Anda di halaman 1dari 4

Assalamualaikum, Saya seorang mahasiswi 20th. Saya ingin mengenakan jilbab, insyaallah dalam waktu dekat ini.

Saya punya pacar seorang muslim juga dan alhamdulillah taat pada agama. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana sebenarnya hukum dari pacaran itu menurut pandangan islam? Dan apakah boleh bila saya sudah mengenakan jilbab tetapi masih pacaran? erimakasih atas jawabannya. !assalam, !ien Yogyakarta Jawaban: Assalamu "alaikum !arahmatullahi !abaraktuh Alhamdulillah, !ashshalatu wassalamu "ala #asulillah, wa ba d. $stilah pacaran itu sebenarnya bukan bahasa hukum, karena pengertian dan batasannya tidak sama buat setiap orang. Dan sangat mungkin berbeda dalam setiap budaya. %arena itu kami tidak akan menggunakan istilah "pacaran" dalam masalah ini, agar tidak salah konotasi. Pacaran Dalam Pandangan Islam a. Islam Mengakui Rasa Cinta $slam mengakui adanya rasa cinta yang ada dalam diri manusia. %etika seseorang memiliki rasa cinta, maka hal itu adalah anugerah Yang %uasa. ermasuk rasa cinta kepada wanita &lawan jenis' dan lain(lainnya. )Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa(apa yang diingini, yaitu* wanita( wanita, anak(anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang( binatang ternak dan sawah ladang. $tulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah(lah tempat kembali yang baik.) &+S. Ali $mran *,-'. %husus kepada wanita, $slam menganjurkan untuk mengejwantahkan rasa cinta itu dengan perlakuan yang baik, bijaksana, jujur, ramah dan yang paling penting dari semau itu adalah penuh dengan tanggung(jawab. Sehingga bila seseorang mencintai wanita, maka menjadi kewajibannya untuk memperlakukannya dengan cara yang paling baik. #asulullah SA! bersabda, ).rang yang paling baik diantara kamu adalah orang yang paling baik terhadap pasangannya &istrinya'. Dan aku adalah orang yang paling baik terhadap istriku.) b. Cinta Kepada Lain Jenis Hanya da Dalam !u"ud Ikatan #$rmal

/amun dalam konsep $slam, cinta kepada lain jenis itu hanya dibenarkan manakala ikatan di antara mereka berdua sudah jelas. Sebelum adanya ikatan itu, maka pada hakikatnya bukan sebuah cinta, melainkan na0su syahwat dan ketertarikan sesaat. Sebab cinta dalam pandangan $slam adalah sebuah tanggung jawab yang tidak mungkin sekedar diucapkan atau digoreskan di atas kertas surat cinta belaka. Atau janji muluk( muluk lewat S1S, chatting dan sejenisnya. api cinta sejati haruslah berbentuk ikrar dan pernyataan tanggung(jawab yang disaksikan oleh orang banyak. 2ahkan lebih 3keren3nya, ucapan janji itu tidaklah ditujukan kepada pasangan, melainkan kepada ayah kandung wanita itu. 1aka seorang laki(laki yang bertanggung(jawab akan berikrar dan melakukan ikatan untuk menjadikan wanita itu sebagai orang yang menjadi pendamping hidupnya, mencukupi seluruh kebutuhan hidupnya dan menjadi "pelindung" dan 3pengayomnya". 2ahkan "mengambil alih" kepemimpinannya dari bahu sang ayah ke atas bahunya.

Dengan ikatan itu, jadilah seorang laki(laki itu "the real gentleman". %arena dia telah menjadi suami dari seorang wnaita. Dan hanya ikatan inilah yang bisa memastikan apakah seorang laki(laki itu betul serorang gentlemen atau sekedar kelas laki(laki iseng tanpa nyali. 2eraninya hanya menikmati sensasi seksual, tapi tidak siap menjadi the real man. Dalam $slam, hanya hubungan suami istri sajalah yang membolehkan terjadinya kontak( kontak yang mengarah kepada birahi. 2aik itu sentuhan, pegangan, cium dan juga seks. Sedangkan di luar nikah, $slam tidak pernah membenarkan semua itu. %ecuali memang ada hubungan "mahram" &keharaman untuk menikahi'. Akhla4 ini sebenarnya bukan hanya monopoli agama $slam saja, tapi hampir semua agama mengharamkan per5inaan. Apalagi agama %risten yang dulunya adalah agama $slam juga, namun karena terjadi penyimpangan besar sampai masalah sendi yang paling pokok, akhirnya tidak pernah terdengar kejelasan agama ini mengharamkan 5ina dan perbuatan yang menyerampet kesana. Sedangkan pemandangan yang lihat dimana ada orang $slam yang melakukan praktek pacaran dengan pegang(pegangan, ini menunjukkan bahwa umumnya manusia memang telah terlalu jauh dari agama. %arena praktek itu bukan hanya terjadi pada masyarakat $slam yang nota bene masih sangat kental dengan keaslian agamanya, tapi masyakat dunia ini memang benar(benar telah dilanda degradasi agama. 2arat yang mayoritas nasrani justru merupakan sumber dari hedonisme dan permisi0isme ini. Sehingga kalau pemandangan buruk itu terjadi juga pada sebagian pemuda(pemudi $slam, tentu kita tidak melihat dari satu sudut pandang saja. api lihatlah bahwa kemerosotan moral ini juga terjadi pada agama lain, bahkan justru lebih parah. c. Pacaran %ukan Cinta 1elihat kecenderungan akti0itas pasangan muda yang berpacaran, sesungguhnya sangat sulit untuk mengatakan bahwa pacaran itu adalah media untuk saling mencinta satu sama lain. Sebab sebuah cinta sejati tidak berentu sebuah perkenalan singkat, misalnya dengan bertemu di suatu kesempatan tertentu lalu saling bertelepon, tukar menukar S1S, chatting dan diteruskan dengan janji bertemua langsung. Semua bentuk akti0itas itu sebenarnya bukanlah akti0itas cinta, sebab yang terjadi adalah kencan dan bersenang(senang. Sama sekali tidak ada ikatan 0ormal yang resmi dan diakui. 6uga tidak ada ikatan tanggung(jawab antara mereka. 2ahkan tidak ada ketentuan tentang kesetiaan dan seterusnya. 7adahal cinta itu memiliki, tanggung(jawab, ikatan syah dan sebuah harga kesetiaan. Dalam 0ormat pacaran, semua instrumen itu tidak terdapat, sehingga jelas sekali bahwa pacaran itu sangat berbeda dengan cinta. d. Pacaran %ukanla& Pen"a"akan'Perkenalan 2ahkan kalau pun pacaran itu dianggap sebagai sarana untuk saling melakukan penjajakan, perkenalan atau mencari titik temu antara kedua calon suami istri, bukanlah anggapan yang benar. Sebab penjajagan itu tidak adil dan kurang memberikan gambaran sesungguhnya dari data yang diperlukan dalam sebuah persiapan pernikahan. Dalam 0ormat mencari pasangan hidup, $slam telah memberikan panduan yang jelas tentang apa saja yang perlu diperhitungkan. 1isalnya sabda #asulullah SA! tentang kriteria yang terkenal itu. Dari Abi 8urairah ra bahwa #asulullah SA! berdabda,)!anita itu dinikahi karena - hal* 9,: hartanya, 92: keturunannya, 9;: kecantikannya dan 9-: agamanya. 1aka perhatikanlah agamanya kamu akan selamat. &8#. 2ukhari %itabun /ikah 2ab Al(Ak0a3 0iddin nomor -<00, 1uslim %itabur(#adha3 2ab $stihbabu /ikah 5atid(diin nomor 2==,' Selain keempat kriteria itu, $slam membenarkan bila ketika seorang memilih pasangan

hidup untuk mengetahui hal(hal yang tersembunyi yang tidak mungkin diceritakan langsung oleh yang bersangkutan. 1aka dalam masalah ini, peran orang tua atau pihak keluarga menjadi sangat penting. $nilah proses yang dikenal dalam $slam sebaga ta3aru0. 6auh lebih berman0aat dan objekti0 ketimbang kencan berduaan. Sebab kecenderungan pasangan yang sedang kencan adalah menampilkan sisi(sisi terbaiknya saja. erbukti dengan mereka mengenakan pakaian yang terbaik, bermake(up, berpar0um dan mencari tempat(tempat yang indah dalam kencan. 7adahal nantinya dalam berumah tangga tidak lagi demikian kondisinya. $stri tidak selalu dalam kondisi bermake(up, tidak setiap saat berbusana terbaik dan juga lebih sering bertemua dengan suaminya dalam keadaan tanpa par0um. 2ahkan rumah yang mereka tempati itu bukanlah tempat(tempat indah mereka dulu kunjungi sebelumnya. Setelah menikah mereka akan menjalani hari(hari biasa yang kondisinya jauh dari suasana romantis saat pacaran. 1aka kesan indah saat pacaran itu tidak akan ada terus menerus di dalam kehidupan sehari(hari mereka. Dengan demikian, pacaran bukanlah sebuah penjajakan yang jujur, sebaliknya sebuah penyesatan dan pengelabuhan. Dan tidak heran kita dapati pasangan yang cukup lama berpacaran, namun segera mengurus perceraian belum lama setelah pernikahan terjadi. 7adahal mereka pacaran bertahun(tahun dan membina rumah tangga dalam hitungan hari. 7acaran bukanlah perkenalan melainkan ajang kencan saja. 8adaanallahu !a $yyakum Ajma"in, !allahu A"lam 2ish(shawab, !assalamu "Alaikum !arahmatullahi !a 2arakatuh. 7osted by 1uslimah 2erjilbab at >*-? 71 , comments @abels* tanya(jawab M$nday( January )*( +,,Ibuku( .anggu&/ (Sumber: Eramuslim, 23/12/2004) 7ernah suatu sore, ibu pulang dengan tapak kaki berdarah. ) ertusuk kerikil,) terangnya. Setelah perjalanan panjang yang melelahkan semenjak pagi, wanita yang kasihnya tak terbilang nilai itu mengakhirinya dengan sedikit ringisan, ) idak apa, cuma luka kecil kok,) tenang ibu. 7adahal, baru dua hari lalu beberapa orang warga yang tak satu pun saya mengenalnya membopong ibu dalam keadaan pingsan. ernyata ibu kelelahan hingga tak kuat lagi berjalan. 2ermil(mil ia mengetuk pintu ke pintu rumah orang yang tak dikenalnya untuk menawarkan jasa mengajar baca tulis Al(+ur3an bagi penghuni rumah. ak jarang suara hampa yang ia dapatkan dari dalam rumah, sesekali penolakan, dan tak terbilang kata, )1aa0, kami belum butuh guru mengaji.) api ibu tetap tersenyum. Sejak perceraiannya dengan ayah, ibu yang menanggung semua na0kah lima anaknya. 7agi ia berjualan nasi dan ketupat bermodalkan sedikit keterampilan memasak yang ia peroleh selagi muda dulu. 1enjelang siang ia memulai menyusuri jalan yang hingga kini takkan pernah bisa kuukur, menawarkan jasa dan keahliannya mengajar baca tulis Al( +ur3an. Selepas isya3 kami ke lima anaknya menunggu setia kepulangan ibu di pinggir jalan. Sempat saya bertanya dalam hati, lelahkah ia? 2iasanya kami berebut untuk menjadi tukang pijat ibu, saya di kepala, abang di kaki,

sementara kedua tangan ibu dikeroyok adik(adik. %ecuali si cantik bungsu, usianya kurang dari empat tahun kala itu. 2ukannya ibu yang tertidur pulas, justru kami yang terlelap satu persatu terbuai indahnya nasihat lewat tutur cerita ibu. engah malam saya terbangun, melihat ibu masih duduk bersimpuh di sajadahnya. $a menangis sambil menyebut nama kami satu persatu agar Allah membimbing dan menjaga kami hingga menjadi orang yang senantiasa membuat ibu tersenyum bangga pernah melahirkannya. Saya ternganga sekejap untuk kemudian terlelap kembali hingga menjelang subuh ia membangunkan kami. Selepas subuh, wanita yang ketulusannya hanya mampu dibalas oleh Allah itu meneruskan pekerjaanya menyiapkan dagangan. Sementara kami membantu ala kadarnya. ak pernah saya melihat ia mengeluh meski teramat sudah peluhnya. Satu tanyaku kala itu, kapan ia terlelap? 7agi hari di sela kesibukannya melayani pembeli, ia juga harus menyiapkan pakaian anak( anak untuk ke sekolah. Sabar ia meladeni teriakan silih berganti dari kami yang minta pelayanannya. !anita yang namanya diagungkan #asulullah itu, tak pernah marah atau kesal. Sebaliknya dengan segenap cinta yang dimilikinya ia berujar, )Abang sudah besar, bantu ibu ya.) $ngin sekali kutanyakan, pernahkah ia berkesah? AAA %ini, setelah berpuluh tahun ia lakukan semua itu, setelah jutaan mil jalan yang ia susuri, bertampuk(tampuk doa dan selaut tangisnya di hadapan Allah, saya tak pernah, dan takkan pernah bertanya apakah ia begitu lelah. %arena saya teramat tahu, $buku tangguhB. 2ayu Cautama 7osted by 1uslimah 2erjilbab at ;*0, 71 0 comments by* Abdul Dholi4