Anda di halaman 1dari 23

ASKEP THYPOID

BY Dwi rezti refdita

DEMAM TIPOID
DEFINISI Thypoid abdominalis merupakan infeksi akut yang terjadi pada usus halus yang disebabkanoleh salmonella thypii. Penyakit ini dapat ditularkan melalui makanan, mulut atau minuman yang terkontaminasi oleh kuman salmonella thypii

ASKEP PADA DEMAM TIPOID

I.

PENGKAJIAN
Identitas klien
: Tn. A : 26 thn : laki-laki : Ny Z : peg. Puskesmas : S1 : kuranji : tifus abdominalis : 55 kg : 168 cm

Nama Umur Jenis Kelamin Nama istri Pekerjaan Pendidikan Alamat Dx medis BB TB

II. Keluhan utama Alasan masuk RS : demam sejak 3 hr yll, demam tinggi hilang timbul terutama sore dan malam hari III. RKD
Pernah demam 1 bln yll selama 1 minggu Tidak pernah dirawat di RS Tidak ada alergi

IV. RKS Saat ini klien mengeluh lidahnya sakit, batuk ( sputum + ), perut terasa kurang nyaman, klien kesulitan makan karena lidahnya terasa sakit, klien mengeluh mual dan muntah V. RKK tidak ada keluarga menderita penyakit yg serupa, higiene keluarga baik

VII. Pemeriksaan fisik 1. KU : Baik Kesadaran : CMC 2. TB/BB: 168 cm/ 55kg 3. Kepala : normochepalic, rambut hitam, pendek dan lurus dengan penyebaran yang merata.. Tidak ada lesi. 4. Mata : letak simetris, konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik. 5. Hidung : pernapasan tidak menggunakan cuping hidung, tidak ada polip, bersih. 6. Mulut Mulut : kurang bersih bibir tidak kering. gigi: kotor dan terdapat caries, lidah : kotor

7. Telinga : pendengaran baik, tidak ada serumen. 8. Leher : tidak ada pembesaran kelenjar thyroid. 9. Dada : simetris, pernapasan vesikuler. 10. Abdomen : nyeri tekan pada epigastrium. 11. Ekstremitas :
atas : tangan kanan terpasang infus dan aktifitasnya dibantu oleh keluarga. bawah : tidak ada lesi

12. Anus : tidak ada haemorroid. 13. Tanda - tanda Vital :


Tekanan Darah: 120/80 mmHg Nadi : 120 x/menit Suhu : 39 C Respirasi : 24 x/menit

11. Paru paru Palpasi : fremitus kiri- kanan Auskultasi : vesikuler 12. Perut Inspeksi : tdk ada pembengkakan Palpasi : lunak 13. Punggung : tdk tekaji 14. Ekstremitas: kekuatan dan tonus otot baik 15. Genitalia : tdk terkaji 16. Kulit : integritas baik

IX. Pemeriksaan penunjang Lab : Hb : 11,6 Leukosit : 7.000 mm3 basofil ; 0% S Ty O (+) 1/80 S Ty H (+) 1/80 X. Masalah keperawatan berdasarkan prioritas
1. 2. 3. Hipertemie berhubungan dengan dehidrasi Nyeri akut Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan tidak mampu menelan atau mencerna

XI. TTV Tekanan Darah: 120/80 mmHg Nadi : 120 x/menit Suhu : 39 C Respirasi : 32 x/menit

XIII. Analisa data 1. DS : - Klien mengatakan demam sejak 3 hari yang lalu DO : - suhu : 39C - mukosa bibir kering - pasien lemah Dx kep : Hipertemi berhubungan dengan dehidrasi

Analisa data
2. DS : - klien mengeluh lidahnya sakit DO : - perut terasa kurang nyaman Dx kep : nyeri akut

Analisa data
3. DS : - Klien mengeluh lidahnya sakit saat makan DO : -Terlihat sisa nasi dalam mangkok
- Klien tidak bisa menghabiskan makanannya - Klien menghabiskan porsi makannya hanya porsi

- BB 55 kg TB 168 cm Diagnosa kep : Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan tidak mampu menelan atau mencerna

XIV. Intervensi keperawatan 1. Hipertemie berhubungan dengan dehidrasi NOC : Suhu tubuh pasien dalam batas normal NIC :

Regulasi suhu
Monitor temperature tiap 2 jam Monitor tekanan darah,nadi dan respirasi Monitor warna kulit dan temperature Pantau asupan nutrisi dan cairan yang adekuat

Treatment demam
Kompres dengan air hangat Banyak minum air putih Monitor temperature

Manajemen lingkungan
Ciptakan lingkungan yang nyaman bagi pasien Sediakan tempat tidur yang nyman bagi pasien Atur pencahayaan untuk efek terapi Batasi pengunjung

Manajemen cairan
Timbang BB setiap hari Hitung haluaran Pertahankan intake yang adekuat Monitor status nutrisi

2. Dx kep : nyeri akut NOC : Melaporkan nyeri secara verbal dan non verbal Posisi untuk mengurangi nyeri Perubahan dalam nafsu makan

NIC : Manajemen nyeri


Lakukan penilaian nyeri secara komprehensif mulai dari lokasi, karateristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas, dan penyebab Kaji ketidak nyamanan secara non verbal terutama untuk pasien yang tidak bisa mengkomunikasikannya secara efektif

Pastikan pasien mendapatkan perawatan dengan analgetik Kontrol faktor lingkungan yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada pasien Anjurkan untuk istirahat atau tidur yang adekuat untuk mengurangi nyeri

Pemberian analgetik
Kolaborasi pemberian analgetik dengan tim medis lainnya

3. Diagnosa kep : Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan tidak mampu menelan atau mencerna NOC : - Berat badan klien normal - Konjungtiva dan mukosa dalam batas normal - Tidak ada inflamasi pada rongga mulut - Mampu mengunyah makanan

Cont
Manajemen nutrisi
Kaji apakah klien punya alergi makanan Kaji makanan kesukaan klien Berikan makanan yang lunak dan lembut Monitor intake nutrisi dan kalori Berikan informasi tentang kebutuhan nutrisi tentang kebutuhan nutrisinya Sesuaikan diet pasien dengan tipe badan dan gaya hidupnya

Cont
Manajemen cairan
Timbang BB setiap hari Hitung haluaran Pertahankan intake yang adekuat Monitor status nutrisi

Monitor cairan
Monitor BB Monitor warna dan kuantitas urine Monitor tanda ascites Beri cairan Batasi intakecairan Pertahankan aliran IV