Anda di halaman 1dari 1

BAB 5. PENUTUP 5.1 Kesimpulan Ikterus merupakan suatu gejala yang sering ditemukan pada bayi baru lahir.

Beberapa penulis barat menyebutkan bahwa ikterus 50 % terjadi pada bayi cukup bulan dan 75 % pada bayi prematur. Angka kejadian lebih sering terjadi pada bayi pria daripada bayi wanita. Ikterus biasanya bermanifestasi pada kadar yang lebih rendah pada orang yang berkulit putih dan lebih tingi pada orang yang berkulit berwarna. Ikterus adalah salah satu keadaan yang menyerupai penyakit hati yang terdapat pada bayi baru lahir yaitu terjadinya hiperbirubinemia yang merupakan salah satu kegawatan pada BB! karena dapat menjadi penyebab gangguan tumbang bayi. (Perawatan anak sakit, hal. 197) "enurut #lous dan $anaraft %&''() bilirubin dibedakan menjadi dua jenis yaitu* &. Bilirubin tidak terkonjugasi atau bilirubin indirek atau bilirubin bebas yaitu bilirubin tidak larut dalam air berikatan dengan albumin untuk transport dan komponen bebas larut dalam lemak serta bersifat toksik untuk otak karena bisa melewati sawar darah otak. +. Bilirubin terkonjugasi atau bilirubin direk atau bilirubin terikat yaitu bilirubin larut dalam air dan tidak toksik untuk otak. 5.2 Saran Ikterus merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering timbul pada neonatus dan bayi oleh sebab itu peran perawat dan instansi terkait dalam menangani dan mencari solusi masalah tersebut perlu dilakukan agar kejadian ikterus yang telah terjadi tidak berlanjut pada masalah yang lebih beresiko.