Anda di halaman 1dari 2

JURNAL BELAJAR 8

Nama Mata Kuliah

: Landasan dan Problematika Pendidikan.

Dosen Pembina

: Dr. Agus Ramdani, M.Sc.

Nama Mahasiswa

: Andy Eddy

NIM

: I2K 013 007

Hari/Tgl

: Kamis, 24 Oktober 2013

Hari ini Kamis, 24 Oktober 2013 merupakan pertemuan ke-delapan dan semestinya hari
terakhir pembahasan tentang buku Paradigma baru pendidikan nasional yang ditulis
oleh Prof. Dr. H.A.R. Tilaar yang diterbitkan oleh Rineka Cipta, jakarta pada tahun 2000.
Adapaun pembahasannya adalah tentang Paradigma baru Perencanaan dan Manajemen
Pendidikan Nasional di Daerah. Yang telah diAnalisis Kritis oleh kelompok 3 dan
kelompok 6. Walaupun pembahasan ini tidak dipresentasikan, saya merasa perlu untuk
dibahas dalam jurnal belajar ini agar kita memiliki satu kesatuan pemahaman dan
pemikiran karena ketiga pembahasan dalam buku ini memiliki keterkaitan.

Hasil Refleksi:
Dengan terbitnya Undang-Undang Otonomi Daerah pada tahun 1999
maka dimulailah salah satu rentetan proses demokrasi di dalam kehidupan
masyarakat dan bangsa Indonesia. Salah satu pelaksanaan dari Undang-Undang
Otonomi

Daerah

ialah

di

dalam

bidang

pendidikan

dan

kebudayaan.

Penyelenggaraan pendidikan dan kebudayaan yang akan menjadi tugas dan


wewenang Daerah. Untuk itu, di dalam pelaksanaannya memerlukan persiapanpersiapan baik di dalam penyusunan rencananya, program, dan penyediaan sumber
daya. Otonomi pada hakekatnya bertujuan untuk memandirikan seseorang atau
suatu lembaga atau suatu daerah. Dalam rangka untuk mencapai tujuan
kemandirian tersebut maka usaha-usaha yang dilaksanakan adalah usaha
Pemberdayaan (empowerment). Pelaksanaan Undang-Undang Otonomi daerah
memerlukan suatu perubahan sikap dari para pelakunya serta kemampuan
kelembagaan agar supaya pelaksanaan otonomi dapat berjalan dengan sebaikbaiknya.
1

Ada empat pemain inti dalam proses pemberdayaan agar lembaga


pendidikan berfungsi untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya, yakni :
masyarakat Lokal, Universitas di Daerah, lembaga pemerintahan di Daerah, dan
Lembaga Pendidikan. Antara Pemda Kabupaten dengan masyarakat di dalam
penyelenggaraan pendidikan dan kebudayaan terdapat hubungan akuntabilitas
Horizontal. Artinya, masyarakat dan Pemda dua-duanya bertanggung jawab
terhadap

the Stake

Holder(masyarakat)

yang memiliki

pendidikannya.

Universitas di daerah mempunyai hubungan yang konsultatif dengan masyarakat


lokal dan Pemda Kabupaten, sehingga universitas dapat menjadi sumber
pembaharu dalam peningkatan mutu pendidikan, karena juga universitas dengan
status otonominya mempunyai hubungan konsultatif dengan Pemda Provinsi dan
juga pemerintah Pusat. Fungsi universitas menjadi cukup sentral dalam
pembangunan di daerah.
Melihat kepada fungsi universitas di daerah sebagai pusat yang
mempunyai kemampuan dan kedudukan yang otonomi maka lembaga universitas
di daerah dapat dijadikan pusat jaringan kerja sama untuk masing-masing provinsi.
Universitas bukan hanya berfungsi sebagai clearing house dari hasil uji-coba dan
pusat informasi, tetapi juga dapat dijadikan sebagai mitra penarik dari gerbong
reformasi pendidikan di daerah.
Berdasarkan gagasan ide penulis tersebut, saya dapat memahami bahwa
penulis begitu konsen dan sistematis dalam mensintesis sebuah konsep yang
disebut Desentralisasi pendidikan. Pada bagian ini penulis merumuskan bentuk
Paradigma Baru Perencanaan dan Manajemen Pendidikan Nasional di Daerah,
dimana Universitas di Daerah dijadikan Pusat jaringan Kerjasama. Kemudian
timbul pertanyaan mendasar pada diri saya, Apakah tulisan ini memiliki keterkaitan
dengan diterbitkannya Undang-Undang No.20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS ?
jawaban untuk pertanyaan ini telah ditanggapi oleh dosen pengampu, bahwa
memang tulisan-tulisan ini (HAR. Tilaar) memiliki keterkaitan dengan lahirnya
Undang-Undang No.20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS.
Berangkat dari uraian diatas, saya merefleksikan bahwa Pendidikan adalah
persoalan mendasar dalam kehidupan Karena setiap perubahan yang terjadi
dibidang yang lain akan ikut merubah pola dan paradigma pendidikan.
Sebagaimana yang telah terjadi dan disampaikan dalam tulisan-tulisan diatas.
2