Anda di halaman 1dari 11

ILMU BUDAYA DASAR

NAMA

: YUNI ASTUTI

NPM

: 3C414575

TEKNIK INDUSTRI 2014


UNIVERSITAS GUNADARMA

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillahirabbilalamiin, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah
SWT karena rahmat dan karunia-Nya serta kerja keras, sehingga saya dapat menyusun
makalah

ini mengenai beberapa metode yang kami lakukan untuk mendapatkan

informasi yang kami butuhkan, sebagai hasilnya dapat terselesaikan dengan lancar dan
tepat waktu.
Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas kuliah semester I, yang berjudul
Manusia dan Pandangan Hidup. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
semua pihak yang telah membantu penyusun, semoga Allah SWT senantiasa membalas
dengan pahala dan mohon maaf atas segala kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan
selama menyusun laporan ini baik disengaja atau tidak disengaja.
Penulis menyadari bahwa dalam menyusun laporan ini belum sempurna, untuk
itu penulis mohon maaf sebesar-besarnya serta penulis membutuhkan kritikan dan saran
yang sifatnya membangun adalah harapan pribadi penyusun guna kesempurnaan
laporan ini. Harapan terakhir, semoga laporan ini dapat berguna bagi penulis khususnya
dan bagi pembaca pada umumnya. Amin Yaa Robbalaalamin.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

a) Pengertian Pandangan Hidup

b) Cita-Cita

c) Kebajikan

d) Usaha / Perjuangan

e) Keyakinan / Kepercayaan

f) Langkah-Langkah Berpandangan Hidup Yang Baik

PENGALAMAN

DAFTAR PUSTAKA

11

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP


A.

Pengertian Pandangan Hidup


Setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup. Sedangkan pandangan hidup

itu sendiri bersifat kodrati. karena itu menentukan masa depan setiap manusia. Untuk itu
perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup itu sendiri.
Pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan,
pedoman, arahan, dan petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu sendiri
merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu
dan tempat hidupnya.
Pandangan hidup itu banyak sekali macam dan ragamnya. Dapat diklasifikasikan
berdasarkan asalnya ada 3 macam, yaitu :
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak
kebenarannya.
2. Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan
dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif
kebenarannya.

B.

Cita - Cita
Cita-cita adalah keinginan, harapan dan tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Itu

semua merupakan yang harus diperoleh seseorang pada masa mendatang.


Apabila cita-cita itu tidak bisa terpenuhi, maka cita-cita itu sendiri di sebut dengan
angan-angan.
Diantara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang akan datang
sebagai ide atau cita-cita terdapat jarak waktu. Ada 3 faktor yang mempengaruhi untuk
mencapai cita-cita tersebut, yaitu :
1. Faktor Manusia, tergantung dari dirinya sendiri apa dia mau mencapai citacitanya atau tidak. Dan harus dilakukan dengan usaha nya sendiri.
2. Faktor kondisi, sesuai kondisi yang sedang dia rasakan. Apa dia bisa menempati
sesuai kondisi yang dia alami atau tidak.

3. Faktor tingginya cita-cita, semakin tinggi cita-cita kita semakin besar pula usaha
yang harus kita lakukan tergantung apa cita-cita yang kita inginkan.

C.

Kebajikan
Kebajikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama

dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma agama dan etika.
Manusia berbuat baik karena menurut kodratnya manusia itu baik, makhluk yang
bermoral dan beretika. Atas dorongan suara hatinya cenderung manusia untuk berbuat
kebaikan.
Manusia merupakan makhluk sosial yang artinya : manusia yang hidup
bermasyarakat, manusia yang saling membutuhkan satu dengan yang lainnya, manusia
saling tolong menolong dan saling menghargai sesama umat manusia. Sebaliknya pula
manusia saling mencurigai, saling membenci, saling merugikan, dan sebagainya.
Ada 3 hal faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap manusia, yaitu :
1. Faktor pembawaan (heriditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang
masih dalam kandungan.
2. Faktor lingkungan dimana mereka tinggal dan hidup dalam lingkungan yang
baik maupun tidak baik.
3. Faktor pengalaman yang khas yang pernah dialami sewaktu dia mulai hidup dan
hingga sampai dewasa.

D.

Usaha / Perjuangan
Usaha atau perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan suatu cita-cita

yang di inginkan. Setiap manusia harus bekerja keras demi kelangsungan hidupnya.
Sebagian hidup manusia adalah usaha atau perjuangan. Perjuangan untuk hidup itu
sudah kodrat manusia, tanpa usaha atau perjuangan manusia tidak dapat hidup
sempurna. Bila kita menginginkan sukses kunci nya kita harus berusaha dan berdoa.
Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat
manusia. Sebaliknya pemalas membuat manusia itu miskin, melarat, dan berarti
menjatuhkan harkat dan martabatnya sendiri.
Berusaha dalam artian belajar dengan tekun, rajin dan giat. Kerja keras itu dapat
dilakukan dengan otak atau ilmu maupun dengan tenaga atau jasmani. Untuk bekerja
5

keras manusia dibatasi oleh kemampuan karena kemampuan terbatas itulah menjadi
tolak ukur setiap kemakmuran antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya.
Kemampuan itu terbatas pada fisik dan keahlian atau keterampilan dari manusia itu
sendiri.
Karena manusia itu mempunyai rasa kebersamaan dan belas kasihan (cinta
kasih) antar sesama manusia, maka ketidakmampuan atau kemampuan terbatas yang
menimbulkan perbedaan tingkat kemakmuran itu dapat diatasi bersama-sama secara
tolong menolong, bergotong royong . Apabila sistem ini diangkat ke tingkat organisasi
negara, maka negara akan mengatur usaha/perjuangan warga negaranya sedemikian
rupa, sehingga perbedaan tingkat kemakmuran antara sesama warga negara dapat
dihilangkan atau tidak terlalu mencolok. Keadaan ini dapat dikaji melali pandangan
hidup/ideologi yang dianut oleh suatu negara.
Dalam negara yang menganut ideologi liberalisme, kesadaran individu yang
lebih berperan untuk membantu individu lain yang kurang/tidak mampu bekerja keras
memperoleh penghasilan layak. Jika individu tidak punya kesadaran atau rendah tingkat
kesadarannya untuk membantu yang lain yang kurang/tidak mampu, maka akan muncul
perjuangan bebas dan persaingan bebas.
Manusia yang satu mengeksploit manusia yang lain. Misalnya dalam hubungan
kerja, majikan memperkerjakan buruhnya dengan upah murah tak sebanding dengan
tenaga yang dikeluarkanya, upah tidak mencukupi kebutuhan minimal si buruh.
Sebaliknya, dalam negara yang menganut ideologi komunis, negara yang lebih
berperan mengatur usaha/perjuangan warga negara. Setiap warga negara harus tunduk
dan patuh pada ketentuan yang ditetapkan negara, bahkan dengan paksaan dan
kekerasan. Asas kebersamaan, pemerataan, sama rata sama rasa diterapkan dengan
ketat. Akibatnya justru melanggar keadilan, melanggar HAM itu sendiri. Walaupun
tujuan ideologi komunis itu adalah kemakmuran warga negara cara mewujudkannya
tidak sesuai dengan harkat dan martabat manusia.

E.

Keyakinan / Kepercayaan
Keyakinan atau kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari

akal atau kekuasaan Allah. Menurut Prof. Dr. Harun Nasution, ada 3 aliran filsafat
yaitu:
1. Aliran Naturalisme
Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan
kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur dan itu dari allah.
2. Aliran Intelektualisme
Dasar aliran ini adalah logika atau akal. Manusia mengutamakan akal dan
dengan akal manusia berpikir.
3. Aliran Gabungan
Dasar aliran ini adalah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib misalnya
kekuatan yang berasal dari allah dan percaya adanya allah sebagai dasar
keyakinan.

F.

Langkah-Langkah Berpandangan Hidup Yang Baik


Setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup yang berbeda walau

bagaimanapun bentuknya. Bagaimanapun bentuk suatu pandangan hidup itu tergantung


pada diri kita sendiri. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana
untuk mencapai tujuan dan ada juga yang memperlakukannya sebagai penimbul
kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya.
Pandangan hidup sebagai sarana untuk mencapai tujuan dan cita-cita dengan
baik. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :
Mengenal : merupakan suatu kodrat manusia yaitu merupakan tahap pertama
dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam jalan ini mengenal apa itu pandangan
hidup.
Mengerti : tahap kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti.
mengerti disini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri.
Menghayati : dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran
yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup itu sendiri.
Meyakini : dengan meyakini berarti secara langsung ada penerimaan yang ikhlas
terhadap pandangan hidup itu.
7

Mengabdi : sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu
yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain.
Mengamankan : langkah yang terakhir ini merupakan langkah terberat dan
benar-benar

membutuhkan

iman

yang

teguh

dan

kebenaran

dalam

menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu.

PENGALAMAN
Pandangan hidup saya yang pertama sudah jelas Al-Quran dan hadits-haditsnya
karena saya seorang muslim. Islam, agama paripurna dan paling akhir yang diturunkan
Allah SWT kepada rasulullah Muhammad saw. Islam tak hanya sekedar peraturanperaturan yang bersifat teoritik, tapi juga sebuah pandangan hidup yang sesuai fitrah
manusia dan menjawab semua problematika umat. Jadi, islam adalah satu-satunya
pandangan hidup yang diamanatkan kepada umat manusia oleh Sang Pencipta alam
semesta.

Barangsiapa mencari agama selain agama islam, maka sekali-kali tidaklah akan
diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (TQS. Ali
Imran : 85)

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah (dengan) sebenar-benar


takwa kepadaNya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan
beragama islam. (TQS.Ali Imran:102)

Akidah islam adalah akidah kaum muslim, yang didasarkan pada keimanan
bahwa Allah Swt adalah satu-satunya Ilah (Zat yang ditaati), dan bahwa Muhammad
saw adalah utusanNya yang paling akhir. Akidah islam memberikan penjelasan yang
memuaskan terhadap problematika pokok manusia, yaitu tentang awal mula dan tujuan
hidup, serta memandu manusia untuk memahami apa yang harus dia yakini dan apa
yang tidak boleh dia imani.
Islam, sebagai solusi akhir bagi problematika pokok manusia, telah memberikan
pedoman menyeluruh bagi umat manusia dalam menjalani kehidupannya. Aturan demi
aturan yang berkaitan dengan segala perilaku manusia telah diatur dalam hukum-hukum
syari'at yang menyeluruh, lengkap, dan sempurna.

Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku-cukupkan bagimu
ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (TQS. Al-Maidah: 3)

Hanya dengan kembali kepada pemahaman yang shahih tentang islam, dan
menjadikannya sebagai pandangan hidup kaum muslim mempunyai harapan untuk
bangkit dari keterpurukan yang dialaminya saat ini, hingga kemudian menyadari
keluasan dan kekomprehensifan islam sebagai pandangan hidup yang akan membentuk
gaya hidup islami. Pandangan hidup islami akan terlindungi dan terjaga jika syari'at
islam diterapkan secara kaffah baik bagi individu, keluarga, masyarakat, dan bernegara.
Selain Islam sebagai pandangan hidup. Saya juga mempunyai pandangan hidup
sendiri. Terinspirasi dari seseorang yang bernama Mycroft Holmes, seseorang yang
paling jenius yang pernah saya kenal. Pembaca situasi yang handal, dan penalarannya
yang baik terhadap sesuatu. Membuat semuanya berlogika dan bisa dijelaskan secara
ilmiah. Ketajaman penalaran logis, kemampuan menyamar, dan keterampilannya untuk
memecahkan berbagai kasus.

10

DAFTAR PUSTAKA
http://www.elearning.gunadarma.ac.id

Prasetya, Joko Tri. 2013. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Rineka Cipta

11