Anda di halaman 1dari 10

AKLIMATISASI ANGGREK

Oleh :
Nama : Hanifah Kholid Basalamah
NIM : B1J01115
Rom!on"an: I
Kelom#o$ : 1
Asis%en : Ad&en K'is%ian%i
LA(ORAN (RAKTIK)M ORKHI*OLOGI
KEMENTERIAN (EN*I*IKAN *AN KEB)*A+AAN
)NI,ERSITAS JEN*ERAL SEO*IRMAN
-AK)LTAS BIOLOGI
()R.OKERTO
/010
I1 (EN*AH)L)AN
A1 La%a' Bela$an"
Tanaman anggrek termasuk tanaman yang mempunyai kecepatan tumbuh
yang cukup lambat. Kecepatan tumbuh ini cukup berpengaruh terhadap
pemeliharaan tanaman anggrek. Budidaya anggrek perlu ditingkatkan untuk
memacu kualitas dan kuantitas tanaman anggrek, salah satunya faktor jenis media
dan pupuk yang digunakan. Bibit anggrek yang dikembangkan menggunakan
metode kultur jaringan telah banyak diproduksi dan dipasarkan dalam kemasan
botol. Pemeliharaan bibit ini menjadi tanaman dewasa masih menemukan banyak
permasalahan terutama pada fase aklimatisasi, yaitu pemindahan bibit dari
lingkungan aseptik dalam botol ke lingkungan non aseptik (Gunawan, !!"#.
Tanaman anggrek masih memiliki aktifitas autotrofik yang masih rendah,
sulit mensintesa senyawa organik dari unsur hara anorganik, selain itu
kemungkinan tanaman sangat sensitif terhadap serangan hama dan penyakit.
$nggrek yang ditumbuhkan secara in vitro pada umumnya saat dikeluarkan
dari botol kultur memiliki kutikula yang masih sangat tipis dan jaringan
pembuluhnya belum berkembang secara sempurna. %al tersebut membuat bibit
yang baru keluar dari botol tidak tahan terhadap intensitas cahaya yang kuat dan
kelembaban udara yang rendah (%adi, "&&'#.
Tanaman atau plantlet yang tumbuh secara in vitro tanaman memerlukan
suatu tahap aklimatisasi. Planlet hasil in vitro sangat peka terhadap
e(apotranspirasi, serangan cendawan dan bakteri, maupun cahaya dengan
intensitas berlebih yang berpengaruh terhadap pertumbuhan (egetatif. )elama
aklimatisasi, media tanam menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan dari
setiap pertumbuhan anggrek karena media tumbuh sebagai tempat berpijak
akar anggrek. *edia adalah salah satu faktor yang menentukan keberhasilan
aklimatisasi planlet in vitro. *edia yang umum digunakan dalam aklimatisasi
tanaman anggrek adalah arang, pakis, moss sphagnum, sabut kelapa dan batu bata.
$nggrek selalu membutuhkan makanan untuk mempertahankan kelangsungan
hidupnya seperti tanaman lainnya dalam hal ini yaitu pemupukan. +nsur,
unsur yang dibutuhkan yaitu unsur makro dan unsur mikro. )emua unsur tersebut
harus selalu tersedia di dalam media tanam anggrek (%adi, "&&'#.
B1 T232an
Tujuan praktikum aklimatisasi anggrek adalah meningkatkan keterampilan
melakukan aklimatisasi anggrek, meningkatkan prosentase keberhasilan bibit
anggrek yang jadi (tetap hidup# sampai dapat diperjualbelikan dan menentukan
macam media aklimatisasi yang sesuai untuk masing,masing jenis anggrek.
II1 MATERI *AN METO*E
A1 Ma%e'i
$lat yang digunakan dalam praktikum kali ini antara lain kawat menyerupai
huruf +, pinset, baskom untuk merendam bibit larutan fungisida, pot plastik
ukuran ",' inci, tray, dan sprayer.
Bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah steroform, bibit
anggrek botolan (Vanda sp.#, media aklimatisasi, fungisida, dan kertas merang
atau Koran.
B1 Me%ode
1. $lat dan bahan disiapkan.
2. Bibit anggrek Vanda sp. yang siap diaklimatisasi disiapkan.
3. Botol diberi air, lalu digojog hingga planlet terpisah dari media.
4. Bibit anggrek yang telah terpisah dari media dikeluarkan dengan menggunakan
kawat.
5. Bibit anggrek direndam dalam larutan fungisida selama ' detik.
-. Bibit anggrek ditanam ke dalam media yang telah berisi steroform ./ bagian
dan sphagnum "./ bagian.
0. Pot diletakkan dalam tray dan diamati selama - hari.
III1 HASIL *AN (EMBAHASAN
A1 Hasil
Gam!a' 11 A$lima%isasi ha'i $e41
Gam!a' /1 A$lima%isasi ha'i $e4
B1 (em!ahasan
%asil yang diperoleh dari praktikum aklimatisasi anggrek yaitu tanaman
terlihat sehat tanpa adanya hama dan penyakit disekitar media, hal ini menunjukan
bahwa proses aklimatisasi pada anggrek berhasil. Bibit anggrek yang keluar dari
botol perlu beradaptasi dengan lingkungan luarnya yang memiliki tingkat
intensitas cahaya yang tinggi dan kelembaban udara yang tiggi pula. %al ini sesuai
dengan pernyataan %endaryono (!!1#, yang menyatakan bahwa selain akar,
daun,daun yang terbentuk secara in vitro belum dapat beradaptasi dengan baik
karena helaiannya tipis dan lunak serta kemampuan fotosintesisnya rendah,
disamping itu, stomata (mulut daun# belum berfungsi dengan baik dan lapisan lilin
kutikula tidak berkembang baik sehingga proses transpirasi menjadi tinggi bila
ditanam secara in vivo. Pelaksanaan propagasi tanaman dapat dikelompokkan
menjadi empat tahap. Tahap pertama ialah over planting dan pengeluaran bibit
dari botol. Tahap kedua, budidaya dalam komuniti pot. Tahap ini tanaman belum
mampu untuk mandiri, di dalam botol, bibit hidup berdesak,desakan satu dengan
yang lain dan pada komuniti pot pun, kebiasaan seperti itu masih terus berlanjut.
Tahap ketiga, budi daya dalam pot. Tanaman sudah dapat dilatih untuk
mempertahankan hidupnya sendiri. Tahap keempat, pemeliharaan tanaman
dewasa. Tahap terakhir ini merupakan tahap yang paling berat, sebab bila faktor,
faktor lingkungan tidak terpenuhi secara optimum, tanaman,tanaman tersebut
tidak bisa berkembang dan tumbuh dengan sehat.
$klimatisasi merupakan masa adaptasi tanaman hasil pembiakan pada
kultur jaringan yang semula kondisinya terkendali kemudian berubah pada
kondisi lapangan yang kondisinya tidak terkendali lagi. $klimatisasi juga
mengubah pola hidupnya dari tanaman heterotrof ke tanaman autotrof. Planlet
dikelompokkan berdasarkan ukurannya untuk memperoleh bibit yang seragam.
Planlet diseleksi terlebih dahulu berdasarkan kelengkapan organ, warna,
pertumbuhan, dan ukuran ($diputra, "&&0#.
*edia tumbuh bagi bibit merupakan lingkungan baru dalam proses
aklimatisasi. *edia tumbuh yang baik bagi anggrek (famili 2rchidaeae# harus
memenuhi beberapa persyaratan, antara lain tidak cepat melapuk dan
terdekomposisi, tidak menjadi sumber penyakit bagi tanaman, mempunyai aerasi
dan draenase yang baik secara lancar, mampu mengikat air dan 3at,3at hara secara
optimal, dapat mempertahankan kelembaban di sekitar akar, untuk pertumbuhan
anggrek dibutuhkan p% media ',-, ramah lingkungan serta mudah di dapat dan
relatif murah harganya (4ardani, "&&!#. *edia tumbuh sangat penting untuk
pertumbuhan dan produksi bunga optimal, sehingga perlu adanya suatu usaha
mencari media tumbuh yang sesuai. *edia tumbuh yang sering digunakan di
5ndonesia antara lain yaitu moss, pakis, serutan kayu, potongan kayu, serabut
kelapa, arang dan kulit pinus (4iryanta, "&&0#.
*edia yang dipakai dalam praktikum aklimatisasi anggrek yaitu sphagnum.
*edia tanam campuran sphagnum dengan arang kayu memiliki daya pegang air
yang paling tinggi, sehingga kelembapan dan ketersediaan air dapat terjaga
dengan baik. )elain sphagnum, penggunaan media tanam alternatif lainnya yaitu
akar kadaka, humus kaliandra, serat sabut kelapa, dan media tanam pakis.
)ebelum ditanam pada media, bibit direndam terlebih dahulu ke dalam larutan
fungisida. Pemberian fungisida bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit
busuk akar, batang, dan daun yang disebabkan oleh jamur ()uradinata, "&"#.
Steroform digunakan untuk menyerap kelebihan air yang masuk pada media
tanam, fungisida berfungsi untuk mencegah terjadinya serangan jamur, bakteri,
dan serangga penggangu pada tanaman, media tanam maupun pot perlu direndam
dalam fungisida terlebih dahulu untuk menghindari tumbuhnya jamur serta bakteri
yang menyebabkan pelapukan pada media tanam dan mengganggu pertumbuhan
bibit anggrek. Bibit anggrek botolan digunakan sebagai bahan uji praktikum
aklimatisasi. $lat yang digunakan antara lain kawat yang menyerupai huruf 6+7
yang berfungsi untuk mengambil bibit anggrek dalam botol, baskom sebagai
wadah untuk cairan fungisida, pot plastik berfungsi sebagai tempat untuk media
tanam anggrek, tray digunakan sebagai tempat untuk meletakan pot,pot hasil
aklimatisasi anggrek. Kertas merang untuk menyerap kelebihan fungisida karena
apabila fungisida diberikan secara berlebih maka pertumbuhan tanaman akan
terganggu karena terganggunya membran sel dan sitoplasma sel. Pinset berfungsi
sebagai alat untuk mengambil moss dan steroform untuk dimasukkan kedalam pot
plastik sebagai media tanam bibit anggrek (4iryanta, "&&0#.
Seedling yang telah siap diaklimatisasi memiliki karakteristik atau ciri
tertentu. Bibit anggrek dari botol yang telah siap diaklimatisasikan dapat
digolongkan menjadi dua golongan, untuk anggrek yang sifatnya simpodial tidak
mengenal masa istirahat, sedangkan untuk anggrek yang monopodial mengenal
masa istirahat sehingga transplantingnya atau pemindahannya harus didasarkan
atas adanya masa istirahat tersebut. *asa yang tepat untuk mengeluarkan bibit
dari botol untuk anggrek monopodial adalah pada saat tanaman memperlihatkan
kondisi pertumbuhan yang kuat, cepat, segar, dan panjang akarnya sekitar /,' cm.
Bibit anggrek sympodial dapat dikeluarkan dari dalam botol ketika terlihat adanya
umbi, paling tidak umbi kedua ()andra, "&&/#.
Kondisi lingkungan untuk pertumbuhan secara ex vitro dan in vitro berbeda.
$klimatisasi merupakan fase terakhir dari budidaya tanaman. $klimatisasi sangat
penting untuk kelangsungan hidup tanaman. Beberapa faktor yang harus
dikendalikan saat aklimatisasi antara lain kelembapan, suhu, cahaya, substrata tau
media, dan sirkulasi udara. Kelima faktor tersebut harus dijaga agar tanaman tidak
mengalami stres (8esar, "&"#. *enurut )antoso ("&&'#, faktor,faktor yang
menyebabkan kematian bibit saat penanganan aklimatisasi antara lain sebagai
berikut9
. Terjadinya proses transpirasi yang tinggi sehingga dapat menyebabkan
hilangnya kandungan air dalam jaringan tanaman.
". Bibit belum atau kurang mampu melakukan proses fotosintesis.
/. Terjadinya busuk atau kontaminasi oleh mikroorganisme.
:aktor,faktor yang mempengaruhi aklimatisasi menurut ;armono ("&&/#,
yaitu9
. Terjadinya proses transpirasi yang tinggi sehingga dapat menyebabkan
hilangnya kandungan air dalam jaringan tanaman.
". Bibit belum atau kurang mampu melakukan proses fotosintesis.
/. Terjadinya busuk atau kontaminasi oleh mikroorganisme.
I,1 KESIM()LAN
Berdasarkan hasil pembahasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa 9
. %asil bibit tanaman yang telah diaklimatisasi tampak sehat dan tidak ada
hama dan penyakit disekitar media.
". Presentase keberhasilan bibit anggrek yang tumbuh &&<.
/. *edia yang digunakan untuk anggrek Vanda sp. yaitu sphagnum dan
steroform.
*A-TAR RE-ERENSI
$diputra, 5., )uardana, 5. )umarya, dan P. )udi artawan. "&&0. Perubahan
biosintesis sukrosa sebelum pertumbuhan kuncup ketiak pada Vanilla
planifolia. 8aporan hibah bersaing 5, Program studi Biologi, :ak *5P$,
+ni(ersitas %indu 5ndonesia, ;enpasar.
;armono, 4. "&&/. Menghasilkan Anggrek Silangan. =akarta9 Penebar )wadaya.
Gunawan, 8. 4. !!". Teknik Kultur Jaringan Tumbuhan. nstitut !ertanian
"ogor. Bogor.
%adi, 5swanto. "&&'. !etun#uk !era$atan Anggrek. Agromedia !ustaka. ;epok.
%endaryono, ). !!1. "udidaya Anggrek dengan "ibit %alam Botol >ogyakarta9
Kaninus.
8esar, %elena. Barbara, %lebec. ?atasa, @eranic. ;amijana, Kastelec. Alata,
8uthar. "&". $cclimati3ation of Terrestrial 2rchid "letilla striata Bchb.f.
(2rchidaceae# Propagated +nder n Vitro @onditions. $cta $griculture
)lo(enica. pp.-!,0'
)antoso, $. "&&'. !anduan "udi %aya !era$atan Anggrek. =akarta9 $gromedia
Pustaka.
)uradinata, >. B., $nne ?., dan $rie ). "&". Pengaruh Kombinasi *edia Tanam
dan Konsentrasi Pupuk ;aun terhadap Pertumbuhan Tanaman $nggrek
%endrobium sp. pada Tahap $klimatisasi. Jurnal Agrivigor. Col. ("#9&D,
-.
4ardani, )., %ot )., dan ). 5lyas. "&&!. Pengaruh *edia Tanamdan Pupuk ;aun
terhadap $klimatisasi $nggrek ;endrobium (%endrobium sp.#. Program
)tudi $groekoteknologi :akultas Pertanian +)+, *edan.
4iryanta, 4. "&&0. Media Tanam &ntuk Tanaman 'ias. =akarta9 $gromedia
Pustaka.