Anda di halaman 1dari 5

II.

1 Pengertian Kompas
Kompas berasal dari bahasa Latin yaitu Compassus yang berarti jangka. Kompas
sendiri sudah dikenal sejak 900 tahun yang lalu terbukti dengan diketemukannya kompas
kuno yang dipakai pejuang China sekitar tahun 1100 M. Kompas merupakan alat penentu
arah mata angin. Kompas tediri atas magnet jarum, yang dapat berputar bebas. Kutubkutub magnet ini selalu menunjuk arah Utara Selatan walaupun tidak tepat benar
(karena adanya sudut deklinasi). Arah yang ditunjuk oleh jarum kompas adalah kutub
utara magnetis bumi yang letaknya tidak bertepatan dengan kutub utara bumi, kira-kira
disebelah utara Kanada, di jazirah Boothia sekitar 1400 mil atau sekitar 2250 km. Tapi
unyuk keperluan praktis, utara peta, utara sebenarnya dan utara kompas/magnetis
dianggap sama.
Kompas memberikan rujukan arah tertentu, sehingga sangat membantu dalam
bidang

navigasi.

Arah mata

angin yang

ditunjuknya

adalah utara, selatan, timur,

dan barat. Apabila digunakan bersama-sama dengan jam dan sekstan, maka kompas
akan lebih akurat dalam menunjukkan arah. Alat ini membantu perkembangan
perdagangan maritim dengan membuat perjalanan jauh lebih aman dan efisien
dibandingkan

saat

manusia

masih

berpedoman

pada

kedudukan bintang untuk

menentukan arah.

II.2 Jenis-Jenis Kompas


Menurut kegunaan dan fungsinya kompas dikelompokkan menjadi :

Kompas Orientasi
Kompas orientasi yaitu jenis kompas yang digunakan untuk orientasi dalam suatu
perjalanan (orientering). Contohnya kompas silva. Kompas silva sudah dilengkapi busur
derajat dan penggaris. Dalam penggunaannya akan sangat mudah karena kompas ini
tidak dilengkapi alat bidik. Kecermatan bidik kompas ini agak kurang.
Gambar 2.1 Kompas Silva

Kompas Bidik
Kompas bidik yaitu kompas yang digunakan untuk membidik objek serta arah yang akan
kita lalui.Kompas bidik biasa digunakan oleh militer, pramuka, dan pengembara. Kompas
ini mudah mendapatkannya, harganyapun relatif murah, juga penggunaannya cukup
sederhana serta lengkap.Contohnya Kompas Prisma. Untuk menggunakan kompas bidik
ini mesti dilengkapi juga dengan penggaris, busur derajat, dan lain-lain.

Gambar 2.2 Kompas Bidik

Kompas Geologi
Kompas geologi yaitu kompas yang digunakan untuk menentukan arah serta kemiringan
dalam pekerjaan geologi. Contoh .Kompas Geologi.

Gambar 2.3 Kompas Brunton

Geografical Position Satelite (GPS)


Saat ini banyak pula pendaki gunung yang memanfaatkan alat navigasi sistem GPS, yang
merupakan singkatan dari Geografical Position Satelite. Sistem ini dikembangkan dengan
bantuan

satelit

militer

komersial.Sebenarnya

alat

Amerika
ini

Serikat

digunakan

yang
untuk

digunakan
navigasi

untuk

udara,

kebutuhan

tetapi

dalam

perkembangannya atau kenyataannya saat ini, juga bisa digunakan untuk navigasi darat
dan laut. Secara garis besarnya bentuk alat ini kurang lebih sebesar kalkulator.
Pengoperasian alat ini dibantu oleh minimal 3 buah satelit pengamat.

Gambar 2.4 Geografical Position Satelite (GPS)

II.3 Bagian-Bagian Kompas Brunton

Gambar 2.5 Bagian-Bagian Kompas Brunton

1.

Bagian utama Kompas Brunton


Jarum kompas/magnet, kedua ujung dari jarum kompas selalu menunjuk ke arah kutub
utara dan kutup selatan magnet bumi. Jarum magnet pada kompas adalah sebuah
batangan besi yang disatukan dengan batangan magnet bagian tengahnya terletak
diatas jarum tegak, apabila dalam keadaan setimbang, jarum akan bergerak dengan
bebas diaatas jarum tegak (Pivot Needle), ujung jarum akan diam searah dengan kutub
utara magnet bumi, ujung jarum utara ditandai dengan noktah kuning, dilengkapi pula
dengan cincin penyeimbang berat yang dapat digeser-geser untuk mengimbangi
penyimpangan arah inklinasi, agar supaya jarum kompaas dapat bergerak bebas tanpa
menyentuh

kaca

penutup

kompas.

2. Lingkaran pembagian derajat, pembagian derajat yang dikenal ada dua yaitu kompas

azimuth dan kompas kwardan. Pembagian skala derajat pada kompas, adalah bagian
kompas berupa lempengan lingkaran diluar ujung jarum kompas, terdiri dari :

Pembagian skala 0o 360o


Kedudukan N (utara) pada kompas adalah kedudukan 0 o berimpit dengan 360o,
Kedudukan S (selatan) pelurus N, adalah kedudukan 180 o, dan kedudukan E (timur)
adalah kedudukan 90o, kedudukan W (barat) adalah kedudukan 270o. Posisi pembacaan
arah N - E - S - W - N pada kompas, ditulis kebalikan arah perputaran jarum jam.

Pembagian skala 0o 90o


Skala Pembagian 0o 90o, mempunyai sistem pembacaan dengan kwadran. Kwadran 0 o
90o; adalah skala pembacaan kwadran N E dan S E , N W dan S W, berarti angka 0 o,
terletak pada pembacaan E (timur) dan W (barat). Tulisan arah N E S W N, terbaca
terbalik arah perputaran jarum jam.

3.

Klinometer, merupakan rangkaian alat yang gunanya untuk mengukur besarnya


kemiringan bidang. Sebuah kompas geologi, harus selalu dilengkapi dengan seperangkat
alat klinometer, yang mengukur besarnya sudut kemiringan (sudut vertical), untuk
mengukur kedudukan sudut vertical suatu garis atau bidang, yang dilengkapi dengan
gelembung penyeimbang (nivo tabung) diletakkan sedemikian rupa sehingga kedudukan
garis horizontal clinometer sejajar dengan arah garis memanjang compass, titik
pembacaan tegak lurus garis tersebut, sekala pembacaan kemiringan dengan satuan
derajat (...o) dan (%), alat penyetel manual klinometer terletak pada bagian belakang
kompas. Beberapa jenis kompas, memiliki alat klinometer yang dapat berputar sendiri
yang dikontrol oleh gaya berat.

4.

Pengukur horizontal, ada dua berupa sebuah nivo bulat dan tabung yang
bergandengan dengan klinometer berisi air dengan satu gelembung.

5.

Pengatur Arah, pengarah pada kompas, terdiri dari pengarah depan dan pengarah
belakang. Pengarah depan berupa lengan yang dapat ditekuk muka-belakang secara
bebas yang dilengkapi pada ujungnya dengan Peep Sight. Pengarah belakang, berupa
lempengan cermin yang juga berfungsi sebagai penutup kompas, yang dilengkapi
dengan Sighting windows, axial line dan folding sight.

Bagian penyusun inti

1.

Adjusting screw, berupa skrup sebagai penggerak lingkaran pembagian derajat.

2.

Axial line, merupakan garis sumbu penyearah objek.

3.

Bulls eye level (mata sapi), nivo bulat pengukur horizontal kompas. Fungsinya
digunakan dalam menentukan kedataran kompas geologi saat melakukan pengukuran
strike dan trend.

4.

Klinometer level, sama seperti mata sapi namun bentuknya berupa tabung.
Fungsinya digunakan dalam menentukan kedataran kompas geologi saat melakukan
pengukuran dip dan plunge.

5.

Kompas needle, merupakan jarum kompas penunjuk arah utara selatan kutub
magnet bumi

6.

Skala klinometer, skala yang digunakan saat melakukan pengukuran dip dan
plunge.

7.

Index pin, penunjuk 0 derajat pada kompas geologi. Bagian ini dapat diputar-putar
sesuai kebutuhan, tetapi biasanya di arahkan ke arah Utara.

8.

Small sight dan large sight, fungsinya digunakan untuk melakukan penembakan
menggunakan kompas geologi supaya yang kita bidik tepat lurus dengan kita.

II.4 Cara Menggunakan Kompas Brunton


II.4.1 Menentukan Arah
Pada dasarnya penentuan arah dengan memakai kompas, dapat dilakukan
dengan memakai semua jenis kompas, dalam hal ini akan dibahas pemakaian kompas
yang mempunyai pembagian derajat 0o 360o. Tata cara pemakaian dengan baik, agar
supaya diperoleh suatu nilai pengukuran
yang bermutu tinggi, dianjurkan agar supaya mengikuti tata tertib pemakaian
kompas sebagai berikut :
1.

Keluarkan kompas dari sarungnya, dan periksalah dengan baik kelincahan gerak jarum
kompas dengan posisi gelembung udara nivo (bulls eye level) berada tepat ditengah
lingkaran merah. Apakah tidak ada hambatan gerak jarum kompas oleh karena
bersentuhan dengan gelas penutup.

2.

Apabila kompas dalam keadaan sulit untuk bergerak bebas, jangan langsung dibuka
sendiri gelas penutup kompas (berkonsultasikan dengan asisten / teknisi).

3.

Apabila sudah seimbang sempurna, peganglah kompas pada posisi kompas diletakkan
diatas telapak tangan dan dilengketkan pada perut atau sejajar dengan pinggang agar
supaya tidak mudah goyah sambil meluruskan pengarah ke objek dengan tetap
mempertahankan posisi gelembung ditengah-tengah nivo.

4.

Sighting arm (lengan pengarah) dibuka horizontal dan peep sight ditegakkan dan
diarahkan ke objek, dalam keadaan kompas tetap seimbang.

5.

Setel cermin pengarah sehingga titik objek terlihat pada cermin masuk ke lubang
pengarah dan terletak pada garis poros cermin sambil tetap mempertahankan kompas
(perhatikan gelembung udara pada nivo, harus tetap berada ditengah lingkaran).

Gambar 2.6 A. Posisi katup cermin kompas dan garis arah stile pada pinggang
B. Pada posisi sejajar mata

6.

Pembacaan dilakukan apabila jarum sudah diam.

7.

Catat nilai / angka yang ditunjukan pada kompas

II.4.2 Menentukan Sudut Kemiringan Permukaan Tanah, Singkapan Batuan Dan Lereng
Dengan Klinometer

1.

Harap diperhatikan, posisi pengukur dan objek harus dalam keadaan tetap, tidak
bergeser, letakkan kompas sejajar mata pada posisi kompas dimiringkan dengan nivo
tabung pada posisi atas dan peep sight didepan mata.

2.

Tekuk cermin kompas kira-kira 45o

3.

Arahkan kompas ke objek melalui lubang intip peep sight dan sighting windows.
Gambar 2.7 Pengukuran Permukaan Lereng, dengan cara
mengarahkan kompas ke Objek

4.

Setel klinometer dengan cara memutar alat penyetel klinometer dibelakang kompas,
sehingga bayangan nivo tabung klinometer seimbang yang nampak pada cermin.

5.

Tetapkan pembacaan lepaskan tangan pada alat penyetel klinometer, pembacaan nilai
kemiringan lereng dapat dibaca dengan terlebih dahulu menurunkan kompas dari sejajar
dengan mata ke posisi terletak depan perut agar supaya pembacaan dapat seakurat
mungkin.

6.

Catat hasil pembacaan angka / nilai