Anda di halaman 1dari 37

PERKEMBANGAN AKUNTANSI SYARIAH

A!br0ken!! Perkembangan Umum Akuntansi


Hampir seluruh peta akuntansi Indonesia merupakan by product Barat.
Akuntansi konvensional (Barat) di Indonesia bahkan telah diadaptasi tanpa perubahan
berarti. Hal ini dapat dilihat dari sistem pendidikan, standar, dan praktik akuntansi di
lingkungan bisnis. Kurikulum, materi dan teori yang diaarkan di Indonesia adalah
akuntansi pro Barat. !emua standar akuntansi berinduk pada landasan teoritis dan
teknologi akuntansi IA!" (International Accounting Standards Committee). Indonesia
bahkan terang#terangan menyadur Framework for the Preparation and Presentation of
Financial Statements IA!", dengan udul Kerangka $asar %enyusunan dan %enyaian
&aporan Keuangan dalam !tandar Akuntansi Keuangan (!AK) yang dikeluarkan Ikatan
Akuntansi Indonesia (IAI).
%erkembangan terbaru, saat ini telah disosialisasikan sistem pendidikan
akuntansi 'baru( yang meruuk internasionalisasi dan harmonisasi standar akuntansi.
%ertemuan#pertemuan, workshop, lokakarya, seminar mengenai perubahan kurikulum
akuntansi sampai standar kelulusan akuntan uga mengikuti kebiakan IAI berkenaan
Internasionalisasi Akuntansi Indonesia tahun )*+*.
$unia bisnis tak kalah, semua aktivitas dan sistem akuntansi uga diarahkan
untuk memakai a,uan akuntansi Barat. Hasilnya akuntansi sekarang menadi menara
gading dan sulit sekali menyelesaikan masalah lokalitas. Akuntansi hanya
mengakomodasi kepentingan (market( (pasar modal) dan tidak dapat menyelesaikan
masalah akuntansi untuk -.K. yang mendominasi perekonomian Indonesia lebih
dari /*012tn+. Hal ini sebenarnya telah menegasikan si2at dasar lokalitas masyarakat
Indonesia.
%adahal bila kita lihat lebih auh, akuntansi se,ara sosiologis saat ini telah
mengalami perubahan besar. Akuntansi tidak hanya dipandang sebagai bagian dari
pen,atatan dan pelaporan keuangan perusahaan. Akuntansi telah dipahami sebagai
sesuatu yang tidak bebas nilai (value laden), tetapi dipengaruhi nilai#nilai yang
melingkupinya. Bahkan akuntansi tidak hanya dipengaruhi, tetapi uga mempengaruhi
lingkungannya (lihat Hines +/3/4 .organ +/334 5riyu6ono )***a4 !ubiyantoro dan
5riyu6ono )**74 .ula6arman )**8)12tn). Ketika akuntansi tidak bebas nilai, tetapi
sarat nilai, otomatis akuntansi konvensional yang saat ini masih didominasi oleh sudut
pandang Barat, maka karakter akuntansi pasti kapitalistik, sekuler, egois, anti#altruistik.
Ketika akuntansi memiliki kepentingan ekonomi#politik .9"s (ulti !ational
Company"s) untuk program neoliberalisme ekonomi, maka akuntansi yang diaarkan
dan dipraktikkan tanpa proses penyaringan, elas berorientasi pada kepentingan
neoliberalisme ekonomi pula.
%ertanyaan lebih lanut adalah, apakah memang kita tidak memiliki sistem
akuntansi sesuai realitas kita: Apakah masyarakat Indonesia tidak dapat
mengakomodasi akuntansi dengan tetap melakukan penyesuaian sesuai realitas
masyarakat Indonesia: &ebih auh lagi sesuai realitas masyarakat Indonesia yang
religius: ;eligiusitas Indonesia yang didominasi 3<0 masyarakat .uslim:
B!br0ken!! Akuntansi Syariah: Antara Airan Pragmatis !an I!eais
%erkembangan akuntansi syariah saat ini menurut .ula6arman ()**84 )**=a4
)**=b4 )**=,) masih menadi diskursus serius di kalangan akademisi akuntansi.
$iskursus terutama berhubungan dengan pendekatan dan aplikasi laporan keuangan
sebagai bentukan dari konsep dan teori akuntansinya. %erbedaan#perbedan yang teradi
2
mengarah pada posisi diametral pendekatan teoritis antara aliran akuntansi syariah
pragmatis dan idealis.
1!br0ken!! Akuntansi !yariah Aliran %ragmatis
Aliran akuntansi syariah pragmatis lanut .ula6arman ()**=a) menganggap
beberapa konsep dan teori akuntansi konvensional dapat digunakan dengan
beberapa modi2ikasi (lihat uga misalnya !yahatah )**+4 Harahap )**+4
Kusuma6ati )**< dan banyak lagi lainnya).
.odi2ikasi dilakukan untuk kepentingan pragmatis seperti penggunaan
akuntansi dalam perusahaan Islami yang memerlukan legitimasi pelaporan
berdasarkan nilai#nilai Islam dan tuuan syariah. Akomodasi akuntansi konvensional
tersebut memang terpola dalam kebiakan akuntansi seperti Accounting and
Auditing Standards for Islamic Financial Institutions yang dikeluarkan
AA>I?I12tn7 se,ara internasional dan %!AK 9o. </12tn@ atau yang terbaru %!AK
+*+#+*8 di Indonesia.
Hal ini dapat dilihat misalnya dalam tuuan akuntansi syariah aliran
pragmatis yang masih berpedoman pada tuuan akuntansi konvensional dengan
perubahan modi2ikasi dan penyesuaian berdasarkan prinsip#prinsip syariah. 5uuan
akuntansi di sini lebih pada pendekatan ke6aiban, berbasis entity theory dengan
akuntabilitas terbatas.
Bila kita lihat lebih auh, regulasi mengenai bentuk laporan keuangan yang
dikeluarkan AA>I?I misalnya, disamping mengeluarkan bentuk laporan keuangan
yang tidak berbeda dengan akuntansi konvensional (nera,a, laporan laba rugi dan
laporan aliran kas) uga menetapkan beberapa laporan lain seperti analisis laporan
keuangan mengenai sumber dana untuk Aakat dan penggunaannya4 analisis laporan
keuangan mengenai earnings atau e#penditures yang dilarang berdasarkan syariah4
3
laporan responsibilitas sosial bank syariah4 serta laporan pengembangan sumber
daya manusia untuk bank syariah.
Ketentuan AA>I?I lebih diutamakan untuk kepentingan ekonomi,
sedangkan ketentuan syariah, sosial dan lingkungan merupakan ketentuan
tambahan. $ampak dari ketentuan AA>I?I yang longgar tersebut, membuka
peluang perbankan syariah mementingkan aspek ekonomi daripada aspek syariah,
sosial maupun lingkungan. !inyal ini terbukti dari beberapa penelitian empiris
seperti dilakukan !ulaiman dan &ati22 ()**7), Hameed dan Baya ()**7b), !ya2ei, et
al$ ()**@).
%enelitian lain dilakukan Hameed dan Baya ()**7b) yang mengui se,ara
empiris praktik pelaporan keuangan perbankan syariah di .alaysia dan Indonesia.
Berdasarkan standar AA>I?I, perusahaan di samping membuat laporan keuangan,
uga diminta melakukan disclose analisis laporan keuangan berkaitan sumber dana
%akat dan penggunaannya, laporan responsibilitas sosial dan lingkungan, serta
laporan pengembangan sumber daya manusia. 5etapi hasil temuan Hameed dan
Baya ()**7b) menunukkan bank#bank syariah di kedua negara belum
melaksanakan praktik akuntansi serta pelaporan yang sesuai standar AA>I?I.
!ya2ei, et al$ ()**@) uga melakukan penelitian praktik pelaporan tahunan
perbankan syariah di Indonesia dan .alaysia. Hasilnya, berkaitan produk dan
operasi perbankan yang dilakukan, telah sesuai tuuan syariah (ma&asid syariah).
5etapi ketika berkaitan dengan laporan keuangan tahunan yang diungkapkan, baik
bank#bank di .alaysia maupun Indonesia tidak murni melaksanakan sistem
akuntansi yang sesuai syariah. .enurut !ya2ei, et al$ ()**@) terdapat lima
kemungkinan mengapa laporan keuangan tidak murni dialankan sesuai ketentuan
syariah.
4
%ertama, hampir seluruh negara muslim adalah bekas aahan Barat.
Akibatnya masyarakat muslim menempuh pendidikan Barat dan mengadopsi
budaya Barat. Kedua, banyak praktisi perbankan syariah berpikiran pragmatis dan
berbeda dengan ,ita#,ita Islam yang mengarah pada keseahteraan umat. Ketiga,
bank syariah telah establish dalam sistem ekonomi sekularis#materialis#kapitalis.
%ola yang establish ini mempengaruhi pelaksanaan bank yang kurang
Islami. Keempat, orientasi $e6an %enga6as !yariah lebih menekankan 2ormalitas
fi&h daripada substansinya. Kelima, kesenangan kuali2ikasi antara praktisi dan ahli
syariah. %raktisi lebih mengerti sistem barat tapi lemah di syariah. !ebaliknya ahli
syariah memiliki sedikit pengetahuan mengenai mekanisme dan prosedur di
lapangan.
2!br0ken!! Akuntansi !yariah Aliran Idealis
Aliran Akuntansi !yariah Idealis di sisi lain melihat akomodasi yang terlalu
'terbuka dan longgar( elas#elas tidak dapat diterima. Beberapa alasan yang
diaukan misalnya, landasan 2iloso2is akuntansi konvensional merupakan
representasi pandangan dunia Barat yang kapitalistik, sekuler dan liberal serta
didominasi kepentingan laba (lihat misalnya Cambling dan Karim +//=4 Baydoun
dan Dillett +//@ dan )***4 5riyu6ono )***a dan )**84 !ulaiman )**+4
.ula6arman )**8a).
&andasan 2iloso2is seperti itu elas berpengaruh terhadap konsep dasar
teoritis sampai bentuk teknologinya, yaitu laporan keuangan. Keberatan aliran
idealis terlihat dari pandangannya mengenai ;egulasi baik AA>I?I maupun %!AK
9o. </, serta %!AK +*+#+*8, yang dianggap masih menggunakan konsep akuntansi
modern berbasis entity theory (seperti penyaian laporan laba rugi dan penggunaan
going concern dalam %!AK 9o. </) dan merupakan per6uudan pandangan dunia
5
Barat12tn<. ;atmono ()**@) bahkan melihat tuuan laporan keuangan akuntansi
syariah dalam %!AK </ masih mengarah pada penyediaan in2ormasi. Bang
membedakan %!AK </ dengan akuntansi konvensional, adanya in2ormasi tambahan
berkaitan pengambilan keputusan ekonomi dan kepatuhan terhadap prinsip syariah.
Berbeda dengan tuuan akuntansi syariah 2iloso2is#teoritis, mengarah akuntabilitas
yang lebih luas (5riyu6ono )***b4 )**+4 )**)b4 Hameed )***a4 )***b4 Hameed
dan Baya )**7a4 Baydoun dan Dillett +//@).
Konsep dasar teoritis akuntansi yang dekat dengan nilai dan tuuan syariah
menurut akuntansi syariah aliran idealis adalah 'nterprise (heory (Harahap +//=4
5riyu6ono )**)b), karena menekankan akuntabilitas yang lebih luas. .eskipun,
dari sudut pandang syariah, seperti dielaskan 5riyu6ono ()**)b) konsep ini belum
mengakui adanya partisipasi lain yang se,ara tidak langsung memberikan kontribusi
ekonomi. Artinya, lanut 5riyu6ono ()**)b) konsep ini belum bisa diadikan
usti2ikasi bah6a enterprise theory menadi konsep dasar teoritis, sebelum teori
tersebut mengakui eksistensi dari indirect participants.
Berdasarkan kekurangan#kekurangan yang ada dalam EA!, 5riyu6ono
()**+) dan !lamet ()**+) mengusulkan apa yang dinamakan dengan Shari"ate F5.
.enurut konsep ini stakeholders pihak yang berhak menerima pendistribusian nilai
tambah diklasi2ikasikan menadi dua golongan yaitu direct participants dan indirect
participants. .enurut 5riyu6ono ()**+) direct stakeholders adalah pihak yang
terkait langsung dengan bisnis perusahaan, yang terdiri dariG pemegang saham,
manaemen, karya6an, kreditur, pemasok, pemerintah, dan lain#lainnya. Indirect
stakeholders adalah pihak yang tidak terkait langsung dengan bisnis perusahaan,
terdiri dariG masyarakat mustahi& (penerima %akat, infa& dan shada&ah), dan
lingkungan alam (misalnya untuk pelestarian alam).
6
3!br0ken!! Komparasi Antara Akuntansi !yariah Aliran Idealis dan %ragmatis
Kesimpulan yang dapat ditarik dari perbin,angan mengenai perbedaan
antara aliran akuntansi syariah pragmatis dan idealis di atas adalah, pertama,
akuntansi syariah pragmatis memilih melakukan adopsi konsep dasar teoritis
akuntansi berbasis entity theory. Konsekuensi teknologisnya adalah digunakannya
bentuk laporan keuangan seperti nera,a, laporan laba rugi dan laporan arus kas
dengan modi2ikasi pragmatis. Kedua, akuntansi syariah idealis memilih melakukan
perubahan#perubahan konsep dasar teoritis berbasis shari"ate F5. Konsekuensi
teknologisnya adalah penolakan terhadap bentuk laporan keuangan yang ada4
sehingga diperlukan perumusan laporan keuangan yang sesuai dengan konsep dasar
teoritisnya. -ntuk memudahkan penelasan perbedaan akuntansi syariah aliran
pragmatis dan idealis,
C!br0ken!! Pr"yek Im#ementasi Shari$ate Enter#rise The"ry
%roses pen,arian bentuk teknologis aliran idealis dimulai dari perumusan ulang
konsep )alue Added (EA) dan turunannya yaitu )alue Added Statement (EA!). EA
diteremahkan oleh !ubiyantoro dan 5riyu6ono ()**@, +/3#)**) sebagai nilai tambah
yang berubah maknanya dari konsep EA yang konvensional. !ubstansi laba adalah nilai
lebih (nilai tambah) yang berangkat dari dua aspek mendasar, yaitu aspek keadilan dan
hakikat manusia.
5eremahan konsep EA agar bersi2at teknologis untuk membangun laporan
keuangan syariah disebut .ula6arman ()**8, )++#)+=) sebagai shari"ate value added
(!EA). !EA diadikan source untuk melakukan rekonstruksi sinergis EA! versi
Baydoun dan Dillett (+//@4 )***) dan '#panded )alue Added Statement (FEA!) versi
.ook et al$ ()**74 )**<)12tn8 menadi Shari"ate )alue Added Statement (!EA!)12tn=.
7
!EA adalah pertambahan nilai spiritual (%akka) yang teradi se,ara material (%aka) dan
telah disu,ikan se,ara spiritual (ta%kiyah). !EA! adalah salah satu laporan keuangan
sebagai bentuk konkrit !EA yang menadikan %akat bukan sebagai ke6aiban distributi2
saa (bagian dari distribusi EA) tetapi menadi poros EA!. *akat untuk menyu,ikan
bagian atas !EA! (pembentukan sources !EA) dan bagian ba6ah !EA! (distribusi
!EA).
!EA! lanut .ula6arman ()**8) terdiri dari dua bentuk laporan, yaitu &aporan
Kuantitati2 dan Kualitati2 yang saling terikat satu sama lain. &aporan Kuantitati2
men,atat aktivitas perusahaan yang bersi2at 2inansial, sosial dan lingkungan yang
bersi2at materi (akun kreativitas) sekaligus non materi (akun ketundukan). &aporan
Kualitati2 berupa ,atatan berkaitan dengan tiga hal. %ertama, pen,atatan laporan
pembentukan (source) EA yang tidak dapat dimasukkan dalam bentuk laporan
kuantitati2. Kedua, penentuan !isab *akat yang merupakan batas dari EA yang 6aib
dikenakan %akat dan distribusi *akat pada yang berhak. Ketiga, pen,atatan laporan
distribusi (distribution) EA yang tidak dapat dimasukkan dalam bentuk laporan
kuantitati2.
D!br0ken!!
8
Pengakuan% #engukuran% Penya&ian% !an #engungka#an !aamakuntansi bank
Syariah
$ikeluarkannya pernyataan standarakuntansikeuanganno. </tentangakutansi
perbankan syariah indonesiaapasi oleh bank Indonesia (bi) merupakan hal yang perlu kita
syukuri keberadaannya. Adanya %!AK 9o. </ dan %A%!I memiliki banyak makna. $ari
sudut pandang perkembangnindstri perbankan syariah %!AK dan %A%!I dapat diharapkan
sebagai instrument yang dapat meningkatka keper,ayaan publi, dalam menabung dan
berbisnis dengan bank syariah yang pada giliranya akan lebih mema,u perkembangan
industri bank syariah di Indonesia. !ementara itu uga dilihat dari iklim bisnis masyarakat
Indonesia yang masih rendah tingkat integrasinya dengan nilai#nilai islam, %!AK 9o. </
dan %A%!I dapat diharapkan sebagai uung tombak baik dalam proses pengembangan bisnis
yang islami maupun dalam pengembangan ilmu bisnis yang peduli pada moralitas, spirit
agama,dan kepedulian so,ial.
Pengakuan !an #engukuran transaksi !aamakuntansi bank syariah
$ikeluarkannya %ernyataan !tandar Akuntansi Keuangan 9o. </ tentang Akuntansi
perbankan !yariah oleh ikatan Akuntan Indonesia (IAI) bertuuan untuk mengatuir
perlakuan kuntansi (pengakuan, pengukuran, penyaian dan pengungkapan) transaksi
khusus yang berkaitan dengan aktivitas bank syariah.
%ernyataan ini diterapkan untuk bank umum syariah, bank pengkreditan rakyat
sayriah, dan kantor ,abang syariah bank konvensional yang beroperasi di Indonesia. Hal#
hal umum yang tidak diatur dalampernyataan ini mema,u pada pernyataan standar
akuntansi yang berlaku umumsepanang sepanang tidak bertentangan dengan prinsip
syariah.pernyataann ini bukan nerupakan pengaturan penyaian laporan keuangan
sesuaipermintaan khusus (statutorial) pemerintah,lembaga pemerintah independent,dan
bank sentral (Bank Indonesia).laporan keuangan yang disaikan berdasarkan pernyataan ini
tidak dimaksudkan untukmemenuhih peraturan perundang#undangan tersebut.
9
Pengakuan !an Pengukuran Mu!harabah
Karekteristik
.udharabah adaalah akad kera sama usaha antara shahibul maal (pemilik dana)
dan mudharib (pengelola dana) dengan nisbah bagi hasil menurut kesepakatan dimuka. Hika
usaha mengalami kerugian, makaa seluruh kerugian ditanggung oleh pemilik dana, ke,uali
ditemukan adanya kelalaian atau kesalahan oleh pengelola dan, seperti penyele6engan,
ke,urangan,dan penyalahgunaan dana.
.udaharabah ada ) enis,yaitu mudharabah mutlaIah (investasi tidak terikat) dan
mudharabah muIayyadah (investasi terikat).
Bank Sebagai Shabibu Maa '#emiik (ana)
Pengakuan !an #engukuran #embiyaanmu!harabah
%engakuan mudharabah adalah sebagai berikut(
1!br0ken!! pembiyaan mudharabah diakui pada saat pembayaran kas atau penyerahan
aktiva nonkas kepada pengelola dana4 dan
2!br0ken!! pembiyaan mudharabaha yang diberikan se,ara bertihahap diakui pada
setisptshap pembayaran atau penyerahaan.
%engukuran pembiyaan mudharabah adalah sebagai berikutG
1!br0ken!! %embiyaan mudharabah dalabentuk kas diukur seumlah uang yang
diberikan bank pada saat pembayaran4
2!br0ken!! pembiyaan mudharabah dalam bentuk aktiva nonkasG
a!br0ken!! diukur sebesar nilai 6aar aktiva nonkas pada saat penyerahan4dan
b!br0ken!! selisisih antara nilai 6aar dan nilai buku aktiva nonkas diakui
sebagai keuntungan atau kerugian bank4 dan
3!br0ken!! beban yang teradi sehubungan dengan mudharabah tidak dapat diakui
sebagai bagian pembayaran mudharabah ke,uali telah disepakati bersama.
Pengakuan *aba atau Rugi Mu!harabah
Apabila pembiyaan mudharabah mele6ati satu periode pelaporanG
1!br0ken!! laba pembayaran mudharabah diakui dalam periode teradinya hak bagi hasil
sesuai nasabah yang disepakati4 dan
2!br0ken!! rugi yang teradi diakuidalam periode teradinya rugi tersebut dan
mengurangi saldo pembayaran mudharabah
10
Bank sebagai Mu!harib 'Penge"a (ana)
$ana investasi tidak terikat diakui sebagai investasi tidakterikat pada saat teradinya
sebesar umlah yangditerima.pada akhirperiode akuntansi, investasi tidak terikat diukur
sebesar nila ter,atat. Bagi hasil investasi tidak terikat dialokasikan kepada bank dan pemilik
dana sesuai dengan nisbah yang disepakati.
Bagi hasil mudharabah dapat dilakukan dengan menggunakan dua metode, yaitu
bagi laba (pro2it sharing) atau bagi pendapatan (revenue sharing). Kerugiankesalahanatau
kelalaian bank dibebankan kepada bank (pengelola dana).
Bank sebagai Agen In+estasi
Apabila bank bertindak sebagai agenda lammnyalurkan dana mudharabah
muIayyadah dan bank tidak menanggung risiko ("hanelling agent),maka pelaporannya
tidak dilakukan dalam nera,a tetapi dalam laporan perubaha dana investasi terikat.
!edangkan dana yang diterima dan belum disalurkan diakui sebagai titipan.
Apabila bank bertindak sebagai agendalammenyalurkan dana mudharabah
atauinvestasi terikat tetapi bank menanggung risiko atas penyaluran dana tersebut
(eJe,uting agent) maka pelaporanya dilakukan dalam nera,a sebesar porsi yang ditanggung
oleh bank.

Pengkuan !an #engukuran Musyarakah
Karakteristik
.usyakaah adalah akad kera sama antara parapemilikmodal yang men,ampurkan
modal mereka untuk tuuan men,ari keuntungan. $alam musyarakah, mitra dan bank sama#
sama menyediakan modal untuk membiayai suatu usaha tertentu,baik yang sudah beralan
maupun yang baru.selanutnya mitra dapat mengembalikan modal tersebut berikutbagi hasil
yang telah disepakati se,ara bertahap atas !ekaligus kepada bank.
%embiyaan musyarakah dapat diberikan dala bentuk kas, setara kas, atau aktiva
nonkas, termasuk aktiva tidak ter6uud, seperti lisensidan hak paten. Karena setiap mitra
tidak dapaat menadi modal mitra lainnya, maka setiap mitra dapat meminta mitra lainnya
untuk menyediakan aminan atas kelalaian atau kesalahan yang disengaa. Beberapa hal
yang menunukan adanya kesalahan yang disengaa. Bebrapa hal yang menunukan adanya
kesalahan yang disengaa adalahG pelanggaran terhadap akad antara lain penyalahgunaan
dana pembiayaan, manipulasi biaya dan pendapatan operasional, serta pelaksanaan yang
11
tidak sesuai dengan prinsip syariah. Hika tidak terdapat kesepakatan antara pihak yang
bersengketa, kesalahan yang disengaa harus dibuktikan berdasarkan badan arbitrase atau
pengadilan
&aba musyarakah dibagi diantara para mitra dan bank se,ara proposional sesuai
dengan modal yang disetorkan ( baik berupa kas maupun aktiva lainnya) atau sesuai dengan
yang disepakati oleh semua mitra. !edangkan rugi dibebankan se,ara proposional sesuai
dengan modal yang disetorkan (baik berupa kas maupun aktiva lainnya)
.usyarokah dapat bersi2at permanen maupun menurun. $alam musyarakah
permanen, bagi modal setiap mitra ditentukan sesuai akad dan umlahnya tetap hingga akhir
masa akad. !edangkan dalam musyarakah menurun, bagian modal bank akan menurun dan
pada akhir masa akad, mitra akan menadi pemilik usaha tersebut.
Bank Sebagai Mitra
Pengakuan !an Pengukuran A,a Pembiayaan Musyarakah
%embiayaan musyarakah diakui pada saat pembayaran tunai atau penyerahan aktiva
nonkas kepada mitra musyarakah. %engukuran pembiayaan musyarakah dalam bentukG
1!br0ken!! %embiayaan musyarakah dalam bentuk4
a!br0ken!! Kas dinilai sebesar umlah yang dibayarkan4 dan
b!br0ken!! Aktiva non kas dinilai sebesar nilai 6aar dan nilai buku aktiva non
kas, maka selisih tersebut diakui sebagai keuntungan atau kerugian bank pada
saat penyerahan4 dan
2!br0ken!! Biaya yang teradi akibat akad musyarakah (misalnya, biaya studi
kelayakan) tidak dapat diakui sebagai bagian pembiayaan musyarakah ke,uali
persetuuan dari seluruh mitra musyarakah.
Pengukuran bagi Bank atas Pembiayaan Musyarakah Seteah Aka!
Bagian pengukuran atas pembiayaan musyarakah permanen dinilai sebesar nilai
historis(umlah yang dibayarkan atau nilai 6aar aktiva non kas pada saat penyerahan
modal musyarakah) setelah dikurangi dengan kerugian, apabila ada.
Bagian bank atas pembiayaan musyarakah menurun dinilai sebesar nilai historis setelah
dikurangi dengan bagian pembiayaan bank yang telah dikembalikan oleh mitra (yaitu
sebesar harga ual yang 6aar) dan kerugian, apabila ada. !elisih antara nilai historis dan
12
nilai 6aar bagian pembiayaan musyarakah yang dikembalikan diakui sebagai keuntungan
atau kerugian ban pada periode beralan.
Hika akad musyarakah yang belum atuh tempo diakhiri dengan pengembalian
diakui sebagai laba atau rugi bank pad aperiode beralan. %ada saat akad diakhiri,
pembiayaan musyarakah yang belum dikembalikan oleh mitra diakui sebagai piutang atuh
tempo kepada mitra.
Pengakuan *aba atau Rugi Musyarakah
&aba pembiayaan musyarakah diakui sebesar bagian bank sesuai dengan nisbah
yang disepakati atas hasil usaha musyaraah. !edangkan rugi pembiayaan musyarakah
diakui se,ara proporsional sesuai dengan kontibusi modal. Apabila pembiayaan
musyarakah permanen mele6ati satu periode pelaporan makaG
1!br0ken!! &aba diakui dalam periode teradinya sesuai dengan nisbah bagi hasil yang
disepakati4 dan
2!br0ken!! rugi diakui dalam periode teradinya kerugian tersebut dan mengurangi
pembiayaan musyarakah.
Apabila pembiayaan musyarakah menurun mele6ati satu periode pelaporan dan
terdapat pengembalian sebagian atau seluruh pembiayaan, makaG
1!br0ken!! laba diakui dalam periode teradinya sesuai dengan nisbah yang
disepakati4dan
2!br0ken!! rugi diakui dalam periode teradinya se,ara proporsional sesuai dengan
kontribusi modal dan mengurangi pembiayaan musyarakah.
Apabila teradi rugi dalam musyarakah akibat kelalaian atau kesalahan mitra
pengelola usaha musyarakah, maka rugi tersebut ditanggung oleh mitra pengelola usaha
musyarakah. ;ugi karena kelalaian mitra musyarakah tersebut diperhitungkan sebagai
pengurang modal mitra pengelola usaha, ke,uali ika mitra mengganti kerugian dengan
dana baru.
Pengakuan !an Pengukuran Murabahah
Karakteristik
.urabahah adalah akad ual beli barang dengan menyatakan harga perolehan dan
keuntungan(margin) yang disepakati oleh penual dan pembeli. .urabahah dapat dilakukan
13
berdasarkan pesanan atau tanpa pesanan. .urabahah berdasarkan pesanan dapat bersi2at
mengikat atau tidak mengikat nasabah untuk membeli barang yang dipesannya. $alam
murabahah pesanan mengikat pembeli tidak dapat membatalkan pesanannya. Apabila
aktiva murabahah yang telah dibeli bank(sebagai penual) dalam murabahah pesanan
mengikat mengalami penurunan nilai sebelum diserahkan kepada pembeli, maka penurunan
nilai tersebt menadi beban penual (bank) dan penual (bank) akan mengurangi nilai akad.
%embayaran murabahah dapat dilakukan se,ara tunai atau ,i,ilan. !elain itu, dalam
murabahah uga diperkenankan adanya perbedaan dalam harga barang untuk ,ara
pembayaran yang berbeda. Bank dapat memberikan potongan apabila nasabahG
1!br0ken!! memper,epat pembayaran ,i,ilan4atau
2!br0ken!! melunasi piutang murabahah sebelum atuh tempo.
Harga yang disepakati dalam murabahah adalah harga ual sedangkan harga beli
harus diberitahukan. Hika bank mendapat potongan dari pemasok, maka potongan itu
merupakan hak nasabah. Apabila potongan tersebut teradi setelah akad, maka pembagian
potongan tersebut dilakukan berdasarkan perania yang dimuat dalam akad.
Bank dapat meminta nasabah menyediakan angunan atas piutang murabahah, antara
lain, dalam bentuk barang yang telah dibeli dari bank. Bank dapat meminta kepada nasabah
urban sebagai uang muka pembelian pada saat akad apabila kedua belah pihak bersepakat.
-rban menadi bagian pelunasan piutang murabahah apabila murabahah adi dilaksanakan.
5etapi apabila murabahah batal, urban dikembalikan kepada nasabah setelah dikurangi
dengan kerugian sesuai dengan kesepakatan. Hika uang muka itu lebih ke,il dari kerugian
bank maka bank dapat meminta tambahan dari nasabah.
Apabila nasabah tidak dapat memenuhi piutang murabahah sesuai dengan yang
diperanikan, bank berhak menggunakan denda ke,uali ika dapat dibuktikan bah6a
nasabah tidak mampu melunasi. $enda ditetapkan berdasarkan pada pendekatan taAir yaitu
untuk membuat nasabah lebih disiplin terhadap ke6aibannya. Besarnya denda sesuai
dengan yang diperanikan dalam akad dan dana yang berasal dari denda diperuntukkan
sebagai dana sosial ( Kardhul hasan).
Bank Sebagai Pen&ua
%ada saat perolehan, aktiva yang diproleh dengan tuuan untuk diual kembali dalam
murabahah diakui sebagai aktiva murabahah sebagai biaya perolehan. %engukuran aktiva
murababahah setelah perolehan adalah sebagai berikutG
14
1!br0ken!! Aktiva tersedia untuk diual dalam murabahah pesanan mengikatG
a!br0ken!! dinilai sebesar biaya perolehan4 dan
b!br0ken!! ika teradi penurunan nilai akiva karena usang, rusak atau kondisi
lainnya, penurunan nilai tersebut diakui sebagai beban dan mengurangi nilai
aktiva4
2!br0ken!! Apabila dalam murabahah tanpa pesanan atau murabahah pesanan tidak
mengikat terdapat indikasi kuat pembeli batal melakukan transaksi, maka aktiva
murabahahG
a!br0ken!! $inilai berdasarkan biaya perolehan atau nilai bersih yang dapat
direalisasi, mana yang lebih rendah4dan
b!br0ken!! Hika nilai bersih yang dapat direalisasi lebih rendah dari biaya
perolehan, maka slisihnya diakui sebagai kerugian.
%otongan pembelian dari pemasok diakui sebagai pengurangan biaya perolehan
aktiva murabahah. %ada saat akad, piutang murabahah diakui sebesar biaya perolehan
aktiva murabahah ditambah keuntungan yang disepakati. %ada akhir periode laporan
keuangan, piutang murabahah dinilai sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi, yaitu saldo
piutang dikurangi penyisihan kerugian piutang.
Keuntungan murabahah diakuiG
1!br0ken!! pada periode teradiya, apabila akad berakhir pada periode laporan keungan
yang sama4 atau
2!br0ken!! selama periode akad se,ara proposional, apabila akad melampaui satu
periode laporan keuangan.
%otongan pelunasan dini diakui dengan menggunakan salah satu metode berikutG
1!br0ken!! ika potongan pelunasan diberikan pada penyelesaian, bank mengurangi
piutang murabahah dan keuntungan murabahah4atau
2!br0ken!! ika potongan pelunasan diberikan setelah penyelesaian, bank terlebih dulu
menerima pelunasan piutang murabahah dari nasabah, kemudian bank membayar
potongan pelunasan kepada nasabah dengan mengurangi keuntungan murabahah.
$enda dikenakan apabila nasabah lalai dalam melakukan ke6aibannya sesuai dengan
akad. %ada saat diterima, denda diakui sebagai bagian dana sosial.
1!br0ken!! urban diakui sebagai uang muka pembelian sebesar umlah yang diterima
bank pada saat dterima4
15
2!br0ken!! pada saat barang adi dibeli oleh nasabah, maka urban diakui sebagai
pembayaran piutang4 dan
3!br0ken!! ika barang batal dibeli oleh nasabah, maka urban dikembalikan kepada
nasabah setelah diperhitungkan dengan biaya#biaya yang telah dikeluarkan bank.

Pengakuan (an Pengukuran Saam (an Saam Parae
!alam adalah akad ual beli barang pesanan dengan penangguhan pengiriman oleh
penual dan pelunasannya dilakukan se,ara segera oleh pembelian sebelum barang pesanan
tersebut diterima sesuai dengan syarat#syarat tertentu.
Bank dapat bertindak sebagai pembeli atau penual dalam suatu transaksi salam.
Hika bank bertindak sebagai penual kemudian memesan kepada pihak lain untuk
menyediakan barang pesanan dengan ,ara salam maka hal ini disebut salam peralel.
!alam parallel dapat dilakukan dengan syaratG
1!br0ken!! Akad kedua antara bank dan pemasok terpisah dari akad pertama antara
bank dan pembeli akhir, dan
2!br0ken!! Akad kedua dilakukan setelah akad pertama sah.
Bank sebagai #embei
%iutang salam diakui pada saat modal usaha salam dibayarkan atau dilihat kepada
penual. .odal usaha salam dapat berupa kas dan aktiva non kas. .odal usaha salam dapat
berbentuk kas diukur sebesar umlah yang dibayarkan, sedangkan modal usaha salam dalam
bentuk aktiva non kas diukur sebesar nilai 6aar (nilai yang disepakati antara bank dan
nasabah).
%enerimaan barang pesanan diakui dan diukur sebagai berikutG
1!br0ken!! Hika barang pesanan sesuai dengan akad dilihat sesuai nilai yang disepakati
2!br0ken!! Hika barang pesanan berbeda kualitasnya, makaG
a!br0ken!! Barang pesanan yang diterima diukur sesuai dengan akad, ika nilai
pasar (nilai 6aar ika nilaii pasar tidak tersedia) dari barang pesanan yang
diterima nilainya sama atau lebih tinggi dari nilai barang pesanan yang ter,antum
didalam akad
b!br0ken!! Barang pesanan yang diterima diukur sesuai nilai pasar (nilai 6aar
ika nilai pasar tidak tersedia) pada saat diterima dan selisihnya diakui sebagai
16
kelebihan, ika nilai pasar dari barang pesanan lebih rendah dari barang pesanan
yang ter,antum dalam akad
3!br0ken!! Hika bank tidak menerima sebagian atau seluruh barang pesanan pada
tanggal atuh tempo pengiriman, makaG
a!br0ken!! Hika tanggal pengiriman diperpanang nilai ter,atat piutang salam
sebesar bagian yang belum dipenuhi tetap sesuai dengan nilai yang ter,antum
dalam akad
b!br0ken!! Hika akad salam dibatalkan sebagian atau seluruhnya, maka piutang
salam berubah menadi piutang yang harus dilunasi oleh nasabah sebesar bagian
yang tidak dapat dipenuhi.
c!br0ken!! Hika akad salam dibatalkan sebagian atau seluruhnya dan bank
mempunyai aminan atas barang pesanan serta hasil penualan aminan tersebut
lebih ke,il dari nilai ter,atat piutang salam dan hasil penualan tersebut diakui
sebagai piutang kepada nasabah yang telah atuh tempo.
d!br0ken!! Bank dapat menggunakan denda kepada nasabah.
Bank sebagai #en&ua
-tang salam diakui pada saat bank menerima modal usaha salam yang diterima.
.odal usaha salam yang diterima dapat berupa kas dan aktiva non kas. .odal usaha salam
dalam bentuk aktiva non kas diukur sebesar nilai 6aar.
Pengakuan !an Pengukuran Istishna !an Istishna Parae
Istishna adalah akad ual beli antara pembeli dan penual. Berdasarkan akad
tersebut, pembeli menugasi produsen untuk menyediakan barang pesanan sesuai spesi2ikasi
yang disyaratkan pembeli dan menualnya dengan harga yang disepakati. !pesi2ikasi dan
barang pesanan disepakati oleh pembeli dan penual dia6al akad. Barang pesanan harus
diketahui karakteristiknya se,ara umum yang meliputiG enis, spesi2ikasi teknis, kualitias
dan kuantitas. Barang pesanan harus sesuai dengan karakteristik antara pembeli dan
penual. Hika barang pasanan yang dikirim salah satu ,a,at, maka penual bertanggung
a6ab atas kelalaiannya.
Bank dapat bertindak sebagai pembeli atau penual dalam suatu transaksi istishna.
Hika bank bertindak sebagai penual kemudian memesan kepada pihak lain untuk
menyediakan barang pesanan dengan ,ara istishna maka hal ini disebut istihna parallel.
17
Istishna Parae !a#at (iakukan !engan Syarat:
1!br0ken!! Akad kedua antara bank dan subkontraktor terpisah dari akad pertama antara
bank dan pembeli akhir
2!br0ken!! Akad kedua dilakukan setelah akad pertama sah.
%ada dasarnya istishna tidak dapt dibatalkan, ke,uali memenuhi kondisiG
1!br0ken!! Kedua belah pihak setuu untuk menghentikannya
2!br0ken!! Akad batal demi hukum karena timbul kondisi hukum yang dapat
menghalangi pelaksanaan atau penyelesaian akad.
%embeli mempunyai hak untuk memperoleh aminan dari penual atasG
1!br0ken!! Humlah yang telah dibayarkan.
2!br0ken!! %enyerahan barang pesanan sesuai dengan spesi2ikasi dan tepat 6aktu.
Pengakuan Pen!a#atan !an Keuntungan Istishna Parae
%endapatan istishna adalah total harga yang disepakati dalam akad antara bank dan
pembeli akhir, termasuk margin keuntungan. .argin keuntungan adalah selisih antara
pendapatan istishna dan harga pokok istishna. %endapatan istishna diakui dengan
mengenakan metode persentase penyelesaian atau metode akad.
Bank Sebagai Pembei
Bank mengakui aktiva istihna dalam menyelesaikan seumlah termin yang ditagih
oleh penual dan sekaligus mengakui utang istishna kepada penual. Apabila barang
pesanan terlambat diserahkan karena kelalaian atau kesalahan penual dan mengakibatkan
kerugian bank, maka kerugian itu dikurangkan dari garansi penyelesaian proyek yang telah
diserahkan penual. Apabila kerugian tersebut melebihi garansi penyelesaian proyek, maka
selisihnya akan diakui sebagai piutang atuh tempo kepada sub kontraktor.
Pengakuan !an Pengukuran I&arah !an I&arah Muntahiyah Bittamik
Iarah adalah akad se6a menye6a antara pemilik se6a dan penye6a untuk
mendapatkan imbalan atas obek se6a dan penye6a untuk mendapatkan imbalan atas obek
se6a yang dise6akan.
18
Iarah muntahiyah bittamlik adalah akad se6a menye6a antara pemilik obek se6a
dan penye6a untuk mendapatkan imbalan atas obek se6a yang dise6akannya dengan obsi
perpindahan hak milik obek se6a pada saat tertentu sesuai dengan akad se6a.
%erpindahan hak milik obek se6a kepada penye6a dalam iarah muntahiyah
bittamlik dapat dilakukan denganG
1!br0ken!! Hibah
2!br0ken!! %enualan sebelum akad berakhir sebesar harga yang sisa ,i,ilan se6a
3!br0ken!! %enual pada akhir masa se6a dengan pembayaran tertentu yang disepakati
pada a6al akad
4!br0ken!! %enual se,ara bertahap sebesar hraga tertentu yang disepakati dan
ter,antum dalam akad.
Bank Sebagai Pemiik -b&ek Se,a
>bek se6a diakui sebesar biaya perolehan pada saat perolehan obek se6a dan
disusutkan sesuai denganG
1!br0ken!! Kebiakan penyusutan pemilik obek se6a untuk aktiva seenis ika
merupakan iarah
2!br0ken!! .asa se6a ika merupakan ternsaksi iarah muntahiyah bittamlik
%endapatan iarah dan iarah muntahiyah bittamllik diakui selama masa akad se,ara
proporsional ke,uali pendapatan iarah muntahiyah bittamlik memulai penualan se,ara
bertahap maka besar pendapatan setiap periode aka menurun se,ara progresi2 selama masa
akad karena adanya pelunasan bagian per bagian obek se6a pada periode tersebut.
Pengakuan !an Pengukuran .a!i$ah
Dadiah adalah titipan nasabah yang harus diaga dan dikembalikan setiap saat
apabila nasabah yang bersangkutan menghendaki. Bank bertanggung a6ab atas
pengembalian ttitpan. Dadiah terbagi atas 6adiah yad#dhamanah adalah titipan yang
selama belum dikembalikan kepada penitip dapat diman2aatkan oleh penerima titipan, dan
6adiah yad#amanah apabila dari hasil peman2aatan tersebut diperoleh keuntungan, maka
seluruhnya menadi hak penerimaan titipan. !edangkan dalam prinsip 6adiaah yad#
amanah, penerimaan titipan tidak boleh meman2aatkan barang titipan tersebut sampai
diambil kembali oleh penitip.
%enerimaan titipan dalam transaksi 6adiah dapatG
19
1!br0ken!! .eminta urah (imbalan) atas penitipan barangLuang tersebut4 dan
2!br0ken!! .emberikan bonus kepada penitip dari hasil peman2aatan barangLuang
titipan (6adiah yad#amanah) namun tidak boleh diperanikan sebelumnya dan
besarnya tergantung pada kebiakan penerima titipan.
20
Pengakuan !an Pengukuran /ar!h
%inaman Kardh adalah penyediaan dana atau tgihan yang dapat disamakan dengan
itu berdasarkan persetuuan atau kesepakatan antara peminam dan pihak yang
dipinamkan. Bank syariah disampinkan memberikan pinaman Iard uga dapat
menyalurkan pinaman dalam bentu Iardhul hasan. Kardhul Hasan adalah pinaman tanpa
pinaman yang memungkinkan pinaman untuk menggunakan dana tersebut selam angka
6aktu tertentu dan mengembalikan dalam umlah yang sama pada akhir periode yang
disepakati.
!umber dana Iardhul hasan bersal dari eksternal dan internal. !umber dana
eksternel meliputi dana Iardh yang diterima bank syariah dari pihak lain (missal dari
sumbangan, in2aI, shadaIah, dan hasil pendapatan nonhalal). !umber dana internal
meliputi hasil tagihan pinaman Ialdhul hasan.
Pengakuan !an Pengukuran Shar0
!har2 adalah akad ual beli suatu valuta denan valuta lainnya. 5ransaksi valuta asing
pada bank syariah hanya dapat dilakukan untuk tuuan lindung nilai dan dibenarkan utuk
tuuan spekulati2.
%endapatan !har2
!elisih antara kurs yang diperanikan dalam kontrak dan kurs tunai pada tanggal
penyerahan valutaI diakui sebagai keuntunganLkerugian pada saat penyerahanLpenerimaan
dana.
Pengakuan !an Pengukuran Kegiatan Bank Syariah Berbasis Imbaan
Kegiatan#kegiatan yang menghasilkan urah (imbalan ) antara lainG
1!br0ken!! Dakalah adalah akad pemberian kuasa dari pemberi kuasa Lnasabah kepada
penerima kuasa Lbank untuk melaksanakan suatu tugas atas nama pemberi kuasaL.
Akad 6akalah tersebut dapat digunakan antara lain dalam pengiriman tarans2er,
penagihan utang baik melalui kliring maupun inkaso, dan realisasi &L".
2!br0ken!! Hi6alah adalah pemindahan pengalihan hak dan ke6aiban, baik dalam
bentuk pengalihan piutang maupun utang, dan asa pemindahanLpengalihan dana
dari suatu etnis kepada etnis lain.
3!br0ken!! Ka2alah adalah akad pemberian pinaman yang diberikan oleh penerima
aminan dan peminam bertanggung a6a atas pemenuhan kembali suatu ke6aiban
21
yang menadi hak penerima aminan. Ka2alah dapat digunakan untuk pemberian
asa bank antara lain garansi bank, standy by &L", pembukaan &L" impor, dan lain#
lain.
PENYA1IAN (A*AM AKUNTANSI SYARIAH
%enyaian laporan akuntansi bank syariah telah diatur dengan %edoman !tandar
Akuntansi Keuangan (%!AK) dan %edoman Akuntansi %erbankan !yariah Indonesia
(%AB!I). >leh karena itu laporan keuangan harus mampu mem2asilitasi semua pihak yang
terikat dengan bank syariah.
&aporan keuangan bank syariah yang lengkap terdiri dari komponen#komponen
berikutG
1!br0ken!! 9era,a
2!br0ken!! &aporan laba rugi
3!br0ken!! &aporan Arus Kas
4!br0ken!! &aporan %erubahan Fkuitas
5!br0ken!! &aporan %erubahan $ana In2estasi 5erikat
6!br0ken!! &aporan !umber dan %enggunaan $ana Makat In2aI dan !hadaIah
7!br0ken!! &aporan !umber dan %enggunaan $ana Kardhul Hasan, dan
8!br0ken!! "atatan atas &aporan Keuangan
BENTUK *AP-RAN KEUANGAN BANK SYARIAH
Berdasarkan K$$%%&K Bank !yariah dielaskan, maka laporan keuangan bank
syariah harus disusun berdasarkan kerangka dasar penyususunan dan penyaiannya. !ebab
laporan keuangan bank syariah tentunya memiliki perbedaan, meskipun ada beberapa aspek
yang mungin sama dengan bentuk laporan keuangan pada umumnya.
PENYUSUNAN *AP-RAN KEUANGAN BANK SYARIAH
!eperti halnya dengan perusahaan lainnya, bank syariah se,ara umum dalam
melakukan penyusunan laporan keuangan melalui beberapa tahapan antara lainG
1!br0ken!! Bukti transaksi
2!br0ken!! Hurnal
3!br0ken!! Buku Besar
4!br0ken!! 9era,a !aldo
5!br0ken!! Hurnal %enyesuain
22
6!br0ken!! &aporan Keuangan
BENTUK *AP-RAN KEUANGAN BANK SYARIAH
1!br0ken!! &aporan posisi keuangan (9era,a)
(9ama Bank)
&aporan %osisi Keuangan Konsolidasi
%ada Bulan JJ 5ahun )*JJ
-raian "atatan
JJJJ (tahun)
-nit .oneter
JJJJ (tahun)
-nit .oneter
Akti+a
Kas dan setara kas
%iutang %enualan
Investasi
Investasi dalam surat#surat berharga
Investasi mudharabah
Investasi .usyarakah
%enyertaan .odal
%ersediaan
Investasi pada real estat
Aktiva yang dise6akan
Istishna
Investasi lain#lain
##
##
##
5otal Investasi
Aktiva lainnya
Aktiva tetap (neto)
5otal Aktiva
3
/
+*
++
+)
+7
+@
+<
+8
+=
+3
+/
)*
JJ.JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
JJ.JJJ.JJJ
JJ.JJJ.JJJ
##
JJJ.JJJ.JJJ
##
JJ.JJJ.JJJ
JJ.JJJ.JJJ
##
##
##
##
JJJ.JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJ.JJJ.JJJ
JJJ.JJJ.JJJ
JJ.JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJ.JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
JJJ.JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
JJ.JJJ.JJJ
JJ.JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
##
##
##
JJJ.JJJ.JJJ
JJ.JJJ.JJJ
JJ.JJJ.JJJ
JJJ.JJJ.JJJ
23
(9ama Bank)
&aporan %osisi Keuangan Konsolidasi
%ada Bulan JJ 5ahun )*JJ
-raian "atatan
JJJJ (tahun)
-nit .oneter
JJJJ (tahun)
-nit .oneter
Ke,a&iban
;ekening koran dan tabungan
;ekening koran bank dan lembaga keuangan
-tang
$ividen yang diusulkan
Ke6aiban lainnya
5otal Ke6aiban
;ekening investasi tidak terbatas
!aham minoritas
5otal Ke6aiban, ;ekening Investasi 5idak
5erbatas dan !aham .inoritas
Fkuitas pemilik
.odal disetor
"adangan
&aba ditahan
5otal Fkuitas %emilik
5otal Ke6aiban, ;ekening Investasi 5idak
5erbatas, !aham .inoritas dan Fkuitas
%emilik
)+
))
)7
)@,7@
)<
)8
JJ.JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
JJ.JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
JJ.JJJ.JJJ
JJJ.JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
JJJ.JJ.JJJ
JJJ.JJJ.JJJ
JJ.JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
JJ.JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
JJ.JJJ.JJJ
JJJ.JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
JJ.JJJ.JJJ
JJJ.JJJ.JJJ
24
). &aporan &aba ;ugi
(9ama Bank)
&aporan &aba ;ugi
-ntuk 5ahun Bang Berakhir JJJJ (tahun) dengan JJJJ (tahun lalu)
Uraian 2atatan 3333 'tahun)
Unit M"neter
3333 'tahun)
Unit M"neter
Pen!a#atan
%enualan tangguhan
Investasi
(ikurangi
Keuntungan rekening investasi tidak
terbatas sebelum bagian bank sebagai
mudharib
Bagian bank sebagai mudharib
Keuntungan terhadap rekening investasi tidak
terbatas sebelum paak
Bagian bank pada pendapatan dari investasi
(sebagai mudharib dan sebagai pemilik
dana)
%endapatan bank dari investasi
Bagian keuntungan bank dari rekening
Investasi terbatas sebagai mudharib
Fee bank sebagai agen investasi untuk investasi
terbatas
%endapatan dan asa#asa perbankan
%endapatan lain#lain
5otal pendapatan bank
Biaya umum dan administrasi
$epresiasi
%endapatan neto sebelum paak dan paak
%rovisi untuk Aakat
%endapatan neto sebelum saham minoritas
(saham minoritas)
%endapatan neto
)/A
)/B
)3,)/
)/B
7*
JJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
(JJJ.JJJ)
(JJJ.JJJ)
J.JJJ.JJJ
JJ.JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
J.JJJ
J.JJJ
JJ.JJJ.JJJ
(J.JJJ.JJJ)
(J.JJJ.JJJ)
J.JJJ.JJJ
(J.JJJ.JJJ)
J.JJJ.JJJ
(J.JJJ)
J.JJJ.JJJ
JJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
(JJ.JJJ)
(JJJ.JJJ)
J.JJJ.JJJ
JJ.JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
J.JJJ
J.JJJ
JJ.JJJ.JJJ
(J.JJJ.JJJ)
(J.JJJ.JJJ)
J.JJJ.JJJ
(J.JJJ.JJJ)
J.JJJ.JJJ
(J.JJJ)
J.JJJ.JJJ
25
7. &aporan Arus Kas
(9ama Bank)
&aporan Arus Kas
-ntuk 5ahun yang Berakhir JJJJ (tahun) dengan JJJ (tahun lalu)
Uraian 2atatan
3333 'tahun)
Unit M"neter
3333 'tahun)
Unit M"neter
Arus kas !ari "#erasi
%endapatan neto
%enyesuaian terhadap pendapatan neto
Kas neto dari kegiatan operasional
$epresiasi
%rovisi rekening ragu#ragu
%rovisi untuk Aakat
%rovisi untuk paak
Makat yang dibayarkan
%aak yang dbayarkan
Keuntungan dar rekening investasi tidak terbatas
Keuntungan dari penualan aktiva tetap
$epresiasi dari aktiva yang dise6akan
%rovisi untuk penurunan nilai investasi pada surat#surat
berharga
%iutang ragu#ragu
%embelian aktiva tetap
Arus kas net" !ari "#erasi
Arus kas dari kegiatan investasi
%enualan real estat yang dise6akan
%embelian real estat yang dise6akan
%enualan real estat
Investasi pada surat#surat berharga
Kenaikan pada investasi mudharabah
%enualan persediaan
%enualan Istishna"
Kenaikan neto pada piutang
Arus kas net" !ari kegiatan in+estasi
Arus kas !ari kegiatan keuangan
Kenaikan neto pada rekening investasi tidak terbatas
Kenaikan neto pada rekening koran
$ividen yang dibayarkan
Kenaikan pada saldo kredit dan biaya#biaya
(%enurunan) pada biaya yang masih harus dibayar
Kenaikan pada saham minoritas
%enurunan pada aktiva lain
%enurunan arus kas dari kegiatan pembiayaan
KenaikanLpenurunan uang kas dan setara kas
Kas dan setara kas pada a6al tahun
Kas dan setara kas pada akhir tahun

7=
J.JJJ.JJJ
##
##
J.JJJ.JJJ
JJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
##
(JJJ.JJJ)
##
JJJ.JJJ
##
J.JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
(J.JJJ)
(JJJ.JJJ)
JJ.JJJ.JJJ
##
##
JJ.JJJ.JJJ
##
(J.JJJ.JJJ)
J.JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
(J.JJJ.JJJ)
J.JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
(JJ.JJJ)
JJJ.JJJ
JJ.JJJ.JJJ
JJ.JJJ.JJJ
JJ.JJJ.JJJ
JJ.JJJ.JJJ
JJ.JJJ.JJJ
##
##
##
##
##
##
##
##
##
##
##
##
##
##
##
##
##
##
##
##
##
##
##
##
##
##
##
##
##
##
##
##
##
##
##
##
26
@. &aporan %erubahan .odal atau &aporan &aba $itahan
(9ama Bank)
&aporan %erubahan .odal
-ntuk 5ahun yang Berakhir JJJJ (tahun) dengan JJJJ (tahun lalu)
Uraian
M"!a
(iset"r
Unit
M"neter
2a!angan
Unit
M"neter
Yang Sah
Unit
M"neter
Umum
*aba
(itahan T"ta
!aldo per JJJJ (tahun)
Fmisi ( ) saham
%endapatan neto
Keuntungan dibagikan
5rans2er ke ,adangan
9era,a per JJJJ (tahun)
%endapatan neto
Keuntungan dibagikan
5rans2er ke ,adangan
!aldo per JJJJ (tahun)
JJJ.JJJ.JJJ
##
JJJ.JJJ.JJJ
JJJ.JJJ.JJJ
##
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
##
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
##
J.JJJ.JJJ
(J.JJJ.JJJ)
(J.JJJ.JJJ)
J.JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
(J.JJJ.JJJ)
J.JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
JJJ.JJJ.JJJ
##
J.JJJ.JJJ
(J.JJJ.JJJ)
##
JJJ.JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
(J.JJJ.JJJ)
##
JJJ.JJJ.JJJ
27
<. &aporan !umber#sumber dan %enggunaa $ana Makat, In2aI, dan !hadaIah
(9ama Bank)
&aporan !umber dan %enggunaan $ana Makat, In2aI dan !hadaIah
-ntuk 5ahun yang Berakhir JJJ (tahun) dengan JJJ (tahun lalu)
2atatan
3333 'tahun)
Unit M"neter
3333 'tahun)
Unit M"neter
!umber#sumber Makat dan !umbangan
Makat atuh tempo dari bank
Makat atuh tempo dari pemilik rekening
!umbangan
5otal !umber Makat
%enggunaan Makat dan !umbangan
Makat untuk 2akir dan miskin
Makat untuk Ibnu Sabil
Makat untuk +harimin dan membebaskan budak
Makat untuk mu"allaf
Makat untuk fisabilillah
Makat untuk amil Aakat (biaya administrasi dan umum)
5otal %enggunaan $ana
Kenaikan (penurunan) sumber#sumber terhadap
penggunaan
Makat dan sumbangan yang belum dibagikan pada
a6al tahun
Makat dan sumbangan yang belum diberikan pada
akhir tahun
J.JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
J.JJJ.JJJ
##
##
##
##
##
##
##
##
##
##
##
##
##
##
28
8. &aporan !umber#sumber dan %enggunaan $ana ,ardhul -asan
(9ama Bank)
&aporan !umber dan %enggunaan $ana Kardhul Hasan
-ntuk 5ahun yang Berakhir JJJ (tahun) dengan JJJ (tahun lalu)
Uraian 2atatan
3333 'tahun)
Unit M"neter
3333 'tahun)
Unit M"neter
!aldo A6al
%inaman kebaikan
!umber#sumber dana &ardhul hasan
Alokasi dari rekening koran
Alokasi dari pendapatan yang dilarang syariah
(haram)
!umber di luar bank
5otal !umber $ana !elama 5ahun Ini
%enggunaan ,ardhul -asan
%inaman kepada para pelaar
%inaman kepada para pengrain
%enyelesaian rekening koran
5otal %enggunaan !elama 5ahun ini
!aldo Akhir 5ahun
%inaman Kebaikan
$ana tersedia untuk pinaman
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
JJJ.JJJ
29
PENGUNGKAPAN (A*AM AKUNTANSI BANK SYARIAH
Bank !yariah harus mengungkapkan hal#halberikutG
1!br0ken!! Henis aktiva produkti2,se,tor ekonomi, dan umlah aktiva produkti2masing#
masing
2!br0ken!! Humlah aktiva produkti2 yang diberikan kepada pihak yang mempunyai
hubungan istime6a.
3!br0ken!! Kedudukan bank dalam pembiayaan bersamadan besarnya porsi yang di
biayai
4!br0ken!! Humlah aktiva produkti2 yang telah direktrukturisasidan in2ormasi lain
tentang aktiva produkti2 yang direktrukturisasi selama periode beralan
5!br0ken!! Klasi2ikasi akti2a produkti2 menurut angka 6aktu, k6alitas aktiva produkti2,
valuta dan tingkat bagi hasilrata#rata.
6!br0ken!! Ikhtisar perubahan penyisihan kerugian dan penghapusan aktiva produkti2
yang diberikan dalam tahun yang bersangkutan yang menunukan saldo a6al,
penyisihan selama tahun beralan, penghapusan selamatahun beralan, pembayaran
akti2a produkti2 yang telah dihapus bukukan dan saldo penyisihan pada akhir tahun.
7!br0ken!! Kebiakan dan metode akuntansi penyisihan (penghapusan akti2a produkti2
bermasalah).
8!br0ken!! .etode yang digunakan untuk menetukan penyisihan khusus dan umum.
9!br0ken!! Kebiakan, manaeman dan pelaksanaan pengendalian resiko porto2olio
akti2a produkti2.
10!br0ken!! Besarnya aktiva produkti2 bermasalah dan penyisihannya untuk
setiap sektor ekonomi.
11!br0ken!! !aldo aktiva yang sudah diakti2kan.
%engungkapan -ntuk !etiap Komponen &aporan Keuangan
9era,a
%angungkapan pembiayaan mudharabah men,akupG
1!br0ken!! Humlah pembiayaan mudharabah kasdan non kas.
2!br0ken!! Kerugian atas penurunan nilai aktiva mudharabah, apabila ada,dan
3!br0ken!! %ersentase kepemilikan dana pada investasi tidak terikat yang signi2ikan
berdasarkan kepemilikan perorangan danLatau badan hokum
%engungkapan transaksi IstisnaG
+. %endapatan dan keuntungan dari kontrak istisna selama periode beralan.
). Humlah akumulasi biaya ataskontrak beralan serta pendapatan dan keuntungan
sampai dengan akhir periode beralan
7. Humlah sisa kontrak yang belum selesai menurut spesi2ikasi dan syarat kontrak.
@. Klaim tambahan yang belum selesai dan semua denda yang bersi2at kontian sebagai
akibat keterlambatan pengiriman barang.
<. 9ilai kontrak Istisnaparalel yang sedang beralan rentang periode pelaksanaannya
8. 9ilaikontrakistisnayang telah ditanda tangani bank selama periode beralan tetapi
belum dilaksanakan dan rentang periode pelaksanaannya
%engungkapan transaksi iarah dan iarah muntahiyah bittamlik men,akup G
1!br0ken!! !umber dana yang digunakan dalam pembiayaan iarah
2!br0ken!! Humlah piutang ,i,ilan iarah yang akan atuh tempo hingga dua tahun
terakhir
30
3!br0ken!! Humlah obek se6a berdasarkan enis transaksi(iarah dan iarah muntahiyah
bittamlik),enis aktiva, dan akumulasi penyusutannya apabila bank syariah sebagai
pemilik obek se6a
4!br0ken!! Humlah utang iarah yang atuh tempo hingga dua tahun yang akan datang
apabila bank syariah sebagai penye6a, dan
5!br0ken!! Komitmen yang berhubungan dengan peranian iarah muntahiyah bittamlik
yang berlaku e2ekti2 pada periode laporan keuangan berikutnya
%engungkapan transaksi 6adiah men,akupG
1!br0ken!! Humlah dana Lbarang yang mengikuti prinsip 6adiah yad#amanah
2!br0ken!! Humlah dana 6adiah yang di blokir sebagai aminan pembiayaan atau
transaksi perbankan lainnya.
&aporan &aba ;ugi
%endapatan,beban, keuntungan, dan kerugian harus diungkapkan berdasarkan enis menurut
karakteristik transaksi. !eauh bias dilaksanakan, hal#hal tersebut diba6ah ini yang berasal
dari investasi yang dibiayai bersama oleh bank dan para pemilik dana investasi tidak terikat
dan investasi yang hanya dibiayai oleh bank harus diungkapkan se,ara terpisahG
1!br0ken!! %endapatan dan keuntungan investasi
2!br0ken!! Bebandan kerugian investasi
3!br0ken!! &aba(rugi) investasi
4!br0ken!! Bagian para pemilik dana investasi tidak terikat pada pendapatan (kerugian )
dari investasi sebelum bagian pengelola dana
5!br0ken!! Bagian bank pada pendapatan (kerugian) investasi
6!br0ken!! Bagian bank pada pendapatan dana investasi tidak terikat sebagai pengelola
dana
&aporan %erubahan $ana Investasi 5erikat
%engungkapan hal#halyang berkaitan dengan laporan perubahan dana investasi terikat
dalam ,atatan atas laporan keuangan men,akupG
1!br0ken!! %eriode yang di,akup laporan perubahan dana investasi terikat
2!br0ken!! !e,ara terpisah saldo a6al, keuntungan (kerugian) dan saldo akhir dana
investasi terikat yang berasal dari evaluasi dana investasi tidak terikat
3!br0ken!! !io2atdari hubungan antara bank dan para pemilik dana investasi terikat,
baik bank sebagai pengelola dana maupun sebagai agen investasi
4!br0ken!! Hak dan ke6aiban yang dikaitkan dengan masing#masing enis dana
investasi terikat atau unit investasi
&aporan !umber dan %enggunaan Makat, in2ak, dan !hadaIah
%engungakapan hal#hal yang berkaitan dengan sumber dan penggunaan dana Aakat, in2ak,
dan shadaIah dalam,atatan laporan keuangan men,akup G
1!br0ken!! %eriode yang di,akup oleh laporan sumber dan penggunaan dana Aakat,
in2ak dan shadaIah
2!br0ken!! $asarpenentuan Aakat para pemegang saham ika bank diharuskan
membayar Aakat atas nama parapemegang saham
3!br0ken!! ;in,ian sumber dana Aakat,in2ak, dan shadaIah
4!br0ken!! $ana Aakat, in2aI, dan shadaIah yang disalurkan bank selama periode
5!br0ken!! $ana Aakat,in2aI, dan shadaIah yang belum disalurkan pada akhir periode
laporan.
31
&aporan !umber dan %enggunaan $ana Kardhul Hasan
%engungkapan hal#hal yang berkaitan dengan laporan sumber dean panggunaan dana
Iardhul hasan dalam ,atatan atas laporan keuangan men,akupG
1!br0ken!! %eriode yang di,akup laporan sumber dan penggunaan dana Iardhul hasan
2!br0ken!! ;in,ian saldo Iardhul hasan pada a6al dan akhir periode berdasarkan
sumbernya
3!br0ken!! Humlah dana yang disalurkan dan sumber dana yang diterima selama periode
laporan berdasarkan enisnya.
E!br0ken!! Anaisis *a#"ran Keuangan Bank Syariah
Cambaran kinera suatu bank baik umum maupun syariah biasanya ter,ermin dalam
laporan keuangannya. &aporan keuangan bertuuan untuk menyediakan in2ormasi yang
berman2aat bagi pihak N pihak yang berkepentingan dalam pengambilan keputusan
ekonomi seperti G
1!br0ken!! %emilik danaL shahibul maal
2!br0ken!! %ihak#pihak yang meman2aatkan dan menerima penyaluran dana
3!br0ken!! %embayar Aakat, in2ak dan shadaIah
4!br0ken!! %emegang saham
5!br0ken!! >toritas penga6asan
6!br0ken!! Bank Indonesia
7!br0ken!! %emerintah
8!br0ken!! &embaga penamin simpanan
9!br0ken!! .asyarakat.
Keterbatasan 4 Keterbatasan *a#"ran Keuangan
%engambilan keputusan ekonomi tidak dapat semata#mata didasarkan atas in2ormasi
yang terdapat dalam laporan keuangan. Hal ini disebabkan karena laporan keuangan
memiliki keterbatasan, antara lainG
1!br0ken!! Bersi2at historis yang menunukkan transaksi dan peristi6a yang telah
lampau.
2!br0ken!! Bersi2at umum, baik dari sisi in2ormasi maupun man2aat bagi pihak
pengguna.
3!br0ken!! Bersi2at konservati2 dalam menghadapi ketidakpastian . Apabila terdapat
beberapa kemungkinan kesimpulan yang tidak pasti mengenai penilaian suatu pos,
maka laAimnya dipilih alternati2 yang menghasilkan laba bersih atau nilai aktiva
yang paling ke,il.
4!br0ken!! &ebih menekankan pada penyaian suatu peristi6a atau transaksi sesuai
substansinya dan realitas ekonomi daripada bentuk hukumnya.(2ormalitas)
5!br0ken!! $isusun dengan menggunakan istilah#istilah teknis akuntansi dan pemakai
laporan diasumsikan memahami bahasa teknis akuntansi dan si2at dari in2ormasi
yang dilaporkan.
6!br0ken!! 5idak luput dari penggunaan berbagai pertimbangan dan taksiran.
7!br0ken!! Hanya melaporkan in2ormasi yang material.
32
8!br0ken!! Adanya berbagai alternati2 metode akuntansi yang dapat digunakan sehingga
menimbulkan variasi dalam pengukuran sumber daya ekonomis dan tingkat
kesuksesan antar bank.
9!br0ken!! In2ormasi yang bersi2at kualitati2 dan 2akta yang tidak dapat dikuali2ikasikan
umumnya diabaikan.
33
Rasi" 4 Rasi"Keuangan Bank Syariah !i In!"nesia
Hingga saat ini analisis rasio keungan bank syariah msih menggunakan aturan yang
berlaku di bank konvensional. Henis analisis rasio keuangan dapat dilakukan melalui dua
,ara, yaituG
1!br0ken!! %erbandingan internal. Analisis dengan membandingkan rasio periode
sekarang dengan periode yang lalu dan yang akan datang untuk perusahaan yang
sama.
2!br0ken!! %erbandingan esternal. Analisis dilakukan dengan membandingkan rasio
perusahaan dengan perusahaan lain yang seenis dengan rata#rata industri pada
suatu titik yang sama.
1enis 4 &enis Rasi" Keuangan Bank
1!br0ken!! ;asio &ikuiditas, adalah ukuran kemampuan bank dalam memenuhi
ke6aiban angka pendeknya, meliputi G
a!br0ken!! ;asio &an,ar (,urrent ratio), adalah kemampuan bank untuk
membayar utang dengan menggunakan aktiva lan,ar yang dimiliki.
;asio lan,ar O Kas P %enempatan L -tang lan,ar
b!br0ken!! ;asio "epat (Iui,k ratio), adalah ukuran untuk mengetahui
kemampuan bank dalam utang angka pendeknya dengan aktiva lan,ar yang
lebih likuid.
;asio ,epat O Kas L -tang lan,ar
c!br0ken!! ;asio %embiayaan terhadap $ana %ihak Ketiga (2inan,iang $eposit
;atio), menunukkan kesehatan bank dalam memberikan pembiayaan.
;asio %embiayaan 5erhadap %ihak Ketiga O 5otal %embiayaan L 5otal $%K
2!br0ken!! ;asio Aktivitas, adalah ukuran untuk menilai tingkat e2esiensi bank dalam
meman2aatkan sumber dana yang dimilikinya, rasio ini meliputi G
a!br0ken!! %erputaran Aktiva 5etap, adalah kemampuan aktivitas (e2esiensi)
dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva tetap bank dalam suatu
periode tertentu dengan umlah keseluruhan aktiva.
%erputaran aktiva tetap O Aktiva tetap L 5otal aktiva
b!br0ken!! %erputaran Aktiva 5otal, adalah rasio yang menunukkan
kemampuan dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva berputar dalam
suatu periode tertentu atau kemampuan bank dalam mengelola sumberdana
dalam menghasilkan pendapatan.
%erputaran aktiva total O %endapatan operasional L 5otal aktiva
3!br0ken!! ;asio %ro2itabilitas, adalah rasio yang menunukkan tingkat e2ektivitas yang
di,apai melalui usaha operasional bank, yang meliputi G
a!br0ken!! .argin laba (pro2it margin), adalah gambaran e2esiensi suatu bank
dalam menghasilkan laba.
.argin laba O &aba L 5otal pendapatan
b!br0ken!! %engembalian atas aktiva (return on asset), adalah rasio yang
menggarkan kemampuan bank dalam mengelola dana yang diinvestasikan
dalam keseluruhan aktiva yang menghasilkan keuntungan.
%engembalian atas aktiva O &aba L total aktiva
4!br0ken!! ;asio Biaya, adalah menunukkan tingkat e2esiensi kinera operasional bank.
%enentuan besarnya rasio ini dihitung dengan rumus sebagai berikut G
34
;asio biaya O Biaya opersional L %endapatan operasional
35
RE5ERENSI
.ula6arman, Ai $edi. )**8. enyibak Akuntansi Syariah. /ekonstruksi (eknologi
Akuntansi Syari"ah 0ari 1acana 2e Aksi. %enerbit Kreasi Da,ana. Hogakarta.
.ula6arman, Ai $edi. )**=a. .enggagas &aporan Arus Kas !yariah. Simposium
!asional Akuntansi 3$ 4nhas akassar. )8#)3 Huli
.ula6arman, Ai $edi. )**=b. .enggagas 9era,a !yariah Berbasis .aalG
Kontekstualisasi 'Kekayaan Altruistik Islami(. (he 5st Accounting Conference$
F'64I 0epok. =#/ 9opember.
.ula6arman, Ai $edi. )**=,. .enggagas &aporan Keuangan !yariah Berbasis 5rilogi
.aisyah#;iAI#.aal. Simposium !asional 'konomi Islam 7. -npad. Bandung.
+@#+< 9opember.
.ula6arman. )**8. 12tnre2=%roses rekonstruksi sinergis EA! dan FEA! untuk membentuk
!EA!.
httpGLLakuntansi#syariah.blogspot.,omL)**3L*)Lpengantar#akuntansi#syariah#bagian#+.html
httpGLL 666.universitasmer,ubuana.,o.id Lakuntansi#syariah.html
36
37