Anda di halaman 1dari 14

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA IKM DONNA JAYA BAROKAH Home Industri & General Suplier Aneka Macam

am Roti & Pia

TUGAS KELOMPOK

Oleh : Finnada Dwi Agustin Rifkatul Aisah Husnul Khotimah Febriani Tri Hastuti 101710101006 101710101037 101710101047 101710101084

JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS JEMBER 2014

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan modal dasar dalam proses pengembangan suatu perusahaan, oleh karena itu kualitas SDM senantiasa harus dikembangkan dan diarahkan hal agar tujuan perusahaan tercapai. Sumber daya berkualitas yang tersedia merupakan kekayaan (asset) yang tidak ternilai bagi perusahaan. Perusahaan berusaha memperoleh dan menempatkan karyawan yang tepat sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing agar tujuan perusahaan dapat tercapai. Sistem rekrutmen dan seleksi harus dilakukan untuk memperoleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Industri menengah kebawah mulai berkembang di seluruh wilayah Indonesia termasuk di Jember, salah satunya adalah industri kecil pembuatan kue pia. Pelaku usaha kue pia di Jember berusaha mengembangkan industri kue pia yang memiliki prospek cukup baik. Perkembangan bakpia sebagai komoditi dagang di industri makanan dan kuliner berkembang pesat di Jember. Perkembangan ini terjadi seiring dengan meningkatnya jumlah peminat pia di Jember, sehingga industri bakpia sebagai industri kuliner pun berkembang mengikuti permintaan konsumen yang juga semakin meningkat. Dampak positif dari perkembangan ini juga meningkatnya jumlah Industri Kecil Menengah (IKM) yang memproduksi bakpia, dimana keberadaan IKM ini membantu menciptakan lapangan pekerjaan tersendiri. Salah satu Industri Kecil Menengah (IKM) kebawah di Kabupaten Jember yaitu usaha Pia dan Roti yang didirikan oleh Bapak Misrawi di daerah Sukorambi dengan nama UD. DONNA. Saat ini IKM tersebut telah memiliki 13 karyawan yang terbagi menjadi tiga bagian yaitu produksi, pengemasan dan pemasaran. Pada perusahaan tersebut dilakukan sistem rekrutmen dan seleksi untuk mendapatkan tenaga kerja. Rekrutmen merupakan suatu keputusan perencanaan manajemen sumber daya manusia mengenai jumlah karyawan yang dibutuhkan, kapan diperlukan,

serta kriteria apa saja yang diperlukan dalam suatu organisasi. Penarikan (rekrutmen) pegawai merupakan suatu proses atau tindakan yang dilakukan oleh organisasi untuk mendapatkan tambahan pegawai melalui beberapa tahapan yang mencakup identifikasi dan evaluasi sumber-sumber penarikan tenaga kerja, menentukan kebutuhan tenaga kerja, proses seleksi, penempatan, dan orientasi tenaga kerja. Seleksi merupakan bagian materi dari operasional manajemen sumber daya manusia yaitu pengadaan (procurement), sedangkan pengadaan itu sendiri terdiri dari: perencanaan, perekrutan, seleksi, penempatan, dan produksi. Proses seleksi merupakan tahap-tahap khusus yang digunakan untuk memutuskan pelamar mana yang akan diterima. Mengingat sangat pentingnya proses rekrutmen dan seleksi bagi perusahaan, diharapkan dengan adanya rekrutman dan seleksi yang baik dan efektif berdampak bagi perkembangan perusahaan ke depannya untuk memperoleh Sumber Daya Manusia yang berkualitas di UD. DONNA.

1.2 Rumusan Masalah Rekrutmen dan seleksi karyawan baru merupakan hal yang penting karena Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan yang diharapkan. Dengan dilakukannya rekrutmen dan seleksi maka diharapkan perusahaan akan semakin berkembang. Sehingga penulis ingin mengidentifikasi mengenai Sumber Daya Manusia (SDM) yang bekerja di UD. DONNA.

1.3 Tujuan Adapun tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini yaitu : 1. Mengetahui dan mempelajari proses rekrutmen dan seleksi pegawai di UD. DONNA. 2. Mengetahui dan mempelajari proses permasalahan dan solusi yang dilakukan terhadap pegawai di UD. DONNA.

3. Mengetahui dan mempelajari analisa jabatan dan jenjang karir di UD. DONNA.

1.4 Manfaat Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu : 1. Mengetahui proses perekrutan pegawai di UD. DONNA. 2. Mengetahui posisi jabatan yang ada di UD. DONNA.

BAB 2. METODOLOGI

2.1 Profil Umum IKM (Industi Kecil Menengah) Pia Donna IKM Donna merupakan perusahaan manufaktur dibidang industri makanan, khususnya pia dan didirikan pada tahun 2006 yang beralamat di Jalan Sunan Kudus, Desa Talangsari, Kecamatan Tegal Besar, Kabupaten Jember dengan jumlah pekerja 3 orang dan pemasarannya masih di sekitar jember saja. Kemudian, IKM ini mengalami peningkatan produksi karena konsumen yang semakin berminat dengan produk yang diproduksi dan memutuskan untuk berpindah lokasi ke Jalan Arowana Gg. KUD no. 113, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. Saat ini pekerja di IKM Donna berjumlah 13 orang, yang dibagi menjadi 3 bagian yaitu 6 orang bagian produksi, 4 orang bagian packing dan 3 orang bagian pemasaran. Produk Pia yang dihasilkan oleh UD. DONNA, meliputi pia kering dan pia basah. Pia basah terdiri dari 2 rasa yaitu rasa kacang hijau dan coklat. Sedangkan pia kering terdiri dari rasa kacang hijau dan keju. Selain memproduksi pia, IKM ini juga memproduksi roti yang terdiri dari roti tawar, roti sisir, roti duren dan roti kering. Kapasitas terpasang IKM Donna untuk produk pia basah yaitu 100 bungkus/hari, pia kering 100 mika/ hari (1 mika = 12 biji), dan >1000 bungkus roti/ hari. Segmen produk Pia Donna mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Hingga saat ini produk produk pia dari IKM Pia Donna telah didistribusikan ke toko-toko di seluruh Karesidenan Besuki meliputi Kabupaten Jember, Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso. 2.2 Struktur Organisasi IKM Donna Untuk memudahkan koordinasi dan mendapatkan hasil yang baik, perlu pengaturan, tanggung jawab, koordinasi dan pengontrolan yang baik antara

pimpinan, maupun pekerja. Adapun struktur organisasi yang ada dalam Donna adalah seperti tercantum pada Gambar 2.1 di bawah ini. Pemilik Pia Donna P. Misrawi

Bagian Keuangan B. Nurhasanah

Produksi Kepala : Rudi

Packing Kepala : B. Wiwik

Pemasaran

Anggota : Sattari Adi W. Babun Mujib Abd. Rohim

Anggota : Fidia A Desi E. Maysaroh

Anggota : Kholid Nawawi Bernadi

Gambar 2.1 Struktur Organisasi IKM Donna 2.3 Hari Kerja Hari kerja untuk pekerja IKM Donna bagian produksi dilaksanakan setiap hari dari hari Senin sampai hari Minggu dengan jam kerja 07.00 16.00 WIB sedangkan untuk pekerja bagian packing hanya bekerja dari jam 07.00 11.00 . Dan untuk jam istirahat yaitu jam 12.00 13.00 WIB untuk pekerja bagian produksi.

2.4 Upah Tenaga Kerja Sistem upah kerja yang dilakukan di IKM Donna adalah upah per hari yaitu sebagai berikut: 1. Kepala produksi 2. Pekerja Produksi 3. Pekerja Packing : Rp. 40.000,00-/per hari : Rp. 35.000,00-/per hari : Rp. 25.000,00/per hari

4. Pekerja Pemasaran : Rp. 45.000,00/per hari Selain itu, semua pekerja mendapat Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar Rp. 500.000,00-/per orang. 2.5 Sistem Seleksi dan Rekrutment Sistem Seleksi dan Rekrutmen sumber daya manusia di IKM Donna yaitu pemilik meminta bantuan kepada relasi untuk mencarikan pekerja yang siap untuk bekerja. Sesudah itu memanggil calon pekerja untuk di interview. Pemilik menanyakan lulusan terakhir, bisa membaca dan menulis, serta sehat jasmani maupun rohani. Pemilik tidak lupa menjelaskan pekerjaan yang akan dilakukan sehingga calon pekerja tersebut langsung dapat menentukan apakah mau bekerja di IKM Donna atau tidak. Jika calon pekerja masih ragu-ragu untuk bergabung maka tidak di rekrut oleh IKM a Donna. 2.6 Promosi dan Mutasi Promosi yang dilakukan oleh IKM Donna yaitu dilakukan dari mulut ke mulut. Selain itu, promosinya juga dilakukan dengan memasang banner di sekitaran daerah Jember. Sedangkan untuk mutasi pekerja yaitu pekerja sendiri yang mengusulkan untuk resign , pemilik IKM ini tidak pernah memberhentikan pekerja tanpa alasan. Setiap bulan pemilik IKM ini melakukan evaluasi pekerja mengenai kinerja pekerja yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas produknya. Jika ada pekerja yang kurang giat bekerja maka pemilik menegur dengan halus.

BAB 3. PEMBAHASAN

3.1 Analisis Jabatan Analisis jabatan (job analysis) merupakan suatu proses penggambaran dan pencatatan informasi mengenai prilaku dan kegiatan pekerjaan. Agar praktek manejemen sumber daya manusia bisa lebih efektif, pekerjaan harus dipahami dengan jelas baik oleh perusahaan maupun pelakunya. Analisa jabatan adalah sebuah proses untuk memahami suatu jabatan dan kemudian diterjemahkan agar memungkinkan orang lain untuk mengerti tentang jabatan tersebut. Ada 3 tahap penting dalam proses analisis jabatan, yaitu: 1. mengumpulkan informasi 2. menganalisis dan mengelola informasi jabatan 3. menyusun informasi jabatan dalam suatu format yang baku (Susatio, 2011). IKM Donna memiliki 13 pekerja/ pekerja yang ditempatkan dalam bagian yang berbeda. 6 pekerja laki-laki ditempatkan di area produksi, 4 pekerja perempuan ditempatkan di area packing dan 3 orang pekerja laki-laki ditempatkan di area pemasaran. Pemilik telah merancang suatu pekerja di tempatkan di bagian tertentu. Misalnya untuk pekerja di bagian produksi dan pemasaran menempatkan pekerja laki-laki karena pada bagian produksi berhubungan dengan pekerjaan yang lebih berat yaitu membuat adonan dalam skala besar sehingga tenaga yang dbutuhkan besar, selain itu juga berhubungan dengan pengovenan karena di bagian ini membutuhkan karyawan yang memiliki stamina yang baik dan tahan terhadap panas oven. selanjutnya untuk bagian pemasaran, pekerja yang digunakan laki-laki yang bertugas mengantarkan produk ke konsumen. Selain itu, alasan lainnya yaitu tenaga laki-laki lebih kuat dibandingkan dengan perempuan. Analisis jabatan dapat diketahui dengan melihat fakta-fakta yang berhubungan

dengan masing-masing jabatan secara sistematis dan teratur yang dapat dilihat dari pertanyaan di bawah ini: 1. Apa yang dapat dilakukan pekerja pada jabatan tersebut? Jawab: Bagian Produksi : Pada bagian produksi 6 pekerja laki-laki tersebut mempunyai tugas masing-masing yaitu 1 pekerja sebagai leader yang dapat mengontrol 5 bawahannya dalam bekerja sekaligus memberikan pengarahan. 2 pekerja menjaga oven bagian depan dan bagian belakang sedangkan 3 pekerja bertugas untuk membuat adonan dan mencetaknya. Bagian Packing : Pada bagian packing 4 pekerja perempuan tersebut mempunyai tugas masing-masing yaitu 1 pekerja sebagai leader yang dapat mengontrol 3 bawahannya dalam bekerja sekaligus memberikan pengarahan. 3 pekerja lainnya bertugas membungkus produk sehingga siap untuk dipasarkan. Bagian Pemasaran : Pada bagian pemasaran ini 3 pekerja memasarkan produk ke 4 kabupaten di karesidenan Besuki dengan menggunakan mobil yang sudah tersedia. 2. Apa wewenang dan tanggung jawabnya? Jawab: Bagian Produksi : Leader Mempunyai wewenang untuk mengatur dan memberikan arahan yang baik pada bawahannya sedangkan tanggung jawabnya yaitu harus dapat bertanggung jawab atas produk yang dihasilkan. Untuk pekerja oven mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk mengatur oven dan menjaga kualitas produk dengan mengatur suhu oven yang sesuai. Sedangkan untuk bagian membuat adonan dan mencetaknya mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk membuat adonan sesuai

takaran yang ditentukan oleh IKM tersebut dan mencetaknya dengan ukuran yang sama sehingga dihasilkan produk yang seragam. Bagian Packing : Leader Mempunyai wewenang untuk mengatur dan memberikan arahan yang baik pada bawahannya sedangkan tanggung jawabnya yaitu harus dapat bertanggung jawab atas produk yang akan dipasarkan sehingga tidak terjadi kebocoran. Sedangkan untuk bagian packing sendiri yaitu mempunyai wewenang untuk membungkus produk dan bertanggung jawab untuk mencegah produk dari kebocoran. Bagian Pemasaran : Pada bagian pemasaran ini mempunyai wewenang untuk memasarkan produk sampai ke tempat tujuan dengan kualiatas tetap serta bertanggung jawab untuk menjaga produk dari kerusakan selama pengangkutan. 3. Mengapa pekerjaan tersebut harus dilakukan? Jawab : Pada bagian produksi pekerjaan seperti membuat adonan, mencetak dan mengoven harus dilakukan untuk menghasilkan produk yang diinginkan. Kemudian untuk packing sendiri juga penting dilakukan untuk menghindari dan menjaga produk dari kontaminasi serta untuk memberikan tampilan yang lebih baik sedangkan pada bagian pemasaran sendiri produk harus dipasarkan untuk mendapatkan profit yang sebesarbesarnya. 4. Bagaimana cara melakukannya ? Jawab : Untuk bagian produksi yaitu dengan mengikuti langkah langkah pembuatan pia maupun roti yang telah menjadi resep dari IKM Donna serta suhu yang digunakan harus sesuai dengan prosedur. Untuk bagian packing yaitu membungkus dengan rapi dan harus sering mengontrol

kebocoran

produk.

Sedangkan

untuk

bagian

pemasaran

yaitu

mengantarkan produk sampai ke tempat dengan kualitas yang tetap baik. 5. Alat-alat dan bahan-bahan yang digunakan dalam melaksanakan pekerjaannya ? Jawab : Bagian Produksi Alat : Oven, Mixer, Roll, Lengser.

Bahan : Tepung, Gula, Mentega, Air, Kacang Hijau, Keju Bagian packing Alat : Seller, staples.

Bahan : Plastik, solasi. Bagian Pemasaran Alat : Kendaraan (Mobil, Sepeda), Dos, Keranjang.

Bahan : Produk (Pia dan Roti) 6. Pendidikan, pengalaman dan latihan yang dibutuhkan Pekerja di IKM Donna pendidikan terakhir yaitu beraneka ragam mulai dari lulusan SD, SMP, maupun SMA. Untuk pegalaman kerja sendiri 90% pekerja tidak mempunyai pengalaman karena mereka langsung bekerja di IKM Donna. Sedangkan untuk latihan yang dibutuhkan pemilik IKM ini langsung mentraining pekerja yang masih baru sampai pekerja bisa mahir dalam melakukan pekerjaannya. 7. Keterampilan, sikap dan kemampuan yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan tersebut? Jawab : Pekerja di IKM Donna mempunyai kemampuan lebih cepat menangkap apa yang di ajarkan oleh pemilik sehingga memudahkan dalam bagian pekerjaan yang diberikan. Untuk sikap dari pekerja sendiri

yaitu pemilik menilai para pekerja selalu mematuhi apa yang diperintahnya. 3.2 Upaya Perbaikan atau Pengembangan Industri
Upaya perbaikan yang dilakukan oleh IKM Donna yaitu mengembangkan kualitas dari produk pia dan roti yang dihasilkan. Pemilik berharap usaha ini akan meningkatkan produktivitas dengan harga yang murah dan berkualitas. Kualitas adalah dimensi yang sangat sulit untuk diukur/dinilai secara objektif, IKM ini mengedepankan kualitas dari segi sensorik yang meliputi rasa, aroma, tekstur, dan kenampakan produk.. Dalam industri manufaktur, kualitas seringkali diselaraskan dengan tampilan produk yang nyata (McLaughlin, et.al., 1991).

Selain itu, upaya pengembangan industri yang dilakukan oleh IKM Donna adalah menambah area pemasaran yaitu di Kabupaten Lumajang dan Probolinggo sehingga akan membutuhkan pekerja dengan bertambahnyak produksi pia dan roti ini. Pemilik IKM ini berencana akan merekrut pemuda/ pemudi yang tidak memiliki pekerjaan di sekitar IKM ini yang nantinya diharapkan akan mengurangi pengangguran. Menurut Rejekiningsih (2004); Stanny (2009); Eriyatno (2011), Industri pengolahan memiliki peran dalam pertumbuhan perekonomian wilayah melalui pemenuhan kebutuhan pasar dalam negeri maupun luar negeri. Beberapa dampak positif muncul diantaranya adalah peningkatan penyerapan angkatan kerja, peningkatan nilai investasi wilayah, pemerataan usaha, peningkatan nilai tambah bahan mentah serta peningkatan pendapatan perkapita suatu wilayah
Penutupan perusahaan di IKM Donna tidak akan dilakukan karena dalam jangka waktu 7 tahun ini produktivitas IKM ini mengalami kenaikan yang terus meningkat. Terbukti dari penambahan pelanggan dan pekerja yang semakin banyak.

BAB 4. PENUTUP

4.1. Kesimpulan Berdasarkan data yang kami peroleh, dapat disiimpulkan bahwa : 1. IKM Donna merupakan perusahaan manufaktur dibidang industri makanan dimana Produk yang dihasilkan meliputi pia dan roti. 2. Karyawan IKM Donna berjumlah 13 orang dan kebanyakan karyawan laki-laki. 6 karyawan laki-laki bagian produksi, 4 orang karyawan perempuan di bagian packing dan 3 karyawan laki-laki di bagian pemasaran. 3. Pada bagian produksi dan packing terdapat 1 orang leader yang mengontrol kinerja anggotanya. 4. Gaji karyawan di IKM Donna bervariasi tergantung beban kerja yang dijalankan. Gaji dibagian produksi Rp 35.000,00 - 40.000,00/hari; gaji dibagian packing Rp 25.000,00/hari; dan gaji dibagian pemasaran Rp 45.000,00/hari. 5. Upaya perbaikan atau pengembangan industri di IKM Donna yaitu mengembangkan kualitas produk, merekrut karyawan dan menambah area pemasaran.

DAFTAR PUSTAKA

Eriyatno. 2011. Membangun Ekonomi Komparatif. Jakarta: PT. Elex Media Komputindi. McLaughlin, C., R. Pannesi, dan N. Kathuria. 1991. The Different Operations Strategy Planning Process For Service Operations. International Journal of Operations and Production Mangement. Vol. 11. No. 3. pp. 63-76. Rejekiningsih, T.W. 2004. Mengukur Besarnya Peranan Industri Kecil dalam Perekonomian di Propinsi Jawa Tengah. Dinamika Pembangunan Vol. 1 No. 2: 125-136 Stanny, D. 2009. Analisis Peranan Sektor Industri Pengolahan Terhadap Perekonomian Propinsi Jawa Barat (Analisis Input Output). Skripsi. Bogor: Fakultas Ekonomi dan Manajemen-IPB. Susatio, Dewa. 2011. Analisa Jabatan. http://dewasusatio.blog.perbanas.ac.id/

analisis-jabatan/. [ diakses tanggal 16 April 2014].