Anda di halaman 1dari 5

Resume Tugas di bawah ini: (ditulis di folio bergaris bolpoin biru)

A. Pengukuran
1. Apa pengukuran itu ?
2. fungsi pengukuran ?
3. Klasifikasi pengukuran ?
4. Jenis pengukuran ?
B. Metrologi
1. a. Apa instrumentasi ?
b. Fungsi Instrumentasi ?
2. a. Apa kontrol kualitas ?
b. Tujuan mempelajari metro ?
c. Jenis" metrologi ?
NAMA

: SYAFRIL ABDILLAH HIDAYAT

NIM

: 1110620002

Matakuliah

: Metrologi industri

Kelas

:A

Definisi Pengukuran
Menurut Grandlurd yang dikutip oleh Sridadi (2007). Pengukuran adalah suatu
kegiatan untuk memperoleh deskripsi numerik, tingkatan atau derajat karakteristik
khusus yang dimiliki. Menurut Sridadi (2007) Pengukuran adalah suatu proses yang
dilakukan secara sistematis untuk memperoleh besaran kuantitatif dari suatu objek
tertentu dengan menggunakan alat ukur.
Dapat disimpulkan bahwa pengukuran adalah proses dalam menentukan besaran,
dimensi, atau kapasitas yang telah ditentukan dan disepakati dengan ukuran standar
untuk menghasilkan nilai yang diinginkan menggunakan alat ukur yang telah
distandarkan atau dikalibrasi.
Fungsi Pengukuran
a. Untuk mengetahui dan mengamati dimensi benda yang telah diproduksi dan
distandarkan
b. Proses menyebutkan dengan pasti angka-angka tertentu untuk mendeskripsikan suatu
produk
c. Untuk keperluan analitis dan instrumentasi

d. Proses mendapatkan informasi besaran tertentu dari suatu alat ukur


Klasifikasi Pengukuran
Geometri objek alat ukur mempunyai bentuk yang bermacam-macam. Oleh karena
itu cara pengukurannya juga berbeda agar hasil pengukuran mendapat hasil yang baik
menurut standar yang berlaku maka diperlukan pengukuran yang tepat dan benar.
Untuk itu perlu diketahui klasifikasi pengukuran yaitu sebagai berikut :
1. Pengukuran Langsung
Proses pengukuran yang hasil pengukurnya dapat langsung dibaca dari alat ukur
yang digunakan pada pengukuran.Misalnya mengukur diameter poros dengan jangka
sorong atau mikrometer.
2. Pengukuran Tidak Langsung
Bila dalam proses pengukuran tidak bisa digunakan suatu alat ukur dan tidak bisa
dibaca langsung hasil pengukurannya maka pengukuran yang demikian disebut
pengukuran tidak langsung. Untuk mengukur sebuah benda ukur diperlukan 2 atau 3
alat ukur berupa alat ukur standar, alat ukur pembanding, dan alat ukur pembantu.
Misalnya mengukur ketirusan poros dengan menggunakan sine center yang dibantu
dengan jam ukur (dial indicator)
3. Pengukuran Kaliber Batas
Dalam proses pengukuran terkadang tidak bisa menggunakan satu alat saja. Kita
perlu melihat ukuran benda ukur yang dibuat dan melihat benda tersebut dengan
toleransi tertentu. Misalnya mengukur lubang dengan menggunakan alat ukur dengan
jenis kaliber batas dapat dikategorikan menjadi diterima (Go) atau tidak (No Go).
Keputusan yang diambil adalah dimensi objek ukur yang masih dalam batas toleransi
4. Pengukuran dengan Bentuk Standar
Pengukuran yang sifatnya membandingkan bentuk benda yang dibuat dengan
bentuk yang standar.Misalnya akan mengukur sudut ulir atau roda gigi, mengecek sudut
tirus dari poros, mengecek radius dan sebagainya. Pengukuran dilakukan dengan alat
ukur proyeksi. Tidak mencocokkan besarnya ukuran tapi hanya mencocokkan bentuk.
Jenis-Jenis Pengukuran
Menurut jenis benda yang akan diukur maka alat ukur dapat diklasifikasikan
sebagai berikut :
1. Alat Ukur Linear Langsung
Alat ukur yang hasil pengukurannya dapat langsung dibaca contohnya adalah
mengukur diameter poros menggunakan jangka sorong atau mikrometer

2. Alat Ukur Linear Tidak Langsung


Alat ukur yang hasil pengukurannya tidak bisa dibaca langsung atau
pengukurannya membutuhkan lebih dari 1 alat (alat ukur standar, pembanding dan
pembantu) misalnya mengukur ketirusan poros menggunakan sine gauge, jam ukur,
dan blok ukur
3. Alat Ukur Sudut
Benda ukur tidak selalu memiliki ukuran panjang akan tetapi ada yang memiliki
dimensi sudut. Ketepatan sudut benda sangat diperlukan misalnya sudut blok v,
sudut ketirusan poros.
4. Alat Ukur Kedataran, Kelurusan, dan Kerataan
Kedataran adalah datar air atau horizontal, gaya tarik dianggap tegak lurus
terhadap bidang datar air.Contoh alat ukur kedataran adalah waterpass yang
sebenarnya untuk mengukur sudut. Namun sudut yang diukur relatif kecil. Alat ukur
kelurusan digunakan untuk mengukur sejauh mana permukaan menyimpang dari
kondisi ideal. Pemeriksaan kelurusan biasa menggunakan waterpass dan
autokolimator. Alat ukur kerataan digunakan untuk mengetahui kerataan bidang
berdasarkan analitis data.
5. Metrologi Ulir
Ulir pada sebuah konstruksi berfungsi sebagai transmisi daya dan alat
pemersatu. Pengukuran geometris ulir digunakan untuk memastikan kekuatan dan
daya tahan kelelahan ulir untuk melawan ketelitian pengubahan gerak rotasi menjadi
translasi
6. Metrologi Roda Gigi
Roda Gigi mempunyai fungsi penerus gerakan , daya

atau pengubah.

Pengukuran roda gigi berguna untuk mengetahui kepresisian roda gigi sehingga
mentransmisikan daya.
7. Alat Ukur Kebulatan dan Kesalahan Bentuk
Komponen mesin banyak yang berbentuk bulat sedangkan komponen dengan
kebulatan ideal sulit didapat. Kebulatan memegang peranan dalam hal :
Membagi beban sama rata
Memperlancar pelumasan
Menentukan ketelitian putaran
Menentukan umur komponen

Menentukan kondisi suaian


Ketidakbulatan merupakan salah satu jenis kesalahan bentuk. Kesalahan bentuk
suatu komponen dapat mengalami beban tambahan.
8. Alat ukur kekasaran Permukaan
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur kekasaran permukaan suatu benda
Definisi Instrumentasi
Menurut Franky W Kirk dan Nicholas R Rimboy (1962), instrumentasi adalah ilmu
yang mempelajari tentang penggunaan alat untuk mengukur dan mengatur suatu besaran
baik kondisi fisis maupun kimia. Menurut Suparni Setyowati Rahayu, Instrumentasi
adalah pengukuran piranti ukur untuk menentukan harga besaran yang makin berubah
ubah dan seringkali pengaturan besaran pada batas tertentu
Instrumentasi adalah alat-alat dan piranti yang dipakai untuk pengukuran dan
pengendalian dalam suatu sistem yang lebih besar dan lebih kompleks.
Fungsi Instrumentasi
a. Untuk mengurangi kesalahan manusia (human error)
b. Untuk meningkatkan kualitas produk
c. Untuk mempermudah dan mempercepat proses pengerjaan
d. Untuk menurunkan biaya produksi
Definisi Metrologi dan Kontrol Kualitas
Metrologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari pengukuran secara
luas. Metrologi dapat didefinisikan sebagai ilmu tentang pengukuran karakteristik
geometrik produk atau komponen mesin dengan alat dan cara yang tepat sehingga hasi
pengukuran dianggap hasil yang paling dekat dengan geometri sesungguhnya.
Kontrol kualitas (quality control) adalah aktivitas untuk menjaga standar kualitas
produk mulai dari proses persiapan penyimpanan, produksi sampai pemakaian oleh
konsumen

Fungsi Metrologi dan Kontrol Kualitas


a.

Penetapan definisi satuan ukuran yang diterima internasional

b.

Perwujudan satuan-satuan ukuran berdasar metode ilmiah

c.

Penetapan rantai keterlurusan dengan menentukan nilai dan akurasi suatu


pengukuran dan menyebarluaskan pengetahuan
Sedangkan fungsi kontrol kualitas antara lain :

a.

Teknik mencapai kualitas

b.

Sebagai pengambil keputusan

c.

Sebagai konsep (batas statistik yang dapat membuat keseragaman kualitas)

Jenis-Jenis Metrologi
1.

Metrologi Ilmiah: Pengaturan dan pengembangan standar pengukuran dan


pemeliharannya

2.

Metrologi Industri: Memastikan bahwa sistem pengukuran dan alat industri


berfungsi dengan akurasi yang baik dalam proses persiapan maupun pengujian

3.

Metrologi Legal: Pengukuran yang berdampak pada transaksi ekonomis dan


kesehatan