Anda di halaman 1dari 12

Sejarah : Mekah, Ka'bah, Air Zam-zam

Sep 22, '06 11:49 AM


untuk semuanya
Saya mengenal kota Mekah di mana Ka'bah berada,
saya mengenal air zamzam, air yang membasahi
kehausan nabi Ismail dan ibunya, Hajjar. Lebih dari itu
saya tidak tahu sama sekali bagaimana dulu Mekah
berdiri sebagai kota, Ka'bah dan bagaimana air zamzam
dari sejak zaman nabi Ibrahim as artinya 4000 tahun
yang lalu bertahan hingga kini. Dari keingintahuan saya
itu terangkumlah jurnal ini dan mudah-mudahan
menarik untuk teman-teman. Selamat menjalankan
ibadah puasa dan mohon maaf lahir batin ...
Mekah 4000 tahun yang lalu hingga 400 tahun
yang lalu
Di pertengahan Laut Merah antara Yaman dan Palestina,
menjulanglah lingkaran gunung-gunung yang terletak
kurang lebih 80 kilometer dari padang pasir. Rantaian
gunung-gunung ini mengelilingi lembah sempit yang
memiliki 3 jalan keluar, yang menuju ke Yaman, yang
menuju ke jalan dekat Laut Merah di pelabuhan Jida dan
yang menuju ke Palestina. Di dalam lembah yang

cahayahati
cahaya
Pesan Pribadi
Laporkan
Pelanggaran
tertutup gunung-gunung inilah Mekah terletak.
Bagaimana sejarah Mekah sebelum nabi Ibrahim as,
para ahli sejarah tampaknya sedikit kesulitan
menemukan bukti sejarahnya. Namun yang jelas di
lembah ini sudah sejak zaman dulu menjadi tempat
singgah dan beristirahat, karena di sana ada sumber air.
Besar kemungkinan Ismail as lah yang pertama
menjadikannya tempat peristirahan tetap, bukan lagi
hanya tempat singgah sebentar dan pasar tukar antara
yang datang dari Selatan dan dari Utara.
Mekah sampai berdirinya Ka'bah ditengarai tidak
terlepas dari suku Al Amalik dan Jurhum. Sesudah nabi
Ismail dan Ibrahim as kurang lebih 2000 SM alias 4000
tahun yang lalu membangun fundamen Baitul Haram
pun (lihat coretan saya di sini), masih lama lagi baru
Mekah berkembang menjadi sebuah kota atau sejenis
kota, karena para sejarawan masih menemukan sisa-
sisa kehidupan nomaden. Demikian juga dengan
administrasi Baitul Haram lama sesudah nabi Ismail as
meninggal dunia, masih ada di tangan suku Jurhum,
sebuah suku yang selalu tinggal di Mekah.
Kekuasaan suku Jurhum atas Mekah berakhir ketika
Mudad Ibn Al Harith mengalahkan suku Amalik. Di
generasi inilah perdagangan Mekah maju pesat dan
mengalami kesejahteraan dan kenyamanan yang tinggi
sehingga mereka menjadi lengah bahwa mereka tinggal
di sebuah lembah yang tidak subur dan harus selalu
dirawat dan dijaga dengan seksama, sehingga air Zam-
zam pun menjadi kering.
Karena itu masyarakat menjadi gelisah dan suku Khuzza
berusaha mengambil alih kekuasaan. Mudad kemudian
pergi ke sumber air Zamzam dan menggali lubang di
sana, di mana kemudian ia menyembunyikan dua
gazelle dari emas, pedang dan kekayaan lainnya dengan
harapan suatu hari akan mengambilnya lagi. Ia
kemudian meninggalkan Mekah bersama dengan
turunan Ismail. Semenjak itu maka Mekah kemudian
jatuh ke tangan suku Khuzza.
Mekah 1600 tahun yang lalu sampai Islam datang
Saat kunci dari Baitul Haram ada di tangan Hulail dan
kemudian Hulail meninggal kunci jatuh ke tangan
putrinya, Hubba, yang menikah dengan Kusaij ibn
Kilab (kakek dari nabi Muhammad saw di generasi
kelima, tahun 400 M). Namun karena Hubba tidak ingin
mengurusinya, kunci kemudian diserahkan ke Abu
Ghibschan Al Chuzai, seorang peminum yang saat
mabuk untuk membeli minuman anggur menjualnya ke
Kusaij. Suku Khuzza lalu memprotes jatuhnya kunci
Baitul Haram ke Kusaij tapi karena Kusaij oleh beberapa
suku dianggap penduduk Mekah yang paling bijaksana,
mereka bergabung dengan Kusaij dan kemudian
mengusir suku Khuzza dari Mekah. Kusaij kemudian
menyatukan semua kantor dari rumah suci dan suku-
suku ini pun menyatakan setuju dengan kepemimpinan
Kusaij.
Sebelum itu, tidak satupun bangunan boleh dibuat di
dekat Ka'bah karena memang kaum Khuzza maupun
Jurhum tidak menginginkan rumah Allah bertetangga
dengan bangunan lainnya. Untuk itu mereka bila malam
pulang ke tempat yang agak jauh di luar. Namun atas
perintah Kusaij, penguasa baru Mekah, mulai
dibangunlah dekat Ka'bah bangunan-bangunan lain serta
sebuah balai kota, di mana tetua Mekah di bawah
pimpinannya merundingkan segala urusan kota dan
bermusyawarah. Tidak ada pernikahan yang tidak
dilakukan di Baitul Haram ini. Kaum Qurais membangun
rumah-rumah mereka dan menyediakan cukup tempat
untuk kemungkinan perluasan.
Ketika Kusaij semakin tua dan lemah, ia merasa tidak
lagi mampu mengurusi Mekah. Maka kemudian ia
berikan Hijaba (kantor pengawasan) dan kemudian
kunci rumah ke Abdud Dar, putra tertua Kusaij. Selain
itu Kusaij juga memiliki seorang putra Abdu Manaf yang
lebih dihormat dan dipanuti oleh masyarakat kota
Mekah. Selanjutnya diberikan pula Sikaja (urusan
minum para pelawat), Liwa (bendera) dan Rifada
(urusan makanan para pelawat). Rifada ini adalah
sejumlah dana yang diberikan kaum Qurais setiap
tahunnya dari harta mereka ke Kusaij. Di saat lawatan
Kusaij menggunakan dari uang ini untuk membeli
makanan bagi yang membutuhkan. Kusaij adalah orang
pertama yang mewajibkan rifada terhadap kaum Qurais.
Abdud Dar setelah itu mengurus kantor Kaaba sesuai
dengan yang diperintahkan ayahnya dan kemudian
putra-putranya yang melanjutkannya. Putra-putra Abdu
Manaf yakni Hasim, Abdu Syam, Al Muttalib dan
Naufal, lebih disukai dan dikenal daripada putra-putra
Abdud Dar. Karena itu kemudian mereka berempat
bersatu dan berusaha mengambil alih kekuasaan yang
ada ditangan sepupunya.

Sehingga terpecahlah Qurais dalam 2 partai, "Partai
Berparfum" adalah turunan Abdu Manaf, disebut seperti
itu karena mereka telah mencelupkan tangan mereka ke
dalam parfum dan datang ke Kaaba dan bersumpah
untuk tidak akan memecah belah ikatan itu. Sedangkan
turunan Abdud Dar bersatu dalam "Partai Persekutuan".
Kedua belah partai ini hampir saja berperang dan saling
menghancurkan diri mereka sendiri namun kemudian
mereka sepakat pada solusi : bani Abdu Manaf
kemudian mengurus Sikaja serta rifada dan Abdud Dad
mengurus hijaba, Liwa dan nadwa. Keduanya puas
dengan solusi ini dan tetap seperti itu hingga Islam
datang.
Haschim (464 n. Chr.) adalah pemimpin sukunya dan
sangat kaya. Ia mengurusi sikaja dan rifada. Seperti
yang telah dilakukan kakeknya ia pun menghimbau
rakyatnya untuk menyumbangkan sebagian hartanya
untuk mengurusi para pelawat, karena pengunjung dan
pelawat rumah Allah adalah tamu Allah dan tamu
memiliki hak dilayani dengan baik.
Hasim selain itu juga tidak pelit: kebaikan dan
kemurahan hatinya juga berlaku untuk penduduk
Mekah. Saat musim kering, ia menyediakan makan dan
tarid, sehingga senyum di wajah penduduk Mekah dalam
musim kering tidak hilang dari wajah. Selain itu
Hasimlah yang memasukkan karavan musim dingin ke
Yaman dan karavan musim panas ke As Syam. Melalui
aturan inilah kemudian Mekah berkembang dan
mencapai kejayaan sampai kemudian diakui sebagai
ibukota.
Di saat Mekah jaya ini, putra-putra Abdu Manaf
melakukan perjanjian keamanan dan perdamaian
dengan daerah tetangga. Hasyim sendiri melakukan
perjanjian dengan kerajaan Romawi dan dengan
bangsawan Ghassan untuk kedamaian dan persahabatan
bertetangga. Ia pula yang mengusahakan izin dari
kekaisaran Romawi bagi kaum Qurais, untuk
menyebrangi Asy Syam. Abdu Syam mengadakan
perjanjian dagang dengan Negus dari Abesinia, Naufal
dan Al Muttalib dengan Persia dan perjanjian dagang
dengan Hinjar di Yaman. Ketenaran Mekah semakin
meningkat dengan bertambahnya kesejahteraan, dan
tidak seorang pun dapat menyaingi kemahiran orang
Mekah berdagang. Karavan datang dari semua arah ke
Mekah dan meninggalkannya di sana. Untuk itu orang
Mekah berhasil mengumpulkan pengalaman dalam hal
perkreditan dan per-bungaan dan semua hal yang
berhubungan dengan perdagangan.
Hasyim tetap menjadi pemimpin Mekah hingga tua,
bahkan ketika keponakannya Umaya ibn Abdu Syam
selesai pendidikan tetap kekuasaan di tangan Hasyim,
sehingga Umayya pindah ke Asy Syam untuk 10 tahun
lamanya.
Dalam perjalanan ke Madina, Hasyim menikah dengan
Salma Bint Amr dari suku Khazraj dan darinya lahirlah
Syaiba dan tinggal kemudian di Madina dengan ibunya.
Setelah kematian Hasyim, saudaranya Al Muttalib yang
melanjutkan tanggung jawab Hasyim, walaupun Al
Muttalib lebih muda dari Abdu Syam tapi di masyarakat
Mekah lebih dikenal dan dihormati. Bangsa Qurais
menyebutnya "sang dermawan".
Suatu hari Al Muttalib ingat ke putra Hasyim yang di
Madina dan kemudian ia pergi ke Madina dan
membawanya serta ke Mekah, ia pun kemudian
mendudukkan putra Hasyim yang telah berangkat
remaja di belakangnya di atas onta. Kaum Qurais
mengira Al Muttalib membawa budaknya karena itu
dipanggillah putra Hasyim ini dengan sebutan Abdul
Muttalib, walaupun Al Muttalib berusaha menjelaskan
bahwa anak itu adalah putra Hasyim. Tapi nama Abdul
Muttalib lebih dikenal daripada Syaiba.

Ketika Al Muttalib akan memberikan harta Hasyim pada
putranya, Naufal menolak dan menyimpannya untuk diri
sendiri. Kemudian Abdul Muttalib dengan bantuan
pamannya dari Madina melawan pamannya di Mekah ini
untuk merebut yang menjadi haknya. Setelah kematian
Al Muttalib, Abdul Muttalib mengambil alih tanggung
jawab Hasyim yakni Sikaja dan Rifada.

Setelah keringnya air zamzam, maka untuk memenuhi
kebutuhan air minum harus diambil dari beberapa
sumber air di sekitar Mekah dan disimpan dalam kolam
air dekat Ka'bah. Bila ia memiliki banyak putra tentulah
hal ini tidak masalah, tapi karena ia hanya memiliki satu
putra saja, Abdul Muttalib menjadi sangat khawatir.
Pada masa itu, orang-orang Arab seringkali mengingat
kembali sumber air zamzam yang saat masa Mudad
kering dan ditutup oleh harta karun. Mereka seringkali
berharap agar air zamzam kembali mengalir. Lebih dari
yang lain tentu saja terutama hal ini menjadi beban
pikiran Abdul Muttalib. Hingga masalah ini terbawa ke
dalam mimpinya, di mana di dalam mimpi itu ia diminta
untuk menggali sumber air di mana nabi Ismail as dulu
keluar. Sehingga karena panggilan untuk menggali ini
demikian nyata, ia kemudian segera mencari sumber air
zamzam dan berhasil menemukannya di antara berhala
Isaf dan Naila. Dibantu oleh putranya Al Harits mulailah
ia menggali sampai terpancarlah air zamzam keluar
demikian juga dengan kedua gazel dari emas dan
pedang Mudad.
Kaum Qurais menginginkan bagian dari sumber air dan
apa yang telah ditemukan oleh Abdul Muttalib. Namun ia
tidak setuju dan mengusulkan untuk melakukan undian
yang kemudian juga disetujui oleh kaum Qurais. Undian
ini ternyata dimenangkan oleh Abdul Muttalib. Pedang
diambil oleh Abdul Muttalib dan gazelle emas untuk
Ka'bah. Oleh Abdul Muttalib pedang kemudian dilebur
dan dijadikan pintu untuk Ka'bah dan gazelle emas
dijadikan dekorasi untuk Baitul Haram. Semenjak itu
pengurusan Sikaja menjadi lebih mudah dengan
ditemukannya air Zamzam ini.

Mekah sesudah zaman nabi Muhammad SAW
Sesudah zaman nabi besar SAW, Mekah telah berkali-
kali diduduki. Di abad ke-13, Mesir mengambil alih kota
Mekah. Mulai tahun 1517 Mekah dibawah Usmani yang
kemudian menjadi kalifah. Di masa ini untuk pertama
kali Ka'bah diperluas. Tahun 1916 syerif Hussein ibn Ali
yang kemudian menjadi raja Hija berhasil mengalahkan
kekuasaan Turki atas Mekah. Tahun 1924 Abd al-Aziz
ibn Saud, sultan lama dari Naj menduduki Mekah. Ia
yang membuat Mekah menjadi pusat keagamaan dari
Saudi Arabia.
Mekah, Ka'bah dan Sumber air zamzam sekarang

Mekah sekarang berpenduduk sekitar 1,3 juta orang dan
saat musim haji bisa bertambah 3 kali lipat. Pelindung
dan penguasa dari Mekah dan Madina sejak tahun 1986
adalah raja Saudi. Sejak tahun 2005 adalah Abdullah ibn
Abdulaziz Al Sa'du. Urusan kehakiman kota berdasarkan
Sariah dan dilakukan oleh pengadilah kadi.

Ka'bah (artinya kubus, dadu) juga disebut dengan
nama Baitullah, Baitul Atiq atau rumah tua adalah
bangunan berukuran 12 x 10 x 15 meter. Di atasnya
ditutup oleh kain hitam yang disebut kiswah. Kiswah ini
setiap tahun diganti dengan yang baru, di atasnya
dihiasi oleh surat-surat Al Quran dari emas dan perak
setinggi 3 sampai 4 meter.

Karena dengan kelembaban udara hampir 90%, hiasan
ini lekas memucat dan memudar dan menjadi hitam
karena peraknya beroksidasi sehingga tidak heran setiap
tahun tidak hanya hiasannya saja tapi juga seluruh
kiswah harus diganti. Di pabrik Kiswah ini bekerja 100
laki-laki sepanjang tahun untuk menyelesaikan kain ini.
Mereka pergunakan setiap tahunnya kurang lebih 400 kg
benang emas dan perak, yang lebih tipis dari seperrtiga
milimeter dan dari emas murni 999 karat dan perak.

Di dalamnya ada hajjar aswad (artinya batu hitam)
terletak di pojok Selatan Ka'bah. Dikabarkan batu hitam
ini adalah meteorit tapi ada pula yang mengatakan batu
ini adalah hadiah dari malaikat Jibril.

Nama zamzam berasal dari Zom Zom, yang artinya
'berhenti mengalir'. sumur Zamzam terletak kurang lebih 20 meter
di sebelah Timur Ka'bah. Sumur zamzam ini dibor oleh tangan
dengan kedalaman kurang lebih 30,5 m, dengan kisaran diameter
dalam 1,08 sampai 2,66 m. Secara hidrologis, sumur ini terletak di
Wadi Ibrahim, yang mengalir membelah Mekah, dan keran air tanah
dari aluvium wadi, seperti badan batu karang dasar yang segar.

Bagian atas yang 13,5 meter dalam aluvium berpasir dari wadi
Ibrahim dan 17 meter di badan karang dasar diorit. Diantaranya
ada 0,5 meter tebal karang (weathered) yang sangat permeable.
Jumlah muslim yang mengunjungi Mekah telah naik secara dramatis
di 3o tahun terakhir, dari sekitar 400.000 per tahun di pertengahan
tahun 1970.
Perbaikan pompa Zamzam dan sistem penyimpanan
Untuk mengatur kebutuhan air Zamzam dari sumur Zamzam, air
Zamzam dipompa, dittreatment dan disimpan di tangki
penyimpanan bawah tanah secara kontinyu. Sebelum didistribusi
ke konsumen dan dikirim ke Madinah, air zamzam harus melalui
rangkaian filter pasir, filter mikro dan disinfektan dengan
ultraviolet.
Optimasi dari supplai air Zamzam dan distribusi
Para haji membawa air zamzam kembali ke rumah biasanya
dalam plastik yang berukuran 10 atau 20 liter, yang mana mereka
isi sendiri dari beberapa titik pengisian, yang terletak di sekeliling
Al-Haram dan di pusat pengisian. Tapi lebih sering mereka
membeli tangki yang sudah diisi dari penjual di jalan.

Sistem distribusi ini membutuhkan penanganan higienis dan usaha
penanganan yang lebih baik. Karena itu, Zamzam Studies and
Research Center terus dalam proses untuk mengevaluasi sistem
pengisian sekarang ini dan desain peningkatan yang akan
mengurangi libatan langsung manusia dan penjual.

Sumber dari :
1. http://www.ihg-
net.de/cms/front_content.php?idcat=270
2. http://hajj.al-islam.com/
3. http://de.wikipedia.org/wiki/Mekka
4. http://www.goruma.de/staedte/mekka.html
5. http://www.sgs.org.sa/index.cfm?sec=311&page=
6. Gambar dari
http://www.ezsoftech.com/hajj/img/kabah_interior.jpg

KomentarKronologis Kebalikan Berdasar topik

balas
indbahar menulis on Sep 24, '06
Terima kasih mbak Anky sharing cerita menariknya...jadi
menambah ilmu.

balas
lilysabrina menulis on Sep 24, '06
sejarah Mekah memang menarik sekali ceritanya...saya sangat
seneng dgn cerita yg semacam ini...terimakasih mba karna
telah berbagi...

balas
herdinur menulis on Sep 24, '06
oh...kurindu makkah, ka'bah dan air zam-zam yg
menyegarkan:D

balas
cahayahati menulis on Sep 24, '06
indbahar} berkata
sharing cerita menariknya...jadi menambah ilmu.
Dengan senang hati mbak Indri ...

balas
cahayahati menulis on Sep 24, '06
lilysabrina} berkata
saya sangat seneng dgn cerita yg semacam
ini...terimakasih mba karna telah berbagi...
Sama-sama Lily ... semoga berguna

balas
cahayahati menulis on Sep 24, '06
herdinur} berkata
oh...kurindu makkah, ka'bah dan air zam-zam yg
menyegarkan:D
Saya ingin juga nih merasakannya ....

balas
agneswollny menulis on Sep 24, '06
menarik... danke infonya.
*selamat menunaikan puasa.

balas
cahayahati menulis on Sep 24, '06
agneswollny} berkata
menarik... danke infonya.
*selamat menunaikan puasa.
Makasih mbak Agnes .. :-)

balas
sriyulis menulis on Sep 25, '06
makasih banyak Mbak Anky...aku juga nggak begitu banyak
tau tentang sejarah ini, tapi Subhanallah..sampai sekarang air
zam-zam tak pernah habis..., kemanapun kita pergi..disetiap
sudut minum air zam-zam...malah di dalam mesjid orang suka
wuudhu dengan air zam-zam juga...selamat puasaaaaa

balas
timurmatahari menulis on Sep 25, '06, telah disunting on Sep
25, '06
Mbak Anky sayang, tularin dong moodnya utk browsing
kesana kemari. tim lagi males beneran niy....heheheh
thanks sharingnya ya mbak :)

balas
cahayahati menulis on Sep 26, '06
sriyulis} berkata
aku juga nggak begitu banyak tau tentang sejarah ini,
Aku pertamanya tahu dari dongen islami anak-anak, terus
browsing lagi deh di internet ternyata ada ...

Iya Yulis air zamzam luarbiasa ya .. dalamnya bayangkan saja
hanya 30 meter, bayangkan dalamnya air sumur di Bandung di
setiap rumah kan hampir sama sedalam itu. Tapi kalau harus
memenuhi kebutuhan para haji yang hampir 3 jutaan mana air
di Bandung tahan ya ... subhanallah ...

Selamat puasa juga Yulis ... hari Sabtu buka di rumah Yulis, ke
Aachen nggak ???

balas
cahayahati menulis on Sep 26, '06, telah disunting on Sep 26,
'06
timurmatahari} berkata
ularin dong moodnya utk browsing kesana kemari.
Itu juga kalau rasa ingin tahunya luar biasa koq Tim ... jadi itu
mbak 'mood' nggak selalu ada ... dengan senang hati non ....

balas
adesiti menulis on Sep 27, '06
artikel yang sangat menarik mbak anky....
subhanallah....sungguh ingin bertandang kesana...
*segera kabulkan ya Allah.....*. bantu do'a ya mbak....

balas
cahayahati menulis on Oct 1, '06
adesiti} berkata
artikel yang sangat menarik mbak anky....
subhanallah....sungguh ingin bertandang kesana...
*segera kabulkan ya Allah.....*. bantu do'a ya mbak....
Amin ya Rabbal Aalamin, semoga mbak Ade dan saya bisa
suatu saat mengunjungi Baitul Haram, Mekah dan mencicipi
langsung air zamzam.
Komentar telah dihapus atas permintaan penulis.

balas
zainalbakri menulis on May 4, '08
terima kaish udah berbagi. salam dari aceh

balas
cahayahati menulis on May 5, '08
zainalbakri} berkata
salam dari aceh
salam kembali

balas
sitinurvadilah menulis on Oct 5, '09
Bagaimana kalu ada umat lain mengatakan kalo islam itu
mengyembah batu karena di dalam ka'bah itu batu???

balas
aguswidodoparamedic menulis on Nov 11, '09
Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,
Saya meminta izin untuk copy paste ke email pribadi dan
dipostingkan ke saudara-saudara saya.
terima kasih

Jazakumullah khoiron katsiro

Agus Widodo
Komentar telah dihapus atas permintaan penulis.

balas
cahayahati menulis on Nov 18, '09
sitinurvadilah} berkata
Bagaimana kalu ada umat lain mengatakan kalo islam itu
mengyembah batu karena di dalam ka'bah itu batu???
hmm ... sulit memang kalau menjelaskan ke seseorang yang
hanya menilai kaku sebuah ibadah ya ... bagi saya ada juga
umat lain yang berdoa ke Tuhan dengan menghadap ke patung,
atau menyulut sesuatu saat berdoa, hal seperti ini juga akan
menimbulkan konotasi beragam

balas
cahayahati menulis on Nov 18, '09
aguswidodoparamedic} berkata
Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,
Saya meminta izin untuk copy paste ke email pribadi dan
dipostingkan ke saudara-saudara saya.
terima kasih

Jazakumullah khoiron katsiro

Agus Widodo
Waalaikum salam wr wb, maaf terlambat merespon tapi
silakan, semoga bermanfaat

balas
restudessy menulis on Nov 20, '11
Terima kasih infonya... boleh saya copy ya... :)

balas
cahayahati menulis on Nov 21, '11
restudessy} berkata
boleh saya copy ya... :)
silakan silakan tentu

balas
adiljelek menulis on Jan 4
kereng

balas
ssagus67 menulis on Mar 26
Kisah tentang mekah best juga rupanya
Tambahkan Komentar
U2FsdGVkX18A4 reply 1
reply
3158:U2FsdGVkX




Tuliskan komentar di entri blog, untuk semuanya

Kirim cahayahati pesan pribadi





Kutip pesan asli

Kirim

Pratinjau
dan Cek Ejaan

submitted


Pasar Filipina Pasar Indonesia Buka Toko, Gratis
2012 Multiply Indonesian Perihal Blog Syarat Privasi Perusahaan Iklankan API
Bantuan Sitemap