Anda di halaman 1dari 5

1.

1 Pengertian Proxy Server


Proxy bisa diartikan sebagai perantara untuk dua pihak yang saling berhubungan, dalam sebuah
jaringan kita biasa mengenal proxy server. Proxy server adalah sebuah perangkat yang menjembatani
komputer baik komputer client maupun komputer server dimana fungsi dasarnya yaitu connection
sharing, filtering, dan chacing. Untuk connection sharing, Proxy server dapat bertindak sebagai gateway
untuk jarngan lokal terhadap jaringan luar atau internet, karena paket data yang dikirimkan dari jaringan
lokal ke jaringan luar harus melewati proxy server. Proxy sever sebagai connection sharing ini dapat
bekerja pada layer Data-Link, layer Network dan Transport, maupun layer Aplikasi dalam hirarki layer
komunikasi jaringan menurut OSI, namun sebagian besar pengertian, proxy server bekerja pada layer
aplikasi.
Proxy server juga mempunyai fungsi untuk melakukan filtering yang biasa disebut dengan
firewall. Filtering ini berdasarkan daftar aturan dan pengaturan pada akses tertentu sehingga lebih
mudah mengatur trafik dari sumber-sumber yang tidak terpercaya dan digunakan untuk melindungi
kumpulan komputer dalam sebuah jaringan maupun sekumpulan jaringan yang berbeda topologi. Dalam
melakukan tugasnya firewall mempunyai beberapa teknik yang digunakan untuk melindungi jaringan.
Teknik yang digunakan adalah sebagai berikut,
1. Penganturan pada layanan (service control)
Firewall akan melayani kontrol berdasarkan tipe-tipe layanan yang digunakan di Internet
dan boleh diakses baik untuk kedalam ataupun keluar firewall. Biasanya firewall mengecek IP
address dan juga nomor port yang digunakan, baik TCP maupun UDP.
2. Pengaturan terhadap arah (direction control)
Firewall akan melayani kontrol Berdasarkan arah dari berbagai permintaan (request) terhadap
layanan yang akan dikenali dan diijinkan melewati firewall.
3. Pengaturan pada user (user control)
Firewall akan melayani kontrol berdasarkan user yang dapat mengakses suatu layanan yang
apabila diizinkan oleh firewall, pengaturan seperti ini memungkinkan setiap user mendapat
akses berbeda di setiap layanan. Biasanya pengaturan ini untuk membatasi akses keluar jaringan
lokal, tetapi dapat juga membatasi akses ke dalam jaringan.
4. Pengaturan terhadap perlakuan (behavior control)
Firewall akan melayani kontrol Berdasarkan seberapa banyak layanan itu telah digunakan. Misal,
firewall dapat memfilter email untuk menanggulangi/mencegah spam.


Fungsi dasar yang ketiga dari sebuah proxy server adalah caching. Caching adalah sebuah cara
untuk penyimpanan content-content yang sudah pernah diminta oleh pengguna di internet, content-
content tersebut disimpan pada sebuah ruang disk yang di sebut cache. Sehingga apabila ada pengguna
yang akan meminta content yang sama proxy server akan memberikannya langsung tanpa meminta
terlebih dahulu ke server aslinya di internet. Proses caching ini tidak terlihat oleh pengguna
(transparent). Artinya pengguna tidak dapat membedakan siapa sebenarnya yang memberikan content
tersebut. Content yang di simpan mempunyai batas waktu untuk memeriksanya digunakan validasi.
Validasi ini digunakan apabila ada pengguna yang memintanya, metode ini di sebut caching pasif,
sedangkan caching aktif proxy akan secara otomatis akan mengamati content dan perubahannya. dalam
kondisi tertentu kapasitas penyimpanan cache akan berkurang oleh content yang di simpan, maka proxy
server akan melakukan penghapusan secara otomatis agar ruang penyimpanan tetap terjaga,
penjadwalan yang dilakukan sesuai dengan konfigurasi yang sudah ditentukan, biasanya ditetukan oleh
waktu suatu content tersimpan atau kepopuleran.
Dengan proxy, maka identitas komputer anda berupa IP menjadi tersembunyi dikarenakan yang
dikenali server yang direquest adalah IP dari server proxy anda. Proxy ini pada umumnya digunakan
untuk kegiatan menyembunyikan identitas atau untuk menghindari pemblokiran akses ke suatu server.

Penggunaan jejaring sosial adalah salah satu contohnya. Banyak pekerja kantoran dan
mahasiswa yang tidak bisa mengakses jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter di lingkungan kantor
atau kampus jika menggunakan koneksi gratis dari tempat tersebut. Hal ini merupakan kebijakan dari
pemilik koneksi, dalam hal ini kantor dan kampus supaya tidak adanya penyalahgunaan atau pecahnya
konsentrasi bekerja dan belajar karena sibuk berjejaring sosial. Untuk mengakali pembatasan itu, maka
digunakanlah proxy, dimana akan terlihat dari server kantor yang mengatur lalu lintas data, request
yang anda lakukan adalah menuju server proxy, bukan server Facebook atau Twitter sehingga tidak akan
ada pembatasan akses.
Selain itu, internet memiliki banyak kegunaan yang iantaranya bergaul di jejaring sosial, jual beli
online, mencari lowongan pekerjaan, berbagi pengetahuan, ngeblog, mendownload file audio dan video,
kuliah online dan lain sebagainya. Namun ada kalanya beberapa pengguna mengalami gangguan pada
koneksi, terutama pada IP yang digunakan. Ada suatu keadaan dimana IP yang digunakan ditolak oleh
suatu server karena berbagai hal. Salah satu cara untuk tetap bisa mengakses server tersebut adalah
dengan menggunakan proxy. Ini adalah keuntungan proxy secara eksternal yang mana server yang anda
tuju tidak mengetahui alamat IP anda yang asli. Alamat IP yang terdeteksi pada server yang dituju adalah
alamat IP dari proxy, bukan milik anda karena secara teknis anda diwakili oleh proxy. Oleh karena itu
server yang dituju tersebut mengijinkan anda untuk mengaksesnya.

1.2 Cara Kerja dari Proxy Server
Cara kerja proxy server sebenarnya sangat sederhana. Ketika seorang pengguna layanan proxy
meminta berkas, files, sambungan atau sumberdaya dari public server, maka proxy server
meneruskannya ke internet seolah-olah proxy tersebut yang meminta. Dan ketika proxy server
mendapatkan apa yang di minta pengguna, dia memberikan respon kepada pengguna seolah-olah dia
adalah public server (internet). Dengan menggunakan proxy, maka identitas komputer menjadi
tersembunyi. Proxy ini pada umumnya digunakan untuk kegiatan menyembunyikan identitas atau untuk
menghindari pemblokiran akses ke suatu server
Contoh penggunaan proxy server adalah untuk mengakses jejaring sosial dari kator atau
kampus. Banyak pekerja kantoran dan mahasiswa yang tidak bisa mengakses jejaring sosial seperti
Facebook dan Twitter di lingkungan kantor atau kampus. Hal ini merupakan kebijakan dari pemilik
koneksi, yang dimaksudkan agar menganggu kosentrasi kerja atau belajar karena sibuk berjejaring
sosial. Untuk menyiasati pembatasan itu, maka digunakanlah proxy server. Dimana akan terlihat dari
server kantor yang mengatur lalu lintas data, bahwa yang anda tuju adalah server proxy, bukan server
Facebook atau Twitter. Sehingga pemblokiran tidak berlaku untuk anda. Atau sebaliknya.
Berdasarkan contoh diatas, maka dapat disimpulkan bahwa proxy server berfungsi, antara lain adalah:
Membagi koneksi
Menyembunyikan identitas (IP)
Memblokir situs yang tidak diinginkan
Mengakses situs yang di blokir
Melindungi dan menjaga komputer dari pencurian dan kebocoran data
Sebagai firewall dari situs-situs yang tidak terpercaya dan berbahaya
Sebagai media untuk menyimpan sejarah browsing dalam bentuk cache
Merubah topologi jaringa komputer anda, dan lain-lain.
1.3 Fungsi Proxy Server
Adapun fungsi-fungsi yang mungkin dari sebuah komputer server yang dijadikan proxy diantaranya
adalah:
1. Gateway, yaitu jembatan antara jaringan public dan jaringan local. Di dalamnya dimungkinkan
terjadi translasi IP Address Public yang disebut NAT (Network Address Translation) berfungsi
untuk share sumberdaya dari Internet sehingga client-client yang ada dalam sebuah jaringan
LAN (Local Area Network) dapat menikmati akses internet secara bersama-sama dalam waktu
yang sama pula cukup dengan menggunakan 1 buah IP Address Public (baik statis maupun
dinamistergantung service yang diberikan ISP kepada kita). Namun dalam hal proteksi yang
lebih baik, biasanya Gateway ini dibuat tersendiri seperti menggunakan router, modem dll.
2. Firewall, untuk keamanan jaringan. Fungsi ini dapat membatasi dan mencegah terjadinya akses-
akses yang tidak diinginkan terhadap sumber daya yang ada di internet maupun intranet baik
oleh pihak client maupun oleh pihak luar yang tidak diketahui. Contohnya seperti mem-blokir
akses dari jaringan internet pada port-port tertentu atau mencegah client mengakses situs-
situs/service-service tertentu yang berbahaya bagi komputer dan jaringan local, seperti virus,
trojan, serangan hacker dll.
3. Bandwith Management, yaitu untuk membuat peraturan dalam mengelola kontent dan
kecepatan akses terhadap sumber daya internet/intranet yang diberlakukan bagi client dalam
jaringan localnya. Hal ini terkait pula dengan metode caching yang dilakukan sebuah server
proxy pada umumnya (telah dijelaskan diatas).
4. IP Address/Group and User Access Management, fungsi ini merupakan fitur yang cukup penting
untuk mengelola hak kepada user/komputer/group/IP Address yang bisa mengakses jaringan
luar/internet.
5. Content Filtering, fitur ini berupa aturan yang akan menyaring setiap informasi/konten yang
diminta oleh client agar tidak terlalu bebas dan dapat merusak/meminimalisir sisi negatif dari
konten tersebut.
6. Transparent proxy and Non-transparent proxy, yaitu sebuah metode dimana client yang ada
dalam jaringan, tidak perlu melakukan konfigurasi (transparent) untuk bisa
mengakses/terhubung/dikenakan aturan dari server proxy tersebut, akan tetapi proxy serverlah
yang langsung melakukan broadcast terhadap siapapun yang telah memiliki akses ke internet
untuk dipaksa melewati proxy server terlebih dahulu. Sementara Non-transparent proxy
adalah kebalikan dari tranparent dimana setiap client yang akan
terhubung/mengakses/dikenakan aturan proxy, maka pada setiap aplikasi seperti internet
Browser, FTP Client dll. yang menuju jaringan luar/internet harus dikonfigurasi agar terhubung
ke proxy server tersebut.
7. VPN Server and VPN Tunnel, VPN adalah singkatan dari (Virtual Private Network) atau jaringan
pribadi, yang merupakan cara agar jaringan local/pengguna perorangan disuatu tempat dapat
mengakses jaringan local/komputer server ditempat lainnya melalui media public seperti
internet. Melalui VPN ini, seseorang atau sebuah jaringan local disebuah tempat dapat
terhubung dengan IP Address local, sehingga komunikasi yang terjadi, layaknya dalam sebuah
jaringan local biasa (LAN). Namun media yang digunakan adalah media public seperti internet.