Anda di halaman 1dari 14

Pengkajian

1) Aktivitas
Keletihan, kelemahan, malaise umum.
Kehilangan produktifitas, penurunan semangat untuk bekerja
Toleransi terhadap latihan rendah.
Kebutuhan untuk istirahat dan tidur lebih banyak
2) Sirkulasi
i!ayat kehilangan darah kronis,
"alpitasi.
#T lebih dari dua detik
$) %ntegritas &go
#emas, gelisah, ketakutan
') &liminasi
Konstipasi.
Sering ken(ing.
)) *akanan + (airan
,afsu makan menurun
*ual+ muntah
-) ,yeri + kenyamanan
.okasi nyeri terutama di daerah abdomen dan kepala.
/) "ernapasan
,apas pendek pada saat istirahat maupun aktifita
0) Seksual
1apat terjadi pendarahan pervagina
"endarahan akut.sebelumnya
Tinggi fundus tidak sesuai dengan umurnya.
Data Fokus
1S 12
"asien mengeluh sering pusing
"asien mengeluh sakit kepala atau
pening saat berdiri dari duduk
atau duduk dari posisi berbaring
"asien mengeluh mudah (apek,
letih, dan lesu
"asien mengeluh penglihatan
berkunang3kunang
"asien mengeluh hilang nya
konsentrasi
"asien mengeluh mual dan
muntah yang berlebihan di
bandingkan dengan kehamilan
sebelum nya
"asien mengatakan makan hanya
14
"asien mengatakan tidak pernah
memikirkan perkembangan bayi
nya
"asien mengatakan hanya lulusan
S1
"asien beranggapan bah!a
1ari pemeriksaan fisik diperoleh 5
Telapak tangan terlihat pu(at
Kuku seperti sendok
Konjungtiva anemia
"asien terlihat lemah
1ata dari lab5
6b5 0gr+1l
6b 7 normal 8normal perempuan 5 11,)3
1),) g+d. , laki3laki 5 1$,)31/,'4+menit )
1ata tambahan5
9rekuensi muntah pasien )4
sehari
"asien terlihat bingung dengan
keadaan nya
makanan yang bergi:i identi(
dengan makanan yang mahal
ANALISA DATA
Data focus Problem Etiologi
1S5
"asien mengeluh
sering pusing
"asien mengeluh
sakit kepala atau
pening saat berdiri
dari duduk atau
duduk dari posisi
berbaring
"asien mengeluh
mudah (apek, letih,
dan lesu
"asien mengeluh
penglihatan
berkunang3kunang
12 5
1ari pemeriksaan fisik
diperoleh5
Telapak tangan
terlihat pu(at
%ntoleransi aktivitas ketidakseimbangan antara
suplai 22 dari kebutuhan
Kuku seperti sendok
Konjungtiva anemia
"asien terlihat lemah
1ata dari lab5
6b5 0gr+1l
6b 7 normal 8normal
perempuan 5 11,)3
1),) g+d. , laki3laki 5
1$,)31/,'4+menit)
1S5
"asien mengeluh
hilang nya
konsentrasi
"asien mengeluh
mual dan muntah
yang berlebihan di
bandingkan dengan
kehamilan sebelum
nya
"asien mengatakan
makan hanya 14
sehari
125
"erubahan nutrisi
kurang dari kebutuhan
kegagalan untuk
men(erna atau ketidak
mampuan men(erna
makanan +absorpsi
nutrient yang diperlukan
untuk pembentukan sel
darah merah.
9rekuensi muntah
pasien )4 sehari
1ata dari lab5
6b5 0gr+1l
6b 7 normal 8normal
perempuan 5 11,)3
1),) g+d. , laki3laki 5
1$,)31/,'4+menit)
1S5
"asien mengatakan
tidak pernah
memikirkan
perkembangan bayi
nya
"asien mengatakan
hanya lulusan S1
"asien beranggapan
bah!a makanan yang
bergi:i identi( dengan
makanan yang mahal
125
"asien terlihat
bingung dengan
Kurang pengetahuan Kurang nya sumber
informasi
keadaan nya
DIAGNOSA KEPEA!ATAN
,o. 1iagnosa Kepera!atan
1 %ntoleransi aktivitas b.d ketidakseimbangan antara suplai 22 dari kebutuhan
2 "erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d kegagalan untuk
men(erna atau ketidak mampuan men(erna makanan +absorpsi nutrient yang
diperlukan untuk pembentukan sel darah merah.
$ Kurang pengetahuan b.d Kurang nya sumber informasi
INTE"ENSI
N
o
Diagnosa Tujuan Inter#ensi asional
1 %ntoleransi
aktivitas b.d
Setelah di lakuakan
tindakan kepera!atan
$an%iri &
Kaji *empengaruhi
ketidakseimban
gan antara
suplai 22 dari
kebutuhan
selama $ 4 2'jam
diharapkan 5
"asin dapat
mempertahankan+meni
ngkat kan
ambulasi+aktivitas.
Denan kriteria 'asil &
; melaporkan
peningkatan toleransi
aktivitas 8termasuk
aktivitas sehari3hari),
3 menunjukkan
penurunan tanda
intolerasi fisiologis,
misalnya nadi,
pernapasan,
3 tekanan darah
masih dalam rentang
normal.
kemampuan
A1. pasien(
Kaji
kehilangan
atau
gangguan
keseimbangan
, gaya jalan
dan
kelemahan
otot.
2bservasi
tanda3tanda
vital sebelum
dan sesudah
aktivitas
<erikan
lingkungan
tenang, batasi
pengunjung,
dan kurangi
suara bising,
pilihan
intervensi+bantuan
*enunjukkan
perubahan
neurology karena
defisiensi vitamin
b12
mempengaruhi
keamanan
pasien+risiko
(edera.
*anifestasi
kardiopulmonal
dari upaya jantung
dan paru untuk
memba!a jumlah
oksigen adekuat
ke jaringan.
*eningkatkan
istirahat untuk
menurunkan
kebutuhan oksigen
tubuh dan
menurunkan
pertahankan
tirah baring
bila di
indikasikan.
=unakan
teknik
menghemat
energi,
anjurkan
pasien
istirahat bila
terjadi
kelelahan dan
kelemahan,
anjurkan
pasien
melakukan
aktivitas
semampunya
8tanpa
memaksakan
diri).
regangan jantung
dan paru.
*eningkatkan
aktivitas se(ara
bertahap sampai
normal dan
memperbaiki
tonus otot+stamina
tanpa kelemahan.
*eingkatkan
harga diri dan rasa
terkontrol.
2 "erubahan
nutrisi kurang
dari kebutuhan
tubuh b.d
Setelah di lakuakan
tindakan kepera!atan
selama $ 4 2'jam
diharapkan 5
Kaji ri!ayat
nutrisi,
termasuk
makan yang
1mengidentifikasi
defisiensi,
memudahkan
intervensi.
kegagalan
untuk men(erna
atau ketidak
mampuan
men(erna
makanan
+absorpsi
nutrient yang
diperlukan
untuk
pembentukan
sel darah
merah.
kebutuhan nutrisi
pasien dapat terpenuhi
%engan Kriteria 'asil
5
3 menunujukkan
peningkatan+memperta
hankan berat badan
dengan nilai
laboratorium normal.
3 tidak mengalami
tanda mal nutrisi.
3 *enununjukkan
perilaku, perubahan
pola hidup untuk
meningkatkan dan atau
mempertahankan berat
badan yang sesuai.
disukai.
2bservasi dan
(atat
masukkan
makanan
pasien.
Timbang
berat badan
setiap hari.
<erikan
makan sedikit
dengan
frekuensi
sering dan
atau makan
diantara
!aktu makan.
2bservasi dan
(atat kejadian
mual+muntah,
*enga!asi
masukkan kalori
atau kualitas
kekurangan
konsumsi
makanan.
*enga!asi
penurunan berat
badan atau
efektivitas
intervensi nutrisi.
*enurunkan
kelemahan,
meningkatkan
pemasukkan dan
men(egah distensi
gaster.
=ejala gi dapat
menunjukkan efek
anemia 8hipoksia)
flatus dan dan
gejala lain
yang
berhubungan.
<erikan dan
<antu
hygiene
mulut yang
baik >
sebelum dan
sesudah
makan,
gunakan sikat
gigi halus
untuk
penyikatan
yang lembut.
<erikan
pen(u(i mulut
yang di
en(erkan bila
mukosa oral
luka.
Kolaborasi &
Kolaborasi
pada organ.
*eningkatkan
nafsu makan dan
pemasukkan oral.
*enurunkan
pertumbuhan
bakteri,
meminimalkan
kemungkinan
infeksi.teknik
pera!atan mulut
khusus mungkin
diperlukan bila
jaringan
rapuh+luka+perdara
han dan nyeri
berat.
*embantu dalam
pada ahli gi:i
untuk ren(ana
diet.
pantau hasil
pemeriksaan
laboraturium.
berikan obat
sesuai
indikasi.
ren(ana diet untuk
memenuhi
kebutuhan
individual.
*eningkatakan
efektivitas
program
pengobatan,
termasuk sumber
diet nutrisi yang
dibutuhkan.
Kebutuhan
penggantian
tergantung pada
tipe anemia dan
atau adanyan
masukkan oral
yang buruk dan
defisiensi yang
diidentifikasi.
$ Kurang
pengetahuan
b.d Kurang nya
sumber
informasi
Setelah di lakuakan
tindakan kepera!atan
selama $ 4 2'jam
diharapkan 5
pengetahuan pasien
mengenai anemia
menjadi adekuat.
1engan Kriteria hasil 5
1apat
menjelaskan
kembali
mengenai
pengertian
anemia.
1apat mengikuti
instruksi dan
prosedur
pera!atan
1apat
menunjukkan
prilaku
1 *andiri5
<erikan
informasi
tentang
anemia
spesifik.
1iskusikan
kenyataan
bah!a terapi
tergantung
pada tipe dan
beratnya
anemia.
Tinjau tujuan
dan persiapan
untuk
pemeriksaan
diagnosti(.
1. *emberikan dasar
pengetahuan
sehingga pasien
dapat membuat
pilihan yang tepat.
*enurunkan
ansietas dan dapat
meningkatkan
kerjasama dalam
program terapi
Ansietas+ketakuta
n tentang
ketidaktahuan
meningkatkan
stress, selanjutnya
meningkatkan
beban jantung.
"engetahuan
menurunkan
ansietas.
kesehatan yang
positif untuk
menanggulangi
anemia
Kaji tingkat
pengetahuan
klien dan
keluarga
tentang
penyakitnya.
asional 5
<erikan
penjelasan
pada klien
tentang
penyakitnya
dan
kondisinya
sekarang.

Anjurkan
klien dan
keluarga
untuk
memperhatika
n diet
makanan nya.
*egetahui
seberapa jauh
pengalaman dan
pengetahuan klien
dan keluarga
tentang
penyakitnya.
1engan
mengetahui
penyakit dan
kondisinya
sekarang, klien
dan keluarganya
akan merasa
tenang dan
mengurangi rasa
(emas.
1iet dan pola
makan yang tepat
membantu proses
penyembuhan.
*inta klien
dan keluarga
mengulangi
kembali
tentang
materi yang
telah
diberikan.
*engetahui
seberapa jauh
pemahaman klien
dan keluarga serta
menilai
keberhasilan dari
tindakan yang
dilakukan