Anda di halaman 1dari 2

Antena adalah bagian dari bagian tambahan yang dapat bergerak yang terletak di depan.

Tepi luar dari lubang antena, terdapat tonjolan yng berfungsi untuk artikulasi.
Sayap serangga adalah pertumbuhan dari dinding tubuh yang terletak pada dorsolateral
antara notum dan pleura. Mereka timbul sebagai pertumbuhan keluar seperti kantung, tetapi
bila berkembang dengan sempurna, maka akan berbentuk gepeng dan seperti sayap dan
diperkuat oleh suatu deretan rangka-rangka sayap. Kelas serangga dapat diklasifikasikan
menjadi dua subkelas berdasarkan ada tidaknya sayap, yaitu serangga bersayap (Pterygota)
dan serangga tidak bersayap (Apterygota). Subkelas pterygota merupakan kelompok serangga
yang memiliki sayap dan bermetamorfosis. Subkelas apterygota merupakan kelompok
serangga yang tidak memiliki sayap, bertubuh relative kecil tidak mengalami metamorfosis,
mempunyai alat tambahan seperti style pada ujung abdomen dan batas antara kepala, dada,
perut tidak jelas (Borror et al 1992)
Apterygota terdiri dari 4 ordo, yaitu ordo protura, ordo collembola, ordo diplura dan
ordo thysanura. Ordo protura meliputi serangga kecil dengan panjang tubuh tidak lebih dari
1.5 mm, memiliki 12 abdomen pada saat dewasa, Kepala berbentuk kerucut, tidak memiliki
mata dan antena. Alat mulut tipe menghisap dan alat mulut tersebut dapat ditarik masuk ke
dalam kepala. Sepasang kaki depan dari kepala posisinya seperti antena dan berfungsi
sebagai alat peraba. Ordo collembola berupa serangga kecil, panjang tubuh kurang dari 6
mm, alat mulut disesuaikan untuki menggigit, antena 4 ruas, tidak memiliki mata majemuk.
Abdomen berjumlah 6 ruas, pada ruas abdomen keempat terdapat furcula yaitu alat untuk
meloncat. Ordo thysanura berupa serangga dengan ukuran kecil sampai sedang dan
bentuknya memanjang. Alat mulut disesuaikan untuk menggigit. Antena beruas banyak,
hanya ruas dasar yang dilengkapi dengan otot. Abdomen beruas 11, pada ujung abdomen
terdapat dua atau tiga embelan yang menyerupai ekor dan pada beberapa ruas abdomennya
terdapat stili. Ordo diplura mirip Thysanura, tetapi diplura tidak memiliki filamen ekor
bagian median dan hanya mempunyai dua filamen atau embelan pada ekornya. Tubuh
Diplura biasanya tidak tertutup dengan sisik, tidak terdapat mata majemuk dan mata
tunggal.DAPUS
Pterygota terdiri beberapa yaitu ordo Isoptera mempunyai 2 pasang sayap, yang
tipis dengan ukuran sama, metamorfosis tidak sempurna. Contoh: rayap 2.
Neouroptera/bersayap jala. Mempunyai 2 pasang sayap dengan banyak urat terlihat
seperti jala. Metamorfosis sempurna. Contoh: myrmelon frontalis/undur undur 3.
Orthoptera/bersayap lurus. Mempunyai 2 pasang sayap. Kali belakang kuat di gunakan

untuk meloncat. Metamorfosis tidak sempurna. Contoh : belalang, kecoa, jangkrik. 4.


Hemiptera/bersayap tak sama. Mempunyai alat penusuk dan pengisap makanan.
Metamorfosis

tidak

sempurna.

Contoh:

nilaparvata

lugens/wereng

5.

Homoptera/bersayap sama. Mempunyai alat penusuk. Metamorfosis tidak sempurna.


Contoh: coccidae sp./kutu perisai 6. Coleoptera, mempunyai 2 pasang sayap. Sayap
depan tebal dan halus mengandung zat kitin yang di sebut elitra. Sayap belakang tipis
berupa selaput. Termasuk endopterygota. Contoh: coccinella sp./kepik emas, kutu
beras. 7. Diptera/bersayap dua. Mempunyai 2 buah sayap. Termasuk endopterygota.
Contoh:

anopheles

Lepidoptera/golongan

sp./nyamuk
kupu

kupu.

malaria,

musca

Mempunyai

domestica/lalat
pasang

sayap.

rumah.

8.

Termasuk

endopterygota. Metamorfosis sempurna. Contoh: kupu kupu. 9.Hymenoptera/bersayap


selaput. Mempunyai 2 sayap tipis dengan sayap belakang lebih tipis. Termasuk
endopterygota yang ber metamorfosis sempurna. Contoh: apis indica/lebah madu