Anda di halaman 1dari 9

THE ECONOMICS OF ENVIRONMENTAL REGULATIONS

(Mengatur Lingkungan melalui Prosedur Yudisial)

Tiga pendekatan hukum untuk mengatur


Lingkungan :
Liability Laws

Property Rights (Coasian


Methods)

Emission Standards

Liability Laws
Di banyak negara, termasuk Amerika Serikat,
liability laws digunakan sebagai cara untuk
menyelesaikan
konflik
yang
timbul
dari kerusakan lingkungan.
Gagasan utama dibalik berlakunya hukum ini
adalah
untuk
membuat
pencemar
bertanggung jawab atas kerusakan yang yang
ditimbulkannya.
Liability Law dapat digunakan sebagai sarana
internalisasi eksternalitas lingkungan.

Jika ditemukan bertanggung jawab, polluters


diperintahkan untuk membayar kepada
penggugat (dalam hal ini pollutees)
kompensasi yang sebanding dengan kerusakan
yang mereka lakukan.
Keuntungan

Liability Law
Kelemahan

Advantages
Efektif dalam mencegah gangguan lingkungan
(seperti membuang sampah sembarangan).
Mereka memiliki seruan moral karena mereka
didasarkan pada prinsip polluter-pays.

Disadvantages
Ada biaya transaksi yang tinggi ketika jumlah
pihak yang terlibat besar.
Lability Laws dianggap "tidak adil" jika
kerusakan individu tidak memiliki kekuatan
untuk mengajukan gugatan.

Property Rights (Coasian Methods)


Pendekatan Coasian atau hak milik
dikonseptualisasikan pada prinsip
dasar
bahwa akar penyebab eksternalitas lingkungan
adalah kurangnya hak kepemilikan yang jelas.
Lebih
khususnya,
pendekatan
ini
mensyaratkan bahwa property rights harus
diberikan kepada salah satu pihak yang
terlibat dalam sengketa lingkungan.

Advantages
Meminimalkan peran regulator sebagai tugas
semata dari penegakan hak milik.
Mendorong penyelesaian sengketa lingkungan
melalui negosiasi pribadi. Dengan kata lain,
menganjurkan pendekatan desentralisasi
untuk pengendalian polusi.

Disadvantages
Biaya transaksi yang tinggi ketika pihak yang
terlibat dalam proses negosiasi pada skala
besar.
Tampaknya menjadi acuh tak acuh terhadap
prinsip polluter-pays.
Memiliki potensi untuk mempengaruhi
distribusi pendapatan dari pihak yang terlibat
dalam negosiasi, dalam hal ini, hasil akhir
dapat dinilai sebagai "tidak adil."