Anda di halaman 1dari 9

Akuntansi Manajemen

Segmented Reporting, Investment Evaluation and Transfer Pricing

Oleh Kelompok 11

Ida Ayu Gede Purbadianthi Muhammad Ridwan Satrio Ni Putu Ria Arista Dewi

(1215351078) (1215351110) (1215351114)

Jurusan Akuntansi Program Ekstensi Fakultas Ekonomi Universitas Udayana 2013

SEGMENT REPORTING & DECENTRALIZATION Desentralisasi Organisasi: suatu sistem dalam organisasi dimana pembuatan keputusannya tidak diserahkan hanya pada eksekutif puncak, tetapi disebarkan di seluruh organisasi pada manajer pada berbagai tingkat sesuai dengan lingkup tanggung jawabnya. Keunggulan desentralisasi: Manajemen puncak dapat berkonsentrasi pada strategi dan pembuatan keputusan strategis Memberikan pengalaman bagi manajemen pada tingkat yg lebih rendah untuk pembuatan keputusan Pemberian kewenangan pembuatan keputusan dan tanggung jawab akan memberikan kepuasan kerja Manajemen pada level lebih rendah umumnya memiliki informasi yg lebih rinci dan update sehingga dapat menghasilkan keputusan yang lebih baik Sulit untuk mengevaluasi presetasi seorang manajer apabila tidak diberi banyak kebebasan

Kelemahan desentralisasi: Manajer pada tingkat yang lebih rendah dapat membuat keputusan yang tidak sejalan dengan strategi umum perusahaan Dapat terjadi kurangnya koordinasi antar manajer Manajer pada level yang lebih rendah mungkin memiliki tujuan yang berbeda dari tujuan perusahaan secarakeseluruhan Dalam organisasi terdesentralisasi, agak sulit untuk menyebarkan gagasan inovatif secara efektif

Segmen: suatu bagian atau aktivitas suatu organisasi dimana manajer mendapatkan data mengenai biaya (cost), pendapatan (revenue), atau keuntungan (profit). Responsibility Center (pusat pertanggungjawaban): setiap bagian dari suatu organisasi yang manajernya memiliki kendali atas costs, revenue, dan investment fund. Responsibility center terdiri dari cost center, profit center, dan investment center. Perusahaan yang terdesentralisasi menggolongkan segmen usahanya ke dalam pusat (center) sbb: Cost center (pusat biaya): suatu segmen usaha yang manajernya memiliki kendali atas biaya (costs), tetapi tidak memiliki kendali terhadap revenue dan investasi Pusat laba (profit center): suatu segmen usaha yang manajernya memiliki kendali atas biaya (costs) dan revenue (pendapatan), tetapi tidak ada dana investasi

Pusat investasi (investment center): suatu segmen usaha yang manajernya memiliki kendali atas biaya (costs), revenue (pendapatan), dan investasi pada operating assets

PELAPORAN SEGMEN DAN ANALISIS PROFITABILITAS Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaporan segmen: Digunakan laporan laba rugi dengan format kontribusi, yang membedakan biaya menjadi komponen variable costs dan fixed costs - Fixed costs dibedakan menjadi: 1. Traceable fixed cost (biaya tetap yg dapat ditelusuri): biaya tetap yang muncul karena keberadaan segmen tersebut; jika segmen itu tidak ada, maka biaya tetap ini juga tidak ada. Contoh: gaji manajer segmen tsb 2. Common fixed cost (biaya tetap umum): biaya tetap yang mendukung operasi lebih dari satu segmen, dan biaya ini tetap ada apabila salah satu segmen dihilangkan. Common fixed cost tidak boleh dialokasikan ke masing-masing segmen. Contoh: gaji CEO

Review Soal Firma Hukum Davis & Smythe memiliki dua divisi (segmen) yaitu Divisi Hukum Keluarga dan Hukum Komersial. Seorang staf telah membuat laporan berikut:

Laporan ini belum sepenuhnya benar karena common fixed cost, seperti gaji managing partner, biaya administrasi umum, dan iklan perusahaan telah dialokasikan ke masing-masing segmen berdasarkan besarnya revenue. Diminta: 1. Buat laporan segmen dalam format yang benar

2. Menurut riset, apabila biaya iklan dinaikkan $20,000 akan menaikkan revenue dari segmen hukum keluarga sebesar $100,000. Bagaimana dampak rencana ini terhadap keseluruhan pendapatan netto perusahaan?

Jawaban 1. Segmen Reporting

2. Kenaikan biaya iklan akan mempengaruhi segment margin sbb: Kenaikan revenue Contribution margin ratio Kenaikan contribution margin (100,000x75%) Dikurangi kenaikan biaya iklan Kenaikan segment margin $ 100,000 75% 75,000 20,000 $55,000

Tambahan biaya iklan akan menaikkan segment margin Divisi Hukum Keluarga sebesar $55,000; sekaligus menaikkan net revenue perusahaan sebesar $55,000.

INVESTMENT CENTRE EVALUATION

Return on Investment (ROI) ROI adalah pendapatan operasi neto dibagi dengan rata-rata aktiva operasional

Net operating income adalah income before interest and tax (EBIT), yaitu total pendapatan sebelum dikurangi bunga dan pajak Average operating assets: mencakup cash, account receivables, inventory, plant and equipment, dan aset produktif lainnya. Terdapat 3 cara untuk meningkatkan ROI: (1) meningkatkan sales; (2) menurunkan expenses; (3) mengurangi assets Kritikan terhadap penggunaan ROI: Jika tidak menggunakan balanced scorecard, manajer mungkin tidak mengetahui bagaimana cara meningkatkan ROI tanpa merugikan perusahaan Seorang manajer yang menangani suatu segmen, biasanya mewarisi commited cost yang tidak dapat mereka kontrol Manajer yang menggunakan ROI dapat menolak sebuah proyek investasi yang sebenarnya menguntungkan

Keunggulan ROI antara lain: Mendorong manajer untuk fokus pada hubungan antara penjualan, beban, dan investasi. Mendorong manajer untuk menfokuskan pada efisiensi biaya. Mendorong manajer untuk menfokuskan pada efisiensi aktiva operasi.

Sedangkan kelemahan ROI, antara lain: ROI mengakibatkan fokus yang sempit pada profitabilitas divisi dengan mengorbankan profitabilitas keseluruhan perusahaan. ROI mendorong para manajer untuk berfokus pada kepentingan jangka pendek dengan mengorbankan kepentingan jangka panjang.

Residual Income RI: adalah kelebihan net operating income di atas tingkat minimum return of operating assets. Dalam banyak aspek, RI serupa dengan EVA (economic value added) Laba residual (economic value added-EVA) adalah laba operasional setelah pajak dikurangi dengan total biaya modal tahunan. Jika EVA positif berarti perusahaan manambah kekayaan, jika negative berarti perusahaan menyia-nyiakan modal. EVA juga menghasilkan tingkat pengembalian seperti ROI karena menghubungkan penghasilan bersih (pengembalian) dengan modal yang dipakai. Intinya EVA penekanannya pada pendapatan bersih operasi dengan biaya actual dari modal. EVA = Laba operasional setelah pajak (Biaya tertimabang rata-rata atas modal x Total modal terpakai Kesulitan yang dihadapi oleh perusahaan adalah dalam menghitung biaya modal yang terpakai. Untuk itu digunakan langkah-langkah : Menentukan biaya tertimabang rata-rata atas modal (prosentase). Dalam menghitung biaya tertimabang rata-rata atas modal, perusahaan barus mengidentifikasi seluruh sumber dari dana yang diinvestasikan. Sumber-sumber pinjaman, dan ekuitas. menentukan total jumlah modal yang dipakai. EVA digunakan untuk menganalisa apakah suatu proyek individual itu diterima atau ditolak. Selain itu sejumlah perusahaan telah menemukan bahwa EVA membantu mendorong jenis perilaku yang benar dari berbagai divisi dengan menunjukan bahwa penekanan semata-mata pada pendapatan operasional tidaklah mencukupi. Alasan yang menggarisbawahi adalah EVA mengandalkan biaya modal yang sebenarnya. Review Soal Divisi Magnetic Imaging dari Medical Diagnostic, Inc. telah melaporkan hasil usaha tahun lalu sbb: Sales Net operating income Average operating assets Diminta: 1. Hitung margin, turnover, dan ROI $ 25,000,000 3,000,000 10,000,000

2. Manajemen Medical Diagnostic, Inc. telah menyusun suatu tingkat pengembalian minimum untuk average operating assets sebesar 25%. Berapa Residual Income divisi Magnetic Imaging? Jawaban : 1. Margin = Net Operating Income / Sales Margin = 3.000.000 / 10.000.000 Margin = 12% Turnover = Sales / Average Operating Asset Turnover = 25.000.000 / 10.000.000 Turnover = 2.5 Return on Investment = Margin x Turnover Return on Investment = 12% x 2.5 Return on Investment = 30% 2. Residual Income Net Operating Income Required minimum return (25% x $10,000,000) Residual Income $ 10,000,000 2,500,000 500,000

TRANSFER PRICING Yang dimaksudkan dengan harga transfer (transfer price) adalah nilai atau harga internal antar divisi dalam suatu perusahaan. Divisi yang menerima dianggap sebagai pembeli dan divisi yang mengirim dianggap sebagai penjual. Dampak dari harga transfer terhadap divisi antara lain : 1. Dampak Terhadap Ukuran Kinerja Divisi. Harga yang dikenakan untuk barang yang ditransfer mempengaruhi biaya divisi pembeli dan pendapatan divisi penjual. Artinya, laba kedua divisi tersebut sebagaimana juga evaluasi dan kompensasi para manajer mereka, dipengaruhi oleh harga transfer. 2. Dampak terhadap Keuntungan Perusahaan. Meskipun harga transfer actual tidak mempengaruhi perusahaan sebagai kesatuan, penetapan harga transfer ternyata mampu mempengaruhi tingkat laba yang dihasilkan oleh perusahaan dengan dua cara yaitu jika ia mempengaruhi perilaku divisi dan ia mempengaruhi pajak pengahasilan. Divisi-divisi, yang bertindak secara independent, mungkin menetapkan harga transfer yang

memaksimalkan laba devisi tetapi menimbulkan pengaruh sebaliknya bagi laba perusahaan secara keseluruhan. 3. Dampak terhadap Otonomi. Karena keputusan penetapan harga transfer dapat mempenearuhi profitabilitas perusahaan secara keseluruhan, manajemen puncak sering tergoda untuk mencampuri dan mendikte harga transfer yang mereka inginkan. Ada tiga kebijakan penetapan harga transfer, yaitu: 1. Pendekatan Harga Pasar. Apabila terdapat pasar luar dengan persaingan sempurna untuk produk yang ditransfer, Pendekatan Harga Transfer berdasarkan Biaya. 2. Tiga bentuk penetapan harga berdasarkan biaya : a. biaya penuh. meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead variable dan sebagai biaya overhead tetap. b. Biaya penuh ditambah Makup. c. Biaya Variable ditambah Biaya Tetap. maka harga transfer yang sesuai adalah harga pasar. 3. Pendekatan Harga Transfer yang Dinegosiasikan. 4. Kelemahan harga transfer yang dinegosiasikan : (1) Manajer divisi yang menguasai informasi khusus mungkin mengambil keuntungan dari manajer divisi lainnya. (2) Ukuran-ukuran kinerja mungkin terganggu oleh ketrampilan negosiasi dari para manajer. (3) Negosiasi dapat menghabiskan waktu dan sumber daya yang besar. Keunggulan harga transfer yang dinegosiasikan adalah harga transfer yang dinegosiasikan menawarkan harapan untuk melengkapi ketiga criteria kesesuaian tujuan, otonomi dan akurasi evaluasi kinerja.

DAFTAR PUSTAKA

1. Don R. Hansen, Maryane M. Mowen, 2005, Akuntansi Manajemen, Edisi Tujuh, Salemba Empat, Jakarta 2. http://natawidnyana.wordpress.com/tag/segment-reporting/ diakses pada 28 april 2014 3. http://verapipinw.blogspot.com/2014/01/segmented-reporting-investment-center.html diakses pada 28 april 2014 4. http://matkulakuntansi-jami.blogspot.com/2013/10/akuntansi-manajemen-dansistem.html diakses pada 28 april 2014