baiknya kepada masyaakat, serta bisa memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD)

kepada Pemko mulai tahun 2010 mendatang. Sementara Direktur PDAM Banjarmasin menjelaskan penyertaan modal Pemko itu secara bertahap, setiap tahun sejak tahun 2001 berkisar antara Rp5 mliar hingga Rp10 miliar. Dengan adanya penyertaan modal Pemko Banjarmasin tu pula yang merangsang pemerintah pusat memberikan bantuannya melalui APBN sebesar Rp8.9 miliar tahun 2006 menjadi Rp24,8 miliar tahun 2007 ini dan tak ketinggalan bantuan APBD tingkat I Kalsel, Rp24.5 miliar tahun 2006 menjadi Rp30,4 miliar tahun 2007 ini. Atas bantuan Pemko Banjarmasin, Pemprop Kalsel dan pemerintah pusat maka keberadaan PDAM sekaran sdah sehat dan memperoleh keuntngan begitu juga asetnya terus meningkat. Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)-RI perwakilan Kalsel yang melakukan pemeriksaan terhadap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) selama dua bulan terakhir ini memperoleh gambaran aset perusahaan itu meningkat drastis. Bila aset PDAM Banjarmasin per 31 Desember 2005 tercatat Rp176,2 miliar maka terhitung per 31 Desember 2006 atau selama setahun sudah mencapai Rp276,6 miliar, demikian hasil neraca audit PDAM Banjarmasin yan disampaikan kepada pers. Aset PDAM tersebut berada di kelompok aktiva lancar antara lain kas dan bank, investasi jangka pendek, aktiva tetap yakni harga perolehan aktiva tetap dan akumulasi penyusutan, serta aktiva lain-lain. Aktiva lain-lain antaranya aktiva dalam penyelasaian, persediaan bahan instalasi serta biaya yang ditangguhkan, kata Direkur PDAM Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin menjelaskan. Sedangkan nilai laba (rugi) hasil audit tersebut per Desember 2005 tercatat Rp3,8 miliar, sedankan Desember 2006 tercatat Rp4,2 miliar yang berarti perusahaan ini tidak lagi mengalami kerugian namun sudah mengalami untung. Hasil audit itu juga menjelaskan bahwa tingkat cakupan pelayanan air bersih kepada masyarakat yang diberikan perusahaan tersebut telah menunjukan cakupan yang sangat berarti. Sebagai contoh saja, cakupan pelayanan tahun 2002 baru tercatat 72,01 persen, meningkat menjadi 75,02 persen tahun 2003, sedangkan tahun 2004 sudah mencapai 79.16 persen. Pada tahun 2006 cakupan pelayanan tercatat 88,02 persen dari jumlah penduduk perkotaan Banjarmasin yang tercatat 600 ribu jiwa lebih, meningkat dibandingkan tahun 2005 tercatat 84,74 persen. Sementara tingkat kehilangan air juga menunjukan perbaikan yang menggembirakan dimana tahun 2006 ini hanya tercatat 27,07 persen, padahal tahun 2002 lalu tercatat 33,57 persen. Kalau tingkat kehilangan air itu mencapai 25 persen berarti PDAM ini sudah sangat baik, karena umunnya kehilangan air di banyak PDAM di seluruh Indonesia rata-rata diatas 30 persen, kata Zainal menambahkan. Sedangkan data jumlah sambungan pelanggan sudah 91.552 pelanggan padahal tahun 2002 lalu baru 65.629 pelanggan. Dengan berbagai keberhasilan tersebut menjadikan PDAM Banjarmasin sebagai PDAM yang terbaik di tanah air dan sudah memperoleh penghargaan dari Presiden RI, dan

menjadikan PDAM Banjarmasin sebagai lokasi studi banding di banyak PDAM seluruh Indonesia. PDAM SEBENARNYA TAK WAJIB SETOR UNTUK PAD Banjarmasin,2/2 (ANTARA)- Ketua Persatuan Perusahaan Air Minum Indonesia (Perpamsi), Ir H.Achmad Marjo Kudri menyebutkan bahwa berdasarkan peraturan yang baru Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tidak ada kewajiban menyetorkan keuntungannya bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena dalam undang-undang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang baru, PDAM masuk dalam Perusahaan Umum Daerah (Perumda), bukan Persero, kata Ketua Perpamsi ini kepada ANTARA saat berada di Banjarmasin, Jumat. Ketua Perpamsi ini berada di Banjarmasin dalam kaitan menghadiri berbagai kegiatan Hari Ulang tahun ke-34 PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin sekaligus menghadiri lokakarya corporate pland PDAM Banjarmasin. Menurut Achmad Marjo Kudri yang baru saja memimpin organisasi kumpulan PDAM seluruh Indonesia tersebut, dalam undang-undang BUMD yang baru itu hanya ada kelompok perusahaan yang diakui yaitu Perusahaan Umum daerah (Perumda) dan Perusahaan Perseroan Daerah (Perusda). Hal itu ditanyakan kepada pengamat air bersih dari Jakarta ini berkaitan tekad PDAM Bandarmasih pada tahun 2010 mendatang sudah bisa menyetorkan keuntungannya bagi peningkatan PAD Kota Banjarmasin. Perusahaan yang diakui berdasarkan peraturan BUMD adalah perumda ada perseroda, namun Perumda dipegang 100 persen dipegang pemerintah. Sementara Perseroda dipegang swasta, kelihatannya, dalam peraturan tersebut agaknya PDAM masuk dalam Perumda, bila masuk Perumda maka PDAM tidak ada kewajiban harus memberikan keuntungan untuk peningkatan PAD. Melainkan berdasarkan ketentuan tersebut keuntungan harus dikembalikan ke dalam perusahaan, sebagai investasi dalam upaya peningkatan pelayanan kepada publik. Bila inventasi berasal dari keuntungan itu terus ditingkatkan maka harapannya, adalah peusahaan kian berkualitas dan mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Umpamanya saja bila pelayanan baru 20 persen bisa ditingkat menjadi 40 persen, dan bila sudah 100 persen, maka kualitas yang harus dibenahi lagi. Namun ketika ditanya kalau tidak memberikan PAD lalu bentuk kompensasi apa dari perusahaan kepada masyarakat banyak, karena PAD adalah untuk kepentingan rakyat, sementara PDAM sendiri sudah begitu banyak menerima bantuan dari pemerintah melalui APBD maupun APBN. Menurut Ketua Perpamsi ini, bentuk kompensasi perusahaan kepada masyarakat adalah memberikan pelayanan yang paling baik, mengingat air bersih merupayan bahan dasar dan vital bagi masyarakat. Begitu juga dengan tarif, kalau perusahaan sudah besar dan pelanggan sudah banyak maka bisa saja tarif mulai ditekad setidaknya stganan, tambahnya. PDAM BERTEKAD PEMASOK PAD KOTA BANJARMASIN Banjarmasin,24/2 (ANTARA)- Perusahaan daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih Kota Banjarmasin, yang selama ini menjadi beban Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin karena memakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

(APBD), kedepannya justru akan menjadi pemasok dana ke Pemko Banjarmasin. Tekad yang akan dilakukan PDAM adalah pemasok Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2010 mendatang, kata Direkur Utama (Dirut) PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin kepada sejumlah wartawan, di halaman kantor PDAM Banjarmasin, sabtu malam. Pernyataan tersebut diutarakan Zainal Arifin di sela-sela acara puncak peringatan HUT ke-34 PDAM Bandarmasih yang dihadiri Walikota Banjarmasin, Yudhi Wahyuni, dan Wakil Walikota, Alwi Sahlan serta unsur muspida dan undangan lainnya termasuk seluruh kayawan PDM setempat. Menurut Zainal Arifin selama ini PDAM masih terus membangun kemampuan, sehingga belum bisa memberikan kontribusi terhadap penghasilan Pemko Banjarmasin, dan paling banter hanya untuk menambah investai PDAM sendiri. Tetapi sesuai keinginan Walikota Yudhi Wahyuni, kedepannya PDAM sudah bisa berkiprah untuk menambah PAD, agar PAD kota bisa lebih meningkat dalam upaya membiayai pembangunan kota ini. Selain itu, tambahnya, dalam momen ulang tahun ini PDAM bertekad pula memenuhi keinginan pemerintah pusat, yakni membayar utang ke departemen keuangan, serta memenuhi keinginan Pemprop untuk menjadi sebuah peusahaan air bersih regional di Kalsel. Tetapi dari sekian prioritas pembangunan PDAM kedapan tentu memuaskan pelayanan kepada para pelanggan yang sdah mencaoai hampir 80 ribu pelanggan, agar suplai air bersih terus berlangsung sepanjang waktu walau dimusim kemarau sekaligus, disamping tekanan air terus menguat dan kualitas airnya kian meningkat pula. Keinginan lain yang harus dipenuhi PDAM adalah memenuhi permintaan masyaraka yang selama ini belum menjadi pelanggan agar bisa menjadi pelanggan baru, khususnya di wilayah terpencil atau pinggiran kota atau wilayah pemukiman baru seperti komplek perumahan, komplek industri, pedagangan, dan pusat perbelanjaan. Dalam upaya memenuhi semua keinginan tersebut maka tak ada pilihan lain bagi PDAM kecuali harus menambah berbagai fasilitas, baik sistem perpipaan yang baik, maupun penambahan sumber air baku sebagai bahan utama pengolahan air bersih. Oleh sebab itu, rencananya pihak PDAM akan meningkatkan pengambilan air baku ke kawasan Sungai Tabuk dengan kapasitas 500 liter per detik yang diharapkan mampu mengatasi persoalan air baku selama ini dimana selama ini 15 persen produksi air ledeng PDAM meurun ketika musim kemarau. Sementara itu dalam sambutannya, Walikota Banjarmasin menyatakan bersyukur atas kerjakeras PDAM selama ini dalam upaya membangun perusahaan sehingga PDAM Bandarmasih sudah dua kali mempeoleh penghargaan Citra Pelayanan Prima dari Presiden RI yang tak pernah dialami perusahaan publik lainnya di wilayah ini. Bukti keberhasilan pelayanan PDAM tersebut sekarang tidak dijumpai lagi pedagang air bersih menggunakan gerobak yang masuk kampung keluar kampung untuk melayani warga yang kesulitan air bersih. Dulu ketika saya masih tinggal di Kayutangi, hati saya sedih begitu banyaknya pedagang air bersih menggunakan gerobak melayani masyarakat yang kesulitas air bersih, dengan harga cukup mahal, dan kala itu saya berfikir kapan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi, kata Yudhi Wahyuni. Makanya setelah, tambah Yudhi Wahyuni setelah dirinya dipercaya rakyat menjadi

Walikota Banjarmasin pertama-tama yang menjadi pemikian bagaiman meningkatkan kemampuan PDAM agar masalah kesulitan air bersih tersebut bisa diatasi. Berkat kerja keras PDAM ternyata keinginan tersebut sekarang sudah tercapai, tambah Walikota Yudhi Wahyuni seraya memperoleh tepuktangan hadirin. Dalam acara puncak tersebut diberikan penghargaan dan hadiah terhadap sepuluh pelanggan teladan yakni pelanggan yang membayar rekening PDAM setiap bulannya di bawah tanggal lima. Kesepuluh pelanggan tersebut adalah hasil undian dari sekian pelanggan teladan lainnya, dan mereka dibeikan hadiah tabanas serta gratis enam bulan pembayaran rekening PDAM. Dari sepuluh pelanggan teladan hasil undian tersebut kemudian diundi mencari tiga orang lagi untuk memperoleh hadiah berupa televisi, ketiga pelanggan yang beruntung yaitu Said Alwi, Edi Budiman dan Fathur. selain itu juga diundi pelanggan teladan yang kapasitasnya besar, dan dimenangkan pelanggan otel Rattan In dan Borneo Swiis Bel Hotel, dalam acara puncak tersebut digelar pangung hiburan yang menampilkan artis KDI asal kalsel. (U.H005/BJM1/240207/14:00 wita/ ) NNNN PDAM BANJARMASIN NGOTOT HAPUSKAN UTANG Banjarmasin,24/10 (ANTARA)- Pihak manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banjarmasin ngotot minta pemerintah pusat untuk menghapuskan utang yang berasal dari Soft loan Pemerintah Itali yang dikelola oleh DepKeu yang semula hanya Rp36 milyar belakangan membengkak menjadi Rp 122 miliar. Masalahnya utang sebesar itu kalkulasi dari jumlah utang pokok ditambah denda serta bunga-berbunga yang sangat memberatkan (bunga 11,75 persen dan bunga denda 16 persen), kata Direktur PDAM Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin kepada ANTARA di balaikota Banjarmasin, Rabu. Ia menjelaskan, utang luar negeri bantuan negara Itali itu saat pembangunan sistem perpipaan dari Irigasi Riam Kanan ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) di kilometer 6 Banjarmasin pada tahun 92-an yang kala itu diperuntukan bagi pengambilan air baku sebesar 1.100 liter perdetik. Tetapi belakangan ternyata, kemampuan sistem perpipaan tersebut sekarang hanya 600 liter per detik, bahkan kadangkala turun dari itu dan pernah sampai nol liter, karena irigasi sering bermasalah, artinya dari hasil utang itu tidak terlalu membantu dalam penyediaan air di PDAM Banjarmasin. Melihat kenyataan tersebut, maka sewajarnya saja utang tersebut dihapuskan saja oleh pemerintah pusat, atau kalau memang harus dibayar cukuplah hanya membayar pokok saja, Kalau hanya membayar utang pokok kami bersedia saja membayarkannya, tetapi kalau dihitung dengan denda dan bunga berbunga jelas itu memberatkan,. tutur Zainal Ariffin. Menurutnya perjuangan untuk menghapuskan utang ini sudah sejak lama diupayakan baik oleh PDAM Banjarmasin sendiri, melalui DPRD Kalsel, bahkan melalui Persatuan Perusahaan Air Minum seluruh Indonesia (Perpamsi). Perpamsi sendiri berjuang keras minta penghapusan utang tersebut ke pemerintah pusat baik pernah menghadap Presiden Megawati waktu itu, Wakil Presiden Yusuf

Kalla, ke DPR-RI dan akhirnya masuk program kinerja 100 hari pemerintahan SBY-JK tetapi hingga sekrang perjuangan tersebut seakan tak ada hasilnya. SEJARAH PDAM BANDARMASIH Sejarah dan perkembangan Perusahaan Daerah Air Minum Bandarmasih Kota Banjarmasin dijelaskan sebagai berikut : Tahun 1937 : Instalasi Air Minum yang mulai dibangun oleh Belanda pada tahun 1937, mulai difungsikan dengan sambungan sekitar 300 buah dengan kapasitas 35 liter/ detik. Tahun 1950 : Perusahaan yang semula bernama Water Leiding Deins berubah menjadi Jawatan Air Minum, dibawah kementerian Departemen Pekerjaan dan Tenaga. Tahun 1960 : Status perusahaan berubah menjadi Seksi Saluran Air Minum (SAM) Kotapraja Banjarmasin yang merupakan bagian dari Dinas Usaha Pemerintah Kotapraja. Tahun 1964 : Dimulai pembangunan pengembangan dan rehabilitasi Saluran Air Minum dengan dana bantuan Pemerintah Perancis, dengan kapasitas 275 liter/ detik. Tahun 1972 : Pengoperasian instalasi baru dengan debit awal 150 liter/ detik, dengan jumlah pelanggan 800 buah. Tahun 1976 : Dengan diserahkannya instalasi tersebut kepada Pemerintah Daerah Tingkat II Banjarmasin, status perusahaan berubah menjadi Perusahaan Daerah Air Minum Kotamadya Banjarmasin. Tahun 1983 : Dimulainya operasi lima buah sumur bor instalasi Km. 24 yang dihibahkan oleh PPSAB Kalimantan Selatan pada PDAM Banjarmasin dengan kapasitas 60 liter/ detik. Tahun 1986 : Dilakukan peningkatan kapasitas Instalasi Pengolahan Air A. Yani dari 275 liter/ detik menjadi 416 liter/ detik. Tahun 1987 : Pembangunan Mini Treatment Plan di jalan Kayutangi Ujung dengan kapasitas 12,5 liter/ detik dan di tahun 1990 ditambah 7,5 liter/ detik dari PPSAB Kalimantan Selatan sehingga menjadi 20 liter/ detik untuk pelayanan air bersih di Banjar Utara dan Perumnas Kayutangi khususnya. Tahun 1989 : Berdasarkan Peraturan Daerah TK. II Banjarmasin No. 12 tahun 1976, Perusahaan Daerah Air Minum Kotamadya Banjarmasin berubah menjadi Perusahaan Daerah Air Minum Bandarmasih Kotamadya Dati II Banjarmasin. Tahun 1989 : Pembangunan Mini Treatment Plan dengan kapasitas 20 liter/ detik di jalan Sutoyo untuk wilayah Banjar Barat. Tahun 1990 : Pembangunan Mini Treatment Plan di daerah jalan S.Parman dan Pasar Pagi dengan kapasitas masing-masing 20 liter/ detik untuk melayani wilayah Banjar Utara dan hotel-hotel berbintang. Tahun 1991 : Pembangunan satu buah sumur bor di daerah Landasan Ulin dengan kapasitas 10 liter/ detik untuk melayani Bandara Samsudin Noor dan jalan A. Yani. Tahun 1992 : Pembangunan Mini Treatment Plan dengan kapasitas 20 liter/ detik di daerah S. Lulut untuk melayani wilayah Perumnas Pemurus Luar. Tahun 1992 : Mulai dibangun Intake Pematang Panjang dan Instalasi Pengolahan Air berikut jaringan pipa primer dan skunder dengan kapasitas 500 liter/ detik. Tahun 1995 : Pengoperasian Instalasi Pengolahan Air di jalan Pramuka dengan kapasitas 500 liter/ detik untuk pelayanan Banjar Timur dan Banjar Selatan.

Tahun 1996 : Pembangunan dua buah reservoir dengan kapasitas 6.000 m3 berikut jaringan pipa transmisi dan distribusi untuk melayani wilayah Banjar Barat dan Banjar Utara. Tahun 2000 : Tahun 2000 SK Walikota Banjarmasin No. 9151 Tahun 2000 yang Menyatakan bahwa pembinaan UPT PAL (Pengolahan Air Limbah) dibawah PDAM Bandarmasih. UPT. PAL tersebut mulai dibangunan pada tahun 1998. Tahun 2002 : IPA Sumur Bor Km 24 Landasan Ulin diserahkan kepada PDAM Kab. Banjar dalam rangka Penyertaan Modal dan. Pemindahan MTP 60 lt/dt dari Sutoyo dan S.Parman ke IPA A.Yani, sehingga total kapasitas IPA A.Yani adalah 526 lt/dt Peningkatan suplai air baku menjadi 520 lt/det dengan pekerjaan rehab intake Sungai Bilu dan pengadaan-pemasangan pipa transmisi 630 mm panjang 1.200 meter dari Intake S.Bilu s/d IPA A.Yani. Penambahan kapasitas suplai air baku sebesar 400 lt/det dengan pekerjaan rehabilitasi intake Sungai Tabuk dan pengadaan-pemasangan pipa transmisi 630 mm sepanjang 2.954 meter dari Intake Emergensi Sungai Ulin sampai dengan waduk pilot schem dan dilanjutkan pekerjaan pemasangan pipa 1000 mm sepanjang 1.700 meter mulai dari Intake Sungai Tabuk s/d Intake Pilot Scheme Tahun 2003 : Tahun 2003 Peningkatan Kapasitas Intake Sei Tabuk menjadi 900 lt/det, berupa lanjutan sisa pekerjaan Tahap I beserta pekerjaan pengadaan dan pemasangan pipa transmisi 800 mm sepanjang 3.700 meter Penerapan Sistem Informasi Manajemen Terpadu Tahun 2003-2005 Penandatanganan kerjasama dengan pihak bank, Telkom dan Telkomsel sebagai kemudahan dan percepatan pelayanan Kerjasama operasional pembacaan meter dengan PT. Balqis Penandatanganan penyerahan seluruh asset instalasi sumur bor Ulin kapasitas 60 lt/dt beserta jaringan pipa dan pelanggan dari PDAM Bandarmasih kepada PDAM Kabupaten Banjar. Penandatanganan MOU kerjasama antara PDAM Bandarmasih dengan BPD Kalimantan Selatan dan POLRI dalam rangka peningkatan pelayanan dan tindaklanjut pencurian air oleh pelanggan. Program Penyesuaian Tarif sebesar 5% secara bertahap selama 6 bulan sekali. Program Profesionalisme Karyawan melalui pelaksanaan pelatihan secara berkala, reward dan punishment. Program Kerja dan Kegiatan A. Bidang Teknik a. Optimalisasi sistem produksi dan distribusi , yaitu : Penurunan Kehilangan Air, melalui kegiatan : rehabilitasi jaringan pipa lama/ rusak/ bocor serta penggantian atau memperbaiki water meter pelanggan sebanyak 30.000 unit, yang direncanakan pertahun 6.000 buah. Optimalisasi IPA Pramuka dari 500 lt/dt menjadi 700 lt/dt. Optimalisasi IPA Yani dari 526 lt/dt menjadi 726 lt/dt melalui perbaikan pulsator, peralatan bangunan dan media filter serta sistem pembubuhan bahan kimia. Rehabilitasi intake S. Bilu dari 520 lt/dt menjadi 660lt/dt. Pengadaan pompa intake S. Tabuk, S. Bilu dan IPA Yani. Pengadaan Genset S.Tabuk & S.Parman 850 + 500 KvA Relokasi jaringan pipa distribusi primer jembatan Dewi / jln. Pos. 400 mm 630 mm

sepanjang 600 meter Optimalisasi penerapan sistem blok dan pemetaan pelanggan ke dalam GIS. Meningkatkan penertiban pencurian air oleh pelanggan dan masyarakat. b. Pengembangan sistem produksi dan distribusi , yaitu : Pembangunan intake S.Tabuk kapasitas 500 lt/dt berikut peralatan pendukung. Pemasangan pipa transmsi air baku . 630 mm panjang 7 km dari intake S. Tabuk ke intake Pematang Panjang. Pemasangan jaringan pipa distribusi primer IPA Pramuka- Basirih . 500 mm sepanjang 8 km. Pemasangan jaringan pipa distribusi primer IPA Pramuka- Sultan Adam . 500 mm sepanjang 7 km. Pembangunan reservoir Basirih & Sultan Adam kapasitas 2.500 m3, booster pump dan bangunan pelengkap. Pengadaan dan pemasangan jaringan pipa distribusi dalam kota . 50-300 mm sepanjang 8 km. Penambahan jumlah sambungan 29.170 unit. B. Bidang Pelayanan Pelanggan a. Optimalisasi sistem pelayanan, yaitu : Standarisasi kualitas pelayanan Penyempurnaan sistem informasi manajemen Survey kepuasan pelanggan Rekalsifikasi pelanggan dan blok sistem Sosialisasi program PDAM & penyesuaian tarif Optimalisasi customer service b. Pengembangan sistem pelayanan, yaitu : Pengembangan cakupan pelayanan Pelayanan pelanggan pada kantor-kantor bantu Pengembangan SKP langsung pada unit-unit pelayanan C. Bidang Keuangan a. Meningkatkan Pendapatan Penambahan sambungan Penyesuaian tarif Meningkatkan efisiensi penagihan b. Efisiensi Biaya Pengendalian biaya Penetapan skala prioritas investasi dari pertimbangan biaya, pendapatan dan sumber dana c. Hutang jangka panjang dan manajemen Strukturisasi hutang pinjanman Pembenahan laporan keuangan dan teknik D. Bidang Organisasi dan Manajemen Tata laksana keorganisasian : Sosialisasi Visi, Misi, Sasaran dan Tujuan PDAM. Penyempurnaan dan sosialisasi struktur organisasi baru, tata tertib, sistem prosedur kerja, job description berbasis fungsi-fungsi manajemen modern.

Penyempurnaan laporan ketatausahaan Evaluasi kinerja PDAM 5 tahun pertama. E. Bidang Personalia & Sumber Daya Manusia Evaluasi & penyempurnaan metode penilaian prestasi kerja Sosialisasi penjenjang karieran PDAM Bandarmasih Sosialisasi peraturan pemeliharaan tenaga kerja, seperti gaji, insentif, bonus, tunjangan dll Meningkatkan kerja sama dengan institusi terkait dalam pengembangan SDM. Menyempurnakan fomulasi yang proposional untuk promosi dan mutasi pegawai (sistem jenjang karier pegawai) Penyempurnaan formula rekruitmen pegawai baru dengan pertimbangan kebutuhan dan biaya perusahaan. F. Bidang Pengembangan Hukum Melakukan evaluasi dan penyempurnaan sistem kerja sama antara PDAM dengan pihak lain atau Rekanan Sosialisasi peraturan-peraturan pemerintah yang berkaitan dengan PDAM, seperti PP No.16 tahun 2005 tentang BPPSPAM. Melakukan upaya antisipasi pemberlakukan UU No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen Membuat pola pengembangan wilayah melalui kerja sama operasional antar daerah Melakukan studi atas rencana perubahan status hukum PDAM Bandarmasih dari BUMD menjadi PT Melakukan studi terhadap Peraturan Daerah PDAM berikut Penyempurnaannya yang berkaitan dengan tatalaksana organisasi perusahaan Profil Perusahaan Cakupan pelayanan PDAM Bandarmasih di tahun 2006 telah mencapai 86 % dari total jumlah penduduk kota Banjarmasin sebanyak 624.089 jiwa dengan jumlah pelanggan seluruhnya 91.552 sambungan. Sistem penyediaan air minum PDAM Bandarmasih terdiri dari 2 sistem produksi yang melayani 4 zone, dengan total kapasitas sebesar 1.571 lt/dt, yaitu IPA Pramuka 1.025 lt/dt melayani kecamatan Banjarmasin Timur dan Selatan dan IPA Yani kapasitas 546 lt/dt yang melayani kecamatan Banjarmasin Barat dan Utara. Kontinuitas pengaliran air distribusi selama 24 jam sebesar 94%, atau tinggal 6% yaitu pada daerah pinggiran kota. Tingkat kehilangan air 28,5%, dengan posisi keuangan tahun 2006 (sebelum audit) dalam kondisi laba sebesar Rp. 2,96 milyar dengan rasio operasi 103% dan kinerja cukup

Sejarah Perkembangan Perusahaan :


Tahun 1937 : Instalasi Air Minum yang mulai dibangun oleh Belanda pada tahun 1937, mulai difungsikan dengan sambungan sekitar 300 buah dengan kapasitas 35 liter/ detik. Tahun 1950 : Perusahaan yang semula bernama Water Leiding Deins berubah menjadi Jawatan Air Minum, dibawah kementerian Departemen Pekerjaan dan Tenaga. Tahun 1960 : Status perusahaan berubah menjadi Seksi Saluran Air Minum (SAM) Kotapraja Banjarmasin yang merupakan bagian dari Dinas Usaha Pemerintah Kotapraja. Tahun 1964 : Dimulai pembangunan pengembangan dan rehabilitasi Saluran Air Minum dengan dana bantuan Pemerintah Perancis, dengan kapasitas 275 liter/ detik.

Tahun 1972 : Pengoperasian instalasi baru dengan debit awal 150 liter/ detik, dengan jumlah pelanggan 800 buah. Tahun 1973 : Berdirinya PDAM Tahun 1976 : Dengan diserahkannya instalasi tersebut kepada Pemerintah Daerah Tingkat II Banjarmasin, status perusahaan berubah menjadi Perusahaan Daerah Air Minum Kotamadya Banjarmasin. Tahun 1983 : Dimulainya operasi lima buah sumur bor instalasi Km. 24 yang dihibahkan oleh PPSAB Kalimantan Selatan pada PDAM Banjarmasin dengan kapasitas 60 liter/ detik. Tahun 1986 : Dilakukan peningkatan kapasitas Instalasi Pengolahan Air A. Yani dari 275 liter/ detik menjadi 416 liter/ detik. Tahun 1987 : Pembangunan Mini Treatment Plan di jalan Kayutangi Ujung dengan kapasitas 12,5 liter/ detik dan di tahun 1990 ditambah 7,5 liter/ detik dari PPSAB Kalimantan Selatan sehingga menjadi 20 liter/ detik untuk pelayanan air bersih di Banjar Utara dan Perumnas Kayutangi khususnya. Tahun 1989 : Berdasarkan Peraturan Daerah TK. II Banjarmasin No. 12 tahun 1976, Perusahaan Daerah Air Minum Kotamadya Banjarmasin berubah menjadi Perusahaan Daerah Air Minum Bandarmasih Kotamadya Dati II Banjarmasin. Tahun 1989 : Pembangunan Mini Treatment Plan dengan kapasitas 20 liter/ detik di jalan Sutoyo untuk wilayah Banjar Barat. Tahun 1990 : Pembangunan Mini Treatment Plan di daerah jalan S.Parman dan Pasar Pagi dengan kapasitas masing-masing 20 liter/ detik untuk melayani wilayah Banjar Utara dan hotel-hotel berbintang. Tahun 1991 : Pembangunan satu buah sumur bor di daerah Landasan Ulin dengan kapasitas 10 liter/ detik untuk melayani Bandara Samsudin Noor dan jalan A. Yani. Tahun 1992 : Pembangunan Mini Treatment Plan dengan kapasitas 20 liter/ detik di daerah S. Lulut untuk melayani wilayah Perumnas Pemurus Luar. Tahun 1992 : Mulai dibangun Intake Pematang Panjang dan Instalasi Pengolahan Air berikut jaringan pipa primer dan skunder dengan kapasitas 500 liter/ detik. Tahun 1995 : Pengoperasian Instalasi Pengolahan Air di jalan Pramuka dengan kapasitas 500 liter/ detik untuk pelayanan Banjar Timur dan Banjar Selatan. Tahun 1996 : Pembangunan dua buah reservoir dengan kapasitas 6.000 m3 berikut jaringan pipa transmisi dan distribusi untuk melayani wilayah Banjar Barat dan Banjar Utara. Tahun 2000 : Tahun 2000 SK Walikota Banjarmasin No. 9151 Tahun 2000 yang Menyatakan bahwa pembinaan UPT PAL (Pengolahan Air Limbah) dibawah PDAM Bandarmasih. UPT. PAL tersebut mulai dibangunan pada tahun 1998. Tahun 2002 : IPA Sumur Bor Km 24 Landasan Ulin diserahkan kepada PDAM Kab. Banjar dalam rangka Penyertaan Modal dan. Pemindahan MTP 60 lt/dt dari Sutoyo dan S.Parman ke IPA A.Yani, sehingga total kapasitas IPA A.Yani adalah 526 lt/dt Peningkatan suplai air baku menjadi 520 lt/det dengan pekerjaan rehab intake Sungai Bilu dan pengadaan-pemasangan pipa transmisi 630 mm panjang 1.200 meter dari Intake S.Bilu s/d IPA A.Yani. Penambahan kapasitas suplai air baku sebesar 400 lt/det dengan pekerjaan rehabilitasi intake Sungai Tabuk dan pengadaan-pemasangan pipa transmisi 630 mm sepanjang 2.954 meter dari Intake Emergensi Sungai Ulin sampai dengan waduk pilot schem

dan dilanjutkan pekerjaan pemasangan pipa 1000 mm sepanjang 1.700 meter mulai dari Intake Sungai Tabuk s/d Intake Pilot Scheme Tahun 2003 : Tahun 2003 Peningkatan Kapasitas Intake Sei Tabuk menjadi 900 lt/det, berupa lanjutan sisa pekerjaan Tahap I beserta pekerjaan pengadaan dan pemasangan pipa transmisi 800 mm sepanjang 3.700 meter Penerapan Sistem Informasi Manajemen Terpadu Tahun 2003-2005 Penandatanganan kerjasama dengan pihak bank, Telkom dan Telkomsel sebagai kemudahan dan percepatan pelayanan Kerjasama operasional pembacaan meter dengan PT. Balqis Penandatanganan penyerahan seluruh asset instalasi sumur bor Ulin kapasitas 60 lt/dt beserta jaringan pipa dan pelanggan dari PDAM Bandarmasih kepada PDAM Kabupaten Banjar. Penandatanganan MOU kerjasama antara PDAM Bandarmasih dengan BPD Kalimantan Selatan dan POLRI dalam rangka peningkatan pelayanan dan tindaklanjut pencurian air oleh pelanggan. Program Penyesuaian Tarif sebesar 5% secara bertahap selama 6 bulan sekali. Program Profesionalisme Karyawan melalui pelaksanaan pelatihan secara berkala, reward dan punishment.