Anda di halaman 1dari 52

Tutorial

Pembimbing
dr Yudha SpAn
Disusun oleh
1. Rudi Firmansyah
2. Jenes Kapiler
3. Bunga Syifa F
4. Linda Mahardhika
5. Dian riani

No
Input
Terapi
Cairan
Terapi
Obat
Tabel 1. Keseimbangan cairan
harian dewasa sehat.

Masukan (ml / 24 jam) Keluaran (ml / 24 jam )
Tampak Tak Tampak Tampak Tak tampak
Minum 1200 Air kemih 1200
Makan 1000 Tinja 100
Hasil Oksidasi 300 Keringat 800
1200 1300 Paru 400
Total 1200 1300 Total 1200 1300
Komposisi
Air
1. bayi baru lahir sekitar 75% berat badan
2. usia 1 tahun 65%
3. dewasa pria 60%
4. wanita 50%
sisanya ialah zat padat seperti
1. Protein
2. Lemak
3. karbohidrat dan lain-lainnya.
Cairan tubuh
60%
Cairan
Ekstraselular
20%
Plasma darah
5%
Cairan
interstitial 10%
Cairan
transeluler 5%
Cairan
intraselular 40%
Jaringan Persentase Air
Otak 84
Ginjal 83
Otot Lurik 76
Kulit 72
Hati 68
Tulang 22
Lemak 10
Tabel 2. Kandungan air pada tiap jaringan

Darah
Plasma
darah
Protein
Globulin
Albumin
Fibrinogen Elektrolit
Komponen
darah
Eritrosit
Trombosit
Leukosit
Fungsi Darah
Sebagai organ transportasi : Hb yang terkandung
dalam sel darah merah

Sebagai organ pertahanan tubuh (imunologik) :
leukosit (granulosit dan limfosit) serta protein
plasma khusus (immunoglobulin)

Mekanisme homeostasis : mekanisme fibrinolisis
(mEq/L) Plasma Interstitial Interselular
Kation Na 142 114 15
K 4 4 150
Ca 5 2,5 2
Mg 3 1,5 27
Total 154 152 194
Anion Cl 103 114 1
HCO3 27 30 10
HPO4 2 2 100
SO4 1 1 20
Asam Organik 5 5 0
Protein 16 0 63
Total 154 152 194
1. Air Mudah melewati membran
semipermeable
2. Komponen lain sulit proses lain

Tekanan osmotik adalah tekanan yang
dibutuhkan untuk mencegah perembesan (difusi)
cairan melalui membran semipermeabel kedalam
cairan lain yang konsentrasinya lebih tinggi
Plasma : Tekanan Onkotik = 285 + 5 mOsm/L
285 + 5
mOsm/L
Isotinik
NaCl 0,96%,
Deksrosa 5%,
Ringer-Laktat
hipertonik
Hipotonik
Natrium
Eksresi air eksresi natrium juga
1. Urin
2. tinja, atau keringat,



Selalu dikasi cairan yang mengandung
Na.

Peran
1. memeluhara tekanan osmotik
2. Memelihara volume cairan
ekstraseluler
3. natrium sebagian besar (84%)
berada di cairan ekstraseluler



Kebutuhan natrium perhari
sekitar 50 100 mEq atau
3 6 gram sebagai NaCl.
Keseimbangan Na diatur
terutama oleh ginjal.

Defisiensi Natrium
1. Pemberian infus
berlebihan tanpa Na
2. Sindroma reseksi prostat
3. menurunnya sekresi
hormon ADH (antidiuretik
hormon).

Sebagian besar K terdapat dalam sel (150
mEq/L).
Pembedahan katabolisme jaringan dan
mobilisasi kalium pada hari hari pertama dan
kedua.
Kebutuhan kalium cukup diatasi dengan
kebutuhan rutin saja sekitar 0,5 mEq/kgBB/hari.
kemampuan ginjal menahan kalium sangat
rendah. Kadar kalium dalam plasma hanya 2%
dari total K tubuh, sehingga kekurangan K jarang
terdeteksi.

1. merangsang saraf-otot
2. menghantarkan impuls listrik
3. membantu utilisasi O
2,
asam amino,
glikogen, dan pembentukan sel.

normalnya 3 5 mEq/L.
Hipokalemia (< 3 mEq/L),
K keletihan otot, lemas, kembung, ileus
paralitik, gangguan irama jantung.
Konsentrasi K dalam infus sebaiknya < 40
mEq/L atau kecepatan pemberian < 20
mEq/jam.

1. air 50 ml/kgBB
2. natrium 2 mEq/kgBB
3. kalium 1 mEq/kgBB.
Dehidrasi
Dehidrasi
Ringan
(<5%)
Sedang
(5-10%)
Berat
>10%
Dehidrasi
Isotonik
Natrium dan
Osmolaritas normal
Hipotoniki
Natrium < 130 meQ
Osmolaritas <
275mOsm/L
Hipertonik
Natrium > 150 MeQ
Osmolaritas > 295
mOsm/l
Derajat Dehidrasi
Klinis
Dehidrasi Ringan
(<5%)
Dehidrasi Sedang
(5 10 %)
Dehidrasi Berat
(<10%)
Keadaan umum Baik, kompos mentis Gelisah, rewel, lesu Letargik, tak sadar
Mata Normal Cekung Sangat cekung
Air mata Ada Kering Kering sekali
Mulut atau lidah Lembab Kering
Sangat kering, pecah
pecah
Haus Minum normal Haus Tak bisa minum
Turgor Baik Jelek Sangat jelek
Nadi Normal Cepat Cepat sekali
Tekanan darah Normal Turun Turun sekali
Air kemih Normal Kurang, oliguri Kurang sekali
Fungsi Cairan Parenteral
1. mengganti defisit cairan saat puasa sebelum
dan sesudah pembedahan
2. mengganti kebutuhan rutin saat pembedahan
3. menganti saat pendarahan yang terjadi dan
menganti cairan pindah keruang ketiga ( ke
rongga peritoneum, keluar tubuh).
Kebutuhan cairan basal (rutin, rumatan) ialah :
4 ml/kgBB/jam untuk berat badan 10 kg pertama.
2 ml/kgBB/jam tambahkan untuk berat badan 10
kg kedua.
1 ml/kgBB/jam tambahkan untuk sisa berat badan
Contoh pasien berat 23 kg, kebutuhan basal :
( 4 x 10 ) + ( 2 x 10 ) + ( 1 x 3 ) = 63 ml/jam

Pembedahan akan menyebabkan cairan pindah
ke ruang ketiga, ke rongga peritoneum, keluar
tubuh. Untuk menggantinya tergantung besar
kecilnya pembedahan.
6 8 ml/kg untuk pembedahan besar.
4 6 ml/kg untuk pembedahan sedang.
2 4 ml/kg untuk pembedahan kecil.

Tranfusi
< 20 Cukup dengan infus yang komposisinya
sama denngan komposisi plasma misalnya RL
atau RA
< 10 Untuk anak
1. Volume darah bayi anak 80 ml/kgBB.
2. Volume darah dewasa pria 75 ml/kgBB.
3. Volume darah dewasa wanita 65 ml/kgBB.

Dekstrose ( tidak punya elektrolit) mudah
keluar ke interstisial kira kira hanya 5% yang
tertinggal di plasma tidak cocok untuk
resusitasi

Kecepatan pemberian dekstrosa yang dianjurkan
adalah 500 850 mg/kgBB/jam

Asetat dimetabolisme lebih cepat di otot menjadi
bikarbonat (250 400 mEq/jam), sedangkan
laktat di hati dan lebih lambat (100 mEq/jam).


Koloid atau plasma bertahan lama di
plasma
exp :
gelatin (hemaksel, gelafundin, gelofusin),
polimer dekstrosa (dekstran 40, dekstran 70)
atau turunan kanji, hidroksi-etil starch (haes,
ekspafusin).

Cairan
infus
Tonusitas
(mOsm/L)
Na
(mEq/L
)
K
(mEq/L
)
Ca
(mEq/L)
Cl
(mEq/L)
Glukosa
(gr/L)
Laktat
(mEq/L)
Asetat
(mEq/L
)
Plasma 282,6
(iso)
146 4,2 2,5 105 27 (bic)
D5W* 253 (hipo) 50
NS* 308 (iso) 154 154
D5NS 561
(hiper)
154 154 50
D5 1/4NS 330 (iso) 38,5 38,5 50
Darrow 314 (iso) 122 35 104 53
RL* 273 (iso) 130 4 3 109 28
D5RL 273 (iso) 130 4 3 109 50 28
Asering* 273,4
(iso)
130 4 3 109 28
*D5W = dekstrosa 5% in water *NS = Normal Saline (air garam fisiologis)
*RL = Ringer Laktat *Asering = Asetat Ringer

Vena Vena
Untuk Pemberian Parenteral
punggung tangan
pergelangan tangan
lengan bawah atau daerah kubiti
Pada anak kecil dan bayi sering
digunakan daerah punggung kaki, depan
mata kaki dalam atau di kepala
Bayi baru lahir dapat digunakan vena
umbilikalis.

Penggunaan jarum anti karat atau kateter plastik anti
trombogenik pada vena perifer biasanya perlu diganti
setiap 2 3 hari untuk menghindari infeksi dan
macetnya tetesan.
Pemberian cairan infus lebih lama dari tiga hari
sebaiknya menggunakan kateter besar dan panjang
yang ditusukkan pada vena femoralis, vena kubiti, vena
subklavia, vena jugularis eksterna atau interna yang
ujungnya sedekat mungkin dengan atrium kanan atau di
vena cava inferior atau superior.



Terapi Cairan
Resusitasi
Penggantian
defisit
kristaloid
Koloid
Mengganti
kehilangan
akut
(dehidrasi,
syok
hipovolemik
Rumatan
Memasok
kebutuhan
harian
TRANSFUSI DARAH PADA
PEMBEDAHAN
Definisi
Transfusi darah adalah proses pemindahan
darah atau komponen darah dari donor ke
sistem sirkulasi penerima melalui pembuluh
darah vena.
Golongan Darah
Golongan darah adalah pengklasifikasian
darah dari suatu individu berdasarkan ada
atau tidak adanya zat antigen warisan
pada permukaan membran sel darah
merah.

Penggolongan darah:
a. ABO
b. Rhesus
Sistem ABO
Golongan darah manusia ditentukan
berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang
terkandung dalam darahnya, sebagai berikut:

Golongan Antigen di
RBC
Antibodi
dalam Plasma
Golongan
Darah yang
Kompatibel
A Antigen A Anti B A, O
B Antigen B Anti A B, O
AB Antigen A & B Tidak ada A, B, AB, O
O Tidak ada Anti A & B O
Sistem Rhesus
Seseorang yang tidak memiliki faktor Rh di
permukaan sel darah merahnya memiliki
golongan darah Rh-.

Mereka yang memiliki faktor Rh pada
permukaan sel darah merahnya disebut
memiliki golongan darah Rh+.
Tes Kompatibilitas
Tujuan tes ini adalah untuk memprediksi dan
untuk mencegah reaksi antigen-antibody
sebagai hasil transfusi sel darah merah.

Donor dan penerima donor darah harus
diperiksa adanya antibody yang tidak baik.

Bisa dilakukan dengan uji silang / crossmatch
Darah simpan
Pengawet yang paling sering digunakan untuk
kepentingan klinik:
- ACD (acid citrate dextrose),
-CPD (citrate phospate dextrose),
- CPDA (citrate phospate dextrose adenine).
Komponen Darah
Whole Blood
Darah lengkap digunakan pada perdarahan akut, syok
hemovolemik, dan bedah mayor dengan perdarahan
>1500 mL.
Ada 3 macam:
1. Darah segar: <48 jam, faktor pembekuan masih
lengkap, fungsi eritrosit masih baik
2. Darah baru: <6 hari, faktor pembekuan sudah hampir
habis.
3. Darah simpan: 6-35 hari, mudah tersedia setiap saat,
faktor pembekuan sudah habis
Sel Darah Merah
A. Packed Red Cell ( 240 340 ml)
Indikasi: anemia hemolitik, gagal ginjal kronis, perdarahan- perdarahan
kronis yang ada tanda oksigen need (rasa sesak, mata berkunang,
palpitasi, pusing, dan gelisah). PRC diberikan sampai tanda oksigenneed
hilang. Biasanya pada Hb 8-10 gr/dl.


Untuk menaikkan kadar Hb sebanyak 1 gr/dl diperlukan PRC 4 ml/kgBB
atau 1 unit dapat menaikkan kadar hematokrit 3-5 %.

Keuntungan:
-Reaksi transfusi akibat komponen plasma menjadi minimal.
-Reaksi transfusi akibat antibodi donor menjadi minimal.
-Meningkatnya daya guna pemakaian darah karena sisa plasma dapat
dibuat menjadi komponen-komponen yang lain.

B. Washed PRC
Dibuat dari darah utuh yang dicuci dengan normal saline sebanyak tiga
kali untuk menghilangkan antibodi. Washed PRC hanya dapat disimpan
selama 4 jam pada suhu 4
o
C, karena itu harus segera diberikan.


Plasma
Plasma beku segar/ fresh frozen plasma
Faktor pembekuan terpelihara baik
Biasanya dipakai pada terapi defisiensi koagulasi multipel
seperti penyakit hati, pemulihan warfarin, dll.
Pemberian 4-6 unit darah simpan hendaknya
diberikan 1 unit PBS

Plasma biasa
Satu unit biasa berisi 200 ml diperoleh dari mengendapkan
darah lengkap selama 72 jam.
Semua faktor pembekuan ada kecuali faktor V dan faktor
VIII.

Trombosit
Transfusi trombosit terbukti bermanfaat menghentikan
perdarahan karena trombositopenia:
- demam berdarah,
- anemia aplastik,
- setiap perdarahan spontan atau suatu operasi besar
dengan jumlah trombositnya kurang dari
50.000/mm3.
Dengan satu unit konsentrat platelet biasanya akan
menaikkan jumlah platelet sebesar 9.000-11.000 /m3
luas badan. Sehingga untuk keadaan trombositopenia
yang berat dibutuhkan sampai 8-10 unit.


Cryoprecipitated AHF
Didapatkan dengan mencairkan FFP pada suhu
1-6
0
C.
Kaya akan faktor VIII dan fibrinogen.
Indikasi primer untuk terapi hemofilia dan
penyakit Von Willebrand Disease.

Granulosit
Indikasi:
- Diberikan pada penderita yang jumlah
leukositnya turun berat, infeksi yang
tidak membaik/ berat yang tidak sembuh
dengan pemberian antibiotik, kualitas leukosit
menurun.

- Penderita neutropenia dengan febris yang tinggi
yang gagal dengan antibiotik

- Penyakit-penyakit keganasan lainnya.

Indikasi Transfusi Darah
Perdarahan akut sampai Hb < 8 gr% atau Ht
<30%
(Pada orang tua, kelainan paru, kelainan
jantung Hb <10% g/dl.)

Bedah mayor kehilangan darah >20% volume
darah.

Transfusi Darah Masif
Perdarahan massif adalah perdarahan lebih
dari sepertiga volume darah dalam waktu
<30menit.
Transufusi darah sebanyak lebih dari 1-2 kali
volume darah dalam waktu lebih dari 24jam.
Transfusi darah lebih besar dari 50% volume
darah dalam waktu singkat (misalnya 5 unit
dalam 1 jam untuk berat 70kg)

Transfusi Sangat Darurat
Pilihan yang dapat diberikan adalah PRC
golongan O tanpa uji silang (donor universal).
Jika PRC O tidak ada, untuk resipien AB dapat
diberikan golongan A atau B.
Transfusi darah autologus
Darah pasien sendiri diambil 3 unit beberapa
hari sebelumnya. disimpan dibank darah.
Setelah 3 hari ditransfusikan kembali.waktu 3
hari diperlukan untk penyesuaian volume
plasma.
Volume Darah
Estimated Blood Volume (EBV)
EBV= BB (kg) x rata-rata volume darah
Rata-rata volume darah

Usia Volume Darah
Neonatus prematur 95 ml/kg
Cukup bulan 85 ml/kg
Anak 80 ml/kg
Pria dewasa 75 ml/kg
Wanita dewasa 65 ml/kg
Estimated blood loss
Perkiraan jumlah perdarahan dapat ditentukan
dengan menghitung jumlah kasa basah, jumlah
darah pada tabung hisap (suction), dan jumlah
darah pada lapangan operasi

Kasa kecil : 10 cc
Kasa sedang : 20 cc
Kasa besar : 30 cc
Transfusi Darah Pada Pembedahan
Pada bayi anak yang kehilangan darah >15%,
dengan kadar Hb yang normal gangguan
pengangkutan oksigen
Pada orang dewasa yang kehilangan darah
sebanyak 20%, dengan kadar Hb normal
gangguan faktor pembekuan.

Komplikasi Transfusi darah
1)Reaksi Hemolitik
a. Reaksi hemolisis akut :
-inkompatibilitas ABO
-Pasien sadar: rasa dingin, demam,
nausea, dan sakit dada
-Pasien anestesi:suhu meningkat,
tachycardia tak dapat dijelaskan, hypotensi

b. Reaksi hemolisis lambat :
-Ketidakcocokan faktor rhesus


Komplikasi Transfusi darah
2)Infeksi
Virus : hepatitis, HIV-AIDS, CMV
Bakteri : stafilokok, yesteria, citrobakter
Parasit : malaria

3)Lain-lain
Demam, urtikaria, anafilaksis, edema paru non kardial,
purpura, intoksikasi sitrat, hiperkalemia, asidosis.


Penanggulangan Reaksi Transfusi
1. Stop transfusi
2. Naikkan tekanan darah dengan koloid , kristaloid
, jika perlu tambah vasokonstriktor, inotropik
3. Berikan oksigen 100%
4. Diuretika manitol 50mg atau furosemide (Lasix)
10-20mg
5. Antihistamin
6. Steroid dosis tinggi
7. Jika perlu exchange transfusion
8. Periksa analisa gas dan pH darah