Anda di halaman 1dari 9

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Fisika adalah salah satu ilmu pasti yang dalam kajiannya terbatas pada fisik benda. Salah
satu kajian dalam fisika ialah mengenai gerak benda yang istilah fisikanya disebut mekanika.
Dalam bahasan mekanika, gerak suatu benda dispesifikasi menjadi dua ranting bahasan yakni
kinematika serta dinamika.
Kinematika menjabarkan mengenai gerakan benda tanpa mengaitkan apa penyebab benda
tersebut bergerak. Sedang dinamika mengulas mengenai gerakan benda dengan menghubungkan
apa menyebabkan benda tersebut bergerak. Jadi dalam mengulas tentang gerakan suatu benda,
dapat dilakukan dengan dua pendekatan yakni pendekatan kinematika atau dinamika.
Menelaah tentang gerakan suatu benda dapat memberikan informasi penting masalah
benda tersebut, apa lagi benda yang menjadi objek adalah benda dinamis. Misalnya dengan
mempelajari gerakan pesawat atau traktor, kita dapat mengetahui kecepatannya. Dan dengan data
tersebut kita dapat menghitung berapa waktu serta jarak tempuh pesawat atau traktor tersebut.
Jadi dengan mempelajari gerakan suatu benda, kita dapat memetakan semua informasi yang
berhubungan dengan gerakan benda tersebut, salah satunya ialah kecepatan benda.

PENGERTIAN SATUAN DAN BESARAN

Satuan

atau satuan ukur atau unit digunakan untuk memastikan kebenaran pengukuran atau
sebagai nilai standar bagi pembanding alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya untuk melindungi
kepentingan umum. Digunakan dalam berbagai disiplin ilmu untuk mendefinisikan berbagai pengukuran,
rumus dan data. Sistem Satuan Internasional (nama aslinya dalam Bahasa Perancis bahasa (Systme
International d'Units atau SI) adalah sistem satuan atau besaran yang paling umum digunakan. Pada
awalnya sistem ini merupakan sistem MKS, yaitu panjang (meter), massa (kilogram), dan waktu
(detik/sekon). Sistem SI ini secara resmi digunakan di semua negara di dunia kecuali Amerika Serikat
(yang menggunakan Sistem Imperial), Liberia, dan Myanmar. Dalam sistem SI terdapat 7 satuan
dasar/pokok SI dan 2 satuan tanpa dimensi. Selain itu, dalam sistem SI terdapat standar awalanawalan(prefix) yang dapat digunakan untuk penggandaan atau menurunkan satuan-satuan yang lain.
7 satuan dasar/pokok SI adalah sebagai berikut :
meter untuk panjang (m, l)
Kilogram untuk massa (m)
Sekon untuk waktu (s,t)
Ampere untuk arus listrik(A,i)
Kelvin untuk suhu(K, T)
mol untuk jumlah (mol,n)
Kandela untuk intensitas cahaya (cd,j)
Dua satuan SI tanpa dimensi adalah Radian (rad) dan Steradian (sr).

Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur, dihitung, memiliki nilai dan satuan. Besaran
menyatakan sifat dari benda. Sifat ini dinyatakan dalam angka melalui hasil pengukuran. Oleh karena satu
besaran berbeda dengan besaran lainnya, maka ditetapkan satuan untuk tiap besaran. Satuan juga
menunjukkan bahwa setiap besaran diukur dengan cara berbeda. Besaran Pokok dan Besaran Turunan
Besaran Fisika dikelompokkan menjadi dua, yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Besaran pokok
adalah besaran yang sudah ditetapkan terlebih dahulu. Adapun, besaran turunan merupakan besaran yang
dijabarkan dari besaran-besaran pokok. Sistem satuan besaran Fisika pada prinsipnya bersifat standar atau
baku, yaitu bersifat tetap, berlaku universal, dan mudah digunakan setiap saat dengan tepat. Sistem satuan
standar ditetapkan pada tahun 1960 melalui pertemuan para ilmuwan di Sevres, Paris. Sistem satuan yang
digunakan dalam dunia pendidikan dan pengetahuan dinamakan sistem metrik, yang dikelompokkan
menjadi sistem metrik besar atau MKS (Meter Kilogram Second) yang disebut sistem internasional atau
disingkat SI dan sistem metrik kecil atau CGS (Centimeter Gram Second). Besaran pokok dan besaran
turunan beserta dengan satuannya dapat dilihat dalam Tabel berikut.
Tabel Besaran Pokok

Besaran pokok dalam Sistem Internasional


Nama

Simbol dalam rumus Simbol dimensi Satuan SI Simbol satuan

Panjang

l, x, r, dll.

[L]

meter

Waktu

[T]

detik (sekon)

Massa

[M]

kilogram

kg

Arus listrik

I, i

[I]

ampere

Suhu

[]

kelvin

Jumlah molekul

[N]

Mol

mol

Intensitas cahaya

Iv

[J]

Kandela

Cd

Keterangan dari macam-macam besaran pokok itu adalah:


Panjang

Satuan panjang adalah "meter".


Satu meter adalah jarak yang ditempuh cahaya (dalam ruang hampa (vakum)) dalam selang waktu
1/299.792.458 sekon.
Massa
Massa zat merupakan kuantitas yang terkandung dalam suatu zat. Satuan massa adalah "kilogram"
(disingkat kg)
Satu kilogram adalah massa sebuah kilogram standar yang disimpan di lembaga Timbangan dan Ukuran
Internasional (CGPM ke-1, 1899)
Waktu
Satuan waktu adalah "sekon" (disingkat s) (detik)
Satu sekon adalah selang waktu yang diperlukan oleh atom untuk melakukan getaran sebanyak
9.192.631.770 kali dalam transisi antara dua tingkat energi di tingkat energi dasarnya (CGPM ke-13;
1967)
Kuat arus listrik

Satuan kuat arus listrik adalah "Ampere" (disingkat A)


Satu Ampere adalah kuat arus tetap yang jika dialirkan melalui dua buah kawat yang sejajar dan sangat
tebal yang dapat diabaikan dan diletakkan pada jarak pisah 1 meter dalam ruang vakum, menghasilkan
gaya 2 X 10-7 newton pada setiap meter kawat.
Suhu

Satuan suhu adalah "kelvin" (disingkat K)


Satu Kelvin adalah 1/273,16 kali suhu termodinamika titik tripel air (CGPM ke-13, 1967).

Dengan demikian, suhu termodinamika titik tripel air adalah 273,16 K. Titik tripel air adalah
suhu dimana air murni berada dalam keadaan seimbang dengan es dan uap jenuhnya.
Jumlah molekul
Satuan jumlah molekul adalah "mol".
Intensitas cahaya

Satuan intensitas cahaya adalah "kandela" (disingkat cd).


Satu kandela adalah intensitas cahaya suatu sumber cahaya yang memancarkan radiasi monokromatik
pada frekuensi 540 X 1012 hertz dengan intensitas radiasi sebesar 1/683 watt per steradian dalam arah
tersebut (CGPM ke-16, 1979).

Besaran turunan
Besaran turunan adalah besaran yang didapat dari penggabungan besaran-besaran pokok.
Contoh besaran turunan:
Besaran

Satuan

Singkatan

Kecepatan meter per sekon

m/s

Percepatan meter per sekon kuadrat

m/s

Luas

meter kuadrat

Volume

meter kubik

Gaya

Newton (kilogram meter per sekon kuadrat) kg m/s

Mekanika (Vektor)
Vektor :
adalah salah satu besaran fisika yang memiliki nilai dan arah, pada dasarnya sebagian besar soal fisika
tentang penjumlahan vektor hanya ada 2 macam :

Tips : " pada penjumlahan dan pengurangan 2 buah vektor persamaan yang kita gunakan hanya satu
" yaitu :

hanya saja tergantung sama dengan sudut apit kedua vektor yang kita masukkan, Trick : " misalkan sudut
apit mula-mula antara dua vektor = 30o , pada saat pengurangan akan berlaku = ( 180o 30o ) ".
Komponen Vektor :

Dari sebuah vektor dapat kita uraikan menjadi 2 komponen vektor berdasarkan sudut yang diapitnya
terhadap arah horisontal (sumbu x) atau vertikal (sumbu y). Dari gambar di atas Px = P cos (karena Px
bearda disamping sudut ), Py = P sin (karena Py berada di depan sudut ). sehingga jika ada beberapa
vektor dan untuk mencari besar resultan dapat kita selesaikan dengan cara aturan komponen vektor.
Contoh Penyelesaian :

Tips and Trick :


1. Jika sudut apit kedua vektor ( = 0o ) maka resultannya merupakan penjumlahan nilai dari
kedua vektor tersebut
2. Jika ( = 90o ) maka resultannya dapat kita selesaikan dengan persamaan pythagoras
3. jika ( = 120o ) dengan catatan nilai kedua vektor adalah sama(F1 = F2 = F), maka resultannya
adalah F (sama dengan nilai kedua vektor tersebut)
4. jika ( = 180o ) maka resultannya merupakan pengurangan nilai dari kedua vektor tersebut
Contoh Soal :
diketahui soal seperti gambar di bawah tentukan resultan ketiga vektor tersebut?

Penyelesaian
Kita

bisa

:
menyelesaikan

soal

di

atas

dengan

cepat

menggunakan

Tips

and

Trick

langkah :
1. lihat vektor gaya F1 dan F3 kedua vektor tersebut mengapit sudut ( = 120 o ) maka sesuai Tips
and Trick ke-3 nilai resultan kedua vektor tersebut F13 = 20 N, dengan sudut F13 terhadap sumbu
x-nya adalah ( 60o ) atau terhadap sumbuy-nya ( 30o ), karena kedua vektor sama besar maka
sudut F1 dan F3 dibagi dua saja
2. dari hasil langkah 1, ternyata F13 berlawanan dengan F2 maka sesuai Tips and Trick ke-4 akan
kita peroleh resultan dari ketiga vektor (F1, F2, dan F3) dari gambar di atas, maka resultannya
F123 = 4 N (F123 = F13 - F2).

Pengertian dan defenisi kinematika


Gerak adalah satu kata yang digunakan untuk menjelaskan aksi, dinamika, atau terkadang
gerakan dalam kehidupan sehari-hari. Suatu benda dikatakan bergerak apabila kedudukannya berubah
terhadap acuan/posisi tertentu. Suatu benda dikatakan bergerak bila posisinya setiap saat berubah
terhadap suatu acuan tertentu. Konsep mengenai gerak yang dirumuskan dan dipahami saat ini didasarkan
pada kajian Galileo dan Newton. Cabang ilmu fisika yang mempelajari tentang gerak disebut mekanika.
Mekanika terdiri dari kinematika dan dinamika.

Kinematika
Dalam fisika, kinematika adalah cabang dari mekanika yang membahas gerakan benda tanpa
mempersoalkan gaya penyebab gerakan. Hal terakhir ini berbeda dari dinamika atau sering disebut
dengan
Kinetika,
yang
mempersoalkan
gaya
yang
mempengaruhi
gerakan.
Karena relatif sederhana, kinematika biasanya diajarkan sebelum dinamika atau sebelum konsep
mengenai gaya diperkenalkan

GERAK LURUS
Gerak lurus adalah gerak suatu obyek yang lintasannya berupa garis lurus.Dapat pula jenis gerak ini
disebut sebagai suatu translasi beraturan. Pada rentang waktu yang sama terjadi perpindahan yang
besarnya sama.

1. Posisi
Posisi atau kedudukan adalah suatu kondisi vektor yang merepresentasikan keberadaan satu titik
terhadap titik lainnya yang bisa dijabarkan dengan koordinat kartesius, dengan titik (0,0) adalah titik yang
selain dua titik tersebut namun masih berkolerasi atau salah satu dari dua titik tersebut.

2. Jarak dan Perpindahan


Jarak adalah panjang lintasan sesungguhnya yang ditempuh oleh suatu benda dalam waktu tertentu
mulai dari posisi awal dan selesai pada posisi akhir. Jarak merupakan besaran skalar karena tidak
bergantung pada arah. Oleh karena itu, jarak selalu bernilai positif. Besaran jarak adalah s.

Perpindahan adalah perubahan posisi atau kedudukan suatu benda dari keadaan awal ke keadaan
akhirnya. Perpindahan merupakan besaran vektor(untuk lebih jelasnya, simak gambar di bawah).
Perpindahan hanya mempersoalkan jarak antar kedudukan awal dan akhir suatu objek. Besaran
perpindahan adalah d.

3. Kelajuan dan Kecepatan


Kelajuan adalah besarnya kecepatan suatu objek. Kelajuan tidak memiliki arah sehingga
termasuk besaran skalar. Rumus kelajuan adalah sebagai berikut:

Keterangan:
v = kelajuan rata-rata (m/s)

s = jarak (m)

t = waktu tempuh (s)

Satuan diatas menggunakan SI. Sedangkan jika anda ingin menggunakan satuan km/h. Maka
rubah saja satuan jarak menjadi k dan waktu tempuh menjadi h.

Kecepatan adalah besaran vektor yang menunjukkan seberapa cepat benda berpindah.
Kecepatan juga bisa berarti kelajuan yang mempunyai arah. Misal sebuah mobil bergerak ke
timur dengan kecepatan 60 km/jam. Rumus kecepatan tidak jauh berbeda dengan rumus kelajuan
bahkan bisa dikatakan sama. Rumusnya adalah sebagai berikut:

Keterangan:
v = kecepatan rata-rata (m/s)

t = selang waktu (s)

s = perpindahan (m)

4. Gerak Lurus Beraturan


Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak yang lintasannya lurus dan kecepatannya tetap.
Cara menghitung jarak dari suatu gerak beraturan. Yaitu dengan mengalikan kecepatan(m/s)
dengan selang waktu(s).

Keterangan:
v = kecepatan rata-rata (m/s)

s = perpindahan (m)

t = selang waktu (s)

5. Gerak Lurus Berubah Beraturan


Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah gerak yang lintasannya lurus dan
kecepatannya berubah secara beraturan/berpola. Ada dua kemungkinan GLBB, yaitu GLBB
dipercepat dan GLBB diperlambat. Rumus GLBB dituliskan sebagai berikut.

Keterangan:
vt = kecepatan akhir atau kecepatan setelah t sekon (m/s)
v0 = kecepatan awal (m/s)

a = percepatan (m/s2)

t = selang waktu (s)

s = jarak tempuh (m)

Selain itu, anda juga bisa menghitung jarak tempuh yang dialami benda yang bergerak lurus
berubah beraturan dengan rumus luas matematika.

Percepatan adalah perubahan kecepatan dalam satuan waktu tertentu. Percepatan termasuk
besaran vektor. Satuan SI percepatan adalah m/s2. Percepatan bisa bernilai positif dan negatif.
Bila nilai percepatan positif, hal ini menunjukkan bahwa kecepatan benda yang mengalami
percepatan positif ini bertambah (dipercepat). Sedangkan bila negatif, hal ini berarti
kecepatannya menurun (diperlambat). Jika gerak suatu benda lurus dan kecepatannya tidak
berubah, maka resultan percepatannya adalah 0.
Rumus percepatan adalah sebagai berikut.

Keterangan:
a = percepatan rata-rata (m/s2)

= perubahan kecepatan (m/s)

selang waktu (s)

GLBB dalam Kehidupan


1. Gerak Jatuh Bebas
Gerak jatuh bebas adalah gerak sebuah objek yang jatuh dari ketinggian tanpa kecepatan awal
yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Benda-benda yang jatuh bebas di ruang hampa mendapat
percepatan yang sama. Benda-benda tersebut jika di kenyataan mungkin disebabkan karena gaya
gesek dengan udara. Rumus-rumus gerak jatuh bebas adalah sebagai berikut.

Keterangan:
vt = kecepatan saat t sekon (m/s)
g = percepatan gravitasi bumi (9,8 m/s2)
h = jarak yang ditempuh benda (m)
t = selang waktu (s)

2. Gerak Vertikal ke Bawah


Gerak Vertikal ke bawah adalah gerak suatu benda yang dilemparkan vertikal ke bawah dengan
kecepatan awal dan dipengaruhi oleh percepatan. Rumus-rumus gerak vertikal ke bawah adalah
sebagai berikut.

Keterangan:
h = jarak/perpindahan (m)
v0 = kecepatan awal (m/s)
vt = kecepatan setelah t (m/s)
g = percepatan gravitasi (9,8 m/s2)
t = selang waktu (s)

3. Gerak Vertikal ke Atas


Gerak vertikal ke atas adalah gerak suatu benda yang dilempar vertikal ke atas dengan kecepatan
awal tertentu (v0) dan percepatan g saat kembali turun. Rumus gerak vertikal ke atas adalah
sebagai berikut.

Di titik tertinggi benda, kecepatan benda adalah nol. Persamaan yang berlaku di titik tertinggi
adalah sebagai berikut.

Keterangan:
tnaik = selang waktu dari titik pelemparn hingga mencapai titik tertinggi (s)
v0 = kecepatan awal (m/s)
g = percepatan gravitasi (9,8 m/s2)
hmaks = jarak yang ditempuh hingga titik tertinggi (m)
Saat mulai turun, persamaannya sama seperti gerak jatuh bebas. Rumusnya adalah:

Jadi, dapat disimpulkan bahwa waktu saat naik sama dengan waktu saat turun.