Anda di halaman 1dari 4

Nama NPM Jurusan

: Haris Setiawan : 1306401656 : Teknik Mesin

Lingkup Subpokok Bahasan : Perkembangan Islam di Masa Nabi Masalah : Bagaimana terbentuknya Islam dan cara nabi menyebarkannya ?

MASA SEBELUM KENABIAN a. Saat Dilahirkan Hingga Anak-Anak Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir bagi umat islam, beliau di lahirkan di keluarga yang bersih dan suci serta mempunyai silsilah terhormat, tetapi relatif miskin. Anggota Bani Hasyim yaitu suatu kabilah yang berkuasa dalam suku Quraisy. Ayahnya bernama Abdullah anak dari Abdul Muthollib dan ibunya benama Aminah Binti Wahab Binti Yuhroh. Beliau lahir pada waktu subuh hari Senin tanggal 12 Robiul Awal tahun Gajah. Bertepatan tanggal 20 April 571 M, dirumah ibunya di kampung Bani Hasyim di kota Makkah Al Mukarramah.Tahun kelahiran Nabi dinamakan tahun gajah karena pada tahun tersebut pasukan Abrahah gubernur kerajaan Habsiy (Ethopia) dengan menunggang gajah menyerbu Makkah. Pada malam kelahiran Rasululah sholallah alahi wa aalihi wa shohbihi was salam terjadi berbagai macam keanehan dan keajaiban, di antaranya adalah robohnya patung-patung yang ada di sekililing Kabah. Bersama kelahiran beliau sholallah alahi wa aalihi wa shohbihi was salam pula, muncul cahaya yang sangat terang sehingga dapat menerangi istana-istana yang ada di negeri Syam (Syiria pada saat ini). Di antara keanehan dan keajaiban yang lain adalah adanya goncangan yang amat dahsyat meluluhlantahkan istana Kaisar Persia dan menhancurkan beranda-berandanya. Api persembahan mereka yang belum pernah padam selama seribu tahun tiba-tiba padam. Danau yang biasa meluap seketika itu surut, sebuah danau yang sangat besar di wilayah Persia.

Setelah di susukan ibunya selama tiga hari, beliau disusukan oleh Suaebah hanya beberapa hari saja. Kemudian beliau di susui dan di asuh oleh Halimah Binti Abi Dzuaib, seorang wanita dari dusun Banu Sa'ad. Ketika Nabi SAW masih berusia 7 hari di khitan oleh kakeknya sendiri Abdul Muthollib. Kemudian diberi nama Muhammad. Nabi Muhammad lahir dalam keadaan yatim karena ayahnya Abdullah meninggal dunia satu bulan setelah menikahi Aminah. Beliau di asuh oleh Halimah selama empat tahun, setelah menyusui nabi Allah melimpahkan banyak berkah yang berlipat ganda kepadanya. Setelah itu, kurang lebih selama 2 tahun dia berada dalam asuhan ibu kandunganya. Ketika beliau berumur 6 tahun ibunya Siti Aminah mengajaknya berziarah menengok saudara-saudaranya di Madinah bersama Ummu Aiman, budak wanita peninggalan ayahnya. Dengan takdir Allah SWT pada waktu perjalanan mereka sampai disuatu tempat bernama Abwa, ditempat tersebut ibunya jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia, serta dikuburkan di tempat itu juga. Akhirnya Nabi SAW diasuh kakeknya, namun dua tahun kemudian kakeknya meninggal dunia karena sudah tua. Kemudian diasuh pamannya Abu Tholib. b. Saat Usia Muda Dalam usia muda Muhammad hidup menggembala kambing keluarganya dan penduduk makkah. Melalui pengembalaan ini Dia berpikir dan merenung, pemikiran dan perenungan ini membuatnya jatuh dari pemikiran nafsu duniawi, sehingga ia terhindar dari berbagai macam noda yang dapat merusak namanya. Karena itu ia di juluki Al Amin (orang yang terpercaya). Nabi Muhammad ikut pamannya berdagang untuk pertama kali ke Syiria (Syam) dalam usia 12 tahun. Kafilah itu di pimpin Abu Tholib. Dalam perjalanan ia bertemu pendeta Kristen bernama Buhoiroh, pendeta itu melihat tanda-tanda kenabian pada Nabi Muhammad sesuai dengan petunjuk cerita kristen. Ketika nabi berusia 15 tahun beliau ikut pergi ke medan perang "Al-Fidjar" ialah peperangan yang terjadi antara keluarga keturunan Kihanah dan keluarga Khuraisiy. Pada usia ke 25 beliau berangkat ke Siyria membawa barang dagangan saudagar wanita kaya raya yang telah lama menjanda, yang bernama Khodijah. Dalam perdagangan ini nabi memperoleh laba yang besar. Kemudian Khodijah melamarnya,

lamaran itu diterima dan pernikahan segera di laksanakan. Saat itu nabi berusia 25 tahun dan Khodijah berusia 40 tahun. Dalam perkembangan selanjutnya Khotijah adalah wanita yang pertama kali masuk Islam dan banyak membantu nabi dalam perjuangan menyebarkan Islam. Perkawinan beliau dikaruniai 6 orang anak 2 putra dan 4 putri yang bernama Qosim, Abdullah, Zainab, Roqoiyah, Ummu Khultsum dan Fatimah. Kedua putranya meninggal waktu kecil. c. Menerima Wahyu Pada Nabi Muhammad SAW berusia 40 tahun, nabi sering menyendiri di dalam gua Hira, Rasulullah SAW memang bukan berdoa dalam arti seperti kita sekarang ini. Sebab beliau memang belum mendapatkan penjelasan langsung dari Allah SWT tentang sosok-Nya. Juga belum ada tata aturan dalam cara beribadah dan berdoa kepada-Nya. Sehingga yang beliau lakukan bukan berdoa, melainkan menyepi untuk melakukan tahannus. Beliau tentu tidak berkomat-kamit mengangkat tangan ke langit. Namun yang berliau lakukan adalah merenung, berpikir, melakukan evaluasi, serta berdialog dengan diri sendiri. Hingga kemudian Allah SWT berkenan berbicara kepada-Nya lewat perantaraan malaikat Jibril. Seluruh proses penerimaan wahyu Allah memang melalui perantara Jibri sebagai malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu. Pada saat mendapatkan wahyu pertama, sang baginda Rasulullah bahkan menganggap bahwa dirinya gila. Hanya jiwa yang besar dan kuatlah yang sanggup memikul beban kenabian itu. Surah pertama yang disampaikan Malaikat Jibril adalah Al-Alaq 1-5. Salah satu penulis sejarah Islam terkenal, Hussein Haekal menuliskan, usai menerima wahyu pertama, baginda Nabi Muhammad SAW terus terbangun dengan ketakutan dan kebingungan. Ia merasa benar-benar tidak dapat menafsirkan apa yang telah terjadi pada dirinya. Diriwayatkan dari Aisyah, Ummul mukminin ra. dia berkata; Awal mula wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah SAW adalah berupa mimpi yang benar. Saat itu Rasulullah SAW tengah berkhalwat (menyepi) di Gua Hira. Hal ini memang biasa Ia lakukan untuk beribadah selama beberapa malam sebelum beliau kembali kepada keluarganya. Biasanya Rasulullah SAW membawa perbekalan makanan, lalu beliau

pulang menemui Khadijah untuk mengambil perbekalan lagi. Di sana lah wahyu pertama tersebut turun melalui perantara Jibril.