Anda di halaman 1dari 14

ILMU BUDAYA DASAR

NAMA : YUNI ASTUTI


NPM : 3C414575








TEKNIK INDUSTRI 2014
UNIVERSITAS GUNADARMA
2

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillahirabbilalamiin, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah
SWT karena rahmat dan karunia-Nya serta kerja keras, sehingga saya dapat menyusun
makalah ini mengenai beberapa metode yang kami lakukan untuk mendapatkan
informasi yang kami butuhkan, sebagai hasilnya dapat terselesaikan dengan lancar dan
tepat waktu.
Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas kuliah semester I, yang berjudul
Manusia dan Cinta Kasih. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak
yang telah membantu penyusun, semoga Allah SWT senantiasa membalas dengan
pahala dan mohon maaf atas segala kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan selama
menyusun laporan ini baik disengaja atau tidak disengaja.
Penulis menyadari bahwa dalam menyusun laporan ini belum sempurna, untuk
itu penulis mohon maaf sebesar-besarnya serta penulis membutuhkan kritikan dan saran
yang sifatnya membangun adalah harapan pribadi penyusun guna kesempurnaan
laporan ini. Harapan terakhir, semoga laporan ini dapat berguna bagi penulis khususnya
dan bagi pembaca pada umumnya. Amin Yaa Robbalaalamin.
Wassalamualaikum Wr. Wb.













3

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................................................2
DAFTAR ISI.....................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................4
1.1 Latar Belakang...........................................................................................4
1.2 Rumusan Masalah......................................................................................4
1.3 Tujuan Penulisan........................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN...................................................................................................5
2.1 Pengertian Cinta........................................................................................5
2.2 Cinta Menurut Ajaran Agama...................................................................8
2.3 Kasiih Sayang..........................................................................................10
2.4 Kemesraan...............................................................................................10
2.5 Pemujaan.................................................................................................10
2.6 Belas Kasihan..........................................................................................11
2.7 Cinta Kasih Erotis....................................................................................11
2.8 Pengalaman Cinta Kasih..........................................................................12
BAB III PENUTUP.........................................................................................................13
3.1 Kesimpulan..............................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................14








4

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pada hakikatnya manusia dilahirkan kedunia sudah dianugerahkan cinta kasih
oleh Tuhannya. Dalam menjalani kehidupan di dunia ini, manusia selalu memiliki
perasaan cinta kasih dalam berbagai macam aspek kehidupan. Contoh, cinta kepada
keluarga, cinta kepada teman, cinta kepada saudara, cinta kepada suatu pekerjaan, cinta
kepada alam, dan lain-lain. Tidak ada manusia di dunia ini, yang tidak memiliki rasa
cinta kasih, kecuali orang yang jiwanya telah menghilang (jiwanya telah mati).
Cinta memang sangat erat terpaut dengan kehidupan manusia. Seecara sederhana
Cinta adalah sebuah seni. Seperti hidup juga sebuah seni. Jika kita ingin mempelajari
bagaimana seni mencinta, sebaiknya kita juga menggunakan proses yang sama saat kita
mempelajari sebuah seni.

1.2 Rumusan Masalah
Apakah pengertian cinta kasih ?
Apa saja hubungan manusia dan cinta kasih ?

1.3 Tujuan Penulisan
Pemenuh tugas pada semester pertama. Selain itu, untuk mengerti apa makna
cinta kasih sesungguhnya, dan bagaimana manusia dapat menempatkan pada porsinya
masing-masing. Sehingga manusia tidak salah dalam mewujudkan cinta kasihnya.



5

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Cinta Kasih
Menurut kamus umum bahasa Indonesia, cinta adalah rasa sangat suka (kepada)
atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya.
Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas
kasihan. Dengan demikian arti cinta kasih hampir sama, sehingga kata kasih
memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka
(sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Walaupun cinta kasih mengandung arti hampir bersamaan, namun terdapat
perbedaaan juga antara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya
rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya. Dengan kata lain bersumber dari cinta yang
mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
Cinta memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta
merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan
pemeliharaan anak, serta hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi
yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan
Tuhannya, sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas, mengikuti perintahnya
dan berpegang teguh pada syariat-Nya.
Dalam bukunya seni mencinta, Erich Fromm menyebutkan bahwa cinta itu
terutama memberi, bukan menerima. Dan memberi merupakan ungkapan yang paling
tinggi dari kemampuan. Yang paling penting dari memberi adalah hal-hal yang sifatnya
manusiawi, bukan materi. Cinta selalu menyatakan unsur-unsur dasar tertentu, yaitu
pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan. Pada pengasuhan contoh yang
paling menonjol adalah cinta seorang ibu kepada anaknya, bagaimana seorang ibu
dengan cinta kasihnya mengasuh anaknya dengan sepenuh hati. Sedang dengan
tanggung jawab dalam arti benar adalah sesuatu tindakan yang sama sekali suka rela
6

yang dalam kasus hubungan ibu dan anak bayinya menunjukan penyelenggaraan atas
hubungan fisik. Unsur yang ketiga adalah perhatian yang berarti memperhatikan
bahwa pribadi lain itu hendaknya berkembang dan membuka diri sebagaimana adanya.
Yang ke empat adalah pengenalan yang merupakan keinginan untuk mengetahui
rahasia manusia. Dengan ke empat unsur tersebut, yaitu pengasuhan, tanggung jawab,
perhatian dan pengenalan, suatu cinta dapat dibina secara lebih baik.
Pengertian cinta dikemukakan oleh Dr.Sarlio.W.Sarwono. dikatakannya bahwa
cinta memiliki tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman dan kemesraan. Yang dimaksud
dengan keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas
untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia. Kalau janji dengan dia
harus ditepati. Unsur kedua adalah keintiman, yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan
tingkah laku yang menujukan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi.
Panggilan-panggilan formal seperti Bapak, ibu, saudara digantikan dengan sekedar
memanggil nama atau sebutan sayang dan sebagainya. Makan minum dari satu piring-
cangkir tanpa rasa risih, pinjam meminjam baju, saling memakai uang tanpa rasa
berhutang, tidak saling menyimpan rahasia, dan lain sebagainya. Unsur yang ketiga
adalah kemesraan, yaitu adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau
jauh atau lama tidak bertemu. Adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayng
dan seterusya.
Selanjutnya Dr.Sarlito W.Sarwono mengemukakan, bahwa tidak semua unsur
cinta itu sama kuatnya. Bila salah satu unsurnya ada yang tidak kuat, maka cinta seperti
itu dinamakan cinta yang pincang. Lebih berat lagi bila salah satu unsurnya tidak ada,
cinta yang demikian itu tidak sempurna, dan dapat disebut bukan cinta.
Selain pengertian yang dikemukakan oleh Sarlito, lain halnya pengertian cinta
menurut Dr.Abdullah Nasih Ulwan, dalam bukunya manajemen cinta. Cinta adalah
perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya
dengan penih gairah, lembut dan kasih sayang. Cinta adalah fitrah manusia yang murni,
yang tak dapat terpisahkan dengan kehidupannya. Ia selalu dibutuhkan. Jika seseorang
ingin menikmatinya dengan cara yang terhormat dan mulia, suci dan penuh taqwa, tentu
ia akan mempergunakan cinta itu untuk mencapai keinginannya yang suci dan mulia
pula.
7

Dalam kitab suci Al-quran, ditemui adanya fenomena cinta yang bersembunyi
didalam jiwa manusia. Cinta memiliki tiga tingkatan : tinggi, menengah, dan rendah.
Tingkatan tersebut berdasarkan firman Allah dalam surat At-taubah ayat 24 yang
artinya sebagai berikut :
Katakanlah: Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri keluargamu,
harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya,
dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada
Allah dan Rasul-Nya dan berjihan dijalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah
mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk pada orang2 fasik.
Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah. Rasulullah dan berjihad dijalan
Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami
dan kerabat, harta dan tempat tinggal.
Bagi setiap orang islam yang bertaqwa, sudah menjadi keharusan bahwa cinta
kepada Allah, pada Rasulullah, dan berjihad dijalan Allah adalah cinta yang tiada
duanya. Hal ini merupakan konsekuensi iman dan merupakan keharusan dalam islam,
bahkan itu pendorong utama didalam menunjang tinggi agama.
Hakekat cinta menengah adalah suatu energi yang datang dari perasaan hati dan
jiwa, ia timbul dari perasaan seseorang yang dicintainya, aqidah, keluarga, kekerabatan,
atau persahabatan. Karenanya hubungan cinta, kasih sayang, dan kesetiaan diantara
mereka, semakin akrab. Berangkat dari perasaan lembut yang ditanamkan oleh Tuhan
dalam hati dan jiwa seseorang terhadap orang lain.
Cinta tingkat terendah adalah cinta yang paling keji, hina dan merusak rasa
kemanusiaan. Karena itu ia adalah cinta rendahan. Misalnya :
1. Cinta kepada sesuatu selain Tuhan.
2. Cinta berdasarkan hawa nafsu.
3. Cinta yang lebih mengutamakan kecintaan pada orang tua, anak, istri,
perniagaan, dan tempat tinggal.
8

Hikmah cinta adalah sangat besar. Hanya orang yang telah diberi kepahaman
dan kecerdasan oleh Allah sajalah yang mampu merenungkannya. Diantara hikmah-
hikmah tersebut adalah :
1. Sesungguhnya cinta itu adalah merupakan ujian yang berat dan pahit dalam
kehidupan manusia karena setiap cinta akan mengalami berbagai rintangan
apakah seseorang menempuh cintannya dengan terhormat? Atau dengan cara
rendah dan hina? Atau sekedar main-main saja? Semuanya dapat diketahui
setelah ia mendapatkan rintangan dalam perjalananya.
2. Fenomena cinta yang telah melekat dalam diri manusia merupakan
pendorong dan pembangkit yang paling besar di dalam melestarikan
kehidupan lingkungan kalau bukan karna cinta manusia tidak akan terdorong
untuk mewujudkan apa yang di cita-citakannya. Kalau bukan karna cinta
juga tidak akan pernah ada pembangunan dan kemajuan.
2.2 Cinta Menurut Ajaran Agama
Ada yang berpendapat bahwa etika cinta dapat dipahami dengan mudah tanpa
dikaitkan dengan agama. Dalam kehidupan nyata manusia mendambakan tegaknya cinta
dalam kehidupan ini dengan cinta yang didengungkan lewat lagu dan organisasi
pedamaian dunia teetapi pada prakteknya kehidupan cinta sebagai dasar kehidupan jauh
dari kenyataan. Atas dasar ini agama memberikan ajaran cinta kepada manusia.
1. Cinta Diri
Cinta diri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Manusia senang untuk
teteap hidup, mengembangkan pottensi dirinya , dan mengaktualisasikan diri ia
juga mencintai segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya.
Sebaliknya ia membenci segala sesuatu yang mendatangkan rasa sakit, penyakit,
dan marabahaya. Diantara gejala yang menunjukan kecintaan manusia terhadap
dirinya sendiri ialah kecintaanya yang sangat terhadap harta, yang dapat
merealisasikan semua keinginannya dan memudahkan baginya segala sarana
untuk mencapai kesenangan dan kemewahan hidup. Sepatutnya cinta pada diri
9

sendiri diimbangi dengan cinta pada orang lain dan cinta berbuat kebajikan
kepada mereka.
2. Cinta Kepada Sesama Manusia
Agar Manusia Dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan
manusia lainnya, ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya.
Dan hendaknya ia menyeimbangkan cintanya dengan cinta dan kasih sayang
pada orang-orang lain. Oleh karena itu allah memberikan isyarat tentang
kecintaan manusia pada dirinya sendiri. Seperti yang tampak pada keluh
kesahnya apabila ia tertimpa masalah dan usahanya yang terus menerus
memperoleh kebaikan dan kebakhilan dalam memberikan karunia yang
diperolehnya. Dan allah memberi pujian kepada orang-orang yang berusaha
untuk tidak belebihan dalam cintanya kepada diri sendiri dan cara untuk
menghindarinya adalah dengan keimanan, menegakannya shalat, memberikan
zakat, dan bersedekah serta menjauhi segala larangannya . keimanan yang
demikian ini dapat menyeimbangkan cinya kepada diri sendiri dan cinta kepada
orann lain.
3. Cinta Seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual. Sebab ialah yang bekerja dalam
melestarikan kasih sayang, keserasian dan kerjasama antara suami dan istri. Ia
merupakan faktor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga. Dorongan
seksual melakukan suatu fungsi penting, yaitu melahirkan keturunan demi
kelangsungan jenis. Lewat dorongan seksuallah terbentuk keluarga. Dari
keluarga terbentuk masyarakat dan bangsa. Dengan demikian bumi pun menjadi
ramai dan saling mengenal , kebudayaan dan ilmu pengetahuan semakin
berkembang. Islam mengakui dorongan seksual dan tidak mengingkarinya.
Lewat pemenuhan dorongan yang sah yaitu perkawinan.
4. Cinta Kebapakan
Antara ayah dan anak-anaknya tidak terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti
yang menghubungkan si ibu dengan anak-anaknya. Dorongan kebapakan
10

merupakan dorongan psikis. Biasanya cinta kebapakan nampak dalam perhatian
seorang bapak kepada anak-anaknya
5. Cinta Kepada Allah
Puncak cinta manusia, yang paling bening, jernih dan spiritual ialah cintanya
kepada allah dan kerinduan kepada-nya. Tidak hanya dalam shalat, pujian, dan
doanya saja. Tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya.
2.3 Kasih Sayang
Makna kasih sayang dalam kamus umum Bahasa Indonesia karangan W.J.S
Purwodarmito, kasih sayang diartikan dengan perasaan sayang, perasaan cinta aatau
perasaan suka kepada seseorang ada berbagai macam bentuk kasih sayang bentuk itu
sesuai dengan kondisii penyanyang dan yang disayangi dalam kehidupan berumah
tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan dalam kasih sayangdari masing-
masih pihak di tuntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran , saling percaya, saling
pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh.
2.4 Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang
akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang sedang
dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya
merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam. Bila seseorang mengobral cinta,
maka orang itu merusak nilai cinta yang berarti menurunkan martabat dirinya sendiri.
Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian atau kemesraan. Kemsraan adalah
perwujudan dari cinta.
2.5 Pemujaan
Pemujaann adalah salah satu manifestasi cinta kepada tuhannya yang
diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada tuhan tidak
dapat dipisahkan dari kehidupan. Hal ini karena pemujaan kepada tuhan adalah inti nilai
dan makna kehidupan yang sebenarnya. Apa sebab itu terjadi ialah karna tuhan pencipta
alam semesta. Karna itu jelaslah bagi kita semua bahwa pemujaan kepada tuhan adalah
11

bagian hidup manusia karna tuhan pencipta semesta dan manusia itu sendiri, dan
penciptaan semesta untuk manusia.
2.6 Belas Kasihan
Dalam surat yohanes dijelaskan ada tiga macam cinta. Cinta agape ialah cinta
manusia kepada tuhan. Cinta philia ialah cinta kepada ibu bapak (orang tua) dan
saudara. Dan ketiga cinta amor/eros ialah cinta antara pria dan wanita. Beda antara cinta
eros dan amor ini ialah cinta eros dan amor ini ialah cinya eros kodrati sebagai laki-laki
dan perempuan. Sedangkan cinta amor karena unsur-unsur yang sulit dinalar, misalnya
gadis normal yang cantik mencintai dan mau dinikahi seorang pemuda kerdil. Selain itu
ada cinta kepada sesama diberi istilah Belas Kasihan untuk membedakan cinta kepada
orangtua, pria dan wanita, cinta kepada tuhan diberi isitilah belas kasihan karena cinta
disini karna cakapnya, kayanya , cantiknya, pandainya , melainkan karena
penderitaanya.
2.7 Cinta Kasih Erotis
Cinta kasih erotis yaitu kehausan akan penyatuan yang sempurna, akan
penyatuan dengan seseorang lainnya. Pada hakikatnya cinta kasih tersebut bersifat
eksklusif, bukan universal dan juga barang kali merupakan bentuk cinta kasih yang
paling tidak dapat dipercaya. Cinta kasih erotis apabila ia benar-benar cinta kasih,
mempunyai satu pendirian yaitu bahwa seseorang sungguh-sungguh mencintai dan
mengasihi dengan jiwanya yang sedalam-dalamnya dan menerima pribadi orang lain
dengan jiwanya yang sedalam-dalamnya.






12

2.8 Pengalaman Cinta Kasih
Cinta Kepada Orang Tua
Setiap manusia yang dilahirkan kedunia pasti dianugerahkan cinta, terutama
oleh Tuhannya. Kemudian diberi cinta oleh kedua orang tuannya, sejak ia dilahirkan,
saat ia dirawat hingga dewasa. Bahkan ketika anaknya sudah menikah dan berkeluarga
sekalipun. Cinta memang dibutuhkan oleh setiap manusia, termasuk diri saya sendiri
yang sangat membutuhkan cinta sebagai landasan hidup saya. Cinta menjadi penguat
hubungan kepada sesama. Seperti cinta kepada Allah, dengan cinta kepada Allah hidup
saya jelas lebih terarah dalam hal yang positif seperti senantiasa melakukan segala
sesuatu yang menjadi kewajiban yang sudah menjadi perintah-Nya. Dengan cinta,
melakukan segala sesuatunya lebih menyenangkan.
Ini tentang pengalaman cinta saya kepada kedua orang tua saya. Ketika saya
lahir kedunia, ini menjadi bukti bahwa saya lahir dengan kasih sayang mereka. Saya
hadir sebagai buah cinta mereka. Lalu saya dibesarkan dengan sepenuh hati, hingga
menjadi seperti sekarang yang sudah berumur 17 tahun. Dan selama 17 tahun juga saya
tidak pernah kehilangan perhatian-perhatian mereka.
Saya lahir dari keluarga yang sederhana, bukan dari kemewahan harta. Saya
anak ke-dua dari empat bersaudara. Ketiga saudara saya laki-laki dan saya anak
perempuan satu-satunya dikeluarga ini. Dulu Ayah saya bilang kalau saya adalah anak
yang mereka harap-harapkan. Karena saat itu mereka menginginkan anak perempuan,
dan kemudian lahirlah saya.
Ayah saya seorang pekerja keras, sedangkan ibu terkenal dengan ketegasannya
dalam mengurusi kami berempat, terutama kepada saya. Mungkin karna saya
perempuan satu-satunya. Saya selalu dimanjakaan oleh Ayah saya, dan ibu saya yang
selalu mengendalikannya. Mereka tempat pertama yang memperkenalkan saya pada
cinta, merasakan bagaimana rasanya disayangi dengan tulus. Ayah saya merupakan
ayah yang tangguh, mengajarkan saya bagaimana caranya menghadapi masalah ketika
saya mulai beranjak dewasa. Itu juga yang ia ajarkan kepada kakak saya. Serta
mengajarakan bagaimana menunjukan cinta kepada Allah. Sedangkan ibu saya terkenal
dengan sosok yang tegas dalam keputusannya. Ibu yang mengatur apa saja yang harus
13

dapatkan. Ibu juga yang mengajarkan saya kesabaran dalam menghadapi masalah. Saya
merasakan betapa pentingnya kasih sayang yang mereka berikan. Ketika kita mulai
dewasa terkadang kita mengabaikan perhatian-perhatian mereka karena adanya
perhatian orang lain selain dari keluarga. Padahal sesungguhnya cinta yang paling tulus
adanya adalah kasih sayang yang mereka berikan. Juga cinta kita kepada Allah Sang
Pencipta.
Cinta tak selalu tentang kebahagiaan, kasih juga tak selalu berwujud yang
menyenangkan. Terkadang kita dihadapkan pada situasi yang menyedihkan. Seperti
saya yang dihadapkan pada kesedihan ketika kenyataan yang saya harus hadapi adalah
kehilangan Ayah saya yang sangat saya cintai luar biasa setelah cinta saya kepada Allah
dan Ibu. Setelah itu Ibu saya menjadi lebih tangguh dari sebelumnya. Walau raga telah
mati, cinta Ayah akan tetap ada pada jiwa kami, anak-anaknya.
Karena cinta dan kasih sayang, keluarga kami masih tetap kokoh walau tanpa
Ayah lagi dan tetap menjadi tempat yang paling teduh buat saya. Saya selalu mengingat
apa yang Ayah saya ajarkan. Tentang mengasihi orang lain dan peduli terhadap sesama.
Badai kehidupan tidak dapat dielak, tinggal bagaimana kita membangun benteng yang
kuat melalui cinta dan kasih sayang.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Cinta merupakan perasaan yang mendalam, dan kasih itulah merupakan wujud
yang nyata dari cinta. Semua manusia yang bernyawa pasti mempunyai cinta, terkecuali
manusia yang kehilangan jiwanya. Seperti pada bab sebelumnya yang sudah dijelaskan
seharusnya kita mampu memahami dalam membagi cinta pada porsinya masing-masing
dan tidak berlebihan. Agar manusia tidak salah dalam mewujudkan cinta kasihnya


14

DAFTAR PUSTAKA.

http://www.elearning.gunadarma.ac.id
Prasetya, Joko Tri. 2013. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Rineka Cipta