Anda di halaman 1dari 6

1

Al-Islam Kemuhammadiyahan I
AIK I
CARA MEMBACA AL-QURAN

1. Mengenal Huruf Hijaiyah



2. Mengenal Maraj dan Tajwid
Di bawah ini adalah huruf-huruf yang dapat disambung tetapi tak dapat
menyambung.

Selain enam huruf di atas, semua huruf dapat menyambung dan
disambung.
3. Harakat Huruf Al-Quran :
1. Fathah dengan tanda )
2. Kasrah dengan tanda )
3. Damah dengan tanda )
4. Sukun dengan tanda ()
5. Tasydid (dibaca dobel mati) dengan tanda )
6. Fathatain (tanwin fathah) dengan tanda dan berbunyi an.
7. Kasratain (tanwin kasrah) dengan tanda dan berbunyi in.
8. Dammatain (tanwin damah) dengan tanda dan berbunyi un.
Huruf Al-Quran dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
1. Huruf Qamariah yaitu huruf yang tidak merubah bacaan. Ada 14
huruf yaitu :
Huruf qamariah atau huruf bulan adalah huruf yang dibaca
secara jelas namun tetap mempertegas pembacaan dari huruf lam,
contohnya pada kata al-qamariyah () harus dan tetap dibaca
al-qamariyah dengan menegaskan pembacaan dari huruf lam.
Jumlah huruf qamariah ada 14 huruf hijaiah, yakni:



2
Al-Islam Kemuhammadiyahan I
2. Huruf Syamsiyah yaitu huruf yang merubah bacaan. Ada 14 huruf
yaitu : Huruf syamsiah atau huruf matahari adalah huruf yang
menghilangkan pembacaan dari huruf lam, contohnya pada kata al-
Syamsiyah ( ) harus dibaca as-syamsiyah dengan
menghilangkan pembacaan dari huruf lam. Jumlah huruf syamsiah
ada 14 huruf hijaiah, yakni:
IQLAB ( )
Iqlab artinya membalik atau mengganti. Apabila nun mati/tanwin bertemu
dengan huruf , maka hukum bacaannya disebut iqlab. Cara membacanya
adalah bunyi nun mati/ tanwin berubah menjadi bunyi mim (

) Huruf iqlab
hanya satu yaitu huruf
Contoh bacaan iqlab:
Huruf Nun mati ) anin



IKHFA (

)
Ikhfa artinya menyamarkan/menyembunyikan bunyi nun mati atau tanwin.
Maksudnya bunyi nun mati/ tanwin dibaca samar-samar antara jelas dan
dengung, serta cara membacanya ditahan sejenak. Hukum bacaan disebut ikhfa
apabila nun mati/tanwin bertemu dengan salah satu huruf ikhfa yang jumlahnya
ada 15 yaitu:
Contoh bacaan ikhfa:
No Huruf un mati ) anin
1







3
Al-Islam Kemuhammadiyahan I
MAD (PEMANJANGAN) HURUF AL-QURAN
1. Apabila ada Alif dan sebelumnya ada huruf yang berharakat Fathah.
2. Apabila ada Ya mati dan sebelumnya ada huruf yang berharakat
kasrah.
3. Apabila Wa mati atau Wa Sukun dan sebelumnya ada huruf berbaris
damah.
Keterangan :
Apabila ada Mad thobiiy

) Mad ini biasa juga dinamakan


mad ashli, yang dimaksud dengan mad thobiiy adalah mad yang
panjang bacaannya satu alif atau dua harakat di mana syaratnya yaitu
setelah huruf mad tidak ada hamzah atau huruf mad yang mati, baik
karena sukun atau waqaf, contoh :
Huruf mad hobiiy/ashli ada tiga yaitu : alif, a dan ya dengan
syarat, bahwa huruf-huruf tersebut berharakat sukun atau mati
dengan ketentuan sebagai berikut
Alif yang sukun dan didahului oleh huruf hijaiyyah lainnya yang
berharokat fathah. Contoh:

, dan sebagainya.
Waw yang sukun dan didahului oleh huruf hijaiyyah lainnya yang
berharakat dhommah. Contoh :

, dan
sebagainya.
Ya yang sukun dan didahului oleh huruf hijaiyyah lainnya yang
berharakat kasrah. Contoh : -

, dan sebagainya.
Namun apabila tidak memenuhi ketiga kententuan tersebut maka
huruf-huruf tersebut tidak dibaca dengan mad (kecuali diwaqafkan),
misalnya :

(ya tidak dimadkan karena huruf sebelumnya


berharakat fathah).

1. Mad ashli sebenarnya terbagi menjadi dua macam, yaitu : a) Mad Ashli
Zhahiry, adalah mad jelas tanda dan juga bacaannya sekaligus, dan 2) Mad
Ashli Muqadda, adalah yang ada kalanya huruf-huruf mad tersebut dalam


4
Al-Islam Kemuhammadiyahan I
penulisannya tidak ditulis, tetapi diganti dengan lambang atau simbol
tertentu untuk menandakan bahwa kalimat tersebut dibaca dengan mad.
2. Mad wajib Muttashil (

)
Maksudnya yaitu mad yang wajib dibaca panjang karena terdapat huruf
hamzah yang berada dalam satu kata, jadi ada syarat tertentu untuk mad
wajib muttashil yaitu adanya huruf hamzah sesudah huruf mad yang
terkumpul pada satu kata dan panjang bacaannya adalah 1 sampai 2
alif (3 sampai 5 harakat). Contoh :


Dengan demikian apabila ada huruf hamzah yang tidak terkumpul dalam
satu kata maka, tidak dikategorikan dengan bagian mad ini. Perhatikan
contoh :
Setelah huruf mad ada hamzah yang terkumpul dalam satu
kata

Setelah huruf mad ada hamzah yang terkumpul dalam satu kata

Setelah huruf mad ada hamzah yang terkumpul dalam satu kata

Setelah huruf mad ada hamzah yang terkumpul dalam satu kata

Setelah huruf mad ada hamzah yang terkumpul dalam satu kata
3. Mad Jaiz Munfashil (

)
Mad Jaiz maksudnya adalah jaiz atau boleh dibaca panjang atau pendek,
dan munfashil artinya terpisah. Jadi pengertian secara istilah dapat
disimpulkan dari pengertian di atas bahwa Mad jaiz Munfashil artinya
kebolehan membaca pendek atau panjang bacaan/huruf mad jika huruf
mad tersebut tidak terkumpul dengan huruf hamzah dalam satu kata. Jadi
harus ada syarat yang dipenuhi dalam mad jaiz munfashil ini, yaitu adanya
huruf hamzah () sesudah huruf mad tetapi tidak terkumpul dalam satu
kata (dalam bahasa Arab disebut kalimat). Untuk panjang bacaannya dapat
sama dengan mad wajib muttashil atau bisa juga sama dengan mad
thobiiy, sehingga mad jaiz munfashil dapat dibaca sepanjang satu sampai
2 alif.



5
Al-Islam Kemuhammadiyahan I
4. Mad azim ilmy

)
Mad Lazim artinya kelaziman untuk memanjangkan bacaan dan kilmy
artinya kata, maksudnya adalah kelaziman memanjangkan huruf mad
karena sesudah huruf mad ada huruf yang bertasydid, ini biasanya berada
di tengah-tengah kalimat, di mana dalam kalimat tersebut setelah huruf
mad ada huruf yang bertasydid (syaddah) yang merupakan tanda
khususnya, karenanya disebut dengan mad lazim kilmy atau ahli ilmu
tajwid sering juga menyebut mad ini dengan nama mad lazim muthowwal
( ), artinya panjang bacaan mad ini adalah wajib paling tidak 2
sampai 3 alif atau 5-6 harakat. Contoh :

.
5. Mad Iwadh ( )
Iwadh secara bahasa berarti pengganti, sedangkan secara istilah yaitu mad
yang terjadi karena waqaf (berhenti) pada lafal yang ditanwinkan
(khususnya fathatain) dibaca nasab di akhir kalimat. Kesimpulannya
bahwa mad iwadh semula berupa kata yang berharakat fathatain, kemudian
diwaqafkan sehingga fathatainnya diganti dan dibaca dengan nasab/fathah
dan bacaannya lebih panjang sekitar 1 alif.
6. Mad Badal ( )
Badal secara bahasa artinya pengganti, sedangkan menurut istilah yaitu
adanya huruf mad dan hamzah yang terkumpul dalam satu kata, namun
huruf hamzah lebih dahulu dari pada huruf mad. Untuk panjang bacaan
mad ini, ulama sepakat selama 1 alif.Contoh :


7. Mad Shilah ( )
Mad Shilah artinya bacaan mad yang disambung, atau dengan kata lain,
mad shilah adalah huruf mad tambahan yang diperkirakan setelah huruf
ha dhomir, yang dikira-kirakan dengan harakat dhommah atau kasrah.
8. Mad Lien ( )
Mad ini hanya dibaca pada huruf a dan ya yang berharakat sukun
setelah huruf lain yang berharakat fathah. Jika bacaannya diteruskan
dengan kalimat lain, maka panjang bacaannya 1 alif, sedangkan apabila


6
Al-Islam Kemuhammadiyahan I
diwaqafkan (berada pada akhir kalimat) maka dibaca sepanjang 2-3 alif.
Berikut contohnya :
1.

Bai-tun Huruf lien berada setelah fathah (jika waqaf dibaca :


Bay-yt).
2. Ghoi-bun Huruf lien berada setelah fathah (jika waqaf dibaca :
Ghoyyb).
3. Roi-bun Huruf lien berada setelah fathah (jika waqaf dibaca :
Roy-yb).
9. Mad Tamkin ( )
Mad tamkin yaitu mad yang dibaca karena adanya dua huruf ya yang
pertama berharakat hidup, bertasdid dan kasrah, sedangkan yang kedua
berharakat sukun. Panjang bacaannya 1 alif. Contoh :
1

Nabiyyii-na, sebelum ya sukun, ada ya yang bertasydid


2

Huyyii-tum Sda.
10. Mad Farqu ( )
Farqu (bisa juga disebut mad istifham), secara bahasa berarti pembeda,
dengan kata lain mad farqu adalah mad yang fungsinya membedakan
antara istifham (kata tanya) dengan khabar (berita), sehingga jika tidak
dibaca mad, maka hamzah akan disangka sebagai hamzah khabar, padahal
ia berfungsi sebagai kata tanya. Panjang bacaannya adalah 3 alif, dan di
dalam Alquran hanya terdapat 4 tempat saja, yaitu :
1.

Aaa-dzakaroini
2. Aaa-llohu

ADAB MEMBACA AL-QURAN
Ada empat hal dalam membaca Al-Quran, yaitu :
1. Disunahkan mengambil air wudhu
2. Disunahkan memakai pakaian bersih lagi halal
3. Disunahkan pada tempat yang bersih
4. Disunahkan menghadap ke kiblat.