Anda di halaman 1dari 14

Arifasjah Riza Wibawa Arrafina Muslimah Putri Quarta Saarah Ayu

Perilaku negara: Cooperation or Conflict Game Theory Kydds Application: Cold War Negara dalam permainan ini merupakan satu kesatuan aktor yang memiliki kepercayaan dan preferensi sendiri

Preferensi dan keyakinan serupa Preferensi sama dan keyakinan berbeda Preferensi berbeda dan keyakinan sama Preferensi dan keyakinan berbeda.

Memperlakukan negara sebagai aktor kesatuan mengaburkan perbedaan-perbedaan yang ada. Argumen penulis bukan menjelaskan bagaimana mengubah keyakinan menjadi sesuatu kontribusi yang penting dalam permainan pendekatan sinyal.

Bentuk pemerintahan, demokrasi saat ini memiliki keunggulan yang bersifat aksiomatis atau dapat diterima sebagai kebeneran tanpa perlu pembuktian. Hal ini dikarenakan rakyat yang juga sebagai audience costs berada pada kekuasaan tertinggi, sehingga aspirasiaspirasi rakyat dalam menjalankan tujuan negara dianggap penting. Berbeda halnya dengan negara dengan rezim non-demokrasi, pemimpin otoriter tidak memiliki audience untuk menghasilkan kepercayaan internasional.

Fearon, pertama kali telah memperkenalkan konsep audience costs yaitu suatu kondisi sebuah negara dimana masyarakatnya bebas memberikan aspirasi dan ikut berpartisipasi dalam menjalankan kehidupan bernegara. Sehingga membuat asumsi bahwa demokrasi memiliki suatu keuntungan dalam mengembangkan audience costs yang menghasilkan kepercayaan internasional.

Demokrasi, memiliki perlindungan hukum dalam kebebasan berbicara dan berkumpuldidukung oleh pengadilan yang melindungi hak, dan menghalangi pejabat untuk menghukum rakyat yang menyuarakan oposisi, sehingga masyarakat hidup dalam keseimbangan di mana mereka dapat mengekspresikan suara mereka secara terbuka, dan menjatuhkan kepala negara. Sebaliknya, dalam rezim non-demokrasi pemimpin dan elit berkolaborasi untuk menghalangi partisipasi masyarakat.

Demokrasi, seluruh kekuasaan rezim memiliki sedikit hubungan dengan identitas pemimpin. Sedangkan pada non-demokrasi kepemimpinan memengaruhi kesejahteraan elit. Misalnya, melalui hubungan darah

Dalam prakteknya signaling games dan audience costs dalam kebijakan luar negeri suatu negara sangat berkaitan. Kebjikan luar negeri suatu negara membutuhkan peran rakyat dalam meyuarakan arah tujuan negaranya tersebut. Signaling games bisa dilakukan apabila keadaan politik dalam negeri suatu negara sudah bisa dikatakan stabil. Dalam proses menstabilkan politik dalam negeri, audience costs sangat berpengaruh.

Dalam literatur HI ancaman didefinisikan sebagai situasi dimana satu individu atau kelompok memiliki kapabilitas atau niat untuk menimbulkan konsekuensi negatif terhadap individu atau kelompok lain. Ancaman : 1. ancaman terhadap individu: keamanan fisik, pendapatan dan kekayan individu, serta kepercayaan dan nilai individu. 2. ancaman terhadap kumpulan individu, ancaman ini terbagi lagi ke dalam tiga bentuk, yaitu: ancaman militer, ancaman ekonomi, dan ancaman budaya. Dalam beberapa kasus, ancaman terhadap kolektif juga merupakan ancaman personal terhadap individu. Persepsi ancaman dapat dilihat melalui power (kekuasaan) dan identitas.

Dahl (1957) mendefinisikan power (kekuasaan) sebagai kemampuan aktor A untuk mempengaruhi aktor B untuk melakukan apa yang diinginkan aktor A Lukes (1974) power>preferensi. Realis dalam HI: kekuatan yang asimetris antargrup akan secara otomatis memicu ancaman dan konflik antargrup.

Konstruktivis sosial mempunyai argumen bahwa berbagi identitas dapat mengurangi persepsi ancaman antargrup. Persepsi ancaman: sikap diskriminatif dan prejudicial attitudes SIT (Tafjel dan Turner 1979) berasumsi bahwa individu secara otomatis menggolongkan dirinya ke dalam kategori-kategori tertentu. Self and others SCT ( Turner et al. 1987) proses kategorisasi menimbulkan prejudical attitudes dan diskriminasi terhadap anggota luar, serta membangun gambaran (image) terhadap anggota luar.

Mao diikuti rasionalitas realisme, tetapi ia adalah seorang realis defensif dan tidak realis ofensif Mao pada umumnya cenderung menggunakan koperasi taktik seperti hadiah, banding, atau janji.

Signaling games adalah sebuah permainan dengan informasi yang tidak lengkap dimana setidaknya ada 1 pemain yang ragu-ragu mengenai pesan preferensi pemain lain akan hasil dari permainan. Negara menggunakan signaling games untuk membuat konsekuensi dalam mengambil kebijakan luar negeri. Negara menggunakan signaling games untuk membuat konsekuensi dalam mengambil kebijakan luar negeri. Walaupun informasi-informasi yang didapat oleh negara tidak lengkap, namun signaling games membuat keyakinan negara pada tindakan yang diamati dari negara lain yang dapat menjadi alasan penting bagi perubahan perilaku kebijakan luar negeri suatu negara.