Anda di halaman 1dari 5

TUGAS ILMU DASAR KEPERAWATAN 2A

HASIL DAN INTERPRETASI HASIL UJI T DEPENDEN

oleh :
Fajrin Febriana

NIM 102310101021

Rona Gitayanti

NIM 102310101031

Jihadiah Nur I.

NIM 102310101067

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
2011

BAB 1. KASUS

Pada makalah ini kelompok akan melakukan uji beda antar Hb


pengukuran pertama dan kedua, dan ingin diketahui apakah ada hubungan antara
kadar Hb pada ibu sebelum dan sesudah bekerja?
Pada pembahasan kasus ini, didapatkan pengambilan keputusan
apabila nilai probabilitas (p) > 0,05 maka H0 gagal ditolak atau H0 diterima, jadi
tidak ada perbedaan antara pengukuran Hb pertama dan pengukuran Hb kedua,
sedangkan apabila didapat nilai probabilitas (p) < 0,05 maka H 0 ditolak, jadi Ha
yang diterima dan kesimpulannya adalah terdapat perbedaan antara pengukuran
Hb pertama dan Hb kedua.

BAB 2. PEMBAHASAN
1.1

Hasil Pengujian T Dependen

Tabel 1.1 Paired Samples Statistics

Mean
Pair 1

Std.
Deviation

Std. Error Mean

kadar hb pengukuran
pertama

10.211

19

1.1761

.2698

kadar hb pengukuran
kedua

10.789

19

.9152

.2100

Tabel 1.2 Paired Samples Correlations


N
Pair 1

kadar hb pengukuran
pertama & kadar hb
pengukuran kedua

Correlation
19

Sig.

.649

.003

Tabel 1.3 Paired Samples Test


Paired Differences
95%
Confidence
Std.
Std. Error
Interval of the
Mean
Deviation
Mean
Difference
Lower Upper

Df

Sig. (2tailed)

kadar hb
pengukuran
pertama Pair 1
kadar hb
pengukuran
kedua
1.2

-.5789

.9071

.2081

-1.0162 -.1417

2.782

18

.012

Analisa dan Interpretasi Data


Pada tabel pertama, terlihat rata-rata kadar Hb pada pengukuran pertama

(Hb1) adalah10,690 gr% dengan standart defiasi 1,1761 gr%. Sedangkan, pada
pengukuran kedua (Hb2) didapatkan rata-rata kadar Hb adalah 10,789 gr% dengan
standart defiasi 0,9152 gr%.
Pada uji T berpasangan (Paired Sample Test) didapatkan pada tabel
kedua, terlihat nilai mean perbedaan antara pengukuran Hb pertama dan
pengukuran Hb kedua adalah 0,5789 gr% dengan standart defiasi 0,9071.
Perbedaan ini diuji dengan menggunakan Uji T berpasangan menghasilkan nilai p
yang dapat dilihat pada kolom Sig (2-tailed). Pada contoh diatas, didapatkan
nilai p yakni p=0,012. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang
signifikan pada pengukuran Hb pertama dan pengukuran Hb kedua.
Dari hasil yang didapatkan dari perhitungan diatas, langkah
selanjutnya adalah dengan menyusun hasil pengukuran tersebut kedalam tabel
sebagai berikut :

Tabel 1.4 Distribusi Rata-rata Kadar Hb Responden Menurut Pengukuran


Pertama dan Kedua di Kabupaten Jember Tahun 2010
Variabel
Kadar Hb
Pengukuran 1
Pengukuran 2

Mean
10,211
10,789

Standart

Standar

Deviasi

Eror

1,1761
0,9152

0,2698
0,2100

p Value

0,012

19

Sama halnya seperti yang diketahui pada hasil perhitungan tabel 1.1,
menyatakan bahwa rata-rata kadar Hb pada pengukuran pertama adalah 10,211 gr
% dan rata-rata kadar Hb pada pengukuran kedua adalah 10,789 gr%. Sedangkan
dari hasil tperhitungan pada tabel 1.3 didapatkan nilai probabilitas (p) adala
p=0,012. Maka sesuai yang sudah dijelaskan bahwa apabila nilai probabilitas (p)
> 0,05 maka H0 gagal ditolak atau H0 diterima, jadi tidak ada perbedaan antara
pengukuran Hb pertama dan pengukuran Hb kedua, sedangkan apabila didapat
nilai probabilitas (p) < 0,05 maka H0 ditolak, jadi Ha yang diterima dan
kesimpulannya adalah terdapat perbedaan antara pengukuran Hb pertama dan Hb
kedua. Namun pada hasil pengukuran didapatkan nilai :

probabilitas (p) < atau 0,012 < 0,05


Dari hasil pengukuran probabilitas tersebut yang ternyata lebih besar
daripada nilai , maka H0 ditolak, maka Ha yang diterima. Jadi kesimpulannya
terdapat perbedaan atau terdapat hubungan yang signifikan antara
pengukuran kadar Hb pertama dan pengukuran kadar Hb kedua.