Anda di halaman 1dari 9

Oleh

Ananda F.

14.101.086

Tugas Mata Kuliah Agama Kristen

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia


2014

Bagian I
Kehidupan sebelum mengenal Kristus
Pengenalan terhadap Kristus merupakan suatu hal yang
mendasar yang harus dilakukan oleh orang setiap orang percaya.
Pribadi, esensi, serta pemahaman spiritual tentang-Nya merupakan
beberapa hal yang harus kita ketahui dalam upaya mengenal Kristus
lebih dalam lagi. Namun, pada kehidupan sehari-hari mayoritas orang
percaya hanya mengenal nama Kristus karena sering mendengar dari
gereja, guru agama, maupun saudara seiman.
Saya lahir di dalam keluarga Kristen, yang mengenal akan
Kristus. Hingga dewasa, sayapun secara tidak sengaja, sering
mendengar tentang Kristus, di gereja, sekolah pada waktu menerima
pengajaran agama, maupun pada waktu perkumpulan keluarga besar.
Seringkali kami mengadakan pertemuan keagamaan di rumah kami
maupun di rumah saudara seiman. Berbagai proses kebaktian seperti
berdoa, memuji Tuhan, serta kesaksian, saya alami pada waktu kami
sekeluarga melakukan kegiatan-kegiatan tersebut. Bahkan, terdapat
beberapa jemaat dari gereja yang mengaku berpegang teguh pada
ajaran Kristus.
Semua hal diatas menjadikan saya mengenal, secara mendasar,
mengenai Kristus, karena saya seringkali mendengar nama-Nya
disebut dan dipujikan di dalam setiap nyanyi-nyanyian di dalam
kidung jemaat, maupun yang dilakukan oleh paduan suara. Saya tahu
bahwa Kristus adalah Tuhan yang selama ini yang kami sebut di

dalam doa kami. Saya pun tahu Kristus adalah juruselamat yang
menyelamatkan kita dengan rela disalibkan, dari guru agama yang
mengajarkan itu pada saya waktu di sekolah.
Pemahaman-pemahaman itu membuat saya selalu menganggap
hal tersebut adalah sesuatu yang biasa dan sekedar lewat. Karena hal
tersebut telah seringkali saya dengar dan lakukan hanya sebagai
rutinitas orang kristen pada umumnya. Sayapun mengikuti beberapa
macam organisasi di dalam gereja seperti menjadi panitia natal dan
paskah, pengurus pemuda, dan menjadi pelayan music pada hari
minggu, tetapi semuanya itu adalah rutinitas yang menurut saya harus
saya lakukan, dan tidak ada hal lain yang saya harus perhatikan.
Pergi ke gereja setiap minggu, melakukan pelayanan di dalam
gereja, serta datang pada setiap rapat kepanitiaan hanya untuk
melaksanakan tugas bahkan untuk bertemu teman-teman. Dapat
dikatakan, rutinitas keagamaan yang saya lakukan tadi hanyalah
merupakan kewajiban manusia yang dengan sadar merupakan
sesuatu yan harus saya lakukan. Tidak jarang juga konflik internal
yang terjadi di dalam tubuh pengurus gedung gereja bermunculan,
dan diselesaikan bukan dengan cara yang semestinya dilakukan oleh
orang kristen.
Dari situ saya menyadari ada sesuatu yang kurang di dalam
pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut. Saya rasa beberapa hal perlu
dibenahi dan saya pun sadar bahwa saya juga tidak mengetahui apa itu
esensi sebagai orang kristen, bahkan tujuan dan pegangan utama di
dalam pelayanan gereja.

Bagian II
Bagaimana saya mengenal Kristus
Seperti yang telah saya utarakan sebelumnya, pengenalan
kepada Kristus merupakan hal utama yang harus dilakukan oleh orang
percaya. Tetapi pada peristiwa sebelumnya, seperti pada bagian I, saya
pun belum mengetahui pedoman dan alasan utama dalam upaya
mengenal kristus lebih dalam. Pada saat pertama kali saya menyadari
hal ini, saya pun menilai diri saya sendiri sebagai pribadi yang belum
sepenuhnya mengenal Kristus, bahkan dapat dikatakan sedikit
mengenal pun tidak. Sehingga saya pun sadar beberapa teman di dekat
saya pun mayoritas sama seperti saya.
Pada suatu hari, tidak seperti hari biasanya, saya ke gereja tetapi
posisi saya adalah sebagai jemaat biasa yang tidak sedang melayani.
Pada waktu itu, pendeta yang melayani, membuka ayat bacaan
Yohanes 17 ayat 3 yang berisi:
Inilah hidup yang
mengenal

kekal itu,

yaitu

bahwa mereka

Engkau, satu-satunya Allah yang benar,

dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.


Dari ayat itu saya sadar, bahwa inilah alasan utama dari orang percaya
untuk mengenal Kristus, tidak hanya sebagai dengar-dengaran atau
bahan rutinitas yang harus dilakukan setiap harinya, melainkan janji
Yesus sendiri untuk para orang percaya untuk beroleh hidup yang
kekal.

Setelah itu sayapun berusaha untuk mencari tahu tentang


Kristus. Pertama kali pun saya mencari tahu kepada keluarga dan
teman-teman seiman. Tetapi saya bingung akan apa saja yang harus
ditanyakan untuk memenuhi rasa keingintahuan yang saya punyai.
Suatu hari karena saya mengalami kebimbangan, saya pun
berdoa meminta petunjuk kepada Tuhan agar dibimbing dalam upaya
saya mengenal Kristus dan saya yakin Dia pun akan membimbing
saya karena hal itu adalah yang Dia wajibkan di dalam Alkitab pada
ayat di atas tadi.
Seminggu kemudian saya pergi ke gereja dan tidak melakukan
pelayanan. Tugas pelayanan saya tolak untuk mengikuti jalannya
ibadah dan yang saya butuhkan adalah ayat yang akan dikhotbahkan
pada hari itu. Ternyata Tuhan menjawab doa saya. Ayat yang
dibawakan pendeta pada saat itu adalah dari kitab injil yang sama
tetapi ayat yang berbeda, yaitu Yohanes 17 ayat 20-21 yang berisi:
Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi
juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh
pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi
satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan
Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita,
supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah
mengutus Aku.
Dengan disambung lagi dengan Yohanes 8 ayat 58 yang berisi:
Aku

berkata

kepadamu,

Abraham jadi, Aku telah ada.

sesungguhnya

sebelum

Dari kedua ayat tersebut, sudah menjawab keingintahuan saya tentang


Dia, Kristus, tidak hanya sebagai juruselamat, tetapi juga Dialah
Firman Allah yang hidup.
Pengenalan akan Kristus memang saya alami dari berbagai
macam proses, dimulai dari kehampaan dalam menjalankan aktifitasaktifitas keagamaan yang hanya sebagai rutinitas, mencari jawaban
sendiri, sampai akhirnya saya meminta langsung kepada Tuhan untuk
menuntun saya dalam upaya saya tersebut. Saya yakin ini adalah jalan
Tuhan yang sangat

misterius menurut saya, karena Tuhan

menunjukkan jalannya melalui siapa saja yang bahkan sehari-hari kita


temui dan tidak kita sangka dipakai oleh Tuhan untuk membimbing
kita. Satu hal yang paling penting adalah pengenalan akan Kristus dari
alkitab yang merupakan pedoman mutlak dan memang kebenarannya
dapat kita pegang teguh.
Jadi, selama ini kita hanya perlu membaca Alkitab untuk
mengenal Kristus secara mendalam.

Bagian III
Apa yang terjadi setelah saya mengenal
Kristus
Saya rasa proses yang saya alami untuk mengenal Kristus, tidak
akan pernah cukup untuk mengenal-Nya sedalam mungkin. Banyak
sekali yang harus dilakukan untuk dapat mengenal-Nya. Tetapi
proses-proses tersebut membuat saya mengerti akan hidup sebagai
orang kristen, rutinitas yang dilakukan, dan esensi dari pelayanan di
dalam gereja.
Dalam melakukan kegiatan rohaniah maupun kemanusiaan,
seringkali alkitab adalah pedoman saya. Contohnya adalah pada
kegiatan

gereja

pun

jika

ada konflik,

saya

pun

berusaha

menyelesaikannya dengan cara yang semestinya dilakukan oleh


manusia. Tidak dengan mengandalkan cara manusia yang identik
dengan emosi dan amarah, tetapi dengan firman Tuhan dan dibawa di
dalam doa. Oleh karena itu jikalau ada beberapa panitia atau teman
seiman yang bertanya kepada saya kenapa saya melakukan hal ini dan
itu dalam memberikan solusi di dalam konflik-konflik tersebut, saya
dapat menunjukkannya di dalam alkitab, seperti yang seharusnya
dilakukan oleh orang kristen dalam menyelesaikan masalahnya,
adalah berpedoman pada firman Tuhan.
Pada waktu saya mengalami kesulitan, saya gumulkan di dalam
doa dan saya meminta jawaban serta bimbingan dari Tuhan sendiri.
Jawaban-jawaban dari Tuhan tersebut seringkali datang dari sumber
yang berbeda, contohnya, ketika secara tidak sengaja membuka

alkitab pada ayat yang mengena dan mengandung ptunjuk bagi saya,
dari khotbah gereja, atau bahkan dari beberapa teman saya. Itulah
mengapa saya mengatakan sebelumnya bahwa saya tidak akan pernah
mengenal Kristus secara sempurna, karena pekerjaan-Nya yang selalu
misterius di dalam hidup saya dan tepat pada waktunya.
Oleh karena itu, saya lebih tenang karena saya tahu Dia selalu
di samping saya. Saya juga bersyukur saya dapat lebih lagi mengenal
Kristus, sehingga saya dapat mengandalkan-Nya dalam setiap
kegiatan yang saya lakukan dan percaya bahwa semua yang terjadi
pada hidup saya, karena di dalam Yohanes 14 ayat 16, dikatakan:
Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan
kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia
menyertai kamu selama-lamanya.

Bagian IV
Kesimulan
Dalam menjalani proses pengenalan tentang Kritus saya
meyaari bahwa tidak ada pedoman yang lebih benar dari pada alkitab.
Walaupun sering mengikuti kegiatan gereja tidak menjamin akan
membuat kita lebih mengenal Kritus. Semua itu dikarenakan niatan
kita untuk pergi ke gereja sering kali bukan karena kebutuhaan untuk
mendapatkan makanan rihani tetapi hanya sebatas untuk memenuhi
rutinitas saja. Bahkan, banyak orang yang terlihat rajin ke gereja
karena ingin pamer terhadap sesamanya atu hanya untuk bertemu
dengan teman.
Dari pengaaman yang saya dapat sejauh ini, mengenal Kristus
selain dengan mendengarkan firman di gereja tetapi juga bisa kita
pelajari lebih dalam lagi dengan cara memahami isi alkitab. Di dalam
alkiab terdapat berbagai kenyataan yang sebenarnya mengajarkan
banyak tentang Kristus.
Saya bersyukur saya dapat lebih lagi mengenal Kristus,
sehingga saya dapat mengandalkan-Nya dalam setiap kegiatan yang
saya lakukan dan percaya bahwa semua yang terjadi pada hidup saya.