Anda di halaman 1dari 15

MATA KULIAH: LANDASAN DAN PROBLEMATIKA PENDIDIKAN

Dosen Pembina: Dr. H. Agus Ramdani, M.Sc

ANALISIS KRITIS
Referensi:

Tilaar, H.A.R 2010. Paradigma baru pendidikan nasional: Desentralisasi Pendidikan


Nasional dalam Rangka Pelaksanaan UU RI No. 22 Tentang Pemerintahan
Daerah dan UU RI No. 25 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah
Pusat dan Pemerintah Daerah (hal:85-100), Jakarta, Rineka Cipta.

Oleh :
Andy Eddy/I2K013007

Tujuan
Penulisan

Mengkritisi sistem pendidikan


sentralistik di masa Orde Baru
kemudian menawarkan solusi atas
permasalahan tersebut dengan
Desentralisasi Pendidikan Nasional

Fakta-fakta Unik
1.
Arus
Reformasi

UU No. 22 dan UU No. 25


Tahun 1999
Tentang Otonomi Daerah

Gerakan
Grass Root

Kehidupan yang
Demokratis

2.

Tujuan reformasi adalah menuju kepada


masyarakat madani indonesia, yakni
adanya pribadi yang cerdas dan bermoral,
yang dapat berdiri sendiri dan bekerja sama
dengan orang lain untuk menciptakan
masyarakat yang sejahtera.

3.

Kondisi Pendidikan dan kebudayaan


selama Orde Baru.

Uniformitas
Manusia-Manusia Robot
cara-cara Paksaan
yang Sentralistik

4. Kemungkinan Kendala dan Kekurangan Desentralisasi


bukanlah suatu yang mudah dilaksanakan.
Kemungkinan hanya akan memindahkan
borok-borok pendidikan dari pusat ke daerah.
Desentralisasi pendidikan belumlah apa-apa
kalau tidak diikuti dengan usaha perbaikan di
berbagai bidang yang berkaitan.

Namun,
Kita Perlu Desentralisasi Karena:
Desentralisasi sejalan dengan arus Reformasi
desentralisasi sangat diperlukan di dalam
menumbuhkan sikap demokrasi.

5. Demokratisasi pendidikan dan kebudayan mempunyai dua


tugas di dalam negara kita, yakni:

1
2

Pengembangan budaya daerah


Pengembangan budaya nasional

6. Akuntabilitas Pendidikan
Pendidikan yang terlepas dari masyarakat dan
budaya masyarakatnya, adalah pendidikan
yang tidak mempunyai akuntabilitas.

Tanpa pendidikan suatu kebudayaan akan mati,


dan tanpa kebudayaan pendidikan akan mati.

7. Artikulasi Pendidikan.
Sebagai konsekuensi dari desentralisasi
pendidikan maka pendidikan diserahkan
kembali kepada masyarakat yang
memilikinya. Pendidikan yang benar
adalah pendidikan yang hidup dari, oleh,
dan untuk masyarakatnya.

Desentralisasi dan otonomi daerah akan memberikan


tanggung jawab yang besar kepada peranan sistem
pendidikan yang terartikulasi, menyangkut pendidikan
tinggi, pendidikan menengah, dan pendidikan dasar.

8. Institusionalisasi Manajemen Pendidikan.

diperlukan
komitmen dan
keputusan politik
untuk
melaksanakannya.

Diperlukan tenagatenaga lapangan


yang terampil dan
di dalam jumlah
yang memadai

dilakukan oleh
lembaga-lembaga
pendidikan yang
ada di provinsi
atau kabupaten di
samping lembaga
pendidikan tinggi
milik nasional..

9. Pusat-pusat kebudayaan daerah perlu digalakkan


agar kebudayaan daerah dapat dikembangkan dan
dimanfaatkan seoptimal mungkin di dalam
pengembangan generasi muda dan masyarakat yang
beradab.

Pertanyaan :

1.

Bagaimanakah Perencanaan dan Pelaksanaan


Otonomi di dalam bidang Pendidikan dan
Kebudayaan ?

2. Bagaimanakah Persiapan-persiapan Daerah dalam


Mengemban Tanggung Jawab Desentralisasi Pendidikan ?

Konsep Utama

Makna Reformasi
Total dalam
pendidikan dan
Kebudayaan

Hakekat Pendidikan
dan Kebudayaan.

Institusionalisasi
Manajemen
Pendidikan sesuai
dengan jiwa Otonomi
Daerah.

Artikulasi Pendidikan
Sebagai suatu Sistem.

Pengembangan
Sumber Daya
Manusia.

Refleksi
Dengan membaca tulisan di atas, Kita
bisa memahami nilai awal perjuangan
Otonomi pendidikan sehingga lahirnya
suatu Sistem Pendidikan baru yang kita
kenal dengan Desentralisasi,agar kelak
kita tetap menjaga dan mengawalnya
sampai pada tujuan yang diharapkan.