Anda di halaman 1dari 21

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian Dewasa ini pada dunia bisnis yang sedang berkembang, perusahaanperusahaan yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihadapkan pada tantangan yang cukup berat yaitu semakin banyaknya perusahaan yang masuk ke BEI, maka setiap perusahaan berlomba untuk mendapatkan investor. Ditambah lagi dengan terjadinya krisis global yang dialami Amerika Serikat pada tahun 2008 dan negara-negara di Eropa lainnya memberikan dampak tersendiri pada perekonomian di Indonesia walaupun tidak terlalu besar dampak yang dihasilkan. Sehingga setiap perusahaan semakin sulit untuk mendapatkan investor karena para investorpun tidak ingin mendapatkan resiko berinvestasi dengan terjadinya krisis global tersebut. Namun negara-negara di asia seperti Indonesia, China, India, Singapura tidak terlalu terkena akan dampak krisis tersebut. Hal ini disebabkan karena negara-negara tersebut memiliki prospek dan ekspektasi pasar tersendiri yang cukup baik. Bisnis pertambangan saat ini memberikan peluang dan kesempatan yang cukup terbuka untuk berkembang. Beberapa faktor yang mempengaruhinya antara lain: masih banyaknya lokasi potensial yang belum tereksplorasi akan tetapi kemampuan pendanaannya perusahaan yang terbatas. Kesempatan yang

terbuka ini menjadi peluang bagi para investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia pada bisnis pertambangan. Selain informasi mengenai perkembangan dan pertumbuhan ekonomi yang sedang terjadi dan sifatnya bersumber dari lingkungan eksternal perusahaan, untuk dapat berinvestasi dalam sektor bisnis tertentu. Terlebih dahulu para investor membutuhkan suatu kepastian yang dapat menjamin prospek dalam berinvestasi pada sektor bisnis tersebut, yang bersumber dari internal perusahaan. Informasi keuangan yang terdapat dalam laporan keuangan masih diyakini sebagai alat andal bagi para pemakainya untuk mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan ekonomi atau berinvestasi. Salah satu upaya mengurangi ketidakpastian tersebut adalah dengan melakukan analisis terhadap laporan keuangan perusahaan. Penilaian investor akan tertuju pada prospek laba dan arus kas operasi dimasa depan yang akan datang yang secara tidak langsung akan menentukan keputusan para investor, dan hasil analisis tersebut dapat diperoleh apabila investor memilki informasi yang berhubungan dengan perusahaan baik keuangan maupun non keuangan. Laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan adalah salah satu sumber informasi yang penting bagi para investor. Melalui laporan keuangan, investor dapat menganalisis hasil kinerja manajemen dan melakukan prediksi perolehan laba di masa yang akan datang dan salah satu laporan keuangan yang terkait dengan laba adalah laporan laba rugi komprehensif. Selain hal tersebut, para investor juga dapat mengestimasi arus kas yang akan datang dengan

menganalisis laporan keuangan. Salah satu jenis laporan keuangan yang terkait dengan prediksi arus kas di masa depan adalah laporan arus kas. Menurut Statement Of Financial Accounting Concept (SFAC) No. 1, ada dua tujuan pelaporan keuangan, yaitu sebagai berikut. Pertama, memberikan informasi yang bermanfaat bagi investor, investor potensial, kreditur, dan pemakai lainnya untuk membuat keputusan investasi, kredit, dan keputusan serupa lainnya. Kedua, memberikan informasi tentang prospek arus kas untuk membantu investor dan kreditor dalam menilai prospek arus kas bersih perusahaan. Tujuan utama dari informasi akuntansi adalah menyediakan informasi yang berguna dalam menilai jumlah, waktu, dan ketidakpastian bakal arus kas perusahaan. Informasi mengenai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dapat membantu investor dan calon investor untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas di masa yang akan datang. Hal ini penting bagi investor atau calon investor karena dapat memberi gambaran mengenai keuntungan yang akan diperoleh perusahaan dalam periode tertentu di samping untuk mengetahui bagaimana prestasi perusahaan dalam menghasilkan pendapatan bagi investor atau calon investor dalam bentuk pembayaran deviden. Pada awalnya laporan keuangan hanya terdiri dari neraca dan laporan laba rugi. Sedangkan laporan arus kas mulai diwajibkan pelaporannya pada tahun 1987 melalui Statement Of Financial Accounting Standards (SFAS) No. 95. Di Indonesia kewajiban untuk melaporkan arus kas dimulai pada tahun 1994 dengan adanya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 2 yang menyatakan bahwa perusahaan harus menyusun laporan arus kas dan menyajikan laporan

tersebut sebagai bagian yang tak tepisahkan dari laporan keuangan untuk setiap periode penyajian laporan keuangan. Menurut PSAK No.2 , informasi yang disajikan dalam laporan arus kas berguna untuk : (1) Mengevaluasi perubahan dalam aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan untuk mempengaruhi jumlah serta waktu arus kas dalam rangka adaptasi dengan perubahan keadaan dan peluang. (2) Menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan memungkinkan para pengguna mengembangkan model untuk menilai dan membandingkan nilai sekarang terhadap arus kas masa depan dari berbagai perusahaan.(3) Meneliti kecermatan dari taksiran arus kas masa depan yang telah dibuat sebelumnya dan dalam menentukan hubungan antara profitabilitas dan arus kas bersih serta dampak perubahan harga, disamping itu informasi arus kas juga sebagai pertimbangan untuk prediksi pembayaran dividen, terlebih lagi informasi arus kas dari kegiatan operasi yang menjadi indikator dalam menentukan apakah arus kas yang dihasilkan cukup dalam melunasi pinjaman dan memelihara kegiatan operasi. Selain laporan arus kas, laporan laba rugi komprehensif juga merupakan laporan keuangan yang terkait dengan prediksi laba dan arus kas di masa

mendatang. Informasi laba merupakan komponen dari laporan keuangan perusahaan, menurut SFAC no.1 (1992) memiliki manfaat sebagai berikut; menilai kinerja manajemen, membantu mengestimasi kemampuan laba dalam jangka panjang, memprediksi laba dan menaksir risiko dalam investasi atau kredit.

Laporan laba rugi merupakan laporan utama mengenai kinerja dari suatu perusahaan selama periode tertentu. Penyajian informasi laba melalui laporan keuangan merupakan fokus kinerja perusahaan yang penting dibandingkan dengan pengukuran kinerja yang mendasarkan pada gambaran meningkatnya dan menurunnya modal bersih. Fokus kinerja tersebut mengukur keberhasilan atau kegagalan dalam mencapai tujuan operasi yang menguntungkan. Informasi laba memainkan peranan yang sangat signifikan dalam proses pengambilan keputusan oleh pengguna laporan keuangan. Penggunaan laba dan arus kas sebagai alat pembuatan keputusan adalah proses yang kompleks karena perlu diperhatikan informasi-informasi yang terkandung di dalamnya. Penelitian yang menguji tentang kandungan informasi pada laporan laba dan arus kas telah banyak dilakukan. Sejauh ini hasil pengujian tersebut masih mengandung kontradiksi atas kesimpulan yang dilakukan berkaitan dengan manfaat isi informasi yang dikandungnya. Laporan laba rugi dipandang sebagai informasi yang lebih baik dalam menilai prospek laba dan arus kas di masa yang akan datang dan bahkan lebih baik dari laporan arus kas walaupun arus kas menunjukkan hubungan yang kuat mengenai penerimaan dan pengeluaran kas pada tahun yang berjalan. Laba adalah signifikan sebagai prediktor laba di masa depan sampai dengan periode delapan tahun di muka dan laba baik digunakan secara parsial maupun bersama-sama dengan arus kas merupakan prediktor yang signifikan juga bagi arus kas. Arus kas dalam periode jangka pendek adalah prediktor arus kas yang lebih baik dibandingkan dengan laba atas arus kas. (Finger; 1994) Namun,

hasil penelitian yang dilakukan oleh Parawiyati dan Baridwan (1998) yang juga meneliti kemampuan laba dan arus kas dalam memprediksi laba dan arus kas perusahaan manufaktur go publik di Indonesia menemukan bahwa, baik dengan memasukkan faktor deflator (consumer price index) maupun tanpa faktor deflator tersebut, prediktor laba memberikan pengaruh yang lebih besar dalam memprediksi laba dan arus kas untuk periode satu tahun ke depan dibandingkan dengan prediktor arus kas. Investor belum mempertimbangkan faktor ukuran perusahaan dan lebih menekankan pada laba permanen. Variable akuntansi yang paling relevan dalam menjelaskan return saham adalah perubahan laba. Sedangkan arus kas lebih memberikan tambahan informasi di luar informasi laba baik untuk perusahaan dengan leverage tinggi dan perusahaan growth. (Jogiyanto dan Novi; 2005) Informasi laba masih memiliki kemampuan prediksi yang kuat terhadap aliran kas operasi masa depan. Menurut Joni (2011) hasil daya prediksi aliran kas juga menemukan bahwa aliran kas operasi memiliki daya prediksi yang tinggi terhadap aliran kas di masa depan. Kemudian penelitian ini menunjukkan bahwa aliran kas memiliki kemampuan prediksi terhadap aliran kas operasi di masa depan yang lebih dibandingkan dengan laba. Selain itu, penelitian ini juga menunjukan bahwa informasi laba dan aliran kas secara bersama-sama dapat menjadi prediktor yang lebih baik dibandingkan informasi ini digunakan secara terpisah. Kemampuan laba dan arus kas dalam memprediksi arus kas masa depan pada saat perusahaan melaporkan laba positif dan negatif. Hasil penelitian tersebut

menyimpulkan bahwa arus kas operasi tahun berjalan memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan laba dalam memprediksi arus kas operasi masa depan baik untuk kelompok perusahaan berlaba positif maupun berlaba negatif. (Dahler dan Febrianto; 2006) Relevansi kandungan informasi komponen arus dan laba dalam memprediksi arus kas masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersama-sama kedua prediktor dapat digunakan dalam memprediksi arus kas masa depan. Selain itu, pemecahan arus kas menjadi komponen-komponen arus kas operasi, investasi, dan pendanaan akan meningkatkan tingkat hubungan yang sesuai teori. (Bandi dan Rahmawati; 2005) Analisis kemampuan laba, arus kas operasi agregat dan komponen arus kas operasi dalam memprediksi arus kas operasi masa depan. Hasil penelitian menyatakan bahwa laba dan arus kas operasi sama-sama merupakan prediktor arus kas operasi masa depan. ( Yusef dkk. ; 2007) Hubungan laba bersih dan arus kas operasi dengan dividen kas. Dan hasil dari penelitian tersebut adalah terdapat pengaruh yang sangat signifikan antara laba bersih dengan dividen kas serta arus kas operasi memiliki pengaruh yang signifikan pula terhadap dividen kas. Jadi keduanya secara sama-sama memiliki pengaruh terhadap dividen. (Hery; 2009) Adanya keberagaman hasil penelitian terdahulu, mendorong peneliti untuk melakukan penelitian beberapa variabel dalam memprediksi laba dan arus kas masa depan yang berfokus pada perusahaan pertambangan. Penelitian ini melanjutkan penelitian Bandi dan Rahmawati tentang Relevansi Kandungan

Informasi Komponen Arus Kas dan Laba Dalam Memprediksi Arus Kas Masa Depan. (2005) Berdasarkan uraian singkat yang telah dikemukakan di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang kemampuan informasi keuangan yaitu laba dan arus kas dalam memprediksi laba dan arus kas di masa mendatang dengan menambahkan variable laba masa depan sebagai variable dependen. Dengan ini peneliti mengajukan judul KEMAMPUAN LABA DAN ARUS KAS OPERASI DALAM

MEMPREDIKSI LABA DAN ARUS KAS OPERASI MASA DEPAN (Studi Kasus Pada Perusahaan Pertambangan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2011).

1.2 Identifikasi Masalah Dengan terjadinya krisis global pada tahun 2008 sedikitnya mempengaruhi para investor dalam menanamkan modalnya untuk berinvestasi pada sektor bisnis tertentu. Akan tetapi para investor membutuhkan suatu kepastian dalam berinvestasi yang dapat menjamin prospek kedepan dalam investasinya. Salah satu cara untuk mengetahui tingkat kepastian dalam berinvestasi adalah dengan cara menganalisis laporan keuangan, dan alat analisis tersebut bisa dengan menganalisis laporan laba rugi atau laporan arus kas. Dengan menganalisis kedua alat analisis tersebut maka akan didapatkan gambaran seberapa besar tingkat pengembalian yang akan diterima para investor. Dengan hasil tersebut akan berujung pada pengambilan keputusan para investor dalam berinvestasi.
8

Berdasarkan uraian tersebut, maka permasalahan yang dapat penulis identifikasi serta yang ingin dijawab adalah sebagai berikut : 1. Apakah laba dan arus kas operasi memiliki kemampuan dalam memprediksi laba masa yang akan datang ? 2. Apakah laba dan arus kas operasi memiliki kemampuan dalam memprediksi arus kas operasi masa yang akan datang ? Dalam penelitian ini agar tidak terjadi interpretasi yang keliru mengenai generalisasi hasil penelitian, peneliti membatasi ruang lingkup permasalahan yaitu: 1. Laba yang dimaksud adalah laba usaha bersih sebelum pendapatan dan beban lain-lain. 2. Penelitian hanya dilakukan terhadap data perusahaan pertambangan yang sudah go public dengan melakukan listing di Bursa Efek Indonesia. 3. Penulis melakukan penelitian pada periode 2009-2011 yang digunakan untuk menganalisis permasalahan tersebut. 4. Laporan keuangan milik perusahaan yang diteliti diasumsikan wajar karena telah diaudit oleh akuntan publik dan dilaporkan ke bapepam.

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian Maksud penelitian ini adalah untuk memperoleh data dan informasi mengenai laba dan arus kas operasi dari perusahaan pertambangan yang terdaftar

di Bursa Efek Indonesia sehingga dapat menjelaskan fenomena-fenomena yang terjadi pada variable-variabel penelitian. Mengacu pada masalah yang telah dirumuskan diatas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris mengenai : 1. Pengaruh laba dan arus kas dari aktivitas operasi dalam memprediksi laba di masa mendatang, dan 2. Pengaruh laba dan arus kas dari aktivitas operasi dalam memprediksi arus kas di masa mendatang.

1.4 Kegunaan Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut: 1. Bagi Peneliti Penelitian ini dapat menambah pengetahuan tentang laba, arus kas operasi dalam hubungan dengan laba dan arus kas operasi masa depan sekaligus kesempatan bagi penulis untuk mengaplikasikan teori yang selama ini diperoleh dibangku kuliah. 2. Bagi Perusahaan Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran untuk dijadikan sebagai bahan masukan untuk kemajuan perusahaan terutama dalam penilaian dan analisa laporan keuangan untuk mendukung terciptanya tujuan perusahaan dimasa depan.

10

3. Bagi Investor Sebagai bahan masukan, alat analisis, dan pertimbangan yang dapat digunakan dalam mengambil keputusan untuk melakukan investasi dari pasar modal sesuai dengan informasi keuangan yang diperoleh dengan analisa keuangan yang tepat. 4. Bagi Peneliti selanjutnya Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan acuan atau pertimbangan dalam penelitian selanjutnya, dan dapat dijadikan bukti sebagai pembuktian mengenai ada atau tidaknya pengaruh antara laba dan arus kas operasi dalam memprediksi laba dan arus kas operasi masa yang akan datang.

1.5 Lokasi Dan Waktu Penelitian Penelitian akan dilakukan di Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM) yang berlokasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bertempat di Jl. Jend. Sudirman kav.52-53, Jakarta 12190. Sedangkan waktu penelitian dilakukan pada September Desember 2012.

1.6 Kerangka Pemikiran Laporan keuangan merupakan pertanggungjawaban manajemen kepada para pemilik perusahaan atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya yang menunjukkan kinerja yang telah dicapainya serta merupakan laporan akuntansi utama yang mengkomunikasikan informasi kepada pihak-pihak yang

11

berkepentingan dalam membuat analisis ekonomi dan peramalan dimasa akan datang. Selain itu penyusunan laporan keuangan pada dasarnya bertujuan untuk menyediakan informasi-informasi mengenai suatu badan usaha yang akan digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan seperti pemilik, manajemen, kreditor, investor, pemerintah, bank, analis dan masyarakat sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Tujuan dari laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dan pengambil keputusan (PSAK 3). Sedangkan menurut Kieso et al. (2010) tujuan dari laporan keuangan yaitu : 1. Information that useful in investment and credits decisions, 2. Information that useful in assesing cash flow prospects, and 3. Information about entreprise resources, claims to those resouces, and changes item. Menurut SFAC No.2 mengenai Qualitative Characteristic of Accounting Information, terdapat dua hal yang menjadi kualitas primer dalam suatu laporan keuangan, yaitu relevansi (relevance) dan dapat diandalkan (reliability). Informasi keuangan yang relevan dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini, dan masa depan, menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi penggunaan masa lalu. Informasi yang relevan akan membantu pemakai membuat prediksi tentang hasil akhir dari kejadian masa lalu, masa kini, dan masa depan, yaitu

12

memiliki nilai prediktif (predictive value). Informasi yang relevan juga membantu pemakai menjustifikasi atau mengoreksi ekspektasi atau harapan masa lalu yaitu memiliki nilai umpan balik (feed back value), dan agar relevan, informasi juga harus tersedia kepada pengambil keputusan sebelum informasi tersebut kehilangan kapasitas untuk mempengaruhi keputusan yang diambil (timeliness). Financial Accounting Standards Board (FASB) mendefinisikan informasi yang relevan sebagai informasi yang akan mengakibatkan timbulnya perbedaan dalam suatu keputusan. Informasi yang relevan dapat memperteguh atau sebaliknya memperlemah pengharapan yang ada. Jadi, relevansi selalu dikaitkan dengan nilai umpan balik dan nilai prediktif informasi tersebut. Jika pengharapan para pengambil keputusan tidak diperteguh tetapi juga tidak diperlemah oleh informasi tertentu, maka informasi tersebut tidak relevan sehingga tidak memberi manfaat bagi para pengambil keputusan. Jika pemakai dapat memperhitungkan konsekuensi-konsekuensi yang terjadi di kemudian hari secara lebih baik berdasarkan informasi mengenai kejadian serta transaksi masa lampau, maka informasi tersebut relevan. Laba dan arus kas merupakan alat yang dapat mengukur kinerja

manajemen, baik laba dan arus kas dapat ditunjukkan dalam bentuk laporan keuangan yang telah dibuat oleh perusahaan. Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan oleh Hendrikson dan Van Bride (2000:292) yaitu tujuan utama dari akuntansi adalah menyajikan data yang akan :

13

1. Membantu investor atau kreditor meramalkan jumlah kas yang mungkin dibagikan dimasa yang akan datang dalam bentuk deviden atau bunga dan dalam bentuk pembagian likuiditas atau pelunasan pokok. 2. Membantu dalam mengevaluasi risiko.

SFAC No. 1 menyatakan bahwa sasaran utama utama pelaporan keuangan adalah informasi tentang prestasi perusahaan yang disajikan melalui pengukuran laba dan komponennya. Informasi laba berfungsi untuk menilai kinerja manajemen, membantu memperkirakan kemampuan laba dalam jangka panjang, memprediksi laba, menaksir risiko dalam meminjam atau dalam investasi. Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan Kieso et al. (2010) bahwa laporan laba rugi (income statement) adalah laporan yang mengukur keberhasilan operasi perusahaan selama periode tertentu yang memiliki informasi yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja masa lalu, memberikan dasar untuk memprediksi kinerja masa depan, membantu menilai risiko atau ketidak pastiaan pencapaian arus kas masa depan. Beberapa studi menemukan bahwa laba memiliki daya prediksi yang tinggi terhadap aliran kas di masa yang akan datang. Finger (1994), Kim dan Kross (2002) menemukan bahwa laba mempunyai kemampuan prediksi yang baik terhadap aliran kas masa depan.

H1.1 : semakin tinggi laba periode t maka semakin tinggi laba t+1 (masa depan).

14

H1.2 : semakin tinggi laba periode t maka semakin tinggi arus kas operasi t+1 (masa depan).

Informasi arus kas yang merupakan informasi akuntansi yang dapat bermanfaat sebagai pertimbangan dalam keputusan para analis, investor dan manajer untuk mengetahui prospek kinerja suatu perusahaan. Arus kas merupakan ukuran yang penting, hal ini dikarenakan kas sangat diperlukan untuk menjalankan operasi normal. Informasi dalam laporan arus kas membuat investor, kreditor, dan pihak lain untuk memberi gambaran mengenai kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas dimasa depan. Pentingnya prediksi arus kas dapat diamati dalam tujuan penyajian informasi arus kas dalam PSAK No. 2 digunakan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan kas. Informasi arus kas berguna mengevaluasi perubahan struktur keuangan seperti likuiditas dan solvabilitas serta hubungannya dengan profitabilitas. Disamping itu informasi arus kas dari kegiatan operasi yang menjadi indikator dalam menentukan apakah arus kas yang dihasilkan cukup dalam melunasi pinjaman dan memelihara kegiatan operasi. Untuk analisis investasi, para analis keuangan lebih banyak menggunakan informasi yang berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran kas yang lebih mencerminkan likuiditas dibanding informasi laba akuntansi. Prediksi arus kas masa depan merupakan informasi penting yang membantu pengambilan keputusan bagi pengguna laporan keuangan.

15

H2.1: semakin tinggi arus kas aktivitas operasi tahun t semakin tinggi laba t+1 (masa depan). H2.2: semakin tinggi arus kas aktivitas operasi tahun t semakin tinggi arus kas aktivitas operasi t+1 (masa depan). Prediksi yang didasarkan atas analisis laporan keuangan merupakan sumber data penting dalam pengambilan keputusan. Belkaoui (1992)

menyimpulkan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan atas analisis laporan keuangan, diketahui bahwa laba yang dilaporkan memiliki sifat dapat meningkatkan isi informasi, yaitu mencakup kemampuan prediksi dan nilai umpan balik. Informasi laba dan aliran kas secara bersama-sama dapat menjadi prediktor yang lebih baik dibandingkan informasi ini digunakan secara terpisah untuk memprediksi arus kas masa depan (Joni; 2011). Selain itu, laba sebagai prediktor laba masa depan baik digunakan secara parsial maupun bersama-sama, serta arus kas merupakan prediktor bagi arus kas masa depan (Finger; 1994).

H3.1 : laba dan arus kas operasi secara simultan dapat mempengaruhi laba masa depan. H3.2 : laba dan arus kas operasi secara simultan dapat mempengaruhi arus kas operasi masa depan.

16

Gambar 1.3 Kerangka Pemikiran


Laporan Keuangan

Nilai Prediktif dalam prinsip relevan karakteristik kualitatif laporan keuangan

Analisis Laporan Keuangan

Laporan Laba Rugi

Laporan Arus Kas

Laba Bersih

Arus Kas Aktivitas Operasi

Laba dan arus kas operasi sebagai alat analisa dan ukuran kinerja perusahaan

Prediksi atas laba dan arus kas aktivitas operasi di masa depan

Pengambilan Keputusan Pihak Eksternal dan Internal

17

1.7 Metodologi Penelitian 1.7.1 Objek Penelitian Objek dari penelitian ini adalah laba bersih dan arus kas aktivitas operasi, laba bersih di masa depan, arus kas operasi di masa depan perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam perusahaan pertambangan yang listing di BEI dari tahun 2009-2011. 1.7.2 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Metode ini merupakan metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, serta sifat-sifat serta hubungan antarfenomena yang diselidiki. Metode ini bukan saja memberikan gambaran terhadap fenomena-fenomena, tetapi juga menerangkan hubungan, menguji hipotesa-hipotesa, membuat prediksi serta mendapatkan makna dan implikasi dari suatu masalah yang dipecahkan. 1.7.3 Teknik pengumpulan Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data eksternal yang diperoleh dari sumber di luar perusahaan, pengumpulan data dan informasi yang mendukung penelitian ini adalah dengan

18

menggunakan data sekunder berupa neraca perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2009-2011. Penelitian ini juga dilakukan dengan cara membaca dan menelaah berbagai literatur yang berkaitan dengan objek yang akan diteliti. Penelitian kepustakaan ini dilakukan dalam rangka memperoleh data sekunder yang sifatnya teoritis dan dipergunakan sebagai pembanding dalam pembahasan nanti. 1.7.3.1 Purposive Sampling Teknik sampling dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Teknik purposive sampling menurut sugiono(2009: 300), Teknik pengambilan sample sumber data dengan pertimbanganpertimbangan tertentu. Sampel diambil dengan maksud atau tujuan tertentu. Seseorang atau sesuatu diambil sebagai sampel karena peneliti menganggap bahwa seseorang atau sesuatu tersebut memiliki informasi yang diperlukan bagi penelitiannya. Kriteria sampel yang diperlukan : 1. Perusahaan yang mempublikasikan laporan keuangan yang telah diaudit 2. Laporan keuangan dipublikasikan dari tahun 2009 s.d 2011 3. Laporan keuangan perusahaan pertambangan 4. Perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

19

1.7.4 Variabel Variabel-variabel tersebut antara lain : a. Laba dan arus kas aktivitas operasi sebagai variabel independen. b. Laba dan arus kas aktivitas operasi masa depan sebagai variabel dependen.

20

Daftar Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Per 24 mei 2012 (sumber : Bapepam-LK) Sampel

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35

KODE PT. Adaro Energy, Tbk. PT. Aneka Tambang, Tbk. PT. Atlas Resources, Tbk. PT. Ratu Prabu Energi, Tbk. PT. ATPK Resources, Tbk. PT. Bekanat Petrouleum Energy , Tbk. PT. Borneo Lumbung Energi & Metal, Tbk. PT. Berau Coal Energy, Tbk. PT. Bumi Resources Mineral, Tbk. PT. Bumi Resources, Tbk. PT. Bayan Resources, Tbk. PT. Cita Mineral Investindo, Tbk. PT. Exploitasi Energy Indonesia, Tbk. PT. Citatah, Tbk. PT. Darma Henwa, Tbk. PT. Central Omega Resources, Tbk. PT. Delta Dunia Makmur, Tbk. PT. Elnusa, TbK. PT. Energi Mega Persada, Tbk. PT. Surya Esa Perkasa, Tbk. PT. Golden Energy mines, Tbk. PT. Garda Tujuh Buana, Tbk. PT. Harum Energy, Tbk. PT. Vale Indonesia, Tbk. PT. Indo Tambang Raya Megah, Tbk. PT. Resource Alam Indonesia, Tbk. PT. Medco International Energi, Tbk. PT. Mitra Investindo, Tbk. PT. Perdana Karya Perkarsa, Tbk. PT. Tambang Batubara Bukit Asam, Tbk. PT. Petrosea, Tbk. PT. Radiant Utama Interinsco, Tbk. PT. SMR Utama, Tbk. PT. Renuka Coalindo, Tbk. PT. Timah Persero, Tbk.

EMITEN ADRO ANTM ARII ARTI ATPK BIPI BORN BRAU BRMS BUMI BYAN CITA CNKO CTTH DEWA DKFT DOID ELSA ENRG ESSA GEMS GTBO HRUM INCO ITMG KKGI MEDC MITI PKPK PTBA PTRO RUIS SMRU SQMI TINS

21