Anda di halaman 1dari 32

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di zaman yang semakin maju seperti sekarang ini maka cara pandang kita
terhadap kesehatan juga mengalami perubahan. Apabila dahulu kita
mempergunakan paradigma sakit yakni kesehatan hanya dipandang sebagai upaya
menyembuhkan orang yang sakit dimana terjalin hubungan dokter dengan pasien
(dokter dan pasien). Namun sekarang konsep yang dipakai adalah paradigma
sehat, dimana upaya kesehatan dipandang sebagai suatu tindakan untuk menjaga
dan meningkatkan derajat kesehatan individu ataupun masyarakat (S! dan
masyarakat).
"enyakit merupakan salah satu gangguan kehidupan manusia yang telah
dikenal orang sejak dahulu. "ada mulanya, konsep terjadinya didasarkan pada
adanya gangguan makhluk halus atau karena kemurkaan dan yang maha pencipta.
#ingga saat ml, masih banyak kelompok masyarakat di negara berkembang yang
meng anut konsep tersebut. Di bin pihak masih ada gangguan kesehatan$ penyakit
yang belum jelas penyebabnya, maupun proses kejadian.
1.2 Rumusan Masalah
%. Apa saja macam&macam pendekatan masalah kesehatan '
(. Apa saja kelebihan dan kekurangan masing&masing pendekatan masalah
kesehatan'
1.3 Tujuan
%. !engetahui macam&macam pendekatan masalah kesehatan
(. !engetahui kelebihan dan kekurangan masing&masing pendekatan masalah
kesehatan
BAB II
PEMBAHAAN
2.1 Ma!am"Ma!am Pen#ekatan Masalah $esehatan
A. PENDE$ATAN BL%%M
onsep hidup sehat #.).*lum sampai saat ini masih relevan untuk
diterapkan. ondisi sehat secara holistik bukan saja kondisi sehat secara +isik
melainkan juga spiritual dan sosial dalam bermasyarakat. ,ntuk menciptakan
kondisi sehat seperti ini diperlukan suatu keharmonisan dalam menjaga kesehatan
tubuh. #.) *lum menjelaskan ada empat +aktor utama yang mempengaruhi
derajat kesehatan masyarakat. eempat +aktor tersebut merupakan +aktor
determinan timbulnya masalah kesehatan.
eempat +aktor tersebut terdiri dari &akt'r (er)laku*ga+a h)#u( (li+e
style), &akt'r l)ngkungan (sosial, ekonomi, politik, budaya), &akt'r (ela+anan
kesehatan (jenis cakupan dan kualitasnya) dan &akt'r genet)k (keturunan).
eempat +aktor tersebut saling berinteraksi yang mempengaruhi kesehatan
perorangan dan derajat kesehatan masyarakat. Diantara +aktor tersebut +aktor
perilaku manusia merupakan +aktor determinan yang paling besar dan paling
sukar ditanggulangi, disusul dengan +aktor lingkungan. #al ini disebabkan karena
+aktor perilaku yang lebih dominan dibandingkan dengan +aktor lingkungan
karena lingkungan hidup manusia juga sangat dipengaruhi oleh perilaku
masyarakat.
BA,AN 1
PARADI,MA
HIDUP EHAT
H.L.BLUM
Di zaman yang semakin maju seperti sekarang ini maka cara pandang kita
terhadap kesehatan juga mengalami perubahan. Apabila dahulu kita
mempergunakan paradigma sakit yakni kesehatan hanya dipandang sebagai upaya
menyembuhkan orang yang sakit dimana terjalin hubungan dokter dengan pasien
(dokter dan pasien). Namun sekarang konsep yang dipakai adalah paradigma
sehat, dimana upaya kesehatan dipandang sebagai suatu tindakan untuk menjaga
dan meningkatkan derajat kesehatan individu ataupun masyarakat (S! dan
masyarakat).
Dengan demikian konsep paradigma sehat #.). *lum memandang pola
hidup sehat seseorang secara holistik dan komprehensi+. !asyarakat yang sehat
tidak dilihat dari sudut pandang tindakan penyembuhan penyakit melainkan upaya
yang berkesinambungan dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat.
$'nse( HL. Blum
Status esehatan Sehat menurut *lum, jika semua +aktor mendukung
Status esehatan Sakit, jika satu atau lebih +aktor tidak mendukung
*edanya dengan konsep )am+ramboise adalah pada model *lum telah
ditentukan +aktor prioritas terhadap +aktornya
Anal)sa s)tuas) kesehatan
Analisa derajat kesehatan
Analisa aspek kependudukan
Analisa pelayanan$upaya kesehatan
Analisa perilaku kesehatan
Analisa lingkungan
Anal)sa Derajat $esehatan
Analisa derajat kesehatan akan menjelaskan masalah kesehatan apa yang
dihadapi
Analisis ini akan menghasilkan ukuran&ukuran derajat kesehatan secara
kuantitati+, penyebaran masalah menurut kelompok umur penduduk,
menurut tempat dan -aktu.
"endekatan yang digunakan adalah pendekatan epidemologis
,kuran yang digunakan adalah angka kematian (mortalitas) dan angka
kesakitan (morbiditas)
Anal)s)s ke(en#u#ukan
.umlah penduduk
"ertumbuhan penduduk
Struktur umur
!obilitas penduduk
pekerjaan
Anal)s)s (ela+anan kesehatan
"elayanan atau upaya kesehatan meliputi upaya promoti+, preventi+,
kurati+ maupun rehabilitati+
Analisis ini menghasilkan data tau in+ormasi tentang input, proses, out put
dan dampak dari pelayanan kesehatan
/nput
aspek ketenagaan kesehatan, biaya, sarana dan prasarana kesehatan
"roses pelayanan
"engorganisasian, koordinasi, supervisi
0utput pelayanan
1akupan pelayanan, peman+aatan pelayanan
Anal)s)s (er)laku kesehatan
Analisis ini memberikan gambaran tentang pengetahuan, sikap dan
perilaku masyarakat sehubungan dengan kesehatan maupun upaya
kesehatan
Dapat menggunakan teori pengetahuan, sikap praktek, atau health belie+
model atau teori lainnya
"S" masyarakat tentang pelayanan kesehatan
"S" tentang pola pencarian pelayanan kesehatan
"S" tentang penanganan penyakit
"eran serta masyarakat atau ukbm
"S" masyarakat tentang kesehatan ibu dan anak
Anal)s)s l)ngkungan
Analisis lingkungan +isik
!engambarkan masalah air bersih
eadaan rumah dan pekaranagan (ventilasi, lantai, pencahayaan
maupun kebisingan)
)imbah rumah tangga (S"A))
)imbah industri
dll
Analisis lingkungan biologis
Analisis lingkungan biologi mengambarkan vektor penyakit, ternak
dan sebagainya.
Analisis lingkungan sosial
2otong royong
Arisan
Dsb dengan bidang kesehatan
"rioritas +aktor3
%. )ingkungan
(. "erilaku
4. "elayanan kesehatan
5. eturunan
*lum (%675) menegaskan bah-a +aktor perilaku mempengaruhi sehat atau
tidaknya seseorang. 8aktor perilaku terdiri atas perilaku merokok atau konsumsi
tembakau, aktivitas +isik atau olahraga, konsumsi sayur dan buah, gosok gigi serta
perilaku higienis yaitu cuci tangan dan buang air besar.
Aktivitas +isik secara teratur mempunyai e+ek perlindungan yang signi+ikan
terhadap kemungkinan berbagai penyakit, seperti jantung dan pengeroposan
tulang (osteoporosis) termasuk dalam mengontrol berat badan. Sebaliknya, gaya
hidup tanpa gerak$sedentary lifestyle diketahui beresiko terhadap terjadinya hal&
hal tersebut. Aktivitas +isik yang dimaksud adalah olahraga.
"erilaku higienis terdiri atas perilaku buang air besar dan mencuci tangan yang
benar. "erilaku buang air besar yang benar adalah bila penduduk melakukannya di
jamban. !encuci tangan yang benar adalah bila penduduk mencuci tangan dengan
sabun sebelum makan, sebelum menyiapkan makanan, setelah buang air besar,
setelah menceboki bayi atau anak dan setelah memegang unggas atau binatang.
Adapun kebiasaan gosok gigi yang benar adalah dua kali sehari, pagi setelah
sarapan dan malam sebelum tidur.
Dalam konsep *lum ada 5 +aktor determinan yang dikaji, masing&masing +aktor
saling keterkaitan berikut penjelasannya 3
1. Per)laku mas+arakat
"erilaku masyarakat dalam menjaga kesehatan sangat memegang peranan
penting untuk me-ujudkan /ndonesia Sehat (9%9. #al ini dikarenakan budaya
hidup bersih dan sehat harus dapat dimunculkan dari dalam diri masyarakat untuk
menjaga kesehatannya. Diperlukan suatu program untuk menggerakan masyarakat
menuju satu misi /ndonesia Sehat (9%9. Sebagai tenaga motorik tersebut adalah
orang yang memiliki kompetensi dalam menggerakan masyarakat dan paham akan
nilai kesehatan masyarakat. !asyarakat yang berperilaku hidup bersih dan sehat
akan menghasilkan budaya menjaga lingkungan yang bersih dan sehat.
"embuatan peraturan tentang berperilaku sehat juga harus dibarengi
dengan pembinaan untuk menumbuhkan kesadaran pada masyarakat. Sebab,
apabila upaya dengan menjatuhkan sanksi hanya bersi+at jangka pendek.
"embinaan dapat dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
:okoh&tokoh masyarakat sebagai role model harus diajak turut serta dalam
menyukseskan program&program kesehatan.
2. L)ngkungan
*erbicara mengenai lingkungan sering kali kita meninjau dari kondisi
+isik. )ingkungan yang memiliki kondisi sanitasi buruk dapat menjadi sumber
berkembangnya penyakit. #al ini jelas membahayakan kesehatan masyarakat kita.
:erjadinya penumpukan sampah yang tidak dapat dikelola dengan baik, polusi
udara, air dan tanah juga dapat menjadi penyebab. ,paya menjaga lingkungan
menjadi tanggung ja-ab semua pihak untuk itulah perlu kesadaran semua pihak.
"uskesmas sendiri memiliki program kesehatan lingkungan dimana
berperan besar dalam mengukur, menga-asi, dan menjaga kesehatan lingkungan
masyarakat. namun dilematisnya di puskesmas jumlah tenaga kesehatan
lingkungan sangat terbatas padahal banyak penyakit yang berasal dari lingkungan
kita seperti diare, demam berdarah, malaria, :*1, cacar dan sebagainya.
Disamping lingkungan +isik juga ada lingkungan sosial yang berperan.
Sebagai mahluk sosial kita membutuhkan bantuan orang lain, sehingga interaksi
individu satu dengan yang lainnya harus terjalin dengan baik. ondisi lingkungan
sosial yang buruk dapat menimbulkan masalah keji-aan.
3. Pela+anan kesehatan
ondisi pelayanan kesehatan juga menunjang derajat kesehatan
masyarakat. "elayanan kesehatan yang berkualitas sangatlah dibutuhkan.
!asyarakat membutuhkan posyandu, puskesmas, rumah sakit dan pelayanan
kesehatan lainnya untuk membantu dalam mendapatkan pengobatan dan
pera-atan kesehatan. :erutama untuk pelayanan kesehatan dasar yang memang
banyak dibutuhkan masyarakat. ualitas dan kuantitas sumber daya manusia di
bidang kesehatan juga mesti ditingkatkan.
"uskesmas sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat
sangat besar perananya. sebab di puskesmaslah akan ditangani masyarakat yang
membutuhkan edukasi dan pera-atan primer. "eranan Sarjana esehatan
!asyarakat sebagai manager yang memiliki kompetensi di bidang manajemen
kesehatan dibutuhkan dalam menyusun program&program kesehatan. ,tamanya
program&program pencegahan penyakit yang bersi+at preventi+ sehingga
masyarakat tidaka banyak yang jatuh sakit.
*anyak kejadian kematian yang seharusnya dapat dicegah seperti diare,
demam berdarah, malaria, dan penyakit degenerati+ yang berkembang saat ini
seperti jantung karoner, stroke, diabetes militus dan lainnya. penyakit itu dapat
dengan mudah dicegah asalkan masyarakat paham dan melakukan nasehat dalam
menjaga kondisi lingkungan dan kesehatannya.
-. ,enet)k
Seperti apa keturunan generasi muda yang diinginkan . "ertanyaan itu
menjadi kunci dalam mengetahui harapan yang akan datang. Nasib suatu bangsa
ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. 0leh sebab itu kita harus terus
meningkatkan kualitas generasi muda kita agar mereka mampu berkompetisi dan
memiliki kreati+itas tinggi dalam membangun bangsanya.
Dalam hal ini kita harus memperhatikan status gizi balita sebab pada masa
inilah perkembangan otak anak yang menjadi asset kita dimasa mendatang.
Namun masih banyak saja anak /ndonesia yang status gizinya kurang bahkan
buruk. "adahal potensi alam /ndonesia cukup mendukung. oleh sebab itulah
program penanggulangan kekurangan gizi dan peningkatan status gizi masyarakat
masih tetap diperlukan. ,tamanya program "osyandu yang biasanya dilaksanakan
di tingkat ;:$;<. Dengan berjalannya program ini maka akan terdeteksi secara
dini status gizi masyarakat dan cepat dapat tertangani.
"rogram pemberian makanan tambahan di posyandu masih perlu terus
dijalankan, terutamanya daeraha yang miskin dan tingkat pendidikan
masyarakatnya rendah. "engukuran berat badan balita sesuai dengan kms harus
rutin dilakukan. #al ini untuk mendeteksi secara dini status gizi balita. *ukan saja
pada gizi kurang kondisi obesitas juga perlu dihindari. *agaimana kualitas
generasi mendatang sangat menentukan kualitas bangas /ndonesia mendatang.
"aradigma sehat menurut #.) *loom juga dapat digunakan untuk menjelaskan
hubungan antara empat +aktor utama yang menentukan derajat kesehatan
masyarakat di suatu -ilayah. eempat +aktor tersebut adalah genet)k. (ela+anan
kesehatan. (er)laku manus)a. #an l)ngkungan.
%. 8aktor genetik
8aktor ini paling kecil pengaruhnya terhadap kesehatan perorangan
atau masyarakat dibandingkan dengan ketiga +aktor yang lain. "engaruhnya
pada status kesehatan perorangan terjadi secara evoluti+ dan paling sukar
dideteksi. ,ntuk itu, perlu dilakukan konseling genetik. ,ntuk kepentingan
kesehatan masyarakat atau keluarga, +aktor genetik perlu mendapat perhatian
di bidang pencegahan penyakit. !isalnya3 seorang anak yang lahir dari orang
tua penderita diabetes melitus akan mempunyai resiko lebih tinggi
dibandingkan anak yang lahir dari orang bukan penderita D!. ,ntuk upaya
pencegahan, anak yang lahir dari penderita D! harus diberitahu dan selalu
me-aspadai +aktor genetik yang diturunkan dari ornag tuanya. 0leh
karenanya, ia harus selalu mengatur dietnya teratur berolahraga, dan upaya
pencegahan lainnya sehingga tidak ada peluang +aktor genetiknya
berkembang menjadi +aktor resiko terjadinya D! pada dirinya. .adi dapat
diumpamakan, genetik adalah peluru (bullet), tubuh manusia adalah pistol
(senjata), dan lingkungan$ perilaku manusia adalah pelatuknya (triger).
(. 8aktor pelayanan kesehatan
etersediaan sarana pelayanan, tenaga kesehatan, dan pelayanan
kesehatan yang berkualitas akan berpengaruh pada derajat kesehatan
masyarakat. "engetahuan dan ketrampilan petugas kesehatan yang diimbangi
dengan kelengkapan sarana$ prasarana, dan dana akan menjamin kualitas
pelayanan kesehatan. "elayan seperti ini akan mampu mengurangi atau
mengatasi masalah kesehatan yang berkembang di suatu -ilayah atau
kelompok masyarakat. !isalnya3 jad-al imunisasi yang teratur dan
penyediaan vaksin yang cukup sesuai dengan kebutuhan, serta in+ormasi
tentang pelayanan imunisasi yang memadai kepada masyarakat akan dapat
meningkatkan cakupan imunisasi. 1akupan imunisasi yang tinggi akan dapat
meningkatkan kesakitan akibat penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi.
4. 8aktor perilaku masyarakat
8aktor ini terutama di negara berkembang paling besar
pengaruhnya terhadap munculnya gangguan keshatan atau masalah kesehatan
di masyarakat. :ersedianya jasa pelayanan kesehatan (health service) tanpa
disertai perubahan perilaku (peran serta) masyarakat akan mengakibatkan
masalah kesehatan tetap potensial berkembang di masyarakat. !isalnya3
penyediaan +asilitas dan imunisasi tidak akan banyak man+aatnya apabila ibu&
ibu tidak datang ke pos imunisasi. "erilaku ibu yang tidak meman+aatkan
pelayanan kesehatan yang sudah tersedia adalah akibat kurangnya
pengetahuan ibu&ibu tentang man+aat imunisasi dan e+ek sampingnya.
"engetahuan ibu&ibu akan meningkat karena adanya penyuluhan individu atau
kelompok masyarakat yang kurang sehat juga akan berpengaruh pada +aktor
lingkungan yang memudahkan timbulnya suatu penyakit.
5. 8aktor lingkungan
)ingkungan yang terkendali, akibat sikap hidup dan perilaku
masyarakat yang baik akan dapat menekan berkembangnya masalah
kesehatan. Sektor&sektor terkait di luar sekolah kesehatan seperti Dinas
ebersihan dan "ertamanan (D") dan 1ipta arya (",), ependudukan
akan besar sekali peranannya dalam upaya pengendalian sampah. Sa,pah yang
menumpuk, kampung kumuh, dan genangan air akan memudahkan vektor
Demam *erdarah (Aedes Aegepty) berkembang. ota dengan kondisi
lingkungan seperti ini akan ditandai oleh tingginya kasus D*D, Diare dan
penyakit menular lainnya.
,ntuk menganalisis program kesehatan di lapangan, paradigma
#.) *loom dapat diman+aatkan untuk mengidenti+ikasi dan mengelompokkan
masalah sesuai dengan +aktor&+aktor yang berpengaruh pada status kesehatan
masyarakat. Analis keempat +aktor tersebut perlu dilakukan secara cermat
sehingga masalah kesehatan masyarakat dan masalah program dapat
dirumuskan dengan jelas. Analis keempat +aktor ini adalah bagian dari analis
situasi (bagian dari +ungsi perencanaan) untuk pengembangan program
kesehatan di suatu -ilayah tertentu. "eman+aatan epidemiologi dan statistik
pada manajemen dia-ali denghan +ungsi ini.
B. Te'r) /heel
Seperti halnya dengan model jarring jarring sebab akibat model roda juga
memerlukan identi+ikasi dari berbagai +actor yang berperan dalam timbulnya
penyakit dengan tidak begitu menekankan pentingnya agen. Disini dipentingkan
hubungan antara manusia dengan lingkungan hidupnya. *esarnya peranan dari
masing masing lingkungan bergantung pada penyakit yang bersangkutan.
Sebagai contoh peranan lingkungan social lebih besar dari yang lainnya
pada stress mental peranan +isik lebih besar dari lainnya pada sunburn,peranan
lingkungan biologis lebuh besar dari lainnya pada penyakit yang penularannya
melalui vector (vector borne disease) dan peranan inti genetic lebih besar dari
yang lainnya pada penyakit keturunan.
dengan model model tersebut diatas hendaknya ditunjukkan bah-a pengetahuan
yang lengkap mengenai mekanisme mekanisme terjadinya penyakit tidaklah
diperuntukkan bagi usaha pemberantasan yang akti+.
0leh karena banyaknya interaksi interaksi ekologis maka seringkali kita
dapat mengubah penyebaran penyakit dengan mengubah aspek aspek tertentu dari
interaksi manusia dengan lingkungan hidupnya tanpa intervensi langsung pada
penyebab.
:eori roda ini merupakan konsep terjadinya penyakit dengan menekan kan pada
dua hal yaitu3
%. !anusia (host) dengan intinya +actor genetic
(. )ingkungan (+isik,biologis, dan social)
"ada unsur pejamu (host) terutama manusia dapat dibagi dalam dua kelompok
si+at utama yaitu3
%. Si+at biologis
(. Si+at social
Si+at biologis host3
a. ,mur, jenis klamin, dan keturunan
b. *entuk anatomis tubuh
c. 8ungsi +isiologis tubuh
d. /munitas tubuh
e. emampuan interaksi antara host dan agent secara biologis
+. Status gizi dan status kesehatan
Si+at social host3
a. elompok etnik, adat, kebiasaan, agama, hubungan keluarga, hubungan
social
b. ebiasaan hidup dan pola hidup
,nsur lingkungan3
Dibedakan menjadi 4 yaitu3
a. )ingkungan biologi
b. )ingkungan +isika
c. )ingkungan sosial
Seperti halnya dengan model jaring&jaring sebab akibat, model roda
memerlukan identi+ikasi dari berbagai +aktor yang berperan dalam timbulnya
penyakit dengan tidak begitu menekankan pentingnya agen. Disini dipentingkan
hubungan antara manusia dengan lingkungan hidupnya. *esarnya peranan dari
masing&masing lingkungan bergantung pada penyakit yang bersangkutan.
d. Sebagai contoh peranan lingkungan sosial lebih besar dari yang lainnya
pada stress mental, peranan lingkungan +isik lebih besar dari lainnya pada
sunburn, peranan lingkungan biologis lebih besar dari lainnya pada
penyakit yang penularannya melalui vektor (vektor borne disease) dan
peranan inti genetik lebih besar dari lainnya pada penyakit keturunan.
e. Dengan model&model tersebut diatas hendaknya ditunjukkan bah-a
pengetahuan yang lengkap mengenai mekanisme&mekanisme terjadinya
penyakit tidaklah diperuntukkan bagi usaha&usaha pemberantasan yang
e+ekti+.
+. 0leh karena banyaknya interaksi&interaksi ekologis maka seringkali kita
dapat mengubah penyebaran penyakit dengan mengubah aspek&aspek
tertentu dari interaksi manusia dengan lingkungan hidupnya tanpa
intervensi langsung pada penyebab penyakit.
0. eg)t)ga E()#em)'l'g)
Segitiga epidemiologi adalah modal utama yang harus dimiliki oleh
seorang epideniolog. /ni merupakan teori dasar yang terkenal sejak disiplin ilmu
epidemiologi mulai digunakan di dunia. Dalam bidang epidemiologi terdapat
sedikitnya 3 segitiga epidemiologi yang saling terkait satu sama lain yaitu, 1.
Agent-Host-Environment (AHE), 2. Person-Place-Time (PPT), 3. Frekensi-
!istri"si- !eterminan (F!!).
1. H%T. A,ENT. EN1IR%NTMENT
Segitga epidemiologi ini sangat umum digunakan oleh para ahli dalam
menjelasakan kosep berbagai permasalahan kesehatan termasuk salah satunya
adalah terjainya penyakit. #al ini sangat komprehensi+ dalam memprediksi suatu
penyakit. :erjadinya suatu penyakit sangat tergantung dari keseimbangan dan
interaksi ke tiganya.
A. A,ENT
=ang disebabkan oleh berbagai unsur seperti unsur biologis yang
dikarenakan oleh mikro organisme (virus, bakteri, jamur, parasit, protzoa,
metazoa, dll), unsur nutrisi karena bahan makanan yang tidak memenuhi standar
gizi yang ditentukan, unsur kimia-i yang disebabkan karena bahan dari luar tubuh
maupun dari dalam tubuh sendiri (karbon monoksid, obat&obatan, arsen, pestisida,
dll), unsur +isika yang disebabkan oleh panas, benturan, dll, serta unsur psikis atau
genetik yang terkait dengan heriditer atau keturun. Demikian juga dengan unsur
kebiasaan hidup (rokok, alcohol, dll), perubahan hormonal dan unsur +isioloigis
seperti kehamilan, persalinan, dll.
B. H%T
#ost atau penajmau ialaha keadaan manusia yangsedemikan rupa sehingga
menjadi +aktor risiko untuk terjadinya suatu penyakit. 8aktor ini di sebabkan oleh
+aktor intrinsik. 8actor penjamuyang biasanya menjkadi +actor untuk timbulnya
suatu penyakit sebagai berikut
%. ,mur. !isalnya, usia lanjut lebih rentang unutk terkena penyakit
karsinoma, jantung dan lain&lain daripada yang usia muda.
(. .enis kelamin (seks). !isalnya , penyakit kelenjar gondok, kolesistitis,
diabetes melitus cenderung terjadi pada -anita serta kanker serviks yang
hanya terjadi pada -anita atau penyakit kanker prostat yang hanya terjadi
pada laki&laki atau yang cenderung terjadi pada laki&laki seperti hipertensi,
jantung, dll.
4. ;as, suku (etnik). !isalnya pada ras kulit putih dengan ras kulit hitam yang
beda kerentangannay terhadapa suatu penyakit.
5. 2enetik (hubungan keluarga). !isalnya penyakit yang menurun seperti
hemo+ilia, buta -arna, sickle cell anemia, dll.
>. Status kesehatan umum termasuk status gizi, dll
?. *entuk anatomis tubuh
7. 8ungsi +isiologis atau +aal tubuh
@. eadaan imunitas dan respons imunitas
6. emampuan interaksi antara host dengan agent
%9. "enyakit yang diderita sebelumnya
%%. ebiasaan hidup dan kehidupan sosial dari host sendiri
0. EN1IR%NMENT
8aktor lingkungan adalah +aktor yang ketiga sebagai penunjang terjadinya
penyakit, hali ini aren +aktor ini datangnya dair luar atau bisas disebut dengan
+aktor ekstrinsik. 8aktor lingkungan ini dapat dibagi menjadi3
%. )ingkungan *iologis (+lora A +auna)
!ikro organisme penyebab penyakit ;eservoar, penyakit in+eksi
(binatang, tumbuhan). Bektor pemba-a penyakit umbuhan A binatang sebagai
sumber bahan makanan, obat dan lainnya
(. )ingkungan 8isik
=ang dimaksud dengan lingkungan+isik adalah yang ber-ujud geogar+ik
dan musiman. )ingkungan +isik ini dapat bersumber dari udara, keadaan tanah,
geogra+is, air sebagai sumber hidup dan sebagai sumber penyakit, Cat kimia atau
polusi, radiasi, dll.
4. )ingkungan Sosial Dkonomi
=ang termasuk dalam +aktor lingkungan soial ekonomi adalah sistem
ekonomi yang berlaku yang mengacu pada pekerjaan sesorang dan berdampak
pada penghasilan yang akan berpengaruh pada kondisi kesehatannya. Selain itu
juga yang menjadi masalah yang cukup besar adalah terjadinya urbanisasi yang
berdampak pada masalah keadaan kepadatan penduduk rumah tangga, sistem
pelayanan kesehatan setempat, kebiasaan hidup masyarakat, bentuk organisasi
masyarakat yang kesemuanya dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan
terutama munculnya bebagai penyakit.
2. TIME. PLA0E. PER%N
A. %rang 2Pers'n3
Disini akan dibicarakan peranan umur, jenis kelamin, kelas sosial,
pekerjaan, golongan etnik, status perka-inan, besarnya keluarga, struktur keluarga
dan paritas.
Umur
,mur adalah variabel yang selalu diperhatikan didalam penyelidikan&
penyelidikan epidemiologi. Angka&angka kesakitan maupun kematian didalam
hampir semua keadaan menunjukkan hubungan dengan umur.
Dengan cara ini orang dapat membacanya dengan mudah dan melihat pola
kesakitan atau kematian menurut golongan umur. "ersoalan yang dihadapi adalah
apakah umur yang dilaporkan tepat, apakah panjangnya interval didalam
pengelompokan cukup untuk tidak menyembunyikan peranan umur pada pola
kesakitan atau kematian dan apakah pengelompokan umur dapat dibandingkan
dengan pengelompokan umur pada penelitian orang lain.
Didalam mendapatkan laporan umur yang tepat pada masyarakat pedesaan
yang kebanyakan masih buta huru+ hendaknya meman+aatkan sumber in+ormasi
seperti catatan petugas agama, guru, lurah dan sebagainya. #al ini tentunya tidak
menjadi soal yang berat dikala mengumpulkan keterangan umur bagi mereka yang
telah bersekolah.
4en)s $elam)n
Angka&angka dari luar negeri menunjukkan bah-a angka kesakitan lebih
tinggi dikalangan -anita sedangkan angka kematian lebih tinggi dikalangan pria,
juga pada semua golongan umur. ,ntuk /ndonesia masih perlu dipelajari lebih
lanjut. "erbedaan angka kematian ini, dapat disebabkan oleh +aktor&+aktor intinsik.
=ang pertama diduga meliputi +aktor keturunan yang terkait dengan jenis kelamin
atau perbedaan hormonal sedangkan yang kedua diduga oleh karena berperannya
+aktor&+aktor lingkungan (lebih banyak pria mengisap rokok, minum minuman
keras, candu, bekerja berat, berhadapan dengan pekerjaan&pekerjaan berbahaya,
dan seterusnya).
Sebab&sebab adanya angka kesakitan yang lebih tinggi dikalangan -anita,
di Amerika Serikat dihubungkan dengan kemungkinan bah-a -anita lebih bebas
untuk mencari pera-atan. Di /ndonesia keadaan itu belum diketahui. :erdapat
indikasi bah-a kecuali untuk beberapa penyakit alat kelamin, angka kematian
untuk berbagai penyakit lebih tinggi pada kalangan pria.
$elas 's)al
elas sosial adalah variabel yang sering pula dilihat hubungannya dengan
angka kesakitan atau kematian, variabel ini menggambarkan tingkat kehidupan
seseorang. elas sosial ini ditentukan oleh unsur&unsur seperti pendidikan,
pekerjaan, penghasilan dan banyak contoh ditentukan pula oleh tempat tinggal.
arena hal&hal ini dapat
mempengaruhi berbagai aspek kehidupan termasuk pemeliharaan kesehatan maka
tidaklah mengherankan apabila kita melihat perbedaan&perbedaan dalam angka
kesakitan atau kematian antara berbagai kelas sosial.
!asalah yang dihadapi dilapangan ialah bagaimana mendapatkan
indikator tunggal bagi kelas sosial. Di /nggris, penggolongan kelas sosial ini
didasarkan atas dasar jenis pekerjaan seseorang yakni / (pro+esional), //
(menengah), /// (tenaga terampil), /B (tenaga setengah terampil) dan B (tidak
mempunyai keterampilan).
Di /ndonesia de-asa ini penggolongan seperti ini sulit oleh karena jenis
pekerjaan tidak memberi jaminan perbedaan dalam penghasilan. #ubungan antara
kelas sosial dan angka kesakitan atau kematian kita dapat mempelajari pula dalam
hubungan dengan umur, dan jenis kelamin.
4en)s Pekerjaan
.enis pekerjaan dapat berperan didalam timbulnya penyakit melalui
beberapa jalan yakni
a. Adanya +aktor&+aktor lingkungan yang langsung dapat menimbulkan kesakitan
seperti bahan&bahan kimia, gas&gas beracun, radiasi, benda&benda +isik yang
dapat menimbulkan kecelakaan dan sebagainya.
b. Situasi pekerjaan yang penuh dengan stress (yang telah dikenal sebagai +aktor
yang berperan pada timbulnya hipertensi, ulkus lambung).
c. Ada tidaknya Egerak badanF didalam pekerjaanG di Amerika Serikat ditunjukkan
bah-a penyakit jantung koroner sering ditemukan di kalangan mereka yang
mempunyai pekerjaan dimana kurang adanya Egerak badanF.
d. arena berkerumun di satu tempat yang relati+ sempit maka dapat terjadi proses
penularan penyakit antara para pekerja.
e. "enyakit karena cacing tambang telah lama diketahui terkait dengan pekerjaan
di tambang.
"enelitian mengenai hubungan jenis pekerjaan dan pola kesakitan banyak
dikerjakan di /ndonesia terutama pola penyakit kronis misalnya penyakit jantung,
tekanan darah tinggi, dan kanker..enis pekerjaan apa saja yang hendak dipelajari
hubungannya dengan suatu penyakit dapat pula memperhitungkan pengaruh
variabel umur dan jenis kelamin.
Penghas)lan
=ang sering dilakukan ialah menilai hubungan antara tingkat penghasilan
dengan peman+aatan pelayanan kesehatan maupun pencegahan. Seseorang kurang
meman+aatkan pelayanan kesehatan yang ada mungkin oleh karena tidak
mempunyai cukup uang untuk membeli obat, membayar transport, dan
sebagainya.
,'l'ngan Etn)k
*erbagai golongan etnik dapat berbeda didalam kebiasaan makan, susunan
genetika, gaya hidup dan sebagainya yang dapat mengakibatkan perbedaan&
perbedaan didalam angka kesakitan atau kematian.
Didalam mempertimbangkan angka kesakitan atau kematian suatu
penyakit antar golongan etnik hendaknya diingat kedua golongan itu harus
distandarisasi menurut susunan umur dan kelamin ataupun +aktor&+aktor lain yang
dianggap mempengaruhi angka kesakitan dan kematian itu.
"enelitian pada golongan etnik dapat memberikan keterangan mengenai
pengaruh lingkungan terhadap timbulnya suatu penyakit. 1ontoh yang klasik
dalam hal ini ialah penelitian mengenai angka kesakitan kanker lambung.
Didalam penelitian mengenai penyakit ini di kalangan penduduk asli di
.epang dan keturunan .epang di Amerika Serikat, ternyata bah-a penyakit ini
menjadi kurang prevalen di kalangan turunan .epang di Amerika Serikat. /ni
menunjukkan bah-a peranan lingkungan penting didalam etiologi kanker
lambung.
tatus Perka5)nan
Dari penelitian telah ditunjukkan bah-a terdapat hubungan antara angka
kesakitan maupun kematian dengan status ka-in, tidak ka-in, cerai dan jandaG
angka kematian karena penyakit&penyakit tertentu maupun kematian karena
semua sebab makin meninggi dalam urutan tertentu.
Diduga bah-a sebab&sebab angka kematian lebih tinggi pada yang tidak
ka-in dibandingkan dengan yang ka-in ialah karena ada kecenderungan orang&
orang yang tidak ka-in kurang sehat. ecenderungan bagi orang&orang yang
tidak ka-in lebih sering berhadapan dengan penyakit, atau karena adanya
perbedaan&perbedaan dalam gaya hidup yang berhubungan secara kausal dengan
penyebab penyakit&penyakit tertentu.
Besarn+a $eluarga
Didalam keluarga besar dan miskin, anak&anak dapat menderita oleh
karena penghasilan keluarga harus digunakan oleh banyak orang.
truktur $eluarga
Struktur keluarga dapat mempunyai pengaruh terhadap kesakitan (seperti
penyakit menular dan gangguan gizi) dan peman+aatan pelayanan kesehatan.
Suatu keluarga besar karena besarnya tanggungan secara relati+ mungkin harus
tinggal berdesak&desakan didalam rumah yang luasnya terbatas hingga
memudahkan penularan penyakit menular di kalangan anggota&anggotanyaG
karena persediaan harus digunakan untuk anggota keluarga yang besar maka
mungkin pula tidak dapat membeli cukup makanan yang bernilai gizi cukup atau
tidak dapat meman+aatkan +asilitas kesehatan yang tersedia dan sebagainya.
Par)tas
:ingkat paritas telah menarik perhatian para peneliti dalam hubungan
kesehatan si ibu maupun anak. Dikatakan umpamanya bah-a terdapat
kecenderungan kesehatan ibu yang berparitas rendah lebih baik dari yang
berparitas tinggi, terdapat asosiasi antara tingkat paritas dan penyakit&penyakit
tertentu seperti asma bronchiale, ulkus peptikum, pilorik stenosis dan seterusnya.
:api kesemuanya masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
B. Tem(at 2Pla!e3
"engetahuan mengenai distribusi geogra+is dari suatu penyakit berguna
untuk perencanaan pelayanan kesehatan dan dapat memberikan penjelasan
mengenai etiologi penyakit.
"erbandingan pola penyakit sering dilakukan antara 3
%. *atas daerah&daerah pemerintahan
(. ota dan pedesaan
4. Daerah atau tempat berdasarkan batas&batas alam (pegunungan, sungai, laut
atau padang pasir)
5. Negara&negara
>. ;egional
,ntuk kepentingan mendapatkan pengertian tentang etiologi penyakit,
perbandingan menurut batas&batas alam lebih berguna daripada batas&batas
administrasi pemerintahan.
#al&hal yang memberikan kekhususan pola penyakit di suatu daerah
dengan batas&batas alam ialah 3 keadaan lingkungan yang khusus seperti
temperatur, kelembaban, turun hujan, ketinggian diatas permukaan laut, keadaan
tanah, sumber air, derajat isolasi terhadap pengaruh luar yang tergambar dalam
tingkat kemajuan ekonomi, pendidikan, industri, pelayanan kesehatan,
bertahannya tradisi&tradisi yang merupakan hambatan&hambatan pembangunan,
+aktor&+aktor sosial budaya yang tidak menguntungkan kesehatan atau
pengembangan kesehatan, si+at&si+at lingkungan biologis (ada tidaknya vektor
penyakit menular tertentu, reservoir penyakit menular tertentu, dan susunan
genetika), dan sebagainya.
"entingnya peranan tempat didalam mempelajari etiologi suatu penyakit
menular dapat digambar dengan jelas pada penyelidikan suatu -abah, yang akan
diuraikan nanti.
Didalam membicarakan perbedaan pola penyakit antara kota dan
pedesaan, +aktor&+aktor yang baru saja disebutkan diatas perlu pula diperhatikan.
#al lain yang perlu diperhatikan selanjutnya ialah akibat migrasi ke kota atau ke
desa terhadap pola penyakit, di kota maupun di desa itu sendiri.
!igrasi antar desa tentunya dapat pula memba-a akibat terhadap pola dan
penyebaran penyakit menular di desa&desa yang bersangkutan maupun desa&desa
di sekitarnya.
"eranan migrasi atau mobilitas geogra+is didalam mengubah pola penyakit
di berbagai daerah menjadi lebih penting dengan makin lancarnya perhubungan
darat, udara dan lautG lihatlah umpamanya penyakit demam berdarah.
"entingnya pengetahuan mengenai tempat dalam mempelajari etiologi
suatu penyakit dapat digambarkan dengan jelas pada penyelidikan suatu -abah
dan pada menyelidikan&penyelidikan mengenai kaum migran. Didalam
memperbandingkan angka kesakitan atau angka kematian antar daerah (tempat)
perlu diperhatikan terlebih dahulu di tiap&tiap daerah (tempat) 3
%. Susunan umur
(. Susunan kelamin
4. ualitas data
5. Derajat representati+ dari data terhadap seluruh penduduk.
<alaupun telah dilakukan standarisasi berdasarkan umur dan jenis
kelamin, memperbandingkan pola penyakit antar daerah di /ndonesia dengan
menggunakan data yang berasal dari +asilitas&+asilitas kesehatan, harus
dilaksanakan dengan hati&hati, sebab data tersebut belum tentu representati+ dan
baik kualitasnya.
Bariasi geogra+is pada terjadinya beberapa penyakit atau keadaan lain
mungkin berhubungan dengan % atau lebih dari beberapa +aktor sebagai berikut 3
%. )ingkungan +isis, kemis, biologis, sosial dan ekonomi yang berbeda&beda dari
suatu tempat ke tempat lainnya.
(. onstitusi genetis atau etnis dari penduduk yang berbeda, bervariasi seperti
karakteristik demogra+i.
4. Bariasi kultural terjadi dalam kebiasaan, pekerjaan, keluarga, praktek higiene
perorangan dan bahkan persepsi tentang sakit atau sehat.
5. Bariasi administrasi termasuk +aktor&+aktor seperti tersedianya dan e+isiensi
pelayanan medis, program higiene (sanitasi) dan lain&lain.
*anyaknya penyakit hanya berpengaruh pada daerah tertentu. !isalnya
penyakit demam kuning, kebanyakan terdapat di Amerika )atin. Distribusinya
disebabkan oleh adanya EreservoirF in+eksi (manusia atau kera), vektor (yaitu
Aedes aegypty), penduduk yang rentan dan keadaan iklim yang memungkinkan
suburnya agen penyebab penyakit. Daerah dimana vektor dan persyaratan iklim
ditemukan tetapi tidak ada sumber in+eksi disebut Ereceptive areaF untuk demam
kuning.
1ontoh&contoh penyakit lainnya yang terbatas pada daerah tertentu atau
yang +rekuensinya tinggi pada daerah tertentu, misalnya Schistosomiasis di daerah
dimana terdapat vektor snail atau keong ()embah Nil, .epang), gondok endemi
(endemic goiter) di daerah yang kekurangan yodium.
0. /aktu 2T)me3
!empelajari hubungan antara -aktu dan penyakit merupakan kebutuhan
dasar didalam analisis epidemiologis, oleh karena perubahan&perubahan penyakit
menurut -aktu menunjukkan adanya perubahan +aktor&+aktor etiologis. !elihat
panjangnya -aktu dimana terjadi perubahan angka kesakitan, maka dibedakan 3
%. 8luktuasi jangka pendek dimana perubahan angka kesakitan berlangsung
beberapa jam, hari, minggu dan bulan.
(. "erubahan&perubahan secara siklus dimana perubahan&perubahan angka
kesakitan terjadi secara berulang&ulang dengan antara beberapa hari, beberapa
bulan (musiman), tahunan, beberapa tahun.
4. "erubahan&perubahan angka kesakitan yang berlangsung dalam periode -aktu
yang panjang, bertahun&tahun atau berpuluh tahun yang disebut Esecular trendsF.
6luktuas) 4angka Pen#ek
"ola perubahan kesakitan ini terlihat pada epidemi umpamanya epidemi
keracunan makanan (beberapa jam), epidemi in+luensa (beberapa hari atau
minggu), epidemi cacar (beberapa bulan).
8luktuasi jangka pendek atau epidemi ini memberikan petunjuk bah-a 3
%. "enderita&penderita terserang penyakit yang sama dalam -aktu bersamaan atau
hampir bersamaan.
(. <aktu inkubasi rata&rata pendek.
Peru7ahan"Peru7ahan e!ara )klus
"erubahan secara siklus ini didapatkan pada keadaan dimana timbulnya
dan memuncaknya angka&angka kesakitan atau kematian terjadi berulang&ulang
tiap beberapa bulan, tiap tahun, atau tiap beberapa tahun. "eristi-a semacam ini
dapat terjadi baik pada penyakit in+eksi maupun pada penyakit bukan in+eksi.
:imbulnya atau memuncaknya angka kesakitan atau kematian suatu
penyakit yang ditularkan melalui vektor secara siklus ini adalah berhubungan
dengan 3
%. Ada tidaknya keadaan yang memungkinkan transmisi penyakit oleh vektor
yang
bersangkutan, yakni apakah temperatur atau kelembaban memungkinkan
transmisi.
(. Adanya tempat perkembangbiakan alami dari vektor sedemikian banyak untuk
menjamin adanya kepadatan vektor yang perlu dalam transmisi.
4. Selalu adanya kerentanan
5. Adanya kegiatan&kegiatan berkala dari orang&orang yang rentan yang
menyebabkan mereka terserang oleh Evektor bornediseaseF tertentu.
>. :etapnya kemampuan agen in+ekti+ untuk menimbulkan penyakit.
?. Adanya +aktor&+aktor lain yang belum diketahui. #ilangnya atau berubahnya
siklus berarti adanya perubahan dari salah satu atau lebih hal&hal tersebut diatas.
"enjelasan mengenai timbulnya atau memuncaknya penyakit menular
yang berdasarkan pengetahuan yang kita kenal sebagai bukan vektor borne secara
siklus masih jauh lebih kurang dibandingkan dengan vektor borne diseases yang
telah kita kenal. Sebagai contoh, belum dapat diterangkan secara pasti mengapa
-abah in+luensa A bertendensi untuk timbul setiap (&4 tahun, mengapa in+luensa
* timbul setiap 5&? tahun, mengapa -abah campak timbul (&4 tahun (di Amerika
Serikat).
Sebagai salah satu sebab yang disebutkan ialah berkurangnya penduduk
yang kebal (meningkatnya kerentanan) dengan asumsi +aktor&+aktor lain tetap.
*anyak penyakit&penyakit yang belum diketahui etiologinya menunjukkan variasi
angka kesakitan secara musiman.
:entunya observasi ini dapat membantu didalam memulai dicarinya
etiologi penyakit&penyakit tersebut dengan catatan&catatan bah-a interpretasinya
sulit karena banyak keadaan yang berperan terhadap timbulnya penyakit juga ikut
berubah pada perubahan musim, perubahan populasi he-an, perubahan tumbuh&
tumbuhan yang berperan tempat perkembangbiakan, perubahan dalam susunan
reservoir penyakit, perubahan dalam berbagai aspek perilaku manusia seperti yang
menyangkut pekerjaan, makanan, rekreasi dan sebagainya.
Sebab&sebab timbulnya atau memuncaknya beberapa penyakit karena
gangguan gizi secara bermusim belum dapat diterangkan secara jelas.
Bariasi musiman ini telah dihubung&hubungkan dengan perubahan secara
musiman dari produksi, distribusi dan konsumsi dari bahan&bahan makanan yang
mengandung bahan yang dibutuhkan untuk pemeliharaan gizi maupun keadaan
kesehatan individu&individu terutama dalam hubungan dengan penyakit&penyakit
in+eksi dan sebagainya.
3. 6RE$UENI. DITRIBUI. DETERMINAT
A. 6RE$UENI
8rek-ensi yang dimaksudkan disini menunjuk pada besarnya masalah
kesehatan yang terdapat pada sekelompok manusia$masyarakat. ,ntuk dapat
mengetahui +rek-ensi suatu masalah kesehatan dengan tepat, ada ( hal yang
harus dilakukan yaitu 3
H !enemukan masalah kesehatan yang dimaksud.
H !elakukan pengukuran atas masalah kesehatan yang ditemukan tersebut.
*. DITRIBUI
=ang dimaksud dengan "enyebaran $ Distribusi masalah kesehatan
disini adalah menunjuk kepada pengelompokan masalah kesehatan menurut
suatu keadaan tertentu. eadaan tertentu yang dimaksudkan dalam
epidemiologi adalah menurut 1iri I ciri manusia ( "D;S0N), t tempat
( ")A1D ), dan -aktu ( :/!D )
1. DETERMINANT
=ang dimaksud disini adalah menunjuk kepada +actor penyebab dari
suatu penyakit $ masalah kesehatan baik yang menjelaskan +rekuensi,
penyebaran atau pun yang menerangkan penyebab munculnya masalah
kesehatan itu sendiri. Dalam hal ini ada 4 langkah yang lazim dilakukan
yaitu 3
H !erumuskan #ipotesa tentang penyebab yang dimaksud.
H !elakukan pengujian terhadap rumusan #ipotesa yang telah disusun.
H !enarik kesimpulan.
2.2 $ele7)han Dan $ekurangan Dar) Pen#ekatan Maslah $esehatan ,)g)
1. Pen#ekatan Bl''m
$ele7)han8
a. onsep *loom banyak dipakai oleh paradikma sehingga paling sering
dipakai pada saat ini.
b. Dapat mengidenti+ikasi masalah sesuai dengan status kesehatan
masyarakat.
c. !engetahui kondisi sehat sakit dalam suatu rentan
d. !ele-ati berbagai proses yaitu mengetahui, mempelajari,
mengaplikasi, menganalisi, mensintesis, menge+aluasi, sehingga lebih
terperinci.
e. !enjaga dan meningkatkan kesehatan masyarkat.
+. !engupayakan kesehatan.
g. "enilaian yang dilakukan mengandung unsure obyekti+itas yang tinggi.
h. Didasarkan pada suatu perencanaan yang sistemik.
i. Dapat mnentukan derajat kesehatan suatu -ilayah
j. !eningkatkan lingkungan sehat dan dinamis
k. !eningkatan derajat
l. ,ntuk +ungsi perencanaan program kesehata dan peman+aatan
epidemiologi dan menejemen umum
m. !engandung pola hidup yang holostik (berkesinambungan)
$ekurangan8
a. :idak dapat digabung dengan pendekatan lain.
b. !asalah kesehatan masyarakat tidak dapat dirumuskan dengan cepat
c. "erlu +asilitas, -aktu dan dana yang banyak.
d. Sebatas sebab akbat tidak bisa kembali ke akibat sebab
2. Pen#ekatan seg)t)ga e()#em)'l'g)
$ele7)han8
a. omprehensi+
b. ,ntuk menentukan pola penyebaran, cara pegendalian,pencegahan
suatu penyakit.
c. Analisis lebih detail karena mengandung tiga unsure
d. Dapat memprediksi suatu penyakit
e. Dapat memahami teori sehat sakit
+. Dapat menentuka etiologi dari suatu penyakit
$ekurangan8
a. !eluas tidak hanya pada penyait menular dengan menentukan pada
penegrtian agen.
b. :idak dapat menunjukkan keahlian yang spesi+ik
3. Pen#ekatan 5heel 2r'#a3
$ele7)han8
a. !emberikan btasan yang jelas dari ketiga +aktor
b. !elakukan tindakan preventu+ dan promoti+
c. *anyak interaksi ekologis yaitu perubahan pola hidup tanpa integrasi
pada perubahan penyakit
d. <aktu lebih cepat yaitu mempertimbangkan host dan lingkingan
$ekurangan8
a. !emerlukan identi+ikasi bebrbagai +aktor yang berperan dalam
timbulnya penyekit dengan tidak menekankan pentingnya agen.
b. Sulit menentukan penyebab penyakit
c. !emerlukan pengetahuan yang lengkap
d. !ekanismenya kurang lengkap
e. :idak bisa melakukan tindakan kurati+
+. urang akurat
g. urang e+esien yaitu masih tergantung pada penyakit yang
bersangkitan.
-. Pen#ekatan jar)ngan se7a7 ak)7at
$ele7)han8
a. Dapat menunjukkan agen yang spesi+ik
b. Apat dipakai sebagai acuhan untuk mengembangkan stratei
pengendalian dan pencegahan penyakit
c. !enghasilkan proses yang akuarat
d. Dapat dibuat sebab akibat dan sebaliknya
e. !engehasilkan hasil dan detail yang akurat
$ekurangan8
a. :idak bergantung pada sau sebab
b. !hal dan rumit
c. :idak memberikan batasan yang jelas
d. Anatara +aktor penjamu dengan +aktor lingkungan
e. Dapat mengetahui hubungan yang kompleks antara beberapa +aktor
+. <aktu yang dibutuhkan lama
g. ompleks dan rumit
h. *utuh analisis yang khusus.
*A* ///
DS/!",)AN