Anda di halaman 1dari 22

LABORATORIUM PENGUJIAN TANAH JOB I

KELOMPOK I

II B GEDUNG 2013

KADAR AIR A. Tujuan Untuk menentukan kadar air tanah yaitu perbandingannya antara berat air yang terkandung dalam tanah dengan berat kering tanah.

B. Dasar Teori Kadar air tanah adalah perbandingan antara berat air yang terkandung di dalam berat tanah kering yang di nyatakan dalam persen. Tanah dalam keadaan jenuh apabila pori-porinya terisi air dan jika pori-porinya terisi udara maka tanah tersebut dalam keadaan kering. Dan jika pori tanah terisi udara dan air maka tanah tersebut dalam keadaan lembab. Rumus : w=( Keterangan : Berat cawan kosong = ( gram ) gram ) gram ) x100 %

Berat cawan + tanah kering = ( Berat cawan + tanah basah = (

C. Alat dan Bahan 1. Alat Oven pemanas dengan suhu sampai 115 C Cawan kedap air Timbangan dengan ketelitian 0,01 gram Desikator

2. Bahan Tanah Uji

JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LABORATORIUM PENGUJIAN TANAH D.Langkah Kerja

KELOMPOK I

II B GEDUNG 2013

Timbang cawan yang kosong dalam keadaan besih dan kering, catat beratnya. Masukan tanah yang akan diuji ke cawan yang telah diketahui beratnya. Timbang cawan + tanah basah dan catat beratnya. Masukan cawan + tanah ke oven (t = 110 5 C )selama 24 jam. Contoh tanah yang ada di dalam oven selama 24 jam di keluarkandari oven dan didinginkan dalam desikator. Setelah dingin ,cawan dan tanah kering ditimbang dan dicatat beratnya.

E. Data dan Analisa Perhitungan Data : Sample I 15.334 78.112 92.958 Analisa Perhitungan : Sampel I Berat air = ( ) gram = 92.958 78.112 = 14.864 gram II 13.320 76.969 91.948

Keterangan

Berat tanah kering = (

) gram

= 78.112 -15.334 = 62.778 gram

Kadar air = ( = (

) x100 %

) x 100 %

= 23.533 %

JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LABORATORIUM PENGUJIAN TANAH Sampel II Berat air = ( ) gram

KELOMPOK I

II B GEDUNG 2013

= 91.948 - 76.969 = 14.979 gram Berat tanah kering = ( ) gram

= 76.969 -63.649 = 13.320 gram

Kadar air = (

x100 %

= (

) x 100 %

=(

) x 100 %

= 23.648 % Kadar air rata-rata w=( = 23.5905 % Table Hasil Pengujian

PEMERIKSAAN KADAR AIR Keterangan Beratcawan + tanahbasah Beratcawan + tanahkering Berat air Beratcawankosong Berattanahkering Kadar air Kadar air rata-rata (w) (gram) (gram) (gram) (gram) (gram) (%) (%) Sample I II 92.958 91.948 78.112 76.969 14.846 14.979 15.334 13.320 62.778 63.649 23.533 23.648 23.5905 %

JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LABORATORIUM PENGUJIAN TANAH F. Kesimpulan

KELOMPOK I

II B GEDUNG 2013

Dari hasil pengamatan yang telah di uji, kadar air rata rata yang terkandung dalam tanah yaitu sebesar 23.5905 %

G. Gambar Alat

ve Oven Pemanas

Cawan

Timbangan Digital

Desikator

JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LABORATORIUM PENGUJIAN TANAH H. Dokumentasi

KELOMPOK I

II B GEDUNG 2013

Pengambilan Sampel Tanah uji

Timbang Sampel I

Sample dimasukan Kedalam oven

JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LABORATORIUM PENGUJIAN TANAH JOB II

KELOMPOK I

II B GEDUNG 2013

BERAT ISI A. Tujuan Dapat memahami pengertian berat isi tanah Dapat melaksanakan pengujian berat isi tanah dengan benar Dapat menghitung berat isi dengan benar.

B. DasarTeori Berat isi adalah perbandingan antara beratisi tanah dengan volumenya dalam gram/cm.Berat isi adalah suatu vector yang harus mengikut sertakan angka pori dan kadar air dalam deskripsinya akan tetapi dalam penyampaiannya berat isi yang sesuai yaitu kondisi yang dianggap selalu konstan. Rumus : Beratisi () = ( )

Volume tanah = .3.14 . d. t Keterangan : = Berat isi tanah( gr/cm ) ( ( d t 1. Alat Cincin uji Pisau pemotong contoh Timbangan dengan ketelitian 0.01 gram Jangka Sorong Spatula = diameter cincin = tinggi cincin uji

C. Alat Dan Bahan

2. Bahan Tanah uji Vaseline

JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LABORATORIUM PENGUJIAN TANAH D. LangkahKerja

KELOMPOK I

II B GEDUNG 2013

Mengukur tinggi cincin uji (t) dan diameter dalamnya (d) Cincin ditimbang dalam keadaan kosong ( ) Bagian luar dalam cincin diolesi dengan Vaseline Benda uji disiapkan dengan menekan cincin pada tabung contoh sampai cincin terisi penuh Ratakan kedua pemukaan dan bersihkan cincin sebelah luar Timbang cincin dan contoh tanah, catat beratnya ( Hitung volume tanah. )

E. Data dan Analisa Perhitungan Data : Nomor Contoh Diameter Cincin ( d ) Tinggi Cincin ( t ) Berat cincin kosong ( ) ) Satuan Cm Cm Gr Gr I 6.365 2.04 68.4 161.22 II 6.365 2.06 70.51 150.66

Berat cincin + tanah basah ( Analisa perhitungan: Volume tanah :

= . 3,14 . d .t = . 3,14 . (6,365) . 2,040 = 64,877 cm = . 3,14 . d .t = . 3,14 . (6,365) . 2,065 = 65,672 cm Berat isi : = ( = = 1,430 gr/cm )

JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LABORATORIUM PENGUJIAN TANAH =( = = 1,220 gr/cm Berat isi rata rata ( = = = 1,325 gr/cm Tabel hasil pengujian : Nomor Contoh Berat cincin + tanah basah Berat cincin kosong Berat tanah basah Volume tanah Berat isi Berat isi rata-rata (gram) (gram) (gram) (cm) (gram/cm) (gram/cm) ) )

KELOMPOK I

II B GEDUNG 2013

I 161.22 68.4 92.82 64.877 1,430

II 150.66 70.51 80.15 65.672 1,220

1.325 gr/cm

F. Kesimpulan Dari pengujian tanah diperoleh berat isi rata-rata yang ada adalah 1,325 gr/cm G. GambarAlat

Cincin Uji JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

Spatula

LABORATORIUM PENGUJIAN TANAH

KELOMPOK I

II B GEDUNG 2013

Timbangan Digital

Jangka sorong

H. DOKUMENTASI

Mengukur Diameter dalam Cincin uji

Mengukur Tinggi cincin uji

JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LABORATORIUM PENGUJIAN TANAH

KELOMPOK I

II B GEDUNG 2013

Pengambilan sample tanah

Cincin dan tanah uji di timbang

JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

10

LABORATORIUM PENGUJIAN TANAH

KELOMPOK I

II B GEDUNG 2013

JOB III BERAT JENIS A. Tujuan

Dapat melaksanakan pengujian berat jenis dengan benar Untuk mengetahui Berat jenis suatu tanah

B. Dasar Teori Berat jenis adalah perbandingan antara berat butir air dengan berat air destilasi di udara dengan volume yang sama pada temperature tertentu. Berat jenis dari butiran tanah sering dibutuhkan dalam berbagai perhitungan mekanika tanah. Pengujian ini di maksud untuk menentukan berat jenis tanah yang lolos saringan No. 40 dengan menggunakan piknometer 100 ml dan 50 ml. Rumus : Gs = ( Keterangan : Gs = Berat jenis = Berat piknometer kosong (gr) = Berat piknometer + tanah (gr) = Beratpiknometer + tanah + air (gr) = Berat piknometer + air (gr) K C. Alat dan Bahan Alat : 1. Piknometer 100 ml dan 50 ml 2. Timbangan dengan ketelitian 0,01 gram 3. Desikator 4. Oven Pengering 5. Thermometer dengan kapasitas 0 50 C 6. Palu karet 7. Saringan No. 40 8. Kompor Pemanas / Hot Plate 9. Bak pengatur suhu 10. Talam JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 11 = Faktor koreksi
( (

LABORATORIUM PENGUJIAN TANAH Bahan : 1.Tanah uji 2.Aquades / Air suling D. Langkah Kerja

KELOMPOK I

II B GEDUNG 2013

1. Siapkan contoh tanah kering yang telah dioven selama 24 jam yang lolos saringan No. 40 sebanyank 15 25 gram. 2. Piknometer yang kosong di timbang( 3. Tanah yang lolos saringan No.40 di masukan kedalam piknometer kemudian ditimbang( 4. Air dimasukan sebanyak 1/3 dari tinggi piknometer 5. Didihkan air di dalam talam dan rebus piknometer yang berisi tanah dan air, untuk menghilangkan udara yang terperangkap dalam contoh tanah atau dengan menghisa pudara yang terperangkap dengan pompa vakum 6. Piknometer air + tanah yang sudah direbus di dinginkan dalam desikator selama 5-10 menit 7. Setelah itu piknometer di isi air sampai penuh 8. Kemudian rendam piknometer kedalam bak pengatur suhu, sehingga piknometer yang berisi air + contoh tanah mencapai suhu konstan. 9. Catat suhunya dan jika air berkurang tambahkan lagi sehingga penuh

10. Piknometer + tanah + air yang telah direndam di bersihkan bagian luarnya dan di timbang ( 11. Bersihkan piknometer dan isi air hingga penuh 12. Kemudian masukan ke dalam bak pengatur suhu atur suhunya sama dengan suhu di atas. 13. Keringkan bagian luar piknometer dan timbang piknometer + air (

JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

12

LABORATORIUM PENGUJIAN TANAH E. Data dan Analisa Perhitungan Data Pengujian : Keterangan Sample I

KELOMPOK I

II B GEDUNG 2013

Sample II 50,320 gr 69,530 gr 162,233 gr 152,20 gr 0,9989

34,656 gr 56,589 gr 96,855 gr 86,05 gr K Analisa Perhitungan =( =( = =


( ( ( (

0,9989

xK x 0,9989

x 0,9989 x 0,9989

= 1,968 gram/cm =( =( = =
( ( ( (

xK x 0,9989

x 0,9989 x 0,9989

= 2,090 gram/cm Berat jenis rata- rata Gs = = = 2,029 gr/cm

JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

13

LABORATORIUM PENGUJIAN TANAH Tabe lHasil Pengujian Nomor Piknometer Berat piknometer kosong ( ) Berat piknometer + tanah ( ) )

KELOMPOK I

II B GEDUNG 2013

Satuan gr gr gr gr C gr/cm gr/cm

I 34.656 56.589 96.855 86.05 29 0.9989 1,968 2,029

II 50.32 69.53 162.233 152.2 29 0.9989 2,090

Berat piknometer + tanah + air ( Piknometer + air ( Suhu ( t ) Faktor koreksi ( K ) Berat jenis Berat jenis rata - rata F. KESIMPULAN )

Dari hasil Pengujian tadi di peroleh berat jenis rata rata yang ada adalah 2,029 gr/cm

JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

14

LABORATORIUM PENGUJIAN TANAH G. GAMBAR ALAT

KELOMPOK I

II B GEDUNG 2013

Piknometer kapasitas 50 ml dan 100 ml

Palu karet

Saringan No.40

Timbangan digital

Hot plane Alat Pemanas (Hot plate)

Desikator Desikator

JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

15

LABORATORIUM PENGUJIAN TANAH

KELOMPOK I

II B GEDUNG 2013

Bak Pengatur Suhu H. DOKUMENTASI

Oven

Pengambilan sample tanah

Piknometer kosong di timbang

Pikno meter di isi full

Piknometer di panasi dengan hot plate

JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

16

LABORATORIUM PENGUJIAN TANAH

KELOMPOK I

II B GEDUNG 2013

Piknometer di masukan ke dalamdesikator

Piknometer dimasukan dalam bak pengatur suhu

JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

17

LABORATORIUM PENGUJIAN TANAH

KELOMPOK I JOB IV

II B GEDUNG 2013

ANALISA SARINGAN A. Tujuan Untuk menentukan pembagian ukuran butir suatu contoh tanah

B. Dasar Teori Analisa saringan yaitu penentuan variasi ukuran-ukuran partikel yang ada pada tanah. Variasi tersebut di nyatakan dalam persen (%) dari berat kering total tanah. Ada 2 cara umum di lakukan untuk mendapatkan distribusi ukuran-ukuran partikel yaitu dengan analisa ayakan dan analisa Hidrometer. Analisa ayakan dipakai untuk ukuran partikel dengan diameter lebih besar dari 0.075 mm, sedangkan analisa Hidrometer dipakai untuk ukuran partikel dengan diameter lebih kecil dari 0.075 mm.

C. Alat dan Bahan Alat 1. Ayakan ukuran No.4,10,18,30,40,60,100,200 dan pan 2. Timbangan digital dengan ketelitian 0.01 gram 3. Mesin pengetar saringan 4. Oven 5. Desikator 6. Talam-talam 7. Palu karet 8. Kuas dan sendok Bahan 1. Tanah uji

D. Langkah Kerja 1. Tanah uji dimasukan kedalam oven selama 24 jam untuk memperoleh tanah kering. 2. Tanah yang dari oven di gemburkan atau dipukul dengan palu karet agar mudah disaring. 3. Tiap tiap saringan ditimbang, lalu disusun secara berurut mulai dari yang terkecil (pan) paling bawah sampai saringan yang terbesar (No.4) paling atas.

JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

18

LABORATORIUM PENGUJIAN TANAH

KELOMPOK I

II B GEDUNG 2013

4. Tanah kering oven ditimbang sebanyak 1000 gram dan diletak kan pada saringan paling atas (No.4), lalu saringan di getarkan dengan mesin penggetar/ pengguncang selama 15 menit. 5. Setelah 15 menit Tanah uji yang tertahan pada masing-masing saringan di timbang dan di catat hasilnya.

E. Data dan Analisa Perhitungan Tabel Hasil Pengujian No. Saringan Berat Saringan (gr) No.4 No.10 No.18 No.30 No.40 No.60 No.100 No.200 Pan Jumlah 461,17 440,57 380,98 326,03 393,59 291,94 278,92 270,10 464,32 Berat tanah tertahan (gr) 11,66 232,33 277,87 147,50 55,29 122,09 49,74 28,22 65,60 990.30 Berat Saringan dan tanah tertahan 472,83 672,90 658,85 473,53 448,88 414,03 328,66 298,92 529,92

Analisa Perhitungan a. Berat tanah tertahan = ( Berat saringan + tanah tertahan ) Berat saringan b. Jumlah berat tanah tertahan = jumlah berat tanah tertahan untuk masing masing ukuran secara kumulatif. c. Persen kumulatif tertahan = jumlah berat tanah : jumlah berat total tanah yang di saring x 100 % d. Persen kumulatif lolos = 100 % - persen kumulatif tertahan Berat tanah tertahan No.10 berat tanah tertahan No.4 + berat tanah tertahan No.10 = 11.66 + 232,33 = 243,99 gram JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

19

LABORATORIUM PENGUJIAN TANAH % Komulatif

KELOMPOK I

II B GEDUNG 2013

berat tanah tertahan Tanah tertahan = Jumlah total berat tanah tertahan No.10 = x 100 % x 100 %

= 8,936 % Tanah lolos = 100 % - % komulatif No. 10 = 100 % - 8,936 = 91,064 %

Tabel Analisa Perhitungan No. Saringan Berat saringan (gram) 461,17 440,57 380,98 326,03 393,59 291,94 278,92 270,10 464,32 Berat tanah tertahan (gram) 11,66 232,33 277,87 147,50 55,29 122,09 49,74 28,22 65,60 990,30 Berat tanah tertahan (gram) 11,66 243,99 521,86 669,36 724,65 864,74 896,48 924,70 990,30 Persen (%) Tertahan 1,177 24,637 52,697 67,591 73,174 87,321 90,526 93,375 100 Lolos 98,823 75,637 47,697 32,409 26,174 12,679 9,474 6,625 0 Berat saringan + tanah tertahan (gram) 472,83 672,90 658,85 473,53 448,88 414,03 328,66 298,92 529,92

No.4 No.10 No.18 No.30 No.40 No.60 No.100 No.200 Pan Jumlah

% Jenis tanah percobaan Kerikil halus = 100 % - 98,823 % Pasir kasar Pasir Sedang Pasir halus Lanau dan Lempung = 98,823 % - 75,637 % = 75,637 % - 32,409 % = 32,409 % - 6,625 % = 9,474 % - 0 %

= 1,177 % = 23,186 % = 43,228 % = 25,784 % = 9,474 %

JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

20

LABORATORIUM PENGUJIAN TANAH F. Kesimpulan

KELOMPOK I

II B GEDUNG 2013

Dari hasil Pengujian di peroleh kerikil halus = 1,177 %, pasir kasar = 23,186 %, Pasir sedang = 43,228 %, pasir halus = 25,784 %, lanau dan lempung = 9,474 %.

Tabel Grafik

% Lolos
120 100 80 60 40 20 0 No.4 No.10 No.18 No.30 No.40 No.60 No.100No.200 Pan

% Lolos

G.

Gambar Alat

JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

21

LABORATORIUM PENGUJIAN TANAH

KELOMPOK I

II B GEDUNG 2013

JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

22